LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 288


__ADS_3

Lautan terbelah menjadi dua bagian, jutaan monster bangkit dari tidur panjang mereka membuat kekacauan di seluruh lautan. Para monster bergerak maju mengikuti Dewa Lautan, Perwujudan kekacauan laut, Mariana dengan ganasnya mereka mengarungi lautan menuju ke hutan kematian kerajaan Asgar.


Saat para monster itu bergerak bersama - sama, laut tenang berubang menjadi sangat ganas. Ombak kecil berubah menjadi ombak yang besar, menghancurkan karang - karang laut yang di lintasi. Langit cerah berubah menjadi mendung dengan gemuruh petir yang terus muncul tanpa henti membuat perasaan sangat merinding bagi setiap makhluk yang ada di sekitarnya.


Dengan keganasan mereka, semua monster berenang dengan sangat cepat. Menghantan segala ombak yang ada di depan mereka demi mencapai tujuan mereka, yaitu menghancurkan negara Asgar.


Hutan kematian tempat negara Asgar berada. Fenomena alam yang terjadi di berbagai tempat telah di ketahui informasinya oleh mereka. Seorang Assassin dari Legion Intelijen kembali ke Asgar. Berlari dengan cepat masuk ke dalam istana menuju ke ruangan tahta saat itu.


Ketika sampai, wajah pucat serta suara nafas yang terengah - engah terdengar jelas. Saat itu ia berlutut, meletakkan satu kakinya dan tangannya di lantai, menundukkan kepalanya ketika berhadapan dengan orang - orang yang ada di depannya.


" Lapor Ratu, maaf mengganggu ketenangan anda - anda sekalian! Kedatangan saya kemari untuk memberi tahukn informasi yang sangat penting! " Kata Assassin tersebut dengan wajah pucat dan penuh keringat. Terdengar dari suara nafasnya, orang itu pasti sangat kelelahan berlari dari tempat yang sangat jauh menuju ke Asgar.


" Kau Assassin yang berada di bawah perintah Seiya kan? Apa yang terjadi? " Tanya Yumiko kepada Assassin tersebut. Di sana tidak hanya terdapat Yumiko seorang saja. Melainkan masih ada yang lainnya, seperti Asako, Yurika, Melia, Elsia, Fai, Noir, Zyx, Shena.


Semua orang ketika melihat salah satu bawahan Seiya datang dengan raut wajah yang panik itu, membuat mereka semua menjadi penasaran dengan informasi yang ingin di sampaikan oleh Assassin tersebut.


" Sesuatu yang buruk terjadi Ratu, seekor monster tiba - tiba muncul di Lembah Berapi menghancurkan beberapa kota dan negara yang di laluinya. Monster itu sangat kuat dan ukurannya sangat besar, memimpin pasukan dengan jumlah yang sangat bayak... Mengikuti kemana monster - monster itu bergerak, tujuan mereka Negara Asgar. Semua monster itu sebetar lagi akan tiba di negara Asgar! " Kata Assassin itu dengan tergesah - gesah ketika menyampaikannya.


Mendengar laporan tersebut sontak membuat mereka semua terkejut. Seekor monster yang memimpin banyak monster pastinya bukanlah monster biasa, dan yang pasti tidak mudah untuk di hadapi.


" Berapa lama waktu yang di perlukan monster - monster itu untuk sampai kemari? " Tanya Yumiko kepada Assassim itu dengan serius.


Assassin itu pun menjawab dengan tegas " 14 jam! Butuh waktu 14 jam untuk mereka sampai kemari! " Jawab Assassin dengan lantang.


Mendengar masih ada waktu yang cukup lama, Yumiko pun segera memberikan perintah darurat nya. " Semuanya! Cepat lalukan Evakuasi darurat kepada seluruh warga Asgar! " Perintah Yumiko dengan tegas dan lantang.


Semua yang berada di ruangan tahta ketika mendengar perintah tersebut, semua orang berlutut sambil berkata " Baik! " Semua orang membalas dengan serempak, segerah mereka menjalankan Evakuasi yang di perintahkan oleh Yumiko.


