
Pertempuran satu melawan lima orang berjalan sangat lama, terlihat mereka berlima sangat kesulitan dalam menghadapi Xi yang seorang diri.
Pertempuran tersebut membuat diri mereka terluka, mereka menerima banyak luka dari Xi, sedangkan untuk Xi yang bertarung seorang diri dan hanya mengandalkan katananya, ia tidak terluka sedikit pun, bahkan ia malah menekas mereka berlima dengan mudahnya.
" Matilah Dasar bajingan!! " Ucap Karaks menyerang dengan kekuatan sihir apu yang luar biasa.
Suhu ruangan naik drastis, serangan sihir yang Karaks lepaskan sangatlah besar, memenuhi ruangan di dalam markas. Apa pun yang terkana api dari Karaks akan musnah seketika.
Akan tetapi, munculnya kegelapan dari tangan Xi mengubah segalanya, api panas yang karaks lepaskan lenyap begitu saja tak tersisa sedikit pun.
" Seranganmu boleh juga, sekarang giliranku. " Ucap Xi menebeskan katananya yang berlapis dengan api, menciptakan bilah api yang sangat panas menghantam mereka berlima.
Mereka berlima terhempas ke dinding, api yang menghantam mereka melelehkan lantai yang keras. Melihat daya hancur dari satu serangan api dari Xi membuat mereka kewalahan.
Karaks yang kesal langsung menggunakan skill pamungkas miliknya. Kedua tangannya berlapis api merah yang panas, menciptakan sebuah bola api yang di dalamnya terdapat sebuah boom api. Skill tersebut dapat memungkinkan akan memusnakan suatu negara hanya dalam satu serangan, dan memusnakan apa pun yang ada di sana.
" Kau pikir akan selamat begitu saja! " Ucap San kepada Xi. Ia memusatkan sihirnya ke senjata nya yang berupa sebuah hammer besar. Hammer tersebut bercahaya merah, menghasilkan getaran yang hebat saat energi berkumpul di dalam hammer tersebut.
Venessa juga ikut dalam hal itu, ia menyiapkan sihir pamungkasnya. Mengarahkan sihir tersebut kepada Xi yang berdiri di depannya.
Mereka bertiga melepaskan serangan mereka bersama - sama, serangan yang kuat dengan cepat menuju ke Xi. Mereka berpikir tidak mungkin untuk Xi menghapuskan serangan pamungkas mereka bertiga, tapi kenyataan lebih pahit dari apa yang mereka saksikan.
Xi hanya menjentikkan jarinya dengan santai, lalu menghilangkan ketiga serangan pamungkas tersebut dengan kegelapan miliknya.
__ADS_1
" Symbol Of Gluttony Lord Belzebub. " Ucap Xi dengan santai mengucapkan nama skill miliknya.
Mereka semua langsung pucat saat mengetahui serangan mereka menghilang, Xi yang menatap mereka dengan dingin membuat mereka merinding.
" Kalian sebut itu serangan pamungkas? Coba tahan yang satu ini... " Ucap Xi, ia menciptakan sebuah panah sihir api hitam, menarik tali panah tersebut yang terbuat dari api hitam, kemudian melepaskannya dengan santai.
Sebuah anak panah berkecepatan tinggi mengarah pada mereka berlima, mereka membuat sebuah perisai sihir untuk menahan serangan dari Xi. Namun perisai mereka dengan mudah di tembus oleh satu anak panah.
San memegang Hammernya dengan erat bersiap untuk memblokir serangan tersebut, saat ia sedang bersiap untuk memblokir serangan tersebut dengan memukulnya, serangan itu meledak saat belum sampai mereka berlima.
Ledakan yang besar menghancurkan bagian dalam markas Guardian Lord, seta mengancurkan atapnya. Mereka berlima yang terkena ledakan tersebut terluka parah, tidak menyangka efek ledakan dari satu anak panah bisa sekuat itu hingga membuat mereka terluka parah.
Xi menarik pedangnya kembali, memegangnya dengan erat. Melangkahkan kakinya menghampiri mereka berlima yang terluka, Kyronl berdiri memegang tombaknya.
" Tidak akan aku biarkan kau seenaknya! " Ucap Kyronl.
