
" Kau bilang kami harus berpikir sampai seratus kali untuk menyerang Asgar?! Apa kau pikir negara kami ini lemah? Dengan seratus ribu pasukan militer yang kami miliki, sudah cukup menghapuskan negara Asgar itu dalam satu malam! " Teriak bangsawan itu dengan menyombongkan dirinya. Membanggakan kekuatan militer dari kerajaan yang ia tempati.
Bangsawan tersebut yang sudah keterlaluan dalam bicara menjadi pusat perhatian bagi setiap orang yang ada di sana. Guild Master yang mencoba untuk menasehati bangsawan tersebut pun tidak di pedulikan oleh nya.
Pada saat yang sama kedua orang tersebut memasamg ekspresi yang masam kepada bangsawan tersebut. Mereka menahan kekesalan mereka kepada bangsawan tersebut yang telah bersikap sombong. Bila Yumiko tidak memerintahkan mereka untuk tidak membunuh, maka kedua orang itu mungkin sudah meratakan seluruh istana tanpa ada sisa.
" Tuan Diamlah! Dan dinginkan kepala mu! " Ujar Guild Master dengan keras sambil melesatkan sebuah tebasan pedang yang tajam tepat di hadapan bangsawan tersebut, hingga merusak lantai.
" Bangsawan ini gila! Apa dia tidak bisa merasakan aura yang sangat mengerikan dari kedua orang itu? " Ujar Guild Master dalam hatinya, dengan ekspresi wajah yang penuh keringat, ia sedikit melirik mereka namun tidak berbalik arah dan tetap menghadap pada bangsawan tersebut.
Kedua orang itu cukup terkesan dengan aksi dari Guild Master tersebut yang menghentikan ocehan dari bangsawan yang sombong. Khusus nya wanita cantik itu, ia sangat terbantu dengan adanya Guild Master yang menenangkan para bangsawan. Jadi, ia tidak perlu berteriak keras untuk menghentikan ocehan bangsawan tersebut.
Sambil tersenyum manis, pelayan itu mulai mengeluarkan sesutau dari saku bajunya. Terlihat wajah penuh keringat pada setiap orang yang ada di sana saat melihat pelayan tersebut mengambil sesuatu dari sakunya. Semuanya menelan luda mereka yang terkumpul di mulut mereka dengan penuh rasa takut saat melihat pergerakan pelayan itu.
" Aku sangat terbantu loh dengan adanya kamu di sini Guild Master hehehe. " Ucap pelayan tersebut sambil tertawa kecil dan mengeluarkan sebuah kertas dari sakunya.
Pada saat itu para bangsawan yang ada di sana dapat bernafas legah karena yang di keluarkan oleh pelayan tersebut hanyalah sebuah kertas. Namun, ke legahan itu hanya untuk sementara, karena mereka tidak tahu apa yang menjadi isi di dalamnya.
Dengan parasnya yang luar biasa cantik, ia tersenyum kepada mereka semua. Pesonanya sangat hebat hingga dapat membuat seluruh ruangan menjadi hening tanpa adanya suara. Saat itu pelayan tersebut berkata kepada mereka semua " Sebelumnya aku minta maaf karena kami datang kemari dengan mengejutkan kalian semua. Tapi, kedatangan kami ke sini untuk membacakan isi dari surat yang telah di buat oleh Ratu kami. " Ucap pelayan tersebut sambil menunjukkan kertas tersebut yang memiliki sebuah lebel kerajaan Asgar yang berupa segel dari Naga hitam.
" Perkenalkan namaku adalah Beel pelayan setia Raja dari kerjaan Asgar. Yang Mulia Xi - Sama. Dan ini adalah Rey yang menemaniku kemari sekaligus bawahan setia Yang Mulia. Sekarang aku akan membacakan isi dari surat ini, mohon untuk kalian semua mendengar apa yang saya sampaikan dengan baik, karena saya tidak akan mengulamginya lagi. " Ujar Beel sambil bersikap manis kepada mereka semua.
Ia membuka surat tersebut lalu membacakan kepada mereka semua isi dari surat yang di tuliskan oleh Yumiko.
" Lima hari mulai dari saat ini, saya ingin kerajaan Farmilien memilih dua jalur yang telah di sediakan. " Ucap Beel membacakan isi surat tersebut dengan keras kepada mereka semua.
Mendengar itu mereka semua langsung saling memandang satu sama lain dengan kebingungan. Dua jalan? Apa yang di maksud dengan dua jalan? Memamgnya apa yang telah mereka lakukan sehingga mereka harus terkena sesuatu yang sangat merepotkan ini. Itu lah yang mereka pikirkan saat itu juga.
