LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 144


__ADS_3

Perjalan mereka menuju ke bukit padang rumput berjalan dengan mulus tanpa adanya hambatan sedikit pun dari para monster yang tinggal di hutan besar Green Forest. Berkat bantuan Yumiko yang memimpin jalan mereka, party Xi dapat sampai di bukit padang rumput dalam beberapa jam. Dan itu waktu yang cepat mengingat posisi mereka sebelumnya begitu jauh dari bukit padang rumput.


Semua orang berjalan mendaki bukit, dan melihat ada banyak petualang juga yang telah mendaki terlebih dahulu. Pandangan Xi tertuju kepada tas kulit yang semua orang bawa, melihat dari ukurannya, Xi menyimpulkan bahwa orang - orang itu telah mendapatkan tangkapan yang besar.


" Petualangan di sini berbeda dengan di kota Jisa dulu... Disini, ada banyak orang - orang hebat. " Gumam Xi dalam hatinya dan berjalan sambil menutup matanya ketika bergumam.


Sesampainya di atas bukit, Xi dan yang lainnya dapat melihat sebuah area datar yang benar - benar di tutupi oleh rumput hijau yang indah. Hanya ada sedikit pohon yang tubuh di atas bukit ini, dan itu pun menjadi sarang bagi beberapa monster kecil yang tidak berbahaya.


Xi kagum melihat ke indahan di atas bukit ini, tapi tujuannya datang ke atas bukit bukan untuk terpana menyaksikan ke indahan alam, melainkan melakukan beberapa bisnis dengan saudagar Rizel.


" Kita sudah sampai, ini dia tempat perdagangan saudagar Rizel di hutan besar Green Forest. Disini lah para petualang akan menjual hasil buruan mereka kepada Rizel, atau mereka juga bisa menukarkan barang mereka dengan barang yang mereka inginkan. Bukan hanya itu, jika saudagar Rizel melihat ada sesuatu barang yang menarik, dia akan segerah menemui orang itu secara pribadi dan membeli barang yang ia inginkan dari orang tersebut. Tidak peduli berapa harganya, saudagar Rizel tidak akan ragu tuk mengeluarkan uang nya. " Ucap Yumiko menjelaskan kepada Xi dan kawan - kawan mengenai aturan perdagangan ini dan sedikit sifat tentang saudagar Rizel.


" Aturan yang sederhana dan menarik... " Ucap Xi dengan pelan setelah mendengar penjelasan Yumiko. Dalam hal ini, tentu saja Xi juga menyadari kalau adanya aturan tidak tertulis di perdagangan ini, walau ia tidak tahu apa itu, tapi Xi yakin akan hal tersebut. Xi tersenyum, dan sudah tidak sabar tuk bertemu dengan saudagar Rizel, karena orang - orang yang sedang melakukan transaksi di luar ini, hanyalah bawahan dari saudagar Rizel.


" Apa lagi yang kalian tunggu, ayo masuk. Apakah kalian tidak ingin menjual hasil buruan kalian untuk mendapatkan uang jajan? " Ujar Xi berjalan memasuki area perdagangan. Mengajak yang lainnya juga untuk ikut masuk, akan aneh bila mereka hanya berdiri diam disana seperti patung.


Setelah mendengar kata - kata itu, mereka semua mulai berjalan masuk memasuki area perdagangan saudagar Rizel. Disana, semua orang langsung menjual hasil buruan mereka. Jumlah yang mereka jual memang tidaklah banyak, tapi kualitas barang yang mereka miliki jauh lebih tinggi ketimbang petualang lainnya.


Banyak orang yang memperhatikan mereka ketika hendak menjual beberapa item yang dibawanya.


" Waw, lihat itu, hebat sekali! "


" Apakah ada kristal semacam itu di tempat ini? Darimana mereka mendapatkannya? "


" Gila, mereka terlalu luar biasa... Barang - barang yang mereka bawa itu semuanya barang langkah! "


" Bahkan mereka juga punya inti kristal monster tingkat tinggi?!! Itu barang yang bagus untuk membuat senjata! "


" Dimana mereka mendapatkannya? Aku juga mau satu... "


Para petualang terkejut kagum melihat semua harta langkah yang di bawa oleh Yumiko, Airis, Astia dan yang lainnya. Beberapa juga berkeinginan tuk memiliki salah satu barang yang ada di atas meja tersebut. Banyak dari mereka yang iri karena party tersebut mendapatkam banyak barang bagus.


" Ya ampun... Apa - apaan sih mereka? Mencoba untuk pamer! "


" Haaahh, padahal kita juga sudah berjuang keras tapi hasilnya biasa saja. Dunia ini benar - benar tidak adil. "


" Mereka sangat beruntung karena mendapatkan semua barang - barang itu tanpa memalui pertarungan yang panjang seperti kita. Sungguh keberuntungan yang tidak adil. "


Beberapa yang merasa iri dengan hasil party Xi beranggapan jika party Xi hanyalah beruntung bisa mendapatkan barang - barang tersebut. Mereka merasa dunia ini tidak adil untuk mereka karena tidak mendapatkan apa pun yang mereka inginkan bahkan ketika mereka sudah berusaha keras.


