LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 93


__ADS_3

Di kota Jisa tepatnya setelah semua petualang kembali. Tampak kota tersebut menjadi lebih ramai lagi dari sebelumnya saat alas perpindahan terbuka. Di sana, banyak petualang yang telah keluar membawa banyak barang bagus, dan mereka jual semua barang - barang itu kepada para pedagang yang ada di sana.


Tampak semuanya sangat ramah dalam menjual mau pun membeli barang - barang yang mereka inginkan. Semua pedagang yang ada di sana, tampak senang bisa mendapatkan bahan - bahan bagus yang nantinya akan mereka jual kembali dalam bentuk yang lebih bagus lagi, sehingga bisa menjadi sebuah keuntungan besar bagi mereka. Demikian para petualang juga, selain mendapatkan banyak item, mereka juga mendapatkan banyak uang berkat menjual item mereka kepada para pedagang.


" Kota ini selalu ramai seperti biasanya saat penutupan alas perpindahan. Sungguh tempat ini hampir tidak pernah sepi. " Kata Katashi. Ia juga cukup senang karena bisa menjual item - item yang ia dapatkan, dan bahkan lebih banyak dari setahun yang lalu saat ia memasuki alas perpindahan.


" Saudara, kau tidak akan menjual item yang kau dapat kepada para pedagang ini? " Tanya Tota. Di samping itu ia juga menyarankan Xi untuk menjual item yang di dapatnya agar menghasilkan ke untungan.


Namun, Xi menolaknya dan tidak mau menjual item apa pun kepada para pedagang itu. Ia merasa untuk sekarang ia tidak memerlukan uang apa pun itu. Karena sebelumnya ia juga sudah mendapatkan banyak dari para petualang yang sudah ia kalahkan, juga dari makam naga. Ia berpikir kalau masalah keuangan nya sudah lebih dari cukup.


" Kami akan langsung pergi. " Kata Xi mengatakan kepada mereka semua kalau ia dan Airis akan pergi meninggalkan kota Jisa. Itu karena sudah tidak ada lagi yang harus mereka lakukan di kota Jisa ini. Sementara itu, Xi lebih menginginkan untuk melihat dunia lebih luas lagi. Mungkin saja pada perjalanan nya nanti, ia akan memiliki sebuah tujuan hidup yang ingin ia capai.


" Cepat sekali... Apa kau tidak berniat untuk istirahat dulu? " Tanya Tota lagi kepada Xi.


Namun Xi hanya menggelengkan kepalanya, lalu pergi bersama Airis meninggalkan mereka semua. Semuanya pun hanya bisa diam saat Xi dan Airis pergi meninggalkan mereka. Walau berat membiarkan orang hebat seperti Xi pergi, namun mereka tidak punya alasan untuk menghentikan kepergian Xi untuk pergi berpetualang.


Dua minggu berlalu dengan sangat cepat, awan putih memenuhi langit biru yang indah menutupi jalan dari sinar matahari. Angin sepoi - sepoi menerbangkan dedaunan di saat itu tampak ada dua orang sedang berjalan di jalan yang halus menuju ke suatu tempat yang ada di ujung jalan itu.


" Jadi... Ini Kekaisaran Fafnir? Ya, memang benar lokasinya berada sangat jauh dari Kekaisaran Avalon yang ada di barat sana. Tampaknya, negara ini jauh lebih megah di bandingkan negara yang lainnya. " Kata Airis. Menurut pendapatnya, Negara Fafnir ini memiliki wilayah yang lebih luas dari kekaisaran Avalon. Di tambah lagi, dengan adanya banyak prajurit yang bergaja di luar benteng itu, ia dapat mengetahui kalau Negara ini sangat kuat.


" Ya, jangan berlama - lama berdiri di sini... Hari sudah mulai siang. " Kata Xi sambil berjalan menuju Negara Fafnir.


Ia pun pergi menuju gerbang negara tersebut bersama Airis dengan berjalan kaki. Ia tidak menggunakan Evilsky sebagai tunggangannya karena ia tidak mau menarik perhatian semua orang yang ada di sana. Menurutnya, akan sangat merepotkan berurusan dengan orang - orang yang ada di sana.


