
Dua bulan telah berlalu setelah penyerangan tersebut, para Demon Lord menjadi sangat Pasif terhadap pergerakan mereka. Sementara para guardian yang ada kacau karena pemimpin mereka yang menghilang.
Kekacauan di daratan terus menjadi, dan semakin parah, pasukan dari Lord Orc Disaster telah membinasakan dua negera yang mereka lewati. Lord High Orc Destroyer beserta pasukannya menempati hutan kabut darah sebagai daerah kekuasan mereka, dengan jumlah mereka yang sangat banyak membuat mereka menjadi predator terkuat di tempat itu.
Sementara itu di dalam labirin, semua orang merasa energi Xi yang terus meluap - luap semakin lama semakin membesar. Yumiko sangat khawatir dengan kondisi Xi, walau sebenarnya Xi baik - baik saja dan tidak merasakan apa pun walau ia tahu kalau energinya sedang meluap - luap.
" Xi, apa kau baik - baik saja? " Tanya Yumiko dengan khawatir. Setiap hari berganti, ia terus menanyakan kondisi Xi setiap harinya.
" Aku baik - baik saja, energi ku memang meluap - luap, tapi aku merasa ada sesuatu yang menyerap energiku dari dalam. " Balas Xi dengan ringan.
Yumiko memegang tangan Xi dengan gemetar, tangan Xi lebih panas dari biasanya, dan itu membuat Yumiko semakin khawatir. Bukan hanya Yumiko saja yang khawatir akan kondisi Xi, melainkan semua orang mengkhawatirkannya.
Seseorang berjalan ketempat mereka, ia berjalan dengan anggun menggunakan gaun yang sangat indah, ia adalah Melia ibu dari Xi.
" Ibu, ada apa ingin menemui kami? " Tanya Xi kepada Melia.
Dengan ringan Melia menjawabnya. " Akhir - akhir ini energi sihirmu tidak teratur, dan ibu juga tidak dapat merasakan adanya energi naga dari dirimu. " Jawab Melia dengan ringan.
Namun itu membuat Yumiko sangat terkejut karena Xi tidak memiliki energi naga, ia pun semakin khawatir akan kondisi Xi.
" Ibu, apa yang harus kita lakukan? " Tanya Yumiko dengan khawatir.
" Jangan Khawatir, Kejadian ini sama persis seperti ayahnya dulu, tapi dulu ayahnya masih bisa mengeluarkan energi naga. " Jawab Xi menenangkan Yumiko yang khawatir. Ia melihat wajah Yumiko yang sedikit pucat karena mengkhawatirkan Xi. " Selema ini kekuatan naga milik Xi belum bangkit, walau darahnya telah bangkit, tapi ia menggunakan kekuatan dari naga lain, entah itu naga apa tapi kekuatannya sangat misterius. " Lanjutnya.
Melia menatap Xi dengan ringan " Xi, ayo kita pergi ke reruntuhan ras naga hitam. " Ajak Melia kepada Xi.
Tanpa adanya pikir panjang Xi mengangguk setuju untuk pergi ke sana, mereka bersiap untuk pergi ke reruntuhan ras naga hitam. Melia membuat sebuah Gate menuju ke reruntuhan naga hitam, di dalam istana.
" Ayo pergi. " Ucap Melia. Mereka melangkahkan kaki mereka memasuki Gate, bukan hanya mereka bertiga, tapi para bawahan Xi yang telah bersumpah setia kepadanya juga ikut masuk.
Sesampainya di sana, mereka tidak dapat merasakan adanya kehidupan apa pun. Tapi berbeda dengan Xi, ia melihat tulang belulang dari rasnya sendiri bahkan juga dari Ras ibunya, ia dapat mendengar raungan dari para pendahulunya, raungan keras, raungan untuk raja mereka dulu.
__ADS_1
Ia mendengar semua itu, dan secara tidak sadar kekuatan di dalam dirinya semakin menjadi, mencoba keluar dari tubuhnya.
Secara tak sadar ia seperti bukan dirinya lagi, kakinya melangkah maju menuju sebuah tangga yang jauh ada di depannya. Mereka semua berteriak memanggil nama Xi, namun Xi tidak mendengarnya.
Kakinya terus melangkah, langkah demi langkah raungan naga semakin keras terdengar di telinganya, memekakan pendengarnya hingga tidak dapat mendengar suara lain.
Mengijakan kakinya di anak tangga pertama, suara raungan semakin keras, energi sihir terkumpul dengan cepat, berkumpul di puncak. Semakin ia melangkahkan kakinya, semakin banyak pula energi yang terkumpul, serta semakin berat beban yang ia bawa.
Energi sihir berkumpul mengitari tempat tersebut, membentuk pusaran yang besar menjulang ke langit. Saat ia sampai di puncaknya, tiga pedang terbang dengan cepat menusuk tubuh Xi hingga menembus tubuhnya.
" XI!! " Ucap Yumiko dengan keras khawatir dengan kondisi Xi yang tertusuk oleh tiga pedang hingga menembus tubuhnya.
Mereka semua berlari menuju tangga, dengan wajah yang khawatir mereka mengabaikan pusaran sihir tersebut. Saat langkah mereka hampir mendekati sebuah anak tangga, sebuah sabit yang besar dan sangat tajam muncul menembus pusaran energi sihir tersebut. Dan jatuh di hadapan mereka semua dengan sangat kuat hingga menyebabkan tanah hancur.
Mereka semua terpental mundur sangat jauh dari lokasi sebelumnya, yang sangat kuat membuat mereka berhati -hati akan sesuatu.