Setelah perintah Evakuiasi di cetuskan, para Knight yang bertugas untuk menjaga keamanan kota bergerak dengan cepat mengevaskuasi setiap warga kota menuju ke labirin. Saat masa evakuasi itu, banyak orang yang berbondong - bondong datang menuju labirin. Walau dalam keadaan yang darurat, evakuasi di lakukan dengan baik, tidak ada warga yang saling dorong mendorong, semua berjalan dengan tertib sehingga memudahkan jalur evakuasi saat itu.


Di pintu masuk labirin, Terdapat sebuah Gate yang terbuka lebar di sana. Gate itu akan memindahkan semua orang yang masuk ke dalamnya, ke ruangan Evakuasi berada. Berada di lantai yang cukup jauh, yaitu lantai 110 labirin, ruangan yang khusus di buat untuk Evakuasi.


Ruangan evakuasi lantai 110 sangatlah luas, bahkan lebih luas dari negara Asgar itu sendiri. Jadi semua orang yang berada di sana bisa beristirahat, menenangkan diri mereka. Serta di dalam sana terdapat banyak penjaga yang kuat yang menjaga ruangan evakuasi.


Walau semua orang berada di tempat yang sangat aman, namun evakuasi yang di lakukan tiba - tiba oleh Ratu mereka, yakni Yumiko Arcadia. Membuat semua orang bingung dengan keputusan tersebut.

__ADS_1


" Semua harap tenang, saya yakin kalian semua bingung dengan situasi ini. Saat ini dunia sedang menghadapi situasi yang berbahaya, tepatnya adalah negara Asgar, saat ini ada dua Makhluk kuat yang sedang berjalan menuju ke Asgar beserta dengan pasukan mereka. Saat ini, rekan - rekan kita yang berada di luar sana sedang berusaha untuk mengalahkan semua makhluk yang akan menyerang Asgar, saya harap kalian semua dapat mengerti keputusan yang di ambil oleh Yumiko - Sama. " Ucap Sorang Assassin, dengan tenang menjelaskan situasinya yang terjadi saat ini.


Mendengar penjelasan situasi tersebut dari seseorang yang berasal dari Legion Intelijen, membuat semua orang menjadi khawatir dan cemas. Namun, mereka semua tidak bisa terus seperti itu, mereka percaya kalau mereka bisa melalui hari yang mengerikan ini, dan mereka yakin kalau Yumiko dan yang lainnya akan baik - baik saja selagi penguasa mutlak dari hutan kematian sekaligus raja dari kerajaan Asgar masih hidup.


Di sisi lain, pertarungan di angkasa berlanjut dengan pertarungan yang sangat sengit. Pertarungan dengan kecepatan yang sangat cepat melebihi kecepatan cahaya berlangsung sangat lama. Keduanya saling bertukar serangan terus menerus, dan saling kejar - mengejar dalam pertarungan itu. Hingga akhirnya mereka berdua berada di dekat matahari, Kray mendaratkan tendangannya yang sangat kuat pada Xi, sehingga membuat Xi terjatuh ke dalam matahari dan menyebabkan sebuah ledakan yang cukup besar di sana.


Dampak dari ledakan tersebut tersebar luas, menyebabkan area di sekitarnya penuh dengan api panas yang berkobar. Di sana, Kray juga terkena dampak dari ledakan tersebut, walau begitu, tidak ada luka yang berarti pada dirinya saat terkena ledakan tersebut.


Berpikir Xi sudah mati, Kray berbalik dan berniat pergi meninggalkan tempat tersebut, menjauh dari matahari. Akan tetapi, baru beberapa meter ia pergi meninggalkan tempatnya, sebuah tarikan telekinesis yang sangat kuat mengikat dirinya, menariknya dengan sangat cepat masuk ke dalam matahari hingga menghantam permukaan matahari dengan sangat keras.


BOOM! Ledakan besar terjadi sekali lagi ketika Kray menghantam permukaan matahari. Setelah mendarat dengan keras di permukaan matahari, Kray berdiri kembali sembari memberikan tatapan tajamnya kepada Xi yang berdiri tidak jauh di sana.


