LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 118


__ADS_3

Lima Demon Arc Duke telah muncul dan menginjakkan kaki mereka di daratan manusia berserta dengan pasukan mereka. Awalnya para petualang dapat mengatasi setiap iblis yang keluar dari gate. Namun, setelah kemunculan satu Demon Arc Duke semuanya telah berubah. Dua orang dengan peringkat S, sekaligus anggota utama dari Guild Holy Sword terbunuh oleh satu Demon Arc Duke. Dan kini terdapat lima Demon Arc Duke yang mengacau di permukaan.


Dengan kemunculan Demon Arc Duke, situasi telah berbalik, kini para iblis sangat mendominasi pertarungan. Semua petualang sangat kewalahan dalam menghadapi Demon Arc Duke. Bahkan satu saja sudah membuat banyak nyawa melayang.


Bahkan untuk petualang Rank S, yang selalu membanggakan kekuatan mereka. Kini mereka tidak lebih dari seekor semut yang di hajar oleh kelima Demon Arc Duke. Bahkan beberapa anggota dari Holy Sword terbunuh karena menghadapi kelima Demon Arc Duke.


Sinji bertarung menghadapi salah satu Demon Arc Duke. Dengan kecepatannya, ia dapat menghindari segala serangan yang di lancarkan oleh Demon Arc Duke, serta ia pun mampu memberikan serangan balasan kepada Demon Arc Duke yang menyerang dirinya. Akan tetapi, setiap serangan yang ia lakukan, tidak satu pun dari serangan itu dapat memberikan luka pada Demon Arc Duke.


Itu membuatnya menjadi frustrasi karena Demon Arc Duke sangat sulit untuk di hadapi, dan kekuatan dari Demon Arc Duke sangatlah berlebihan untuk menghadapinya seorang diri. Sambil menghindari setiap tebasan pedang dari Demon Arc Duke, Sinji bergumam dalam hatinya. " Iblis ini terlalu kuat... Energi sihir yang mengelilinginya menjadi sebuah armor untuknya... Mustahil menghadapi iblis ini sendirian, setidaknya perlu dua atau tiga Rank S yang saling bekerjasama untuk mengalahkannya tapi... Iblis ini juga pintar... Mereka bahkan menargetkan Healer dan Support kami terlebih dahulu... Ini benar - benar merepotkan, semua rencana jadi kacau gara - gara mereka... " Kata Sinji dalam hatinya. Di saat itu, ia di pojokkan oleh iblis yang sangat mahir dalam ilmu berpedang, bahkan Sinji yang selalu di sebut - sebut sebagai master pedang negara Elf, dia sangat tidak berdaya di hadapan iblis tingkat Arc Duke.


Di sisi lain, Milia yang berniat untuk membalaskan dendam atas kematian Bion, ia bertarung melawan iblis merah sendirian. Milia terus - menerus menebaskan pedangnya tanpa henti menyerang iblis merah. Walau terkena serangan dari Milia, tidak ada luka yang di derita oleh iblis merah. Milia sangat terkejut dengan ketahanan dari iblis merah, itu benar - benar sangat kuat, seolah dirinya seperti sedang menebas sebuah tembok yang besar.


Iblis merah dengan mudahnya menghempaskan Milia hanya dengan ledakan aura yang terpancar dari tubuhnya. Saat itu Milia terhempas dan mendarat jatuh dengan sangat keras. Milia pun tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat, tidak menyangka hanya dengan aura dari iblis itu saja sudah membuatnya terlempar dan mendengar luka.


" Apa - apaan iblis itu... Kekuatanya sangat tidak masuk akal... " Kata Milia yang tergeletak di reruntuhan bangunan. Seketika setelah ia selesai berbicara, terlihat iblis merah berlari ke arahnya dengan sangat cepat.


Milia merasakan adanya bahaya ketika iblis merah mengejar dirinya. Segerah ia lari untuk menyelamatkan dirinya. Milia yang melarikan diri, melihat ada seseorang yang sedang menghadapi seekor iblis. Melihat orang itu, Milia lekas berlari ke arahnya, menebaskan pedangnya pada iblis yang menyerang orang itu.


Melihat iblis yang menyerangnya mati, orang itu terkejut. Seketika muncul Milia di hadapannya yang membuatnya dirinya terkejut lagi.


" Wuaaaaaa... Siapa kau? " Tanya Katashi kepada Milia.


" Tidak ada waktu untuk berbicara panjang... " Balas Milia sambil melirik iblis merah yang masih mengejarnya. Milia memang erat pundak Katashi, kemudian menariknya dengan kuat " Manusia... Alihkan perhatian iblis itu! " Lanjut Milia sambil mendorong Katashi ke arah iblis merah yang masih mengejar.


