
Di angkasa. Xi telah menghabiskan banyak waktu melawan Kray yang seorang kloningan ayahnya sendiri. Namun, memiliki kemampuan, dan kekuatan yang berbeda. Karena dasar dari kekuatan Kray bukanlah kematian, tetapi kehancuran dan kekerasan.
Kray tertawa, mendengar sorakan orang-orang yang menyemangati Xi saat ini. Entah kenapa, tetapi dia juga merasa senang. Ini semakin membuatnya bersemangat meski terus di pojokan oleh Xi sebelumnya. Tetapi keadaan sekarang telah berbalik.
"Sepertinya masih ada banyak orang disana, dan mereka sedang menyemangati mu Dewa Kematian Hitam. Tetapi, itu tidak akan bertahan lama, karena aku akan memusnahkanmu!"
Tersenyum jahat, tampak dia sedang merencanakan sesuatu. Dia menatap rendah ke arah Xi yang sedang terluka di bagian lengan sana.
Saat ini, Xi berada di antara bebatuan asteroid yang mengambang.
"Senyum mu itu, sedikit membuatku jijik. Entah apa yang kau rencanakan, tetapi itu tidak akan berhasil."
Dengan energinya yang tersisa, Xi menyembuhkan luka yang di deritanya. Tepatnya adalah luka di tangan kirinya yang di akibatkan menahan ledakan besar yang di sebabkan oleh Kray itu.
"Tidak akan berhasil? Coba kita lihat, apakah kau dapat bertahan dari serangan ku ini! [Maximum Destroyer]!"
Kray melepaskan auranya dalam jumlah yang sangat besar. Mengubah aura kehancurannya menjadi partikel-partikel kecil yang lalu dia padat kan menjadi sebuah bola raksasa. Sebuah bola merah yang didalamnya terdapat kehancuran.
Di lemparkan kepada Xi dengan sekuat tenaga. Bola itu melesat laju.
Melihat itu, Xi segera mengambil tindakan. Dengan kondisinya saat ini, menahan serangan tersebut dengan serangan yang sama kuatnya akan merugikan dirinya.
Oleh karena itu, Xi menggunakan [Gluttony Symbol King Beelzebub] untuk menghentikan serangan tersebut dengan memakannya.
Berharap Beelzebub mampu memakan energi sebesar itu.
"[Beelzebub]! Makan itu!"
Seketika saat menyebutkannya. Kegelapan secara cepat menyebar dan terlihat membentuk sebuah penghalang yang besar bagaikan dinding yang kokoh. Menutupi pandangan Xi, tetapi dia tahu dengan ukuran ini pasti dapat melahap semuanya.
"Ledakan!"
Ketika hampir bersentuhan dengan Beelzebub. Kray mengerikan sesuatu yang membuat [Maximum Destroyer] miliknya meledak sebelum di lahap oleh Beelzebub.
Ledakan yang begitu besar, jika itu [Maximum Destroyer] jatuh di sebuah planet. Planet tersebut akan hancur berkeping-keping oleh ledakan yang begitu dahsyat.
Dari ledakan tersebut, itu menghancurkan Beelzebub. Dan membuat Xi terhempas jauh dari tempatnya karena terdorong oleh gelombang kejut yang sangat kuat. Gelombang kejut yang begitu kuat, dapat menghasilkan gaya dorong yang sama kuatnya, sehingga, tidak mengherankan jika Xi dapat terhempas.
Dengan muka masam, saat mendapatkan pijakan kembali Xi menatap Kray yang berada jauh disana.
"Orang ini... Benar-benar-" Belum sempat Xi selesai berbicara. Kray menghilang dari tempatnya berada, dan kembali muncul tepat di hadapan Xi. Saat muncul, Kray langsung mengekang Xi dengan rantai yang amat kuat, sehingga Xi tidak dapat lepas dan melarikan diri.
__ADS_1
"Setelah aku membunuhmu, aku akan membunuh semua orang-orangmu! Tidak akan aku biarkan mereka datang dan membalas dendam kepadaku di masa depan kelak!"
Setelah mengatakan itu. Kray menarik rantainya, dan melakukan gerakan memutar berkali-kali dengan sangat cepat. Itu terlihat seperti gerakan akrobatik, namun sangat jelek. Dan saat ini, dia sedang memutar-mutarkan Xi selayaknya mainan.
Cukup lama, dan Xi sama sekali tidak melakukan perlawanan. Kekuatan nya benar-benar di batasi oleh rantai tersebut. Sepertinya, itu adalah rantai yang digunakan oleh para Dewa untuk menahan, dan memenjarakan Kray di masa lalu.
Merasa sudah cukup, dengan sekuat tenaga dia melepaskannya dan melemparkan Xi kembali ke matahari.
"Aku akan membuatmu tiada sampai tak bersisa sekarang![Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction]"
Skill tersebut adalah skill yang dimiliki oleh Dewa Kehancuran di masa lalu. Sebuah serangan skala besar yang di gunakan oleh Sang Dewa Kehancuran untuk menghancurkan, dan meledakkan sebuah bintang.
Dan kini. Kray menggunakannya untuk menghancurkan matahari. Dan meledakkan bersama dengan Xi didalamnya.
Xi yang terombang-ambing di angkasa luas. Terdorong oleh [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction] yang di tembakkan oleh Kray. Saat ini Kray benar-benar serius, dan benar-benar berniat untuk membunuhnya sekarang.
Sementara itu, Xi yang tertabrak oleh [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction] tidak dapat melakukan perlawanan apapun, dan hanya bisa pasrah saat dirinya di dorong ke matahari.
