
Di mata para Guardian, Xi seperti seorang raja iblis yang baru lepas dari segelnya dan langsung melakukan balas dendam.
Pertarungan di udarah dengan kekuatan yang besar saling beradu, kedua belah pihak saling mengerahkan kekuatan mereka.
" Hei! Tahanlah dia... Kami akan melaporkan ini para petinggi. " Ucap salah satu Guardian dan mencoba untuk melarikan diri.
Di memandangi mereka yang melarikan diri, menjulurkan tangannya ke arah mereka yang melarikan diri. Api hitan keluar dari tangannya dan membentuk sebuah pusaran yang panas.
" Kalian mau pergi kemana? " Tanya Xi dengan dingin. " Strom Fire " Sebuah sihir api yang kuat menghantam para guardian yang mencoba untuk melarikan diri. Mereka terbakar hingga hangus dan jatuh kebawah.
Para Guardian lainnya hanya bisa melihat kegerian dari kematian teman - temannya. Karena kesal teman - temannya di bunuh, mereka mulai mengancam Xi.
" Makhluk hina! Jika kau terus membunuh teman kami, kau akan merasakan pedihnya siksaan di penjara Guardian! "
" Jika para petinggi ada di sini, kau akan mati hari ini juga. "
" Makhluk hina seperti tidak pantas untuk hidup. "
Sesaat saat mereka mengancam Xi, kegelapan menyelimuti langit dan menutupi matahari. Mereka para Guardian yang tersisa telah masuk ke dalam Domain milik Xi.
Dimana tempat tersebut adalah tempat dimana Xi adalah rajanya. Tidak ada satu pun yang akan hidup di dalam domainnya kecuali dirinya sendiri.
Rantai yang terbuat dari kegelapan, bergerak seperti ular di langit - langit, mengikat diri mereka dengan sangat kuat. Tangan yang tercipta dari kegelapan, memegangi tubuh mereka dan merobek mereka perlahan - lahan.
Para Guardian yang berada di dalam Domain sangat tersisksa, mereka mendapatkan rasa sakit yang luar biasa. Waktu terus bejalan di dalam domain tersebut, para Guardian yang tidak sanggup menahan siksaan itu mereka mati, dan sekarang hanya menyisakan satu Guardian yang masih hidup.
Xi berjalan mendekatinya dan bertanya kepadanya. " Dari mana kau berasal? " Tanya Xi dengan dingin.
Namun Guardian tersebut tidak menjawab pertanyaan Xi. Dia hanya diam saja dan tidak membuka mulutnya sedikit pun.
Xi memegang salah satu sayap miliknya, meremasnya dengan kuat hingga sayap itu hancur, lalu merobeknya hingga terpisa dari tubuh guardian tersebut.
Guardian itu berteriak ke sakitan, ia merasakan rasa sakit yang sangat amat pedih. Namun dia tetap bersikeras untuk tidak menjawab pertanyaan dari Xi.
Xi memegang sayap yang satunya lagi, dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Sekali lagi dia mendapatkan rasa sakit yang amat pedih.
Saat menahan rasa sakitnya, ia membuka mulutnya dan berbicara. " Saat para Guardian Lord datang... Kau... Kau akan di hukum mati oleh... Mereka... " Ucapnya sambil menahan rasa sakit dan kemudian ia kehilangan nyawanya.
Drop item dari membunuh para Guardian langsung tersimpan di dalam inventory. Saat ingin menutup domiannya, Xi melihat suatu di mayat guardian yang ia siksa.
Ia pun mengambilnya, itu adalah sebuah kertas, yang merupakan sebuah peta. Saat Xi membuka peta tersebut, dirinya terdiam membeku dan terkejut, melihat isi dari peta tersebut.
__ADS_1
Peta tersebut adalah peta yang menunjukkan sebuah tempat dimana Dewi kehidupan di segel. Saat ia melihat peta itu, ia teringat saat percakapannya dengan penguasa galaksi Bahamut. Dia hanya punya waktu 10 tahun untuk menyelamatkan ibunya yang merupakan seorang dewi kehidupan.