Melihat Iblis merah yang sangat besar dan mengerikan. Membuat Katashi sangat terkejut sekaligus ketakutan. " Apa - apaan dengan iblis itu... Itu sangat mengerikan, aku tidak mungkin bisa menghentikannya! " Ujar Katashi. Melihatnya saja sudah membuat Katashi kehilangan keyakinan.


Sementara, Milia tampak tidak peduli dengan ocehan Katashi. Karena sudah ada umpan untuknya melarikan diri, Milia pun berjalan pergi meninggalkan Katashi untuk menyelamatkan hidupnya. Sambil berjalan pergi, Milia bergumam di dalam hatinya " Dia hanya manusia rendahan, tidak ada yang akan peduli kepada nya walau pun dia mati... Heh sebaiknya aku pergi dulu untuk menyelamatkan diri. " Kata Milia dalam hatinya. Pergi meninggalkan Katashi.


Dalam beberapa langkah saat dirinya pergi meninggalkan Katashi, sesuatu terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sebuah benda melewati Milia dengan sangat cepat, dan itu tepat di sebelah kanan wajahnya, serta sedikit memotong rambutnya dan melukai telinganya.


Milia yang sadar ada sesuatu yang melewati dirinya dengan sangat cepat, ia terdiam terkejut. Ia merasa ada sesuatu yang basah pada telinganya, segerah ia memegangnya untuk memastikan apa itu. Setelah ia memegang dan melihatnya dengan mata kepala sendiri, ia sangat terkejut karena apa yang ada di tangannya saat itu adalah darahnya sendiri.


Milia pun di tambah terkejut lagi mendengar suara jeritan yang sangat keras. Suara itu berasal dari iblis merah yang kakinya tertusuk tepat di lututnya oleh sebuah dagger, iblis merah terjatuh sambil terseret - seret karena sebelumnya ia berlari sangat cepat.


Seseorang terbang dengan cepat melewati Katashi. Melihat orang itu, Katashi sangat terkejut, dan ia langsung berteriak karena senang. " Kak Xi! " Teriak Katashi dengan senang melihat Xi datang.


Sementara Milia masih di buat terkejut dengan kedatangan pemuda berambut putih itu, yang datang dan langsung membunuh iblis merah dalam satu serangan. Pemuda berambut putih itu memberikan sebuah tendangan yang sangat kuat dan langsung menghantam kepala dari iblis merah.


Dari tendangan itu, terdapat dua buah skill yang aktif sekaligus menciptakan sebuah ledakan yang sangat kuat. Ledakan yang amat kuat itu menghancurkan permukaan tanah, bebatuan beterbangan karena hembusan angin yang sangat kuat berasal dari ledakan tersebut. Kedua skill itu yang menyebabkan ledakan besar adalah skill Dragon Revenge Fire Kick + Fiery Step. Keduanya berasal dari sebuah item yang di pakai oleh Xi.


[ Fire and death dragon twin boots ] Rank : S. AGI : + 40. VIT : + 40. Skill : Dragon Revenge Fire Kick : Menghantakan kaki ke tanah, dan mengubah area yang di tentukan penuh dengan api yang meledak - ledak dari bawah tanah. Skill : Death breath urge : Menghentakan kaki pada tanah, dan memberikan sebuah dorongan angin kuat yang bercampur dengan aura kematian. Semua musuh dengan Rank di bawah C akan mati. Skill : Fiery Step : Dapat memumculkan api yang menyebar luas yang membakar apa pun. ( Dapat menimbulkan sebuah ledakan api yang amat kuat bila mendendang dengan sangat kuat ). Efek : - Meningkatkan kecepatan berlari sebesar 30%. - Menghilangkan suara langkah kaki saat bergerak.


Ledakan yang amat kuat itu langsung menghancurkan kepala dari iblis merah sampai tak berbentuk lagi.


Milia yang melihat kehebatan dari serangan tersebut sangat terkejut sampai - sampai ia juga tercengang. " O orang itu... Membunuh iblis merah yang bahkan tidak mampu aku gores sedikit pun henya dengan satu serangan? Siapa sebenarnya orang itu? " Kata Milia dalam hatinya sambil bertanya - tanya.


Melihat Xi membunuh iblis merah dalam satu serangan, Katashi sangat kagum dengan kehebatan Xi. Sementara itu, Xi yang melihat Katashi ada di sana, segerah ia menghampirinya sambil bertanya " Apa kau baik - baik saja Katashi? "


Katashi mengangguk " Aku baik - baik saja... Kak, kau sangat hebat dapat mengalahkan monster itu hanya dalam satu serangan! " Jawab Katashi. Matanya bersinar, ia sangat mengagumi kehebatan Xi yang mampu mengalahkan musuh - musuh kuat sendirian.


