LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 48


__ADS_3

Pertarungan kedua kelompok monster menjadi sangat sengit dengan kedua kelompok monster itu saling menjatuhkan satu sama lain. Kedua belah pihak telah bertarung cukup lama, hingga menyebabkan mereka menerima banyak luka.


Sementara itu, Xi dan Airis yang hanya menonton dari awal, mereka mulai bergerak menyerang mereka. Serangan mereka berdua yang kuat dan cepat, dengan mudahnya menumbangkan banyak monster dari kedua bela pihak yang sedang lemah itu.


Xi dan Airis dengan kecepatan mereka yang sangat cepat terus menyerang semua monster yang ada di sana. Dan membuat para monster tidak dapat bergerak karena kaki mereka tersangkut. Saat itu kegelapan yang luas menjerat kaki mereka hingga mereka tidak dapat meloloskan diri dari serangan yanh di lancarkan oleh Xi mau pun Airis.


Singkatnya mereka mengalahkan semua monster tersebut dengan mudah tanpa perlawanan yang berarti. Dan mereka berdua, tidak mengalami luka sedikit pun, walau hanya sekedar goresan saja.


" Untung aja mereka di sibukan oleh sekumpulan babi - babi ini... Jika tidak mungkin kami akan repot menghadapi sekelompok monster itu. " Ucap Airis sambil menyarungkan pedangnya kembali karena mereka mengambil ke untungan dari monster yang telah kelelahan itu.


Saat mereka telah selesai mengalahkan semua monster tersebut, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam gua dan mengambil bunga kehidupan yang ada di dalam sana untuk diri mereka sendiri. Namun saat mereka baru saja ingin masuk ke dalam mulut gua.


Sebuah suara yang keras tiba - tiba muncul dan meminta mereka untuk berhenti. " Berhenti kalian di sana! Aku sarankan kalian tidak mencoba untuk masuk ke dalam sana! " Ucap seseorang saat itu dan membuat kedua orang itu berhenti.


Xi mau pun Airis yang mendengar itu, seketika mereka berhenti dan melirik orang yang meminta mereka untuk berhenti.


Dan terlihatlah di sana kumpulan orang berarmor lengkap dengan senjata berupa pedang dan tombak tajam. Armor mereka terbuat dari bahan terbaik, dan di armor orang - orang itu, terdapat sebuah simbol sebuah negara.


Sementara kumpulan prajurit yang ada di sana, melihat tumpukan mayat monster kuat yang ada di sekitar kedua orang tersebut, mereka sangat terkejut. Tidak menyangka kedua orang itu, dapat mengalahkan monster - monster kuat, dan merepotkan seperti Phanter Iron Horn.


Bagi para petualang mau pun prajurit, Phanter Iron Horn adalah monster yang sangat sulit untuk di atasi dan merupakan monster tingkat atas yang sangat mengerikan. Kecepatan yang di miliki oleh monster tersebut, sangat mengerikan hingga membuat mereka tidak dapat melihat pergerakan dari monster tersebut. Namun kini mereka melihat tumpukan mayat monster Phanter Iron Horn tepat di hadapan mereka. Dan salah satunya adalah King Phanter Iron Horn.


Para prajurit yang ada disana berbisik - bisik tentang mayat monster yang ada di hadapan mereka saat itu.


" Hei kau lihat itu... "

__ADS_1


" Mengerikan bukankah itu King Phanter Iron Horn dan juga raja babi hutan coklat? "


" Tidak aku sangkah mereka berdua dapat membunuh nya bersama - sama... "


" Seberapa kuat mereka ini? "


Mereka berbisik dan saling bertanya - tanya satu sama lain, sambil melirik kedua orang yang ada di depan mulut gua itu. Namun pandangan mereka teralihkan pada mayat - mayat monster yang banyak itu. Dan muncul lah seyum jahat dan licik mereka, yang memikirkan tentang keuntungan mereka.


Semua orang saat itu berpikir sambil membayangkan berapa banyak uang yang akan mereka dapat jika menjual mayat - mayat monster yang langkah itu. Mereka pun terseyum, seyum serakah mereka, menginginkan semua monster yang ada di hadapan mereka saat ini.


" Hei kalian pergi lah dari sini sebelum ada yang terluka! " Ucap salah satu dari para prajurit itu meminta untuk kedua orang tersebut pergi meninggalkan tempat ini.


Kedua orang itu hanya diam setelah mendengar hal tersebut. Tidak ada alasan untuk mereka berdua mematuhi perintah prajurit itu.