Apa lagi dengan para bangsawan serta gerbang kekaisaran. Melihat seseorang yang menunggangi seekor makhluk kuat itu pasti akan menarik perhatian mereka, dan dapat menimbulkan sebuah persaingan di antara keluarga bangsawan mau pun keluarga kerajaan nantinya.


" Tolong tunjukkan kartu identitas kalian! " Pinta seorang penjaga yang ada di sana. Saat itu ia menjalankan tugasnya sebagai seorang penjaga yang menjaga gerbang.


Xi dan Airis memberikan sebuah kartu identitas mereka kepada penjaga itu. Penjaga itu pun menerimanya dan melihat identitas dari kedua orang tersebut. Keduanya adalah seorang petualang, yang berpindah - pindah tempat.


" Sialahkan masuk, semoga hari kalian menyenangkan. " Kata Prajurit itu dengan ramah kepada keduanya.


Airis mengangguk membalas kebaikan penjaga tersebut. Keduanya pun masuk ke dalam kekaisaran dan mulai berkeliling melihat - lihat kota di sana. Xi mau pun Airis sangat takjub dengan setiap bangunan yang ada di balik benteng ini. Tampak setiap bangunan tertata dengan rapi di pinggir jalan. Bahkan sekelas pasar pun tertata sangat rapi, berbeda dengan negara lainnya mau pub kota lainnya yang pernah mereka kunjungi.


Di saat mereka sedang berjalan - jalan mengelilingi kota, Xi merasa kalau dia sedang di awasi oleh seseorang. Akan tetapi, ia tetap mengabaikannya karena menurutnya orang yang sedang mengawasinya bukanlah orang yang dapat mengancam nyawanya. Namun, ia tidak tahu apakah sosok di balik orang tersebut akan mengancam dirinya.


Sementara itu, di dekat sebuah bangunan, tampak ada dua orang yang sedang mengawasi Xi dan Airis. Entah kenapa mereka mengawasi keduanya, namun yang pasti itu bukanlah sesuatu yang baik.

__ADS_1


Malam hari pun tiba, Xi dan Airis memesan dua kamar di sebuah penginapan. Suasana pada malam hari itu sangat hening. Di saat semua orang sedang tertidur ( Airis ) Xi pergi keluar penginapan karena ia merasa sedikit kesal dengan orang - orang yang mengikuti nya dari tadi saat ia masuk ke dalam kota ini.


Ia pun pergi menjauh dari tempat penginapan menuju ke sebuah tempat yang tampak sepi dan tidak di huni oleh satu orang pun yang ada di kota itu. Bersamaan dengan itu, orang - orang yang mengawasi Xi sejak tadi mengikutinya kemana pun Xi pergi. Sampai akhirnya mereka kehilangan jejak Xi karena tiba - tiba Xi menghilang dari kegelapan.


" Apa? Di dia menghilang?! " Ucap salah satu dari orang orang itu. Mereka di buat bingung dengan Xi yang tiba - tiba saja menghilang dari pandangan mereka. " Kalau begini, kita bisa di marahi oleh boss dong! "


" Apa yang harus kita lakukan? "


" Sebaiknya kita kembali dulu dan melapor kepada boss. Aku rasa pria yang kita ikuti itu bukan oranh sembarangan. " Ucap salah satu dari mereka memberikan sebuah saran untuk kembali dan melapor pada atasan mereka. Semuanya pun setuju dengan usulan tersebut, dan segerah mereka pergi dari tempat itu.


Sementara itu, di lantai dua dari bangunan yang ada di sana. Tampak Xi sedang memerhatikan mereka dengan mata merahnya yang menyala. Ia tidak melakukan apa pun kepada orang - orang itu, dan lebih memilih untuk melihat saja. Dan karena itu pun ia jadi tahu kalau ada seseorang yang memerintahkan mereka dari belakang.


Di saat yang sama, terdengar suara langkah kaki yang sedang menaiki tangga. Di dengar dari suara lamgkah kaki itu, setidaknya ada dua orang yang sedang menuju ke lantai Dua. Ia pun menggunakan skill Steahlt untuk menyembunyikan hawa keberadaannya dari orang - orang itu.


" Bagaimana, apa kau sudah mendapatkannya? " Tanya seseorang dengan jubah hitam kepada orang dengan topeng hantu.


