LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 25 Duke Apalus


__ADS_3

Seekor monster muncul dari bawah tanah dan mengejutkan mereka. Karena hal itu menyebabkan kuda yang di tunggangi oleh mereka menjadi panik. Kemunculan suatu monster yang tiba - tiba benar benar mengejutkan mereka berdua.


Tepat di hadapan mereka, terdapat seekor monster yang berupa seekor ular yang memiliki ukuran yang besar. Panjangnya sekitar 3 meter, dan memiliki ukuran tubuh sebesar paha orang dewasa.


Ular itu membuka mulutnya. Dan tampak di dalam mulutnya, terdapat dua taring yang sangat tajam, serja sebuah cairan berwarna kuning menetes dari taring tersebut.


[ Derik ]


[ Rank : C ]


[ Seekor monster yang menyerang saat ada mangsa di sekitarnya. Monster ini memiliki racun yang sangat berbahaya, dan racunnya dapat merusak sel - sel di dalam tubuh. Monster ini biasanya di temukan di tempat yang di penuhi dengan pasir, atau tempat yang tandus. ]


" Sialan... Sejak kapan monster itu ada di sana? " Tanya Airis yang terkejut sambil menghindari monster tersebut agar tidak menyerang kuda yang ia tunggangi.


Airis turun dari tunggangannya dan menarik pedangnya dari sarungnya. Ia memegang pedangnya dengan erat, dan memfokuskan pandangannya pada monster tersebut.


Dengan cepat Airis bergerak dan dalam waktu singkat ia menutupi jarak antara mereka berdua.


Airis menyerang terlebih dahulu dengan menebaskan pedangnya. Tebasannya yang kuat berhasil menembus kulit dari monster tersebut, dan dalam sekejap monster tersebut terbunuh karena tidak dapat menahan serangan dari Airis.


" Fuu selesai... " Ujar Airis sambil menyarungkan pedangnya kembali. Namun tepat setelah ia mengalahkan monster tersebut. Beberapa monster lainnya muncul di depannya.


" A... Aku rasa tidak akan secepat itu. " Ujar Airis yang berkeringat karena ia salah memperikan. Ia pikir hanya ada satu monster yang menghalangi mereka.

__ADS_1


Namun ada sekitar sembilan ular Derik yang muncul dan langsung. Dan ular - ular itu dengan cepat langsung menyerang Airis.


Bagi Airis, serangan dari Derik itu lambat. Makanya ia dapat menghindari nya dengan sangat mudah. Saat ia menghindari serangan dari para monster. Sebuah bola api melewati dirinya dan langsung menghantam ular - ular tersebut.


Beberapa dari mereka terkena ledakan dari bola api itu hingga membuat mereka terbunuh.


Airis memanfaatkan kabut panas yang tercipta akibat ledakan dari bola api itu untuk menyerang mereka yang tersisa. Dan dengan mudah Airis mengalahkan sisa dari monster - monster itu.


" Selesai, aku harap tidak ada lagi monster yang datang kali ini. " Ujar Airis menyarungkan pedangnya. Lalu ia kembali menunggangi kudanya itu.


Dan bersama dengan Xi ia pergi ke kekaisaran dengan menunggangi kuda. Sesampainya mereka di depan gerbang kekaisaran, mereka di hentikan oleh penjaga di sana dan di minta untuk memperlihatkan kartu identitas mereka.


Karena Airis yang tidak memiliki Karti identitas, ia harus membayar satu koin emas. Sementara itu Xi harus membayar satu koin perak karena telah memiliki kartu identitas.


" Oh jadi itu Gate. " Ujar Xi melihat sekelompok petualang yang bersiap - siap menaklukkan Dungeon. ' Kalau tidak salah di dalamnya ada sebuah dungeon yang di isi oleh banyak monster, serta terdapat bos monster di dalamnya. Untuk menyelesaikan Raid, mereka harus mengalahkan bos monster dari dungeon tersebut. ' Ujar Xi dalam hatinya sambil mengingat sesuatu yang pernah ia baca sebelumnya. ' Jika Gate tidak di selesaikan dalam tiga hari... Maka akan terjadi Dungeon Break. Dan monster yang ada di dalam akan keluar dan menyerang warga sipil. ' Lanjutnya.


