LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 220


__ADS_3

Pertarungan terus berlanjut selama berjam - jam, mereka berdua terus saling bertukar serangan. Tidak ada satu makhluk pun yang berani untuk mendekati pertarungan yang gila itu, pertarungannya sangat mengerikan dengan energi sihir yang berkumpul di langit.


Sementara itu, ketiga Demon Lord yang melayani Apostel of Demon Lord, mereka mendapatkan luka yang sangat parah akibat bertarung melawan pasukan Xi. Ketiga wanita yang mereka hadapi memiliki kekuatan yang jauh lebih hebat dari mereka. Tidak menyangka mereka akan di kalahkan oleh ketiga wanita itu.


" Bagaimana bisa seorang bawahan punya kekuatan mengerikan seperti itu. " Ujar Demon Lord ke 40, ia telah kehilangan setengah dari tubuhnya akibat bertarung melawan wanita berambut merah mudah, yang tak lain adalah Rose.


" Itu karena Xi - Sama yang memberikan ku kekuatan sehebat ini, tidak seperti tuan yang kau layani itu. " Ujar Rose sambil memuji Xi di hadapan Demon Lord ke 40 serta merendahkan tuan dia layani.


Demon Lord ke 40 sangat marah karena Rose menghina tuannya, namun ia sadar dirinya sudah tidak dapat bertarung lagi, dalam pikirkannya saat itu. ' Aku memang sudah tidak bisa bertarung lagi, tapi... Tidak akan ku biarkan kau lepas begitu saja karena menghina tuanku. '


Ia menghancurkan sebuah kristal yang ia simpan di tangan kirinya, pada saat kristal itu pecah, sebuah cahaya bersinar terang. Banyak Gate bermunculan pada saat itu, dan di antara Gate itu, terdapat empat Gate yang berukuran paling besar.


Setelah kemunculan Gate tersebut, gate itu langsung terbuka dan banyaknya pasukan iblis yang muncul dari dalam Gate. Ada empat iblis yang memiliki kekuatan yang sangat besar di antara banyaknya iblis di sana.


Keempat iblis yang memiliki kekuatan besar itu adalah Demon Lord ke 31, Demon Lord ke 44, Demon Lord ke 36, Demon Lord ke 25.


Melihat banyaknya musuh baru yang muncul membuat Rose menjadi kesal, dengan kekesalannya ia berkata " Sungguh, bahkan aku belum sempat untuk menarik nafas. " Ujarnya dengan kesal sambil menatapi para iblis lain yang telah datang.


Pada saat yang sama, angin berhembus kecang dengan hawa dingin di bawanya. Embun salju mulai turun perlahan, bersamaan dengan datangnya badai salju yang sangat kuat hingga membuat jarak pandang menjadi terbatas.


Kedatangan Dragon Awakening peringkat tiga Yurika di dalam pertempuran membuat suasana menjadi berubah semakin memanas. Yurika yang melihat Xi sedang bertarung dengan Azi Dahaka, ia melepaskan sinar cahaya biru yang sangat cepat dari mulutnya dan menghantamkan sinar tersebut kepada Xi.


Serangannya yang sangat kuat menghasilkan ledakan yang hebat di langit, namun dari kuatnya ledakan itu terlihat Xi yang masih baik - baik saja dan tidak menerima luka sedikit pun.


Xi pun menatapi Yurika dengan dingin, sadar kalau Yurika lah yang telah menyerang dirinya, ia menjadi kesal. Namun ia tersadar saat melihat kedua mata Yurika, matanya berbeda saat ia bertemu dengan Yurika pada saat itu, Xi pun mengerti kenapa Yurika ada pihak Guardian.

__ADS_1


" Apa sekarang jadi dua lawan satu, baiklah... Tapi ini tidak akan berlangsung lama. " Ujar Xi, ia siap untuk bertarung melawan dua makhluk yang hebat sekaligus. Tanpa adanya rasa takut, ia menguatkan serangannya, dan melepaskan dua panah berukuran besar kepada Yurika serta Azi Dahaka. Pertarungan mereka bertiga di mulai setelah Xi melepaskan serangan pertamanya.


Sementara itu Yumiko berhadapan dengan dua makhluk yang sangat kuat, kekuatan yang di miliki oleh lawan Yumiko tidak dapat di remehkan. Bahkan satu dari mereka memiliki kekuatan yang setara dengan Yumiko, bahkan bisa melebihinya.


Walau ia sedang berhadapan dengan dua Makhluk kuat sekaligus, ia masih tetap tenang walau dirinya kesulitan dalam menghadapi keduanya. Tempat dimana Yumiko berdiri sekarang telah menjadi hamparan es yang sangat dingin, dengan kedua makhluk itu yang ada di hadapannya.


" Wanita itu cukup tangguh, dia bisa menghadapi kita berdua sekaligus. " Ujar salah satu dari mereka.


" He, entah kita beruntung atau sial, kalau yang kita hadapi itu orang yang ada di atas sana, sudah jelas kita yang akan di siksa olehnya. "


Mereka berdua sangat berhati - hati dengan Xi yang sedang bertarung dengan Yurika dan Azi Dahaka. Walau ini pertemuan pertama mereka dengan Xi, walau mereka belum sempat bertarung melawan Xi, mereka sudah tahu seberapa kuat Xi dengan melihat pertarungannya melawan dua makhluk kuat tersebut.


