
( Herbal Langkah Jamur Aanokinn )
Mamasaki pun melemahkan kepalan tangannya lalu menghelakan nafasnya. Sambil menutup mata ia berkata kepada Xi " Mari kita akhiri sekarang... Aku sudah kalah oleh mu. " Ucap Mamasaki. Ia mengakui kekalahannya dalam duel kali ini. Ia beranggapan kalau dirinya tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan Xi.
Sejak awal Xi telah mengambil ke untangan dari dirinya. Dan ia tidak bisa membuat dirinya menjadi lebih malu lagi. Entah apa yang di pikirkan oleh Mamasaki saat itu, tapi ia merasa sedikit menyesal telah menantang Xi untuk berduel dengan dirinya. Ia bahkan tidak mampu untuk melihat kemampuan Xi yang sebenarnya.
Malam berganti dengan pagi yang cerah. Mereka semua melanjutkan perjalan mereka mencari jamur Aanokinn di dalam hutan Beast. Dalam perjalanan mereka, mereka bertemu dengan beberapa monster beast yang ganas berakhir dengan pertempuran melawan beast - beast itu. Namun, mereka semua dapat mengatasinya dengan mudah karena jumlah beast yang sedikit, di tambah dengan monster - monster itu memiliki kekuatan yang lemah.
Di dalam hutan beast, semua orang sedang mendirikan tenda di sana untuk beristirahat sejenak. Semua orang mulai menyiapkan makanan untuk mereka santap. Di saat semuanya menyantap makanan, hanya Xi saja yang tidak ada di sana. Semua orang pun bingung kenama Xi pergi.
" Kisisaki, apa kau tahu Sakaki ada dimana? " Tanya Mamasaki kepada Kisisaki dengan ekspresi bingungnya mencari keberadaan Xi yang tidak dapat ia temukan di sekitar. Ia telah mencari Xi di setiap tenda yang telah di dirikan, namun ia tidak menemukannya.
Kisisaki menggelengkan kepalanya menyatakan kalau ia tidak tahu Xi berada di mana. " Aku tidak tahu, tapi... Tunggu sebentar, aku akan mencarinya dengan skill deteksiku. " Kata Kisisaki. Ia mulai memejamkan matanya untuk merasakan area di sekitarnya. Dengan skill deteksinya, ia bisa merasakan suatu kehidupan dalam jarak 50 jauhnya.
Setelah itu, ia terus mencari keberadaan Xi di dalam hutan. Namun, ia tidak bisa menemukan keberadaan Xi. Ia terus mencari sampai dahinya penuh dengan keringat. Namun, yang ia temukan bukan Xi, melainkan monster - monster beast yang berada di hutan ini. Ia sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaan Xi, seolah sejak awal Xi itu tidak ada bersama mereka. Mungkin keberadaanya memang tidak ada di dunia ini, bahkan sampai jejaknya saja tidak dapat di temukan.
KIAAAA! Terdengar suara raungan monster yang amat keras dari dalam hutan. BOOM! Sebuah ledakan pun juga terjadi di dalam hutan bersamaan dengan raungan monster itu. Seekor monster yang menyerupai gorila dengan rambut berwarna putih, sedang mengejar seseorang.
Orang itu tampak berlari menjauh menghindari kejaran dari Gorila putih itu. Gorila putih tampak sangat marah dengan pemuda berambut putih yang telah mencuri sesuatu darinya. Gorila putih itu benar benar sangat marah kepada pemuda tersebut.
[ Raja Gorila Putih ] Rank : A+ Level : 120. Exp : 230000.
Sementara itu Xi yang di kejar oleh Gorila putih, ia terus berlari menghindari kejaran dari Gorila putih tersebut. Sambil berlari ia berkata " Sudah aku duga, informasi yang di berikan oleh system memang benar, setelah aku menciru artefak miliknya, dia langsung marah dan mengejarku sampai sejauh ini. " Ucapnya sambil berlari.
Xi terus berlarih masuk ke dalam hutan yang di penuhi oleh banyak pepohonan. Namun, dengan mudahnya, Gorila putih itu menumbangkan setiap pohon yang menghadang dirinya. Tidak peduli siapa pun yang menempati pohon itu, ia tetap menumbangkan dan menghancurkannya.
Gorila putih itu melempar sebuah batang pohon yang telah ia rubuhkan, untuk menghentikan pergerakan dari Xi. Akan tetapi, Xi dengan mudahnya membakar pohon - pohon yang di lemparkan oleh Gorila putih itu dengan bola api.
Satu pohon satu bola api, dan itu membuat pohon yang keras dan kuat menjadi abu dalam sekejap. Sehingga tidak satu pun pohon pohon yang di lemparkan oleh Gorila putih itu mengenai Xi mau pun menghambatnya.
