
Selagi Keiros dan Ben menempa, Xi dan yang lainnya pergi berkeliling kota kekaisaran, banyak tempat yang mereka kunjungi di sana. Seperti toko baju, restoran, serta tokoh item yang ada di sana.
Saat mereka sedang asik berjalan - jalan dengan makanan yang mereka pegang, ada suatu tempat yang membuat mereka penasaran, mereka pergi ke sana dan memeriksanya.
Sebuah tenda yang besar berdiri di tangah kota kekaisaran, menjadi tempat yang banyak di lalui oleh orang - orang di kekaisaran. Saat mereka di depan pintu masuk, mereka di sambut oleh seseorang yang ada di sana.
" Selamat datang Tuan dan Nona - nona, apakah ke datangan kalian ke tempat ini untuk membeli seorang budak? " Ucapnya dengan ramah sambil menanyakan tujuan mereka datang ke tempatnya.
Tenda besar yang berdiri di tengah kota itu, adalah tempat penjualan budak, penjualan budak tidak hanya seorang manusia saja, namun ada juga Beastman, dan monster yang berperingkat rendah.
" Membeli budak? " Tanya Yumiko dengan heran.
Sementara itu Xi dan yang lainnya juga bingung, mereka tidak habis pikir di kekaisaran Vrosia ada tempat penjualan budak di tengah kota.
" Kalau begitu silakan masuk dan melihat - lihat terlebih dahulu. " Ucap pemiliki penjualan budak.
Mereka semua saling memandang dan mengangguk satu sama lain, mereka semua setujuh untuk masuk dan melihat - lihat terlebih dahulu.
Mereka masuk ke dalam tenda itu, dan saat ada di dalam, mereka sangat terkejut dengan jumlah budak yang ada di dalam, ada banyak sekali budak yang di kurung di balik jeruji besi.
" Mereka adalah budak - budak yang kami jual, kalian dapat melihat - lihat dan memilih yang mana ingin kalian beli. " Ujar pemilik tokoh itu.
Mereka melihat semua budak yang ada di sana, bahkan Goblin sekali pun juga dapat di jadikan budak. Ada banyak ras yang terkurung di sana.
" Kau benar - benar ahli dalam mengumpulkan banyak budak ya? " Tanya Xi dengan dingin.
Merasakan hawa yang menakutkan, ia menjawab pertanyaan Xi dengan wajah yang di penuhi keringat. " Ada terlalu berlebihan tuan, sebebarnya aku tidak mengumpulkan mereka, tapi para bangsawan lah yang menjual mereka ke tempatku. " Jawabnya sambil mengusap keringatnya dengab sebuah kain.
' Lalu apa bedanya? Bukankah mereka terkumpul di sini? ' Gumam Xi.
Ia melihat status yang di miliki setiap budak yang ada disana, melihat semua class yang mereka miliki sambil berkeliling, setelah berkeliling cukup lama dia menemukan seorang budak yang memiliki Class yang unik, dan di antara para budak tidak ada Class yang sama seperti dirinya.
" Tuan apakah anda menginginkan itu? " Tanya Pemilik, sambil menunjukkan ke arah seorang pria yang di tempatkan di sebuah sel.
" Hmmm... Iya, aku akan membelinya. " Jawab Xi dengan dingin.
Yumiko dan yang lainnya terkejut karena Xi ingin membeli seorang budak, tak lama Yumiko mendekati Xi dan berbicara dengan Xi.
" Xi, apa yang kau lakukan? " Ucap Yumiko dengan berbisik.
" Membeli orang itu. " Jawab Xi dengan ringan.
" Kenapa kau ingin seorang budak? Bukankah kau sudah memiliki banyak bawahan? " Tanya Yumiko lagi sambil berbisik.
" Ya aku tahu, tapi... Dia punya sesuatu yang berbeda dari yang lainnya, aku rasa akan bagus jika dirinya menjadi rekan kita nanti. " Jawab Xi.
Walau masih bingung, ia tidak bertanya lagi dan membiarkan Xi membeli budak tersebut.
" Kenapa kau hanya diam saja? " Tanya Xi dengan dingin ke pada si pemilik tempat penjualan budak.
Ia terkejut karena Xi tiba - tiba bertanya kepadanya, ia pun segerah bergerak dan membukakan sel tersebut untuk mengeluarkan pria yang ada di dalam sel itu.
Pria itu keluar dari selnya dengan rantai yang mengikat tangannya, wajahnya lesuh, seperti orang yang ingin mati.
