
Semua orang yang berada di dalam ruangan itu hanya bisa terpaku terdiam saat mendengar semua itu keluar dari mulut Mizuki. Khusus nya adalah Ratu Jessi dan juga Putri Emil. Mereka tercengang dengan kemampuan yang di tunjukkan oleh Mizuki saat itu.
Dahi mereka di penuhi dengan keringat, memikirkan anak seusia itu dapat menyusun strategi lebih baik dari Emil, membuatnya menjadi Stres. Bahkan pada usia Emil pada saat tujuh tahun, ia tidak bisa memikirkan hal semenakjubkan itu seperti Mizuki.
Yumiko tersenyum sambil menunjuk ekspresi sombongnya. Ia mengarahkan senyum nya itu kepada Ratu Jessi yang sebelumnya sangat percaya diri dengan kemampuan putrinya. Sambil tersenyum sambil memancarkan aura yang mengerikan, ia mengatakan sesuatu kepada Ratu Jessi.
" Ratu Jessi, Ada apa? " Tanya Yumiko sambil tersenyum dengan mata yang menyalahkan terang. Ekspresinya menyeramkan saat di pandang. " Apakah Kamu Stress karena semua rencana yang kau susun telah kacau? " Lanjutnya sambil tersenyum mengerikan.
Ratu Jessi terkejut setelah mendengar perkataan itu keluar dari mulut Yumiko. Ia tidak dapat menyembunyikan ekspresi terkejut nya itu, dan membuatnya terlihat aneh serta mencurigakan. Mata yang sedikit membengkak karena takut, serta tekanan yang di hasilkan oleh Yumiko membuatnya sulit bernafas.
Di dalam telakanan kuat itu, ia sempat berbicara dalam pikiran nya. " Apa... Tekanan macam apa ini? Aku tidak pernah merasakan tekanan yang sekuat ini sebelumnya! Walau begitu, ini bisa gawat kalau pengehalang di ruangan ini hancur!! Aku harus cepat segerah menghubungi kerajaan! " Ucapnya dalam pikirannya dengan merasakan tekanan yang sangat kuat.
Yumiko yang memberikan tatapan dingin serta jijik kepada Ratu Jessi, ia mulai angkat bicara. BUKK! Suara lemaran kertas yang kuat di atas meja. " Aku menghargai mu, karena jauh - jauh mau datang kemari untuk bekerjasama. Namun... Apa kau pikir kami ini bodoh dan mudah untuk di manfaatkan? " Ucap Yumiko dengan ekspresi yang datar serta tatapan yang marah.
" Dari awal saat aku membaca itu, aku tahu kalau kau ingin memaafkan kekuatan kami untuk kepentingan dan keuntungan mu sendiri. Seperti apa yang tertulis di sana, 1. Saat perjanjian aliansi di bentuk, Negara Asgar wajib untuk membantu kami dalam peperangan. 2. Semua kompesensi dan pasukan bari depan akan di berikan secara suka rela dari negara Asgar. 3. Negara kami tidak bertanggung jawab atas jatuhnya banyak pasukan Negara Asgar. Dan itu akan di tanggung oleh Negara Asgar sendiri. 4 Negara Asgar di larang untuk menganggu kedamaian Negara Kami setelah selesainya perang. Dari ke empat proposal tersebut, sudah dapat di simpulkan kalau kau hanya ingin berkuasa di bawah kekuatan kami. " Lanjut Yumiko dengan datar dan dingin. Memancarkan aura yang mematikan dari tubuhnya.
__ADS_1
Ratu Jessi yang merasa adanya ancaman yang berbahaya, serta situasi saat ini sedang buruk. Ia berusaha untuk tetap tenang dan fokus untuk meminta bantuan ke negaranya untuk menjemput dirinya di negara Asgar. " Sialan... Rencana berantakan... Aku harus segerah menghubungi kerajaan untuk meminta bantuan... " Gumam Ratu Jessi dalam hatinya sambil berkomunikasi dengan negaranya. " Eh... Aku tidak bisa menghubungi mereka? Kenapa? " Gumam Ratu Jessi bertanya - tanya.
Yumiko dengan tatapan tajamnya, ia berkata kepada Ratu Jessi. " Tidak perlu repot - repot meminta bantuan sama orang luar... Itu tidak akan berguna, karena aku sudah mengurung kalian di dalam penghalang ku. " Ucap Yumiko dengan tatapan tajamnya. " Tentu saja, kau masih ingatkan apa yang kau katakan kepada ku sebelumnya kan? Menurutmu, siapa yang memberikanmh izin untuk memasang penghalang di wilayah ku? Apa kau menganggap aku ini tidak ada dan kau bisa berbuat sesuka mu di tempat orang lain? " Lanjut Yumiko dengan tajam.