Ia memegang peta tersebut dengan keras, lalu menyimpannya ke dalam inventory. Setelah itu ia pergi dan meninggalkan mayat Guardian di dalam domain miliknya.
Saat pertarungannya selesai, Yumiko berlari menuju ke arah Xi karena mengkhawatirkan dirinya.
" Xi, Apa kau baik - baik saja? Apa kau terluka? " Tanya Yumiko dengan khawatir.
Melihat Yumiko yang khawatir, ia menyentuh kepalanya dengan lembut lalu berkata. " Aku baik - baik saja, walau lawannya juga kuat... Sepertinya akan semakin sulit untuk saat ingin menemui ibu ku. " Ucap Xi dengan sedikit sedih.
Dia tahu mulai sekarang lawan yang akan dia hadapi bukan lawan yang biasa. Sekarang para Guardian sudah mulai bergerak, begitu pula juga para Apocalyps dan Demon lord. Lawan yang akan menghancurkan ke seimbangan dunia.
Melihat Xi yang merasa sedih Yumiko mencoba untuk menghiburnya. " Jangan sedih... Kita akan menemukan ibu mu, sekuat apa pun lawan yang akan kau hadapi, aku pasti akan selalu ada di sebelahmu. Jadi jangan sedih. " Ucap Yumiko dengan seyum yang indah dan tulus.
" Ya Xi - Sama, kita akan mengalahkan mereka semua. " Ucap Airis dengan senang.
" Itu benar Xi - Sama, kita adalah bagian keluarga dari Xi - Sama. Jadi kita hadapi semua musuh bersama. " Ucap Astia.
" Walau aku adalah seorang Undead yang lemah, tapi... Aku akan mencoba yang terbaik dan bertarung besama Xi - Sama. " Ucap Yanzams.
" Aku juga pasti akan ikut! " Ucap Glaamy.
" Xi kau tidak sendirian, kita akan bersama - sama menghadapi mereka. " Ucap Yumiko.
Saat Guardian di kalahkan, mereka semua secara paksa di teleportasikan keluar menara. Dan saat berada di luar menara, Xi memanggil Gold, dan menungganginya lalu meninggalkan lokasi menara misterius bersama dengan yang lainnya.
Lima hari berlalu setelah keluar dari menara misterius, mereka berhenti di sebuah kekaisaran. Kekaisaran Vrosia, negara besar terdekat dari tempat munculnya menara misterius.
Saat sampai di sana, mereka melihat banyak petualang yang melakukan raid, serta menyelesaikan Quest.
" Disini sangat ramai... " Ucap Astia.
" Ya mau bagaimana lagi, ini kekaisaran, tentu saja di sini sangat ramai, dan lagi... Sepertinya kita jadi pusat perhatian. " Ucap Airis dengan ringan.
Mereka menjadi pusat perhatian di tempat umum karena pesona mereka yang indah. Walau di antara mereka ada seorang Undead, mereka tetap menjadi pusat perhatian.
Namun Xi tidak menghiraukan itu, ia melihat Map system yang tidak dapat di lihat oleh orang lain, saat itu ia sedang mencari tempat seorang penempa. Butuh waktu yang lama untuknya, untuk menemukan penempa yang bagus, di dalam Map tempat tinggal penempa itu terdapat di tempat yang kumuh.
Ia dan yang lainnya pergi ke tempat penempa itu berada, saat mereka sampai di tempat penempa itu, tidak di sangkat tempatnya benar - benar kumuh, dan tokohnya tidak terawat.
" Ini... Apa ini tempat penempa terbaik? " Tanya Glaamy dengan ragu.
__ADS_1
" Ini sangat mencurigakan! " Ucap Astia.
" Siapa yang tinggal di tempat rusak seperti ini? " Ucap Airis dengan penilaian tempatnya.
" Walau tempatnya kumuh dan tidak layak untuk di tempati, tapi... Aku yakin dia yang terbaik di kekaisaran. " Ucap Xi dengan ringan.
Lalu ia membuka pintu tempat penempa tersebut dan masuk ke dalam bersama yang lainnya. Di dalam tempat itu di penuhi dengan debu, dan banyak barang yang sudah tidak terawat.
