LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 130


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dan kabar mengenai runtuh nya sebuah kota yang ada di bawah perlindungan Negara Bersalju telah sampai pada telinga Elsia. Dan kabar tersebut membuat semua orang yang berada di ruang rapat sangat terkejut ketika mendengarnya.


BRUK!


" Apa! Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? " Ucap seorang pria paru baya. Bangun dari tempat duduknya dan menghentak meja dengan keras. Pria paru baya ini adalah seorang Duke dari Negara Bersalju bernama Esteban Pon Neklus. Seseorang Duke yang menjunjung tinggi ke adilan dan kebenaran.


Ketika Duke Esteban mendengar kabar hangat mengenai kota yang runtuh. Membuat Duke Esteban sangat terkejut sekaligus marah. Dia marah kepada orang - orang yang telah melakukan tindakan kejam ini.


" Keparat mana yang melakukan tindakan sekejam itu!? Bahkan sampai membuat tidak ada satu pun penduduk yang selamat! Bukan kah ini sudah keterlaluan? " Ujar Duke Esteban dengan nada suara yang kesal. Sulit untuknya menutup mata dan berpura - pura tidak mendengar berita tersebut.


" Iya, ini sudah kelewatan batas... Membunuh dan membakar kota, mereka benar - benar keterlaluan! " Ujar Watt dengan wajah yang menghitam dan penuh keringat. Watt mengepalkan tangannya dengan erat dengan perasaan marah. Watt kesal karena tidak dapat melakukan apa pun untuk situasi ini.


Elsia ingin menindak lanjuti masalah ini karena sudah sangat parah. Namun, Elsia juga tidak dapat bertindak gegabah karena musuhnya sangat berbahaya.


" Dalam situasi ini aku tidak bisa mengambil keputusan yang gegabah... Aku tidak memiliki informasi apa pun mengenai orang - orang ini. Jika aku gegabah, takutnya aku akan masuk ke dalam perangkap yang mereka rencanakan. Apa yang harus aku lakukan sekarang? " Ujar Elsia dalam hatinya. Elsia berpikir dengan sangat hati - hati akan keputusan yang akan di ambilnya. Elsia tidak ingin, ketika dia mengambil sebuah keputusan tanpa pikir panjang, itu akan menjadikan sebuah keputusan gegabah yang dapat merugikan negaranya. Elsia tidak ingin hal semacam itu terjadi.


Sejenak ruangan rapat menjadi hening dam tidak ada satu pun orang yang bersuara. Kini semuanya telah menutup mulutnya, dan mengarahkan semua pandangannya kepada Elsia yang tengah duduk tenang. Mereka semua menunggu jawaban Elsia mengenai permasalahan ini. Bagaimana cara untuk mengatasinya.


Elsia sebagai pemimpin negara merasa bingung dengan jawaban apa yang harus di sampaikan olehnya kepada mereka semua. Masalah seperti ini sudah tidak dapat di biarkan lagi karena ini sudah melibatkan hangusnya sebuah kota. Tentu ini bukanlah masalah yang kecil.


Di lain sisi, Elsia juga tidak tahu dan tidak memiliki informasi lebih mengenai penyerangan yang terjadi. Sulit untuknya mengambil sebuah keputusan untuk menyelesaikan masalah ini tanpa adanya informasi.


Memikirkan ke amanan negara ini, Elsia pun memutuskan " Untuk saat ini kita tidak bisa mengambil tindakan gegabah. Musuh sangat licik dan pintar, menyerang pada malam hari di tengah badai salju yang menutupi mereka. Sehingga tidak satu pun mengetahui adanya serangan dadakan. Tidak satu pun penduduk dari kota selamat paskah penyerangan malam itu dan ini menyebabkan kita kurangnya informasi mengenai musuh. Oleh karena itu, saat ini kita hanya bisa tetap waspada dan jangan mengambil tindakan gegabah. Pinta kepada pemimpin kota lainnya untuk tetap waspada dan kerahkan seluruh tentara untuk bersiaga di malam hari. Dan kirimkan beberapa bantuan pada kota - kota terdekat. " Ujar Elsia. Pendapatnya di dengar oleh semua orang yang berada di ruangan. Tidak satu pun dari mereka membantah atau memberikan pendapat lainnya yang menentang. Semua orang terlihat saling diskusi satu sama lain dan setuju dengan keputusan Ratu mereka.