Bersiap dengan kuda - kuda siap bertarung, melepaskan energi sihir mereka dalam jumlah yang sangat besar menyebarkan semua itu ke seluruh permukaan matahari, sehingga membuat api dari matahari yang ada di sekitar mereka pun padam karena kuatnya energi dari mereka berdua yang saling bertabrakan.


Di bawah panasnya suhu matahari yang berkisar 5.778 °C, tampak keduanya tidak merasakan rasa panas atau pun kesakitan pada kaki mereka ketika di bakar oleh panasnya api matahari.


Di samping itu, Xi yang telah bertarung cukup lama melawan Kray bergumam " Energi dalam tubuhku... Mulai tidak stabil karena saling bertarung satu sama lain, uhh ini membuat tubuhku menjadi sakit! " Kata Xi dalam hatinya sambil menahan rasa sakit yang mengikis dirinya dari dalam tubuh.


Kekuatan antara energi kematian dan energi sihir naga hitam saling bertarung satu sama lain. Itu membuat keduanya tidak dapat di gunakan secara bersamaan, sehingga hanya satu dari mereka yang bisa digunakan secara bergantian. Dan itu membuat tubuh Xi semakin lama semakin lemah karena bentrokan energi yang tidak stabil dalam tubuhnya. Namun dalam pertarungan nya menghadapi Kray, Xi menyembunyikan rasa sakit yang ia derita, serta lemahnya tubuh dirinya yang mulai melemah.


Semua itu di kendalikan oleh Kray dengan telekinesisnya yang sangat kuat. Melemparkan semua bagian - bagian matahari yang ia kendalikan kepada Xi yang ada di depannya.


Xi berjalan santai maju kedepan sambil menepis setiap puing - puing permukaan matahari yang di lemparkan pada dirinya. Ia terus melangkah maju untuk meraih Kray yang berada di depannya, namun semua puing - puing matahari yang beterbangan menghantam dirinya secara bersamaan. Itu membuat Xi terkurung di dalamnya.


Melihat Xi telah terperangkap di dalamnya, Kray membuat sebuah pedang yang sangat panjang dari energi sihirnya. Menebaskan pedangnya itu pada Xi yang telah terperangkap sebanyak tiga kali dalam kekuatan yang super besar.


Energi sihir yang kuat terasa oleh Kray yang berada cukup jauh di depan sana. Tiba - tiba energi itu berubah menjadi energi yang sangat berat dan memberikan tekanan pada Kray.


Kray cukup terkejut dengan hal tersebut, ia pun memerhatikan dengan baik apa yang sebenarnya terjadi. Terlihat di depannya, sebuah tangan yang penuh dengan energi sihir keluar dari kurangan tersebut. Xi menggunakan telekinesis nya yang sangat kuat untuk menarik Kray yang berdiri diam di sana.


Kray pun terbang dengan sangat cepat karena di tarik oleh kuatnya telekinesis milik Xi menariknya. Kray tidak sedikit pun dapat melawan tarikan telekinesis dari Xi yang sangat kuat.


Xi melepaskan dirinya dari kurungan tersebut dengan menghancurkan kurungan itu dengan kekuatan fisiknya yang sangat kuat. Puing - puing yang membuatnya terkurung pun hancur berserakan tak bersisa. Ketika Kray sampai pada dirinya, Xi memukul Kray dengan sangat kuat dengan kedua tangannya.


Hal tersebut membuat Kray menghantam permukaan matahari dengan sangat keras hingga membuat permukaan matahari hancur dan beberapa pun beterbangan di langit - langit. Xi memberikan tinjuan beruntun kepada Kray yang terkapar di bawahnya, menyerang tanpa henti untuk dengan kekuatan yang dahsyat.

__ADS_1


Walau terlihat ia sedang menekan Kray, tapi Xi merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya sendiri. Ia merasa kalau pukulannya semakin lama semakin menjadi melemah. " Apa... Kenapa aku merasa pukulanku semakin melemah dan semakin melambat! Sialan pada situasi ini... " Kata Xi dalam hatinya.


Sementara itu, Kray yang terus di serangan oleh Xi tampak tersenyum jahat dan memgerikan ketika merasakan pukulan Xi yang semakin lama semakin melemah. Ia merasa kalau ini adalah sebuah kesempatan yang tidak akan datang dua kali pada dirinya.


