
Pertarungan yang sangat sengit sebelumnya antara Xi dan Demon King. Pertarungan di dalam Domain masing - masing membuat keduanya kehilangan banyak energi saat itu. Namun, kemenangan dari pertarungan itu di menangkan oleh Xi yang menjebak Demon King di dalam Domain miliknya.
[ Anda telah mengalahkan bos dungeon, Demon King ]
[ Anda naik level ]
[ Anda naik level ]
[ Anda naik level ]
[ Xi Arcadia ] Rank : S+ Level : 145. Exp : 1500000. Class : King of Darkness. Skill : Calamity Advent, summon the army of Darkness, Speed Regeneration, Flame Beart, Steahlt, Strike of Darkness, Black Dragon Armor, Gluttony Symbol Lord Beelzebub. Statistik : STR : 296. VIT : 298. SEN : 257. AGI : 343. INT : 259. Point Statistik : 99.
[ Semua item Drop yang berasal dari Demon King telah di kirim ke dalam inventory, Tuan hanya perlu membuka Inventory untuk melihat item yang di dapat ]
Di dalam Domain miliknya, Xi yang mendapatkan pesan tersebut sangat bersyukur karena ia berhasil mengalah Demon King yang memiliki kemampuan yang sangat merepotkan. Ia juga tidak pernah berpikir kalau Demon King juga bisa membuat sebuah wilayah yang sangat merepotkan untuknya.
" Walau berada di luar dugaan... Tapi aku bersyukur bisa mengalahkannya. " Kata Xi bernafas legah. " Omong - omong... Aku juga penasaran dengan item Dropnya! " Kata Xi membuka inventory.
Saat itu, terdapat banyak sekali item yang dia dapatkan dari menyelesaikan Gate S class ini. Bukan hanya item Drop dari Demon King yang ia dapatkan, tapi juga dari para Demon Arc Duke yang di kalahkan oleh bawahannya dan juga dirinya, serta item Drop dari Dragon King Drozan yang ia kalahkan.
[ The Heaven Snake Sword Astaroth ] Rank : S. Attack : 1.100. STR : + 40. Efek : Meningkatkan kekuatan penghancur dan serangan area. Efek : Dapat menyesuaikan ukuran sesuai dengan penggunanya. Skill : land destruction poison slash : Memusatkan energi sihir pada pedang dan mengaktifkan racun yang tertanam pada pedang, memberikan sebuah serangan area yang sangat luas ketika menebaskan pedang pada permukaan tanah.
[ Orb Blood Essence Demon King ] Rank : S. INT : +30. VIT : +20. Efek : Memberikan atribut iblis kepada pemilik, setiap serangan dapat mencuri energi ( +5% ). Efek : Meningkatkan kecepatan dalam merapalkan sihir iblis dan sihir hitam ( +20% ). Efek : Akan terjadi apa bila energi musuh habis, maka energi kehidupan akan di ambil sebagai gantinya.
[ Dragon King Drozan Stone ] Rank : S. INT : +30. STR : +20. Efek : Regenerasi energi sihir ( +200% ) Efek : Mengurangi Resistensi Api musuh yang di targetkan ( +30% ) Efek : Resistensi terhadap elemen es. Skill ( Pasif ) : Suhu panas : Memberikan kehangatan kepada tubuh pemilik ketika berada di tempat yang suhunya sangat dingin.
Selain ketiga item tersebut, masih ada banyak lagi item lainnya yang Xi dapatkan. Karena inventory nya yang dapat menyimpan barang tanpa batas, membuat inventory nya tidak pernah penuh dengan barang apa pun yang masuk ke dalamnya.
Xi pun mengeluarkan sebuah pedang dari dalam Inventory, pedang itu cukup besar dan sangat berat. Bahkan jika itu di jatuhkan secara tidak sengaja, apa pun yang di timpanya dapat hancur bahkan jika itu besi terkuat sekali pun.
[ Proton Blade Earth ] Rank : A+ Attack : 800. STR : +20. VIT : +20. Sebuah pedang yang terbentuk dari kumpulan tanah terkuat di dunia yang terselimuti oleh energi yang dahsyat. Skill ( Aktif) : Earth Bringer : Memusatkan energi sihir pada pedang lalu melepaskan energi itu ke tanah dan akan menyebabkan ledakan area yang telah di tentukan. Skill ( Aktif) : Proton Slahs : Sebuah serangan penghancur yang berfokus pada satu target ( Akan berkurang efeknya bila ada lebih dari satu target yang di serang ).
" Akan aku gabungkan ini dengan The Heaven Snake Sword Astaroth... " Kata Xi.
Setelah itu System melakukan proses penggabungan antara The Heaven Snake Sword Astaroth dan Proton Blade Earth untuk mendapatkan sebuah senjata yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena banyaknya biaya yang Xi keluarkan untuk mempercepat proses penggabungannya, tidak memerlukan waktu lama untuk item tersebut selesai di satukan.
Kini sebuah item baru telah selesai di buat. Sebuah pedang berukuran besar dan sangat besat. Tidak mungkin dapat di angkat oleh orang biasa, hanya orang - orang tertentu yang dapat menggunakan pedang tersebut.
[ Proton Earth Demon Sword Astaroth ] Rank : S+ Attack : 1.500. STR : +35. VIT : +35. Efek : Setiap menebaskan pedang akan menghasilkan efek listrik yang dapat menghancurkan atau pun menyambar target.
Efek : Memberikan pemilik dua Resistensi ( Fire Resistensi dan Lightning Resistensi ) Efek : Meningkatkan serangan pada musuh tipe iblis ( +35% ) Efek : Meningkatkan kekuatan dalam serangan dan kerusakan dalam serangan.
Skill ( Aktif) : Earth Bringer : Memusatkan energi sihir pada pedang lalu melepaskan energi itu ke tanah dan akan menyebabkan ledakan area yang telah di tentukan. Skill ( Aktif) : Proton Slahs : Sebuah serangan penghancur yang berfokus pada satu target ( Akan berkurang efeknya bila ada lebih dari satu target yang di serang ).
Skill : land destruction poison slash : Memusatkan energi sihir pada pedang dan mengaktifkan racun yang tertanam pada pedang, memberikan sebuah serangan area yang sangat luas ketika menebaskan pedang pada permukaan tanah.
Melihat hasil dari penggabungan item tersebut, membuat Xi sangat puas. Karena ia bisa mendapatkan sebuah item dengan Rank S+ yang merupakan Rank tinggi yang sangat sulit untuk di dapatkan di ghaca system.
Walau pedang tersebut sangat berat, yang bahkan beratnya mencapai 1 ton, namun itu tidak membuat Xi kesulitan dalam mrmegangnya mau pun mengayunkan pedang tersebut. Tapi, melihat efek serta skill dari pedang tersebut, di tambah dengan beratnya, itu tidak cocok untuknya yang terbiasa dengan sebuah kecepatan.
Saat itu Xi pun kepikiran sesuatu saat melihat semua informasi dari pedang tersebut. " Ini memang pedang yang bagus, sayangnya tidak cocok untukku tapi... Ini sangat cocok untuk Gideon. Dengan gaya bertarungnya yang brutal dan ganas, serta pergerakannya yang berat dan kasar, pedang ini sungguh sangat cocok untuk Gideon. " Ucap Xi. Kegelapan yang ada di sekitarnya memudar secara perlahan. Retakan dari dinding yang menutupi Domainnya pun mulai tersebar luas. Cahaya matahari yang terang perlahan menyinari Domainnya yang mulai menghilang. " Aku ingin tahu seberapa gila Gideon jika aku berikan pedang ini kepada dirinya. " Lanjut Xi melepas Domainnya. Setelah itu ia pergi meninggalkan tempatnya, berjalan ke suatu tempat, menghampiri Gideon yang tidak jauh dari tempatnya berada.