Sebuah sabit berwarna hitam kemerahan menancap di tanah, sabit itu memancarkan aura yang sangat jahat, kejahatan yang sangat menggila tersimpan di sabit itu. Mereka semua berkeringan saat merasakan kengerian dari kejahatan sabit besar itu.
Pusaran energi sihir semakin menggila, menyerap semua sihir yang ada di sekitarnya. Dari padatnya energi sihir yang berkumpul itu, muncul seseorang dari sana, dengan ringan mengangkat sabit tersebut, dan orang itu membuat Melia sangat terkejut.
" KREYY!! " Ucap Melia dengan keras.
Ia adalah dewa kematian masa lalu, orang yang membunuh dewa lainnya yang ingin menguasai dunia ini.
" Aku peringatkan untuk tidak maju satu langkah pun. " Ucap Krey yang berdiri di sana dengan santainya.
" Apanya yang tidak boleh maju sialan!! " Ucap Zyx, ia melangkahkan kakinya dan maju ke depan, saat ia baru melangkahkan kakinya. Melia berteriak memperingati Zyx untuk tidak maju.
" Zyx berhenti!! " Ucap Melia dengan keras.
Namun sudah terlambat untuk dirinya menarik kakinya kembali, Krey mengayunkan sabitnya dengan santai.
__ADS_1
Dari jaraknya yang sangat jauh, Zyx terkena serangan dari Krey hingga pertahanannya hancur. Menyebabkan dirinya terluka parah, sadar akan kekuatan yang luar biasa dari Krey mereka menjadi sangat waspada, namun saat mereka sedang fokus pada Krey.
Mereka mendengar suara benda jatuh yang berkali - kali hingga membuat tempat itu bergetar, bahkan menyebabkan gempa yang sangat kuat.
Segerah mereka melihat kebelakang secara perlahan, saat melihatnya, mata terbuka lebar melihat kengerian yang terjadi di belakang mereka.
Tepat di belakang mereka, ratusan gunung besar yang berdiri di belakang mereka, semuanya terpotong hingga berkeping - keping. Memotong apa saja yang ada di belakangnya, tidak peduli seberapa kuat dan seberapa keras.
" Ke kekuatan macam apa ini?!! " Ucap Rose dengan wajah yang di penuhi keringat dan mata yang terbuka lebar.
Selama mereka hidup di sitadel, belum pernah mereka melihat kekuatan yang begitu mengerikan seperti ini, hanya dengan satu ayunan, memotong segalanya.
" Argh... Serangan apa itu? " Tanya Zyx yang terluka parah. Mereka mencoba untuk menyembuhkan Zyx dengan sihir penyembuh, namun mereka gagal. Tidak ada satu pun dari mereka yang bisa menyembuhkan Zyx.
" Ibu... Kalau seperti ini Xi... " Ucap Yumiko dengan khawatir.
Melia menatap Krey yang ada di depannya, ia melanglahkan kakinya maju menghampirinya. Krey hanya diam saja tidak membuat pergerakan apa pun, bahkan ia tidak mengangkat sabitnya sedikitpun saat Melia berjalan menghampirinya.
" Krey... Kenapa kau melakukan ini? Xi itu anak kita! " Ucap Melia dengan mata yang berkaca - kaca.
Dengan ekspresi yang tenang Krey menjawabnya. " Ini bukan kemauanku, tapi itu kemauannya sendiri. Walau Xi adalah anakku, tapi kekuatan yang ada pada dirinya adalah kekuatannya. " Balas Krey dengan tenang. " Aku sangat sedih melihatnya tidak dapat menggunakan kekuatan naga sejati miliknya, aku sedih karena aku tidak bisa menolong, aku sedih karena system yang aku buat sangat buruk. Tapi... Aku mau ia tumbuh, tumbuh menjadi sosok yang kuat. " Lanjut Krey.
" Ta tapi... Inikah cara yang kau inginkan agar dia menjadi kuat? " Tanya Melia dengan sedih melihat penderitaan Xi saat ini. " Dan juga... Kenapa ia tidak bisa menggunakan kekuatan sejatihnya seperti kita? " Tanya Melia lagi.
" Untuk menjadikan Xi sebagai naga yang hebat, ia harus masuk ke dalam medan perang, berurusan dengan kematian setiap saat, untuk mendapatkan pengalaman yang sangat berguna untuk bertahan hidup. "Jawab Krey. " Dan alasan lainnya itu karena ulah kita berdua. "
Melia terkejut matanya terbuka lebar saat Krey mengatakan ini karena kesalahan mereka berdua. Melia menganggam kedua tangannya, ia merasakan rasa sakit di hatinya karena telah membuat Xi begitu menderita.
" Walau aku yang sekarang hanya serpihan Jiwa, tapi aku masih bisa merasakan kesedihanmu. " Ujar Krey dengan ringan. " Aku tahu kau khawatir denganya, dua kekuatan naga yang begitu kuat saling menekan di dalam tubuhnya, tapi... Kau harus percaya kalau ia bisa membangunkan kekuatan sejatinya untuk menyelesaikan penderitaan ini. "
Di dalam pusaran badai sihir itu, Xi yang tertusuk oleh tiga pedang, dirinya sudah terlihat seperti sebuah mayat. Darah mengalir jatuh ke lantai, membentuk sebuah simbol naga di bawah kakinya.
__ADS_1
Di dalam kesadaran, ia di tempatkan di dalam kegelapan yang sangat gelap. Tidak ada apa pun di dalam sana, hanya ada kegelapan, kegelapan yang begitu hampa.