LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 283


__ADS_3

( Hapuskan Kegelapan Dengan Cahaya Harapan )


Dewa Raksasa yang terjebak dalam ikatan rantai hitam melihat Dewa Kematian Hitam menggunakan kemampuannya, ia gemetar ketakutan. Melihat pedang merah besar yang menjulang tinggi ke langit dengan pancaran sihir yang amat luar biasa, dapat ia rasakan bahwa kemampuan tersebut sangat lah berbahaya.


" Gawat! Sudah tidak bisa menghindar lagi... Rantai - rantai hitam ini terlalu merepotkan! Lebih baik aku memperkuat pertahananku saja untuk menahan serangan itu! " Kata Dewa Raksasa dalam hatinya. Ia pun mengaktifkan skill pertahanan miliknya.


Tubuhnya bersinar terang lapisan armor muncul dan dengan cepat menutupi seluruh tubuhnya. Tidak sampai di situ, ia juga menambahkan pertahanan barier berlapis - lapis yang membungkus dirinya. Setiap satu lapis dari barier tersebut sangatlah kuat, dan mampu untuk menahan sebuah serangan penghancur yang amat kuat.


Pedang besar yang menjulang tinggi ke langit di selimut oleh aura merah yang sangat mengerikan. Ketika Xi memegang gagang dari pedang tersebut, langit dam bumi bergetar. Awan gelap membentuk pusaran dan berputar dengan sangat cepat di iringi dengan suara petir yang bergemuruh.


Saat Xi telah selesai merilis skill nya, ia pun menebaskan pedang merah raksasa itu pada Dewa Raksasa dengan kekuatan yang amat besar. Ketika kedua nya saling bertabrakan, antara pedang merah raksasa dan barier pelindung milik Dewa Raksasa, terjadi sebuah ledakan energi yang amat dahsyat. Hingga menghempaskan apa saja yang ada di sekitarnya tanpa ampun.


Walau pun berada cukup jauh dari tempat pertarungan keduanya terjadi, Dewa Cahaya dan Ytoggod masih menerma dampak dari tabrakan kedua kekuatan antara serangan dan pertahanan. Langit yang di selimut oleh awan gelap yang berpusar, terpecah dan terbelah menjadi dua bagian. Daratan yang penuh dengan magma terus begetar tanpa henti hingga menimbulkan kehancuran.


Dewa Raksasa yang di serang oleh Dewa Kematian Hitam, tampak sangat berusaha keras untuk menahan serangan tersebut sambil berharap serangan itu tidak akan langsung menghantam dirinya. Tampak raut wajah yang mengerut dengan penuh keringat pada Dewa Raksasa yang sedang berusaha keras itu. Walau berhasil menahannya, serangan dari Dewa Kematian Hitam tidak berhenti sampai di situ saja.


Perlahan Dewa Kematian Hitam memperkuat daya seranh dan daya dorongnya untuk mematahkan pertahanan Dewa Raksasa. Di saat itu, Dewa Raksasa merasakan semakin lama serangan tersebut semakin berat dan semakin sulit untuk menahannya. Perlahan dirinya pun di dorong mundur karena kuatnya dorongan yang di berikan.


Perlahan barier yang menahan serangan Dewa Kematian Hitam hancur dan menyebabkan pedang merah raksasa itu langsung menghantam dirinya. Dewa Raksasa menggunakan ke empat tangannya yang berlapiskan armor yang sangat kuat untuk menahan serangan tersebut.


Akan tetapi, usahanya untuk menahan serangan Dewa Kematian Hitam dengan ke empat tangannya berakhir dengan sia - sia karena armor keras dan kuatnya tidak sanggup untuk menahan serangan tersebut.


" Sialan! " Teriak Dewa Raksasa dengan sangat keras.


BOOM! Terjadi ledakan besar. Tampak armor keras yang melindungi Dewa Raksasa hencur berkeping - keping karena tidak sanggup menahan serangan Dewa Kematian Hitam. Walau berhasil selamat, Dewa Raksasa juga mendapatkan luka yang sangat parah akibat ledakan yang terjadi.