Setelah mendengar itu, ia mengingat apa yang ia lakukan sebelumnya.
Sebelumnya.
" Asako bagaimana situasi di sana? " Tanya Yumiko menggunakan telepati nya. Ia bertanya kepada Asako yang sedang berurusan dengan orang - orang yang ingin melakukan perdagangan di negara Asgar.
" Cukup baik, ada sebuah Organisasi bernama Bintang lima, yang ingin... " Ucap Asako. Namun, sebelum ia selesai berbicara, secara tiba - tiba komunikasi nya dengan Yumiko terputus. Dalam hatinya, Asako berkata " Apa yang terjadi? " Tanya dengan bingung kepada dirinya sendiri tentang Yumiko yang tiba - tiba saja memutuskan telepatinya.
" Untuk Tujuan keamanan, Kami telah memasang penghalang di sekitar ruangan ini. Maafkan atas tindakan Knight ku, Yumiko - Sama. " Ucap Ratu Jessi sambil menutup matanya dan menundukkan kepalanya. Setelah ia meminta maaf atas tindakannya itu, ia segerah mengangkat kepalanya bersamaan dengan senyum liciknya. Membuka matanya perlahan dan " Dengan begini... Kita tidak perlu khawatir tentang... Siapa pub yang menguping kita. Baiklah, mari kita lanjitkan... Diskusinya. " Lanjutnya dengan percaya diri.
Dalam pandangan Yumiko, ia kesal dengan sikap seenaknya Ratu Jessi di kediamannya. Ia mengerti mengapa Ratu Jessi mengaktifkan penghalang ini, namun, ia bertindak di tempat orang lain tanpa adanya izin dari tuan rumah tersebut. " Jika saja yang di sini Xi... Kau sudah mati dari tadi... Tapi, mari ikuti permainan mu dulu Rubah betina... " Ucap Yumiko dalam hatinya dengan Senyum seram nya.
__ADS_1
" Tidak masalah untukku berurusan dengan Rubah betina sepertimu... Aku rasa ini akan sedikit menyenangkan. " Lanjutnya sambil tersenyum di dalam hatinya.
Sambil tersenyum percaya diri, Ratu Jessi pun angkat bicara. " Nah sekarang tentang Aliansi kita, Apa kau memiliki persyaratan yang ingin kau ajukan? " Tanya Ratu Jessi kepada Yumiko sambik terseyum.
Dalam hatinya, dengan kesal Yumiko berkata " Tidak bisakah kau mengubah kata Kau menjadi Anda? Dari mana dia belajar tatakrama yang buruk itu? " Ucap Yumiko dalam hatinya.
" Membentuk Aliansi di antara kita... Saya tidak melihat manfaat apa pun yang membuatmu melalukan itu... " Balas Yumiko dengan tatapan tajam.
Mendengar itu, Ratu Jessi berkata " Manfaat...? Wah, betapa baiknya dirimu mempertimbangkan negara kita. " Ucapnya dengab terharu. " Namun, mengingat situasi Asgar. Kau tidak kehilangan apa pun dari kesepakatan ini. " Lanjutnya yang merasa kalau kesepakatan mereka tidak sudah saling menguntungkan.
Yang mana, isi dari salah satu kesepakatan tersebut namun jika itu hanya Fakta Non Agresi Kedua negara tidak perlu saling mengganggu. Bahkan jika sesuatu terjadi pada salah satu negara, pihak lain bisa mengabaikannya begitu saja.
Tapi jika kedua Negara menjalani hubungan aliansi ini. Salah satu negara mungkin harus melindungi pihak lain dari serangan musuh.
Tapi, tidak mungkin pihak lain dapat melindungi negara monster seperti Asgar. Itu berarti, pihak lain lah yang di lindungi. Dan jelas, ini akan menguntungkan negara yang di pimpin oleh Ratu Jessi. Karena apa pun masalah yang akan di alami oleh mereka, akan di bantu oleh negara Asgar.
__ADS_1
" Seperti yang aku katakan sebelumnya, kerajaan kami dan beberapa kerajaan lainnya telah bermusuhan lebih dari 10 tahun. Tapi kemudian, Negara Asgar muncul. Negara yang memimpin banyak nya monster dan naga. Negara yang superior telah berdiri di antara kami telah lahir. " Ucap Ratu Jessi.
" Jika kami saling menjalin hubungan persahabatan dengan negara seperti Asgar, tidak di ragukan lagi... Itu sesuatu yang amat sangat luar biasa bagi kami. Bukankah kau setujuh? " Lanjutnya dengan mata yang cerah, namun hanya memikirkan ke untungannya saja.