Xi tidak menghiraukan pujian tersebut, lalu ia menepuk pundak Katashi sambil berkata. " Kau sampai di sini saja, serahkan sisanya kepada kami... Sebaiknya kau pergi menjauh dari lokasi pertarungan sekarang, bos dungeon akan muncul sebentar lagi dan itu juah lebih kuat dari iblis merah yang baru saja aku kalahkan... " Ucap Xi meminta kepada Katashi untuk pergi meninggalkan medan pertarungan. Mendengar itu, Katashi mengangguk dan tidak membanta sedikit pun. Walau sebenarnya ia masih ingin bertarung, tapi ia sadar akan kekuatannya yang pasti tidak akan berguna dalam pertempuran kali ini. Bersamaan dengan itu, Xi melirik Milia yang ada di sana dengan tatapan dingin. " Dan untuk mu... " Lanjut Xi.


Sebelum Xi selesai berbicara, Milia langsung menyelanya " Heh... Kau ingin apa dari ku? Aku sarankan kau tidak macam - macam dengan ku, aku ini anggota utama dari Guild Holy Sword... " Ucap Milia menyelah Xi.


Xi menyipitkan matanya, menatap Milia dengan dingin dan tajam. Sontak hal tersebut langsung membuat Milia merinding ketakutan, kakinya gemetaran karena takut. Dalam hatinya, ia pun bergumam " Aku gemetar! Mustahil... B*jingan rendahan ini... ?! B*jingan yang entah dari mana, yang bahkan namanya tidak pernah aku dengar... Tidak mungkin! Tidak bisa aku percaya ini! Tapi tekanan kuat... Macam apa ini! " Kata Milia dalam hatinya sambil membayangkan kengerian pemuda berambut putih itu. Mata pemuda itu bersinar terang, memancarkan niat membunuh yang luar biasa.


Dengan dingin, Xi membuka mulutnya. Berbicara dengan nada yang berat kepada Milia " Kau sebaiknya tetap diam di tempat mu, jika kau bergerak bahkan jika itu cuma satu inci... Aku akan membunuhmu! " Kata Xi memberikan peringatan sekaligus ancaman kepada Milia.


Milia terdiam membeku seperti patung, mulutnya membisu. Ia benar - benar sangat ketakutan mendengar ancaman tersebut.


Ukuran Gate membesar secara tiba - tiba, bersamaan dengan itu terjadi ledakan energi sekali lagi. Tapi kali ini ledakannya lebih besar dari sebelumnya, suara ledakan itu sangat mengerikan. Itu seperti suara Bom super besar yang meledak.


Dari balik Gate itu, seekor naga yang ukurannya sangat besar, bahkan hampir menyamai sebuah gunung keluat dari Gate. Di belakang naga itu, terdapat iblis api setinggi tiga meter yang memiliki empat tangan. Keduanya keluar dari Gate tersebut bersama - sama, setelah keduanya keluar, Gate menutup menandakan kalau kedua monster itu adalah bos dari Gate S class tersebut.


Semua orang sangat terkejut melihat seekor naga yang ukurannya sangat besar. Untuk melihat ke seluruhan dari naga itu, mereka semua harus mendungakkan kepala mereka ke atas. Setelah melihat bos dungeon sebesar itu, mereka semua terlihat sangat putus asa.


" Hehe manusia... Mati! " Ucap Naga besar tersebut sambil menembakkan nafas apinya yang sangat kuat. Dalam satu semburan nafas apinya, ratusan prajurit dan petualang terbunuh. Puluhan bangunan hangus terbakar bahkan sampai tidak tersisa dan rata dengan tanah.


Dampak dari semburan nafas naga itu sangat mengerikan. Jejak dari serangan naga itu membengkas di tanah, terlihat seperti sebuah jalan. Naga itu pun tertawa saat melihat wajah - wajah putus asa para petualang yang ada di sana, tidak hanya petualang tingkat rendah, bahkan para Rank S sekali pun tidak dapat berbuat apa - apa di depan makhluk itu.


" Kalian manusia sungguh menyedihkan! Begitu juga kalian elf, kalian tidak ada bedanya dengan sampah... Aku Dragon Fire King Drozan akan membunuh kalian semua hari ini! " Ucap Naga itu dalam bahasa naga yang tidak dapat di mengerti siapa pun yang ada di sana. Bahkan para elf sekali pun tidak tahu apa yang di bicarakan oleh naga tersebut.


Perlahan naga yang sebesar gunung itu membentangkan sayapnya dengan gagah. Angin kencang tercipta ketika dirinya melebarkan sayapnya, dan bangunan apa pun yang ada di sekitarnya langsung hancur berantakan dan tidak berbentuk lagi.