" Kau lepaskan rantai itu dari lengannya. " Ujar Xi sambil meminta untuk melepaskan rantai yang mengikat tangan budak tersebut.
Setelah rantai di lepas dari tangan budak itu, Xi berdiri di depannya dan bertanya sesuatu kepada budak tersebut. " Kenapa kau tidak lari setelah rantai itu lepas? Ada kesempatan untukmu lari dari tempat ini. " Ujar Xi dengan dingin.
Budak itu awalnya hanya diam saja, namun saat merasakan perasaan yang berbahaya, ia segera membuka mulutnya dan menjawab pertanyaan itu. " Kemana aku harus pergi? Setelah aku di khianati, dan ayahkh di bunuh aku sudah tidak tahu harus pergi kemana. " Jawab budak tersebut.
" Lalu jika aku memberikanmu sebuah ke sempatan untuk balas dendam, apa yang akan kau lakukan? " Tanya Xi kepada budak tersebut.
Mendengar itu, ia berpikir sejenak, ia sadar akan kemampuan dirinya yang selama ini tidak berguna, ia bahkan tidak dapat melindungi ayahnya, bahkan adiknya juga telah di ambil oleh orang lain.
Namun saat ia menatap mata Xi yang dingin, ia tahu orang seperti apa yang ada di depannya. Ia sadar jika orang yang ada di hadapannya itu bukanlah orang biasa, dalam pandangannya Xi selalu di selimut oleh kegelapan yang hampa.
__ADS_1
Ia menggenggam tanganya dengan kuat hingga berbuyi, membuka mulutnya lalu menjawab pertanyaan dari Xi. " Jika aku bisa membalaskan dendam ayahku, dan membawa adikku kembali, aku... Aku akan melayanimu, dengan kematian sebagai hukumannya apa bila aku berkhianat. " Ucapnya dengan serius.
Mendengari itu Xi cukup senang, namun tidak cukup sampai di situ ia bertanya lagi kepada budak tersebut. " Dengan kemampuanmu? Apa kau bisa melakukannya? " Tanya Xi dengan dingin.
Ia tersentak terkejut mendengar pertanyaan dari Xi, ia tidak mungkin bisa membalaskan dendam ayahnya dan juga menyelamatkan adiknya itu. Dengan kemampuannya yang hanya bisa mengendalikan beast.
" A... Aku... " Ia tak bida menjawab pertanyaan Xi itu, karena pada dasarnya ia memang tidak mampu untuk melakukannya.
" Kenapa kau ragu? Apa karena kekuatanmu hanya bisa mengendalikan beast? " Tanya Xi dengan dingin.
Pria itu terkejut karena kemampuannya di ketahui oleh orang yang ada di depannya. " Ba bagaimana kau bisa mengetahuinya? " Tanya Pria itu.
" Itu tidak penting. " Jawab Xi dengan cuek.
Mendengar jawaban dari Xi, ia tahu kalau bukan itu jawaban yang ingin Xi dengar. " Aku mungkin hanya bisa mengendalikan beast, tapi... Aku masih harua menyelamatkan adikku. " Jawabnya dengan pelan. " Tolong bantu aku! Akan aku lakukan apa saja jika anda membantu! " Ucapnya.
" Hoo, walau itu membunuh manusia atau dewa sekali pun? " Tanya Xi dengan dingin.
Ia membuang semua keraguannya dan menjawabnya dengan percaya diri. " Tentu! Akan aku lakukan! Selama aku bisa menyelamatkan adik ku, akan aku lakukan bahkan jika harus membunuh! " Jawabnya.
" Baiklah, kalau begitu kita keluar dari sini. " Ucap Xi.
" Baik! "
" Tuan, apakah anda tidak membutuhkan kontrak pada budak tersebut? " Ucap pemilik tempat dengan ringan.
Xi menatap dengan dingin lalu berkata. " Tidak, aku bisa melakukannya sendiri, jadi berapa harga yang harus aku bayar? " Jawabnya sambil bertanya.
" Untuknya saya menjualnya dengan 10 koin perak, silakan ikut saya ke tempat pembayaran tuan. " Ucap pemilik tempat sambil menuntun jalannya.
Mereka mengikuti pria tersebut, dan saat sampai di tempat pembayaran Xi membayar harga dari budak tersebut. Setelah itu ia dan yang lainnya pergi meninggalkan tempat tersebut.
Saat dalam perjalan menuju tempat Keiros dan Ben, Airis dengan tatapan sinis memandang budak tersebut, dan bertanya. " Hei siapa namamu? " Ucap Airis.