Setelah keluar dari Domainnya, saat itu ia melihat Gideon yang sedang asik membantai iblis - iblis yang tersisa. Dengan brutalnya dia membantai para iblis tanpa memperdulikan area sekitarnya saat itu, tempat dimana Gideon bertarung adalah tempat yang paling hancur.
Bahkan orang - orang yang ada di sekitarnya, hanya bisa terdiam melihat Gideon yang membantai para iblis sendirian. Tidak hanya orang - orang sekitar, namun para Darkness Army lainnya, mereka hanya berdiri diam sambil memandangi Gideon dengan tatapan aneh.
Melihat itu, garis hitam menimpa kepala Xi dengan beberapa keringat muncul. Ia terlihat sangat canggung ketika melihat Gideon yang sedang asik membantai para iblis.
Di samping itu, Xi berjalan menghampiri Gideon yang sedang asik, sambil membawa pedang besar di pundaknya. Ia pun menyapa Gideon dengan santai. " Sepertinya kau sangat senang Gideon! " Kata Xi kepada Gideon.
Mendengar suara itu, seketika Gideon berhenti. Menoleh ke arah sumber suara tersebut. Ketika melihatnya, Gideon terkejut, lalu dengan sopan ia menundukkan kepalanya sambil sedikit membungkuk. Memberikan rasa hormatnya kepada Rajanya yaitu Xi Arcadia.
Xi melihat sekelilingnya, terlihat para iblis yang keluar dari Gate S class sebelumnya, semuanya telah di bantai habis tanpa tersisa. Bahkan ke empat Demon Arc Duke lainnya juga telah di kalahkan oleh Darkness Army. Itu membuat Xi sangat senang dan bangga memiliki bawahan - bawahan yang sangat kuat dan lagi tidak bisa mati.
Bersamaan dengan itu, Gideon yang melihat sebuah pedang besar yanh di pegang oleh Xi membuatnya penasaran. Ia tidak pernah melihat tuannya bertarung menggunakan pedang besar dan berat sebelumnya, melainkan ia hanya sering melihat tuannya menggunakan Dagger dan Katana sebagai senjata andalan. Dan juga racun yang biasa di gunakan dalam setiap situasi apa pun.
Melihat wajah penasaran Gideon membuat Xi sedikit tersenyum. Ia pun menurunkan pedang besar itu, memberikan pedang tersebut kepada Gideon. " Ini untukmu, ini hadia dariku karena sudah berkerja sangat keras! " Kata Xi dengan tulus memberikan pedang tersebut yang merupakan item tingkat tinggi kepada Gideon.
Mendengar hal tersebut membuat Gideon terkejut. Segerah ia berlutut dengan satu lutut menyentuh tanah, mengangkat kedua tangannya untuk menerima hadia tersebut. Gideon melakukan itu karena menghormati Xi sebagai rajanya, dan dia juga sangat bahagia mendapatkan sebuah hadia dari Xi. Dan hal itu membuat beberapa Darkness Army lainnya merasa sangat iri kepada Gideon. Saat itu, saat melihat Darkness Army lainnya yang iri kepada Gideon, ia hanya bisa tersenyum canggung untuk menanggapinya.
Setelah memberikan hadia kepada Gideon, Xi membangkitkan dua orang Rank S yang mati karena di bunuh oleh para iblis yang keluar dari Gate S class. Kedua Rank S itu adalah anggota dari Guild Holy Sword, Yaitu Bion dan juga Sinji.
Bion yang di bunuh oleh iblis merah, dan Sinji yang di bunuh oleh Demon King. Keduanya bangkit kembali menjadi Darkness Army ketika Xi memerintahkan mereka berdua, dan iblis lainnya untuk melayani dirinya.
" Aku King of Darkness, memerintahkan kalian yang telah mati untuk bangkit kembali! Layanilah aku sebagai Raja baru kalian! " Kata Xi.
Setelah kata - kata itu jatuh, energi sihir kematian dalam jumlah besar menyebar sangat luas. Kegelapan muncul dan menyelimuti seluruh area pertempuran. Dari sana, muncul banyak sosok prajurit hitam yang bangkit, mau itu para petualang, prajurit dari kerajaan Hallnas, dan para iblis yang lainnya.
Ketika mereka semua bangkit mejadi bentuk spiritual, mereka mendapatkan kembali setengah dari kemampuan mereka semasa hidup. Pada saat itu, suara notifikasi dari system terus bermunculan memberitahukan kepada Xi.
[ Yang mati menjawab panggilan anda ]
[ Yang mati menjawab panggilan anda ]
[ Yang mati menjawab panggilan anda ]
[ Yang mati menjawab panggilan anda ]
[ Yang mati Tidak menjawab panggilan anda ]
[ Yang mati menjawab panggilan anda ]
[ Yang mati Tidak menjawab panggilan anda ]
[ Yang mati Tidak menjawab panggilan anda ]
Suara notifikasi system terus muncul tanpa henti ketika Xi memanggil yang mati untuk bangkit kembali untuk melayani dirinya. Ada banyak yang berhasil ia panggil, namun juga ada banyak yang tidak berhasil di panggilnya.
" Walau aku sudah memiliki hak atas jiwa - jiwa orang mati, tapi tidak dengan dunia kematian... Tidak heran kalau ada yang menolak panggilan ku. " Kata Xi dalam hatinya. Hampir semua yang mati dalam pertempuran itu telah di bangkitkan kembali olehnya, namun untuk para iblis dengan tingkat Arc Duke, tidak satu pun dari mereka menjawab panggilan dari Xi. Mungkin itu karena mereka memiliki sebuah loyalitas yang sangat tinggi untuk melayani Raja mereka sebelumnya, yaitu Demon King. " Loyalitas yang tinggi memang sulit untuk di raih... Kau beruntung memiliki bawahan yang setia kepada dirimu, mungkin kau adalah Raja iblis yang di akui oleh mereka Demon King! " Lanjut Xi dalam hatinya, saat itu ia kagum dengan kesetiaan dari para Demon Arc Duke yang setia melayani Demon King bahkan setelah kematian mereka.
Xi mengakui Demon King sebagai pemimpin yang luar biasa, sekaligus ia kagum karena Demon King bisa membuat iblis - iblis kuat seperti Ras iblis Demon Arc Duke mengucapkan ketiaan mereka kepada nya. .
[ Darkness Army Level : 9 ] Rank : Elite Master.
[ Darkness Army Level : 15 ] Rank : Elite Master.
Dua Darkness Army dengan Rank tinggi berdiri di hadapannya, menjatuhkan satu lutut mereka ke tanah dan memberikan hormat kepada Raja baru mereka. Seseorang yang akan mereka layani dengan senang hati, dan akan melakukan apa pun demi mencapai tujuan dari Raja mereka.
[ Apakah anda ingin memberkan nama kepada mereka? ]
Mendengar pertanyaan dari System, Xi pun memegang dagunya. Berpikir untuk memberikan sebuah nama yang cocok untuk mereka berdua. Bersamaan dengan itu, Xi juga memerhatikan keduanya, salah satunya memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, setidaknya itu sedikit lebih besar dari Kuga. Dan yang satunya, memiliki ukuran tubuh lebih kecil dan ramping, memiliki sebuah pedang yang di letakkan di pinggangnya.
