LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 271


__ADS_3

( Jumlah tidak menentukan sebuah kemenangan )


Duke Kelsen bersama dengan pengikutnya berencana untuk menyerang negara Asgar. Saat itu Duke Kelsen membawa banyak pasukan, dan jumlahnya mencapai 10.000 pasukan. Dengan jumlah sebanyak itu Duke Kelsen sangat percaya diri dapat mengalahkan 1.000 pasukan yang dari negara Asgar yang akan menghalangi mereka.


Kini kedua kubu saling berhadapan satu sama lain. Di sisi Duke Kelsen, semua pasukannya memandangi musuhnya dengan pandangan yang meremehkan. Sementara di sisi pasukan dari Asgar, mereka berdiri dan berbaris sangat rapi dengan memegang pedang dan tameng mereka. Memiliki pandangan yang tajam pada musuhnya, dan memiliki aura prajurit yang mendominasi.


Duke Kelsen tersenyum saat melihat mereka semua. Senyum meremhkan terus ia arahkan kepada Asgar. " Kekeke, kenapa kalian tidak menyerah saja? Akan aku pikirkan untuk mengampuni kalian semua. " Ujar Duke Kelsen kepada semua prajurit dari negara Asgar.


Akan tetapi tidak satu pun dari mereka membalas perkataan Duke Kelsen. Hal itu membuat Duke Kelsen sangat kesal dan malu karena tidak satu pun dari prajurit Asgar menghiraukan dirinya. Itu benar - benar membuatnya malu karena ia merasa seperti berbicara dengan sebuah tunggul.


" Kalian b*jingan! Kenapa kalian mengabaikan aku?! Apa kalian tuli atau bisu? " Teriak Duke Kelsen sambil mengacungkan tangannya pada semua prajurit Asgar dengan penuh kekesalan. Setelah itu ia tersenyum karena berpikir kalau ia di abaikan karena musuhnya takut melihat jumlah pasukan yang di bawanya. " He! Apa mungkin kalian takut? Hah? Apa kalian takut? Saking takutnya kalian sampai tuli? Kalian benar - benar tidak berguna, dan tidak bisa di bandingkan dengan semua prajurit yang aku bawa ini. Hahaha! " Lanjut Duke Kelsen. Ia meninggikan dirinya sendiri dan berpikir kalau musuhnya takut.


Duke Kelsen menunjukkan senyum remehnya kepada mereka semua. Berpikir kalau prajurit dari negara Asgar tidak sebanding dengan prajurit yang ia bawa.


Di saat ia menyombongkan dirinya dengan sumber kekuatan yang ia bawa untuk menundukkan negara Asgar. Seseorang berbadan besar datang dari belakang prajurit Asgar. Seseorang itu muncul, dengan mambawa sebuah batu besar di pundaknya.


Tampak pria besar itu mengangkat batu besar itu dengan mudah dan entengnya tanpa merasa kesulitan sedikit pun. Pria itu sambil tersenyum berjalan mendekati para prajurit Asgar.


Semua orang yang ada di kubu Duke Kelsen hanya bisa diam terkejut. Menelan ludah mereka dengan berat saat melihat pria besar yang amat kuat itu. Rahang mereka jatuh ke tanah dengan mata yang terbuka lebar seakan akan keluar dari kepalanya, saat melihat pria besar itu tersenyum mengerikan ke arah mereka.


" Apa - apaan itu... Tubuh besar yang penuh dengan otot... Kekuatan nya sangat tidak masuk akal. " Ucap salah satu Knight yang ada di sana dengan wajah pucat.


" Apa mungkin kita akan menghadapinya? "


" Aku tidak mau menghadapi pria itu... Pria itu sangat menyeramkan... "


" Pria itu bahkan lebih menyeramkan dari seekor monster. "


Ujar para prajurit dan Knight serta petualang dengan wajah yang pucat dan penuh keringat. Melihat pria besar itu menjadi musuhnya, seketika mereka kehilangan kepercayaan diri mereka yang tadi mereka bangga kan.