" Aku bisa saja mengalahkan Gorila ini tapi, aku tidak mau menghadapi dua monster Rank A+ sekaligus, karena menurutku itu sangat merepotkan... " Kata Xi dalam hatinya sambil menghindari setiap serangan yang di lemparkan oleh Raja Gorila Putih. Tampak ia berlari ke suatu tempat, dan tidak menurunkan kecepatan nya. " Lebih baik, aku membuat keduanya saling bertarung. " Lanjut Xi sambil berlari menuju ke sarang monster Rank A+ lainnya.
__ADS_1
Sesaat sebelum ia sampai di sarang monster itu, ia melompat dari atas tebing ke sebuah pohon yang ada di bawah tebing. Di saat yang sama, Raja Gorila Putih itu melompat dari tebing dan mendarat dengan sangat keras, sehingga menyebabkan getaran.
ROAAAAR! Raja Gorila putih meraung dengan sangat keras, hingga membuat burung - burung yang tinggal di sana beterbangan menjauh dari tempat tersebut karena takut dengan keberadaan Raja Gorila putih.
SWOOHSS! BANG! Sebuah batu yang amat besar menghantam Raja Gorila putih dengan sangat telak. Sehingga membuat Raja Gorila Putih terhempas sampai menabrak tebing dengan keras.
Melihat Raja Gorila Putih yang di jatuhkan dalam satu serangan. Xi yang berada di sebuah pohon sambil menyembunyikan dirinya dengan skill yang ia miliki. " Sesuai dengan rencana ku, Monster itu tidak akan membiarkan siapa pun masuk ke dalam teritorialnya. Ini akan menjadi pertarungan yang sengit antara Raja Monster. " Ucap Xi dengan pelan sambil bersembunyi dari kedua makhluk yang akan bertarung itu.
Seekor beruang berbedan besar, dengan kedua lengannya lebih besar dari pada beruang pada umumnya. Menatap dengan tajam ke arah Raja Gorila Putih yang baru saja ia hempaskan dengan Batu besar.
[ Raja Beruang Angin ] Rank : A+ Level : 120. Exp : 230000.
Kedua monster pun saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang tajam untuk beberapa waktu.
Xi yang berada tidak jauh dari tempat kedua monster itu berada, ia masih bisa duduk santai menikmati pertarungan yang akan terjadi sebentar lagi. Pertarungan antara Raja Monster yang memiliki Teritorial masing - masing.
" Ini strategi yang bagus untuk memberekan kedua Monster King sekaligus. Ini akan menjadi pertarungan yang sengit di antara keduanya. " Kata Xi sambil duduk di atas sebuah dahan pohon yang besar. Di saat itu ia masih menggunakan skill penyembunyian hawa keberadaannya, sembari menyantap makanan yang ia miliki. " Raja Gorilla Putih Tidak akan melepaskan mangsa yang ada di hadapannya. Raja Beruang Angin tidak akan melepaskan siapa pun yang masuk ke dalam wilayahnya, ini akan menjadi pertarungan yang menarik, kalau aku punya sebuah kamera untuk merekam pertarungan mereka, ini pasti akan menjadi tontonan yang bagus di waktu senggang. " Lanjut Xi sambil menyantap makanannya serta menonton kedua monster yang sedang bertarung itu.
Waktu berlalu dengan cepat dan kedua monster itu bertarung dengan sangat sengitnya. Pada akhirnya kedua monster itu terbunuh oleh Xi di saat - saat akhir, bersama dengan bawahan mereka semua.
Sementara itu Xi yang telah membunuh kedua monster dengan tingkat Rank A+, ia membangkitkan Raja Beruang Angin beserta pasukannya kembali menjadi Shadow Army. Sedangkan untuk Raja Gorila putih, tidak bisa di bangkitkan karena tubuhnya yang telah di cincing oleh Xi.
[ Shadow Beast Level : 15 ] Rank : Master.
[ Shadow Beast Level : 1 ] Rank : Elite.
[ Shadow Beast Level : 1 ] Rank : Elite.
" Ukuran mereka menjad jauh lebih besar dari sebelumnya... Sekarang kalian berada di kelompok Beast King. " Kata Xi setelah membangkitkan kumpulan monster Beruang Angin.
Setelah semua itu selesai, Xi kembali ke dalam rombongannya kembali. Di sana, tampak semua orang sedang tenang - tenang saja tanpa adanya masalah sedikit pun. Kedatangan Xi pun di sambut dengan hangat oleh mereka semua.
__ADS_1
Beberapa hari berlalu, mereka melanjutkan pencarian jamur Aanokinn. Tampak semua orang sangat kesulitan untuk mencari keberadaan jamur tersebut, bahkan mereka tidak taju jamur itu tumbuh di mana.
Dalam perjalanannya, Xi di beritahukan oleh shadow monster beruang angin kalau jamur Aanokinn tumbuh di puncak tebing yang hangat. Namun, jamur Aanokinn di jaga oleh seekor monster yang sangat kuat. Bahkan sampai membuat Raja Beruang Angin ketakutan saat menceritakan tentang kengerian dari monster tersebut.