Setelah merenung cukup lama, Xi pun memberikan nama kepada mereka berdua, serta memberikan mereka sebuah nema Legion yang baru.
" Aku putuskan untuk memberikan nama kepada mereka, Boin dan Noa. " Ucap Xi.
Setelah Xi memberikan sebuah nama kepada mereka, nama tersebut terukir dalam jiwa mereka masing - masing.
[ Bion Level : 9 ] Rank : Elite Master.
[ Noa Level : 15 ] Rank : Elite Master.
Legion baru pun telah di tambahkan oleh Xi dalam pasukan Darkness Army nya. Dan Legion baru itu bersama " Nine S " yang mana Legion ini akan berisi sembilan orang Rank S yang memiliki kekuatan hebat di banding kan dengan Rank S lainnya. Legion yang akan memimpin pasukan Darkness Amry yang terdiri dari para petualang.
Kini dalam Darkness Army terdapat lima Ligeon utama. Dan hanya dua di antara lima Ligeon yang sudah lengkap. Legion yang sudah lengkap itu adalah Hidden Master dan Maniac Combat. Anggota dari Hidden master adalah HAMER, BLADE, SIELD, Balishta, Ben. Dan mereka memiliki Rank dan Level yang sama, yaitu Elite Master level 7.
Sedangkan untuk Combate Maniac adalah Bans, Mooria, Kirara, Kara, Kuga, Ero, Gana. Dan mereka semua berada di Rank dan level yang sama, Rank Master level 15.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai, Xi menarik semua pasukannya ke dalam kegelapan yang hampa kembali. Kegelapan itu berada di dalam dirinya, ia menyimpan semuanya di dalam kegelapan yang begitu menggila.
Setelah pertempuran berakhir, semua orang dapat menarik nafas legah mereka. Banyak dari mereka yang jatuh dan menangis karena senang dan bahagia masih dapat hidup setelah melalui kesulitan yang sangat luar biasa. Bersamaan mereka juga sedih karena banyak dari rekan - rekan mereka yang gugur dalam penaklukan tersebut. Terutama adalah Guild Holy Sword, mereka sedih karena kehilangan beberapa anggota mereka, terutama adalah pemimpin mereka yaitu Sinji yang menjadi Guild Master Holy Sword.
Kabar tentang Gate S class telah di selesaikan menyebar luas dengan sangat cepat, bahkan bukan hanya di seluruh negara Hallnas saja, namun di berbagai negara dan kota terdekat, serta negara - negara yang jauh pun juga. Kabar itu pun menjadi pembicara panas bagi setiap orang dari seluruh negara, bahkan di kalangan para bangsawan dan juga pertinggi - petinggi sebuah kerajaan.
Pagi hari yang sangat cerah, satu minggu telah berlalu dengan sangat cepatnya. Perbaikan pada area yang rusak karena pertempuran menghadapi Gate S class telah di lakukan. Bangunan - bangunan yang sebelumnya hancur, perlahan mulai di bangun kembali satu demi satu.
Semua orang sangat bahagia dapat setelah memalui hari yang sangat sulit. Aktivitas warga pun mulai berjalan seperti biasanya, walau ada beberapa kendala. Bagi mereka yang masih trauma dengan kejadian tersebut, beberapa dari mereka mengurung diri di rumah, sementara mereka yang berpikir untuk melupakan kejadian tersebut melakukan aktivitas sehari - hari.
Dalam sebuah penginapan, di sana terdapat Xi yang sedang bersantai duduk di sebuah sofa sambil menyeduh teh hangat yang sangat nikmat. Di sana tidak hanya ada Xi seorang saja, namun ada beberapa orang lainnya termasuk Airis dan Astia, bahkan Katashi ada di sana bersama dengan mereka.
Katashi yang masih penasaran dengan Gate S class kemarin pun bertanya kepada Xi. " Kak, apa kau pernah menghadapi situasi seperti itu sebelumnya? " Tanya Katashi kepada Xi.
Mendengar pertanyaan itu dari Katashi Xi pun menjawabnya dengan tenang. " Tidak... Aku tidak pernah. " Jawab Xi.
Mendengar jawaban dari Xi membuat Katashi sangat terkejut. Dalam pertempuran waktu itu, jelas pihak kerajaan Hallnas sangat kerepotan dalam menghadapi situasi mereka. Bahkan mereka semua hampir di ratakan oleh para iblis. Namun setelah kedatangan Xi, semuanya berubah, para iblis yang sebelumnya mendominasi pertempuran, semuanya menjadi berubah.
Para iblis di bantai habis - habisan oleh Xi sampai tidak ada yang tersisa dari mereka. Bahkan Xi pun mampu mengalahkan seorang Demon Arc Duke dalam satu serangan. Hal itu adalah sesuatu yang paling mustahil untuk terjadi di dunia ini.
" Aku tahu kau sangat hebat Kak tapi... Sehebat ini sampai bisa menyelesaikan Gate S class sendirian, aku rasa tidak ada orang yang lebih kuat dari mu di negara ini. " Kata Katashi. Setelah beberapa saat ia mengatakan hal tersebut, terlintas sesuatu dalam pikirannya yang membuat dirinya terkejut " Kak... Apa mungkin kau adalah salah satu dari lima pahlawan? " Tanya Katashi dengan raut wajah yang penasaran dan juga panik.
Xi menggelengkan kepalanya, menyatakan kalau dirinya bukan salah satu dari lima pahlawan yang di maksud oleh Katashi. Jangankan salah satu dari lima pahlawan, bahkan dirinya saja tidak tahu apa itu lima pahlawan. Karena hal itu pun, Xi bertanya kepada Katashi mengenai hal tersebut.
" Untuk orang jahat seperti ku mana mungkin jadi pahlawan, dan lagi apa itu lima pahlawan? Aku belum pernah mendengarnya... " Ucap Xi dengan tenang sambil bertanya kepada Katashi.
Katashi sungguh di buat terkejut dengan pernyataan dari Xi kalau dirinya bukan salah satu dari lima pahlawan. Kekuatan yang di miliki oleh Xi sangatlah tidak masuk akal, jadi hal yang wajar jika Katashi menganggap Xi sebagai satu dari lima pahlawan.
" Kau benar - benar tidak tahu kak? " Balas Katashi kepada Xi sambil bertanya.
Xi menggelengkan kepalanya, membenarkan apa yang ia ungkapkan sebelumnya adalah kebenaran dan bukan kebohongan.
Katashi pun memberitahukan kepada Xi apa itu lima pahlawan.
Lima pahlawan adalah lima orang terkuat yang ada di dunia ini, mereka di katakan sebagai utusan para Dewa jahat yang di tugaskan untuk menjaga keseimbangan dunia. Beberapa tahun yang lalu terjadi sebuah kekacauan yang sangat besar, dan menyebabkan banyak sekali korban jiwa. Mau itu dari kalangan bangsawan atau pun rakyat biasa.
Sebuah invasi yang di lakukan oleh monster humanoid berbadan besar menyebabkan banyak kekacauan. Dan menewaskan banyak sekali petualang - petualang Rank tinggi. Pada masa kritis, sebuah harapan muncul, terdapat lima orang dengan aura suci yang sangat luar biasa, mereka adalah orang - orang yang di berkahi oleh para Dewa.
Kemunculan mereka membawakan sebuah harapan baru, dan mereka berhasil mengalahkan pemimpin dari para monster humanoid yang menginvasi banyak negara. Sejak saat itu, mereka di kenal sebagai lima pahlawan yang mendapatkan berkah dari para Dewa. Parah pahlawan yang datang untuk menegakkan ke adilan, serta membasmi segala ancaman yang akan datang menimpa dunia.