Kurangnya informasi pada kelompok misterius yang menyerang membuat mereka harus berpikir dua kali untuk melakukan serangan balasan. Mereka tidak bisa gegabah membuat keputusan mengingat musuh sangat cerdik dalam memainkan situasi.


Berharap dengan keputusan ini, dengan mengirim beberapa bala bantuan kepada kota - kota terdekat akan membuat krisis ini sedikit dapat di atasi walau tidak semuanya dapat di atasi.


" Aku tidak tahu apakah keputusan ku sudah tepat atau tidak tapi, untuk saat ini meningkat kan pertahan ku rasa adalah jalan terbaiknya. " Ujar Elsia dalam hatinya.


Setelah keputusan itu di buat, prajurit kerajaan di kirim ke kota - kota terdekat untuk membantu meningkatkan pertahan kota. Tidak hanya prajurit - prajurit kerajaan, beberapa bangsawan Negara Bersalju juga mengerahkan kesatria mereka untuk turut membantu.


Di kirimnya prajurit dan kesatria di saksi kan oleh banyak orang. Semua orang bertanya - tanya apa yang sebenarnya terjadi. Dan bagi beberapa orang yang telah mendengar kabarnya, memberitahukan kepada yang lainnya mengenai apa yang sebenarnya terjadi.


Di samping semua itu, sekelompok petualang yang menyaksikan itu merasa bingung. Pasalnya mereka belum menerima kabar mengenai apa yang terjadi dan untuk apa sekelompok prajurit dan kesatria ini di kirim keluar.


" Sebenarnya apa yang terjadi? "

__ADS_1


" Aa aku tidak tahu... Sepertinya terjadi suatu masalah? "


" Sampai mengirim begitu banyak prajurit, sepertinya ini bukanlah masalah kecil. "


Ucap beberapa petualang dalam kelompok itu. Yang saling bertanya dan menebak nebak.


Ketua dari kelompok petualang itu pun membuka suaranya. " Hei kalian, sebentar lagi kita akan mulai masuk. Persiapkan diri kalian dan fokus saja pada apa yang akan kita kerjakan. " Ujar Ketua party petualang itu kepada seluruh anggotanya. Dia meminta kepada seluruh anggotanya untuk tidak memikirkan hal lain selain apa yang akan mereka kerjakan saat ini, yaitu melakukan sebuah Raid Dungeon.


Ketua dari party petualang ini adalah seorang pria yang mengenakan sebuah armor besar sebagai pelindungnya, dengan di lengkapi sebuah gada dan perisai sebagai peralatan tempurnya. Pria besar ini bernama Caron, seorang petualang Rank A yang memimpin Party.


" Aduh... Kapten, apa kau tidak punya sedikit rasa simpati? " Tanya salah satu anggotanya kepada Caron sambil sedikit memberikan ejekan.


Caron yang mendengarnya memjadi sedikit kesal, namun Caron menahan rasa kekesalannya itu dengan baik dan berkata " Bukan seperti itu, tapi... Apa yang bisa kita lakukan? Kita juga tidak bisa sembarangan ikut campurkan? " Ujar Caron acuh tak acuh sambil menyilangka lengannya.


Melihat sikap kaptennya, mereka semua menjadi tertawa. Sikapnya yang terlihat seperti seorang anak kecil yang cemberut benar - benar menjadi bahan tawaan untuk mereka semua.