" Melawan iblis - iblis ini saja rasanya sangat mustahil untuk menang... Dan sekarang ada seekor naga yang sebesar gunung? Bagaimana cara kami untuk mengalahkan makhluk ini... Jelas kami tidak akan mempu mengalahkannya, tidak... Bahkan kami tidak akan sanggup menggores kulitnya! " Ujar Light dalam hatinya. Wajahnya penuh keringat saat melihat naga besar ada di depannya. Ia pun bingung harus melakukan apa untuk menyelesaikan masalah ini, namun ia kesulitan untuk menemukan solusinya karena saat ini ia juga terdesak.


Melihat kedatangan Dragon Fire King Drozan, mereka semua menjadi terdiam mematung. Tatapan mata mereka sangat kosong, itu seperti mereka sudah tidak hidup lagi. Terlihat seperti undead yang membeku di siang bolong.

__ADS_1


Di saat semuanya takut, bingung, dan frustrasi. Muncul seorang pemuda berambut putih tepat di samping Light yang sedang melamun memikirkan solusi untuk menyelesaikan bencana besar yang ada di hadapannya. Kedatangan pemuda itu tidak di sadari oleh siapa pun, bahkan Light sekali pun tidak menyadari kedatangan dari pemuda tersebut.


Pemuda itu mengulurkan tangannya, menepuk pundak Light dengan pelan lalu mencengkamnya. Hal itu langsung membuat Light tersadar dari lamunannya, serta terkejut dengan kedatangan pemuda berambut putih itu.


" Apa...? Kapan dia ada di samping ku? " Kata Light dalam hatinya yang terkejut. " Si siapa kau? " Tanya Light kepada pemuda itu.


Pemuda itu menarik pundak Light, mendekatkan dirinya pada Light yang tampak cemas dan waspada. Mendekatkan mulutnya tepat di dekat telinga Light.


" Kau tidak perlu tahu siapa aku... Tapi sekarang bukan aku yang harus kau khawatirkan, tapi para monster yang ada di sana. Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan saat ini, tapi apa pun yang kau lakukan akan sia - sia... Aku tidak akan sopan kepada kalian, tapi kedatangan aku ke sini karena aku ingin membunuh mereka semua... Aku bisa saja membunuh semuanya sendirian, tapi karena ini negara orang lain jadi aku tidak akan melakukan tindakan seperti itu... Aku ingin kau dan yang lainnya membantu ku sedikit. " Kata pemuda itu dengan nada dingin. Serta memberitahukan niatnya kedatangannya ke tempat ini kepada Light.


Mendengar itu membuat Light sangat terkejut. Pria yang sedang memegang pundak Light sangat kuat, bahkan ia dapat merasakan cengkerama yang kuat dari pemuda itu menyakitkan bahunya. Walau ia sudah menggunakan sihir untuk meminimalkan rasa sakitnya, namun itu tidak berlaku pada pemuda yang sedang memegang pundaknya.


Energi sihir yang menyelimuti dirinya, dan membuat energi itu menjadi armor. Tidak mampu untuk mengurangi kerusakan dan rasa sakit yang ia dapatkan dari pemuda tersebut. Light tidak membalasnya dengan sembrono, atau pun menunjukkan tanda - tanda permusuhan. Itu Light lakukan bukan hanya sekedar ia cemas kepada dirinya sendiri, serta takut pada pemuda yang sedang memegang pundaknya. Karena, jika saja ia menyinggungnya secara tidak sengaja, ia harus siap untuk kehilangan satu lengannya pada saat mereka bertarung.


" Bantuan...? Bantuan apa yang kau inginkan? " Tanya Light kepada Xi dengan hati - hati dan waspada. Di saat ia bertanya, jantungnya berdetak kencang dan tidak terkontrol.


" Tidak perlu waspada begitu... Tidak sulit kok, kalian hanya perlu menahan iblis itu sebentar... " Jawab Xi dengan nada dingin. Sambil menunjuk Demon King yang berdiri jauh di depan sana. " Tenang saja, rekan ku akan membantu juga kok... " Lanjut Xi. Kegelapan mulai keluar dari tubuhnya, kegelapan itu membesar dan semakin membesar.


Light yang menyaksikan munculnya kegelapan yang menutupi arena pertempuran, ia benar - benar sangat terkejut. Pasalnya kegelapan itu meluar dengan sangat cepat hanya dalam hitungan detik. Dari balik kegelapan, banyak sosok prajurit hitam muncul, bukan hanya sekadar prajurit, namun juga monster.


Light di buat tambah terkejut melihat semua itu. " Dia bisa mensummon makhluk sebanyak ini? Tidak mungkin... Bahkan aku yang spesialis dalam hal summon hanya bisa memanggil satu atau dua makhluk saja... Dan apa - apaan dengan energi sihir yang begitu mengerikan ini, bagaimana bisa energi sebesar ini dan semengerikan ini di miliki oleh seorang manusia? " Kata Light dalam hatinya. Wajahnya sangat pucat saat menyaksikan kemampuan yang sangat luar biasa serta mengerikan dari pemuda berambut yang ada di belakangnya.


