LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 286


__ADS_3

Setelah perang pecah, Kray berkeliaran di istana para Dewa utama. Di dalam istana terdapat banyak Guardian dan Demi God yang menjadi pasukan bantuan nantinya untuk menghadapi dewa - dewa jahat yang datang menyerang. Mereka semua adalah aset penting bagi para Dewa utama untuk menentukan kemenangan mereka dalam perang ini.


Namun, di mata Kray semua Guardian dan Demib God yang di tinggalkan oleh para Dewa Utama mereka semua adalah makanan untuk Kray agar dia bisa bertambah kuat lagi. Sehingga tidak ada satu pun makhluk yang akan menjadi lawannya di dunia Cardinal ketika dia menguasai dunia Cardinal.


Kray dengan kejam membantai mereka semua dan mengambil semua kekuatan yang mereka miliki. Mulai dari energi sihir, energi kehidupan, dan jiwa mereka. Semuanya Kray ambil untuk meningkatkan kekuatannya agar ia tidak terkalahkan.


Kray sangat menikmati pembantaian yang ia lakukan pada para Guardian dan Demi God. Dia merasa sangat senang ketika mendapatkan banyak sekali kekuatan. Di saat ia sedang bersenang - senang, ia terbawa ke suatu tempat yang sangat rahasia, dan tempat itu hanya di ketahui oleh para dewa utama. Di sana ia melihat Dewa Perang yang sudah terluka parah. Dewa Perang adalah salah satu dari Dewa Utama dan kekuatannya sudah pasti sangat kuat. Kray membunuh Dewa Perang dan mengambil semua kekuatannya, menyerap Core Abadi yang menjadi pusat kekuatan kehidupan bagi alam dewa. Dengan menyerap keduanya, ia pun bertambah menjadi sangat kuat lagi. Setelah selesai, ia keluar dari istana Dewa Utama. Pergi keluar dan masuk ke dalam medan perang.


Membantai para Apostel dan Demon Lord beserta dengan anak buahnya yang melayani tujuh Dewa Utama. Setelah itu, ia pun pergi menuju mayat Trio Dewa Kekacauan Kuno yang telah di bunuh oleh Dewa Cahaya ketika Dewa Cahaya bergabung dengan Leogosaid. Selain itu, Kray juga membunuh Dewa Kehancuran dan Dewa Jahat lainnya yang masih hidup saat itu. Bahkan Kray mampu membunuh Ytoggod yang sebelumnya bertarung dengan sangat sengit melawan Xi.


Xi melirik Kray yang ada di belakangnya, di sana Kray masih berdiri santai sambil memegang kepala Ytoggod yang telah di bunuhnya. Melihat Kray yang berdiri diam di sana ia bergumam " Hmmm... Aku tidak merasakan kehadiran ibu dan yang lainnya di tempat ini... " Kata Xi dalam hatinya. Ia pun menggunakan kemampuan untuk melihat keberadaan ibunya dengan yang lainnya juga. Di saat itu, ia melihat jauh di bawah alam para Dewa Utama, tepatnya di negara Asgar. Dia melihat Ibunya, Yumiko, Asako, Yurika, serta yang lainnya kembali dengan beberapa luka. Xi dapat memastikan yang membuat mereka terluka adalah orang yang ada di hadapannya, di sisi lain ia juga bersyukur karena keluarganya tidak menderita luka yang parah.


" Sepertinya... Kau adalah yang terakhir... " Kata Xi sambil berbalik menatap Kray yang sangat mirip dengan ayahnya. Xi tidak mengira kalau ia akan menghadapi kloningan ayahnya sendiri. " Kekuatan kematian di dalam tubuhnya memang besar... Tapi terdapat banyak sekali jenis energi yang tercampuran dalam tubuhnya... " Kata Xi dalam hatinya sambil menatap Kray dengan tajam.


Selagi dia bergumam, Kray tiba - tiba muncul di hadapannya dengan posisi siap menyerang. Memukul Xi dengan tinjunya yang di penuhi dengan energi sihir yang sangat padat. Partike - partikel di sekitar berkumpul dan berpusat pada tangannya, memukul Xi dengan sangat kuat tepat di perutnya.


Xi yang melihat Kray yang tiba - tiba muncul di hadapannya dan langsung menyerang dirinya, ia sangat terkejut. Terlebih lagi, dia sudah merilis skill yang ingin ia gunakan. Saat tinju Kray mengarah padanya, berier sihir yang menyelimuti dirinya hancur dalam satu pukulan.