" Buahahaha, baiklah baiklah, jangan marah seperti itu kapten. " Ujar seorang pria berambut pirang. Pria berambut pirang ini bernama Arch, dia adalah seorang pemanah dalam party. Mengandalkan panah tunggal dan busur silang lengannya, Arch menjadi seorang pemanah yang sangat berbahaya bagi musuh - musuhnya. Karena tidak hanya handal dalam serangan jarak jauh, namun juga handal dalam pertarungan jarak dekat. Pergerakannya yang lincah menjadi ke unggulannya dalam pertarungan.


Caron memalingkan wajahnya dengan perasaan yang masih kesal. Dan berkata " Heh, itu karena kalian sangat menyebalkan! " Ujar Caron. Dia mengeluh karena anggotanya sering mengerjai dirinya. Caron pun menambahkan " Baiklah kita kesampingkan hal sepele itu, dan fokus pada tujuan kita. " Lanjut Caron.


Semuanya mengangguk setuju dan berkumpul mendengar arahan dari Kapten Caron.


Semuanya mengangguk di penuhi oleh semangat. Tidak sabar mereka ingin melakukan Raid kali ini.


" Dan kali ini kita tidak melakukan Raid sendirian, kita akan di temani oleh putri Duke Esteban. Putri Pon Neklus hari ini akan ikut Raid bersama kita. " Ucap Caron.


Mendengar pernyataan itu, semua orang langsung bersorak penuh semangat. Khususnya adalah para lelaki. Bagi mereka ini adalah kesempatan yang langkah karena Putri Duke Esteban akan ikut Raid dengan mereka.


" Wow! Kapten, kau tidak sedang bercanda kan? "


" Apa benar Putri Duke Esteban akan ikut bersama kita? "


" Aku sangat bersemangat hari ini! Akan aku tunjukkan kemampuan ku yang sebenarnya kepada Putri Pon Neklus! Aku tidak akan menahan diriku! "


Dalam kelompok itu, semua lelaki langsung terbakar semangatnya. Dan saling bersaing untuk menunjukkan kemampuan hebat mereka kepada Putri.


" Kali ini tujuan Putri ikut dengan kita karena Duke Esteban meminta kita untuk melatihnya ketika berada di dalam dungeon. Kalian tahu sendiri seperti apa monster yanh ada di dalam dungeon. Mereka lebih ganas ketimbang monster yang berasal dari hutan. Aku harap kalian bisa tetap fokus dan konsisten, dan memberikan kesan yang baik party kita di depan Putri. " Ujar Caron.

__ADS_1


Semuanya pun membalas dengan serempak " Serahkan saja pada kami kapten! " Ucap mereka serempak dengan penuh percaya diri.


Setelah kehebohan mereka ketika mendengar Putri Pon Neklus akan ikut Raid bersama mereka.


Putri Pon Neklus pun tiba di lokasi Raid berada. Disana, Putri melihat kelompok petualang yang di bicarakan oleh ayahnya. Terlihat mereka semua seperti sedang menunggu dirinya.


Sambil berjalan menghampiri mereka, Putri menyapa semuanya. " Halo semuanya, aku Putri Pon Neklus. Hari ini aku akan ikut Raid bersama dengan kalian sesuai kesempatan ayahku Duke Esteban dan juga kapten party tuan Carno. Sepertinya aku akan merepotkan kalian, mohon kerjasama nya. " Ucap Putri ketika sampai. Dia menyapa semua orang dengan ramah sekaligus memperkenalkan dirinya.


Semua orang khususnya para pria sangat terkejut sekaligus terpesona oleh kecantikan Putri. Mata mereka bersinar benderang menyaksikan kecantikan Putri Pon Neklus. Tak tertahankan untuk mereka para pria untuk tampil keren di hadapan Putri. Mereka pun mulai merapikan diri mereka dan membersikan beberapa salju yang menempel di tubuh mereka.


" Kami akan melakukan yang terbaik Nona Putri. Terus, siapa pria di samping anda? Apakah dia kenalan anda? " Ucap Caron dengan ramah. Serta bertanya kepada Putri tentang pria tampan yang ada di sebelahnya.


