
Setibanya mereka di luar istana, mereka melihat banyak sekali monster - monster aneh yang berusaha untuk menerobos barier penghalang yang melindungi negara Asgar. Melihat para monster yang berusaha keras untuk menerobos masuk layaknya zombie yang kelaparan, membuat orang - orang yang menyaksikan nya pucat.
Yumiko sangat bersyukur barier yang melindungi negara Asgar ini di buat oleh Xi dengan memanfaatkan tiga kristal power yang menyimpan kekuatan besar. Sehingga barier yang melindungi negara sangat kuat dan kokoh, serta tahan terhadap berbagai serangan yang di lancarkan dari luar.
" Jumlah mereka tidak sedikit, bahkan aku sudah tidak dapat melihat lagi pepohonan yang ada di sana... Mereka benar - benar mengerikan. " Ucap Asako. Melihat para monster yang bergeliatan seperti cacing kelaparan membuatnya merasa jijik.
" Berkat Xi yang membuat barier ini sebelum dia pergi. Monster - monster itu jadi tidak dapat masuk ke dalam dengan mudah. Jika tidak, bagian terburuknya kota ini sudah mereka lululantahkan. " Ujar Yurika dengan sedikit keringat di wajahnya.
Yumiko yang menyaksikan para monster mencoba untuk merusak penghalang tersebut, membuatnya tidak dapat menahan diri untuk menyerang dan menghentikan para monster sebelun penghalang nya di hancurkan.
Yumiko dengan tegas, memberikan perintah nya kepada seluruh armada tempur negara Asgar. Dengan suara yang lantang Yumiko memberikan perintah " Semua pasukan, hari ini kita akan bertempur bersama demi Asgar! Demi kemuliaan Asgar, kalahkan mereka! "
Ketika perintah itu jatuh, semua orang tersenyum.
" Ini lah yang aku tunggu - tunggu! Hancurkan mereka! " Ujar Astia. Melepaskan sejumlah energi sihir dalam jumlah besar. Banyak lingkaran sihir berwarna emas bermunculan di langit - langit. " Rasakan ini, Hujan Tombak Cahaya! " Teriak Astia.
Tombak cahaya menghunjani para monster yang berusaha untuk menerobos barier. Mereka semua tertusuk oleh banyak tombak cahaya yang menghujani mereka. Namun, serangan semacam itu kerao tidak membuat mereka mundur. Para monster masih ngotot ingin menjebol pertahanan kuat yang melindungi Asgar dengan mengorbankan diri mereka.
Beberapa monster meledakkan diri mereja di dekat barier tersebut. Ledakannya begitu kuat sampai menghancurkan permukaan tanah. Namun, hal itu sia - sia. Karena barier yang terbuat dari tiga energi dari kristal power terlalu kuat. Bahkan dari sekian banyaknya ledakan yang mengenainya, tidak sedikit pun menggores barier tersebut.
Seekor monster humanoid yang menjijikkan berteriak di depan barier, di saat itu muncul sebuah tangan yang berlapis bone armor yang keras yang langsung menghancurkan kepala monster tersebut.
Semua monster yang menyaksikan kematian temannya sangat terkejut. Seseorang pun keluar dari balik barier yang tak tertembuskan itu.
Sosoknya mengerikan dengan tubuh yang besar dan di lapisi oleh bone armor yang sangat gila. Sosok itu adalah Zyx, sala satu dari ajudan terkuat Xi. Dia keluar dari barier itu bersamaan dengan melepaskan auranya yang sangat mengerikan, membuat para monster gemetaran.
Zyx menatap mereka semua dengan tatapan jijik. " Para makhluk rendahan yang menjijikan, berani sekali menyerang tempat ini. Kalian layak mati. " Ujar Zyx dengan kesal melihat wajah - wajah jelek dan menjijikan dari para monster yang ada di sana.
Zyx berlari seperti banteng, menerobos pertahanan musuh dengan mudahnya. Dalam sekali sundulannya, banyak dari tubuh monster - monster itu yang langsung berhamburan kemana - mana.
Di sisi lain, pasukan udara para monster mencoba untuk menerobos melalui udara. Namun, usaha mereka di gagal kan oleh para Dragon. Mereka adalah Viod Dragon, walau jumlah mereka sedikit, namun kekuatan tempur mereka sangat luar biasa. Di tambah dengan adanya pemimpin mereka Primordial Ancient Viod Dragon yang merupakan seekor Dragon Awakening. Mempermudah mereka semua untuk mengalahkan musuh - musuh yang mencoba menerobos dari udara.