Saat pukulan Kray menyentuh tubuhnya, Kray menambahkan kekuatan dalam pukulannya, sehingga membuat Xi terhempas ke udara dengan sangat cepat hingga keluar dari atmosfer dunia dan menabrak bulan dengan sangat keras.


Bulan hancur karena hantaman sesuatu yang sangat keras, meledak dengan daya yang sangat kuat. Gelombang kejutnya sangat luar biasa, itu bahkan sampai ke dunia cardinal bergetar. Kini bulan telah hencur berkeping - keping dan tidak berbentuk lagi, hanya ada puing - puing bulan saja yang beterbangan di luar angkasa.


Xi yang menabrak bulan sampai hancur, ia tergeletak di salah satu puing - puing besar bulan yang melayang di angkasa. Terdapat sebuah bekas pukulan yang tertinggal di tubuhnya, bekas dari pukulan tersebut masih meninggalkan jejak sihir di dalamnya.


Kray yang menyadari Xi masih hidup setelah menerima pukulan terkuatnya. Ia merasa sangat kagum sekaligus bersemangat, karena sejak ia bangun tidak ada satu pun orang yang berhasil selamat dari serangannya, bahkan para dewa jahat yang tersisa dengan mudah di bunuhnya tanpa banyak usaha yang berarti.


Kray tersenyum lebar, senyumnya yang jahat sejahat iblis terlukis dengan sangat mengerikan di wajahnya. " Hebat, dia masih hidup... Sekuat apa jadinya kalau aku menyerap kekuatannya? Ini tidak boleh aku lewatkan! " Kata Kray dengan penuh semangat.


Kray bersiap memasang kuda - kuda sambil menatap ke langit. Dalam posisi siap melompat, Kray menggunakan seluruh kekuatan kakinya untuk melompat ke angkasa. Saat ia melompat, gelombang kejut yang ia hasilkan menghancurkan daratan yang ia pijaki sebelumnya. Kray melesat dengan sangat cepat melewati atmosfer dunia dan mendarat di salah satu puing - puing bulan yang telah hancur.


Saat ia mendarat di sana, terjadi guncangan pada puing - puing bulan yang di pijaknya. Dan saat itu, ia melihat Xi bediri tidak jauh di depan sana, saat melihatnya masih hidup Kray benar - benar sangat senang.


" HAHAHAHA! Sudah aku duga kalau kau berbeda dengan sampah lainnya, membiarkan kau tetap hidup akan menjadi masalah untuk ku di masa depan... Aku harus menyingkirkanmu secepatnya. " Kata Kray sambil tertawa.

__ADS_1


Xi menatap tajam Kray yang ada di hadapannya, tatapan tajam dan selalu fokus. " Lengah sedikit saja... Aku akan di hancurkan olehnya... " Kata Xi dalam hatinya.


Keduanya saling bertukar tatapan, energi sihir yang mereka miliki meluap - luap menyelimuti diri mereka. Ledakan sihir terjadi, menciptakan sebuah badai yang sangat besar di angkasa, dua buah energi sihir menjulang sangat tinggi seperti sebuah pilar yang bersinar terang dengan warna yang sama ( merah ).


Keduanya saling bertukar niat membunuh, langit seraya bergetar ketika kedua orang itu mengangkat tangan mereka. Tangan yang di penuhi dengan partikel sihir yang sangat padat berubah menjadi sebuah api yang sangat panas.


Keduanya saling melepaskan serangan mereka bersama - sama. Sebuah serangan api panjang dengan suhu yang sangat tinggi saling bertabrakan satu sama lain, menciptakan sebuah ledakan energi yang sangat besar. Setelah keduanya saling bertemu, ledakan besar terjadi. Menimbulkan kabut hitam yang tebal dan pekat yang membutakan pandangan.


Saat kabut hitam itu menghilang, Xi dan Kray telah bertukar rubuan pukulan dalam waktu beberapa dekit. Mereka saling menyerang, meninju dan menendang dengan cara serta gaya bertarung mereka masing - masing. Keduanya bertarung dengan kekuatan yang amat besar, serta kecepatan yang sangat luar biasa. Suara ledakan gelombang energi yang saling bertabrakan terjadi berkali - kali hingga memekakan telinga.


Keduanya terlihat sangat unggul dalam pertarungan itu, dari segi kekuatan dan kecepatan mereka berada di dalam posisi yang sama. Namun, seiring berjalannya pertarungan Kray menjadi kesulitan menghadapi Xi yang menggunakan kekuatan naga hitam pekat dan bukan kekuatan kematian.