" Aku tidak pernah melihat kalian sebelumnya, siapa kalian? " Tanya Yumiko yang penasaran dengan asal usul keduanya.


Sambil tersenyum mereka menjawab pertanyaan Yumiko. " Kami berdua adalah Apostel. "


Serangan itu bergerak ke arah Yumiko dengan sangat cepat, saat Yumiko ingin menahan serangan tersebut. Sebuah tangan raksasa muncul dari bawah tanah dan memblokir serangan tersebut. Tidak hanya memblokir serangan Apostel itu, namun juga menyerang kedua Apostel tersebut.


Melihat hal itu membuat Yumiko terkejut siapa yang memblokir serangan dari Apostel yang menyerangnya. Dari atas muncul seorang pria, dan berpijak pada tangan raksasa tersebut.


" Yo, sepertinya kau dalam kesulitan. " Ucapnya. Ia adalah Apocalyps The Last King Of Giant.


Yumiko bingung saat orang itu berbicara kepada dirinya, dan seolah mengenalnya. " Ha kau siapa? " Tanya Yumiko kepada Apocalyps The Last King Of Giant.


" Aku Apocalyps The Last King Of Giant. Senang bertemu denganmu. " Balas Apocalyps The Last King Of Giant.

__ADS_1


Mendengar itu Yumiko teringat sesuatu ' Aku ingat kalau Xi telah bergabung dengan Apocalyps, tapi bagaimana dia bisa ada di sini, bukankah kami tidak memberitahukan lokasi ini kepada nya? ' Ujarnya dalam hati. Yumiko bingung kenapa Apocalyps The Last King Of Giant, bisa sampai di tempat ini.


Di tengah kebingungannya, muncul seseorang lagi di atas tangan raksasa itu, ia adalah Apocalyps Lord of Predator.


" Sepertinya kita bertemu dengan teman lama. " Ujar Apocalyps Lord of Predator. Sambil melihat kedua Apostel yang ia maksud sebagai teman lama.


" Ha sepertinya sudah gak bisa mengelak lagi... Maju kalian berdua! " Ujar salah satu dari Apostel menantang kedua Apocalyps untuk bertarung.


Pertarungan dengan adu kecepatan yang sangat tinggi melebihi kecepatan suara pun berlangsung. Mereka berempat terseyum saat mereka sedang bertarung, mereka sangat senang karena dapat bertemu lagi dan bertarung kembali.


Yumiko yang melihat itu menjadi bingung karena lawannya telah berbelok menghadapi orang lain. Dan kini ia hanya diam saja menonton pertarungan mereka.


Sementara itu, Xi yang menghadapi Yurika dan Azi Dahaka telah sampai pada klimaksnya. Angin mulai berhembus kencang dengan badai sanju yang menghalangi mata.


Sinar biru yang sangat terang menyinari mereka, Yurika menggunakan keterampilan pamungkasnya untuk menjatuhkan Xi, begitu juga dengan Azi Dahaka, dari ketiga mulutnya tercapancar sinar cahaya merah yang sangat terang. Keduanya telah siap untuk melepaskan serangan mereka. Dan Xi dari mulutnya terpancar cahaya hitam yang sangat mengerikan, ia juga siap untuk melepaskan serangan pamungkasnya.


Ketiganya menyerang bersamaan dengan Yurika serta Azi Dahaka yang menggabungkan serangan pamungkas mereka, sinar cahaya biru yang begitu dingin dan sinar cahaya merah yang dapat menghilangkan apa pun menjadi santu dan menciptakan sebuah serangan yang sangat mematikan. Kedua serangan itu berubah menjadi warna ungu dan mengarah kepada Xi dengan sangat cepat.


Sementara Xi, ia melepaskan serangan pamungkasnya, sinar cahaya hitam yang dapat melenyapkan cahaya bergerak dengan cepat ke arah serangan Yurika dan Azi Dahaka. Serangan Xi merupakan serangan gabungan dari kedua skill awakening miliknya, Black Dragon Breath of Destruction, dan Thread of life and death. Hal itu menyebabkan terciptanya serangan yang sangat mematikan, bahkan dengan serangan itu Xi dapat menghilangkan sebuah bintang dengan sekali serang.


Hantaman pertama dari kedua serangan menghasilkan gelombang kejut yang sangat hebat. Hingga membuat semua yang ada di langit dan daratan bergetar, kedua serangan yang hebat itu saling mendorong satu sama lain, menunjukkan serangan siapa yang akan menjadi pemenangnya.


Mereka yang bertarung di bawah langit gemetaran saat melihat dua kekuatan yang sangat luar biasa kuat saling bertabrakan, bahkan gelombang kejut yang di hasilkan oleh tabrakan serangan itu membuat mereka sangat tertekan, bahkan di antara mereka ada yang terhempas.


Sinar cahaya ungu dan sinar cahaya hitam saling mendorong satu sama lain, begitu lama serangan masih berlanjut dengan sengit. Namun dengan cepat sinar cahaya hitam mendorong mundur sinar cahaya ungu.

__ADS_1


Dengan cepat sinar cahaya hitam mendekati Yurika dan Azi Dahaka, mereka berdua berusaha keras untuk mendorong sinar cahaya hitam. Walau mereka telah mengerahkan kekuatan mereka, namun hasilnya tetap tidak berubah. Sinar cahaya hitam menghantam mereka berdua dengan sangat kuat. Hingga membuat langit terkoyak - koyak oleh sinar cahaya hitam.


__ADS_2