Mendengar itu berkata " Oh... Itu saja? " Kata Xi dengan raut wajah datar. Walau terdengar menarik, namun ia tidak terlalu menanggapi serius lima pahlawan yang menyelamatkan dunia dari invasi dari para monster yang membuat kekacauan. " Di bandingkan lima pahlawan, aku lebih tertarik dengan Nine Blademaster and God of Blademaster. Mereka di katakan sebagai generasi pedang terhebat, sekaligus di katakan sebagai generasi terburuk sepanjang masa, aku ingin tahu siapa - siapa saja yang menjadi Blademaster selain IGRIS dan Gideon. " Kata Xi dalam hatinya. Saat ini ia sangat penasaran dengan seluruh anggota Nine Blademaster and God of Blademaster, selain IGRIS dan GIDEON.
Istana Kerajaan Hallnas, di sebuah ruangan tahta dari istana, terdapat seorang pria yang sedang berlutut di hadapan Sang Raja. Pria itu memberikan rasa hormatnya kepada Raja dari kerajaan Hallnas, dengan tulus dan rendah hati ia menundukkan kepalanya.
" Jumlah korban dari guild petualang dan juga prajurit kerajaan sangat banyak... Tapi, untungnya kita bisa mengatasi Gate S class ini. Aku tidak bisa membayangkan hancurnya negara Hallnas ini di tangan para iblis. " Ucap Raja dengan tenang. Ia sangat menyangkan para petualang dan prajurit yang gugur dalam pertempuran waktu itu.
" Saya dapat mengerti perasaan anda yang mulia, untung nya tidak ada warga sipil yang menjadi korban. " Ucap Guild Master Lightning, Light dengan sopan.
Raja setuju dengan pendapat dari Light, walau mereka kehilangan sekitar 1.500 prajurit dan beberapa ratus petualang, untungnya mereka melakukan evakuasi darurat secepat mungkin. Sehingga mereka dapat meminimalkan korban yang akan berjatuhan bila Dungeon Break terjadi.
" Guild Master, aku dengar dari kapten kesatria... Kalau kalian dan Guild Holy Sword dari kerajaan Elf tidak mampu untuk mengalahkan iblis - iblis itu, lalu siapa yang mengalahkan mereka? " Tanya Raja kepada Light. Ia cukup penasaran dengan orang - orang yang mengalahkan para iblis yang bahkan tidak bisa di kalahkan oleh petualang Rank dari beberapa Guild sekali pun.
Untuk mengalahkan para iblis yang membuat petualang lainnya kerepotan menghadapinya, pastinya orang - orang itu memiliki kemampuan yang luar biasa dan memiliki pengalaman serta kekuatan di atas rata - rata.
" Jika orang kuat seperti mereka mengabdi untuk negara ini, Kerajaan Hallnas tidak akan lagi kesusahan menghadapi Kerajaan Elf yang telah berselisih dengan kami. Aku harus membuat mereka menetap di negara ini! " Kata Raja dalam hatinya. Ia menginginkan orang - orang yang membantu Light dan Guild Master lainnya saat itu mengabdikan diri mereka untuk kerajaan Hallnas.
Light menanggapi pertanyaan Raja, dengan menjawab " Aku tidak tahu siapa mereka, aku pun belum pernah melihat atau mendengar tentang mereka tapi... Aku rasa mereka adalah teman dari salah satu anggota Guild Fame. " Jawab Light dengan sopan.
Mendengar jawaban dari Light, Raja memegang dagunya, memikirkan sesuatu untuk mengikat orang - orang itu. " Orang hebat seperti mereka tidak boleh di biarkan pergi begitu saja, kita harus membuat mereka tinggal di kerajaan ini. Guild Master, tolong sampaikan pesanku kepada mereka, aku Pemimpin Kerajaan Hallnas mengundang mereka dalam jamuan makan malam. " Kata Raja, memberikan sebuah perintah kepada Light. " Aku harap dengan ini mereka bisa tinggal... " Ucap Raja dalam hatinya yang penuh dengan harapan.
Mendengar perintaj itu, Light pun menyanggupinya. Segerah ia meninggalkan ruangan tahta dan pergi mencari tempat dimana Xi tinggal saat ini untuk menyampaikan pesan Raja kepada mereka.
Di penginapan, Xi dan Katashi masih berbincang - bincang membicarakan masing - masing pengalaman mereka saat berpetualang. Walau terkadang Xi suka bersikap cuek dan dingin, namun ia adalah pendengar yang baik jika ada seseorang yang menceritakan tentang pengalaman atau masa lalunya.
Saat Katashi sedang asiknya menceritakan tentang ayahnya yang menjadi anggota Guild Fame, Xi tidak sedikit pun memotong pembicaraan Katashi, dan membiarkan Katashi menceritakan semuanya. Ia hanya duduk dengan tenang sambil menikmati hidangan yang ada di meja.
" Benar, aku ingin menjadi lebih kuat lagi, aku tahu kalau aku tidak akan sekuatmu kak tapi, aku ingin menjadi lebih kuat untuk melindungi rekan - rekan ku... Aku merasa kalau aku belum cukup kuat untuk menjadi seorang pemimpin dalam sebuah party. " Jawab Katashi.
Katashi terlihat sangat lesuh ketika ia mengatakan kalau dirinya ingin menjadi lebih kuat lagi. Itu mengingatkan pada dirinya setiap kali menjalan Quest selalu ada kesulitan yang di alami. Entah itu dari monster - monster kuat, atau pun monster lemah dengan jumlah yang banyak. Walau berhasil melalui kesulitan itu, tapi ia merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi rekan - rekannya dengan baik. Sehingga beberapa dari rekan - rekannya terluka saat menghadapi monster - monster yang menghadang mereka.
Xi menghelakan nafasnya, berkata kepada Katashi. " Aku bisa membantumu tapi, itu tergantung pada dirimu sendiri. Apakah yang kau katakan itu benar atau tidak semuanya kembali kepadamu. " Kata Xi. Saat itu, Katashi langsung mengangkat kepalanya dengan mata yang terbuka lebar " Pastinya kau sudah tahu setiap kekuatan memiliki kekurangannya masing - masing. Dan itu berlaku pada semua orang, entah mereka kuat atau lemah, setiap kekuatan memiliki kelemahan. " Lanjut Xi.
" Sebagai contohnya adalah diriku, aku bisa mensummon banyak makhluk tapi, setiap kali mereka di hancurkan konsumsi energi yang di perluka sangat banyak untuk membuat mereka bangkit kembali. Namun untuk menciptakan satu makhluk yang kuat, aku memerlukan energi dalam jumlah besar dan prosesnya juga lama. "
" Memang aku membangkitkan mereka yang mati tapi semua itu dalam bentuk spiritual dan bukan material. Saat aku menghidupkan kembali mereka dalam bentuk fisik material, aku memerlukan energi dua kali lipat lebih banyak dari jumlah energi yang mereka miliki semasa hidup. Dan tentu saja mereka akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya, namun jika gagal resikonya juga besar. Itu bisa membuatku mendapatkan luka dalam yang lumayan serius. " Lanjut Xi.
Saat itu terlintas dalam pikiran Katashi " Jadi begitu... Semakin kuat dirimu semakin besar juga tanggung jawabnya. Aku selalu melihat Kak Xi adalah orang yang sangat hebat dan tak terkalahkan tapi, aku tidak tahu kalau dia punya kelemahan seperti itu... Tapi itu lah yang membuatnya menjadi lebih kuat lagi, dia selalu menutupi kelemahannya dengan strategi yang ia rancang. Yah... Dia selalu begitu, bahkan saat pertemuan pertama kali, aku kira dia hanya orang yang dingin dan sombong... Tapi setelah melihat apa yang dia lakukan, semua itu, sifatnya hanyalah strategi untuk membuat musuh terjebak dalam perhitungannya. " Kata Katashi dalam hatinya.
