
Melihat monster besar yang tidak dapat mereka gores sedikit pun, mati di hadapan mereka semua. Mereka terkejut melihat itu, pasalnya monster yang punya pertahanan yang sangat kuat serta serangan area yang luas.
" Ba bagaimana mungkin... Monster itu mati. "
" Si siapa yang mengalahkan monster itu? "
" Apa mungkin Duke Nagi yang mengalahkannya? "
" Itu benar... Itu pasti Duke Nagi. Duke Nagi itu salah satu dari lima naga kekaisaran. "
Mereka semua beranggapan kalau Duke Nagi lah telah mengalahkan Monster besar tersebut. Mereka bersorak gembira karena kemenangan yang di menangkan oleh Duke Nagi.
Semua bersorak untuk Duke Nagi, salah satu dari lima naga kekaisaran yang hebat dan sangat bangga kepada pedangnya.
Namun Duke Nagi. Dalam pikirannya. ' Siapa yang mengalahkan monster itu? ' Tanya Duke Nagi dalam pikirannya. Menurutnya, di kekaisaran ini tidak ada satu orang pun yang dapat mengalahkan monster besar itu. Bahkan dirinya sendiri sekali pun.
Karena dirinya saja tidak dapat memgalahkan monster yang mengamuk, namun ada seseorang yang berhasil. Dalam pikirannya, orang tersebut bukan lah orang yang mudah di atasi dan tidak bisa di provokasi.
Dari mayat monster yang telah mati itu, seseorang keluar dari mulutnya. Dan di sama terlihat sesosok pria berambut putih. Dan orang itu lah yang mengalahkan monster besar itu yang sebenarnya. Namun semua orang beranggapan kalau orang tersebut beruntung karena masih hidup setelah ia di telan oleh monster itu.
Pria tersebut turun, dan mengijakan kakinya di tanah. Di tangannya terdapat sebuah buku merah yang sampulnya berupa sebuah simbol iblis. Buku tersebut bernama Demon Book. Sebuah Artefak yang ia dapat dari hasil mengalahkan monster yang ada di dalam tambang.
" Mana mungkin aku berikan mayat ini kepada kekaisaran. " Ujar pria tersebut dan membuka bukunya. Dari buku tersebut muncul aura merah yang sangat kuat dan menarik mayat besar tersebut masuk ke dalam buku. Dan terlihat di salah satu dari empat halaman yang ada di buku itu.
Sebuah gambar muncul dan itu adalah mayat dari Comandan Iblis Baka.
Semua yang menyaksikan itu terkejut. Mayat yang begitu besar hilang dalam sekejap dan tidak menyisakan apa pun.
Setelah itu, Xi pergi meninggalkan mereka semua. Dan kembali ke penginapan. Bersama dengan Airis yang ada di sana, Ia duduk dengan santai di kursinya sambil menunggu kedatangan dari Comandan Iblis lainnya.
__ADS_1
Ia merasakan ada suatu energi sihir yang kuat mendekat ke arahnya.
Malam tiba, suara teriakan muncul secara tiba - tiba. Semua orang yang sedang melakukan aktivitas mereka, langsung lari saat melihat ada banyak monster yang datang menyerang. Beberap dari warga di sana, terbunuh karena monster - monster tersebut.
Mereka berupa seperti sebuah tananaman yang hidup dan dapat berjalan. Dengan ganasnya mereka menyerang semua yang ada di hadapan mereka. Bahkan prajurit sekali pun dengan mudah mereka atasi.
Mendengar keributan itu, Xi mengintip dari sebuah jendela. Di sana tampak semua orang sedang kesulitan dalam menghadapi para monster yang datang menyerang.
Di luar seseorang dengan zirah lengkap, serta membawa tameng dan juga kapak yang besar. Menahan gempuran monster yang datang seperti ombak itu. Dalam sekali ayunan kapaknya, puluhan monster langsung terbunuh oleh nya. Dan menunjukkan kalau dirinya bukan lawan yang mudah untuk di hadapi.
" Kemarilah kalian! " Teriaknya dengan keras serta mengaktifkan skill miliknya. Yaitu Taunt. Kemampuan dari skill tersebut adalah untuk menarik perhatian monster dengan cara berteriak untuk memprivokasi mereka.
Mendengar teriakan tersebut. Segerah semua monster yang ada di sekitarnya langsung mengalihkan pandangan dan menyerang orang besar itu, mereka menyerang dengan menggunakan akar yang kuat dan duri yang tajam. Serta mulut mereka yang di penuhi dengan gigi setajam pisau.
Pria tersebut menahan serangan dari monster - monster itu dengan perisai nya. Ia megangkat kapaknya dan berkata. " Mati kalian! Brutal Strike! " Hantaman yang keras ke tanah menyebabkan sebuah ledakan. Tanah di depannya hancur. Dan para monster yang menyerang dirinya terbunuh.
" Kalian para tanaman sialan berani sekali menyerang tempat ini. " Ujar pria tersebut sambil bersiap untuk menerima serangan lanjutan dari para monster tersebut.
Saat ia sedang menahan serangan para monster, salah satu monster yang ada di dekatnya berbicara dengan bahasa manusia. " Kekeke kau hebat... Tapi kau akan mati hari ini. " Ujar monster tersebut dalam bahasa manusia.
Mendengar monster dapat berbicara bahasa manusia. Ia terkejut dan beranggapan yang berada di balik penyerang ini adalah sosok yang mengendali kan monster - monster ini.