Ia berkeringat saat Airis bertanya kepadanya. " Namaku Zurugi, aku seorang Beast Tamer. " Jawabnya dengan pelan.
Bulu kuduk nya bergidik ketakutan, mendengar ancaman seperti itu, dan lagi Aura yang mengerikan terpancar dari Airis.
" Itu tidak akan terjadi... Aku telah melakukan Sumpah setia kepada Tuan. Sekarang aku juga mempunyai tanda kutukan, apa bila aku berkhianat aku akan langsung mati. " Ucap nya.
Sebelum mereka kembali ke tempat Keiros dan Ben, mereka pergi ke tempat makan terlebih dahulu. Sesampainya di tempat mekan mereka masuk dan duduk di tempat yang di sediakan.
Mereka memesan makanan yang ada di menu, sesambil menunggu makan tiba, mereka berbincang - bincang terlebih dahulu.
" Zurugi, dari tampilanmu, kau itu seharusnya seorang petualang, iya kan? " Tanya Astia dengan ringan.
Zurugi mengangguk, membenarkan apa yang Astia katakan. " Iya, sebelum mereka mengkhianati ku dan menjualku ke tempat budak tersebut, aku adalah seorang petualang dari party pahlawan. " Jawab Zurugi dengan ringan dan sedikit sedih.
" Party Pahlawan? Party apa itu? " Tanya Airis dengan bingung.
" Apa mungkin kalian bukan dari negara ini? " Tanya Zurugi kepada yang lainnya.
Mereka mengangguk membenarkan perkataan Zurugi. Ia pun mengerti kenapa orang - orang itu tidak mengetahui party pahlawan yang ada di negara ini.
" Patry pahlawan adalah party yang di dukung langsung oleh kaisar di negara ini. Di negara ini ada seseorang yang memiliki Class Pahlawan, saat kemunculannya ia menjadi pusat perhatian di negara ini. " Ucap Zurugi sambil menjelaskan tentang party pahlawan.
" Saat ia mendaftar diri sebagai petualang, ia merekrut beberapa orang yang memiliki kekuatan hebat, sedangkan untuk ku, aku di rekrut oleh orang itu sendiri, karena ia tahu kalau Class ku dapat beguna untuknya dalam membawa barang mereka. "
" Selain memiliki kekuatan yang hebat, mereka juga di hormati oleh setiap orang, bahkan seorang Rank S sekali pun. Dan itu membuat mereka lebih di perhatian oleh semua orang yang ada di negara ini. " Lanjutnya.
Mendengar cerita itu dari Zurugi, mereka mengerti. Namun Airis dan Astia mereka menahan tawa karena Zurugi hanya menjadi babu pembawa barang untuk party pahlawan.
" Ehh, kenapa kalian? " Tanya Zurugi sambil memandangi Airis dan Astia yang menahan tawa mereka.
" Jelas mereka menertawakanmu, lalu kenapa kau bisa di keluarkan? " Ucap Glaamy sambil bertanya.
__ADS_1
" A itu, karena mereka menganggapku sebagai seorang beban dalam party mereka. " Jawab Zurugi dengan sedih. " Walau aku sudah mencoba yang terbaik, tetap saja mereka hanya menganggapku sebagai beban mereka. " Lanjutnya.
" Kau membawa sebuah belati... Apa kau bisa bertarung? " Tanya Glaamy.
" Iya, walau tidak begitu mahir. " Jawab Zurugi.
" Itu hal yang wajar apa bila kau tidak terlalu mahir dalam bertarung, karena pada dasarnya kau adalah seorang Beast tamer. " Ucap Yumiko dengan ringan. " Setahuku Beast tamer itu Class yang dapat menjinakkan beberapa hewan saja. " Lanjutnya.
Zurugi menganggukan kepalanya " Iya, setidaknya aku bisa menjinakkan 10 Beast. " Ucap Zurugi dengan ringan dengan wajah yang santai.
Mereka terkejut karena Zurugi dapat menjinakkan lebih dari 1 atau dua monster. Di antara mereka hanya Xi saja yang tidak terkejut karena sudah tahu dengan jelas kemampuan Zurugi.
" Eeeehh!! Kau bisa menjinakkan 10 Beast? " Tanya Airis dengan keras.
" A iya, memang kenapa? Ada yang salah? " Jawab Zurugi dengan wajah yang bingung.