Xi dan yang lainnya dapat menemukan asemua item - item langkah itu juga berkat keberuntungan, tapi itu benar - benar bukan keberuntungan yang baik, melainkan itu keberuntungan yang buruk. Bertemu dengan banyak gelombang monster ketika di hari pertama penjelajah, jika bahkan itu di waktu normal, orang - orang yang hanya besar bicara itu bahkan tidak akan bertahan walau hanya 10 menit setelah melewati gelombang pertama.


Dengan indera pendengarnya yang tajam, Airis dapat mendengar semua omongan - omongan petualang lainnya mengenai mereka. Itu membuatnya kesal dan jengkel.


" Apa - apaan sih mereka? Kenapa mereka malah mencemooh kita? Padahal mereka gak tahu seberapa sulitnya kita melewati gelombang monster kemarin! " Ujar Airis dengan raut wajah kesal.


Yumiko yang mendengar keluhan Airis hanya bisa tertawa kecil, itu menandakam jika Airis belum terbiasa dengan omongan orang - orang yang iri dengan hasilnya.


" Sudah - sudah abaikan saja mereka, wajar bila mereka membicarakan kita karena mereka tidak mengetahui prosesnya. " Ucap Yumiko mencoba tuk menenangkan Airis yang kesal dengan cemoohan orang - orang itu.


Dengan raut wajah cemberutnya, Airis berpaling dan berkata " Baiklah, kali ini akan ku biarkan! " Balas Airis cemberut. Walau sudah di cegah oleh Yumiko, tapi Airis masih kesal dan belum bisa melupakan omongan mereka semua.


Semuanya tertawa kecil melihat sikap Airis yang kekanak - kanakan. Hal itu membuat Airis semakin kesal dam jengkel, namun ia tidak punya pilihan lain selain menahan kekesalannya karena tidak ingin membuat masalah untuk tuannya.


Saudagar yang merupakan seorang bawahan dari saudagar Rizel terkejut melihat semua item - item yang di letakkan di atas mejanya oleh party petualang itu. Beberapa kali ia memejamkan matanya, dan mengusap - usap wajahnya tuk memastikan apa yang di lihatnya ini kenyataan.


Setelah memastikannya sendiri dengan menampar wajahnya sendiri yang membuat Airis dan yang lainnya terkejut, saudagar itu segerah sadarkan diri kalau apa yang di lihatnya ini bukanlah mimpi. Melainkan, ini kenyataan tak terduga yang pernah ia lihat selama ini.


" I ini... Inti monster kelas atas! Ini sungguhan! " Ujar saudagar itu dengan heboh. Ia berteriak sangat keras, hingga mengejutkan semua orang. " Ba bagaimana cara kalian bisa mendapatkan semua ini? Yakk... Tunggu, inti monster hanya bisa di dapatkan setelah mengalahkan monster, apakah kalian memburu monster yang kuat kemarin? " lanjut saudagar sambil bertanya kepada mereka.


Semuanya tidak menjawab pertanyaan saudagar itu. Mereka hanya berdiri diam disana sambil tersenyum canggung.


Melihat ekspresi mereka, saudagar itu merasa kalau mereka tidak ingin mengatakannya. Merasa karena tindakkannya sudah terlalu berlebihan, saudagar itu pun lekas meminta maaf kepada mereka karena sudah membuat mereka merasa tidak nyaman.


" Aa, maafkan aku... Tadi aku terlalu bersemangat... " Ucap saudagar. Ia meminta maaf kepada Yumiko dan yang lainnya sambil membungkuk dan menundukkan kepalanya.


" Itu... Tidak apa, aku mengerti perasaanmu. " Balas Yumiko tidak mempermasalahkan sikap saudagar itu sebelumnya. Siapa pun pasti akan terkejut melihat item - item yang di bawanya.


" Terimakasih karena sudah memaafkanku, jadi... Bagaimana? Apa kalian ingin menjual semuanya? " Ujar saudagar bengun kembali dan melanjut jual beli mereka.


Semua mengangguk serempak menandakan mereka ingin menjual semua inti monster kualitas tinggi itu. Walau masih banyak item lainnya yanh mereka punya, semua orang sepakat hanya akan menjual inti monster tingkat tinggi kepada para saudagar hari ini.


" Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar, saya akan menghitungnya terlebih dahulu. " Ujar saudagar mulai menghitung jumlah uang yang harus ia berikan kepada mereka.


Disisi lain, ketika semua orang menjual barang - barang mereka. Xi malah berjalan - jalan sebentar di dekat sana. Disaat itu, ia tidak sengaja melihat beberapa orang berada di dekat seekor monster yang seperti sedang terluka, dan orang - orang itu berusaha untuk merawat lukanya.