Katashi berdiri, membungkuk dan menundukkan kepalanya di depan Xi dan berkata " Aku mohon kak, tolong bimbing aku! " Kata Katashi. Memohon kepada Xi untuk membimbingnya.
Melihat itu, melihat permintaan tulus dari Katashi membuat Xi mengingat sesuatu. Sambil tersenyum kecil Xi menanggapinya " Tidak perlu sampai memohon seperti itu, asal kau meminta pasti aku bantu... Soalnya kau menganggapku sebagai saudara mu kan? Melihat mu seperti ini, memgingatkan aku akan sesuatu... " Balas Xi. " Kau tahu, dulu Tota juga melakukan hal yang sama seperti apa yang kau lakukan sekarang... Aku pikir dia akan menangis jika aku menolaknya saat itu. " Lanjut Xi sembari mengingat masa - masa saat Tota melakukan hal yang sama seperti Katashi saat ini.
Katashi yang mendengar hal tersebut keluar dari mulut Xi, membuat Katashi sangat terkejut. Yang ia tahu Tota itu adalah tuan muda dari keluarga bangsawan, ayahnya adalah seorang Count yang di tugaskan untuk menjadi penguasaan kota Branco yang menjadi perbatasan antara Negara Hallnas dan Negara Elf.
" Apa! Jadi Tota juga pernah melakukannya? " Teriak Katashi dengan terkejut.
Saat itu Xi berdiri dari tempat duduknya, memegang pundak Katashi sambil berkata. " Apa kau sudah siap? " Tanya Xi kepada Katashi.
katashi pun menjawab dengan bingung. " Siap?... Untuk apa? " Jawab Katashi sambil bertanya kembali.
" Untuk menjadi kuat... " Jawab Xi. Sebuah lingkaran sihir berwarna ungu muncul di bawah kaki mereka berdua. Cahaya dari lingkaran sihir itu bersinar terang, memindahkan mereka dari penginapan menuju ke suatu tempat.
Di saat yang sama, seseorang membuka pintu ruangan, melihat Xi yang baru saja pergi menggunakan sihir teleportasi.
" Aaa... Tuan pergi! " Ucap Airis yang terkejut saat melihat Xi pergi. Bersamaan dengan itu, Ada Light bersama dengannya.
Di sebuah tempat yang di penuhi oleh banyak pepohonan. Hutan Magus yang hilang. Sebuah hutan yang berdekatan dengan rawa - rawa serta memiliki banyak sekali predator di dalamnya. Dulunya Hutan Magus adalah salah satu dari hutan yang paling berbahaya karena banyaknya predator kuat di dalamnya.
Ribuan jiwa telah melayang di dalam hutan ini dalam setiap tahunnya, dan itu membuat manusia sangat menghidari hutan Magus dan tidak pernah menginjakkan kaki mereka lagi di hutan tersebut. Minimnya informasi mengenai hutan Magus, membuat banyak orang bahkan para bangsawan merinding ketika berniat untuk menjelajahi hutan Magus.
Namun, beberapa tahun kedepan, hutan Magus menghilang tanpa sebab. Banyak orang berpikiran kalau hutan Magus adalah area yang di kutuk, sehingga akan berpindah - pindah tempat dan tidak tentu akan muncul dimana. Bagi mereka yang menukan hutan Magus, bisa di katakan sebagai orang yang beruntung. Akan tetapi, juga bisa di katakan sebagai orang yang sial karena bahaya yang di miliki hutan Magus sangatlah mengerikan.
Di dalam hutan Magus, Katashi berhadapan dengan beberapa monster humanoid yang tiba - tiba menyerang dirinya. Saat itu Katashi bertarung dengan sangat baik ketika menghadapi para monster yang menyerang dirinya itu.
[ Green Frogman ] Rank : D. Level : 20. Exp : 3.000.
Katashi bertarung dengan sangat baik, dia dapat menahan semua serangan dari Green Frogman dengan perisai miliknya, dan menyerang lawannya dengan pedangnya. Saat itu, Katashi dapat mengatasi 20 Green Frogman sendirian tanpa kesulitan sedikit pun.
Sementara itu, Xi yang bersama dengan Katashi tidak membantunya sedikit pun. Ia hanya duduk diam di atas sebuah dahan pohon sambil mengamati Katashi yang sedang bertarung dengan penuh semangat itu. Apa yang ia lihat dari Katashi adalah semangat juangnya yang pantang menyerah dan tidak pernah mundur dari pertarungan. Bahkan ketika dirinya sudah di kepung, Katashi tidak sedikit pun gentar menghadapi mereka semua sendirian.
" Dia sangat mahir menggunakan perisainya... Bahkan aku tidak sebaik itu menggunakannya, dia mampu menahan setiap serangan Green Frogman dari segala arah. Tidak di ragukan lagi, Katashi pasti akan menang menghadapi mereka semua, bahkan untuk satu lawan satu, Green Frogman tidak akan punya kesempatan untuk menang. " Ucap Xi dengan pelan. Kagum dengan kemampuan bertarung Katashi yang dapat memainkan sebuah perisai dengan sempurna. Walau Katashi sangat hebat, di sisi lain Xi menyangkan satu hal " Aku tahu dia hebat tapi... Dia terlalu fokus dengan apa yang ada di depannya. " Lanjut Xi sambil memerhatikan seekor monster berukuran kecil yang merayap di rumput.
Karena warna monster itu sama dengan warna rumput, jadi membuatnya sangat sulit untuj di lihat. Itu adalah kamuflase yang sangat baik. Saat itu, seekor ular hijau melompat dan menyerang Katashi. Ia hendak menggigit Katashi dengan taringnya yang besar dan tajam.
Katashi sangat senang karena bisa mengalahkan semua Green Frogman tanpa adanya masalah. Setelah ia mengalahkan semua Green Frogman ia berkata " Aku berhasil mengalahkan mereka tanpa masalah! Walau tidak sekuat yang aku pikirkan, tapi mereka cukup pintar karena menyerang dengan strategi. " Ucap Katashi sambil tersenyum. Ketika itu Katashi berbalik untuk mencari Xi. Ketika ia baru berbalik, ia di kejutkan dengan adanya Xi di belakang nya. " WAOH! " Teriak Katashi.
" Kak! Kau mengejutkan ku! " Ucap Katashi mengeluh.
Xi mengebaikan keluhan Katashi yang mengagetkan dirinya. Saat itu Xi pun berkata kepada Katashi. " Aku sudah mengawasimu dari tadi, memang bagus fokus dengan apa yang ada di hadapanmu tapi kau juga harus memerhatikan sekitarmu juga, lihat ini! " Ucap Xi.
Saat itu Katashi melihat ke bawah, ketika Katashi melihat ke bawah, ia terkejut dengan apa yang ada di bawah kaki Xi. " Itu... Ular hijau beracun! " Kata Katashi.
" Walau terlihat kecil dan namun tidak dapat di abaikan, racun nya Fatal. Jika kau tergigit olehnya, kau akan lumpuh untuk sementara waktu, dan jika tidak cepat di obati, kau bisa saja mati karena racunnya. " Ucap Xi. Xi pun melanjutkan perkataannya " Jika kau dalam sebuah party, jika saja ular ini menggigit mage atau healer dalam tim mu, dapat aku pastikan kalau itu akan mengejutkan kalian, dan formasi kalian pasti akan rusak. Pikirkan apa yang akan terjadi apa bila itu terjadi kenyataan? " Lanjut Xi.