Mendengar pertanyaan itu, Putri pun menjelaskan. " Ee, sebenarnya ini kali pertamanya aku bertemu dengannya. Tapi, pria ini adalah kenalan kakak Yumiko. Kalau tidak salah namanya Xi, kakak bilang dia akan menemaniku saat raid di mulai. " Ucap Putri.


Semua orang meratapi Xi dengan tatapan yang tajam dan sinis. Mereka iri karena Xi dapat berjalan bersama dengan wanita yang mereka idam - idamkan.


" Heh, sialan! Pria ini sangat beruntung! "


" Sial, dia mendahuluiku! "


" Aku sangat marah, akan aku beri kau pelajaran nanti nak! "


Seketika kedatangan Xi membuat semua pria yang ada dalam kelompok party ini menjadi kesal. Mereka semua berucap dan menunjukkan aura permusuhan yang tertuju kepada Xi.


Sementara itu, Xi yang merasakan aura permusuhan itu hanya bisa diam dan berekpresi aneh.


Dalam hatinya dia berkata " Uhh, tekanan yang mengerikan... Sepertinya aku akan di cengat di tengah jalan oleh mereka ketika saat perjalanan pulang nanti. " Ucap Xi dalam hatinya dengan senyum canggung.


Caron berjalan dan berhadap - hadapan dengan Xi. Caron memberikan tatapan mata yang tajam kepada Xi dan kemudian " Senang bertemu denganmu, aku Caron ketua party dari kelompok ini sekaligus kapten raid kali ini. " Ujar Caron menjulurkan tangannya sambil memperkenalkan diri. Wajahnya bersinar dengan senyum penuh kepercayaan. Itu terlihat seperti perkenalkan yang tulus tanpa adanya permusuhan.


[ Nama : Caron. Ras : Manusia. Rank : A. Class : Tanker. Level : 97. Exp : 56.500. ]


Xi yang melihat Caron dari dekat merasa sangat kegum dengan kepercayaan dirinya. Namun, yang paling di kagumi oleh Xi dari Caron adalah loyalitas nya sebagai seorang pemimpin. Walau ini pertema kalinya bertemu, namun dapat terlihat perbedaan antara dirinya dan juga Caron.


Xi tersenyum dan menyambut hangat. " Ya, senang berkenalan dengan mu. Aku Xi, aku di minta oleh Yumiko untuk menemani Putri pada Raid kali ini. Ku dengar ini adalah Raid kali pertamanya bagi Putri. Mohon kerjasama nya kali ini kapten raid. " Ucap Xi membalas Caron dengan baik yang sebelumnya mengajak dirinya untuk bersalaman.


" Aku juga demikian. Karena saat ini kita akan menjadi rekan, mohon bantuannya. " Balas Caron dengan senyuman ramah.

__ADS_1


Setelah berkenalan dengan Caron, Xi melihat seluruh anggota party Caron. Setelah melihat semua anggotanya, Xi berpemikiran party Caron ini bukanlah party biasa. Melihat dari segi kekuatan yang dimiliki, party ini jauh lebih baik daripada party - party petualang yang sebelumnya pernah dia temuinya.


" Yumiko bilang Party Caron ini sala satu party terbaik di negara ini. Sepertinya itu bukanlah bualan semata. Tidaklah mudah merekrut anggota -anggota hebat seperti rekan - rekan Caron ini ke dalam party. 6 petualang Rank A, 7 Petualang Rank B, dan 3 Petualang Rank C. Kalau di party an lain, mungkin anggotanya tidak sebanyak ini. " Ucap Xi. Dalam Raid kali ini, di Dungeon B Class, dengan jumlah anggota party Caron yang berjumlah 16 orang. Ini sudah lebih dari cukup bahkan bisa di katakan berlebihan untuk mengatasi dungeon B Class. Biasanya, untuk menyelesaikan dungeon B Class, membutuhkan setidaknya satu atau dua orang Rank A dan beberapa orang Rank B saja, dan sisinya bisa mejadi pelengkap dalam hal jumlah. Namun kali ini, dengan party Caron, Raid akan berjalan dengan lancar.


__ADS_2