
Satoo yang kebingungan karena dia tidak mati, pada saat itu dia menerima tebasan pedang dari Xi lagi dan lagi. Kematian yang dia dapatkan terus beruang ulang, rasa sakit yang begitu menggila dan tidak dapat dia tahan membuatnya sangat frustrasi.
Jeritan kesakitan yang keras terus berulang, setiap kali dirinya mati, dia bangkit dengan ke adaan yang untuh dan baik - baik saja. Dan saat dia bangkit kembali dia menerima siksaan itu lagi. Dia yang sangat frustrasi dengan ke adaannya itu dia menangis, air matanya berubah menjadi darah. Dia terus memohon kepada untuk membunuhnya dan mengakhiri penderitaan ini. Namun tidak ada jawaban untuk permintaannya itu, dan rasa sakitnya terus bertambah. Hingga membuat dirinya menjadi kehilangan akal sehatnya.
Tatapan Xi yang dingin dan tidak memperdulikan apa yang terjadi pada musuhnya sangatlah mengerikan. Matanya selalu di selimut oleh niat membunuh.
Satoo yang telah kehilangan akal sehatnya karena formasi sihir ilusi yang Xi tanamkan padanya, dia menghentikan sihir tersebut dan berdiri di depan Satoo sambil berkata. " Seperti kau sangat menikmati ilusi itu.... " Ucap Xi dan ia mengangkat pedangnya " Selamat tinggal. " Lanjutnya sambil mengayunkan pedangnya dan menebas kepala Satoo hingga terlepas dari tubuhnya.
Takumi sebagai anak dari Satoo, dia menangis melihat ayahnya di bunuh tepat di depannya matanya. Kematian ayahnya sangatlah tragis, dia menangis dan berteriak kepada Xi. " Kau sialan!! Berani sekali kau membunuh ayahku!! Apa kau tahu ayahku itu seorang raja! Dengan kau membunuhnya kau telah menyatakan perang dengan negaraku!! " Ucapnya dengan marah dan sambil menangis.
Xi hanya melirik dengan dingin, baginya siapa pun yang dia bunuh, Xi tidak akan mempedulikan latar belakang. Mau pun dia seorang keluarga besar, bangsawan, orang ternama, maupun seorang raja atau kaisar. Siapa pun yang menyinggungnya hanya akan mati.
Takumi yang terus mengoceh dan terus menghina Xi dengan mulutnya itu, ia melihat Takumi dan berbicara. " Hei Bodoh... Tidak bisakah kau melihat situasimu? Ayahmu yang bodoh ini sudah mati dan kau masih bisa mengoceh di sini. Jika aku jadi kau, aku sudah lari dari tadi. " Ucap Xi dengan dingin.
Seketika Takumi tersentak terkejut, dia melihat Xi yang menatapnya dengan sinis dan aura membunuh yang membara keluar dari Xi menekam dirinya. Seketika dia tidak dapat bergerak dan menerima tekanan yang kuat.
Xi menedang sebuah pedang yang ada di sampingnya dengan kuat, hingga menembus kepala dari Takumi. Sekarang kerajaan Devil Es sudah tidak memiliki pemimpin lagi mau pun penerusnya, hanya memerlukan beberapa waktu saja untuk kerajaan itu runtuh.
Sementara itu Drozan dan Boss monster saling beradu nafas api dan es, kekuatan dari api yang panas dan es yang dingin membuat tempat mereka berada membuat suhunya terus berubah - ubah. Dari panas ke dingin dan dingin ke panas lagi.
Namun saat keduanya saling berhadapan, darj belakang Jack O Lantern menebas Boss monster itu dengan sabitnya yang tajam, dan memberikan luka pada monster itu.
Raungan keras dari boss monster karena rasa sakit yang dia dapat dari tebasan Jack O Lantern terus terasa di tubuhnya. Tidak cukup sampai di situ, serangan yang cepat dan ketajaman yang mengerikan terus - menerus menyayat tubuhnya. IGRIS, GIDEON, dan Jack O Lantern terus menyerangnya dan membuat pertahanan sihir yang dimiliki monster itu menghilang.
Seketika saat monster itu teralihkan oleh mereka bertiga, Drozan dengan nafas naganya yang kuat menyemburkan nya kepada monster itu dan membuatnya menerima luka bakar yang parah.
" ROAAARR!! "
Monster itu meraung dengan keras dan membuat badai salju yang besar dan membekukan apa pun yang ada di sekitarnya. Dengan cepat sekitarnya berubah menjadi es dan terus merambat membekukan yang lainnya. Namun dari atas ada sebuah serangan kuat yang menghantam kepalanya dan membuatnya berhenti meraung, monster itu menerima luka di kepalanya akibat tusukan pedang besar dan panjang dari Xi.
__ADS_1
Dengan perlahan tubuhnya mulai terjatuh, matanya yang biru terang mulai memudar dan dia mati di tempat itu.
[ Anda telah membunuh boss monster... ]
[ Anda naik level ]
" Dia lawan yang tangguh... " Ucap Xi dengan dingin.
Semua yang melihat monster itu di kalahkan, mereka terdiam sejenak. Dan saat itu mereka langsung bersorak gembira melihat monster yang mengerikan itu telah di kalahkan. Monster yang telah membunuh begitu banyak prajurit saat mencoba untuk mengalahkannya.