" Bagaimana? Bisa atau tidak? " Tanya Xi kepada Light dengan dingin dan serius.


Light sangat tertekan, tubuhnya gemetar, wajahnya memucat serta keringat dingin membasahi wajahnya. Mendengar pertanyaan dari pemuda berambut putih itu, Light sudah tidak dapat memikirkan apa pun selain menyanggupinya. Ia pun mengangguk untuk menjawab pertanyaan Xi, ia sanggup untuk melakukan apa yang di minta oleh Xi.


" Lebih baik menurutinya saat ini... Orang sekuat dirinya, jika tidak bisa di jadikan teman maka jangan di jadikan musuh... Aku khawatir kalau aku menolaknya, dia akan berbalik menyerang kami... Tidak bisa aku banyangkan apa yang akan terjadi kepada kami jika harus menghadapinya juga. " Ucap Light dalam hatinya. Ia benar - benar sudah tidak dapat berpikir dengan jerni lagi, dan di buat sangat frustrasi dengan situasi yang sedang di hadapinya. Ia pun sangat bingung, apakah keputusan yang ia ambil ini adalah keputusan terbaik atau sebaliknya, itu bisa menjadi keputusan terburuk nya. Namun, ia sudaj tidak bisa melakukan apa pun lagi karena ia sudah setuju untuk membantunya.


Saat Xi mengangkat tangannya, melepaskan pegangannya dari pundak Light. Bersamaan dengan itu, muncul dua orang wanita secara bersamaan di belakangnya, tampak keduanya saat mereka sampai mereka langsung membungkuk kepada Xi. Kedua wanita itu adalah Airis dan Astia, yang datang ke karena perintah dari Xi.


Melihat keduanya datang tepat waktu, Xi pun segerah memberikan perintah kepada mereka berdua. " Airis , Astia... Kalian, bantu mereka untuk menahan iblis itu, untuk iblis lainnya serahkan saja pada Darkness Army dan para petualang lainnya. " Kata Xi.


Mendengar perintah itu, keduanya menjawab dengan serempak. " Baik Tuan! Xi - Sama! " Serempak mereka berdua.


Setelah memberikan perintah tersebut, Xi pun pergi meninggalkan mereka. Ia berlari dengan cepat ke arah Dragon Fire King Drozan yang sedang bersiap untuk menyemburkan nafas apinya sekali lagi. Saat Drozan hendak menembakkannya, Xi memukul kepala Drozan dengan kekuatan penuh.


Pukulan Xi yang kuat membuat Drozan gagal menembakkan nafas apinya. Bahkan saking kuatnya pukulan Xi, sampai - sampai membuat kepala Drozan menghantam tanah dengan sangat keras hingga membuat permukaan tanah menjadi hancur.


Drozan sangat terkejut karena ada seseorang yang bisa membuat dirinya terjatuh. Segerah ia mengangkat kepalanya kembali dan melihat orang yang memukulnya. Terlihat terdapat seorang pemuda berambut putih yang melayang di udara.


Marah atas tidakan pemuda itu, Drozan membuka mulutnya lebar - lebar untuk menggigit pemuda tersebut. Sesambil itu ia juga berkata " Bocah kurang ajar! Berani sekali kau memukul raja ini! Matilah kau! " Kata Drozan dalam bahasa naga. Drozan benar - benar marah kepada Xi dan benar - benar berniat untuk membununnya.


Sebuah kegelapan muncul menyelimuti tangannya, tak lama kegelapan itu berubah menjadi sebuah tinju raksasa yang sangat besar. Setelah Xi merilis kemampuannya dalam mengendalikan kegelapan, ia menggunakan tinju raksasa itu untuk memukul Drozan.


Tanpa bisa menghindarinya, Drozan langsung terkapar di tanah. Dengan tubuhnya yang besar, sangat mustahil untuknya menghindari serangan tersebut dalam jarak yang sangat - sangat dekat.


Walau terluka karena tinju kegelapan itu, namun itu tidak membuat Drozan merasakan rasa sakit yang berarti. Ia pun bangun kembali sambil mengamuk, menyerang Xi dengan membabi buta.


Mulai dari menginjaknya, menggigit, menyerangnya dengan ekor besarnya, serta dengan nafas apinya. Akan tetapi, semua itu dapat di hindari oleh Xi dengan sangat mudah, bahkan nafas api milik Drozan dengan santai ia lahap menggunakan skill Symbol of King Gluttony Beelzebub.


Drozan sadar akan dirinya yang tidak berdaya jika bertarung di daratan. Karena hal itu, ia memutuskan untuk terbang, dan mengubah pertarungan menjadi pertarungan udara. Saat Drozan mengepak sayapnya, semua atap bangunan hancur kerena kuatnya hembusan angin yang berasal dari Drozan.


