
Dalam ruangan tersebut, saat mereka sedang membicarakan kerjasama mereka. Tiba - tiba suara pintu terbuka terdengar oleh mereka semua. segerah menoleh, dan melihat siapa orang yang membuka pintu tersebut.
Seorang anak kecil yang manis masuk ke dalam ruangan setelah ia membuka pintunya. Saat itu, ia berlari menghampiri Yumiko yang sedak duduk di kursi.
" Mizuki, kenapa? " Tanya Yumiko kepada Mizuki yang duduk di pangkuannya.
" Tadi... Ayah minta Mizuki datang ke sini, karena Ayah punya urusan. Ayah bilang Mizuki di suruh temenin ibu. " Jawab Mizuki dengan polosnya.
Mendengar Mizuki mengatakan kalau Xi pergi, Yumiko cukup terkejut karena Xi pergi dan tidak memberitahukannya. Namun, ia tidak bertanya kepada Mizuki kemana Xi pergi.
" Maaf, anak ini terlalu nakal, mari kita lanjutkan. " Ucap Yumiko sambil tersenyum, serta mengelus kepala Mizuki.
Ratu Jessi mau pun Putri Emil, mereka mengangguk setuju untuk melanjutkan pembicaraan mereka. Putri Emil terus menjelaskan tugas - tugas yang di lakukan oleh seorang alhi strategi, dan bagaimana cara untuk mengambil keputusan yang baik, agar tidak kalah saat melawan musuh.
Menghitung jumlah, dan kekuatan musuh sangatlah penting. Namun, kalahnya jumlah pasukan bukan berarti akan mengami kekalahan dalam berperang, mau pub menyerang. Penyusunan strategi yang baik, serta pengambilan keputusan dan kemampuan sangatlah di butuhkan, dan itu dapat membuka celah kemenangan.
Putri Emil menunjuk satu negara yang ada di peta di atas meja itu. Saat itu, ia memilih sebuah negara yang dimana, negara tersebut, memiliki posisi hutan yang lebih tinggi dari negaranya.
" Jika kita ingin menyerang negara ini, dengan pasukan monster aku rasa akan memiliki peluang yang besar. Dimana, kita bisa mengalihkan pandangan musuh, dengan monster - monster kecil yang akan menyerang dari depan. Dan kita akan mengirimkan sebuah pasukan monster yang kuat untuk menyusup masuk melalui pintu belakang. Hal itu, akan membuat seluruh penjaga kewalahan untuk membantu bagian yang mana terlebih dahulu... " Ucap Putri Emil sambil menjelaskan strategi nya. Ibunya, tepatnya adalah Ratu Jessi memajukan dadanya yang besar itu dengan bangga. Ia sangat bangga karena anaknya sangat pintar, dalam aspek ini.
Namun, sebelum Putri Emil selesai menjelaskan, tiba - tiba Mizuki mengucapkan " Bukankah itu tindakan bodoh? " Ucap Mizuki, sambil bertanya tentang strategi yang di jelaskan oleh Putri Emil.
__ADS_1
Mendengar itu dari Mizuki, membuat Yumiko, Ratu Jessi, Putri Emil, Knight Ratu Jessi, dan pelayan yang berjaga di pintu pun juga terkejut saat Mizuki melepaskan kata - kata itu.
Dalam benaknya, Yumiko berkata " Sejak kapak Mizuki belajar bahasa yang kasar itu? Apa Xi yang mengajarinya? Tidak.. Tidak mungkin Xi yang mengajarinya seperti ini! Itu pasti bukan Xi yang mengajarinya! " Ucap Yumiko dalam benaknya, serta dengan ekspresi wajah yang terkejut dan bingung.
Mizuki yang selalu bermain dimana pun dia suka, dan seorang gadis kecil yang nakal dan manja, mengucapkan kata " Bodoh " untuk pertama kalinya, jelas itu membuat Yumiko, sebagai ibunya terkejut.