Sambil meringis kesakitan, Dewa Raksasa memandangi Dewa Kematian Hitam yang berada tidak jauh dari tempatnya berada. Sambil menatap Dewa Kematian Hitam dengan tatapan tajamnya, ia pun bergumam " Sialan... B*jingan itu benar - benar tidak menahan dirinya! Serangan tadi sangat berbahaya... Walau selamat, aku juga kehilangan satu lenganku. " Kata Dewa Raksasa dalam hatinya.


Dewa Raksasa merapatkan giginya dengan sangat geram. Dewa Raksasa sangat kesal kepada dirinya sendiri dan juga marah. Walau ia telah bertambah kuat dengan menyerap semua Core Essensi of Giant untuk bisa menjadi Dewa Terkuat yang melampaui Dewa Kematian masalalu, kekuatannya masih berbeda jauh untuk menandingi Dewa baru yang ada di hadapannya saat ini.


Walau merasa tidak puas karena kekuatannya masih sangat jauh untuk melampaui Dewa Kematian masalalu, namun ia tidak berniat menyerah sekarang, dan tidak berniat untuk memberikan nyawanya begitu saja pada Dewa Kematian Hitam.


Dengan tatapan tajamnya, ia mengumpulkan sejumlah energi sihir pada ketiga tangannya yang tersisa. Sambil mengerutkan wajahnya ia pun dengan marah melepaskan kemampuan " Jangan berpikir kalau kau sudah menang! Rasakan ini, Penjara Tangan Raksasa! " Kata Dewa Raksasa dengan keras.

__ADS_1


Tiga tangan raksasa berbentuk energi sihir muncul dan langsung menangkap Dewa Kematian Hitam. Dengan keras ketiga tangan raksasa itu meremuk tubuh Dewa Kematian Hitam. Dewa Raksasa tersenyum tipis saat ia berhasil menangkap Dewa Kematian Hitam.


Pancaran aura kematian yang sangat kuat dari dalam sana, membuat ketiga tangan Raksasa yang meremuk Dewa Kematian Hitam bergetar. Getaran tersebut terjadi sebanyak tiga kali, hingga akhirnya Dewa Kematian Hitam berhasil melepaskan diri dari genggaman tangan ketiga tangan raksasa.


Pertarungan antara keduanya pun pecah kembali. Dimana keduanya saling melepaskan serangan kuat mereka untuk saling menjatuhkan. Pertarungan keduanya sangat dahsyat karena keduanya bersih keras untuk saling membunuh.


Hingga keduanya bertarung pada puncaknya dengan Dewa Raksasa menggunakan skill Clahs of Deastruction dengan kekuatan penuhnya, sedangkan Dewa Kematian Hitam dengan pedang Dewa Kematian miliknya menggunakan tebasan pertama dari tiga tebasan kematian.


Keduanya saling menyerang dengan kekuatan penuh mereka. Tatapan tajam saling bertukar dengan niat membunuh saling bertabrakan. Kedua serangan pun akhirnya bertemu, dan menciptakan sebuah ledakan energi yang begitu besar. Ledakan yang begitu kuat, hingga membuat dunia Dewa Terbelah menjadi dua bagian, dan benar - benar terpisah.


Pada saat yang sama " Tidak mungkin... A aku... Dewa Raksasa... Penguasa dari para Raksasa... Kalah... " Kata Dewa Raksasa sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Tubuhnya terpisah menjadi dua bagian karena tebasan Xi yang sangat mengerikan. Tanpa belas kasih, Xi memgerahkan semua kekuatan nya pada serangan terakhir untuk membunuh Dewa Raksasa.


Di waktu yang sama, setelah kematian Dewa Raksasa. Ribuan pedang cahaya melayang dengan kecepatan yang sangat tinggi mengarah pada Xi. Menyadari hal tersebut, Xi menggunakan Skill Ultimate The Seven of Deadly Sin's ( Gluttony Symbol Lord Beelzebub ) untuk memblokir semua pedang cahaya yang mengarah kepada dirinya.


