LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 272


__ADS_3

( Teman lama datang berkunjung )


Di dalam badai pasir terus terjadi pertempuran antara pasukan dari Duke Kelsen dan juga Dragon Warrior. Akan tetapi, walai mereka memiliki keunggulan dalam jumlah, namun kekuatan mereka tidak bisa di bandingkan dengan jumlah mereka.


Dengan mudahnya semua pasukan dari Duke Kelsen di tekan habis - habisan oleh seribu Dragon Armor yang baru saja lulus dari pelatihan.


Pada saat yang sama, Duke Kelsen mengalami luka yang parah. Ia berguling - guling di tanah seperti seekor anj*ng. Menahan rasa sakitnya, karena lidahnya yang di potong oleh salah satu Dragon Warrior.


" Kau benar - benar sampah rendahan. Tidak hanya menyeret orang lain dalam ke egoisan mu, namun kau juga menjadikan mereka sebagai kambing hitam untuk menyelamatkan nyawamu. " Ujar salah satu Dragon Warrior yang ada di hadapan Duke Kelsen yang sedang kesakitan itu. " Jika kau berada di tempat lain, dan bermusuhan dengan negara lain... Kemungkinan kau bisa selamat, karena keselamatan mu sudah di jamin secara alami. Namun, kali ini kau salah pilih mangsa... Karena yang ingin kau mangsa adalah sarang naga, bukan sarang tikus. " Lanjut Dragon Warrior itu.


" Kau sangat membanggakan dirimu sebelum nya dengan jumlah pasukan yang kau bawa tapi... Apa sekarang kau bisa membanggakan itu setelah kau melihat ini? " Lanjut Dragon Warrior itu sambil mengejek Duke Kelsen. Secara bersamaan, badai pasir perlahan menghilang. Dan setelah menghilang, terlihat semua prajurit, Knight, dan juga petualang yang ia bawa sebelumnya. Semuanya telah terbunuh di dalam pertempuran ini, tidak satu pun dari mereka yang masih hidup. Hanya menyisakan dirinya seorang saja. Itu benar - benar membuat nya sangat ketakutan.


Terlebih lagi, para Dragon Warrior semuanya ada di sana dan tampak mereka semua baik - baik saja tanpa mengalami luka yang berarti untuk mereka. Duke Kelsen menangis karena takut akan kematian nya. Ia sangat menyesal, kenapa ia harus memprovokasi sesuatu yang semengerikan ini.


Ini adalah sebuah keputusan yang sangat bodoh yang pernah ia buat selama hidupnya. Dan mungkin ini adalah yang pertama sekaligus yang terakhir untuk dirinya.


Melihat Dragon Warrior dapat menjalankan tugas mereka dengan baik, membuat Oseras merasa terharu karena usaha yang ia habiskan untuk melatih mereka tidaklah sia - sia.

__ADS_1


" Sir, kami berhasil mengalahkan mereka semua! " Ucap salah satu Dragon Warrior sambil memberikan hormat kepada Oseras.


Oseras pun menganggukan kepalanya. Sambil tersenyum ia berkata " Bagus, bagus... Kalian semua kembali dengan utuh. Tidak memalukan nama Dragon Warrior yang di berikan oleh Xi - Sama. " Ujar Oseras sambil memuji kerja keras mereka. " Tapi, kalian tidak boleh puas sampai di sini saja... Karena masih ada banyak musuh lainnya yang akan kalian hadapi, dan mungkin akan lebih kuat dan berbahaya daru yang ini. Tapi untuk sekarang, kalian boleh kembali terlebih dahulu dan beristirahat. Dan untuk semua mayat - mayat itu, tidak perlu di pikirkan. Aku akan mengirimkan orang lain untuk membereskannya. " Lanjut Oseras.


Sementara itu di dalam istana, Xi sedang berjalan menuju ke sebuah ruangan. Saat itu ia berjalan sendiri di sana " Apa ada yang ingin kalian sampaikan? " Tanya Xi kepada kedua orang itu. Tampak di sana memang tidak ada siapa pun selain dirinya, namun, ada dua orang yang menggunakan kemampuan untuk menyembunyikan dirinya dari pandangan orang lain.


Saat itu, keduanya menunjukkan dirinya dan langsung berlutut kepada Xi. " Salam Hormat Yang Mulia. " Ucap mereka berdua dengan serempak.


" Yang Mulia, terdapat sekelompok besar orang akan datang kemari... Setidaknya dalam waktu dua atau tiga hari lagi mereka akan sampai di tempat ini. " Ucap salah satu dari kedua orang itu. Ia memberikan sebuah laporan tentang kedatangan tamu yang akan datang ke Negara Asgar.


" Oh, siapa mereka? " Tanya Xi kepada mereka berdua.


