
Mereka pergi meninggalkan restoran menuju ke suatu tempat. Tempat yang mereka tuju adalah sebuah tempat perjualan item dan bahan - bahan herbal. Di sana Airis bingung apa yang akan Xi lakukan di tempat seperti itu. Walau ia bingung tapi ia tidak bertanya.
Sesampainya di dalam, terlihay di dalam sana terpajang banyak herbal yang memiliki kualitan yang tinggi. Beberapa dari herbal itu mengandung sihir elemen, walau tidak banyak, tapi itu sudah lebih dari cukup.
Seorang pria dengan pakaian yang rapi datang menghampiri mereka dengan sopan. Dan bertanya tentang tujuan mereka datang ke toko mereka.
" Permisi... Tuan dan nona ada gerangan apa datang kemari? " Tanya nya keada Xi dan Airis.
" Aku ingin membeli sebuah herbal. " Jawab Xi.
" Anda datang ke tempat yang tepat... Kami menjual banyak herbal di sini. Herbal jenis apa yang ingin anda beli? " Tanya lagi sambil mengatakan kalau mereka datang ke tempat yang tepat.
" Racun. " Jawab Xi dengan singkat.
Mendengar itu, mereka terkejut karena yang di cari adalah herbal yang beracun. Dengan keringat yang membanjiri wajahnya ia berkata. " A maaf taun... Kami hanya menjual beberapa herbal yang memiliki racun. " ucap penjaga toko itu.
" Tidak masalah... Bungkus itu semua. " Ucap Xi dan langsung membeli semua jenis herbal beracun yang ada di toko.
Segerah penjaga toko itu membungkus herbal beracun yang mereka punya. Dan Xi langsung membayar herbal yang ia beli. Ia memasukkan herbal tersebut ke dalam inventory dan meminta system untuk mengolah herbal tersebut menjadi sebuah racun yang mematikan.
__ADS_1
" Tuan kenapa anda mengumpulkan banyak racun? " Tanya Airis sambil berjalan.
" Tentu untuk membunuh musuh. " Jawab Xi dengan singkat.
" Apa racun - racun itu di gunakan untuk membunuh monster? " Tanya Airis lagi.
Xi hanya mengangguk menjawab pertanyaan Airis. Setelah itu mereka mencari sebuah penginapan untuk tempat mereka tinggal.
Malam telah tiba dan Tampak Xi di dekat jendela sedang memainkan racun yang telah di buat oleh system. Tampak racun tersebut sangat kental seperti darah, namun efeknya sangat mematikan. Dengan racun - racun yang ia miliki saat ini, ia dapat dengan mudah untuk berurusan dengan monster yang jumlahnya banyak.
Saat itu, Airis datang menghampiri Xi dan memberikan sesuatu kepada Xi. Saat itu ia memberikan sebuah kalung yang ia ambil dari Kansa. Kalung tersebut sangat indah dan memiliki corak yang indah pula.
" Hmm... Ini, apa ini kalung yang kau ambil dari bocah sinting itu? " Tanya Xi kepada Airis sambil memegang kalung tersebut.
" Aku rasa... Anak itu akan mengirim seseorang untuk datang kemari dan mengambil kalung ini. " Ucap Xi sambil menyimpan nya di dalam Inventory.
" Mengirim seseorang untuk datang kemari? Kenapa? " Tanya Airis kepada Xi dengan bingung. Kenapa harus mengirim seseorang untuk datang ke pada mereka, padahal itu hanya sebuah kalunh yang jelek di matanya.
Sebelum Xi menjawabnya, seseorang mengetuk pintu ruangannya. Xi menatap Airis dan mengangguk. Meminta Airis untuk membukan pintu tersebut dan membiarkan orang itu masuk ke dalam.
__ADS_1
Airia berjalan mendekati pintu dan dengan santai membukanya. Terlihat di balik pintu berdiri seorang pria tua yang berpakaian rapi. Ia berdiri di depan pintu dengan sebuah seyuman di wajahnya, walau saat itu ia wajahnya di penuhi keringat.
" Masuklah. " Ucap Airis.
Ia pun masuk ke dalam dan berdiri tepat di hadapan Xi. Saat itu dirinya langsung berbicara kepada. " A Tuan... Saya di perintahkan kemari oleh Sir Kansa untuk mengambil kalung yang di ambil dari dirinya. " Ucap pria tersebut dengan sopan.
' Langsung ke intinya yah... ' Ujar Xi dalam hatinya. " Ohw... Kenapa aku harus memberikannya? Bukan kah dia sangat kaya? Dia bisa membeli kalung jelek kayak gini lagi sesuka hatinya. " Balas Xi.
Pria itu berkeringat saat mendengar perkataan Xi. Walau itu benar, jika keluarga Kansa itu kaya. Namun sebuah kalung yang di ambil darinya itu sangat lah penting untuk Kansa. Karena kalung itu adalah sebuah bukti kalau Kansa adalah anak dari keluarga bangsawan Elnix.
" Maaf jika saya lancang tuan... Tapi, kalung itu sangat berharga untuk beliau... Jika kalung itu tidak di kembalikan, maka beliau akan di hukum oleh keluarga nya. " Ujar Pria tersebut dengan sopan. Serta memberitahukan apa yang terjadi kepada Kansa apa bila Kansa tidak memiliki kalung tersebut.
" Di hukum? Yang kena hukumkan dia. Lalu... Apa urusannya dengan kami? " Tanya Airis sambil memasang wajah yang meledek.
Menurutnya, kalau Kansa di hukum oleh keluarganya. Maka itu adalah urusannya sendiri dan tidak ada sangkut pautnya dengan mereka berdua.
Sejujurnya Xi tidak peduli dengan apa yang terjadi pada Kansa saat ia mendapatkan hukuman. Malahan ia sama sekali tidak memikirkan nya sedikit pun. Masa bodoh untuknya karena yang di hukum bukanlah dirinya.
" Hei kau... Kalau dia ingin kalungnya kembali... Katakan kepadanya untuk mengambilnya sendiri. Kalau tidak mau akan aku buang ke kandang kuda. " Ujar Xi saat itu sambil memberikan sebuah ancaman kalau ia akan membuang kalung milik Kansa ke kandang kuda.
__ADS_1
Saat itu pria tersebut mengangguk dan pergi dari kediam Xi. Dengan cepat ia menuju ke kediaman Kansa dan memberitahukan apa yang Xi katakan. Hal itu tentu membuat Kansa sangat marah.
Namun setelah melihat kekuatan yang di miliki oleh Airis, ia berubah pikiran dan memutuskan untuk mengambilnya sendirian dengan di kawal oleh dua Knight lainnya. Ia juga akan memberikan sebuah kompensasi kepada Xi sebagai permintaan maaf darinya.