LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 113


__ADS_3

Setelah mengalahkan Boss Dungeon lantai pertama Ratu Semut Hitam. Yang dengan mudah di kalahkan oleh Astia dengan menggunakan hujan cahaya nya yang sangat, hingga mampu menembus cangkang dari semut - semut hitam itu. Kekalahan Ratu Semut Hitam itu, terbuka sebuah jalan bawah tanah yang menghubungkan pada lantai Dungeon selanjutnya.


Pada saat itu, semua orang tidak ada yang berani untuk melangkah masuk karena Xi belum memerintahkan mereka semua untuk masuk. Namun, setelah Xi merenung cukup lama, akhirnya ia membuat sebuah keputusan untuk lanjut menyerang lantai dua.


Alasan mereka tidak masuk ke sana langsung karena pada saat itu Xi sedang bertanya kepada system mengenai monster serangga jenis apa saja yang akan mereka temui di bawah sana. Pada saat yang sama pula, system mencari informasi mengenai jawaban dari pertanyaan itu. Setelah mencari cukup lama, system memberitahukan kepada Xi, kemungkinan monster serangga yang menghuni lantai dua adalah Belalang Sembah, Kelabang Merah, Laba - laba Merah. Dan terdapat tiga Boss Dungeon di lantai Dua, yang mana salah satunya menyembunyikan jalan menuju lantai tiga. Tempat di mana Boss Dungeon yang sebenarnya berada.


Sesampainya mereka di lantai dua di dalam Dungeon, mereka langsung di sambut oleh sekumpulan belalang sembah dari berbagai ukuran. Mulai dari 45 Cm sampai dengan 2 meter lebih. Monster - monster belalang sembah itu memiliki warna dominan coklat dengan dua tangannya yang berbentuk seperti sabit yang sangat tajam, membuat monster itu sangat mengerikan saat di lihat. Terlebih lagi, monster ini sangat suka sekali memakan daging manusia mau pun hewan. Bukan hanya itu, bila mereka tidak menemukan mangsa untuk di makan, mereka akan memakan satu sama lain. Yang mana, yang lemah akan menjadi santapan bagi mereka yang kuat. Ya, monster belalang sembah ini adalah monster yang kanibal.


[ Belalang Sembah ] Rank : B. Level : 70. Exp : 12.000. Skill : Strike.


Kemunculan 20 monster belalang sembah membuat semua orang terkejut, dan membuat mereka tidak dapat mengelak dari pertarungan. Yang mana monster belalang sembah ini jauh lebih kuat dari monster - monster yang ada di lantai satu Semut Hitam dan Kelabang. Dan apa yang di katakan oleh Sanzun memang ada benarnya, kalau monster di lantai Dua lebih ganas dan lebih kuat dari pada moneter - monster di lantai satu.


Walau monster - monster belalang sembah itu kuat, namun Xi, Airis, dan Astia dengan mudah dapat mengalahkan bagian mereka. Akan tetapi, berbeda dengan yang lainnya yang sangat di sibukan oleh para monster belalang sembah itu. Tampak semuanya berusaha keras untuk mengalahkan monster yang masinh - masing mereka hadapi. Zapdas dan Vind dapat dengan mudah membereskan bagian mereka, dengan sihir yang mereka gunakan.


Sedangkan Sanzun, mengayunkan tombaknya dengan sangat kuat, hingga membuat kedua capit yang mirip dengan sabit milik belalang sembah itu hancur. Dan berakhir, dengan Sanzun menusukkan tombaknya tepat pada kepala belalang sembah hingga tembus.


Melihat semua itu, Xi cukup terkesan kepada mereka semua karena mereka dapat mengatasi kesulitan mereka sendiri dengan kerjasama mereka yang sangat baik. Setiap kekuarangan yang mereka miliki, saling di isi oleh rekan - rekannya sehingga membuat mereka dapat mengalahkan monster - monster itu tanpa kesulitan yanh lebih.


" Kenapa belalang sembah ini lebih ganas dari biasanya? " Kata Alans dengan raut wajah bingung sambil menggaruk kepalanya. Karena, mengingat terakhir kali mereka melakukan Raid di Dungeon ini, para belalang sembah ini tidak seganas yang sekarang.


" Aku punya firasat buruk tentang ini. Semuanya, harap berhati - hatilah... " Kata Sanzun dengan serius. Sejak awal masuk ke lantai dua, ia memiliki firasat yang tidak enak dalam hatinya. Firasat itu, seperti sebuah peringatan yang sedang memperingati dirinya.


Dalam ketegangan mereka, Bass terlihat terkejut saat menyadari sesuatu. Sesuatu yang sangat mengerikan yang sedang mengincar rekannya. Karena itu, Bass pun berteriak untuk memberitahu Alans " Alans di belakangmu! " Kata Bass dengan keras.


Mendengar itu, Alans terkejut. Seketika ia langsung berbalik dan melihat apa yang di maksud oleh Bass. Saat berbalik, ia terkejut karena tepat di belakangnya, seekor belalang sembah berukuran 2 meter menebaskan sabitnya yang tajam pada dirinya.


Alans pun terdiam membeku saat itu. Hal itu terjadi karena ia merasa terkejut sekaligus takut melihat kematian ada di depannya. Akan tetapi, sebelum sabit tajam milik belalang sembah itu mengenai Alans, sesuatu dengan sangat cepat melewati Alans. Dan menabrak belalang sembah itu dengan sangat kuat, hingga membuat belalang sembah itu terdorong mundur hingga menabrak dinding dengan sangat keras. Dan membuat usaha si belalang sembah itu untuk membunuh Alans pun gagal.