__ADS_1
" Sialahkan kalian pilih. Pertama Kerajaan Farmilien harus menjadi negara bawahan yang akan tunduk pada Asgar dan memberikan kompesensi sebanyak 20.000 koin platinum karena sudah berani untuk menipu Negara Asgar. "
" Kedua, jika Negara Farmilien tidak menerima jalan pertama. Maka Kerajaan Farmilien telah menyatakan perang dengan Negara Asgar. "
" Itu dua pilihan yang di berikan kepada Negara kalian. Demikianlah pesannya, sialahkan pikirkan jawaban kalian dalam lima hari. " Ujar Beel yang telah selesai membacakan isi dari pesan tersebut.
Semua orang pada saat mendengarkan Beel yang membacakan pesan tersebut. Mereka semua membanyangkan orang seperti apa yang memimpin negara tersebut hingga dapat dengan mudahnya menyatakan perang dan mengirimkan dua orang yang kuat kepada mereka hanya untuk mengirimkan sebuah pesan.
" Tunggu sebentar, waktu lima hari itu terlalu singkat... Apakah kalian tidak bisa memberikan kepanjangan waktu lebih? " Tanya salah satu bangsawan yang merasa kalau waktu yang di berikan sangatlah singkat. Dan sangat sulit untuk mereka memanggil setiap bangsawan yang masih ada di luar kota.
" Itu sudah keputusan mutlak yang di ambil oleh ratu kami. Jadi, kami tidak bisa mengubahnya lagi. " Balas Beel dengan anggun sambil memainkan rambutnya yang indah itu. Beel menoleh kepada Rey yang ada di belakang nya dan ia menganggukkan kepalanya.
Rey mengerti apa yang di maksud oleh Beel. Segerah ia bergerak dan melangkahkan kakinya berjalan mendekati ratu. Semua orang yang melihat sosok hitam itu bergerak hanya bisa diam saja melihati sosok tersebut berjalan ke arah Rati Jessi.
Ia pun mengulurkan tangannya, dan sebuah aura hitam muncul dari tangannya itu seperti sedang menyerap sesuatu. Rey mengambil kembali ilusi mimpi buruknya yang ia tanamkan kepada Ratu atas perintah Yumiko sebelumnya. Dan setelah ia mengangkat kutukan mimpi buruknya, ia kembali ke belakang Beel lagi dengan tenang.
Setelah kepergian dua orang itu dari ruangan istana, mereka pun dapat bernafas legah walau mereka harus mengalami hal yang sangat menyakitkan tadinya. Di samping itu Ratu Jessi sudah kembali sadar dari kutukan mimpi buruknya dan merasa bingung dengan apa yang terjadi pada mereka. Namun, ia masih merasa ketakutan serta gemetar di seluruh tubuhnya karena mimpi buruk yang ia alami jauh lebih buruk dari apa yang ia bayangkan.
Akam tetapi ia menyembunyikan ketakutannya di hadapan semua orang yang ada di sana. Dan bersikap seperti seorang Ratu seperti biasanya.
" Yang Mulia, syukurlah anda sudah sadarkan diri. " Ujar Guild Master dengan senang dan bersyukur tidak terjadi apa pun kepada Ratu Jessi.
" Ya terimakasih karena kekhawatiran mu... Tapi mengenai dua jalan yang harus di pilih ini... " Balas Ratu Jessi sambil merenungkan pilihan yang baik yang telah di berikan oleh Negara Asgar. Senjatinya kalau mereka memilih untuk berperang, maka sudah dapat di pastikan kalau mereka akan kalah telak. Bahkan jika Asgar mengirim salah satu petinggi mereka, sudah cukup untuk Asgar menghilangkan kerajaannya.
" Yang Mulia, mereka sangat keterlaluan! Dan berani untuk menyatakan perang dengan Negara Farmilien. Ayo kita serang mereka, sebelum mereka yang menyerang kita. " Ujar Bangsawan itu yang tidak dapat menerima kalau mereka di rendahakan. Tepatnya dirinya sendiri yang telah di rendahkan oleh pelayan bernama Beel itu. Ia sangat marah dengan Beel yang bersikap seenaknya di tempat orang lain.
Rasa malu akan penghinaan itu tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya. Bahkan dengan Negara Asgar sekali pun, Negara yang baru saj berdiri sudah berani untuk macam - macam dengan salah satu Negara kuat di bawah kekaisaran.
__ADS_1
" Tidak... Aku lebih memilih yang pertama. Kita akan memberikan kompesasi kepada mereka dan menjadi Negara bawahan Negara Asgar. " Ujar Ratu Jessi yang telah memutuskan untuk tidak berperang dengan Negara Asgar. Setelah ia merenungkan baik - baik kedua pilihan tersebut, yang terbaik hanyalah pilihan pertama. Jika ia memilih pilihan kedua, mungkin dalam waktu kurang dari satu menit mereka akan di musnahkan.