Seseorang dengan jubah hitam itu memiliki sebuah simbol di jubahnya. Simbol itu melambangkan seperti seorang iblis yang ingin hidup di dunia ini. Dengan di gambarkan, tangan yang muncul ke permukaan tanah sebagai simbolnya.


" Hanya beberapa saja... Akhir - akhir ini agak sedikit sulit untuk mendapatkan mangsa. " Kata pria dengan topeng hantu itu. Arti dari topeng hantu itu adalah sebagai anggota dari sebuah organisasi. Yang merupakan organisasi sekte sesat yang akan menggunakan cara apa pun untuk memenuhi tujuan mereka.


" Ohw sayang sekali, kalau begitu proyek kita akan sedikit tertunda dengan kurangnya bahan yang di butuhkan. " Kata sosok berjubah hitam itu.


Keduanya pun pergi dari tempat itu mengantarkan hasil buruan mereka. Sementara itu, mereka berdua tidak menyadari kalau ada seseorang yang mendengar percakapan mereka dengan jelas. Ya oranh itu tidak lain adalah Xi yang sedang menyembunyikan hawa keberadaannya dari orang - orang itu.


" Proyek apa yang mereka maksud itu? " Tanya Xi dalam hatinya. Mendengar semua itu, ia merasa kalau proyek yang mereka jalankan itu bukanlah sesuatu yang bagus. Yang pastinya akan menguntungkan mereka, namun akan merugikan orang lainnya.


Setelah kedua orang itu pergi menjauh dari tempat awal mereka berada. Tiba - tiba terjadi sebuah ledakan di tempat yang tidak jauh dari lokasi Xi berada. Merasakan adanya energi sihir dari sumber ledakan itu, Xi berpikir kalau orang yang membuat ledakan itu adalah seorang penyihir.


Xi pun turun dari lantai dua dengan santainya melompat dari jendela. Dan segerah ia melihat keributan apa yang di lakukan oleh penyihir di malam hari ini. Setelah ia sampai di tempat terlihat seorang penyihir menyerang orang - orang yang mengikutinya tadi.


Orang - orang itu terbunuh karena penyihir tersebut. Tampan ragu penyihir itu membunuh mereka semua sampai tidak ada satu pun dari mereka yang masih hidup. Ia pun tertawa dengan puasnya setelah membunuh orang - orang itu.


" Kuahahaha!! Dasar kalian para b*jingan bodoh! Berpikir kalau kalian adalah yang terbaik di kota ini! " Kata penyihir tersebut sambil tertawa keras. Sambil berjalan penyihir itu menghampiri mereka yang telah mati sambil berkata " Kuek... Seharusnya aku tidak terlalu berisik! Bisa - bisa nanti para penjaga akan menangkap ku. " Kata penyihir tersebut dengan ekspresi konyolnya.


Pada saat itu ada seseorang datang menghampiri penyihir tersebut. Seorang pria berbadan kekar muncul dari gelapnya malam dengan ekspresi wajah yang tampak marah melihat semua bawahannya di bunuh oleh penyihir itu.


" Dasar b*jingan gila! Kau berani membunuh orang - orang aku perintahkan... " Kata pria kekar itu dengan ekspresi marahnya. Pancaran energi sihir yang terpancar dari pria itu memadatkan udara di sekitar hingga membuat malam yang sejuk menjadi sedikit panas.

__ADS_1


Penyihir itu tersenyum kepada pria kekar itu. Sambil tersenyum sombong, ia berkata kepada pria kekar itu dengan nada yang mengejek. " Ha? Lihat siapa pria besar ini? Aki harap kau bukan cuma pria yang punya otot doang. " Kata penyihir itu dengan nada mengejek.


Dengan ekspresi kesal, pria berotot itu menahan amarahnya hingga membuat wajahnya menjadi merah. Dengan kesal ia membalas " Sampah gila kayak kau cuma banyak omong doang! " Kata pria berotot itu sambil memprovokasi penyihir tersebut.


Namun, tiba - tiba saja sebuah serangan sihir langsung menghantam wajah pria berotot itu dengan kerasnya hingga membuat kepala pria itu tersentak.


Penyihir itu tertawa keras saat melihat pria besar itu tidak dapat menyadari serangannya serta tidak dapat menghindari itu. Ia pun sangat yakin kalau pria besar yang ada di hadapannya ini hanya punya otot tapi tidak punya otak. " Hahahaha!! Apa yang kau bicarakan dasar bodoh?! Yang cuma omong kosong itu kau! " Kata penyihir tersebut sambil mengacungkan tangannya pada pria besar tersebut.