BANG! Hantaman batu besar ke tanah dengan sangat keras hingga membuat sebuah guncangan. Semua mata tertuju kepada pria besar itu yang menjatuhkan batunya dengan amat keras. Semua orang menoleh ke arahnya, dengan ekspresi yang bingung. Kenapa komandan sekaligus pelatih mereka membawa batu besar itu? Apa yang mau ia lakukan dengan batu besar itu? Apa mungkin untuk di lemparkan ke arah musuh yang ada di depan sana? Kami rasa itu tidak perlukan? mengingat kekuatan dari komandan mereka sangat kuat.


Semua orang menatapinya dengan bingung dan banyak pertanyaan muncul di kepala mereka. Saat mereka melihat batu itu, terlihat sebuah ukiran di atas batu besar itu. Sebuah ukiran yang melambangkan sebuah keberanian dan dominasi.


" I itu... Ukiran naga?! " Ucap semua prajurit dalam hatinya dengan mata yang terbuka lebar saat melihat ukiran naga tersebut. Mata mereka semua tertuju pada ukiran naga yang terukir di atas batu.


Pria besar yang penuh dengan otot itu, berbicara kepada mereka semua dengan sangat lantang dan dengan tatapab mata yang tegas. " Lihat Zirah kalian masing - masing! " Ucap pria besar itu meminta mereka untuk melihat Zirah/Armor yang mereka pakai.


Bergegas mereka melihat Zirah yang mereka kenakan setelah mendengar perintah itu. Mereka terkejut saat melihat Zirah mereka. Di Zirah yang mereka kenakan, terdapat nama mereka masing - masing.

__ADS_1


" Baju besi yang kalian pakai hari ini di sebut Dragon Armor. Ini adalah hadia yang di persiapkan Xi - Sama untuk kalian! " Ucap Pria besar itu dengan serius. " Setiap baju besi, setiap senjata, setiap perisai di ukir dengan nama kalian. " Lanjut pria besar itu.


Mereka yang mendengar itu merasa sangat terharu, sampai - sampai mereka ingin menangis saat itu juga.


" Semua Zirah dan senjata yang kalian pakai berasal dari monster - monster yang telah menghancurkan tempat kalian sebelum nya saat bencana besar di seluruh dunia terjadi! Namun, mulai sekarang mereka akan menjadi rekan seperjuangan kalian! Sesuai dengan yang terukir di atas batu ini, mulai sekarang kalian adalah prajurit naga! " Ucap pria besar itu dengan sangat keras dan tegas penuh dengan intimidasi.


Semuanya bersorak keras mengangkat senjata mereka ke langit yang terang, penuh semangat juang yang tinggi dan tatapan mereka penuh dengan api yang membara.


" Selanjutnya kalian akan menghadapi pertempuran pertama kalian sebagai Dragon Warrior. Dalam pertempuran kali ini, kalian kemungkinan akan mati... Apa kalian takut mati? " Lanjut pria besar itu sambil bertanya kepada mereka semua dengan tatapan sinis.


Semua mengangkat mereka ke langit dengan suara yang keras dan penuh semangat tanpa rasa takut mereka mengatakan " Tidak! Kami tidak takut mati! " Balas mereka semua dengan tatapan serius.


Pria besar tersenyum saat melihat tatapan serius dari prajurit yang telah lama ia latih. Ia memukul batu yang ia bawa tadi dengan keras, namun batu itu tidak hancur. " Bagus, apa kalian lihat batu besar yang aku bawa ini?! " Ujar pria itu dengan suara yang keras. " Jika kalian mati dalam pertempuran ini, mungkin tubuh kalian tidak dapat kembali, namun nama kalian akan terukir di atasnya dan di kagumi oleh generasi selanjutnya. " Lanjut pria besar itu.


" Tapi... Aku tidak ingin nama kalian terukir di atasnya, karena itu dapat membuat malu Dragon Warrior! " Lanjut pria besar dengan pancaran energi sihir yang amat kuat.


