
Monster beast singa itu tertangkap oleh para penyihir, dengan kerjasama mereka untuk membuat rantai yang terbuat dari sihir mereka, mereka berhasil mengalahkan Beast tersebut.
" Hahaha... Kita berhasil menangkapnya. "
" Sungguh tangkapan besar "
" Mulai sekarang kau akan menjadi bedak kami hahaha. "
Mereka semua tertawa puas saat menangkap beast tersebut, di tambah lagi Lich yang menghalangi mereka juga terlah mereka kalahkan, dan di ikat dengan rantai sihir yang mengingatkannya.
" Hari ini kita dapat dua tangkapan besar, sungguh hari yang beruntung "
" Kapten apa kita harus kembali sekarang dan membawa dua monster ini untuk di jadikan aset kita? " Ujar salah satu prajuritnya.
" Pulang sekarang? Kau bercanda? Coba kau pikrikan berapa banyak monster yang bisa kita jadikan budak di hutan kematian ini. " Ujarnya. " Tentu saja kita harus membawa banyak oleh - oleh. " Lanjutnya dengan wajah yang menyeramkan.
Semuanya juga memberikan pandangan yang serupa, tatapan yang di penuhi dengan kerakusan.
Di saat yang sama, ada seseorang wanita dengan pakai Maid muncul di hadapan mereka semua. Hal itu membuat mereka terkejut karena tiba - tiba ada seorang maid yang muncul.
" Siapa kau? " Tanya Tora kepada maid tersebut.
Dengan sopan, maid tersebut memperkenalkan dirinya " Saya adalah Sora, pelayan yang melayani tuanku yang agung Xi - Sama. " Ujarnya sambil memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
" Xi - Sama? Siapa itu? " Tanya Tora dengan bingung.
Sambil terseyum, Sora menjawabnya " Xi - Sama adalah tuanku, sekaligus penguasa hutan kematian. Kedatangan ku kemari karena kalian memasuki tempat ini tanpa izin, aku akan memperingati kalian. Pergilah dari hutan kematian sebelum aku membunuh kalian. " Ujarnya sambil memperingati semua orang yang masuk hutan kematian tanpa izin.
Mendengar itu Tora langsung kesal karena seorang pelayan berani mengusir dirinya. Dengan kesal ia berjalan menghampiri pelayan tersebut. Ia berhenti tepat di depan pelayan itu, dengan kesal dan kasar ia berkata.
" Benarinya kau mengusir ku! Apa kau tahu siapa diriku?! " Ujar Tora dengan kesal dan marah kepada pelayan itu.
" Aku tidak tahu siapa dirimu, yang jelas kalian harus pergi dari hutan kematian. " Ujarnya dengan tenang tanpa harus menatap Tora.
Merasa terhina karena ucapan pelayan itu, Dengan kesal ia menarik baju pelayan tersebut sambil berkata. " Aku adalah Tora, prajurit terhebat di negaraku. Aku ini seorang S rank, rendahan sepertimu berani sekali mengusirku. " Balasnya dengan sangat marah dan berteriak di depan wajah pelayan tersebut. " Kau cuma pelayan rendahan, sama seperti tuanmu Xi apalah itu, kau sama rendahannya seperti dirinya. " Lanjutnya sambil menghina Xi tepat di depan wajah Sora.
Mendengar taunnya di hina Sore menjadi marah, ia menunjukkan wajah marahnya kepada Tora yang sedan memegang bajunya itu.
Melihat tatapan dari pelayan itu, Tora terseyum. " Heh apa? Kau marah? Memangnya kau ini bisa apa? " Ujar Tora sambil meremehkan Sora. " Pelayan rendahan sepertimu berani bersi... " Sebelum ia selesai berbicara, sebuah tebasan yang sangat cepat melewatinya.
" AAAAAAAA "
" Tanganku.... Tanganku.... " Ujar Tora sambil menngis karena kedua tangannya telah tidak ada lagi.