Saat belalang sembah itu menabrak dinding dengan sangat keras karena di dorong sesuatu yang sangat kuat. Belalang sembah itu pun berteriak keras, serta bingung dengan sesuatu yang menabraknya.


" Cepat selesaikan dia! Aku kesulitan menahannya! " Kata Balbastar sambil menahan belalang sembah yang berukuran dua meter yang terjepit di dinding karenanya. Balbastar sangat kesulitan menahan serangan itu, karena ia terus memberontak untuk melepaskan diri.


Karena merasa sangat kesal, saat usahanya membunuh salah satu petualang di gagalkan oleh pertualang lainnya, belalang sembah itu mengangkat satu sabitnya ke atas dan berniat untuk membunuh Balbastar yang sedang menyudutkannya di dinding itu.


Ia pun segerah menebaskan sabitnya yang tajam pada Balbastar. Namun, hal itu tidak di biarkan begitu saja oleh Sanzun yang melihat saudara nya akan di bunuh oleh monster tepat di hadapannya.


" Saudaraku, aku akan menolongmu! " Kata Sanzun sambil bersiap memasang kuda - kuda untuk melemparkan tombaknya. Namun, sebelum ia melemperkan tombak miliknya itu, Sanzun terlebih dahulu mengisi tombaknya dengan energi sihir miliknya, supaya tombak itu menjadi lebih kuat lagi saat di lemparkan. " Mati kau serangga sialan! Jangan coba - coba untuk membunuh saudaraku! Rasakan ini! " kata Sanzun sambil melemparkan tombaknya dengan sangat kuat.


Sanzun melemparkan tombak nya dengan sangat kuat. Dan tombak itu, terbang dengan sangat cepat ke arah belalang sembah yang sedang mencoba untuk membunuh Balbastar.


Sedangkan belalang itu merasa melihat sesuatu terbang ke arahnya dengan sangat cepat, membuatnya terkejut. Ia pun bingung benda apa yang sedang terbang ke arahnya. Namun, karena merasa dalam bahaya, belalang itu menghentikan niatnya untuk membunuh Balbaster, dan berfokus pada benda yang terbang ke arahnya. Ia pun mengubah arah serangannya dari Balbastar menuju ke suatu yang terbang itu.


" KYIEEKKK! " Monster Belalang Sembah itu dengan kuat menebaskan sabitnya pada tombak yang terbang ke arahnya, mencoba untuk memblokir tombak tersebut agar tidak mengenai dirinya. Akan tetapi, kekuatan dari tombak tersebut yang telah di lapisi dengan sihir, dengan mudah menghancurkan sabit milik belalang sembah itu dan langsung mengenai kepalanya hingga hancur. Seketika, setelah kepalanya hancur, belalang sembah itu pun perlahan terjatuh dan tidak bergerak lagi.


" Wuaah! Lelah sekali... Untung saja kau lekas membunuhnya kakak, kalau tidak mungkin aku sudah menjadi mayat sekarang... " Kata Balbastar sambil menjatuhkan dirinya ke tanah. Mengambil nafas legah setelah lepas dari situasi hidup dan mati yang baru saja ia hadapi.


" Hahaha... Aku senang kau selamat tapi, tadi itu nyaris saja. " Kata Sanzun sambil mengambil tombaknya kembali. Mengingat kejadian tadi, membuatnya menjadi sedikit cemas.


Setelah mereka selesai mengatasi gerombolan monster belalang sembah yang menghadang mereka saat di jalan. Mereka pun melanjutkan perjalan mereka untuk pergi ke ruangan boss dungeon yang tidak jauh dari tempat mereka berada. Dalam perjalan mereka, terdapat beberapa monster belalang sembah yang menyerang mereka, namun kekuatan dari monster - monster belalang sembah itu lebih rendah dari yang mereka hadapi saat pertama kali masuk ke lantai dua ini. Jadi mereka dapat mengalahkan setiap monster belalang sembah yang muncul, dan jumlah mereka juga tidak sebanyak yang sebelumnya, jadi mudah untuk mereka mengalahkannya.


Setelah berjalan cukup lama, mereka akhirnya tiba di buah tempat yang sangat luas. Tempat itu sangat berbeda dari tempat yang lainnya saat mereka temukan di dalam perjalanan. Dimana tempat tersebut terdapat banyak sekali Kristal sihir, dan juga rumput - rumput hijau yang indah dan halus tumbuh di atas tanah, dengan banyaknya bunga yang indah bermekaran di sana.


Semua orang yang melihat hal tersebut sangat di buat terkejut dengan pemandangan indah tersebut. Itu karena mereka tempat seindah ini berada di dalam sebuah dungeon yang di isi oleh banyaknya monster yang sangat berbahaya. Dan hal itu sangat - sangat mustahil untuk terjadi, karena mengingat monster tipe serangga adalah perusak alami bagi tumbuhan jenis apa pun.


" Jadi... Ini ruangan boss dungeon? Sulit untuk di percaya... Ini seperti sebuah taman yang ada di Kekaisaran... Tidak, mungkin lebih indah lagi... " Kata Alans dengan mata yang terbuka lebar melihat pemandangan tersebut.


" Iya, tempat ini akan menjadi sangat diminati oleh banyak orang... Mungkin akan menjadi yang terbaik untuk di kunjungi. " Kata Vind yang terdiam melihat keindahan itu.