" Serangga rendahan, berani sekali kalian mencoba untuk menerobos masuk. " Ucap Primordial Ancient Viod Dragon dalam bahasa naga.
Langit gelap sinar matahari menghilang. Primordial Ancient Viod Dragon bersama dengan semua keturunan nya melihat kelangit. Mereka semua terkejut dengan mata yang terbuka lebar. Melihat jumlah dari monster udara yang sangat banyak, layaknya jutaan nyamun yang terbang bersama. Mereka ragu apakah mereka mampu mengatasi semua makhluk - makhluk itu.
" Kuih, bukan kah jumlah mereka terlalu banyak? Setidaknya lebih dari seratus ribu... " Ucap Primordial Ancient Viod Dragon.
Saat dirinya tidak yakin dan terdesak oleh para monster sialan itu. Bala bantuan datang membantu mereka. Tiga legendary beast datang membantu, mereka adalah Yvelsky, Blutalon, dan Reinbow. Bersama dengan pasukan naga lainnya datang membantu.
Melihat semua pasukan bala bantuan yang datang membantu nya, membuatnya menjadi percaya diri.
" Walau jumlah masih belum menutupi, tapi tidak masalah. Dengan ini ku rasa kami bisa mengalahkan mereka semua. " Ujar Primordial Ancient Viod Dragon. Menembakkan nafas apinya dalam skala besar yang langsung menghanguskan ratusan dari makhluk - makhluk itu.
Api yang membakar makhluk - makhluk itu tidak padam dan semakin membesar. Dari yang awalnya hanya sekedar kobaran api, berubah menjadi badai api yang sangat panas. Di sambut juga dengan kedatangan angin yang kencang yang menyayat tubuh, membuat badai api semakin mematikan.
" Angin ini... Jadi kau juga ikutnya Kaze? " Ujar Primordial Ancient Viod Dragon kepada seekor naga besar yang seluruh tubuhnya di tutupi oleh angin.
" Guahahahaha! Kau benar, tentu saja aku juga ikut. Bagaimana mungkin aku akan melewati kesempatan yang menyenangkan ini? Jika aku hanya tidur di kamar dan bermalas - malasan, Kakak ku, Yurika akan membunuhku lagi. " Balas Kaze sambil tertawa. Angin kencang setajam pisau yang dapat menembus perisai sihir di buat oleh Kaze dengan skill miliknya. The Strom Dragon Kaze, adik dari Yurika dari empat bersaudara.
__ADS_1
" He, akhirnya kau mengakui nya kalau kau itu memang takut dengan saudarimu. " Ucap Primordial Ancient Viod Dragon sedikit mengejek Kaze.
Kaze kesal ketika di ejek oleh Primordial Ancient Viod Dragon. " Apa kau bilang? A aku tidak takut dengan kakak ku, jangankan takut, jika harus bertarung aku pasti menang. Jika bukan karena kakak ipar ku yang terlalu kuat, aku tidak akan pernah menurutinya. " Balas Kaze dengan wajah yang memerah. Dia malu untuk mengakuinya dan beralasan bahwa dia itu hanya takut dengan Xi yang pernah menghajarnya saat berada di dalam labirin. Padahal ketika duel itu, Kaze yang menantang Xi dengan begitu percaya diri, namun di kalahkan dalam satu pukulan.
" Ya ya, baiklah tuan muda yang berwibawa... Kau lah yang terkuat. " Ucap Primordial Ancient Viod Dragon sambil menghelakan nafasnya dan memalingkan wajahnya.
Melihat sikap itu, dengan ekspresi marah Kaze berkata " Apa, kau... Kau baru saja menghelakan nafas? Apa kau sedang mengejek ku? " Tanya Kaze kepada Primordial Ancient Viod Dragon.
" Tidak... Dari pada kita membahas itu, lebih baik kita bantu mereka mengalahkan semua makhluk aneh itu. Aku yakin, kau juga tidak mau berhadapan dengan makhluk yang itu kan? " Ajak Primordial Ancient Viod Dragon. Dia juga melihat ke arah Raksasa yang berjalan lambat sedang menuju ke Asgar.
Melihat Raksasa itu nyali Kaze langsung ciut. Perbedaan kekuatan di antara mereka sudah terlihat sangat jelas. Perbedaan nya itu seperti langit dan bumi, terlalu besar dan terlalu luas. Bahkan hanya dengan merasakan aura yang di pancarkan oleh Raksasa itu sudah membuat seorang Dragon Awakening merinding ketakutan.