Saat itu Katashi tersentak terkejut sampai terdiam. Wajahnya berkeringat berangsur angsur menjadi pucat memikirkan hal tersebut. Dalam pikirannya, sudah dapat di bayangkan apa yang akan terjadi kepada dia dan party nya bila hal tersebut beneran terjadi. Sudah pasti mereka semua akan di bantai habis oleh para monster.
Setelah merenungkan hal tersebut, Katashi menutup matanya. Menarik nafasnya dalam - dalam melalui hidungnya, lalu mengeluarkannya perlahan melalui mulut. Hal itu di lakukan guna untuk menenangkan dirinya dan juga pikirannya. Karena apa yang ia pikirkan, apa yang ada di pikirannya tadi belum terjadi. Jadi pemikiran yang tidak berguna seperti itu jika terus di pikirkan hanya akan menjadi beban di kepalanya yang akan membuatnya stress. Jadi Katashi memilih untuk melupakan hal tersebut, dan akan selalu mengingat apa yang di katakan oleh Xi di dalam hatinya. Berharap kejadian seperti itu tidak akan pernah terjadi terhadap dirinya, atau pun party nya.
__ADS_1
" Terimakasih banyak! Aku akan selalu mengingatnya! " Ucap Katashi dengan tulus sambil membungkuk saat itu.
Melihat itu, dengan cepat Xi membalasnya dengan berkata " Tidak perlu sampai bersikap seperti itu, lagi pula sekarang kita saudarakan? " Balas Xi dengan tenang dan santai.
Mendengar perkataan itu membuat Katashi sangat terharu dan seakan ia ingin menangis ketika mendengarnya langsung dari Xi.
" Oke... Hentikan itu! Ada musuh yang mendekat! " Ucap Xi sambil memalingkan wajahnya dari Katashi. Melihat ke depan dengan tatapan tajam.
" M- musuh!? " Tanya Katashi dengan bingung. Ia bahkan tidak merasakan apa pun, apa lagi keberadaan musuh di sekitar.
Dari arah depan, tempat yang penuh dengan semak - semak belukar yang tinggi. Saat itu semak - semak tersebut bergerak seperti ada yang menggerakkannya. Tak lama terdengar suara dari langkah kaki dalam jumlah yang sangat banyak.
Dari semak - semak itu, muncul banyak serigala dengan taring besi yang tajam berlarian ke arah mereka berdua. Kemunculan sekelompok serigala itu, jelas membuat Katashi sangat terkejut. Karena jumlah dari kelompok serigala itu lebih dari 30 ekor serigala.
" Woah! Steel Fang raksasa!? " Teriak Katashi dengan raut wajah terkejut. " Kak... Serigala itu akan datang ke arah kita! " Lanjut Katashi sambil mempersiapkan diri untuk bertarung.
Dalam situasi tersebut, Xi terlihat sangat tenang dan santai. Seperti tidak mempedulikan sekelompok Steel Fang yang datang menyerang mereka berdua.
" Bukan mereka musuh kita, mereka cuma lari saja. " Ucap Xi memberitahukan kepada Katashi yang waspada.
Saat kata - kata itu jatuh, Katashi terkejut sekaligus bingung dengan perkataan Xi. Di samping itu, para serigala terus berlarian ke arah mereka, lalu melewati mereka begitu saja tanpa memperdulikan mereka sama sekali.
" Benar... Mereka memgabaikan kami! " Ucap Katashi dalam hatinya. Dalam hal itu ada sesuatu yang menjanggal di pikiran Katashi. Kenapa sekelompok Steel Fang Raksasa lari ketakutan. " Kalau mereka lari ketakutan maka... Ada predator yang lebih kuat dari pada mereka! " Lanjut Katashi dalam hatinya. Bersamaan dengan itu, terdengar suara pohon yang tumbang berkali - kali. Dapat di simpulkan oleh Katashi kalau makhluk itu adalah predator yang membuat sekelompak Steel Fang lari ketakutan.
Suara dari pohon yang tumbang terus terdengar oleh mereka berdua, semakin lama suara yang di hasilkan semakin terdengar jelas. Itu petanda kalau predator yang membuat Steel Fang ketakutan berada di dekat mereka. Suara nafas yang mengerikan terdengar sangat kasar, hentakan kaki yang kuat pada tanah terdengar dengan jelas suaranya. Itu sangat berat sampai membuat jejak di permukaan tanah.
Sesuatu berukuran besar muncul dari balik semak - semak, tubuhnya besar dan tinggi setinggi 3 meter. Warna dari kulitnya berwarna merah, dan di penuhi dengan lendir yang menyelimuti tubuhnya. Berjalan dengan langkah kaki yang berat sambil membawa sebuah senjata berupa batang kayu yang besar.
Katashi yang melihat monster tersebut terkejut dengan ukurannya yang sangat besar. Walau tidak sebesar iblis merah, namun raut wajahnya sangat menjijikan dan terlihat lebih menyeramkan. Saat itu pandangan Katashi sangat jijik saat menatapnya.
Hutan Magus terbagi menjadi tiga wilayah, Dan masing - masing wilayahnya memiliki Ras yang kuat sebagai penguasanya, dan salah satunya adalah monster dari Ras Frogman. Dari ketika Ras terkuat yang ada di hutan magus, Ras Frogman adalah Ras terkuat kedua dan paling Agresif di antara kedua Ras lainnya yaitu, Lizardman dan Crocodailman.
Ras Frogman terbagi menjadi tiga, yang terlemah adalah Green Frogman, rata - rata rank dari Green Frogman adalah D dan hanya segelintir yang bisa mencapai Rank C. Dan yang kedua adalah Blue Frogman, mereka ahli dalam hal memana dan setiap senjata yang mereka buat selalu di lumuri oleh racun yang dapat melumpuhkan. Blue Frogman mahir dalam strategi menyergap, dan rata - rata Rank dari Blue Frogman adalah C+ - B. Dan yang terakhir dari dan merupakan yang terkuat dari Ras Frogman, adalah Red Frogman, memiliki ukuran tubuh jauh di atas rata - rata dari Frogman lainnya, sangat rakus akan makanan, dan suka memperbudak Ras Frogman yang lebih lemah dari mereka. Kekuatan dari Red Frogman pun jauh lebih unggul dari Blue Frogman. Dan rata - rata Rank dari Red Frogman adalah B+ - A.
Dengan kekuatan mereka yang besar, sudah jelas jumlah mereka jauh lebih sedikit di bandingkan kedua Ras Frogman lainnya. Namun mereka adalah puncak dari Ras Frogman, di wilayah mereka tidak ada predator yang lebih kuat dari mereka, walau jumlah mereka sedikit, namun mereka cukup aman dengan kekuatan mereka yang besar.
" Red Frogman... Setidaknya Ranknya berada di Rank B tapi, dia jauh lebih kuat dari Rank B biasa... Berhati - hati lah! " Ucap Xi kepada Katashi. Menggunakan skill Steahlt untuk menyembunyikan hawa keberadaannya dari Red Frogman.
" Apa aku akan menghadapinya sendirian? " Teriak Katashi terkejut karena Xi meninggalkannya sendirian.
" Tentu... Aku akan membantumu jika kau berada dalam bahaya. Berjuanglah! " Lanjut Xi kemudian ia menghilang dan lenyap bersama dengan angin yang berhembus. Menyemangati Katashi di balik bayang - bayang hutan Magus.
