
Di markas guardian terjadi pertempuran hebat, dan yang berlangsung sangat lama. Sementara itu, di tempat lain, Venessa selaku pemimpin para Guardian Lord, turun tangan langsung untuk menghentikan amukan dari monster yang terlepas dari segel.
Tempat monster itu di segel telah menjadi lautan api, dengan api yang berkobar dimana - mana. Para monster meraung keras atas kebebasan yang mereka dapatkan, membunuh semua monster yang tinggal di sana dan mengubah tempat itu menjadi kekuasaan mereka.
" Para monster ini... Tidak bergerak dari tempat ini... " Ucap Venessa sambil melihat pergerakan para monster dari atas.
" Pemimpin, apa yang harus kita lakukan? " Tanya Seorang prajurit Guardian kepada Venessa dengan nada yang sopan.
" Monster itu mengubah tempat ini menjadi daerah kekuasaan mereka, jadi untuk sementara kita pantau terlebih dahulu. " Ujar Venessa dengan nada yang indah.
Pada saat itu ada seorang Guardian yang menghempirinya, wajahnya terlihat panik saat menghampiri Venessa.
" A Permisi, Nona saya ingin melaporkan sesuatu. " Ucap Guardian itu dengan wajag yang di penuhi keringat.
Venessa menoleh lalu menatap prajurit itu. " Apa yang ingin kau laporkan? " Tanya Venessa.
" Itu... Ada laporan dari markas, kalau tiga Demon Lord telah menyerang markas utama. " Jawabnya dengan sopan.
" APA!! " Ucap Venessa dengan nada yang terkejut. " Jadi... Bagaimana situasinya sekarang? " Tanya Venessa kepada Guardian yang membawa laporan itu.
" Itu... Ketiga Demon Lord di sibukan dengan Grand Marshall Rans, dan juga Jendral Kansas. " Jawab Guardian itu dengan sopan. " Para Demon Lord berhasil di pukul mundur. " Lanjutnya.
Mendengar laporan itu, Venessa menghelakan nafasnya, ia lupa kalau Rans tidak keluar dari markas utama, tentu saja markas utama akan baik - baik saja.
Di antara para Guardian Lord, ada dua orang Guardian Lord yang memiliki kekuatan yang hampir setara dengan Guardian Celestial. Saat mereka serius, kekuatan mereka akan setara dengan Guardian Celestial, mereka berdua adalah, Rans dan juga Heilen.
Dua orang Guardian Lord yang memiliki potensi yang luar biasa.
Dua bulan berlalu sangat cepat, para monster mulai bergerak dan membuat kekacauan dimana - mana. Setiap kerajaan mulai kesulitan untuk menahan serangan para monster, apa lagi Jumlah Gate yang muncul selama dua bulan ini lebih banyak dari biasanya. Hal itu membuat ke adaan semakin memburuk.
__ADS_1
Namun walau ke adaan memburuk, masih ada beberapa bangsawan yang tidak memperdulikannya, mereka lebih memilih untuk melakukan apa pun yang mereka mau.
Beberapa bangsawan datang ke kota kecil untuk mengadakan sebuah kompetisi, di mana mereka akan melakukan kompetensi itu untuk membuat semua orang yang ikut serta menjadi budak.
Sebuah kompetisi dimana yang kalah akan menjadi budak, dengan mengandalkan sebuah artefak yang berbentuk seperti sebuah pagoda. Ukuran dari Pagoda itu tidak lebih besar dari telapak tangan, itu adalah artefak yang dapat mengatur besar kecilnya pagoda yang di inginkan. Dan artefak itu hanya ada 5 di seluruh dunia.
Para bangsawan melakukan semua itu hanya untuk kepuasan mereka, walau ke adaan dunia sedang dalam kekacauan.
Di tempat yang lain, di suatu hutan yang gelap, ada seorang pria dengan pakaian hitam kebiru tauan. Berdiri di atas tumpukan mayat monster dengan memegang pedang berwarna biru tua yang tajam di tangannya.
Dia seorang Elf terkuat, yang kekuatannya setara dengan seorang Guardian Lord. Dan juga salah satu dari 5 Elf terkuat. Kemampuannya dalam berpedang sangatlah tinggi, ia telah banyak melalui pertempuran yang sulit dengan pedang yang ia pegang. Sebuah pedang yang selalu menemaninya kemana pun ia pergi.