" A, kau benar... Aku akan mengikuti saranmu saja. " Ucap Kaze. Menelan ludah dengan berat dan terlihat takut dengan Raksasa itu.
Sementara itu, Primordial Ancient Viod Dragon yang melihat nyali Kaze yang ciut, dia hanya bisa diam sambil memberikan tatapan aneh.
" Yare yare... Dia masih seorang bocah ternyata. " Ucap Primordial Ancient Viod Dragon dalam hatinya. Dia pun bersama dengan Kaze masuk ke mendan perang bersama - sama.
Keduanya saling bekerjasama untuk mengalahkan semua monster yang ada di langit yang menutupi cahaya matahari hari. Api dan angin saling di kombinasi kan, membuat sebuah topan api besar di langit yang menghanguskan banyak sekali makhluk yang beterbangan di sana.
Semua makhluk itu ketika melihat topan api mendekati mereka berusaha untuk menghindari nya. Walau mereka tidak memiliki akal, namun mereka memiliki insting yang kuat. Mereka merasakan adanya bahaya yang membunuh mereka ketika terseret masuk ke dalam sana.
" Kalian makhluk menjijikkan cukup pintar juga. Dari pada mati tersambar oleh petir, lebih baik kalian mati terpanggang saja. " Ujar seorang naga. Seluruh tubuhnya di selimut oleh petir yang sangat mengerikan. Itu terus menyambar dan tidak pernah berhenti.
Semua makhluk itu tertegun melihat kengerian dari petir yang di lepaskan oleh naga itu dapat menghanguskan banyak dari mereka dalam sekejap. Petir itu sangat mematikan, walau beberapa dari mereka dapat selamat ketika tersambar oleh petir, namun kuatnya petir yang menyambar mereka menyebabkan efek kelumpuhan yang melumpuhkan setiap sistem saraf yang ada di dalam tubuh mereka. Sehingga mereka tidak dapat bergerak dan berakhir dengan mati karena jatuh dari ketinggian.
Primordial Ancient Viod Dragon melihat naga petir melakukan pembantainya seorang diri membuatnya ciut dengan kekuatan nya. Sungguh tidak dapat di bandingkan antara dirinya dan naga petir itu yang terlalu kuat dan sangat mengerikan.
Seketika itu membuatnya menjadi takut untuk memprovokasi Blue Lightning Primordial Dragon dimana depan. Primordial Ancient Viod Dragon tidak memiliki kesempatan untuk menang melawannya ketika harus berduel satu lawan satu.
Dewa jahat bencana yang memimpin ratusan ribu pasukan makhluk - makhluk mengerikan mulai menunjukkan pergerakan nya.
Membuka mulutnya lebar - lebar mengambil nafasnya dalam - dalam. Seluruh tubuhnya bercahaya terang dengan pancaran energi dewa yang luar biasa. Energi yang dia kumpulkan berubah menjadi partikel - pertikel nuklir dalam jumlah yang sangat banyak dan tidak dapat di bayangkan seberapa banyak jumlah itu.
Semuanya terkumpul di dalam mulutnya dan di bungkus dengan api yang sangat panas. Nafas penghancuran dia tembakkan yang langsung menuju ke Asgar. Serangannya begitu dahsyat bahkan sampai memusnahkan sebagian pasukan kegelapan yang melindungi Asgar dengan barier pelindung yang berlapis.
Yumiko, Asako, Yurika dan Melia saling bekerja sama untuk menciptakan sebuah perisai sihir dengan menggunakan seluruh kekuatan mereka. Sihir yang di manerfestasikan sebagai perisai biru tua yang besar menutupi seluruh Asgar.
Nafas penghancuran yang di lancarkan menghantam perisai itu dengan sangat kuat hingga membuat sebuah dorongan yang sangat kuat. Perisai yang di bentuk oleh empat orang sekaligus di goyahkan dalam satu tembakan nafas penghancuran.
Keempatnya kesulitan untuk terus menahannya, namun beberapa bantuan datang membantu mereka untuk menyeimbangkan perisai tersebut. Dengan semua bantuan itu, membuat perisai tersebut dapat berdiri dengan kokoh memblokir nafas kehancuran.
Walau mereka dapat memblokir serangan dari Dewa Jahat Bencana. Tapi mereka tidak dapat melakukan apa pun selain mempertahankan diri mereka untuk mempertahankan perisai yang menghalangi nafas kehancuran. Mereka sama sekali tidk berdaya dan tidak dapat melakukan apa pun selain menyalurkan energi mereka untuk memperkuat perisai tersebut.