Semua orang memiliki pandangan serius setelah kata - kata itu jatuh. Mereka berbalik dengan aura para warrior yang tidak takut akan kematian, terpancar dari tubuh mereka semua.


Duke Kelsen yang di abaikan dari tadi, ia sangat marah. Dengan penuh kemarahan, ia memerintahkan semua knight dan prajurit, serta petualang untuk menyerang mereka semua. " Serang mereka! Jangan biarkan satu pun b*jingan itu hidup! " Teriak Duke Kelsen dengan keras memerintahkan semua nya untuk menyerang.


Segerah setelah perintah mereka dapatkan, semua yang berada di pihak Duke Kelsen langsung mengangkat senjata mereka, dan berlari menuju ke arah pasukan Asgar.


Badai itu sangat tebal sehingga membuat jarak pandang manusia menjadi berukurang sangat drastis. Bahkan mereka kesulitan untuk melihat karena pasir yang beterbangan.


" Sialan... Mereka bermain curang! "


" Ini strategi seorang pengecut! "


" AAAAA! "


" AAAAA! "


Di saat itu mereka mendengar banyak teriakan dari rekan - rekannya. Sontak hal tersebut membuat mereka semua menjadi gemetar ketakutan. Nyatanya mereka tidak dapat berbuat apa pun di dalam badai pasir ini.


Seseorang mencoba untuk menarik perhatian prajurit lainnya dengan berteriak keras. " Semuanya! Apa kalian mendengar ku?! Mendekatlah ke arah suara ku apa bila kalian mendengar nya!! " Pinta salah satu prajurit itu kepada yang lainnya. Ia berteriak sangat keras berharap ada seseorang yang akan mendengarkan suaranya di dalam badai pasir itu.


Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab nya. Yang ia dapatkan hanyalah teriakan kesakitan dari mereka - mereka yang telah di serang. Hal itu membuatnya berkeringat dingin, dan gemetaran. Dalam pikirannya, ia pun berpikir kalau seharus nya ia tidak datang kemari. Tapi, itu semua sudah terlambat untuk menyesalinya sekarang.


BRUK! Prajurit itu pun terjatuh dengan luka tusukan di tubuhnya, dan ia kehilangan nyawanya.

__ADS_1


Sementara itu Duke Kelsen yang ikut terkena badai pasir yang kuat itu, ia memerintahkan Knight dan mage nya untuk melindungi dirinya apa bila ada sebuah serangan yang mengarah kepadanya.


Akan tetapi, belum lama ia di lindungi oleh Knight dan mage yang ia bawa, muncul Dragon Warror dari balik badai basir yang tebal itu menyerang mereka. Para Knight pun menjalankan tugasnya dan melindungi Duke Kelsen dengan segala kekuatan yang mereka miliki.


Tampak pertarungan yang sengit terjadi antara Knight dari Duke Kelsen dengan beberapa Dragon Warrior. Kedua belah pihak saling jual dan beli serangan namun, tampak Knight yang berada di bawah perintah Duke Kelsen sangat kesulitan dalam menghadapi para Dragon Warrior itu.


Setiap kali Dragon Warrior melancarkan sebuah serangan, mereka sangat kesulitan untuk memblokir nya. Sedangkan bila mereka melancarkan sebuah serangan, dengan mudah di Blokir oleh Dragon Warrior dengan perisai yang mereka bawa.


" Sialan! Apa - apaan kalian ini? Dari mana asalnya kekuatan sebesar ini?! " Ujar salah satu Knight yang menahan tebasan pedang dari seorang Dragon Warrior dengan pedangnya. Ia terus di tekan oleh Dragon Warrior itu, dan tidak dapat melawan balik. Ia pun bingung bagaimana bisa seorang prajurit punya kekuatan yang mengerikan, dan dapat dengan mudahnya menekan seseorang hanya dengan pedang yang di pegang oleh satu tangan.