Drozan pun terbang tinggi ke udara, menatap Xi dengan tatapan tajam. Drozan membuka sedikit mulutnya, dari mulutnya muncul api yang membara. Saat itu, Drozan bersiap untuk menembakkan nafas apinya sekali lagi kepada Xi. Namun kali ini ia akan menembakkannya jauh di atas sana.


" Manusia! Akan aku hanguskan kau dalam satu serangan! " Kata Drozan dan menembakkan nafas apinya dengan skala yang sangat besar.


Melihat itu semua orang sangat terkejut, mereka pun berlarian untuk menghindari nafas api dari Drozan yang jatuh ke bawah dengan sangat cepat. Sementara itu, Xi hanya tersenyum kecil saat mendengar ancaman dari Drozan.


Ia melepaskan energi sihirnya, dan mensummon Yvelsky dengan kalung Yvelsky yang selalu ia pakai. Legendary Beast muncul dari sebuah portal kegelapan. Saat Yvelsky muncul, ia langsung menembakkan sinar cahaya merah dari mulutnya untuk menahan serangan nafas api milik Drozan.


Seketika, kedua serangan saling bertabrakan, menciptakan gelombang kejut yang amat kuat. Drozan sangat terkejut dengan makhluk yang dapat menghentikan serangan terkuatnya.


" Apa... Seranganku di hentikan hanya dengan satu serangan? " Kata Drozan bergumam. Ia tidak mengira kalau pemuda yang di hadapinya memiliki sesuatu yang sangat hebat, bahkan dapat bersaing dengan dirinya.


Yvelsky telah di rilis dengan bentuk sempurnanya. Makhluk yang sangat kuat telah muncul di permukaan menjawab panggil dari tuannya.


[ Yvelsky Legendary Necklace ] Rank : unknown. Sebuah kalung yang dapat menyimpan serta mensummon Makhluk Legendary Evilsky yang merupakan Legendary Beast.


" Bukan kau bilang tadi ingin menghanguskan ku dalam satu serangan? Aku rasa itu cuma gertakan saja. " Kata Xi dengan sedikit nada sombong dan mengejek.


Drozan yang mendengar ledekan itu sangat kesal. " Kau... Manusia b*jingan... " Kata Drozan dengan gemetar geram.


Xi melompat naik ke punggung Yvelsky, berdiri di atas punggung Yvelsky dengan gagah. Menatap Drozan yang jauh di atas sana dengan tajam.


" Yvelsky ayo selesaikan dia! " Kata Xi dengan serius. Mengambil katananya dari inventory.


[ Sannoha ] Rank : S+. Attack : 1.200. Skill : Reaper of Strike : Menebas dengan kecepatan tinggi dan memotong target dengan sangat akurat. Efek : - Meningkatkan kecepatan serangan sebesar 20%. - Memberikan Efek Debuff ( Blood Poison ) di mana darah target akan terus berkurang setiap dekitnya.

__ADS_1


" Kejar dia! " perintah Xi pada Yvelsky.


Yvelsky berteriak keras menunjukkan ke agungannya, mengepakkan sayapnya dengan sangat kuat dan terbang dengan sangat cepat menuju Drozan.


Melihat itu, Drozan pun terbang pergi menjauh dari mereka berdua. Dia terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan selalu menjaga jarak dari keduanya. Pertarungan di udara tidak dapat di elakan.


Yvelsky dan Xi menyerang Drozan berkali - kali dengan serangan jarak jauh. Walau tubuhnya besar, namun pergerakan Drozan saat di udara sangat gesit. Sehingga ia dapat menghindari setiap serangan yang Xi dan Yvelsky arahkan pada dirinya.


Drozan terbang tinggi ke atas awan yang tebal. Yvelsky pun terbang dengan cepat mengejar Drozan yang handak kabur. Saat Drozan masuk ke dalam awan yang tebal, Xi menyadari sesuatu. Segerah ia menggunakan skill Symbol of Gluttony King Beelzebub.


Pada saat yang sama, sebuah semburan api panjang menghantam mereka berdua. Namun, beruntungnya Xi menyadari rencana Drozan dengan sangat cepat, sehingga mereka berdua tidak terkena serangan kejutan dari Drozan.


Saat Yvelsky dan Xi masuk ke dalam awan tepat dimana semburan api itu muncul. Mereka di buat kebingungan karena Drozan tidak ada di sana.


" Apa? Dimana dia? Dengan tubuhnya yang besar dia bisa bersembunyi di tempat seperti ini? " Kata Xi dalam hatinya yang terkejut dengan kemampuan Drozan.


Sesaat ia baru selesai bergumam, Drozan tiba - tiba muncul di sebelahnya dengan posisi mulut yang terbuka lebar dan berniat untuk memakan mereka berdua. Xi di buat terkejut dengan kemunculan Drozan yang tiba - tiba, Xi pun menggunakan kegelapan untuk membuat sebuah penghalang yang menghalangi Drozan.