Setelah semua pedang cahaya itu di lahap oleh Beelzebub, Xi menatap Dewa Cahaya yang jauh di atas sana dengan tatapan sinis dan tajam. Ia pun mengulurkan tangannya menunjuk Dewa Cahaya. Seketika muncul banyak sekali portal hitam yang mengelilingi Dewa Cahaya.


Dewa Cahaya pun bingung dengan portal - portal hitam yang mengelilingi dirinya itu. Ia melirik Dewa Kematian Hitam yang sedang menatapnya dengan dingin. Pada saat itu, banyak bola plasma dengan kecepatan tinggi keluar dari portal - portal hitam itu melayang ke arahnya.


Sementara itu, Xi yang geram karena Dewa Cahaya menyerangnya diam - daim, ia memberikan tatapan penuh niat membunuhnya sambil berkata " Siapa yang mengijinkanmu menggunakan barier untuk menahan itu? " Kata Xi. Seketika barier yang melindungi Dewa Cahaya pun pecah, dan mengakibatkan bola - bola plasma dengan ganas menghantam Dewa Cahaya. Berkat skill Ultimate The Seven of Deadly Sin's ( Envy Lord Leviathan ) yang dapat mengkensel segala skill milik musuh dan mensilense skill milik musuh agar tidak dapat di gunakan untuk sementara waktu, membuat Dewa Cahaya kehilangan pelindungnya yang sangat berharga.


Di dalam sana, Dewa Cahaya terus di terjang oleh gelombang bola plasma yang keluar tanpa henti. Ledakan demi ledakan terus terjadi sampai suara ledakannya tidak berhenti. Dewa Cahaya memuntahkan banyak darah setiap kali bola - bola plasma itu mengenai dirinya. Saat ini ia hanya bisa melindungi diri dengan sihirnya tanpa bisa menggunakan skill yang ia miliki.


Dalam waktu krisis nya itu, Dewa Cahaya Bergumam " Tidak bisa... Jika terus seperti ini aku akan mati... Aku harus pergi dari sini! " Kata Dewa Cahaya.


Ia mengumpulkan sejumlah energi pada tubuhnya, matanya bersinar dengan cahaya keemasan. Perlahan sesuatu muncul di belakang dirinya, membesar dan semakin membesar. Itu adalah sebuah Gate yang ia buat untuk melarikan diri dari kurungan Dewa Kematian Hitam.


Pada saat Gate telah terbentuk sempurna, ia berusaha keras untuk menggerakan seluruh tubuhnya untuk masuk ke dalam Gate tersebut.


Sementara itu, Xi yang terus menyerang tanpa henti merasakan keberadaan Dewa Cahaya telah menghilang dari perangkap yang telah ia siapkan. " Dia menghilang melalui celah - celah kecil itu... " Kata Xi dengan pelan. Walau begitu, ekspresi nya tidak berubah dan tetap dingin.


Pada waktu yang sama, sebuah pedang cahaya yang amat besar muncul tepat di belakang Xi dan langsung bergerak menyerangnya. Dewa Cahaya pun muncul di sana sambil menebaskan pedang itu sambil berkata " Rasakan ini sialan! "


Terjadi ledakan, gelombang kejut sangat kuat menghempaskan apa pun yang ada di sekitarnya. Permukaan tahan menjadi hancur saat pedang Dewa Cahaya menghantam Dewa Kematian Hitam dengan sangat telak.

__ADS_1


Debu yang tebal akibat ledakan tersebut mulai menghilang. Saat Debu itu menghilang, Dewa Cahaya terkejut. Matanya terbuka lebar dengan alis yang terangkat ke atas.


" Ti... Tidak mungkin... Dia memblokir nya hanya dengan pedang itu?!! " Kata Dewa Cahaya.


Tepat di ujung pedang cahaya itu, tampak Xi yang masih berdiri tegap dan tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya berada. Menatap Dewa Cahaya dengan tatapan dingin nan penuh niat membunuh.


Dari ujung gagang pedang itu, serangkaian bungan kegelapan muncul dan mengikat pedang cahaya. Menelah cahaya yang bersinar terang di pedang itu dengan sangat cepat, hanya dalam hitungan detik pedang cahaya yang bersinar terang kehilangan sumber cahaya dan ketakutan nya.