Pukulan Xi berhasil mendarat di wajah Kray sebanyak tiga kali sebelum Kray terlempar karena tendangan kuat dari Xi.


Kray sangat terkejut karena Xi dapat menghempaskan dirinya, bahkan tendangannya sampai berbekas di dadanya, serta jejak sihir yang di tinggalkan masuk ke dal tubuhnya.


" Sialan... Ini mengganggu ke seimbang sihirku...? " Kata Kray dalam hatinya yang terkejut. Tidak menyangka kalau setiap serangan Xi mampu membuat gangguan pada energi sihir.


Kray terkejut dengan mata yang terbuka lebar. Di saat itu, sebuah pukulan yang sangat kuat mendarat tepat di wajahnya. Perisai sihir yang melindungi hancur dalam satu pukulan tersebut, pukulan itu bertambah semakin kuat setelaj hancurnya perisai sihir yang melindungi dirinya. Membuatnya di terbangkan hingga menabrak puing - puing bulan yang melayang di sekitar hingga hancur.


" Apa... Aku di hempaskan? " Kata Kray dalam hatinya. Ia sangat tidak terima ketika dirinya di rendahkan oleh orang lain.


Kray menciptakan banyak pedang yang terbuat dari partikel - partikel cahaya, memadatkannya dengan kepadatan yang sangat luar biasa. Menerbangkan pedang - pedang itu dengan sangat cepat.


Sementara itu, Xi yang hendak melepaskan serangannya kuatnya, terhenti karena banyaknya pedang yang langsung menghamtam dirinya. Skill yang baru saja ingin ia rilis di batalkan, pedang yang menancap di sekitarnya membatasi pergerakannya, serta mengunci semua skill yang ia miliki.


" Kau berbahaya... Jika terus di biarkan hidup, kau akan mengganggu rencana ku! " Kata Kray dengan nada dingin. Menggerakan satu pedangnya lagi yang tersisa kepada Xi.


Suara yang aneh muncul, tiba - tiba terbukanya banyak protal di belakang Xi yang baru saja menghempaskan Kray. Kemunculan banyaknya portal itu membuat Xi sedikit bingung dengan kemunculan yang tiba - tiba. Masing - masing portal menerbangkan satu pedang ke arah Xi dengan sangat cepat langsung mengenainya. Pedang - pedang itu mengurung Xi, membuat dirinya tidak dapat bergerak.


Kray berjalan dengan santai, dari atas berjalan turun menghampiri Xi. Merilis sebuah tombak yang terbuat dari partikel - partikel cahaya dengan kepadatan tinggi. Mengendalikan pedang itu dengan tangannya, menatap jijik berjalan menghampiri Xi. Berjalan dekat dan semakin dekat, setelah ia berada tepat di hadapan Xi, ia berhenti melangkahkan kakinya.


" Dewa Kematian Hitam... Kamu terlalu berbahaya... Tidak seharusnya kau berada di dunia ini! Aku tidak akan memberikan kau tetap hidup, kau bersama dengan seluruh keluarga dan pengikutmu akan mati bersama dengan mu. " Kata Kray dengan dingin. Melemparkan tombak cahayanya kepada Xi.

__ADS_1


Xi sangat geram ketika mendengar hal tersebut dari Xi. " Apa kau pikir aku akan membiarkan kau menyentuh keluarga ku lebih dari itu! " Ucap Xi dengan marah. Meraih tombak cahaya milik Kray dengan satu tangannya. Menggenggamnya dengan sangat kuat hingga membuat tombak cahaya itu hancur.


Mengangkat kepalanya, membuka matanya dengan marah. Matanya bersinar terang dengan niat membunuh yang sangat besar, energi sihir yang sangat mengerikan mengalir mengelilingi sekitarnya. Ledakan api hitam menjulang tinggi, pilar hitam menghancurkan pedang - pedang yang mengurungnya. Saat semua pedang itu hancur, Xi berdiri di sana dengan aura membunuh yang meledak - ledak menatap Kray dengan tatapan dingin dan tajam penuh dengan niat membunuh.


Aura membunuh yang sangat kuat tersebar luar di luar angkasa. Kray merasakan tekanan yang luar biasa dari Xi yang terlihat sedang marah ketika ia mengatakan ingin menghabisi keluarganya. Dengan raut wajah yang panik, lingkaran sihir tercipta, muncul banyak sekali lingkaran sihir tepat di balakang Kray.