Mareka berusaha keras untuk bertahan agar serangan itu tidak menyebar langsung ke Asgar. Namun, perlahan mereka terus di dorong mundur oleh Dewa Jahat Bencana. Tanah yang menjadi pijakan mereka sampai hancur. Kondisi itu pun di perburuk dengan adanya serangan lanjutan yang bertubi - tubi dari makhluk - makhluk yang ada di bawa kendali Dewa Jahat Bencana.
" Para keparat itu... Membuat ku kesal! " Ujar Rose. Dia jengkel dengan makhluk gak jelas yang menyerang perisai yang di pertahankan olehnya. Rose sangat ingin pergi ke sana dan menghancurkan semua makhluk itu dengan tangannya sendiri.
Rose hendak melepaskan tangannya dari perisai dan maju untuk menghabisi makhluk - makhluk itu. Namun, tindakkannya tidak di terima oleh Noir yang juga bersusah payah bersama yang lainnya.
__ADS_1
Noir marah dengan tindakan Rose yang gegabah.
" Iblis Bodoh! Apa yang kau lakukan? Jika kau pergi kesana dan meninggalkan tempat ini, kekuatan dari perisai ini akan berkurang! Cepak kembali dan bantu kami menahannya dasar sialan! " Ucap Noir kepada Rose dengan marah. Semua Demon Primordial yang melihat Noir pertama kali marah sangat terkejut dan tertegun.
Mereka semua tidak dapat percaya dengan apa yang mereka lihat. Demon Primordial Hitam yang biasanya kalem dan suka bermalas malasan dan suka sekali mencari mesalah dengan primordial lainnya marah kepada Primordial merah mudah Rose. Ini sesuatu yang belum pernah mereka lihat dalam hidup mereka selama di dunia iblis.
Mengingat Noir sang Primordial Hitam dari iblis Spirit adalah iblis terkuat yang ada di dunia iblis. Merah karena kesalahan kecil, sebelumnya tidak pernah terjadi. Semuanya berkeringat ketika Noir mengutarakan kemarahannya kepada Rose saat itu. Mereka merasa seperti terintimidasi oleh kemarahan Noir.
Setelah Rose di marahi oleh Noir, dia segerah kembali ke tempat nya dan kembali menyalurkan energinya untuk membantu menahan serangan Dewa Jahat Bencana.
Di samping itu, IGRIS, Jack dan Ashura mati - matian membunuh semua makhluk humanoid yang menyerang perisai. Mereka bertiga berusaha mencoba untuk mengurangi jumlah dari makhluk itu agar tidak mengganggu konsentrasi rekan - rekannya yang susah payah mempertahankan perisai tersebut.
Nafas penghancur yang di tembakkan oleh Dewa Jahat Bencana dari mulutnya perlahan semakin menyusut dan menghilang. Dia menghentikan serangannya untuk sementara waktu.
Berpikir kalau itu sudah aman, tapi tiba - tiba tubuh Dewa Jahat Bencana memancarkan cahaya lagi. Semua energi yang ada di dalam tubuhnya telah berubah menjadi partikel - partikel atom yang sangat banyak. Dia memusatkan semua kekuatannya pada satu titik.
Tidak seperti sebelumnya, kini dia dapat mengendalikan semua kekuatan penuh yang ada pada dirinya. Dewa Jahat Bencana menembakkan nafas penghancurnya sekali lagi namun dengan akselerasi lurus yang langsung memotong perisai besar yang melindungi Asgar.
Suhu dari nafas penghancurnya sangat panas dan lebih panas dari matahari. Seketika itu pertahatanan mereka langsung tertembus dan menimbulkan ledakan berkali - kali. Kuba yang melindungi negara Asgar pun hancur dalam satu serangan dan memorak - porandakan seisi Asgar dengan lautan api.
Semua orang terluka karena serangan tersebut. Bahkan setengah dari pasukan kegelapan musnah.
Yumiko yang di penuhi luka di tubuhnya mencoba bangun dengan menahan rasa sakitnya. Perlahan dia kembali berdiri lagi namun, ketika dia melihat kebelakang dia sangat terkejut. Asgar negara yang mereka bangun bersama dengan Xi kini benar - benar telah di hancurkan. Tidak ada satu pun bangunan yang tersisa di sana. Semuanya telah hancur dan rata dengan tanah.
" Ti tidak... Kotanya... Menghilang... " Ucap Yumiko dengan nada yang begetar sedih. Yumiko sangat terkejut sampai tidak dapat berkata apa apa lagi melihat Asgar yang telah menghilang.