Kray mengangkat tangannya, menahan pukulan Xi dengan mudahnya menggunakan satu tangannya. Hal itu membuat Xi sedikit terkejut karena Kray mampu menahannya dengan sangat mudah.


" Mungkinkah... Dia sudah menyadarinya? " Kata Xi.


Kray perlahan berdiri kembali sambil menggenggam tangan Xi dengan sangat kuat. Melepaskan aura yang mengerikan sambil menekan Xi dengan kekuatan penuhnya.


Saat itu, Xi yang di tekan oleh Kray dibuat sangat kesulitan. Ia berusaha keras untuk melawan balik, namun kekuatannya tidak cukup untuk melawam balik. Karena perlahan kekuatan dal tubuhnya semakin lama semakin memurun.


" Sepertinya kau sudah mencapai batasmu, kekuatan yang besar pun juga memiliki batasan ya? Hahahaha! " Ucap Kray sambil menertawakan Xi yang sedang melemah.


Ia menarik tangan Xi dan membantingnya dengan sangat kuat ke permukaan matahari. Itu sangat kuat, sampai membuat permukaan matahati pun hancur lebur. Magma yang terdapat pada matahari beterangan kemana - mana ketika Kray menyerang Xi tanpa henti.


Kray pun melemparkan Xi ke langit dengan sangat kuat, kemudian ia mengumpulkan energi dalam jumlah besar, memusatkan energi itu pada kedua tangannya. Setelah siap, Kray melepaskan serangan yang telah ia siapkan.


Sebuah serangan yang sangat kuat mengarah kepada Xi dengan kecepatan tinggi.


Sementara itu, Xi yang melihat serangan sekuat itu mengarah kepada dirinya. Menggunakan beberapa kekuatan yang masih bisa ia gunakan untuk menghindari serangan tersebut. Dikarenakan, Skill - skill lain miliknya tidak dapat di gunakan. Dan salah satunya adalah Gluttony Symbol King Beelzebub yang tiba - tiba tidak dapat di gunakan.


Dengan kekuatannya yang tersisa, berhasil menghindari serangan kuat dari Kray. Namun, dampak dari serangan Kray sangat mengerkan, bahkan sampai membuat separuh permukaan matahari terbelah, melayang ke angkasa kemudian jatuh kembali ke matahari membuat sebuah guncangan yang sangat besar.


Saat melihat kekuatan sebesar itu, membuat Xi terkejut. Sehingga dirinya tidak sempat merespon saat Kray menyerangnya lagi. Kray menendang Xi jatuh ke permukaan matahari dengan sangat keras, membuat semua puing - puing matahari beterbangan ke langit.


Saat itu, Xi di hajar habis - habisan tanpa henti oleh Kray. Dengan kekuatan super besarnya, Kray memukul Xi dengan sangat kuat sampai masuk ke dalam inti matahari yang sangat panas. Dalam hal itu, Kray memiliki sebuah pemikiran untuk meledakan matahari bersama dengan Xi yang terjebak di dalamnya.


Melepaskan energi sihir dengan skala yang sangat besar, memunculkan banyak sekali portal - portal berukuran raksasa yang mengelilingi Matahari.


" Dengan ini... Aku hancurkan kau bersama dengan matahari dan planet lainnya! " Kata Kray sambil tersenyum. Matahari di buat bergetar hebat ketika kemunculan portal - portal yang banyak mengelilingi matahari.


Dari masih - masih portal, memunculkan satu benda asing yang berukuran sangat - sangat besar, yang ukurannya lima kali lipat lebih besar dari matahari. Lima portal menarik lima bintang mati yang berada di galaxy, memindahkan kelima bintang yang mati itu untuk menabrakannya dengan matahari.


Sementara itu, Xi tergeletak tidak berdaya di inti matahari. Tubuhnya perlahan terbakar oleh panasnya inti matahari yang sangat gila. Saat itu Xi benar - benar tidak dapat melakukan apa pun selain diam tersangkut di inti matahari yang sangat panas.

__ADS_1


__ADS_2