
Menggunakan sihir teleportasi dari Abyss ke daratan atas dengan memindahkan semua yang ada di lingkup lingkaran sihir teleportasinya. Memindahkan semuanya termasuk dengan istananya.
Sihir teleportasi adalah sihir yang benyak mengkonsumsi energi sihir, semakin banyak yang berada di dalam lingkaran sihir untuk berpindah, semakin banyak pula energi sihir yang di butuhkan untuk mengaktifkan sihir teleportasinya.
Namun untuk Xi, Memindahkan semua itu, bahkan dari Abyss menuju daratan, itu bahkan tidak memerlukan 2% dari energinya untuk melakukan teleportasi itu.
Sesampainya mereka di dunia atas, kini mereka telah keluar dari Abyss, mereka dapat merasakan segarnya udara di dunia lagi.
Walau begitu, tempat mereka berteleportasi adalah hutan kematian, tempat yang di penuhi dengan monster berbahaya. 50 meter dari tempat mereka berada, ada sebuah labirin bawah tanah, dan memiliki 100 lantai di dalamnya, sementara itu 200 meter dari belakang ada sebauh jurang kecil, dimana di sana terdapat reruntuhan kota kuno di dalamnya.
" Akhirnya kita berhasil keluar dari Abyss. " Ucap Yumiko dengan senang.
" Iya, ini sangat melegahkan, walau begitu... Semuanya aku perintahkan kalain untuk membersikan para monster yang ada dalam jangkauan 500 meter dari tempat ini. " Ucap Xi sambil memberikan perintah kepada para bawahannya.
Mendengar perintah itu, mereka dengan cepat bergerak menghabisi para monster liar yang ada dalam lingkungan 500 meter dari istana. Hanya para petinggi yang tidak turun tangan, karena monster di sekitar bukanlah monster yang sulit di atasi.
" Xi, apa yang akan kau lakukan sekarang? Sekarang kita telah kembali. " Tanya Yumiko kepada Xi.
" Aku akan pergi sebentar, Yumiko, kau dan Mizuki dan yang lainnya tinggal lah di istana terlebih dahulu, aku akan kembali dengan cepat. " Jawab Xi.
" Apa? Kau akan pergi kemana Xi? " Tanya Yumiko lagi.
" Tentu saja, menyelematkan ibuku. " Jawabnya dengan ringan.
" Ta tapi, aku tidak setuju jika kau pergi sendirian. Setidaknya bawalah seseorang bersama denganmu. " Ucap Yumiko, walau mereka semua telah menjadi lebih dan lebih kuat, sebagai seorang kekasih yang baik, ia selalu mengkhawatirkan Xi, jika Xi berpergian sendiri.
Melihat kekhawatiran dari Yumiko, Xi menjulurkan tangannya lalu mengusap kepala Yumiko dengan lembut, lalu ia berkata. " Aku tahu kau khawatir, tapi... Aku janji aku akan kembali sebelum malam tiba. " Ucap Xi dengan ringan.
" Ayah, apa ayah akan pergi? " Ucap Mizuki sambil memegang Xi.
" Hanya sebentar saja. " Ucap Xi sambil mengusap kepala Mizuki.
__ADS_1
" Baiklah, tapi kau harus menepati janjimu, pulang sebelum malam tiba. " Ucap Yumiko sambil cemberut.
Xi menggelengkan kepalanya saat melihat Yumiko yang cemberut, lalu ia mendekati Yumiko dan memeluknya dengan lembut, setelah itu ia pergi.
Kegelapan menutupi tubuhnya dan membuatnya berpindah ketempat yang jauh. Tempat yang ia tujuh adalah tempat di mana ibunya di segel, tempat itu telah di tunjukkan pada peta yang ia dapat saat mengalahkan guardian di sebuah menara misterius.
Hanya dalam sekejap ia telah sampai, saat ia sampai di tempat itu, ia merasakan aura naga hitam yang sangat pekat memenuhi tempat tersebut. Auranya sangat ganas, bahkan dapat membunuh makhluk yang lebih lebah.
" Inikah tempatnya, dan... Sepertinya di sana ibuku di segel. " Ucap Xi sambil melihat sebuah Gunung yang di tutupi oleh Kristal yang berkilauan.
Walau begitu, banyak monster yang berkeliaran di tempat itu, monster dengan peringkat A hingga S+ menghuni tempat tersebut.
" Aku datang jauh - jauh, dan di sambut dengan sangat ramah. " Ucap Xi sambil menatapi para monster itu.
Para monster mulai menampakkan dirinya, banyak monster yang mengelilingi Xi, dan monster - monster itu sangat menyeramkan.
Walau begitu, Xi telah menghilangkan dari tempatnya, dan dalam sekejap mata berada di depan segel ibunya. Di luar para monster yang sebelumnya menampakkan dirinya dan monster yang bersembunyi dari Xi, mereka semua mati karena terpotong hanya dengan satu gerakan Xi.