Negara mereka bukan lah tandingan dari Negara Asgar. Negara Farmilien hanya memiliki sekitar 8 orang Rank S. Perbedaan kekuatan mereka sangatlah besar, dan lagi mereka tidak tahu kekuatan sebenarnya dari Negara Asgar. Walau mereka bisa unggul dalam hal Strategi, namun, Asgar juga tidak kalah unggulnya. Malahan mereka juah lebih unggul dari pada mereka dari segela Aspek.
Mendengar itu membuat semua bangsawan terkejut, terlebih lagi adalah bangsawan yang mengharapkan untuk berperang dengan Negara Asgar. Mereka tampak kecewa dengan keputusan yang di buat oleh Ratu mereka.
" Yang Mulia, kenapa anda lebih memilih untuk membayang Kompesasi? Bukankah berperang jauh lebih baik? Mereka hanya negara yang baru bangun! " Tanya salah satu bangsawan. Ia ingin tahu alasan kenapa lebih memilih untuk tunduk kepada Negara yang baru bangun. Bukankah mereka sudah melayani kekaisaran cukup lama? Dengan meminta bantuan dari Kekaisaran, serta Kerajaan lainnya, mudah untuk mereka untuk berurusan dengan Negara Asgar yang baru saja bangun. Mengingat mereka punya hubungan baik dengan banyak negara.
Ratu Jessi metepuk wajahnya sesambil menggelengkan kepalanya. Tidak di sangka kalau ada bangsawan bodoh yang tidak paham dengan situasi sekarang. Jika negara Asgar adalah negara biasa maka tidak perlu takut walau mereka menyatakan perang. Tapi, yang sedang kita bicarakan itu adalah negara Asgar. Yang isinya penuh dengan monster - monster berbahaya. Di tambah lagi Negara Asgar adalah negara yang baru bangkit dan informasi serta kekuatan mereka belum di konfirmasi oleh negara di seluruh dunia.
" Walau kita punya banyak dukungan dari negara lain, tapi apa kau sudah lupa invasi para monster yang terjadi di seluruh dunia? " Ujar Ratu Jessi sambil bertanya kepada bangsawan tersebut serta mengingat kembali paska invasi semua jenis monster yang terjadi di seluruh dunia.
Hal itu membuat bangsawan tersebut tertegu terdiam saat mendengar nya.
" Karena invasi itu seluruh negara yang ada di penjuru dunia, entah itu negara besar atau pun negara kecil semua mengalami kerugian yang amat besar karena hal tersebut. "
" Kalau invasi monster terus berlanjut sampai sekarang, maka tidak ada satu pun dari kita masih hidup. Untung para monster pada saat itu menghentikan invasi mereka pada saat puncak kehancuran setiap negara, dan mereka tidak kembali lagi. Kau pasti paham kan berapa banyak orang yang telah terbunuh karena invasi tersebut. "
" Kalau kita menginginkan perang dengan negara Asgar, hanya ada sedikit kemungkinan negara lain mengirimkan bantuan kepada kita. Jika kita salah perhitungan, maka kita berakhir pada saat itu juga. " Lanjut Ratu Jessi.
Mereka hanya diam saja saat mendengar perkataan itu keluar dari mulut Ratu Jessi. Apa yang di katakan Ratu Jessi ada benarnya karena mereka sendiri pun juga mengalami kerugian besar dalam jumlah pasukan karena terbunuh oleh banyaknya monster yang menginvasi secara dadakan.
" Itulah kenapa aku lebih memilih untuk mengambil membayar Konpesasi kepada Negara Asgar... Terserah apa yang ingin kalian pikirkan dan lakukan. Jika kalian tidak setuju, kalian bisa berbicara sendiri dengan negara Asgar. Akan tetapi, apa yang akan terjadi pada kalian tidak ada kaitannya dengan negara ini... Itu akan menjadi tanggung jawab kalian. " Ucap Ratu Jessi dengan tegas kepada mereka semua. Ratu Jessi memberikan mereka pilihan kembali. Namun, semua tanggung jawab akan kembali kepada diri mereka masing - masing.
Mereka pun saling berdiskusi. Banyak dari mereka yang keluar dari ruangan istana karena tidak setuju dengan usulan dari Ratu Jessi yanh akan membayar Konpesasi sebanyak itu. Dan lebih memilih untuk berperang dengan negara Asgar sesuai dengan keinginan mereka masing - masing.
Mereka yang setuju dengan usulan Ratu Jessi, segerah mengumpulkan koin platinum yang mereka miliki, dan tentu saja jumlahnya tidak cukup karena 20.000 Koin platinum rasanya sangat mustahil untuk mereka. Namun, mereka menggantinya dengan koin emas dan perak. Dan memberikan kepada Negara Asgar lima hari lagi kedepan, walau tidak sesuai dengan apa yang di minta oleh negara Asgar, mereka harap pihak negara Asgar dapat memaklumi mereka dan memberikan mereka kesempatan untuk melunasinya.
__ADS_1