LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 26


__ADS_3

Di mansion Duke Nagi, putra pertama dan anak satu - satunya telah kembali. Kedatangan nya di sambut meria oleh semua orang yang ada di mansion itu. Mereka amat sangat senang akan kepulangan Vegas.


Saat ini Vegas berada di ruangan Duke Nagi ingin melaporkan sesuatu kepada Duke Nagi.


" Tugas yang di berikan oleh Duke Nagi, saya telah menyelesaikan nya. " Ucap Vegas dengan sopan sambil berlutut. " 10 Goblin, 10 Serigala, serta lima babi hutan... Monster - monster tersebut telah saya kalahkan. Dan barangnya saya bawa sebagai bukti kalau saya telah menyelesaikan tugas. " Lanjutnya.


Duke Nagi mendengar itu hanya melototi Vegas. Sejujurnya Duke Nagi tidak tertarik dengan tugas yang ia berikan kepada Vegas. Itu bukanlah tugas yang sulit sama sekali. Namun walau begitu, Vegas telah menyelesaikan tugas yang ia berikan tanpa ada masalah. Itu merupakan sebuah kemajuan untuk Vegas.


Kini di hadapannya, Vegas tidak memiliki bekas luka sedikit pun. Terlihat kalau Vegas menyelesaikan dengan sangat baik.


" Kerja bagus Vegas... Kau beristirahat. " Ujar Duke Nagi memberi sedikit pujian kepada Vegas.


Vegas mengangguk dan berkata " Baik Duke. " Ucapnya dengan sopan. Setelah itu ia berdiri dan pergi meninggalkan ruangan kerja Duke Nagi.


Setelah Vegas pergi dari ruangannya. Duke Nagi memegang kertas yang tepat ada du hadapannya. Kertas tersebut, berupa sebuah informasi dari kapten Knight yang pernah ia kirim ke suatu tempat sebelumnya.


Melihat dari data yang ia dapat, hal itu membuat sedikit terkejut. Karena pada kertas itu tertulis.


( Desa Heabu seluruh warganya menghilang tanpa jejak dan tidak ada tanda - tanda pertarungan sedikit pun di tempat kejadian. Beberapa petualang yang memiliki Rank E - D yang di kirim oleh Guild petualang untuk menyelidiki Kasus tersebut juga menghilang tanpa jejak. )


( Saat Para Knight yang di tugaskan untuk mencari tahu sumber masalah dari hilangnya warga desa, serta para petualang yang di kirim. Kami memeriksa setiap rumah yang ada di desa tersebut. Setiap rumah yang kami periksa kosong dan tidak ada orang sama sekali. Namun kami menemukan akar tanaman yang layu. Serta di balik akar tanaman tersebut bertuliskan suatu. )


( Aku Comandan Iblis Fright, Sang ketakutan akan datang meneror kalian )

__ADS_1


Setelah membaca itu. Duke Nagi bersandar pada kursinya, sambil membayangkan Comandan Iblis Fright dalam pikirannya. Walau ia pernah berhadapan dengan comandan Iblis, namun ia baru pertama kalinya mendengar nama Fright.


" Tuan ku, ada apa? " Tanya salah satu Knight yang ada di belakangnya.


Duke Nagi menghelahkan nafasnya, lalu berkata. " Tidak... Tidak ada apa - apa. " Jawabnya sambil bersandar di kursinya.


Sambil bersandar, ia memikirkan apa yang sedang di rencanakan oleh Comandan iblis tersebut. Yang pastinya rencana tersebut, bukan lah sesuatu hal yang baik.


Di tempat lain, tepatnya di sebuah restoran yang ada di kekaisaran. Xi dan Airis pergi kesana untuk makan karena mereka lapar. Tempat tersebut sangat bagus dan mewah. Ada banyak pelanggan yang berkunjung di sana, dan tak jarang mereka menghabiskan waktu mereka di restoran tersebut karena masakan yang enak.


Sebuah meja yang ada di dekat jendela. Xi dan Airis duduk di tempat tersebut sambil menunggu penasan yang mereka pesan datang. Sambil menunggu, Xi memikirkan Comandan Iblis mana yang akan datang terlebih dahulu. Mengingat dirinya telah membunuh dua Comandan iblis.