Dengan kekuatan gigitannya yang sangat kuat, Drozan mampu menghancurkan dinding kegelapan yang mencoba untuk menghentikannya. Dengan itu Drozan berniat untuk melanjutkan serangannya, namun keberadaan Yvelsky dan Xi telah menghilang dari padangannya.


Drozan pun bingung, dan melihat sekelilingnya mencari keberadaan Xi dan Yvelsky. Lama nya ia mencari namun tidak menemukan apa yang ia cari. Di saat ia berhenti mencari, sinar cahaya merah yang sangat terang jatuh dengan sangat cepat dan menghantam salah satu sayap Drozan dengan sangat kuat.


Drozan berteriak kesakitan saat sayapnya di serangan. Saat itu sayapnya hancur dan ia kehilangan ke seimbang di udara. Perlahan ia mulai jatuh dari ketinggian yang sangat tinggi, saat ia jatuh, ia terlihat seperti meteor jatuh yang akan menghantam daratan.


Bersamaan dengan itu, Xi muncul. Menunjam dengan sangat cepat ke arah Drozan dengan memegang pedangnya dengan sangat erat.


Melihat adanya kesempatan untuk membunuh Xi, Drozan pun tidak menyia - nyiakan kesempatan tersebut. " Manusia bodoh! Di pikir kau sudah menang melawan ku! Matilah! " Kata Drozan. Setelah ia selesai berbicara, ia menembakkan nafas api dalam skala besar. Nafas api yang sangat panas dengan cepat menuju ke arah Xi.


Itu terlihat seperti pilar api yang sangat terang saat di lihat dari permukaan tanah. Tanpa ragu sedikit pun, Xi memegang katanannya dengan sangat erat. Mengalirkan energi miliknya pada katana tersebut.


" Kau lah yang akan mati! " Balas Xi dengan dingin. Ia menebaskan katananya dengan sangat kuat tepat saat itu keduanya saling bertabrakan satu sama lain. Antara nafas api Drozan yang berskala besar, dan tebasan katana Xi.


Saat keduanya saling bertemu, tebasan katana Xi jauh lebih kuat di bandingkan dengan nafas api Drozan. Dengan Skill Strike of Darkness + Reaper of Strike, Xi berhasil membelah nafas api Drozan yang sangat kuat mejadi dua bagian. Dampak dari tebasan pedang Xi sangat luar biasa, itu benar - benar memisahkan langit dan membuat langit menjadi dua bagian. Serta membuat Drozan yang sangat kuat terbelah menjadi dua bagian.


Sementara itu di waktu yang sama, namun sebelum kematian Drozan. Pertarungan antara para iblis melawan pasukan kegelapan terjadi sangat sengit, khususnya adalah para iblis yang berada pada tingkat Arc Duke. Mereka dapat bertarung dengan sengit melawan pasukan kegelapan kelas atas.


Satu Demon Arc Duke menghadapi IGRIS. Keduanya saling bertukar serangan. Kecepatan mereka berdua dalam mengayunkan pedangnya sangat hebat, suara dentuman pedang yang saling bertabrakan terus terdengar tanpa henti.


Pertarungan itu berlangsung sangat sengit dengan waktu yang cukup lama. Dalam pertarungan itu, perlahan IGRIS di buat terpojok oleh iblis yang ia hadapi. Perbedaan kekuatan antara mereka cukup besar, serta IGRIS yang belum bisa menggunakan kekuatannya yang sesungguhnya sangat sulit untuk mengimbangi iblis itu.


" Hahaha! Sudah sekian lama aku tidak merasa sesenang ini, terus hibur aku Dark Knight IGRIS! " Ucap Iblis itu sambil menebaskan pedangnya dengan sangat kuat.


IGRIS tampak semakin kesulitan dalam menghadapinya, karena setiap tebasan pedang yang iblis itu lancarkan sangat kuat, dan semakin lama juga semakin cepat dan kuat. Walau bisa menahan setiap serangannya, IGRIS tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik.


Iblis itu terlihat sangat senang ketika melihat IGRIS yang tidak berdaya menghadapi dirinya. Karena itu, ia pun berkata sambil tertawa " Hahahaha! Ada apa IGRIS? Apa kau sudah kehilangan kemampuan mu? 500 tahun akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi, aku sudah menunggu momen ini sangat lama. Luka yang kau berikan kepadaku dulu... Kini masih berbekas sampai sekarang... Tapi melihatmu yang sekarang aku merasa sangat kecewa, karena kau sangat lemah! Kau benar - benar sudah tumpul IGRIS! " Kata Iblis itu sambil mengejek IGRIS serta mengingat masalalu nya, saat - saat dimana mereka berdua bertarung. Mengingat hari dimana IGRIS memberikannya sebuah luka yang tidak pernah menghilang sampai sekarang.