Namun, melihat orang - orang itu, sepertinya mereka sedang bingung tuk menangani luka yang di derita oleh si monster.


" Aduh... Bagaimana ini? Sebelumnya ini belum pernah terjadi... " Ujar salah satu dari orang itu yang khawatir melihat kondisi si monster semakin memburuk. Itu karena, kaki si monster mengalami luka cidera yang mengakibatkan kakinya bengkak. Dan luka itu menjadi semakin para dari hari sebelumnya.


" Ini sangat sulit, kita harus memberitahukan ini kepada tuan Rizel. " Ujar salah satu dari mereka lagi, menyarankan kepada yang lainnya untuk memberitahukan kondisi monster menjadi buruk.


Xi yang penasaran pergi menghampiri semua orang itu tuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Saat ia berada disana tanpa semua orang sadari kehadirannya, Xi melihat kondisi dari monster tersebut.


Sebuah layar muncul di hadapan Xi dan memberikan informasi mengenai monster tersebut.


Nama monster : Badak Batu. Rank : B. Level : 62. Exp : 10.000. Tipe monster : Binatang Buas.


Skill : Pengerasan kulit, pembatalan serangan fisik, resistensi serangan sihir, hentakan kuat.


[ Kondisi monster saat ini sedang terluka. Terjadi pembengkakan pada area pergelangan belakang kaki kiri yang menyebabkan badak batu tidak dapat berdiri dan beraktikfitas seperti badak batu lainnya ]


Xi memegang dagunya setelah membaca pesan yang system sampaikan. " Pembengkakan nya? Kalau begitu seharusnya tiga atau empat hari akan sembuh tapi... Sepertinya pembengkakan di kakinya ini bukan hanya sekedar tergelincir atau jatuh. Ada beberapa luka di kakinya seperti itu infeksi. " Gumam Xi dalam hatinya. Mengamati kondisi tubuh badak batu dengan baik, dan melihat ada beberapa luka seperti luka sayatan di kakinya. Itu seharusnya menjadi sesuatu yang mustahil jika terjadi dengan sengaja karena badak batu punya kemampuan untuk mengeraskan kulit luarnya. Sehingga sesuatu yang asalnya dari luar tidak akan mudah untuk menyakitinya.

__ADS_1


" Hmmmm, ini buruk, jika di biarkan terlalu lama bisa - bisa dia kehilangan kakinya. " Ujar Xi tanpa sadar dia mengucapkan itu.


Semua orang yang mendengarnya sangat terkejut karena tiba - tiba ada seseorang yang tidak mereka kenal berbicara tepat di samping mereka semua. Kedatangan pria itu benar - benar mengejutkan mereka, karena mereka tidak dapat merasakan keberadaannya, dan bahkan tidak dapat merasakan kehadirannya.


" Huaaaaa! Siapa kau? Apa kau hantu? Bagaimana kau bisa ada disana tanpa menimbulkan suara? " semua terkejut bertanya kepada Xi. Beberapa memegang dada mereka dan merasakan detak jantungnya berdetak sangat kencang.


Menyadari kalau dirinya baru saja keceplosan berbicara, segerah meminta maaf kepada mereka semua karena telah mengagetkan mereka. " Aa, maaf. Aku hanya orang lewat yang penasaran saja. " Ucap Xi dengan santai meminta maaf kepada mereka semua.


" Uhmm, iya... Tapi, bagaimana kau bisa berada disana tanpa menimbulkan suara? Tidak... Yang lebih penting, apakah kau tahu cara menyembuhkannya? Kami memerlukan monster ini tuk mengangkut barang kami. " Ucap salah satu orang itu, bertanya kepada Xi cara menangani masalah ini agar badak batu tidak kehilangan kakinya.


Mendengar pertanyaan itu, Xi memegang dagunya sambil memikirkan cara untuk menyelamatkan badak batu itu. Dengan di bantu oleh system, Xi mendapatkan solusinya. Ia pun memberitahu kepada mereka semua cara menangani masalah ini.


" Caranya tidak sulit, kalian hanya harus memberikan luka - luka di kakinya dengan air bersih dulu, lalu ganti ramuan penyembuh dengan ramuan penyembuh monster. Setelah itu berikan beberapa blueberry atau buah - buahan segar lainnya untuk membantu memulikan kondisinya. " Ucap Xi memberikan saran kepada mereka.


Mendengar penjelasan Xi, semua orang saling menatap satu sama lain. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan saran yang Xi berikan. Akan tetapi, masalahnya untuk mereka adalah, mereka tidak memiliki ramuan penyembuh monster.


" Uhmmm, ini... " Ucap salah satunya memikirkan ucapan Xi.


" Ada apa? " Tanya Xi kepada mereka semua.


" Sebenarnya, kami tidak memiliki ramuan penyembuh monster. " Ucapnya.