Ketika Xi menghilang, pandangan Red Frogman terfokus pada Katashi yang ada di sana. Walau mereka berada di Rank yang sama, namun Katashi dapat merasakan jarak di antara mereka berdua. Dalam pandangan Katashi, ia melihat seperti sebuah dinding yang amat besar berada di hadapannya.
Red Frogman menyerang Katashi dengan ganas, menggunakan batang kayu yang kokoh yang di pegang pada tangannya. Katashi merasa kalau serangan itu berbahaya, dan di penuhi dengan niat untuk membunuh. Dari pada menahannya dengan perisai miliknya, Katashi lebih memilih untuk menghindari setiap serangan Red Frogman.
Dalam situasi tersebut, Katashi cukup tertekan karena Red Frogman selalu meyerangnya tanpa henti. Wajahnya penuh dengan keringat menandakan kalau dirinya sudah kelelahan untuk terus menghindari setiap serangan Red Frogman. Akan tetapi, secara bersamaan setiap ayunan dari serangan Red Frogman menjadi melambat.
Red Frogman menyerang Katashi, namun tanpa sadar serangannya meleset. Menyadari serangan Red Frogman melambat, Katashi mendorong Red Frogman dengan kuat menggunakan perisainya. Membuat Red Frogman tidak memiliki waktu untuk menarik tangannya kembali. Dorongan Katashi yang sangat kuat membuat Red Frogman terjatuh menghantam tanah.
Red Frogman tergeletak tidak dapat bergerak sesaat setelah terkena dorongan kuat dari Katashi.
Katashi melompat tinggi, menusukkan pedangnya pada dada Red Frogman yang tergeletak di tanah. Pedang Katashi menusuk dada Red Frogman, menembus kulitnya yang berlapis lendir. Walau berhasil melukai Red Frogman, namun itu tidak membuatnya mendapatkan luka yang fatal. Karena tusukan pedang Katashi tidak terlalu kuat, sehingga hanya menembus kulit bagian luarnya saja dan tidak merusak sedikit pun organ yang ada di dalamnya.
Red Frogman terbangun kembali, memukul Katashi menggunakan tangannya. Karena berada di jarak yang dekat dan berada di tempat yang licin. Katashi pun tidak sempat untuk menghindarinya, sehingga membuat dirinya dengan telak terkena serangan tersebut.
Katashi terhempas cukup kuat hingga menabrak sebuah pohon besar yang ada di sana. Ketika terkena serangan dari Red Frogman, itu membuat beberapa tulang rusuk Katashi menjadi patah, sehingga membuatnya sulit untuk bergerak. Bahkan Katashi menjadi kesulitan untuk bernafas karena hal tersebut.
Katashi yang terduduk lemas di sana, hanya bisa memandangi Red Frogman yang bangun kembali. Berjalan mendekatinya sambil membawa batang kayu besarnya yang selalu di bawanya.
" Sial... Aku tidak bisa bergerak! Kalau begini terus, dia bisa membunuhku dengan mudah! Itu tidak boleh terjadi! " Ucap Katashi dalam hatinya yang tidak terima dengan situasi nya saat itu. Ia berusaha untuk berdiri sambil memegang pedang yang ada di sampingnya, memegangnya dengan tangan yang gemetar, bahkan sulit untuknya memegangnya dengan benar.
Dengan kaki yang gemetaran, Katashi berdiri dan mengacungkan pedangnya kepada Red Frogman. Namun, Red Frogman menanggapi hal tersebut dengan senyum meremehkan. Memandang remeh Katashi yang sudah kelelahan dan bahkan tidak bisa melakukan apa pun lagi.
Red Frogman terus berjalab perlahan - lahan sambil menunjukkan wajah sombongnya. Menatap jijik Katashi yang sudah tidak berdaya dan tidak memiliki kesempatan untuk menang darinya lagi. Saat itu, sebuah suara jatuh dan membuatnya keduanya terkejut ketika mendengarnya.
" Aku tidak tahu kalau Red Frogman begitu sombong, bahkan sampai meremehkan saudaraku ini. " Sontak setelah kata - kata itu jatuh, keduanya terkejut. Tepat di belakang Katashi berdiri Xi di sana sambil bersandar di samping pohon besar itu. Xi pun melanjutkan perkataannya dengan menjelaskan " Jika hanya kau seorang saja, Katashi pasti menang satu lawan satu melawanmu jika tidak kelelahan. Tapi, karena sekarang dia terluka, biarkan orang lain yang menghadapimu. " Lanjut Xi. Kegelapan keluar dari tubuh Xi, memunculkan seorang Knight berbedan besar yang membawa perisai dan pedang di tangannya.
[ SIELD Level : 7 ] Rank : Elite Master ( Hidden Master) ]
" Sudah waktunya, Katashi perhatian baik - baik. Lihatlah baik - baik, akan ku tunjukkan kepadamu cara menggunakan pedang dan perisai! " Ucap Xi dengan santai sambil bersandar.
Katashi menelan ludahnya, mengangguk dengan patuh. Sambil menahan rasa sakit yang di dapatnya karena luka yang di derita, Katashi memberikan tatapan tajam dan fokus pada Kesatria hitam yang ada di depannya yang akan berhadapan dengan Red Frogman.
" SIELD, pastikan kau menunjukkan sesuatu yang bagus kepadanya. " Ucap Xi kepada SIELD.
SIELD menoleh dan mengangguk mengerti. Ketika itu, Red Frogman menyerang SIELD dengan batang kayunya yang keras. Dengan kekuatan penuh tenaga dan tanpa ragu, Red Frogman menyerang SIELD.
SIELD mengayunkan perisainya dengan sangat cepat, bertabrakan dengan batang kayu milik Red Frogman. Ketika keduanya senjata saling bertemu, senjata milik Red Frogman seketika hancur lebur tak berbentuk lagi ketika bertabrakan dengan perisai milik SIELD.
Melihat kejadian tersebut, jelas membuat Katashi membuka matanya lebar - lebar. Dia sangat tercengang melihat kejadian yang tidak masuk akal tersebut.
Saat itu, Xi pun menjelaskan " Aku melihatmu bertarung melawan Green Frogman tadi, kau terlalu fokus menggunakan perisai mu untuk bertahan dan menyerang menggunakan pedang. Aku akui itu memang tidak buruk, malahan itu bagus. Tapi, perisai bukan sebuah alat untuk melindungi dirimu. Kau lihat apa yang di lakukan SIELD tadi, halau serangan musuh dengan serangan balik. Perisai itu kuat, dan perisai bisa menghancurkan senjata milik musuh. " Jelaskan Xi dengan apa yang ia lihat dan yang selalu ia amati dari setiap pertarungan yang terjadi.
" Lalu jangan mengayunkan pedangmu secara asal, tapi gunakan akalmu dalam pertarungan untuk mencari tahu kelemahan musuhmu. " Lanjut Xi. Bersamaan dengan itu, SIELD menyerang Red Frogman di bagian lengan kirinya. Membuat Red Frogman kehilangan satu lengan yang selalu ia andalkan untuk bertahan dan serangan dadakan. " Pikirkan cara untuk membuat sebuah celah, dan berikan mereka sebuah serangan kejutan. Bertarung itu bukan hanya menguji kekuatan, namun juga menguji kecerdasan. Karena setiap langkah yang kau ambil, akan berpengaruh pada hasil pertarungan mu. " Lanjut Xi.