" Siapa kau? Apa yang membuatmu datang kemari dan menyerang tempat ini? " Tanya Duke Ester kepada monster tersebut, sambil menanyakan alasan menyerang kekaisaran.
" Aku Fright, salah satu dari 8 komandan Iblis. Kedatangan ku kemari untuk balas dendam atas kematian rekan ku Baka. " Jawab monster tersebut yang menyatakan alasan ia menyerang kekaisaran karena ingin belas dendam atas kematian Baka.
Mendengar kalau dirinya sebagai salah satu dari 8 comandan iblis. Duke Ester terkejut, mendengar alasan penyerang ini adalah karena balas dendam, ia beranggapan kalau Fright adalah rekan dari monster besar yang telah di kalahkan oleh Duke Nagi.
Duke Ester terseyum. Lalu ia berkata. " Baiklah, Duke Nagi mengalahkan rekanmu... Dan kali ini kau datang untuk mengantarkan nyawa mu kepada ku. Akan aku pastikan kau akan mati di tanganku. " Ucap Duke Ester sambil terseyum percaya diri. Ia mendorong semua monster yang menyerangnya dan dalam sekali ayunan kapaknya mengalahkan puluhan monster yang menyerang.
__ADS_1
Ia menyerang dengan sangat ganas hingga membuat jumlah monster yang menyerang sebelumnya hanya tersisa sedikit. Duke Ester pun terseyum sambil berkata. " Apa hanya segini saja kemampuan dari pasukan mu? " Tanya Duke Ester dengan seyum percaya diri. Bagi dirinya, semua monster yang menyerang kekaisaran saat ini sangatlah mudah untuk di atasi. Bahkan jika dia sendirian, dia dapat mengatasi masalah ini.
Suara tawa yang keras terdengar oleh Duke Ester. Dan Fright berkata kepada Duke Ester. " Kau sombong sekali... Kau pikir dengan membunuh mereka kau dapat menang. Lihat lah di sekitar mu... Mereka masih hidup. " Ujar Fright meminta Duke Ester untuk melihat sekelilingnya.
Dari potongan kecil dari sisa sisa monster tersebut. Potongan - potongan itu menjadi membesar dan membentuk sebuah kehidupan yang baru. Dan menjadi monster yang sama seperti monster yang sebelumnya terbunuh, namun dengan jumlah yang lebih banyak.
' Apa... Bagaimana bisa... Monster - monster ini muncul dari potong - potongan tubuhnya sendiri... ' Ujarnya dalam hati dengan wajah yang berkeringat. Ia tidak dapat mengerti bagaimana bisa sebuah potongan tubuh monster menjadi seekor monster lagi. Dan kali ini jumlahnya lebih banyak.
Semua monster itu, menyerang Duke Ester lagi dan lagi. Semakin mereka hancur semakin banyak pula jumlah mereka yang muncul. Dalam hal ini Duke Ester menghadapi ratusan monster sendirian.
Ia sangat kewalahan dalam menghadapi ratusan monster yang terus muncul.
' Mereka tidak ada habisnya... Semakin aku menghancurkan mereka, semakin banyak yang muncul. Ini... Melawan mereka... Sama saja seperti melawan monster yang abadi. ' Ujar Duke Ester dalam hatinya.
Dalam moment yang sangat sulit itu, ia di kejutkan dengan sebuah suara. Suara itu seperti sebuah kaca yang pecah.
' Apa itu? HUH... ' Ujar Duke Ester dan menoles kebelakang. Di sana ia melihat sekelompok monster yang keluar dari sebuah Gate. ' Apa... Ada Gate di sekitar sini? ' Lanjut Duke Ester.
Akibat terlalu sibuk memperhatikan monster yang muncul dari Gate. Sebuah serangan sihir, tepatnya sebuah bola cahaya hijau menghantam dirinya hingga membuatnya terpukul mundur.
Ia tahu serangan kuat itu berasal dari comandan iblis. Namun ia tidak tahu Comandan iblis tersebut ada di mana. Karena ia sama sekali tidak dapat mendeteksi keberadaan dari Comandan iblis tersebut.
" Hahaha... Sepertinya ada Dungeon Break di sana... Bagaimana kalau aku tambah dengan ini. " Ujar Fright sambil tertawa. Dari balik bangunan, muncul sekelompok orang yang jalannya sudah seperti Zombie. Mata mereka berwarna hijau, serta kulit mereka sangat pucat.
Semua itu adalah orang - orang dari warga desa yang menghilang. Serta para petualang yang di kirim untuk menyelidiki kasus tersebut. Mereka semua telah berubah menjadi sepert Zombie.
" Sialan... Mereka kan... B*jingan! Jadi kau pelakunya!! " Ujar Duke Ester dengan marah. Ia sangat marah karena Comandan iblis menggunakan manusia sebagai pasukan nya. Hal itu membuatnya sangat kesal.
Namun, itu malah membuat Fright terlihat sangat senang. Ia tertawa dengan sangat puas nya. " WUAHAHAHAHA! Kenapa? Apa kau tidak tega membunuh mereka? Wuahahaha! " Ucap Fright tertawa dengan puas. Melihat Duke Ester hanya bisa bertahan dari serangan pasukannya.
__ADS_1
Terlihat di sana Duke Ester sangat kesulitan dalam menghadapi semua monster tersebut. Di tambah lagi dia juga harus menghadapi para warga desa dan petualang yang telah di ambil alih.