" Bukankah kalian pedagang? Bagaimana bisa kalian tidak memiliki ramuan yang penting seperti itu? " Tanya Xi kepada orang - orang itu, heran kepada semuanya karena mereka tidak menyiapkan sesuatu yang di butuhkan monster - monster ini.


" A itu... " Bingung mau berkata apa. Karena ini salah mereka tidak menyiapkan ramuan penyembuh monster untuk monster - monster yang mereka bawa.


Menghelakan nafasnya, Xi memberikan kepada mereka sebuah ramuan penyembuhan monster yang dia ambil dari dalam inventory nya.


" Ini ramuannya, sekarang kalian bisa melakukannya sendirikan? " Ujar Xi memberikan ramuannya sambil bertanya kepada mereka.


Semua orang terdiam sejenak ketika melihat Xi mengeluarkam sebuah ramuan penyembuh monster. Pasalnya mereka itu terkejut bagaimana petualang seperti Xi memiliki ramuan tersebut padahal jobnya bukanlah Summoner, atau pun Monster Tamer.


Biasanya, ramuan penyembuh monster itu hanya di bawa oleh orang - orang yang dapat mengendalikan monster sebagai rekan dan senjatanya seperti tuan muda Rumbel. Dan ada juga orang - orang yang menjijikkan monster dengan jejak sihir kontrak.


" A... Iya, kami bisa... " Jawab salah satu orang itu menerima ramuan pemberian Xi.


Dua buah botol ramuan penyembuh monster mereka terima, dan saat sampai di tangan mereka sangat terkejut tak kala melihat ramuan penyembuh itu berkualitas tinggi.


Tercengang melihat ramuan tingkat tinggi di berikan begitu saja layaknya memberikan sebotol air kepada seseorang. Walau sebotol air itu berharga, tapi sebotol ramuan penyembuh monster tingkat tinggi ini terlalu berharga. Di dunia ini, tidak banyak orang yang dapat membuat ramuan penyembuh monster tingkat tinggi.


Dibandingkan membuat sebuah ramuan penyembuh tingkat tinggi, membuat ramuan untuk monster jauh lebih sulit, karena kesulitannya dua kali lipat dari ramuan penyembuh biasa. Dan jelas harga pasar dari ramuan penyembuh monster itu sangat tinggi, walau itu ramuan penyembuh monster tingkat rendah, harganya sangat mahal.


Para pekerjaan mulai menjalankan tugas mereka dengan mengikuti saran yang Xi berikan sebelumnya. Mereka membasu luka yang terdapat pada kaki badak batu untuk membersihkan luka - luka itu dari racun. Setelah membersihkannya dengan air bersih, mereka lalu sedikit menuangkan ramuan penyembuh monster yang Xi berikan pada kaki badak batu, dan sisanya dimimunkan kepada badak batu.


Pada proses itu, luka yang di derita oleh badak batu perlahan sembuh. Kakinya yang bengkak kian mengempis dan kembali semula. Semuanya sangat senang melihat badak bati yang tadinya lemas tidak berdaya kini sudah sembuh dan sehat kembali.


" Dia sembuh, ramuan penyembuh monster tingkat tinggi memang luar biasa! Sekarang kita tidak perlu khawatir lagi. " Ujar salah satu orang itu sangat senang melihatnya. Kagum dengan penyembuhan dari ramuan penyembuh monster yang sangat cepat.


" Siap, pak! " Jawab mereka serempak. Kemudian mereka segerah pegi mengambil buah - buahan yang memang di khususkan untuk badak batu.


" Tuan petualang, terimakasih sudah membantu kami. Kebaikan anda akan kami ingat selalu. " Ucap Kapten divisi perawatan monster kepada Xi sambil membungkuk. Dengan tulus ia berterimakasih karena telah membantunya dan timnya menyembuhkan monster mereka.


" Ah, tidak masalah. Kalau begitu aku pergi dulu, aku mau menjual beberapa barangku. " Balas Xi kepada orang tersebut.


Melihat Xi yang pergi, pria itu menghentikannya dengan berkata " Tunggu sebentar tuan petualang, tuan saya ingin bertemu dengan anda. Katanya, ia ingin melakukan beberapa transaksi dengan anda. " Pinta kapten divisi perawatan monster kepada Xi. Ia menyampaikan pesan yang di dapatkan dari bawahannya dari saudagar Rizel.


Saudagar Rizel, bos pedagang ingin bertemu dengannya. Itu membuatnya menjadi tertarik dan tidak dapat menolaknya.


" Beruntung sekali... Tadinya aku juga berencana mau bertemu dengannya, siapa sangka dia akan memintaku tuk menemuinya. " Gumam Xi dalam hatinya.


" Tunjukkan jalannya. " Pinta Xi kepada kapten divisi perawatan monster untuk menuntunnya menuju ke tempat saudagar Rizel berada.


Mendengar pemintaan Xi, ia pun dengan senang hati menunjukkan jalannya. " Baik tuan, silahkan ikut saya. " Ucapnya kepada Xi.