IGRIS benar - benar sangat kewalahan menghadapi iblis tingkat Arc Duke. Di tambah lagi, iblis yang menjadi lawannya adalah musuh lamanya saat ia dulu baru menjadi Dark Knight. Setelah 500 tahun iblis pasti akan bertambah kuat, dan kecerdasan mereka serta pengalaman pasti juga akan bertambah dengan waktu selama itu.


Bagi seorang iblis, kekuatan adalah segalanya. Mereka yang tidak kuat akan menjadi budak bagi para iblis yang kastanya lebih tinggi. Dan biasanya untuk iblis - iblis tingkat bawah di gunakan oleh iblis tingkat atas untuk meningkatkan kekuatan mereka dengan cara menyerap kehidupan dari iblis - iblis tingkat bawah atau pun iblis - iblis yang telah di kalahkan. Hal itu dapat memicu sebuah evolusi bagi para iblis, setelah evolusi bukan hanya kekuatan mereka yang bertambah kuat, namun ras mereka juga akan berevolusi menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.


Iblis itu mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat, menyerang IGRIS dengan sangat kuat hingga menghasilkan kerusakan yang luar biasa. IGRIS dapat menahan serangan itu dengan longsowrd miliknya, namun dirinya harus terpukul mundur karena kuatnya dampak dari serangan tersebut pada dirinya. Bahkan itu membuat tangan IGRIS gemetar karena kuatnya serangan yang ia terima.


IGRIS menatap iblis itu dengan tatapan tajam, memegang kuat pedang miliknya dengan penuh kebanggaan. Tekat IGRIS yang sangat kuat sebagai seorang Knight mendapatkan sebuah berkah dari King of Darkness. Energi di sekitar IGRIS meluap - luap sangat ganas, itu adalah energi kematian yang sangat mengerikan yang menyelimuti dirinya.


[ King of Darkness memberikan berkahnya kepada anda ( IGRIS ) ]


[ Nama : IGRIS. Level : Max ] Rank : Elite Master.


[ Semua persyaratan telah terpenuhi, King of Darkness Xi Arcadia memberikan izin kenaikan Rank kepada Darkness Army IGRIS ]


Energi sihir berputar mengelilingi dirinya, berkumpul semakin banyak dan semakin padat. Cahaya hitam pun bersinar sangat terang membentuk sebuah pilar cahaya hitam yang menjulang tinggi ke langit.


[ IGRIS berhasil naik tingkat ]


[ Nama : IGRIS. Level : 5 ] Rank : Cristal.


IGRIS kini telah mencapai Rank yang lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu Cristal. Kini dia sudah setara dengan seorang petualang Rank S kelas atas. Penampilan IGRIS setelah kenaikan Rank mengalami sedikit perubahan. Tubuhnya yang cukup tinggi dan ramping itu terlihat lebih lentur dari sebelumnya, juba hitamnya semakin panjang, pedangnya yang panjang di selimuti aura merah yang terang.


Iblis itu yang melihat IGRIS berevolusi, dia sangat terkajut. Karena kini aura IGRIS lebih kuat dari sebelumnya, bahkan penampilan yang berubah mejadi lebih keren dari sebelumnya juga. Melihat IGRIS mengangkat pedangnya yang di selimuti oleh aura merah, langsung membuatnya seluruh sel dalam tubuhnya terkejut begidik ketakutan.


" Apa... Apaan dengan sensasi ini... Aku, aku ketakutan? " Kata iblis itu dalam hatinya sambil menatap IGRIS yang memasang kuda - kuda siap menyerang.


IGRIS yang sudah siap, ia melesat dengan sangat cepat ke arah iblis itu. Mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat, menebaskan pedangnya tepat di leher iblis tersebut.


Dengan sigap iblis itu memblokir serangan dari iblis dengan pedangnya. Karena serangan IGRIS yang terlalu kuat, membuat pedang milik sang iblis langsung hancur ketika kedua pedang saling bersentuhan.


" Apa? Pedangku hancur... ? " Kata iblis itu dalam hatinya dengan raut wajah terkejut. Pedang IGRIS akhirnya mengenai leher dari iblis tersebut dengan sangat cepat dan membuat kepalanya pun terlepas dari tubuhnya. Iblis itu jatuh ke tanah dengan keras, dan mati dengan kepala yang terpenggal.

__ADS_1


IGRIS menatap iblis yang telah ia bunuh dengan sinis. Adai kata ia bisa berbicara, dia akan mengatakan " Kau memamg bertambah kuat, tapi kau belum layak untuk mengalahkanku! "


Setelah IGRIS mengalahkan satu iblis tingkat Arc Duke, ia pun pergi membantu yang lainnya untuk mengalahkan iblis - iblis yang tersisa.


__ADS_2