Bersama dengan [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction], menabrak matahari dan meledakkan nya.
Ledakan super duper dahsyat menimbulkan munculnya lubang cacing disana. Dan ukurannya sangat besar, mampu menelan apapun yang ada di sekitarnya. Bahkan bulan dan dunia dapat di telannya.
Hawa keberadaan Xi sudah tidak dapat di rasakan nya lagi. Mengartikan bahwa Xi sudah mati.
"Hahahaha! Sekarang kau sudah mati! Ini saatnya aku menguasai alam semesta ini!"
Tertawa dengan gembira. Dia berbalik melihat ke arah planet. Disana, terdapat banyak sekutu-sekutu Xi yang bisa saja menjadi ancaman di masa depan saat dia berkuasa nanti. Tidak mau terkena karmanya, Kray berniat untuk memusnahkan mereka sekarang.
"Oh ya, aku tidak melupakan kalian! Aku sudah berjanji akan melenyapkan kalian setelah pemimpin kalian mati."
Sekali lagi, Kray menggunakan [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction]nya.
"Mati!"
Kray melemparkan [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction]nya.
Itu langsung jatuh menuju dunia. Langit seraya bergetar ketika [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction] jatuh. Dunia terasa terjadi kiamat yang dapat memusnahkan segala macam kehidupan yang ada di dalamnya.
Getaran kuat yang berasal dari langit sampai terasa di tempat. Di dunia, Melia dan yang lainnya menyadari adanya bahaya yang akan datang. Semuanya bersiap-siap untuk menghentikan bahaya tersebut.
Berbeda dengan Krey. Dia terlihat tenang. [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction] terlihat bukan apa-apa di depan matanya. Itu hanyalah mainan anak-anak.
__ADS_1
Dari tempatnya berada sekarang, Krey bisa saja menangkap [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction] milik Kray dengan tangan kosong. Bagi Krey itu bukanlah sesuatu yang berbahaya.
"Orang itu benar-benar berniat menghancurkan dunia ini." Ujar Krey sambil tersenyum. Dia sama sekali tidak menanggapi keseriusan ini dengan serius. Dia bahkan masih sempat tertawa bercanda.
"Apa? Siapa yang berniat menghancurkan dunia ini?"
Menjawab rasa penasaran Melia. Kray menjawab dengan nada yang santai. "Musuh yang sedang Xi hadapi saat ini. Dan seperti, tadi dia berhasil melempar Xi ke matahari dan meledakkan nya."
"Ha? Meledakkan matahari? La lalu... Bagaimana dengan kondisi Xi saat ini? Aku tahu kau bisa melihatnya walau dunia saat ini sedang di tutupi kegelapan."
Ya, matahari yang meledak telah membuat dunia jatuh dalam kegelapan. Tentu saja, tidak ada lagi orang yang dapat melihat dengan jelas di kegelapan selayaknya malam ini. Bahkan gelapnya ini lebih gelap, dan lebih mengerikan dari pada jalan di malam hari tanpa lampu. Benar-benar semuanya telah tertutupi oleh kegelapan.
Alasan mereka masih dapat melihat di kegelapan ini karena indera penglihatan mereka yang tajam, serta beberapa orang dari mereka menggunakan sihir cahaya, dan api untuk menerangi sekitar.
Melihat Melia yang khawatir, Krey menjawab. "Emmm, aku tidak tahu... Meski aku dapat melihatnya, tetapi aku tidak melihat Xi-
"Ha? Apa maksudmu Krey?"
"Seperti yang aku katakan, aku tidak melihat Xi disana. Disana hanya ada lubang cacing yang besar sedang menghisap sisa-sisa bekas ledakan mataharinya. Tapi jangan khawatir, aku yakin Xi baik-baik saja."
"Be benarkah?"
Melia merasa tidak nyaman dan dia sangat khawatir. Meski Krey tidak pernah berbohong pada dirinya, tetapi dia tidak bisa percaya begitu saja. Krey baru saja mengatakan Xi di lemparkan ke matahari dan musuhnya meledakkan matahari untuk membunuh Xi.
Itu terdengar sangat mustahil, bagaimana bisa ada makhluk yang dapat menghancurkan matahari. Akan tetapi, itulah kenyataannya. Saat ini matahari telah hancur karena di ledakkan oleh Kray.
Krey menanggapinya dengan anggukan pelan. Meski begitu, itu sama sekali tidak menghilangkan rasa kekhawatiran orang-orang.
Menghela kan nafasnya, Melia mencoba untuk percaya.
"Jika terjadi sesuatu kepada Xi... Lihat saja, aku akan membunuhmu!" Dengan nada yang dingin, serta sebuah ancaman. Semua itu di tujukan kepada Krey. Melia terlihat serius saat mengatakannya, dan itu membuat Krey sedikit merinding.
Meski dia tahu Melia tidak dapat melakukannya, tetapi tetap saja hawa dingin yang menutupi tubuhnya benar-benar membuatnya mengigil.
"Tapi jika dia baik-baik saja... Hmmm, aku ingin anak kedua."
"Kau!!* Heh, baiklah, jika Xi terluka aku akan mencekikmu sampai mati!"
"Hehe, tidak masalah."
Semua orang yang melihat pertengkaran suami dan istri itu hanya bisa diam dan terheran-heran. Bahkan ketiga Istri Xi sampai bingung sejagung-jagungnya.
__ADS_1
"Kok mereka malah taruhan?" semua serempak.