Pria itu pun segerah menuntun Xi menuju ruangan saudagar Rizel, tepatnya di sebuah tenda yang besar dan terlihat mewah. Tenda dimana saudagar Rizel berada, itu sudah terlihat seperti sebuah tenda bangsawan, yang membedakannya hanyalah saudagar Rizel adalah seorang pedagang.


Memasuki ruangan saudagar Rizel, ketika ia sampai ia melihat ada dua orang pria berada dalam ruangan itu terlihat seperti menunggu kedatangan dirinya.


Seorang pria paru baya yang duduk di sebuah kursi mewah adalah saudagar Rizel yang meminta bawahannya tuk memanggil Xi untuk menemui dirinya.


Sementara itu, pria besar kekar yang berdiri di belakang saudagar Rizel adalah Bernard, seorang pengawal sekaligus tangan kanan saudagar Rizel dan bawahannya yang paling dia percayai.


Mata Xi tertuju pada Bernard yang berdiri di belakang Rizel, sementara itu, mata Bernard juga tertuju pada Xi.


Keduanya saling bertukar pandangan, dan dapat merasakan satu sama lain. " Orang ini... Dia bukan manusia! " Ujar keduanya dalam hati serempak.


Menyambut kedatangan Xi, saudagar Rizel meminta Xi untuk duduk di kursi yang sudah dia siapkan.


" Hohoho, tuan petualang, anda datang. Silahkan duduk di kursi ini. " Ujar saudagar Rizel dengan ramah tamah.


Ketika dirinya diminta untuk duduk di kursi yang sudah di siapkan, tanpa pikir panjang Xi duduk sambil mengucapkan " Terimakasih. " Ucap Xi kepada saudagar Rizel. " Nee, jadi apa yang kau inginkan tuan Rizel? " Tanya Xi kepada saudagar Rizel mengenai tujuannya mengundangnya masuk.


Saudagar Rizel sedikit terkejut dengan pertanyaan Xi, ia langsung tersenyum dan tertawa. " Hahaha, seperti yang sudah kau ketahui dari bawahanku, aku ingin membeli beberapa ramuan penyembuh monster yang kau miliki. Tentu saja aku akan membayarnya dengan harga yang mahal, bagaimana dengan 1.000 Koin emas untuk perbotolnya? Bagaimana menurutmu? " Ucap saudagar Rizel dan lengsung membicarakan tujuannya mengundang Xi, yaitu ingin membeli ramuan penyembuh monster milik Xi.


" 1.000 Koin emas perbotolnya ya? Menarik, berapa banyak yang kau inginkan? " Tanya Xi kepada saudagar Rizel mengenai jumlah barang yang ingin di belinya. Di dalam inventory nya, Xi memiliki banyak sekali ramuan penyembuh monster yang dia beli dari shop system. Sekitar ada seribu lebih di dalam inventory nya, itu bisa sebanyak itu karena tidak ada apa pun lagi yang bisa di beli di shop system.


Semua skill mulai dari pasif skill, dan skill aktif lainnya semuanya sudah terjual habis. Yang tersisa hanyalah peralatan atau perlengkapan petualang tingkat dasar, dan beberapa aksesori tingkat rendah lainnya yang sama sekali tidak Xi sentuh. Untuk beberapa senjata tingkat atas lainnya, alasan Xi tidak membelinya karena dari semua atribut yang ada sama sekali tidak ada yang cocok untuknya apa lagi untuk bawahannya. Dan jutaan Poin system yang dia miliki biasanya ia tukarkan dengan koin emas dan koin platinum.


Mendengar pertanyaan Xi, membuat saudagar Rizel dan Bernard cukup terkejut. Karena sepertinya, jumlah ramuan monster yang dimiliki oleh Xi tidaklah sedikit. Itu lah yang ada di pikiran mereka ketika mendengar pertanyaan Xi.


" Uh... Eeee ini... Bisahkan kamu memberikan kami 20 botol ramuan penyembuh monster tingkat tinggi? Semuanya akan ku bayar di muka. " Ujar saudagar Rizel meminta kepada Xi.


Xi menyanggupinya dengan mengangguk. Sebuah layar system muncul di sampingnya dan menunjukkan sebuah ramuan penyembuh monster tingkat tinggi ia pun mengambilnya sesuai jumlah yang diminta oleh saudagar Rizel, dan meletakkan semuanya di atas meja.

__ADS_1


Dalam pandangan saudagar Rizel dan Bernard, mereka begitu terkejut karena Xi mampu menggunakan sihir ruang, yang mana itu sangatlah kangkah di kalangan para petualang, bahkan hanya ada sebagian kecil penyihir yang bisa melakukannya.