" Hahaha biar aku memberitahukan mu sesuatu tentang api! " Lanjut penyihir itu sambil melepaskan sebuah serangan api kepada pria besar tersebut.


Api itu langsung menyambar pria besar itu dengan sangat ganas dan tanpa ampun membakarnya hingga hangus dan hanya menyisakan sebuah kumpulan debu yang tidak ada artinya lagi.


Mengira kalau pria besar itu telah hangus terbakar habis, penyihir itu merasa sangat senang, karena hari ini ia mendapatkan banyak mangsa dari orang - orang bodoh yang berani melawannya.


Namun, dari kumpulan asap itu tiba - tiba saja muncul seseorang yang melompat ke arahnya langsung. Orang itu langsung memukulnya dengan amat keras, dan langsung membuatnya terpental hingga menghantam trotoar jalan dengan sangat keras.


" Apa cuma itu yang kau punya? Penyihir ugal - ugalan! " Kata orang itu sambil mengejek penyihir yang telah ia hempaskan. Itu adalah pria besar yang tadi terkena serangan api punya si penyihir.


Penyihir itu sangat marah saat dirinya di hina oleh pria berotot itu. Ia sangat tidak terima dengan hinaan itu, ia sangat tidak terima di hina oleh pria yang punya otot saja tapi tidak punya otak. Bagaiman mungkin ia bisa menerima itu.


" Apakah menurutmu itu menyenangkan meleparkan sihir ke orang lain? " Tanya pria berotot itu dengan ekspresi wajah yang menyeramkan. Sontak hal itu membuat penyihir tersebut takut untuk sesaat.


Bagi seorang penyihir memang suatu hal yang sulit untuk di lakukan apa bila bertarung satu lawan satu berhadapan dengan seorang petarung. Apa lagi dalam jarak sedekat ini sangat mustahil untuk mengalahkan seorang petarung yang memiliki kekuatan tubuh yang kuat. Namun, bukan tidak mungkin untuk memgalahkan seorang petarung. Walau ia telah mengalahkan banyak musuh seperti yang ia hadapi saat ini, akan tetapi kali ini berbeda.


Karena musuh yang di hadapi punya kekebalan terhadap serangan sihir walau tingkaynya hanya tingkat rendah. Tapi, karena rank mereka yang setara, membuat resistensi yang di miliki oleh pria berotot itu seperti resistensi tingkat tinggi. Di tambah seorang petarung yang tidak takut kematian, adalah musuh alami bagi para penyihir.


Penyihir cenderung akan panik saat musuh mendekati mereka. Karena kepanikan itu bisanya membuat mereka salah merapalkan mantra, dan bahkan sampai lupa dengan mantra mereka sendiri.


" Pemenang dari pertarungan ini sudah jelas... Tapi, kemampuan mereka lumayan juga. " Ucap Xi yang daru tadi menonton pertarungan mereka berdua. Saat itu ia mulai bergerak dan menyerang salah satu dari mereka.


Pria besar itu tersenyum merehkan kemampuan sihir dari penyihir itu. Ia merasa kalau sihir yang di lemparkan kepada nya bukanlah apa - apa selain menggelitiknya. " Kau sungguh bodoh berani berhadapan denganku satu lawan satu ahahaha! " Kata pria besar itu sambil tertawa menertawakan tindakan bodoh dari penyihir yang menantangnya.


" Bukankah kau sama juga? "


Sebuah suara tiba - tiba terdengar oleh pria besar itu. Suara itu terdengar jelas berasal dari belakang dirinya. Dengan terkejut ia langsung berbalik dan menyerang orang yang baru saja berbicara itu. " Siapa di sana! " Ucap pria besar itu sambil mengayunkan pukulan kuatnya.


Namun, pukulan nya terhenti sebelum nengenai orang yang ada di belakangnya. Pria besar itu pun terkejut saat melihat orang itu dapat menghentikan pukulannya hanya dengan satu tangan saja. " di dia... Menghentikan tinjuku?! " Kata pria besar itu dalam hatinya dengan ekspresi tidak percaya ia tinjukkan saat itu juga.

__ADS_1


[


__ADS_2