" Memang indah untuk di lihat tapi, sangat berbahaya untuk menjadi tempat wisata... " Kata Airis. Ia memperhatikan tempat tersebut dengan sangat fokus. " Aku rasa semua pengunjung akan mati oleh monster itu... " Lanjut Airis sambil mengacungkan tangannya. Menunjukkan seekor monster yang berkamuflase seperti sebuah pohon yang besar di tengan ruangan itu.


Semua orang pun fokus memperhatikan pohon yang di tunjuk oleh Airis itu. Saat mereka memperhatikan dengan baik, tampak pohon itu seperti memiliki empat buah dahan pohon yang sangat besar, yang sangat mirip seperti sebuah pedang.


" Itu Boss Dungeonnya... Raja Belalang Sembah Dungeon. " Kata Xi dengan tatapan merah tajam. Menatap boss dungeon yang sedang tertidur di sana.


[ Raja Belalang Sembah Dungeon ] Rank : S. Level : 125. Exp : 1.000.000. Skill : Fear, Hyper Voice, Super Attack, Pengerasan.


Melihat boss dungeon sedang tertidur, semua orang berpikir untuk menyerang nya selagi boss dungeon tidak sadarkan diri. Hal itu, pasti akan memberikan sebuah luka yang amat besar pada boss dungeon. Kesempatan tersebut adalah sebuah kesempatan yang sangat bagus, karena akan sangat sulit mengalahkan boss dungeon ketika ia sudah bangun nanti.


Akan tetapi, aksi mereka semua di hentikan oleh Xi. " Tunggu... Kalian jangan langsung menyerang nya! " Kata Xi. Memberikan perintah kepala bawahannya, melarang mereka yang berniat untuk menyerang boss dungeon yang sedang tertidur itu.


Mendengar itu, semua orang pun bingung mendengar perintah tersebut. Menurut mereka menyerang boss yang sedang tertidur adalah sebuah ke untungan, karena pemikiran mereka bertentangan, akhirnya mereka pun bertanya.


" Kenapa... Tuan kenapa kita tidak boleh menyerangnya? Bukankah itu akan membuang sebuah kesempatan emas untuk kita? " Tanya Zapdas kepada Xi.


" Benar tuan, memberikan serangan pertama kita pada boss dungeon yang sedang tertidur itu adalah kesempatan emas! Kita tidak boleh menyia - nyiakan hal tersebut! " Kata Sanzun yang juga sependapat dengan Zapdas.


Mendengar pendapat dari Zapdas dan juga Sanzun, Xi menoleh dan menatap mereka. Seketika tatapan dingin yang Xi berikan kepada mereka, membuat bulu kudu mereka merinding ketakutan. Tatapan dingin itu sangat menyeramkan, dan seperti mengisaratkan kepada mereka untuk diam dan tidak banyak tingkah.


Xi pun menghelahkan nafasnya dengan tenang. Menatap kembali pada boss dungeon yang sedang tertidur itu. Bersamaan dengan itu ia juga berkata " Yang kalian katakan memang benar, menyerang boss dungeon yang sedang tertidur dari atas sini adalah sebuah kesempatan emas yang tidak akan datang dua kali... Aku paham pemikiran kalian yang ingin memberikan luka serius pada boss dungeon itu tapi, jika kita menyerangnya secara asal - asalan, yang ada kita hanya akan membangunkannya dan membuatnya menjadi marah. Dan saat itu bukan dia hanya tidak menerima luka dari serangan kita, tapi kita juga bisa mati olehnya. " Kata Xi. Ia menjelaskan kenapa melarang mereka semua untuk menyerang boss dungeon yang sedang tertidur itu.


" Raja Belalang Sembah Dungeon ini punya tubuh yang besar, dan tingginya sampai 7 meter. Melihat dari ukuran nya saja, sudah dapat di pastikan kalau monster ini punya resistensi sihir. Terlebih lagi, sihir yang menyelimuti dirinya sebagai sebuah perisai bahkan masih aktif saat ia sedang fase tidur. Ini membuktikan kalau monster ini juga berhati - hati terhadap serangan dadakan. Dan lagi, ada banyak sekali belalang sembah yang menjaga boss dungeon. Sudah pasti tidak akan mudah mengalahkan boss dungeon, jika sekelompok belalang sembah itu tidak di kalahkan terlebih dahulu. Bisa saja, saat kita menyerang boss nya tadi, itu bisa menjadi akhir dari hidup kita semua, karena tidak memikirkan rencana matang - matang dalam menghadapi boss dungeon itu. " Lanjut Xi.

__ADS_1


Mendengar penjelasan itu, membuat semua orang terdiam berkeringat mendengar nya. Entah apa yang mereka pikirkan saat itu, ingin menyerang boss dungeon tanpa memiliki sebuah rencana yang tepat dan matang. Jika Xi tidak menghentikan mereka tepat waktu, bisa di pastikan hari ini sudah menjadi akhir dari hidup mereka semua. Seketika, mereka pun menyesal karena pernah berpikiran seperti itu sebelumnya. Dapat di lihat dari wajah mereka yang malu untuk mengakui kalau mereka salah dalam mengambil tindakan.