" Tentu saja ada yang salah, apa kau tidak tahu jika seorang Beast tamer paling tidak hanya bisa menjinakkan 1 atau 2 saja. " Ucap Astia.
" Eh... Memangnya begitu? " Tanya Zurugi yang masih bingung.
Ia masih tidak peham dengan apa yang di katakan oleh Airis atau pun Astia. Ia benar - benar bingung kenapa mereka sangat terkejut.
" Itu lah kenapa dia berbeda dari yang lainnya... Kalian tahu sendiri Class Beast tamer itu dapat menggunakan sihir dan membuat Kontrak dengan seekor beast. Ya aku juga tahu Class beast tamer tidak bedah jauh dengan Class Summoner yang hanya bisa mengendalikan setidaknya 1 atau 2 makhluk. Tapi dia berbeda, aku tidak tahu kenapa, tapi aku rasa itu adalah bawaannya dari lahir. " Ucap Xi dengan ringan.
" Mungkin karena ayahku seorang Summoner dan ibu ku seorang Beast tamer. " Ucap Zurugi dengan ringan.
" Dari pada memikirkan itu, mari makan dulu, aku sudah lapar. " Ucap Xi.
Makanan yang mereka pesan telah di sajikan, pada saat yang sama mereka langsung menyantap makanan yang ada di depan mata mereka, memakan makanan itu dengan lahap. Makanan di tempat itu sangat enak hingga banyak orang yang datang, bahkan banyak orang yang mengantri demi mendapatkan apa yang mereka mau.
Setelah selesai makan dan membayar pesanan, mereka pergi dari tempat itu.
Sesaat saat mereka baru saja keluar dari toko makanan, banyak orang yang berkumpul di jalanan dan sedang menyambut ke datangan seseorang.
Keramaianya yang ada di sana karena sang pahlawan yang telah kembali dan telah menyelesaikan Quest yang mereka ambil. Semua orang menyambut ke datangan party petualang dengan meria.
" Tuan Pahlawan lihat kemari!! "
" Tuan Pahlawan sangat tampan "
" Perty Pahlawan memang berbeda dari yang lainnya. "
Mereka benar - benar senang menyambut ke datangan party pahlawan.
" Jadi mereka party pahlawan? " Tanya Airis.
" Iya... " Jawab Zurugi sambil mengepalkan tangannya.
Xi melihat status dari para party pahlawan itu, saat ia melihat status anggota party pahlawan dan pahlawan itu sendiri. Hanya ada tiga orang saja dari party pahlawan yang berada pada Rank C, sementara sisanya berada di Rank D.
Xi bingung kenapa hal - hal seperti ini harus di sambut dengan meria, bahkan mereka tidak lebih dari seekor anak ayam yang baru menetas.
" Ayo pergi, tidak ada gunanya melihat sekumpulan anak ayam itu. " Ujar Xi sambil mengajak yang lainnya untuk pergi dari tempat itu dan kembali ke tempat penempaan Keiros. Namun saat di jalan Xi memikirkan sesuatu ' Class pahlawan, hmmm... Sebelum ia di berkahi oleh para dewa mau pun Guardian, aku akan membunuhnya. ' Gumam Xi sambil berjalan pergi.
Mereka semua meninggalakan tempat itu dan kembali lagi ke tempat yang kumu, dimana Keiros dan Ben sedang menempa. Saat mereka sampai di depan pintu, suara hantaman palu yang keras terdengar keluar, karena tahu kalau Keiros dan Ben sedang menempa, Xi membuka pintunya perlahan agar tidak mengganggu mereka menempa.
Saat mereka masuk, Astia dan Glaamy meletakan makan yang mereka beli di atas meja, semua makanan itu untuk Keiros dan juga Ben. Setelah menempa pasti mereka akan lapar, jadi sebelum kembali mereka membeli makanan dan membawanya pulang.
Keiros dan Ben yang telah selesai menempa, mereka melihat Xi dan yang lainnya sudah ada di dalam, dan ada sejumlah makanan di atas meja. Mereka pun berhenti sebentar untuk beristirahat.
" Kalian sudah kembali, apa ini untuk kami? " Ujar Ben sambil bertanya.
" Iya, kami membelikan semua itu untuk kalian. " Ucap Glaamy.
" Terimakasih banyak, aku akan makan dulu karena sudah lapar. " Ucap Ben dengan senang.
__ADS_1
Mereka bersantai di dalam sana, dan sedikit berbincang - bincang dengan Zurugi yang merupakan orang baru yang bergabung dengan mereka.