" Sepertinya ini sudah berakhir... Walau begitu aku menginginkan mayat dari monster itu. " Ucap Raja Harmes Kazzam.
" Apa kau pikir dia akan memberikannya? " Tanya Ratu Fuyumi.
" Bagaimana mungkin dia tidak memberikannya? Kita telah mengalami kerugian besar disini... Tentu saja kita memiliki hak untuk mengambil mayat boss monster itu. " Jawab Kazzam.
" Wahai anak muda, bisakah kau menyerahkan mayat monster itu kepadaku? Jika kau bersedia untuk memberikannya kepadaku, aku akan sangat berterimakasih dan akan memberikanmu imbalan yang sangat banyak. " Ucap Kazzam dengan nada yang sempurna layaknya seorang raja.
Xi menatap Kazzam dengan dingin, mendengar kalau Kazzam ingin memiliki mayat monster yang telah dia kalahkan itu, Xi merasa tidak senang. Lalu dia menjawab. " Tidak... Aku tidak akan memberikannya. " Ucap Xi dengan dingin dan cuek.
Kazzam tentunya tahu kalau itulah yang akan menjadi jawabannya, tetapi dia tidak menyerah untuk mendapatkannya. " Anak muda, coba kamu pikirkan lagi... Aku akan membayar berapa pun untuk mayat itu. Kami di sini telah mengalami kerugian besar, kami kehilangan banyak pasukan... Berbaik hatilah dan berikan mayat itu kepada kami. " Ucapnya dengan sopan.
" Tidak... Aku yang membunuhnya, jadi ini milikku. " Ucap Xi dengan dingin.
' Cih! Anak ini begitu keras kepala... ' Gumam Kazzam. " Anak muda, apakah kau tidak takut menjadi musuh 4 kerajaan yang masih ada di sini! Dengan hanya mengandalkan dirimu seorang saja, mana bisa kamu mengalahkan kami semua... Pikirkan baik - baik, jika kau memberikannya kami akan melupakan ini. " Ucap Kazzam dan memberikan sebuah ancaman kepada Xi.
Para prajurit yang tersisa pun setujuh dengan pendapat dari Kazzam, mereka semua mendukung apa yang dia katakan, dan ingin meminta ke adilan untuk membagi mayat monster boss yang telah di kalahkan itu.
Mereka semua menginginkan mayat Boss monster dan dengan paksa ingin mengambil dari Xi. Hanya negara lembah bersalju saja yang tidak ikut dalam hal itu. Mereka sudah melihat kekuatan dari Xi, memusuhinya sama saja mencari keruntuhan negara sendiri.
__ADS_1
Mereka sangat berisik ingin merebut mayat tersebut dari Xi. Hingga saat Xi mengucapkan satu kata dan mereka semua berhenti berbicara. " Bangkitlah " Ucap Xi dengan dingin dan di penuhi dengan kengerian.
Raungan keras dari Boss monster yang bangkit kembali sangat mengerikan. Ukuranya jauh lebih besar ketimbang saat dia masih hidup. Semua orang membuka matanya dengan lebar dan membuka mulut mereka lebar - lebar hingga rahang mereka jatuh kebawah. Menyaksikan kebangkitan monster yang membawa bencana bagi negara mereka sekali lagi.
Bukan hanya boss monster yang bangkit, namun para monster lainnya serta para prajurit yang telah mati bangkit kembali menjadi para Shadow. Kebangkitan yang mengerikan dari para pasukan kematian, pasukan Shadow yang abadi.
Pasukan kematian mengelilingi mereka, kekuatan yang begitu absolut dan tidak mungkin bagi mereka bisa mengalahkannya. Hal itu hanya bisa membuat mereka terdiam membeku, dan hanya bisa menyaksikan kegerian dari kekuatan dari seorang pemudah yang telah ada di hadapan mereka itu.
[ ??? ]
[ Rank : Grand ]
[ Level : 15 ]
Tubuhnya yang besar dan memiliki kekuatan tempur yang luar biasa, satu pasukan Shadow kuat lainnya telah bergabung. " Kau besar juga... Mulai sekarang nama mu Asbron. " Ucap Xi sambil memberikan Shadow tersebut sebuah nama.
[ Asbron ]
[ Rank : Grand ]
[ Level : 15 ]
Saat monster itu mendapatkan sebuah nama dari Xi, dia sangat senang, begitu pula dengan yang lainnya. Mereka semua meraung ke langit dengan sangat keras untuk mengekspresikan kesenang dan kebahagiaan mereka.
Sesaat Xi memanggil kembali semua pasukannya kecuali Drozan. Dia menyimpan mayat monster raksasa itu kedalam storage ball, dan item lainnya kedalam inventory seperti pedang, tombak, perisai, runestone, kristal sihir / mana, dan juga armor.
Setelah itu semua, Xi membawa Yumiko dan Elsia pergi dan kembali ke negara lembah bersalju. Dan meninggalkan mereka yang ada di sana beserta mayat monster lainnya.
" Ya... Setidaknya dia masih meninggalkan mayat - mayat monster ini. " Ucap Fuyumi.
__ADS_1