" Mi Mizuki... Dari mana kau belajar kata - kata itu? " Tanya Yumiko sambil terseyum canggung.
Mizuki memegang dagunya, sambil berpikir. " Tidak dari siapa pun, tapi kata ayah itu rahasia. " Jawab Mizuki dengan polos.
Yumiko yang mendengar itu, hanya bisa tersenyum. " Katanya rahasia, tapi dia malah membocorkannya. " Ucap Yumiko dalam hatinya.
Mendengar kalau strategi yang ia rancang di katakan sebuah kebodohan oleh gadis kecil itu, membuat putri Emil menjadi sedikit kesal. Dengan nada yang sedikit kesal, putri Emil pun berbicara dan beetanya sambil menahan kekesalannya. " Maaf Putri, tapi... Di bagian mana kecerobohan yang terdapat dalam strategi yang saya buat? " Tanya Putri Emil kepada Mizuki sambil menahan kekesalan nya. Di dalam hatinya, ia sangat ingin memukul Mizuki dengan tangannya, karena berani menghinanya, dengan rencana yang ia susun dengab susah payah.
Mendengar itu, membuat Putri Emil sangat kesal. Ia menahan kekesalan nya, wajahnya berubah merah karena menahan rasa kesal itu. " Bisakah, Putri memberikan saya sebuah saran dan pencerahan? " Pinta Emil dengan sopan, namun tetap kesal. Ia melakukan hal tersebut, karena ia tidak ingin di pandang buruk di depan Yumiko. Akan tetapi ia di dalam hatinya berkata " Bocah tujuh tahun sepertimu mana paham dengan hal - hal rumit seperti ini. Kau itu cuma bocah yang di manjakan saja, sebaiknya, kau pergi keluar saja dari ruangan ini. Kau merusak pemandangan. " Ucapnya dalam hati dengan kemarahannya.
Hal itu, jika terdengar di telinga Yumiko mau pun Xi. Itu dapat menyebabkan kehancuran dan kematian yang sangat mengerikan. Perkataan itu, sudah cukup untuk membuat Xi mau pun Yumiko marah, dan menghapuskan negara Ratu Jessi dan Putri Emil dari muka dunia Cardinal.
Mizuki, adalah anak pertama dari Yumiko dan Xi. Secara harfia sebagai orang tuanya, mereka bisa saja marah, karena anak mereka di hina. Jika yang ia hina adalah orang yang statusnya lebih rendah dari dirinya mungkin itu bukan masalah untuknya, namun, kali ini yang ia hina itu adalah putri dari Dewa kematian hitam, penguasa dari hutan kematian, dunia kematian, dan Abyss. Serta pemimpin dari para makhluk superior. Hanya dengan satu perintah saja, semua itu, sudah cukup untuk memusnahkan semua makhluk seluruh dunia.
" Tolong berikan aku sebuah pencerahan Putri. " Ucap Putri Emil sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Dengan sikap manisnya, yang duduk di pangkuannya Yumiko, Mizuki dengan santainya memberikan putri Emil sebuah pencerahan, dengan memberitahukan strategi nya.
" Tadi kamu bilang kalau pepohonan nya lebih tinggi dari negaranya. Menurutku, menyerang dengan rencana yang kamu buat adalah sebuah kesalahan besar. " Ucap Mizuki sambil memberitahukan kesalahan besar yang terdapat dalam Strategi yang di buat oleh Putri Emil.
Putri Emil, Ratu Jessi terkejut saat mendengar itu. Mereka merasa kalau strategi yang di buat oleh oleh Emil sudah sempurna, dan mustahil untuk mengalami kegagalan.