Sementara itu, Astia yang mendengar penjelasan itu dari Xi hanya bisa terkejut diam sambil menatapi Xi. Dalam pikirannya, dia berpikir " Tuan memang hebat... Tidak di regukan lagi... Kepribadian nya Tenang dan berwibawa, sangat lah hebat! " Kata Astia dalam pikirannya. " Meskipun di hadapannya ada sebuah tambang emas yang sangat menggiurkan, dia tidak mengambilnya begitu saja, melainkan mengevaluasi tambang emas itu terlebih dahulu sebelum mengambilnya. Ke pribadian nya yang tenang dan selalu berhati - hati, baru saja menyelamatkan kami semua dari jurang kematian. Ini benar - benar moment yang sangat hebat! Aku sangat mengaguminya! " Lanjut Astia. Walau sudah lama ikut bersama Xi dan Airis, tapi ia masih sulit untuk memahami pemikiran Xi yang selalu berhati - hati, dan tidak melakukan tindakan yang ceroboh begitu saja dalam setiap langkahnya.


Langkah yang penuh dengan perhitungan, rencana yang tersusun dengan rapi, serta informasi yang akurat selalu ia dapat. Membuat dirinya sangat mudah untuk mencari peluang terbaik untuk berhasil dalam setiap rencana yang ia susun. Semua hal itu, adalah sesuatu yang jarang di perhatian oleh petualang kuat lainnya, yang merasa diri mereka sangat kuat dan tidak terkalahkan. Dan menganggap remeh setiap musuh yang dia temui, sehingga ia melupakan setiap detail dan informasi yang di miliki oleh musuhnya, yang dapat mengakibatkan dirinya bisa masuk ke dalam jurang kematian.


" Hebat... Benar - benar hebat! Inikah yang di katakan jangan melihat buku dari sampulnya! Memamg terlihat seperti anak muda yang berusia 17 atau 18 tahun, tapi pembawaan nya yang tenang, serta cara berpikirnya, seperti seseorang yang sangat terlatih dan telah mengalami ribuan situasi seperti ini... Saat kami semua tergiur pada kesempatan emas itu, hanya dia yang tidak tergiur dan selalu berhati - hati dan memerhatikan setiap detai kecil... Dia benar - benar luar biasa. Tidak salah memilihnya menjadi Tuan ku! " Kata Sanzun dalam hatinya. Tampak ia sangat senang saat memikirkan hal tersebut, dan sangat bahagia dapat mengikuti sesosok yang sangat luar biasa dalam hidupnya. Bahkan sosok ini, sangat berbeda jauh dari Kekaisaran yang pernah ia layani.


" Maafkan kami atas kelancangan kami sebelumnya Taun! Kami benar - benar menyesal! " Kata Zapdas sambil menundukkan kepalanya, bersama dengan yang lainnya pula, tak terkecuali Airis dan Astia yang ada di sampingnya.


Melihat itu, sebenarnya membuat Xi bingung. Namun, ia mengabaikan hal tersebut dan tidak mempermasalahkan dengan apa yang terjadi tadi. Dan kembali memerhatikan boss dungeon yang sedang tertidur itu dari kejauhan.


Setelah lima menit berlalu, tampak semuanya masih setia menunggu perintah dari Xi. Namun, di antara yang lainnya, Bass merasa bosan karena harus menunggu terus. Karena hal itu, ia pun bertanya kepada Xi.


" Tuan, maaf bila saya lancang tapi... Apa yang akan kita lakukan pada boss dungeon itu? " Tanya Bass kepada Xi dengan sopan.


Mendengar pertanyaan itu, Xi dengan raut wajahnya yang serius pun menjawab. " Tentu saja membunuhnya... Mana mungkin aku pergi setelah menemukan boss dungeon. " Jawab Xi dengan serius.


Saat Xi menjawab pertanyaan Bass. Wajah Bass pucat dan penuh keringat, ludah pus sangat berat untuk ia telah setelah melihat tatapan serius dari Xi.


Kemudian setelah menjawab pertanyaan itu, Xi pun berdiri dengan santai. Melihat itu semua orang terkejut dengan tindakan tersebut. Serta mereka juga penasaran apa yang ingin di lakukan oleh Xi.


Xi tampak sedang meregangkan tubuhnya, sebelun ia memulai aksinya. Di saat itu, perlahan Xi membuka matanya, matanya sangat serius dengan mata merah nya yang menyalah terang dengan niat membunuh menyelimuti nya.


" Baiklah... Aku punya rencana! " Kata Xi.


Mendengar kalau Xi memiliki sebuah rencana untuk mengalahkan boss dungeon itu, membuat semua orang terkejut lagi. Sejak tadi mereka juga memerhatikan boss dungeon dengan sangat serius, namun mereka tidak menemukan celah sedikit pun untuk menyerang boss dungeon. Namun, Xi dengan santainya mengatakan kalau ia punya rencana.


" Lalu... Siapa di antara kalian yang dapat berlari dengan sangat cepat? " Tanya Xi kepada mereka semua dengan tatapan nya yang mengerikan.


Sontak saat mendengar itu, semua orang terkejut. Melihat ekspresi wajah dari Xi, mereka semua punya firasat yang sangat buruk. Namun, mencerna pertanyaan tersebut, mereka segerah melirik Bass yang tidak jauh dari tempat mereka berada. Tampak Bass telah berjalan mundur seperti sedang menghindari sesuatu.


Bass yang berusaha ingin pergi dari tempat itu, tiba - tiba langkahnya terhenti. Sesuatu menempel di pundaknya, dan itu terasa sangat berat. Aura jahat yang tersebar ke seluru tempat itu, dapat Bass rasakan. Aura jahat itu menusuk nusuk tubuhnya, sampai - sampai membuat Bass merinding.


" Kau ingin pergi ke mana Bass?! " Tanya Xi dengan wajah yang seram sambil memegang pundak Bass dengan sangat kuat.