" Si sihir ruangkah? Ba bagaimana mungkin... Mau di lihat dari sisi mana pun, anak ini jelas seorang petarung. Dan dia memiliki sihir ruang yang mampu menampung banyak barang? Bahkan seorang penyihir veteran hanya dapat menyimpan dua atau tiga barang saja di dalam sihir ruangnya... Kalau dia bisa menyimpan sebanyak ini, berapa besar ruang dari sihir ruangnya? " Saudagar Rizel bergumam. Terkejut melihat Xi membuka sihir ruang dan mengeluarkan banyak ramuan penyembuh monster tingkat tinggi dari sana. Bukan hal yang aneh bila seseorang memiliki sihir ruang, tapi seorang petarung yang dapat menggunakan sihir ruang yang bahkan veteran penyihir sangat kesulitan, itu sangatlah aneh. Kapasitan dari sihir ruangnya begitu besar, itu sangat tidak normal.


Bernard membuka matanya lebar - lebar dan mau bagaimana pun dia melihatnya, ini terlalu luar biasa. Untuk sekelas petarung yang memiliki sihir ruang itu sangat langkah, kelangkaannya tidak dapat di bandingkan dengan para penyihir. Bagi seorang petarung, dapat menggunakan sebuaj sihir ruang itu berkah, karena mereka yang memilikinya dapat menyimpan suatu barang berharga yang dapat menyelamatkan hidupnya ketika berada dalam bahaya.


" Sihir ruang terbatas hanya untuk satu atau dua barang saja, tapi anak ini bisa menyimpan sebanyak ini... Siapa sebenarnya anak ini? Dia memiliki apa yang tidak aku miliki... Haaaa, benar - benar membuatku iri. " Ujar Bernard dalam hatinya, menghelakan nafas panjangnya, pasrah dengan apa yang ia lihat. Walau merasa iri, tidak ada yang bisa dia lakukan selain menerima kenyataan. Pada pemikirannya, mungkin ini adalah keberuntungan bagi Xi.


Keduanya salah paham akan Xi yang dapat menggunakan sihir ruang. Walau Xi dapat menggunakan sihir ruang, namun kapasitas penyimpanan nya sangat minim, dan itu hanya dapat menyimpan sekitar 4 barang berukuran kecil. Dan itu jelas tidak akan cukup untuk menampung semua barang yang di milikinya, oleh karena itu Xi tidak pernah menggunakan sihir ruangnya, dan hanya fokus menyimpan semua barangnya didalam inventory yang tak terbatas.


" Ini 20 botol ramuan penyembuh monster tingkat tinggi yang kau minta, silahkan anda periksa jika anda merasa tidak yakin. " Ucap Xi kepada saudagar Rizel yang masih terdiam karena terkejut melihat kemampuannya tadi. Ia pun juga meminta agar saudagar Rizel tuk memastikan barang yang dia berikan ini asli atau palsu, dan memastikan apakah kemurnian yang terdapat pada ke 20 ramuan penyembuh monster ini sama seperti 2 ramuan lainnya yang Xi berikan.


Saudagar Rizel sadar dari lamunannya setelah ia mendengar suara Xi. Ia menggelengkan kepalanya, lalu berkata kepada Xi.


" Tidak... Tidak perlu ku periksa lagi, sudah jelas 20 ramuan ini asli dan memiliki kualitas yang sama. " Ujar saudagar Rizel kepada Xi. Dengan skill analisisnya, Rizel mampu menganalisis suatu objek dengan kedua matanya, dan melihat karakteristik serta kualitas objek yang di lihatnya. " Sesuai dengan yang saya janjikan, 1.000 koin emas untuk satu potion. Jadi totalnya semuanya adalah 20.000 koin emas. " Lanjut saudagar Rizel.


Saudagar Rizel menoleh dan menatap Bernard, ia pun memerintahkan Bernard untuk mengambilkan uangnya. " Bernard ambil 20.000 koin emas di dalam ruang penyimpanan, dan berikan semua emas itu kepada tuan ini sebagai bayaran dari barang yang ku beli darinya. " Ucap saudagar Rizel kepada Bernard.


" Baik tuan, mohon tunggu sebentar akan saya ambilkan. " Jawab Bernard dengan nada yang rendah dan sopan. Ia pun segerah izin undur diri dam segerah mengambil uang yang di butuhkan dalam ruangan harta.


Ketika Bernard pegi meninggalkan mereka berdua, dua buah layar system muncul di hadapan Xi memberitahukan status saudagar Rizel dan Bernard si tangan kanan.


Nama : Rizel Continath. Ras : Manusia. Rank : A. Level : 106. Exp : 34.931. Class : Pedagang Besar. Gelar : Pedagang Besar Terhormat.


Pasif skill : Business, fortun, Negosiasi.


Aktif skill : Analisis, berkah pedagang.


Nama : Bernard. Ras : Beastman - Beruang Salju. Rank : S. Level : 139. Exp : 1599000. Gelar : Beast master of snow tampel.