Dengan serius Dragon Warrior itu menjawabnya dengan serius. " Itu... Karena kami telah berlatih sangat keras, dan telah mengalami kematian sampai ratusan kali! " Balasnya.


Mendengar itu langsung dari Dragon Warrior, membuat Knight itu terkejut. Dan akhirnya ia pun terbunuh dengan sebuah tebasan pedang yang membentang lebar di tubuhnya.


Duke Kelsen yang melihat para Knightnya di kalahkan dengan mudahnya, ia sangat marah. " Dasar tidak berguna! Aku membawa kalian kesini buka untuk mati, tapi kalian malah mati! Benar - benar sampah yang tidak berguna! " Ucap Duke Kelsen dengan penuh amarah, karena ia merasa sia - sia mengangkat mereka menjadi seorang Knight Elite yang melayaninya.


" Tuan Duke... Apa yang harus kita lakukan?! " Tanya salah satu mage dengan penuh rasa takut saat melihat semua Knight di kalahkan.


Dengan suara yang keras dan marah, Duke Kelsen pun menjawab. " Memangnya apa lagi! Lekas mundur! Cepat kendalikan kereta kudanya! " Balas Duke Kelsen dengan kesal. Karena mage tersebut masih sempat - sempat nya bertanya saat situasi mereka tidak di untung kan.


Mage itu pun bergegas naik ke kereta kuda untuk mengendalikan nya. Namun, sebelum ia sampai, seorang Dragon Warrior langsung membunuhnya dengan cara melemparkan pedang miliknya, dan tepat menancap di tubuh mage tersebut.


Melihat mage itu terbunuh tepat di depan matanya. Membuat Duke Kelsen terkejut dan ketakutan. Beberapa Dragon Warrior bejalan menghampirinya dengan tatapan tajam dan sinis.


" Kau sudah datang jauh - jauh kemari, kenapa kau mau pergi? Bukankah ini yang kau inginkan? " Ujar salah satu Dragon Warrior sambil bertanya kepada Duke Kelsen.


Duke Kelsen hanya bisa terdiam ketakutan saat melihat beberapa Dragon Warrior di dekatnya. Saking takutnya, sampai membuatnya menjadi pucat.


" Taun... Taun prajurit... Tolong ampuni aku... Aku aku salah... " Ucap Duke Kelsen sambil berlutut dan memohon kepada Dragon Knight yang ada di depannya.


Semua Dragon Knight yang ada di sana, melihat Duke Kelsen yang berlutut dan memohon ampun, mereka sangat jijik saat melihat itu. Ia yang tadinya dengan percaya diri dengan jumlah pasukan yang ia miliki dapat mengalahkan Asgar, sekarang orang itu telah berubah menjadi b4bi yang memohon ampun untuk tidak di bunuh.


Dengan tatapan jijik, Dragon Warrior itu pun berkata kepada Duke Kelsen. " Dimana kepercayaan dirimu yang kau sombong kan itu pergi? Apa itu telah meninggalkan mu? " Tanya salah satu Dragon Warrior dengan tatapan jijik saat melihat Duke Kelsen yang berlutut kepada dirinya.


" Maafkan aku... Maafkan aku... Aku aku hanya di paksa oleh mereka semua! Mereka lah yang memaksa ku untuk menyerang negara Asgar! " Ucap Duke Kelsen sambil memohon ampunan kepada Dragon Warrior itu, dan menyalahkan para prajurit serta petualang yang ikut bersamanya, dan mengatakan kalau ia di paksa oleh mereka untuk menundukkan Asgar.


" Para b*jingan itu, mereka pantas untuk mati! Mere... HUH! " Lanjut Duke Kelsen. Namun, ia tidak melanjutkan perkataannya, karena Dragon Warrior itu menebas lidahnya.


Duke Kelsen pun sangat kesakitan, namun ia tidak dapat mengeluarkan suara sedikit pun karena lidahnya yang telah di potong oleh Dragon Warrior dengan pedang yang sangat tajam.

__ADS_1


__ADS_2