Bass yang berkeringat dingin saat di tanyai oleh Xi. Perlahan ia menoleh ke belakang untuk menatap tuannya. Dengan wajah penuh keringat nya, serta senyum canggung yang terukir di wajahnya. Menjawab pertanyaan Xi dengan pelan dan gemetar " Aa... Aku... Aku hanya ingin pergi ke toilet... Ya! Ya aku ingin ke toilet... " Kata Bass.


Mendengar alasan konyol dari Bass itu, membuat semua orang yang mendengar nya hanya bisa diam dengan raut wajah aneh mereka yang datar. Karena alasan yang di berikan oleh Bass sangatlah tidak masuk akal, mengingat mereka sekarang ada di dalam dungeon. Dan dungeon mana yang menyediakan sebuah toilet di dalamnya.


" Saudaraku, apakah kau tidak bisa membuat alasan yang lebih baik dari itu? " Kata Rots sambil menepuk wajahnya. Ia malu untuk mengangkat kepalanya ketika mendengar alasan Rots.


" Jangan bicara omong kosong, tidak ada toilet di dalam dungeon. Karena kau yang paling cepat di antara yang lainnya, aku membutuhkan bantuan mu. " Kata Xi.


Namun, ini kali pertamanya untuk Bass melihat seorang petualang Rank S yang sangat kuat, bahkan kekuatannya sangat tidak masuk akal, masih membutuhkan bantuan dari seorang petualang Rank B seperti dirinya.


" Apa yang harus aku lakukan? " Tanya Bass kepada Xi.


Xi berjalan meninggalkan Bass lalu melihat kerumunan belalang sembah yang tampak sedang asik menyantap makanan mereka, dan berjaga mengelilingi Raja Belalang Sembah yang sedang tertidur itu. Xi mengacungkan tangannya menunjuk pada kerumunan belalang sembah yang ada di bawah sana.


" Itu... Aku ingin kau menarik perhatian mereka semua. " Kata Xi sambil menunjuk kumpulan belalang sembah yang ada di sana.


Bass pun berjalan mendekat, melihat sekumpulan belalang sembah dari atas sana saja sudah membuatnya berkeringat. Ia ragu apakah ia dapat menarik perhatian para monster itu seperti apa yang di harapkan oleh tuannya. Melihat dari ukuran para belalang sembah serta kekuatan nya, membuatnya menjadi khawatir pada dirinya sendiri.


Bass mengerutkan dahinya sambil berkata dengan perasaan ragu " Tuan... Aku memang cepat tepi, aku tidak tahu apakah aku bisa melakukannya! Melihat ukurannya saja, sudah membuatku khawatir... "


Melihat Bass yang ragu Xi, mengerti perasaan serta apa yang di pikirkan oleh Bass. Seberapa cepat pun Bass, tapi tidak dapat di bandingkan dengan monster - monster yang ada di sana. Melihat dari belalang sembah yang mereka hadapi saat di awal masuk lantai dua tadi, membuatnya tidak yakin. Karena monster nya saja bisa lari dengan sangat cepat.


Xi menepuk pundak Bass yang tampak khawatir itu, berkata kepada Bass dengan tanang. " Kau tidak perlu khawatir, aku sangat yakin dengan rencanaku ini akan berhasil seratus persen... Kau hanya perlu menarik perhatian mereka tidak perlu melawan mereka. " Xi membuka inventory nya. Mengambil sesuatu dalam penyimpanan nya itu. Sepasang sepatu pun muncul di tangannya, ia memegang sepatu tersebut dan memberikannya kepada Bass. " Pakai ini, tubuhmu akan terasa lebih ringan saat memakainya dan kau dapat berlari lebih cepat dari biasanya. " Lanjut Xi.


Bass pun menerima sepasang sepatu tersebut. Awalnya ia tidak yakin dengan kemampuan yang di miliki oleh sepatu tersebut, namun setelah ia memakainya, ia pun merasakan ada perubahan pada tubuhnya.


Dengan mata yang terbuka lebar dan terkejut, ia pun berkata dalam hatinya " Benar... Tubuhku terasa jauh lebih ringan saat memakainya... Ini benar - benar seperti apa yang di katakan oleh Tuan, ini sangat luar biasa! " Kata Bass dalam hatinya.


[ Rappit Bots ] Rank : B. AGI : + 25. Efek : Meringankan tubuh dan meningkatkan kecepatan saat berlari.


" Baiklah, sepertinya dengan ini masih memiliki kemungkinan untuk berhasil menghindari setiap serangan mereka... Ya, walau aku tidak yakin seratus persen sih... " Ucap Bass yang percaya diri. Namun, masih ada sedikit keraguan dalam hatinya. Akan tetapi, ia mencoba untuk membuang keraguan tersebut, dan percaya dengan rencana yang di rencanakan oleh tuannya.


Melihat semuanya telah siap, Xi pun mulai menjelaskan rencananya kepada mereka semua untuk mengalahkan semua belalang sembah yang menjaga Raja belalang sembah. Ia pun menjelaskan kepada mereka semua rencananya.


" Bass, seperti yang aku katakan, kau akan menarik perhatian mereka semua. Ingat kau hanya perlu lari saja, dan tidak perlu melakukan tindakan yang lainnya. " Kata Xi sambil menjelaskan. Mendengar itu Bass menganggukkan mengerti dengan tugas yang di berikan kepada dirinya. Xi pun mengacungkan tangannya, menunjuk pada sebuah lokasi di mana lokasi tersebut adalah tempat yang luas dan berada cukup jauh dari Raja Belalang Sembah. " Kau lihatkan area bebatuan yang ada di sana... Kau hanya perlu memancing monster nya untuk sampai ke tempat itu. Kami akan menunggu di atas sana sambil bersembunyi dari pandangan para monster. " Lanjut Xi.