Ibunya yang telah tersegel dalam waktu yang sangat lama, masih mempertahankan wujudnya yang sangat cantik. Xi menyentuh segel yang menyegel ibunya, perlahan dan dengan hati - hati, ia membuka segelnya.
Cukup lama untuknya menghancurkan segel itu, saat segelnya hancur dan ibunya terbebas dari segel itu, ia segerah memeluk ibunya dengan erat melepaskan rasa rindu dan penasarannya selama ini.
Saat yang sama, ibunya membuka matanya perlahan, memeluk Xi dengan erat walau kondisinya yang lemah itu. Air mata membanjiri wajahnya, ia sangat merindukan anaknya yang telah ia tinggalkan selama ini.
" Xi... Xi apa ini dirimu anakku... " Ucapnya sambil menyentuh wajah Xi dengan tangan yang lemas.
" Ya... Ini aku. " Ucap Xi.
" Maafkan ibu... Membiarkanmu hidup dalam kesulitan selama ini... I... " Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, Xi menghentikan itu dan menyelahnya.
" Itu tidak apa... Aku lah yang seharusnya minta maaf kepada ibu karena membaut ibu harus menderita selama ini. " Ujar Xi dengan hati yang sedih. " Ibu, maafkanlah anakmu yang tidak berbakti ini... " Ucap Xi sambil meminta maaf kepada ibunya.
__ADS_1
Ia hanya mengelus kepala Xi dengan lembut, saat itu terasa berat untuknya berpisa dengan Xi, namun sekarang Xi telah di depan matanya, dan merasakan ikatan keluarga yang sesungguhnya.
Di saat yang sama, aura suci memenuhi langit, gat besar muncul dan para Guardian muncul di sana.
Xi dan ibunya yang berada di dalam gunung kristal merasakan aura suci dari para guardian.
" Para bajingan itu... " Ucap Xi dengan mata merah menyalahnya.
" Xi... Sebaiknya kau pergi dari sini... " Ujar ibunya yang khawatir dengan keselamatan Xi.
Xi yang telah di penuhi dengan amarah dan niat membunuh yang menyelimutinya, menolak untuk pergi dan akan menghadapi para guardian itu.
" Tidak... Aku akan membunuh mereka semua. " Ucap Xi dengan dingin, matanya di penuhi dengan niat membunuh yang luar biasa.
Sebagai seorang ibu, ia khawatirkan akan keselamatan Xi, namun saat ia mau berbicara, Xi terlebih dahulu menyelimuti dirinya dengan kegelapan dan meyembunyikan ibunya di balik kegelapan.
" Siapa pun yang ada di dalam sana, keluar dan menyerahlah! Terima hukumanmu karena telah memasuki area terlarang ini!! " Ucap seorang Guardian dengan empat sayap di punggungnya. Ia membawa ribuan guardian bersama dengannya. Ia adalah salah satu dari pemimpin menara kecil yang tersebar di seluruh dunia.
Saat kata - kata itu keluar dari mulutnya, aura membunuh yang begitu besar muncul dari gunung kristal yang berkilauan itu, menghancurkan gunung itu hanya dengan auranya saja.
Semua Guardian sangat tertekan dengan aura membunuh dari Xi, mereka melihat Xi dengan tatapan yang ketakutan. Tak pernah mereka rasakan aura membunuh yang begitu luar biasa.
Sebagai Guardian yang memimpin menara kecil, ia juga tertekan oleh aura membunuh Xi. Dengan tekanan yang menekan tubuhnya itu, ia berkata sambil mengarahkan senjatanya kepada Xi. " Makhluk jahat, menyerahlah dan terima hukumanmu karena berani memasuki tempat ini!! " Ucapnya dengan keras kepada Xi.
Seketika saat ia mengatakan hal itu, Xi muncul di hadapannya dengan tatapan yang sangat dingin dan mengerikan. Seketika ia gemetar ketakutan saat Xi muncul di hadapannya, seluruh tubuhnya gemetar ketakutan.
Xi mencekik Guardian dengan empat sayap itu, ia mencekiknya perlahan demi perlahan. Dengan ekspresinya yang dingin dan tidak peduli apa yang terjadi pada orang yang ia cekik, ia hanya menatapinya dengan dingin.
Guardian itu sangat kesakitan, ia mencoba melawan untuk melepaskan dirinya dari cengkraman itu, namun semakin ia melawan semakin kuat dan semakin menyakitkan. Mata emasnya mulai memeras, air mata keluar dari matanya karena rasa sakit yang ia dapat.
Darah mulai keluar secara perlahan dari mulut, hidung dan matanya. Sementara itu para prajurit guardian yang ia bawa hanya bisa membeku terdiam pemimpin mereka di bunuh dengan mengenaskan. Ia mati lemas dan jiwanya hancur karena Xi.
__ADS_1
Setelah pemimpin mereka mati, Xi melirik para prajurit Guardian yang lainnya dengan sinis. Seketika mereka sangat ketakutan melihat mata Xi yang di selimut oleh niat membunuh yang menggila.