Melihat kedua orang itu yang terdiam, dalam pikiran mereka. Mereka menganggap kalau kedua orang itu sedang ketakutan sampai tidak dapat menggerakan tubuhnya, karena mereka telah bertarung habis - habisan dengan para monster ini, pastinya mereka tidak memiliki energi yang tersisa di dalam tubuh mereka.


Melihat sikap prajurit itu yang memeras mereka berdua, tepatnya Xi saat itu bergumam dalam pikirannya ' Sikap prajurit ini adalah cerminan dari tuannya. Aku rasa pemimpin mereka juga serakah kayak para b*jingan ini. ' Gumamnya dalam hati. Lalu ia mengeluarkan sebuah kantung dari inventory, dimana inventory itu tidak dapat di lihat oleh siapa pun kecuali Xi itu sendiri.


Ia mengambil kantung yang berisi 60 koin emas, dan melemparkan kantung tersebut ke pada para prajurit itu. " Totalnya 60 koin emas di dalam kantung itu. " Ucap Xi setelah melemparkan kantung berisi emas tersebut.


Prajurit yang mengambil katung tersebut, melihat isi dalam kantung itu. Dan benar ada 60 koin emas di dalam sana. Mereka saling memandang dan seyum rakus dan serakah mereka pun terukir di wajah mereka semua. Melihat kalau kedua orang itu, sangat kaya dan pastinya banyak barang berharga yang mereka miliki, para prajurit itu berkata lagi.


" Ehem... 60 koin emas ini hanya untuk yang tadi... Tapi sekarang telah berbeda lagi... Bayar 100 koin emas untuk nyawa kalian. " Ucap prajurit itu dengan wajah b*jingan mereka.


Xi pun menyentuhkan tangannya di kepalanya karena tidak habis pikir kalau mereka sangat serakah. " Dasar para perampok... Baiklah... " Ucap Xi melemparkan sekantung koin emas lagi kepada mereka. Dan di dalam sana terdapat 200 koin emas.

__ADS_1


Mereka sangat senang karena mereka mendapatkan banyak uang hari ini.


" Kalian ingin mayat monster ini kan? " Tanya Xi kepada mereka semua.


Mereka terseyum setelah mendengar pertanyaan Xi. " Tentu saja. " Jawab mereka serempak.


" Bayar dengan 10000 koin emas dan akan aku berikan satu mayatnya. " Ucap Xi dengan tatapan yang sinis.


Mendengar itu, para prajurit terkejut dan kesal. Mereka baru saja merampok uang milik pria tersebut dan sekarang pria itu meminta 10000 koin emas untuk satu mayat monster tersebut. Dan ada lebih dari 40 mayat monster yang ada di sana, kalau mereka menginginkan semua mayat monster itu maka mereka harus membayar 400.000 koin emas.


Mereka sangat kesal saat mendengar itu. Salah satu dari mereka dengan kesalnya mengatakan kepada Xi " Kau B*jingan sialan! Kau mencoba merampok kami! " Teriak salah satu prajurit yang ada di sana dan di teruskan oleh prajurit lainnya.


" Tidak tahukah kau kalau kami ini prajurit dari sebuah negara besar? "


" Bocah sombong dan arogan kayak kau itu layak untuk mati. "


Mereka sangat kesal dan mengarahkan senjata mereka kepada kedua orang itu. Namun pria tersebut dengan santai berbalik badan dan masuk ke dalam gua. Sebelum masuk ia berkata " Bangkitlah! " Energi yang kuat, berkumpul di sekitar mayat para monster tersebut dan membangkitkan mereka dari kematian mereka untuk membuka mata mereka sekali lagi.


Para monster telah bangkit dengan tambahan Lightning Claw King yang muncul bersamaan dengan monster lainnya. " Airis kau tunggu di luar saja... Bunuh mereka kalau mereka mau masuk ke dalam. " Ucap Xi dan pergi meninggalkan mereka semua.


" Baik Xi - Sama! " Ucap Airis sambil membungkuk.


Melihat para monster yang mati bangkit kembali, membuat mereka semua terkejut terdiam. Para monster itu bukanlah monster yang mudah untuk di hadapai dan lagi ada monster lainnya yang memiliki kekuatan setara dengan monster - monster yang menjaga gua itu.


" I itu... Lightning Claw King... Bagaimana bisa dia ada di sini?!! "

__ADS_1


Para prajurit pucat saat di hadapi dengan monster - monster kuat tersebut dan bingung harus melakukan apa. Melawan tidak mungkin menang untuk mereka.


__ADS_2