Pasif skill : Serangan sihir tidak valid, serangan fisik tidak valid, pengaruh alam tidak valid, Resistensi Api, Resistensi Es, Resistensi Air, Ice Skin, Berkah beruang salju.


Aktif skill Rare : Snowball, Shout, Ice Clawn, Ice Armor, Ice sword Style.


Awakening skill : Wailing snow.


Melihat semua itu, Xi diam sejenak membuat ke adaan menjadi hening. Ketika memasuki ruangan saudagar Rizel, Xi sudah menyadari kalau Bernard bukanlah manusia, karena Xi merasakan adanya nafas monster yang tersembunyi dalam tubuh Bernard. Dan sekarang, setelah ia melihat papan status milik Bernard yang system tunjukkan, sudah tidak perlu ia ragukan lagi kalau Bernard itu bukanlah manusia. Melainkan dia seekor monster beruang salju yang bermutasi menjadi Beastman beruang salju.


" Aku sudah menduganya kalau dia bukanlah manusia, dia juga punya gelar Beast Master of Snow Tampel... Tempat apa itu? Aku jadi penasaran... Apa harus aku tanyakan kepada dia? " Ujar Xi dalam hatinya, setelah melihat status Bernard, ia berpikir tempat macam apa Snow Tampel yang Bernard kuasai dulunya. Xi juga berpikir apakah salah satu monster yang di carinya juga tinggal di sana?


Xi menghelakan nafasnya dan berkata " Haaa, lupakan dulu untuk sekarang... Aku akan bertanya kepadanya nanti. " Gumam Xi. " Saudagar Rizel ini... Tidak ada yang terlalu istimewa darinya tapi, skill Fortun dan juga Analisis ini tidak semua pedagang memilikinya. Tidak heran jika dia menjadi pedagang besar dan di hormati oleh banyak negara seperti yang Yumikl ceritakan. " Lanjut Xi.


Melihat Xi yang diam saja, dan sepertinya bosan menunggu. Saudagar Rizel mengambil inisiatif untuk berbicara kepada Xi.


" Tuan petualang, apakah anda datang ke tempat ini hanya untuk menjaul barang? Apakah anda tertarik untuk membeli beberapa barang disini? Saya memiliki banyak Magic Steel, peta, peralatan sihir dan beberapa barang berharga lainnya, apakah anda tertarik untuk melihatnya? " Ujar saudagar Rizel kepada Xi menawarkan dan mempromosikan barang - barang yang di jualnya kepada Xi. Walau begitu, saudagar Rizel tidak berharap banyak jika Xi akan membeli barangnya, dengan adanya 20 ramuan penyembuh monster tingkat tinggi padanya, sudah menjadi sebuah bukti kuat untuknya mempercayai kalau Xi ini berasal dari keluarga bangsawan kaya. Dan dia terlihat seperti seseorang yang tidak memiliki kekuarangan barang apa pun.


Dari semua barang - barang yang saudagar Rizel sebutkan, Xi tertarik dengan dua barang. Yaitu peta dan Magic steel. Dalam perjalanannya, sudah banyak material besi yang dia jumpai, mulai dari kualitas terendah hingga tertinggi. Namun, belum satu pun Xi menemukan Magic Steel setelah sangat lama menjelajah.


Magic Steel adalah sebuah besi berkualitas tinggi yang sangat sulit di temui apa lagi dicari. Namun, sekali kau menemukan tambangnya, akan ada banyak magic steel yang dapat kau temukan hingga saat kau menggali dan mengambil semua magic steel itu, kau akan menjadi sangat kaya.


Magic Steel merupakan besi yang paling di idam - idamkan oleh para penempah mana pun. Walau masih terdapat beberapa jenis besi lainnya, namun lebih sulit untuk di temukan. Sehingga kepopuleran besi langkah lainnya tidak sepopuler Magic Steel yang biasa salalu di gunakan untuk menciptakan barang - barang sihir.


" Tuan petualang, itu terlalu sulit. Panggil saja aku Xi, dan omong - omong tuan Rizel... " Ucap Xi kepada saudagar Rizel. Saudagar Rizel mengangkat alis wajahnya dengan bingung ketika Xi memanggil dirinya.


" Ada apa... Tuan pe, tidak... Tuan Xi? " Tanya saudagar Rizel kepada Xi dengan gugup.


" Kau bilang kau punya Magic steel? Berapa banyak yang kau miliki? " Balas Xi.


" Aa, aku tidak tahu berapa banyak tapi, jika kau ingin melihatnya aku akan mengantarmu secara pribadi untuk melihat - lihat dan memilihnya. " Ucap saudagar Rizel kepada Xi. Karena Xi tertarik dengan Megic steel, saudagar Rizel menjadi bersemangat, ini akan menjadi keuntungan besar untuknya, bahkan jika tidak bisa menjadikan Xi menjadi rekannya, setidaknya ia ingin menjadikan Xi sebagai tamu terhormatnya.