" Tidak mungkin... Kau seorang pemimpin di sini, kaulah yang seharusnya pergi untuk menyelamatkan dirimu. " Balas Kyronl menolak untuk pergi. " Pergilah... Aku akan menahannya. " Lanjut Kyronl dengan menahan rasa sakitnya.
Xi terus melangkahkan kakinya dengan ringan, tidak satu pun dari mereka yang dapat menghentikan langkah kakinya tersebut. Sambil berjalan, ia berkata kepada mereka berlima.
" Maaf, Tapi ini akan menjadi hari terakhir kalian. " Ucap Xi dengan nada yang dingin serta mata merah yang bersinar.
Dalam satu langkah terakhirnya, ia muncul tepan di hadapan Kyronl dan memotongnya dengan cepat tanpa membuat Kyronl bisa bereaksi sedikit pun.
__ADS_1
Kyronl terbelah menjadi dua bagian, membuatnya mati di tempat tanpa merasakan rasa sakit, dan tidak meninggalkan teriakan sedikit pun.
Seorang Wanita mengambil tamengnya kembali mencoba untuk menghentikan Xi, namun naas saat ia berhasil mengambil tamengnya, terlebih dahulu kepalanya terpisa dari tubuhnya.
" Sekarang tinggal tiga... " Ucap Xi dengan tatapan yang dingin. Ia mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menebas mereka bertiga.
Saat ia mengayunkan pedangnya, dari atas terdapan banyak serangan kuat berjatuhan menimpa dirinya. Serangan yang berjatuhan itu sangat kuat hingga terjadi ledakan berkali - kali.
Di dalam ledakan itu Xi baik - baik saja dengan menggunakan Skill miliknya untuk melahap ledakan dari serangan tersebut. Xi pun menebaskan pedangnya ke arah langit hingga membuat langit terbelah.
Di saat yang sama serangan tersebut berhentai, dan terjadi gelombang kejut yang kuat di langit. Sehingga membuat semua orang yang ada di luar sana, membuat mereka yang sedang bertarung terkejut.
Saat serangan itu telah berhenti, terlihat di depan matanya Venessa dan kedua demon lord itu telah menghilang, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melarikan diri.
Di luar sana, mengetahui kedua saudaranya melarikan diri dari pertempuran, kedua demon lord yang lain ikut melarikan diri dari pertempuran karena merasa mereka sudah tidak punya kesempatan lagi.
Para guardian mengepak sayapnya pergi menjauh dari markas utama, berharap mereka dapat selamat dengan bergerak secara terpisah.
Di dalam markas, tampak Xi sedang sangat kesal melihat musuhnya berhasil melarikan diri. Matanya yang dingin di selimut dengan niat membunuh yang kuat, aura membunuh yang sangat besar terpancar dari tubuhnya hingga memberikan getaran kepada langit. Ia menebaskan katananya dengan sekali tebasan, memotong mereka semua yang melarikan diri dan berpencar ke segala arah, tidak satu pun dari mereka yang melarikan diri selamat.
Dengan aura membunuh yang meledak - ledak, dengan kekesalannya ia berkata. " Keparat, keparat, keparat, keparat, keparat!! Keparat mana yang membantu mereka untuk melarikan diri!! " Ucapnya dengan keras serta dengan aura dan niat membunuh yang meledak - ledak. Memenuhi tempat tersebut.
Auranya yang meledak - ledak membaut semua orang tertekan, kengerian dari niat membunuhnya membuat mereka semua gemetar. Kengerian dari kemarahan Xi di saksikan oleh mereka semua, hanya dengan satu tebasan membuat semua yang melarikan diri terbunuh.
__ADS_1
Tebasannya membelah langit mnejadi dua bagian, awan petir bergemuruh dengan petir yang jatuh bersamaan dengan kemarahannya. Mengayunkan katanya dengan cepat memotong setiap bangunan di markas Guardian lordn seperti sebuah kertas.
Dengan ringan Yumiko berjalan di dalam tekanan niat membunuh dari Xi, memegang tangan Xi dengan lembut, menenangkan Xi sambil berkata. " Xi, tenanglah... Mungkin mereka kabur hari ini, tapi kita tidak akan membiarkan mereka untuk selanjutnya. " Ucap Yumiko dengan lembut. " Ayo pulang. "