Mizuki pun melanjutkan nya " Membuat monster - Monster kecil menyerang terlebih dahulu untuj mengalihkan perhatian bukanlah hak yang bagus. Kebanyakan dari monster itu akan mudah jatuh, karena adanya pemanah dan penyihir yang telah bersiap. Serta memperhitungkan petualang dan juga prajurit yang bergaja, mustahil untuk monster - monster itu menembus pertahanan mereka. "
" Juka kami mengikuti Strategi yang kamu buat, kami bukan mengalami kemenangan, namun kamu malah akan mengalami kegagalan dan kerugian besar. Mengingat invasi gerbang depan tidak mungkin berhasil, itu pasti akan membuat gerbang belakang pun tidak akan dapat di tembus karena adanya banyak orang - orang kuat yang belum bergerak. "
" Mizuki lebih memilih untuk menggunakan cara yang lainnya. Karena posisi hutan lebih tinggi dari negaranya, akan lebih baik menempatkan monster besar dan keras di barisan depan. Itu, akan membuat musuh menjadi sulit untuk melihat apa yang ada di belakang mereka. Dan itu, akan memungkinkan kita untuk mengelabuhi mereka supaya mereka berpikir kalau monster tersebar di seluruh hutan. " Lanjut Mizuki menjelaskan rencana dan strategi nya.
" Dengan menempatkan monster - monster besar di baris depan, unit - unit kecik yang ada di belakang akan membantu dengan menimbulkan suara yang berisik, untuk menyembunyikan keberadaan dari seorang Shaman. Dengan bagitu para monster tidak akan mudah di jatuhkan, dan mereka semua mengirimkan banyak bantuan untuk menahan monster - monster tersebut. Dengan itu, garis pertahanan gerbang belakang akan melemah, dan itu adalah kesempatan kita untuk menyerang, dan mengepung musuh dari dua sisi, kita juga dapat menggubakan ulat pengangkut untuk mengangkut monster di dalam mulutnya, dan memanjat tembok mereka, pada saat itu, para ulat pengantar akan melepaskan monster - monster yang mereka bawa untuk menyerang pemanah mau pun penyihir yang ada di atas tembok. Dan itu akan mengurung mereka layaknya burung di dalam sangkar. " Lanjut Mizuki. Sambil memegang dagunya dengan tangan kecilnya itu. Dengan wajah polosnya, ia melihat Ratu Jessi dan Putri Emil yang terkejut.
Mendengar itu dari Mizuki langsung, membuat harga diri putri Emil jatuh hingga kebawah. Apa yang di jelaskan oleh Mizuki itu sangatlah sempurna, membuat keributan yang besar pada gerbang depan, dan mengirimkan kekuatan utama memalui pintu belakang saat pertahanan mereka lemah. Itu dapat membuat musuh kalah dalam sekejap, dan akan sangat sulit untuk mereka membalikkan situasi.
Jika itu terjadi, mereka harus memilih pilihan yang berat. Melepaskan gerbang depan untuk menahan gerbang belakang, namun di depan terdapat bayak monster, dan itu akan menyebabkan para monster masuk ke dalam kota dan menggila di sana. Begitu juga dengan sebaliknya, menahan yang ada di depan, akan membuat yang di belakang masuk dan menyerang kota.
Kehilangan pemahan ( Archer ) dan juga Penyihir ( Mage ) dalam pertahanan, akan lebih memudahkan para monster untuk menerobos masuk. Pada saat itu, Sekakmat untuk negara tersebut.
Putri Emil menundukkan kepalanya sambil menggenggam tangannya erat - erat hingga berdarah setelah mendengar itu. Itu merupakan sebuah kekalahan telak untuknya, yang sebelumnya ia sempat menghina Mizuki sebelumnya. Itu benar - benar menyakiti wajahnya.
__ADS_1
Yumiko yang terkejut mendengar semua itu dari Mizuki, ia pun bertanya. " Dari mana kamu belajar hal itu Mizuki? " Tanya Yumiko dengan lembut sambil memainkan pipi Mizuki.
Mizuki tertawa " Hehehe, Ayah yang mengajarkannya. Ayah yang terbaik. " Jawab Mizuki sambil terseyum manis.