Sanzun yang mendengar itu sedikit khawatir kepada Bass yang akan memancing sekelompok monster sendirian. Karena merasa khawatir kepada Bass, Sanzun pun berkata " Memancing monster nya? Apa Tuan ingin Bass memancing monster nya sendirian? Itu terlalu berbahaya, dan bisa saja Bass tertangkap oleh para monster! Tuan aku akan ikut membantu Bass untuk memancing para monster itu. " Ucap Sanzun sambil mengajukan dirinya untuk ikut bersama Bass memancing sekelompok monster belalang sembah itu.


Bass yang mendengar itu keluar dari mulut kakak tertuanya, ia merasa sangat terharu. Matanya berkaca - kaca dan hampir ingin menangis saat Sanzun berkata kalau dia mengkhawatirkan dirinya. " Kau benar - benar kakak yang baik... Aku selalu menyayangimu kakak! " Teriak Bass dengan keras dalam hatinya sambil menangis senang. Ia benar -benar sangat terharu.


" Tidak perlu, Bass sendiri sudah cukup untuk memancing mereka semua. Sekarang sisanya ikut aku ke sana, kita akan menyiapkan hadia untuk para serangga itu. " Kata Xi sambil berjalan pergi meninggalkan mereka semua menuju lokasi yang telah ia tentukan tadinya.


Semua orang mengikuti Xi dari belakang menuju ke tempat lokasi yang di tentukan. Sebelum pergi, Sanzun memegang pundak Bass dan memegangnya dengan sangat erat. " Pastikan kau kembali hidup - hidup! " Kata Sanzun dengan raut wajah serius. Namun, dalam hatinya ia tetap khawatir pada Bass yang akan melakukan nya sendirian.


Mendengar itu, Bass pun menggenggam erat kedua tangannya. Sambil tersenyum lebar, dan penuh semangat ia menyakinkan kakaknya yang sedang khawatir itu " Pasti aku akan kembali hidup - hidup! Jangan khawatir, aku pasti bisa melakukan apa yang Tuan minta! " Kata Bass dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


Melihat kepercayaan diri Bass yang sangat tinggi, membuat rasa kekhawatiran Sanzun terhadap Bass sedikit berkurang. Sanzun pun melepaskan genggaman nya pada pundak Bass lalu berjalan pergi meninggalkan Bass. Sebelum pergi, ia berkata kepada Bass " Jangan khawatir Bass, kami pasti tidak akan menyia - nyiakan kesempatan yang kau berikan! " Ucap Sanzun dan pergi meninggalkan Bass menyusul yang lainnya yang sudah jauh di depan sana.


Bass dengan senyum lebar yang penuh semangat di wajahnya. " Oke! " Balas Bass dengan penuh semangat.


Di dalam tempat yang sangat berbahaya ini, semuanya bukan hanya bicara tentang kekuatan saja. Namun, ketenangan, keputusan, dan strategi sangat di butuhkan dalam situasi ini. Tidak semua pertarungan dapat di selesaikan hanya dengan kekuatan saja. Memiliki kekuatan yang besar dapat meningkatkan persentase dalam kemenangan dalam pertarungan, namun semua ini bukan hanya tentang kekuatan, namun juga akal. Karena bertarung itu ujian kecerdasan.


Setelah semuanya siap. Semua orang telah menepatkan diri mereka pada posisi yang di tentukan oleh Xi. Tank ( Balbastar) bertugas untuk melindungi Bass ketika Bass sampai. Sedangkan para Swordman, bertugas untuk mengepung jalan keluar para monster belalang sembah agar tidak melarikan diri setelah mereka sampai. Dan untuk para penyihir yang menunggu di atas, mereka akan memberikan sebuah serangan yang kuat untuk memberikan kerusakan pada para monster yang telah sampai di lokasi.


Airis yang bersembunyi di sekitar bebatuan yang ada di sana. Memegang dagunya memikirkan sesuatu. " Bukankah posisi kita ini terlalu jauh... Kita bisa saja akan di ratakan dalam sekejap mata jika melawan sekelompok monster yang sangat banyak... Terlebih lagi, hampir semua orang yang ada di sini adalah orang - orang baru yang bahkan belum sampai sehari penuh bertemu dengan kami. Aku khawatir kalau rencana ini akan sulit untuk di lakukan, karena biasanya kami melakukan penyerangan hanya dengan tiga orang saja... " Ucap Airis dalam hatinya. Ia tampak masih ragu dengan rekan - rekan barunya yang sekarang. Ya walau mereka memang kuat dan memiliki potensi yang hebat, namun mereka belun lama saling mengenal. Terlebih lagi, mereka sangat jarang melakukan komunikasi satu sama lain. Itu benar - benar membuatnya khawatir.


Namun, dengan rencana yang di susun oleh Xi. Airis yakin kalau semuanya telah di perhitungan dengan sangat matang oleh Tuannya. Dan tuannya sendiri mengatakan kalau rencananya akan berjalan lancar seratus persen, dengan itu Airis pun yakin kalau rencana ini akan berhasil.


Di saat semua orang fokus pada tugas mereka masing - masing. Tiba - tiba Xi berbicara dengan keras memberitahukan kepada mereka semua " Semuanya, persiapakan diri kalian! Mereka Datang! " Kata Xi. Hal itu membuat semua orang terkejut dengan pemberitahuan yang tiba - tiba. Rasanya mereka hampir jantungan saat mendengar hal tersebut.