Saat mereka sedang melihat - lihat sekitar, sebuah kereta kuda yang sangat mewah melewati mereka. Dan di dalam kereta kuda itu, terdapat seorang anak muda yang setidaknya usianya 13 tahun. Ia sempat melirik Xi dengan tatapan sombong nya, dan berkata dalam hatinya ' He dasar rendahan. ' Isi hatinya tersebut.


Setelah kereta kuda itu lewat, Airis melihat tuannya yang sedang memerhatikan kereta kuda tersebut. Memang benar kereta kuda itu sangat bagus dan mewah. Namun Airis lebih penasaran kenapa tuannya menatapi kereta kuda tersebut dengan tatapan yang di penuhi niat membunuh.


" Xi - Sama, apa yang terjadi? " Tanya Airis penasaran.


" Tidak... Ayo pergi. " Jawab Xi dengan singkat.

__ADS_1


Di tempat lain. Tepatnya di sebuah mansion yang sangat besar dan megah. Di sana sangat indah dengan banyak bunga yang indah dan cantik menghiasi halaman. Serta pepohonan yang di rawat sangat baik, menambahkan ke indahan tersebut.


Sebuah kereta kuda yang mewah berhenti di depan gerbang Mansion. Seorang penjaga membuka gerbang mansion dan mempersilakan mereka untuj masuk. Saat kereta kuda itu lewat, penjaga gerbang itu, menundukkan kepalanya. Dan setelah itu, ia menutup gerbangnya kembali.


Sesampainya di dalam, para pelayan datang dan menyambut kedatangan orang itu. Pintu di buka dan keluar seorang anak muda yang memiliki karisma yang menawan. Ia melangkahkan kakinya di atas sebuah karpet merah. Para pelayan menundukkan kepala mereka, saat anak muda itu berjalan.


" Selamat datang kembali! Tuan muda! " Ucap para pelayan dengan serempak dan sambil menundukkan kepala mereka. Mereka semua ada di sana untuk menyambut kedatangan tuan muda mereka.


Vegas Fendrik Apalus. Ia adalah tuan muda dari bangsawan Apalus. Orang yang memiliki bakat dalam hal berpedang, dan di katakan sebagai jenius muda yang sangat ahli dalam berpedang.


Di sebuah ruangan, di dalam sana ada seseorang yang sedang duduk di meja kerjanya. Dan di belakangnya terdapat dua orang kesatria yang membawa pedang di pinggang mereka. Orang itu menatap Vegas dengan tajam, serta dengan ekspresi wajah yang mengerikan.


" Saya memberi hormat kepada Duke Apalus. " Ujar Vegas sambil berlutut, serta dengan sopan Ia berbicara. Saat ini yang ada di hadapannya adalah ayahnya sendiri. Yang merupakan salah satu dari empat bangsawan tertinggi di kekaisaran, dan merpukan salah satu orang yang memiliki pengaruh besar di dalam kekaisaran.


" Hmmm... Berdirilah Vegas. " Ujar Duke tersebut.


Ia adalah Nagi Fendrik Apalus. Seorang Duke dari kekaisaran Avalon. Duke Nagi memiliki kemampuan yang sangat hebat serta luar biasa dalam berpedang. Dan di sebut sebagai salah satu dari lima naga kekaisaran.


Usahanya yang sangat keras dalam melatih serta mengasa kemampuan berpedangnya. Membuahkan hasil untuknya, ia berdiri di barisan paling depan untuk menghadapi musuh - musuhnya. Entah itu monster, atau pun prajurit. Ia akan berdiri di barisan depan dengan gaga berani, dan mempertaruhkan hidupnya untuk melindungi kekaisaran.


Dengan prestasi yang ia miliki, akhirnya ia di angkat sebagai seorang Duke. Saat itu dalam sekejap namanya tersebar luas. Dan saat itu namanya sangat di puji - puji dan di kenal sebagai.


SWORDMASTER NAGI.

__ADS_1


__ADS_2