Namun Sora memberikan tatapan yang tidak senang kepada Tora, ia menarik rambut Tora dengan kejam sambil berkata kepada Tora. " Kau boleh menghina ku, tapi jangan pernah kau menghina tuanku. " Ucap nya dengan tatapan yang sangat mengerikan, ia pun melanjutkan perkataannya. " Tuanku menciptakan diriku dengan jari payahnya, apa kau tahu seberapa marahnya aku karena kau menghina tuanku. Kematian terlalu ringan untuk hukuman mu. " lanjutnya sambil memegang beberapa belati di tangan kirinya.
Menguliti Tora perlahan - lahan, dan memotong tubuhnya menjadi potongan - potongan kecil. Tora berteriak sangat keras, ia sangat kesakitan. Sangat lama ia merasakan penyiksaan itu hingga dirinya mati kehabisan darah.
__ADS_1
Setelah menghukum Tora, ia menatap ke arah yang lainnya, dengan gerakan tangannya yang sangat cepat, ia melemparkan belatinya dengan sangat cepat. Banyaknya belati yang beterbangan dengan kecepatan tinggi menghantam semua yang ada di hadapannya. Membunuh semua orang yang masuk tanpa izin ke hutan kematian.
Sementara itu Xi yang telah sampai di tempat Yumiko berada, disana terlihat tempat itu di penuhi oleh Darkness Army, serta seluruh tempatnya telah membeku. Energi sihir yang sangat kuat dapat Xi rasakan, energi sihir itu berasal dari Yumiko, yang berdiri di atas bongkahan es yang di dalamnya terdapat banyak Guardian yang mati membeku.
Xi melangkahkan kakinya menghampiri Yumiko, semua Darkness Army pada saat itu berlutut memberikan hormat kepada Xi. Langkahnya tidak menghasilkan suara sedikit pun, hingga sampainya ia berada di dekat Yumiko.
" Kau sudah mengalahkan semua bala bantuan ini ya. " Ujar Xi sambil mendekati Yumiko.
" Iya, jumlahnya memang banyak tapi tidak sebanyak sebelumnya. " Balas Yumiko sambil tersenyum manis.
" Lalu bagaimana dengan mu Xi? " Tanya Yumiko.
" Sudah beres, aku juga sempat bertemu dengan yang lainnya. " Jawab Xi.
" Setelah ini kita akan melakukan apa? " Tanya Yumiko lagi kepada Xi.
Xi berpikir sejenak, memikirkan pertanyaan Yumiko. " Hmmm mereka bilang ada Fraksi bernama Apostel, dan lagi para Apocalyps yang berkerja sama dengan Dragon Awakening belum menunjukkan tarik kekuatan mereka. " Jawab Xi atas pertanyaan yang Yumiko tanyakan. " Tapi, aku rasa mereka sudah siap untuk perang kapan saja. " Lanjut Xi kepada Yumiko.
Mendengar itu Yumiko sudah tidak terkejut lagi, ia sudah tahu cukup lama karena selalu di beritahukan oleh Xi tentang perang yang akan datang. Akan tetapi Yumiko memberitahukan sebuah informasi kepada Xi.
" Xi, aku mendapatkan sebuah informasi dari Kazuki. Katanya ada satu monster yang telah lepas dari segelnya, dan menurutnya monster tersebut memiliki kekuatan yang setara dengan para Apocalyps. " Ujar Yumiko memberitahukan informasi yang ia dapat dari Kazuki kepada Xi.
Mendengar itu Xi sedikit terkejut, monster yang memiliki kekuatan yang setara dengan Apocalyps tidaklah banyak, dan lagi monster ini adalah monster yang telah lepas dari segelnya.
__ADS_1
Namun ia berpikir sesuatu di dalam pikirannya. " Jadi begitu, Kebangkitan monster ini sudah di prediksi oleh mereka, aku rasa ada beberapa Apostel yang ikut campur tangan dalam masalah ini. " Ujar Xi mengemukakan pendapatnya. " Aku tidak tahu Apostel yang mana, tapi kita harus menghentikan monster yang telah terbangkit itu. " Lanjutnya sambil mengajak Yumiko untuk menghentikan monster yang telah bangkit kembali.
Yumiko mengangguk setuju untuk membantu Xi menghentikan monster yang telah lepas dari segelnya, mereka pun segerah pergi dari tempat mereka berada dan menuji ke tempat monster yang telah bangkit itu, dengan informasi yang Kazuki berikan kepada Yumiko sebelumnya.