Menurut apa yang di katakan oleh Raja Beruang Angin, jamur Aanokinn di jaga oleh banyak monster Rank B ke atas. Dan ada sosok monster yang amat kuat juga meninggali tempat tersebut. Yaitu seekor Legendary Beast, yang berupa seekor burung api biru yang amat besar. Seluruh tubuh makhluk itu di selimuti oleh api biru yang membara dan membakar langit.
Karena telah mengetahui informasi tersebut, Xi pun memberitahukannya kepada kelompoknya mengenai keberadaan jamur Aanokinn.
" Sudah banyak monster yang datang menghalangi kita semua, seperti akan ada monster yang lebih kuat lagi nantinya. " Kata Kisisaki. Ia mengeluh karena ada banyak monster yang dari tadi terus berdatangan menyerang mereka.
" Berapa lama lagi kita bisa menemukan Jamur Aanokinn? Aku rasa persediaan makanan kita tidak akan cukup untuk tiga hari kedepan. " Kata Mamasaki yang sudah tidak semangat untuk mencari Jamur Aanokinn.
" Jamurnya ada di puncak sana. " Kata Xi sambil menunjuk ke arah puncak tebing yang tidak jauh dari lokasi mereka berada.
Semua orang pun menatap Xi dengan raut wajah bingung, sekaligus tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Xi. Oleh karena itu pun Kisisaki bertanya kepada Xi lebih jelas lagi mengenai apa yang baru saja Xi ucapkan.
" Maksudmu, jamur itu ada di puncak sana? Dari mana kau dapat mengetahuinya? " Tanya Kisisaki kepada Xi.
Xi menghelahkan sedikit nafasnya lalu menjawab pertanyaan Kisisaki dengan ringan. Karena ia tahu kalau Kisisaki akan menanyakan hal tersebut. " Aku membacanya dari sebuah buku kuno, bahwa Jamur Aanokinn selalu tumbuh di puncak gunung atau pun tebing yang tinggi, dan selalu terpapar oleh matahari. " Jawab Xi. " Aku baru saja merasakan keberadaan Jamur Aanokinn memggunakan skill deteksi ku. " Lanjut Xi dengan tenang seperti biasanya. Walau pun sebenarnya ia berbohong tentang buku kuno itu, karena ia mengetahui hal tersebut langsung dari bawahannya.
Mendengar jawab dari Xi mereka saling memandang satu sama lain. Pasalnya mereka tidak pernah menemukan buku semacam itu di kekaisaran mengenai letak tumbuhnya Jamur Aanokinn. Dalam benak mereka, mareka merasa aneh dengan apa yang di jelaskan oleh Xi.
Akan tetapi, Mamasaki dengan penuh semangat pun berkata " Yohs, bagus, dengan begitu semuanya akan selesai dengan sangat cepat! Ayo kita pergi ke sana! " Kata Mamasaki yang langsung percaya dengan apa yang Xi katakan, tanpa kecurigaan sedikit pun.
Yang lainnya pub hanya bisa memberikan tatapan aneh kepada Mamasaki yang langsung percaya itu. Namun, karena Mamasaki sudah berkata seperti itu, mereka pun tidak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang Mamasaki inginkan.
" Sakaki, tidak aku sangka kau sudah mengetahui ini, tapi kau malah diam saja... Jika kau memberikan lebih awal, kita mungkin saja sudah memgambilnya sekarang. " Kata Kisisaki sambil menepis kepalanya sendiri dengan pelan.
Lalu, Xi pun menyaut dengan raut wajah dinginnya " Bukannya aku tidak mau memberitahu kalian, hanya saja aku bari ingat. " Kata Xi sambil menatap tajam Kisisaki. " Kau berkata kalau aku memberitahukan itu sejak awal kita sudah mengambilnya dari tadi? Heh! Kau bercanda? Herbal berharga seperti itu pasti di jaga oleh makhluk yang amat kuat, bisa aku jamin kalau kita berada di sana tanpa persiapan, kita semua sudah jadi santapan makhluk itu. " Lanjut Xi dengan tatapan dinginnya.
Kisisaki dan yang lainnya terkejut dengan wajah yang sedikit pucat saat mendengar ucapan itu keluar dari mulut Xi yang dingin. Sontak tanpa mereka sadari, tubuh mereka sedikit merasakan rasa takut seperti adanya sebuah ancaman yang menyerang mereka secara langsung.
__ADS_1
" Ini... Tekanan apa ini...? Mingkinkah... Ini dari Sakaki? " Kata Kisisaki dalam hatinya dengan wajah penuh keringat saat melihat kedua mata Xi yang menyalah terang. Saat itu, ia merasa seperti sedang di telan oleh seekor monster yang amat amat besar.