Ketika itu, SIELD menyerang kedua kaki Red Frogman dengan kuat. Sehingga membuat Red Frogman terjatuh dan tidak dapat bangun kembali karena urat kaki nya telah terpotong oleh tebasan pedang SIELD.
SIELD pun mengakhiri pertarungan itu dengan menancapkan pedangnya tepat di kepala Red Frogman. Dalam pertarungan itu, Katashi sangat terkagum - kagum melihat kehebatan bertarung SIELD. Dalam pertarungan Katashi selalu memerhatikan SIELD dengan sangat baik. " Barusan itu sangat hebat... Pergerakannya sempurna dan tidak ada gerakan yang sia - sia. Sungguh kuat dan luar biasa, jadi inikah pertarungan master pedang dan perisai yang sesungguhnya! " Ucap Katashi dengan terkagum - kagum ketika menyaksikan pertarungan yang luar biasa di depan matanya sendiri. Setelah menyaksikan pertarungan SIELD, Katashi menjadi lebih bersemangat untuk menjadi lebih kuat lagi. Ia ingin mencapai hasil yang memuaskan, dan mencapai titik dimana dia akan menjadi Tank terbaik di Kerajaan Hallnas.
" Kau sudah melihatnya kan? Kini berdirilah, ambil pedangmu dan angkat perisaimu dan hadapi mereka! " Ucap Xi sembari memberikan semangat kepada Katashi. Saat itu, ia memberikan sebuah potion kepada Katashi. Itu adalah potion yang dapat menyembuhkan berbagai jenis luka yang di derita.
Dengan penuh semangat Katashi mengambilnya, lalu membuka penutup botol potion itu lalu meminum isinya. Seketika saat ia selesai meminum potion tersebut, semua luka yang di deritanya menghilang begitu saja. Itu seperti dia tidak pernah mendapatkan luka seperti itu sebelumnya.
" Akan aku lakukan! " Ucap Katashi dengan semangat tinggi seperti api yang membara. Mengepalkan tangannya dengan sangat erat. Membuktikan kalau dirinya miliki semangat juang yang sangat besar.
Waktu berlalu dengan sangat cepat. Tiga hari telah terlewati di hutan Magus. Di dekat rawa, terdapat banyak sekali mayat dari Green Frogman dan Blue Frogman, dan ada beberapa mayat dari Red Frogman yang tergeletak di mana - mana. Kematian dari para monster itu terlihat jelas, terdapat banyak bekas tebasan pedang serta beberapa hantaman dari sesuatu yang keras sehingga membuat beberapa bagian patah bahkan hancur.
Suara dari dentuman perisai yang di pukul terdengar sangat keras. Terlihat tidak jauh dari tempat mereka berada, Katashi sedang bertarung menghadapi Red Frogman sendirian. Katashi tampak sudah sangat mahir dalam menggunakan perisai sekaligus pedang yang menjadi senjatanya. Saat itu ia dengab mudah menumbangkan Red Frogman hanya dalam satu dorongan keras, dan membuat tulang rusuk dari Red Frogman hancur.
[ Katashi ] Rank : A. Level : 99. Exp : 50.000. Class : Tanker.
Dari kejauhan, Xi yang melihat Katashi dapat membunuh Red Frogman dengan mudah, ia tersenyum kecil. Kini kemampuan Katashi tidak dapat di remehkan, bahkan ia bisa saja sebanding atau lebih tinggi dari pada anggota elite dari berbagai Guild di negara Hallnas.
" Perkembangan nya sangat cepat, memang layak untuk menjadi Tanker terbaik di masa depan. " Ucap Xi dengan kagum melihat perkembangan Katashi yang sangat cepat. " Sudah tiga hari kami di hutan ini, pihak kerajaan pasti terus mendatangi penginapan tempat aku tinggal... Hmmm. " Ucap Xi dalam hatinya. Duduk dengan santai di atas pohon sambil memikirkan sesuatu.
Saat sedang berpikir, ia juga sekaligus memerhatikan Katashi dari kejauhan. Tidak sedikit pun Xi kehilangan pandangnya pada Katashi yang jauh di sana. Bersamaan dengan itu, sesuatu merayap mendekati dirinya. Sesuatu yang ukurannya besar menunjukkan wujudnya. Mendesis dengan pelan, membuka mulutnya lebar - lebar bersiap untuk menerkam Xi dari belakang.
Namun, belum sempat ia menyerang, terlebih dahulu Xi menangkapnya hanya dengan satu tangan. Ia memegang taring dari ular pohon yang besar itu, lalu menariknya. Menjatuhkannya ke bawah dengan santai seperti membuang sesuatu yang tidak berharga sedikit pun.
Lama ia berpikir, Xi pun mendapatkan sebuah ide. " Karena pihak kerajaan terus menerus mengirim orang untuk mencariku, pasti tujuannya untuk membuatku tetap tinggal di kerajaan Hallnas. Karena aku tidak mau terus tinggal di sana, sebaiknya aku menjadikan Katashi seorang bangsawan. Dengan kemampuan nya sekarang, aku rasa tidak masalah untuknya menggantikan posisi ku di kerajaan. " Kata Xi dalam hatinya yang berniat untuk menaikkan Status keluarga Katashi menjadi keluarga Bangsawan. Alasan Xi menolaknya untuk menjadi bangsawan di sebuah kerajaan karena ia tidak mau kebebasannya di rebut oleh seseorang. Ia bukan orang yang ingin di perintah oleh orang lain, hanya dirinya sendiri yang bisa memerintah dirinya. Dan ada sebuah tujuan yang ingin di capai oleh Xi, yaitu untuk menyelamatkan ibunya yang di segel, serta mencari keberadaan para dewa beserta utusannya untuk ia bunuh. Dengan mengingat apa yang di katakan oleh Bahamut kepada dirinya saat itu, sebuah perasaan yang aneh muncul dalam hatinya. Itu adalah perasaan amarah serta balas dendam yang sangat pekat.
Xi turun dari tempatnya, mendarat dengan mulus di permukaan tanah tanpa bersuara sedikit pun. Kemudian, ia berjalan menghampiri Katashi yang sedang bertarung menghadapi Green Frogman.
Ketika sudah dekat, Xi pun bersuara " Hei Katashi, apa kau sudah selesai? " Tanya Xi kepada Katashi.
Mendengar itu, Katashi sangat senang. Berjalan menghampiri Xi seperti seorang anak kecil. " Ya, aku sudah selesai! Ada apa kak? " Jawab Katashi sambil bertanya kepada Xi.
" Aku langsung ke intinya saja... Aku akan membuatmu menjadi keluarga bangsawan. " Jawab Xi.
Katashi terdiam mematung, pikirannya saat itu sulit untuk mencerna apa yang di katakan oleh Xi. " HAH? " Katashi bingung dengan apa yang Xi katakan. " Menjadikan aku seorang bangsawan? " Tanya Katashi.
Xi menanggapinya dengab menganggukkan kepalanya, membenarkan apa yang di katakan sebelumnya.
Melihat respon dari Xi, membuat Katashi menjadi terkejut. Karena apa yang di katakan oleh Xi adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk di lakukan oleh orang biasa seperti dirinya. Terlebih menjadi keluarga bangsawan itu harus memiliki beberapa keunggulan dan juga keuntungan. Tidak hanya itu, prestasi juga di perlukan untuk menjadi keluarga bangsawan.
" Haaa? Itu tidak mungkin! Menjadi seorang bangsawan itu sangat mustahil untuk ku! " Teriak Katashi dengan sangat keras. Saking kerasnya, bahkan sampai membuat Xi menutup telinganya saat Katashi berteriak.
__ADS_1