Kedua orang itu adalah bagian dari anggota eksekutif yang di pimpin oleh Seiya. Dimana mereka memiliki tugas untuk mengumpulkan segala informasi yang ada di sekitar negara Asgar, serga mengawasi pergerakan yang mencurigakan yang berada di dalam negara Asgar dari balik bayang - bayang. Dan mereka di sebut sebagai Shadow Blade.


" Begitu ya... Jadi dia akan datang ke sini. Bagus, kalian boleh pergi. " Ucap Xi dengan tenang.


Keduanya mengangguk dan kemudian mereka pergi, dan kembali menjalankan tugas mereka sebagai Shadow Blade yang akan mengawasi semuanya dari balik bayang - bayang.

__ADS_1


" Karena mereka akan datang dalam dua atau tiga hari lagi, masih ada waktu untuk memikirkan itu... Sebaiknya aku kembali ke ruangan ku dam bekerja seperti biasanya. Aku ingin membuat sesuatu yang dapat melindungi negara ini saat aku tidak ada. " Ucapnya sambil berjalan pergi.


Belum lama ia berjalan, ia di kejutkan dengan kedatangan seorang wanita cantik dengan rambut putih yang panjang dan sangat indah. Tampak mata biru yang mengkilap seperti sebuah berlian yang murni menghiasi matanya. Wanita itu berdiri di hadapan Xi dengan raut wajah yang tampak terkejut namun juga bingung.


" Kau sudah bangun? Bagaimana kondisi mu? " Tanya Xi kepada Wanita cantik itu.


Namun, tanpa ia sadari, wanita itu berlari ke arahnya dengan cepat dan langsung memeluknya dengan sangat erat. Air mata membasahi wajah cantiknya itu, dan tampak senang saat bertemu dengan Xi.


" A hei... Apa kau baik - baik saja? " Tanya Xi kepada wanita cantik itu yang sedang memeluknya. Ia sedikit terkejut karena tiba - tiba saja wanita itu berlari dan langsung memeluk dirinya.


Sambil memeluk erat Xi, wanita cantik itu menjawabnya dengan lembut dan dengan perasaan yang senang serta bahagia " Iya, aku baik - baik saja... Tapi, ini benar - benar kau kan Xi? " Jawab wanita itu sambil menyembunyikan wajahnya di dada Xi sambil bertanya apakah yang ada di hadapannya adalah Xi yang asli atau bukan.


" Memangnya ada yang bisa meniru aku? " Tanya Xi kembali kepada wanita itu.


" Entahlah... Tapi aku benar - benar senang saat aku bisa melihat mu lagi. Waktu itu, saat kita bertarung besama menghadapi Guardian untuk menyelamatkan adik ku, aku sadar saat aku berbalik, semuanya telah berubah. " Jawab Wanita itu dengan perasaan yang bingung ingin menjawab apa pada awalnya. Ia hanya bisa mengingat saat saat dimana mereka bertarung bersama di markas Guardian. " Aku melihat dirimu pergi menjauh dan menjauh lagi kemudian kau menghilang dan tidak muncul kembali... Dan saat itu aku terjebak di suatu tempat yang kosong, walau aku bukan prajurit, tapi aku tetap berjuang untuk keluar dari sana. Bisahkan kau mendengar suara ku melalui keheningan? Walau begitu, aku tidak menyerah sebab aku yakin ada hari dimana kita akan bertemu lagi. " Lanjut wanita cantik itu. Dimana saat itu ia yang telah membawa adiknya pergi dari markas Guardian, ia kembali lagi untuk melihat keadaan Xi dan yang lainnya saat bertarung melawan Guardian yang tersisa.


Tapi, saat ia berbalik, dirinya telah masuk ke dalam jebakan yang telah di persiapkan oleh Guardian Celestial sebelumnya, dan membuatnya kehilangan akan kesadarannya dan berakhir dengan di kendalikan dirinya oleh para Guardian Celestial itu. Pada saat yang sama, saat ia terjebak di dalam dunia yang hampa itu, ia merasa sangat kesepian.

__ADS_1


Yang terus terlintas di pikirkan nya saat itu hanyalah Xi seorang saja. Oleh karena itu, ia mencari cara untuk keluar dari tempat itu dan terus berusaha tanpa ada kata menyerah keluar dari mulutnya. Ia terus mengingat Xi di dalam pikirannya, dan selalu berpikir apakah Xi dapat mendengar kan suaranya di tempat yang hening ini? Akan kah dia menyelamatkan dirinya dari dominasi ini?


Walau hanya ada secerah kemungkinan ia dapat sadar kembali dan lepas dari Dominasi tersebut, tapi ia tidak menyerah untuk melepaskan dirinya dari Dominasi. Karena, ia yakin kalau suatu hari ia akan bertemu dengan orang yang selalu ia pikirkan itu.


__ADS_2