Pandangan mereka pun mulai fokus pada musuh yang akan mereka hadapi. Namun, setelah melihat musuh yang akan mereka hadapi, mereka semua sangat terkejut melihatnya.


" Se sebanyak itu?! Belalangnya banyak sekali!! " Kata Zapdas dengan raut wajah terkejut penuh keringat saat melihat jumlah belalang sembah yang terpancing oleh Bass sangatlah banyak. Dan yang terendah dari para belalang sembah itu adalah Rank C, dan yang tertinggi adalah Rank B+. " Bukankah jumlah mereka terlalu banyak? " Lanjut Zapdas sambil mempersiapkan diri untuk melawan mereka.


Sementara itu, Balbastar yang melihat banyaknya belalang sembah yang di pancing oleh Bass, ia tidak takut atau pun ragu sedikit pun. Melainkan dia menjadi lebih bersemangat ketika melihat banyaknya serangga yang akan ia bunuh.


" Woohoo! Mereka banyak sekali! Aku benar - benar sangat bersemangat! " Ucap Balbastar sambil memegang tameng nya dengan sangat erat. Ia sudah tidak sabar untuk menghadapi para serangga itu.


Di sisi lain, Xi dan para penyihir lainnya. Melihat banyaknya belalang sembah yang terpancing oleh Bass. Itu semua sudah terhitung dalam rencana, karena tidak mungkin para serangga itu akan membiarkan mangsanya lari begitu saja.


" Baiklah, Astia, bersiap untuk merapalkan mantra sihir yang dapat mengurangi pergerakan para serangga itu. " Ucap Xi sambil memberikan sebuah perintah kepada Astia. " dan kalian, bersiaplah juga, karena setelah ini kalian akan menyerang mereka. " Lanjut Xi.


Semua orang mengangguk mengerti setelah mendengar perintah Xi. Semua orang pun mulai menyiapkan sihir kuat mereka, dan akan meyerang kapan saja setelah menerima perintah dari Xi.


" Balbastar, pastikan kau dapat menahan gempuran mereka. Airis, Sanzun, Alans siapkan senjata kalian, dan blokir jalan keluar dari para serangga. Jangan sampai membiarkan mereka melarikan diri! " Perintah Xi kepada yang lainnya yang telah menempati posisi mereka masing - masing.


Semua orang pun tersenyum tipis, lalu dengan semangat tinggi mereka menjawab " Oke! " Balas mereka semua dengan serempak.


Melihat para monster semakin dekat dengan mereka, Xi menatap Astia. Tampak mereka berdua telah siap dengan sihir yang akan mereka lepaskan.


Dan sesaat saat para monster masuk ke dalam lokasi bebatuan itu, Xi dan Astia melepaskan sihir mereka bersamaan. Dua jenis yang dapat memperlambat pergerakan, serta membatasi pergerakan rapalkan bersamaan. Dan itu membuat sekelompok belalang sembah yang di pancing oleh Bass terjerak dan kesulitan untuk bergerak.


Monster - monster itu pun di buat bingung. Semulanya mereka yang bergerak cepat, sekarang mereka bergerak sangat lambat. Kecepatan mereka menurun sangat drastis sampai - sampai membuat mereka pun kesulitan untuk bergerak satu langkah dari tempat mereka.


Sementara itu, para monster yang tidak terkena efek dari skill tersebut, mencoba untuk pergi menjauh dari sana. Mereka pun lari meninggalkan teman - temannya yang terjebak di sana, pergi meninggalkan mereka untuk menyelamatkan diri. Namun, usaha mereka di hentikan oleh Airis, Alans, dan Sanzun. Sehingga mereka tidak dapat meninggalkan tempat tersebut, dan ikut terjebak bersama dengan monster lainnya.


Para monster itu berteriak keras dan masih berusaha keras untuk melepaskan diri dari sihir tersebut. Mareka berharap, sihir tersebut akan cepat selesai dan mereka dapat bergerak seperti biasa lagi. Namun, sihir itu tidak kunjung hilang.


Melihat para monster yang sudah tidak dapat melakukan apa pun lagi untuk melepaskan diri. Xi pun memberikan perintah kepada para penyihir lainnya. " Sekarang, serang mereka! " perintah Xi.


Segerah Zapdas, Vind, Rots mengaktifkan sihir mereka. Sebuah lingkaran sihir yang besar pun terbentuk di tanah, di bawah para monster yang sedang tertekan itu. Lingkaran sihir itu mengeluarkan udara yang panas. Itu adalah lingkaran sihir yang di buat oleh Rots. Sementara, Zapdas dan Vind menggabungkan sihir mereka dan menciptakan sebuah lingkaran sihir yang indah di langit - langit tempat tersebut.


Sihir itu sudah di pastikan sangat kuat, karena memancarkan energi sihir yang sangat luar biasa. Setelah semuanya siap, mereka pun melepaskan mereka masing - masing.


" Badai api raksasa! " Teriak Rots dengan sangat keras. Seketika setelah ia berteriak, badai api muncul dari lingkaran sihirnya dan membakar para belalang sembah yang terjebak di sana. Para monster pun berteriak kesakitan, karena panas dari api milik Rots.


" Badai guntur biru! " Ucap Zapdas dan Vind bersama - sama. Keduanya melepaskan serangan yang sangat luar biasa. Sambaran dari petir biru Zapdas membuat para monster tersetrum hingga mati, dan badai angin milik Vind membuat tubuh - tubuh monster tercincang karena pisau angin yang sangat tajam.