" Dengan pedang ini, aku akan mengalahkan kalian semua. " Ucapnya dengan tenang sambil mengarahkan pedang ke sayangannya ke arah ribuan para monster yang ada di hadapannya.
Para monster menggerang ke kepadanya, menunjukkan suasana tidak senang dengan elf tersebut. Mereka bergerak dengan kecepatan tinggi, dan menyerang elf itu bersama - sama.
Dan di saat yang sama ia muncul di belakang para monster, ribuan monster yang berlarian ke arahnya ia lewati dengan mudah, dan membunuh semua monster itu, memotong tubuh mereka hingga menjadi beberapa bangian.
" Akan semakin banyak yang muncul, aku rasa para guardian tidak membiarkan ini semua berlangsung begitu lama. " Ucapnya dengan tenang meninggalkan tempat itu.
Sementara itu 6 petualang terkuat, yang merupakan petualang tingkat Grand. Mereka semua bergerak melindungi negara mereka masing - masing dari invasi para monster yang berkelangsungan.
Di sebuah kekaisaran, kekaisaran Tamesa, salah satu petualang terkuat yang di akui oleh seluruh dunia, ia sedang bersantai menunggu invasi monster selanjutnya sambil mekan di sebuah restoran.
" Ban - Sama, sebentar lagi para monster akan menginvasi... Ayo kita kembali, semua anggota Guild telah siap untuk bertarung. " Ucap seorang pria sambil mengingatkan orang berbada besar yang kekar itu.
Sambil makan ia berbicara " Santai saja... Kan invasinya belum di mulai, jadi biarkan aku makan dulu. " Ucap Ban, Guild Master dari Guild Stovereq. Petualang tingkat Grand yang di akui oleh semua manusia di dunia, Rank S+ ( Fightermaster ).
" Ta tapi... " Ia berhenti berbicara saat ada siyal monster bergerak menginvasi. " Ban - Sama! " Ucap pria itu.
__ADS_1
Namun Ban sudah bergerak terlebih dahulu, dan langsung pergi ke gerbang dengan cepat. Berkumpul dengan semua anggota Guildnya yang telah ada di gerbang terlebih dahulu.
Banyak petualang dari berbagai Guild berkumpul untuk menghentikan invasi monster yang terjadi.
" Hehehe... Akan aku hancurkan mereka semua!! Battle Armor! " Ucap Ban, tubuhnya di tutupi oleh armor yang ia ciptakan dengan skill miliknya.
Ia bergerak dengan cepat, dan menerjang gerombolan monster itu. Dan menghenpaskan siapa saja yang ada di depannya. Seorang petualang tingkat Grand yang bertarung dengan brutal, sosok yang mengandalkan kekuatan ketimbang yang lainnya. Memfokuskan energi sihir miliknya untuk memperkuat serangan yang ia lakukan.
Semua monster yang menginvasi itu bukanlah apa - apa untuknya. Ia dapat mengalahkan setiap monster yang menyerang, selain itu anggota Guild miliknya juga kuat, dengan memiliki beberapa Rank S di dalam Guildnya, serta puluhan petualang Rank A.
Tiga jam berlalu saat invasi monster, mereka berhasil mengalahkan semua monster yang menginvasi dengan jumlah korban yang sedikit.
" Hidup Ban "
" Hudip Ban "
" Ban adalah yang terkuat, Hidup. "
Mereka semua bersorak untuk Ban yang sangat berjasa karena bertarung di barisan depan untuk mengalahkan semua monster yang menginvasi.
" Hidup apanya tolol, dari pada kalian bersorak lebih baik siapkan makanan untukku, aku lapar! " Ucap Ban dengan kesal saat selesai bertarung.
" Aa iya baik! " Ucap mereka.
Namun dari kejauhan, ada seseorang pria yang mengawasinya, ia melihat pertunjukan itu dari awal hingga akhir. Ia melihat semuanya, juga kemampuan yang dimiliki oleh Ban ia sudah mengetahui semuanya dengan melihat pertempuran itu.
" Manusia itu menarik, aku rasa dia yang akan sulit untuk di tangani, oleh para monster. " Ucapnya sambil tersenyum. " Walau begitu... Ia gak lebih dari keroco untukku. " Lanjutnya sambil tersenyum, satu dari lima Demon Lord. Demon Lord Of Hell Flame Karaks.
Setelah menyaksikan pertunjukan itu, ia pergi dan menemui saudara - saudara Demon Lord lainnya.
__ADS_1