Setiap senjata yang ada di sana rusak, dan tidak dapat di pakai lagi.
" Sepertinya tidak ada orang di dalam. " Ucap Xi dengan ringan.
Saat ia mengatakan itu, ada seseorang yang membuka pintu masuk lalu masuk ke dalam. Saat orang itu masuk ke dalam dia terkejut karena ada orang di dalam rumahnya.
" Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di dalam rumahku? " Ucap orang itu. Ia seorang pria tua yang punya otot tubuh yang besar, walau dia pendek tapi dapat di lihat dari postur tubuhnya jika dia penempa yang handal. Namanya Keiros, seorang Dwarf dengan Rank S penempa.
" Oh... Baru saja ingin aku cari. " Ucap Xi dengan ringan. " Kami tidak ingin mencari masalah denganmu, tapi... Aku ingin meminta bantuan mu untuk membuatkan ku sebuah senjata. Tentu saja aku juga akan membayar senjata yang kau tempa itu. " Lanjutnya sambil menunjuk sekantong koin emas yang ia pegang.
Keiros menyipitkan matanya dan menatap Xi, ia tidak percaya perkataan Xi begitu saja, walau ia sudah melihat uang tepat di depan matanya. Dia tidak memiliki kepercayaan terhadap hal seperti itu, karena dulunya dia pernah di khianati oleh para bangsawan.
Karena pengkhianatan yang di lakukan oleh para bangsawan, ia harus kehilangan saudaranya, dan beberapa dari mereka di tangkap dan di tahan di penjara bawah tanah.
" Apa kau tidak lihat? Tempat ini sangat kumuh, aku bukanlah penempa yang handal. " Ucapnya dengan serius.
" Keseriusan mu itu membuatku sedikit ragu dengan apa yang kau ucapkan. " Ujar Xi. Lalu ia mengambil sebuah kursi dan duduk santai lalu " Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi... Jika kau menginginkan sesuatu, asalkan itu dapat aku penuhi aku akan melakukannya. Tapi kau harus membuatkan dengan syarat kau harus membuatkan ku senjata, tentu aku juga akan membayarmu. " Lanjutnya dengan tatapan mata yang serius.
" Tidak... Kalian cari saja penempa lain, aku tidak akan melakukannya walau kau memaksaku. " Ucap Keiros, walau sudah di bujuk dengan hal yang menggiurkan, namun sifat keras kepalanya sulit di atasi.
" Memang ada penempa lain di kekaisaran ini, tapi... Aku ingin kau yang membuatkan senjata untukku. " Ucap Xi.
" Sudah aku bilangkan aku tidak mau! Pergilah dari sini!!! " Ucap Keiros dengan marah.
Sikap Keiros membuat Airis kesal, ia ingin menarik pedangnya dan membunuh Keiros. Namun niatnya di hentikan oleh Xi hanya dengan sebuah lirikan mata. Ia merasa kalau membunuh Keiros, kepalanya akan langsung melayang.
Jadi ia menenangkan dirinya, walau wajahnya tampat tidak senang.
" Ohw... Apakah punggung tua mu itu sudah tidak sanggup mengangkat palu? " Tanya Xi sambil mengejek Keiros.
Mendengar itu Keiros langsung kesal, ia langsung marah - marah pada Xi. " Kau bocah sialan yang bau dan tidak tahu malu!! Berani kau meremehkan aku. Walau aku sudah tua, tapi aku masih bisa menempa! " Ucapnya dengan keras dan kesal.
" Owh, jadi kau masih bisa? Tapi kenapa kau tidak maj menempakan senjata untukku? Apa lengan besarmu itu hanya pajangan saja? " Ucap Xi.
__ADS_1
Dengan kesal ia membalikkan meja dengan keras, berdiri di depan Xi dengan kesal. " Baiklah akan aku tunjukkan kepadamu bocah bau! " Ucapnya sambil menunjukkan jarinya ke arah Xi.
Dengan percaya diri dia berkata seperti itu dan akan menunjukkan kemampuannya dalam hal menempa.