Serangan kombinasi dari tiga penyihir yang kuat, menciptakan sebuah angin topan api yang sangat mengerikan. Hanya dalam beberapa menit, semua belalang sembah yang ada di dalamnya lenyap seketika tanpa tersisa sedikit pun dari tubuhnya. Sihir kombinasi mereka sangatlah hebat, bahkan itu hampir mencapai sihir tingkat 7 yang dapat memengaruhi perubahan cuaca. Ini adalah kali pertamanya sihir seperti ini di tunjuk di dunia, dan belum ada orang lain yang pernah melakukan hal tersebut.


" Semua penjaganya telah di atasi, sekarang hanya tersisa boss nya saja... Aku rasa ini tetap tidak akan mudah menghadapinya. " Ucap Zapdas. Cara mereka membunuh semua penjaga boss sangat efektif, walau serangan jangkauan mereka besar, namun itu tidak mempengaruhi bos dungeon ini yang sedang tertidur.


" Selanjutnya serahkan kepadaku... Aku yang akan menghadapi Raja Belalang Sembah sendirian. " Ucap Xi sambil berjalan pergi meninggalkan mereka. Ia melompat dari ketinggian itu, dan mendarat dengan mulus di bawah sana.


Zapdas dan Vind yang mendengar Xi akan menghadapi bos dungeon sendirian, mereka terkejut. Mengingat bos dungeon adalah monster Rank S, tidak mungkin dapat mengalahkannya sendirian walau ia seorang Rank S.


" Tuan... Itu sangat berbahaya! Biarkan kami membantu! " Kata Zapdas dengan keras. Ia menolak untuk diam di tempat dan menyaksikan Xi bertarung seorang diri melawam bos dungeon.


Zapdas pun berjalan bergegas menyusul tuannya yang sudah sangat jauh dari mereka. Namun, langkahnya di hentikan oleh Astia yang ada di sana dengan barier cahaya. Dengan tatapan serius, Astia memperingati Zapdas " Sebaiknya kau tetap diam di sini dan jangan mengganggu Tuan. Kalau tidak aku lah yang akan mrmbunuhmu! " Kata Astia.


Zapdas terkejut dengan seluruh tubuh yang gemetar setelah menerima peringatan dari Astia. Tatapan matanya yang serius itu seperti mengatakan kalau apa yang di katakan Astia adalah kebenaran nya. Karena hal itu, Zapdas pun mengurungkan niatnya untuk membantu Xi. Serta memegang erat peringatan yang di berikan oleh Astia kepada dirinya.


Sementara itu, Xi yang sudah jauh dari mereka. Tampak ia masih berjalan santai menghampiri Raja Belalang Sembah yang tertidur pulas. Monster itu, masih tertidur nyenyak walau semua bawahannya telah di bunuh.


Saat berada di hadapan Raja Belalang Sembah. Xi dapat merasakan pancaran energi sihir yang sangat mengerikan dari Raja Belalang Sembah yang tertidur itu. Pancaran energi sihir itu sangat kuat serta menjadi sebuah perisai sihir untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan dadakan.


" Energi sihir yang mengerikan... Sungguh berbeda dengan monster - monster lainnya. Tapi, hari ini akan menjadi hari terakhir kau dapat tertidur pulas... Akan aku buat kau tertidur selamanya! " Ucap Xi dalam hatinya. Sambil menyiapkan sihir tombak api yang panas dan kuat.


Tombak api itu di selimuti oleh energi kematian yang mengerikan. Bahkan sampai membuat area di sekitarnya terbakar.


Setelah siap, Xi melemparkan tombak apinya dengan sangat kuat kepada Raja Belalang Sembah. Dan saat itu, Xi menargetkan mata dari Raja Belalang Sembah. Karena mata adalah salah satu bagian vital dari setiap makhluk.


Tombak api melayang dengan sangat cepat menuju Raja Belalang Sembah, nenghantam kepala Raja Belalang Sembah dengan sangat kuat, hingga menyebabkan sebuah ledakan yang sangat besar. Hal itu membuat Raja Belalang Sembah tampak bergeser dari tempatnya. Dan terdengar teriakan yang sangat keras dari Raja Belalang Sembah. Itu adalah teriakan rasa sakit yang di terima olehnya, karena tombak api yang sangat kuat itu.


Raja Belalang Sembah sangat marah karena ada seseorang yang mengganggu tidurnya. Ia berteriak sangat keras, dan debu dari ledakan itu langsung menghilang karena hembusan angin yang sangat kecang berasal dari Raja Belalang Sembah. Ia pun melihat ada seorang petualang di hadapannya. Tanpa ragu ia langsung menyerang petualang itu dengan sabitnya yang sangat tajam.


" Howo... Selamat siang belalang besar! " Ucap Xi dengan santai sambil menyapa Raja Belalang Sembah yang sangat marah kepada dirinya. Melihat Raja Belalang Sembah yang langsung menyerang tanpa ampun, Xi pun dengan tenang dapat menghindari serangan tersebut.

__ADS_1


Ia melompat tinggi untuk menghindari nya, setelah berhasil menghindari serangan itu. Xi menggunakan kekuatan kegelapan miliknya untuk menciptakan sebuah tangan kegelapan yang sangat besar. Setelah tangan kegelapan terbentuk, ia pun langsung memukul Raja Belalang Sembah dengan tangan kegelapan itu. Pukulannya sangat keras, sampai - sampai membuat Raja Belalang Sembah pun terjatuh setelah menerima pukulan tersebut.


__ADS_2