Kray menyerang Xi dengan berbagai macam serangan jarak jauh. Dengan gesit Xi, melesat maju ke arah Kray yang menyerangnya. Menghindari semua serangan yang Kray arahkan kepada dirinya dengan sangat mudah. Saat Xi melewat melintasi setiap serangan Kray, semua serangan itu meledak tepat setelah Xi melewatinya.


Dengan sigap Kray beteleportasi ke tempat yang jauh, merilis skill yang melemparkan sebuah balok raksasa yang terbuat dari energi sihirnya ke arah Xi yang mengejarnya.


Degan cepat Xi menghindari balok yang terbang cepat ke arahnya. Ketika Xi berhasil menghindarinya, balok yang sangat besar itu meledak memunculkan banyak sekali balok - balok yang berukuran kecil berbalik terbang mengejar Xi. Kemana pun Xi pergi, ia selalu di kejar oleh balok - balok itu. Dan banyak sekali balok - balok lainnya yang muncul di hadapan Xi untuk menghentikan pergerakan Xi.


Xi dapat melewati semua balok - balok itu dengan mudah, menghindari setiap balok - balok yang bergerak yang akan menjepitnya melalui sela - sela kecil dari belok - balok tersebut.


Kray berusaha keras untuk menghentikan pergerak Xi dengan menambahkan jumlah baloknya, serta meningkatkan kecepatan dari belok - balok tersebut. Akan tetapi, itu tidak sedikit pun memperlambat Xi, malahan ia bertambah semakin cepat bergerak ke arahnya.


Ketika ia hampir sampai di tempat Kray berada, Xi mengambil salah satu balok milik Kray. Dengan genggamannya yang sangat kuat, Xi melemparkan balok itu kepada Kray yang ada tepat di depannya. Kray menahan balok itu dengan membuat sebuah barier. Namun, bariernya langsung hancur ketika balok miliknya yang di lemparkan oleh Xi menghantam bariernya.


Kray pun terhempas karena baloknya sendiri. Xi mengganti kekuatannya, dari kekuatan naga hitam pekat menjadi kekuatan kematian. Energi kematian menyelimuti dirinya, sebuah sabit hitam terbentuk dengan sangat cepat dari energi kematian.


Xi memegang sabit hitam itu dengan erat, melapisi sabit hitam itu dengan kekuatan serta auranya. Sabitnya di selimuti aura kegelapan yang sangat mengerikan, melahap segala cahaya yang ada di sekitarnya. Kray terdiam dan tercengang melihat sabit hitam tersebut.


Tanpa ada keraguan sedkit pun, Xi menebaskan sabit hitamnya dengan kekuatan penuhnya. Serangan yang sangat kuat mengarah pada Kray dengan sangat cepat. Kegelapan yang terbawa dalam serangan itu, memotong cahaya matahari yang ada di belakangnya. Ledakan yang amat besar terjadi dengan di iringi sambaran petir hitam yang sangat besar dan banyak.


Terbentuknya sebuah lubang hitam yang besar hasil dari ledakan tersebut. Lubang hitam itu berputar dan menghisap apa pun yang ada di sekitarnya, bahkan cahaya matahari sekali pun yang menyinari seluruh dunia. Kray terjatuh karena ledakan besar tersebut dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Satu tangan dan satu kakinya telah menghilang, dengan banyaknya luka di tubuhnya yang sangat parah itu, ia terlihat seperti sudah mati. Namun kenyataan ia masih hidup.


Ia merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa, rasa sakit yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya ia merasakan rasa sakit yang begitu menggila, rasa sakit yang tidak bisa di bayangkan. Kray sangat geram kepada dirinya sendiri, serta ia sangat geram dan marah kepada Xi yang memberikan rasa sakit yang begitu mengerikan kepada dirinya.


Kray dengan geram mengepalkan tangannya, merapatkan giginya dengan keras dan penuh amarah. Serangkai petir muncul menyelimuti dirinya, perlahan tubuhnya yang hancur mulai beregenerasi membentuk ulang tubuhnya.


" AAAAAAAAAAAA! " Kray beteriak sangat keras. Gejolak energi dalam dirinya sangat mengerikan. " Tidak bisa aku terima penghinaan ini! " Teriak Kray dengan penuh kemarahan. Petir merah menyambar keluar dari dalam tubuhnya, dua petir jatuh ke dunia cardinal dan menciptakan sebuah ledakan.


Kray menyebarkan energi sihirnya ke segala penjuru galaxy. Setiap benda asing yang ada di seluruh galaxy berada di bawah kendali tangannya, menggerakkan semua benda asing itu untuk menyerang Xi.

__ADS_1


__ADS_2