" Ini tidak mungkin... Hanya dalam satu serangan semuanya reta dengan tanah... " Ucap Asako yang tidak percaya. Tidak dapat di perkirakan kalau daya hancurnya bisa sampai menghilangkan Negara Asgar dalam hitungan detik.
Dewa Jahat Bencana menggerakkan tangannya. Dia mengangkatnya tinggi ke langit. Pada saat itu, suhu di sekeliling nya berubah menjadi sangat panas dan meluapkan segalanya. Kekuatan sihir terkumpul kembali ketangannya dan di rubah menjadi partikel partikel sihir.
Sebuah kekuatan yang dapat menghancurkan dunia ini telah muncul di hadapan mereka semua. Perasaan bahaya dapat mereka rasakan dan itu tidak dapat terelakan lagi. Semua orang bersusah payah untuk menghentikan Dewa Jahat Bencana dengan seluruh kekuatan mereka. Serangan skala besar dan serangan terkuat dari masing - masing mereka juga di lepaskan. Namun, dari semua serangan itu tidak satu pun dapat melukai Dewa Jahat Bencana. Melainkan dari semua serangan yang mereka lancarkan di serap oleh Dewa Jahat Bencana untuk di jadikan tambahan dari kekuatan penghancur yang akan di lepaskannya.
Mereka sudah tidak dapat menghentikan Dewa Jahat Bencana lagi. Kini mereka semua merasa sangat putus asa. Mereka bingung harus melakukan apa untuk selamat dari serangan itu. Kabur mungkin pilihan terbaik mereka namun, di sana tidak satu pun dari mereka dapat melarikan diri karena telah terkepung oleh monster lainnya dari segala arah.
Semua orang di buat berkeringat melihat itu terus terisi tanpa henti dan energi yang terkumpul semakin lama juga semakin banyak. Semua itu berpusat pada satu tempat yaitu tangan kanan dari Dewa Jahat Bencana.
Menyaksikan kehancuran ada di depan mata, dengan perasaan sedih Melia berkata dalam hatinya. " Apa mungkin ini akan menjadi akhir dari kehidupan kami semua? Tapi tapi... Aku tidak mau itu... Setelah tersegel selama 20.000 tahun akhirnya aku terbebas dan dapat melihat anakku. Aku belum menjadi seorang ibu yang baik untuk nya dan aku masih ingin melihatnya tubuh lagi... Tapi, sekarang kekuatan kehancuran yang luar biasa ada di depan mataku... " Ucap Melia dalam hatinya. Dia menangis melihat semua itu, dia sangat sedih jika harua berpisah dengan Xi. Namun, sebelum dia selesai berbicara, sebuah suara yang keras terdengar oleh mereka semua dan mengejutkan semua orang.
" Beraninya kau membuatnya menangis! Hari ini aku akan menjadikan hari pertama sekaligus hari terakhir bagimu untuk hidup! "
Suara itu terdengar sangat keras dan jelas. Sangat lantang dan penuh kearoganan.
Semua orang di buat bingung dengan Kemunculan suara tersebut. Beberapa dari mereka berpikir kalau itu adalah suara dari suara dunia yang tidak mengizinkan Dewa Jahat Bencana untuk menghancurkan dunia.
Namun, semua perkiraan orang - orang itu salah. Di balik awan gelap yang menyelimuti hutan kematian terdapat sebuah ledakan gelombang energi kehidupan yang sangat besar. Awan petir bergemuruh di sekitarnya merubah awan gelap menjadi merah darah yang sangat mengerikan. Langit biru kini telah bercampur dengan hitam dan merah seperti sebuah kolam darah.
Datangnya sosok tersebut ke permukaan dunia membuat seluruh dunia begetar. Merasakan kekuatan yang sangat luar biasa membuat dunia merasa takut dengan kehadiran dari sosok tersebut.
Sosok itu berdiri dengan gagah di langit dengan tatapan tajam yang menatap Dewa Jahat Bencana. Dan tatapan sinis dan jijik dari sosok tersebut memberikan rasa takut terdalam kepada Dewa Jahat Bencana ketika menatapnya. Seluruh tubuhnya gemetar ketakutan dan sepertinya menjadi kaku. Energi di kumpulkan olehnya sebelumnya kini tidak terkontrol dan dapat meledak kapan pun.
__ADS_1
Sosok itu menangkat senjatanya yang berupa sebuah sabit hitam yang penuh dengan aura hitam yang mengerikan. Dengan tatapan sinisnya yang penuh kearoganan dia berkata " Sekarang... Bersiaplah untuk menumi kematianmu! "