Hal itu sudah lebih dari cukup untuk membuat Comandan Iblis lainnya menjadi penasaran akan sosok yang membunuh rekannya.


Xi pun memberikan dua koin emas kepada pelayan tersebut sebagai bayaran atas makanan nya. Dan setelah itu mereka berdua menikmati makanan mereka.


Beberapa menit berlalu mereka masih menikmati makanan yang ada di atas meja. Namun ketenangan mereka terganggu karena seseorang membuat keributan.


" HEI! APA - APAAN INI! INI TIDAK ENAK! " Ucap seorang anak muda sambil membanting piring dengan kasar.


Keributan tersebut menarik perhatian semua orang yang ada di sana. Namun semua orang mencoba untuk menghindar konflik dengan anak muda tersebut.


Anak muda itu mengenakan pakaian yang seba mewah, serta ada dua Knight yang menjaga nya. Sehingga membuat orang - orang yang ada di sana tidak berani untuk melawan.

__ADS_1


Pelayan restoran yang melayani tuan muda tersebut. Wajahnya pucat serta gemetaran. Ia takut kalau tuan muda itu akan mencelakakan dirinya.


Melihat tatapan dari tuan muda tersebut, membuatnya mejadi takut. Anak itu tampak tidak senang dengan pelayanan yang di berikan oleh restoran ini, bahkan ia juga tidak puas dengan rasa makanan yang di sajikan.


" Earl Kansa... Maafkan saya... " Ucap pelayan tersebut sambil membungkuk.


" He! Maaf?! Apa kau pikir kata maaf itu cukup? " Ujar nya sambil mencibir. " Kau menyajikan sebuah makanan yang rasanya seperti kotoran kuda kepada ku. Kau ini mencoba untuk membunuhku ya? " Lanjut nya dengan marah sambil mengomentari rasa makanan yang di sajikan.


Dia adalah Elnix Kansa. Putra kedua dari anak bangsawan Count Elnix Maji. Kansa memiliki sikap yang sombong dan suka sekali merendahkan orang lain. Bahkan dirinya tidak pernah menghargai usaha orang yang melayaninya.


Karena itu, membuat orang lain tidak senang akan keberadaannya. Sikap nya yang sombong benar - benar membuat semua orang sangat kesal. Mereka sangat ingin memukuli bocah tersebut. Namun mengingat anak itu dari keluarga bangsawan, mereka tidak berani untuk melakukannya.


" Cepat bersujud di hadapanku... Kalau kau mau aku maafkan! " Ucapnya dengan pandangan yang sinis.


Pelayan restoran tersebut terdiam saat ia di suruh untuk bersujud. Ia menggigit bibirnya sendiri karena ia tidak mau bersujud. Namun masalah ini sekarang adalah urusan antara hidup dan matinya.


Melihat pelayan restoran tersebut yang tidak kunjung bersujud, membuat salah satu pengawal dari Kansa kesal. Ia segarah menarik pedangnya dan berkata " Hei apa kau tuli? Earl Kansa memintamu untuk bersujud. Cepat lakukan atau aku akan memotong satu dari jari mu. " Ujarnya dengan kesal sambil mengarahkan pedang nya pada pelayan restoran tersebut.


.segerah pelayan restoran tersebut bersujud karena tidak mau kehilangan jarinya. Semua orang yang melihat itu hanya bisa merasa kasihan kepada pelayan restoran tersebut. Namun mereka tidak dapat berbuat banyak.


" Maafkan saya Earl Kansa... " Ucap pelayan restoran tersebut sambil bersujud.


Tampak seyum senang terukir di wajahnya. Ia sangat senang karena pelayab tersebut mau mengakui kesalahan nya. Sambil melihati pelayan tersebut yang sedang bersujud, ia melihat sekelilingnya.

__ADS_1


Dan pandangannya berakhir pada seorang wanita yang sedang duduk santai di dekat jendela sambil menikmati makanannya. Melihay wanita tersebut menikmati makanannya, serta kecantikan wanita tersebut, membuatnya sangat tertarik. Dan ia pun berjalan menghampiri wanita tersebut.


__ADS_2