" Tunjukkan padaku tempatnya, dan... Tidak hanya itu sajakan yang kau jual? Pinta Xi kepada saudagar Rizel, dan memintanya untuk membawanya ke tempat Rizel menyimpan magic steel dam barang - barang lainnya.


" Tentu saja masih ada banyak lagi... Anda bisa memilih dan membeli apa pun yang anda inginkan tuan Xi. Saya jamin secara pribadi, akan memberikan layanan terbaik untuk anda. " Ucap saudagar Rizel.


Rizel berdiri dari kursinya, mengajak Xi tuk melihat - lihat semua barang yang ia simpan di ruangan VIP. Tempat dimana terdapat banyak item - item, herbal, dan material berkualitas tinggi yang biasanya Rizel jual kepada keluarga bangsawan yang menjadi temu VIP nya. Khususnya adalah Duke, dan keluarga kerajaan.


Dan untuk Xi, ia adalah orang pertama yang masuk ke ruang VIP tanpa status keluarga tinggi. Bisa di katakan, Xi ini di perlakukan dengan spesial oleh saudagar Rizel.


Rizel membuka pintu ruangannya untuk Xi, saat pintu terbuka. Disana terdapat banyak meja, dan lemari tersusun rapih. Banyak sekali barang - barang berkualitas terdapat di ruangan ini, jika orang biasa masuk ke tempat ini, mereka akan mengatakan tempat ini adalah surganya para petualang.


" Silahkan masuk dan pilihlah sesukamu tuan Xi. Kan saya berikan pengurangan harga kepada anda dari setiap barang yang ingin anda beli. " Ujar Saudagar Rizel dengan sopan kepada Xi.


" Aa, sebelum itu... Bisakah kau menyiapkan peta untukku? " Tanya Xi kepada saudagar Rizel sebelum ia masuk ke dalam dan melihat - lihat barang yang ada di dalam ruangan.


" Peta? Bisa saja tapi... Peta apa yang anda inginkan? " Jawab saudagar Rizel sedikit bingung, karena itu ia bertanya kepada Xi tentang peta yang Xi minta.


" Maksudku, peta hidden word ini, berikan semua salinannya kepadaku. Tentu saja aku juga akan membayar peta - peta tersebut. Peta hidden dungeon lantai satu sampai lantai lima, salin semuanya. " Jawab Xi. Xi meminta saudagar Rizel tuk membuat salinan peta hidden dungeon dari lantai satu sampai lantai lima sesuai dengan peta Aslinya. Dan dari semua peta itu, Xi akan membayarnya sesuai harga yang di jatuhkan oleh saudagar Rizel.


Mendengar pemintaan Xi, saudagar Rizel tidak keberatan sedikit pun mengenai salinan petanya atau pun peta aslinya, akan tetapi, untuk peta lantai empat dan lima, saudagar Rizel sedikit ragu. Pasalnya tidak ada orang yang pernah mencapai lantai empat dan lami, walau pun ada beberapa yang mencapai lantai empat, namun tidak satu pun dari orang - orang itu pernah kembali hidup - hidup. Semua orang yang pergi ke lantai empat semuanya menghilang tanpa jejak, tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada orang - orang itu, karena dalam beberapa tahun terakhir, sudah tidak ada orang lagi yang pergi ke lantai empat. Penjelasan hidden word ini berakhir di lantai tiga.


Melihat saudagar Rizel yang hanya diam mematung setelah mendengar ucapannya, Xi mengira jika saudagar Rizel keberatan untuk memberikan semua peta itu kepada dirinya.


" Apa itu sesuatu yang sulit? " Tanya Xi kepada saudagar Rizel.


Mendengar suara Xi yang sedang bertanya kepadanya, saudagar Rizel tersadar dari lamunannya dan berkata.


" Tidak... Tidak sama sekali, hanya saja untuk peta lantai empat dan lima ini... Aku tidak memilikinya, pasalnya tidak ada orang yang pernah kembali setelah menjelajah lantai empat, dan aku sendiri tidak pernah pergi ke sana. Jadi aku hanya bisa memberikan kepadamu peta hidden word lantai satu sampai tiga saja. " Jawab saudagar Rizel, menjelaskan kepada Xi kondisi peta lantai empat dan lima hidden word yang tidak ia miliki bahkan sampai sekarang.


Xi mengerti situasi saudagar Rizel, karena itulah Xi tidak mempermasalahkannya, akan lebih baik jika berbicara jujur dari pada memberikan informasi paslu kepadanya.


" Aku mengerti situasinya, itu tidak masalah. Tolong buat salinan peta hidden word lantai satu sampai tiga, berserta dengan bioma dari masing - masing lantai. " Ucap Xi kepada saudagar Rizel.


" Baik, kalau begitu akan ku siapkan petanya. " Balas saudagar Rizel, kemudian ia pun mengajak Xi tuk masuk dan berkeliling sembari melihat - lihat segala jenis barang yang ada disana.

__ADS_1


__ADS_2