Merasa dalam bahaya, Dewa Cahaya melompat mundur dan menjauh dari Dewa Kematian Hitam. Wajahnya pelahan berubah pucat dengan keringat membanjiri wajahnya.


" Dewa Cahaya, kau sangat buruk dengan wajah itu, apa kau butuh istirahat? " Kata Xi dengan santai.


Mendengar itu keluar dari mulut Dewa Kematian Hitam, yang tadinya ia takut berubah menjadi kesal. Karena, Dewa Kematian Hitam melontarkan kata - kata itu untuk mengejek dirinya.


Dengan raut wajah kesalnya, Dewa Cahaya membalas " B*jingan, jangan sombong dulu sialan! Aku siapkan langkah besar ini untuk membungkam mulut itu!! " Balas Dewa Cahaya.


Dewa Cahaya melepaskan sejumlah energi dalam jumlah yang sangat besar. Membentuk sebuah lingkaran sihir berwarna biru ke emasan yang amat besar. Lingkaran sihir itu semakin lama semakin bersinar terang dengan pancaran sihir yang amat padat. Cahaya emas pun bersinar sangat terang, menerangi langit yang gelap. Menyingkirkan awan - awan mendung yang penuh dengan gemuruh petir itu dengan cahaya emasnya.


Cahaya emas bersinar terang, menerangi hari seluruh dunia dengan penuh kemuliaan. Matahari bersinar terang dengan langit biru yang bergejolak. Tampak semua kegelapan yang menghantui daratan dewa telah di sapuh bersih olehnya.


Menatap Dewa Cahaya yang sedang mempersiapkan serangan dengan skala besar, Xi dengan tenang berkata " Kekuatan Dewa Cahaya bergejolak lagi, bahkan sampai energi di sekitar sini pun terserah olehnya. " Kata Xi sambil memandangi lingkaran sihir berwarna biru keemasan yang bersinar terang.


" Cahaya emas bersinar terang benderang menghapuskan kegelapan di seluruh dunia. Lihatlah cahaya yang bersinar di masa depan ini akan ku berikan kalian sebuah kemuliaan yang paling indah! " Kata Dewa Cahaya pada rapalannya.


Sembilan cahaya emas naik kelangit yang sudah di tutupi oleh lingkaran sihir berwarna biru keemasan. Bergabung menjadi satu kesatuan yang padat, ketika rapalan Dewa Cahaya telah selesai. Fluktuasi energi sihir suci yang mengerikan terpancar hingga tingkat ekstrim.


Bersamaan dengan itu, Xi yang berada cukup jauh dari Dewa Cahaya memandanginya dengan tatapan tenang. " Sudah selesai! Sungguh kekuatan yang luar biasa bahkan sampai membuat ku di tekan dan sedikit sulit bergerak! " Kata Xi sambil tersenyum tipis.


Lingkaran sihir berwarna biru keemasan bersinar terang. Dari sana keluar sebuah bolah cahaya yang bersinar terang serta memancarkan energi sihir suci yang amat besar.


Dewa Cahaya membuka matanya perlahan - lahan. Matanya emas yang sangat indah menatap mata Dewa Kematian Hitam yang penuh dengan aura dingin. Berkata kepada Dewa Kematian Hitam " Dengan ini, akan kita putuskan siapa yang akan jadi pemenang yang sesungguhnya. Hadia ini aku siapkan khusus untuk mu Dewa Kematian Hitam! " Kata Dewa Cahaya sambil tersenyum sinis.


Energi yang sangat kuat pun mengelilingi Dewa Cahaya tanpa henti. Mengangkat tangannya dengan gagah dan berkata " Ku terangi masa depan dunia ini dengan cahaya suci yang cemerlang, Ku hilangkan kegelapan dunia ini seluruh cahaya harapan yang bersinar terang. Orb of Eternity! " Kata Dewa Cahaya menunjukkan kekuatan sesungguhnya, dengan gagah memegang Orb of Eternity di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2