
Kapal terbang yang menembakkan sebuah serangan yang sangat kuat beserta para naga ancient void dragon. Menyebabkan sebuah kehancuran yang luar biasa serta membinasahkan para Guardian ada di hadapan mereka.
Sementara itu, para guardian yang selamat dari serangan - serangan tersebut, mereka menatapi mereka semua dengan takut dan berkeringat. Banyaknya kekuatan - kekautan yang luar biasa di pihak musuh. Mereka selalu berpikir di dalam pikiran mereka. Kenapa mereka harus menjadi musuh Lord of Death and Darkness? Tidak bisa kah mereka menjadi sekutu atau pun semacamnya kecuali menjadi musuh?. Melawan Lord of Death and Darkness, sama saja bagi mereka mengantarkan nyawa kepada kematian.
" Tidak ada pilihan lain... Semua serang mereka! " Teriak salah satu Guardian memerintahkan Guardian lainnya untuk menyerang musuh yang ada di hadapan mereka.
Pada awalnya mereka ragu untuk menyerang karena musuh terlalu kuat dan jumlah mereka juga banyak. Dan lagi banyak nya naga di pihak musuh tidak mungkin bagi mereka dapat menang melawan mereka semua.
" Apa yang kalian pikirkan? Kita harus melawan mereka! Walau kita semua takut, tapi percaya lah kalau Dewa akan membantu kita menghadapi mereka semua! " Lanjut Guardian tersebut sambil mengangkat senjatanya ke atas. " Bertarunglah untuk kejayaan sang dewa! " Lanjutnya dengan keras.
Mendengar semua itu, mereka semua terdiam sesaat. Mereka mulai menggenggam senjata mereka erat - erat dan membuang semua keraguan yang ada di hati mereka. Menenangkan pikirakn mereka, lalu mengangkat senjata mereka semua ke atas sambil bersorak dengan keras.
" Untuk para dewa kalahkan mereka! " Perintah salah satu Guardian.
Semua bersorak keras dan maju menghadapi semua musuh yang ada di hadapan mereka. Senjata yang berbalut sihir yang kuat mereka arahkan kepada musuh - musuh mereka.
Sementara itu. " Heh sungguh sekumpulan burung yang bodoh. Mati kalian semua! " Teriak Dragon Awaken The Primordial ancient void dragon dengan sangat keras hingga membuat banyak guardian jatuh karena Dragon Fear miliknya.
Seorang wanita cantik berambut putih, tepatnya berada di dalam sebuah kapal terbang. Ia memberikan perintah untuk armadanya untuk menyerang. " Jangan biarkan satu dari mereka ada yang lolos. Serang mereka semua! " Ucap Amelia dengan sangat keras.
Mendengar itu, semua naga yang ada di sana meraung dengan keras dan langsung menyerang para guardian. Dengan ganasnya mereka menembakkan semburan api mereka kepada para Guardian.
__ADS_1
Para Elf, mau pun Beastman yang ada di punggung naga, mereka melakukan serangan jarak jauh mereka untuk melindungi naga yang mereka tunggangi.
Para Guardian yang melihat kapal terbang tersebut banyak daru mereka mulai mendekati nya dan mencoba menyerang kapal terbang tersebut. Namun, usaha mereka semua sia - sia karena kapal tersebut di lengkapi dengan kekuatan yang sangat hebat. Sinar cahaya terus di tembakan dari kapal terbang tersebut, hingga membuat para Guardian tidak dapat mendekati mau pun menginjak kaki mereka di kapal terbang tersebut.
Hingga pertempuran berjalan selama 30 menit, hingga semua guardian yang ada di sana terbunuh dan tidak tersisa sedikit pun yang hidup.
" Kuahaha semua nya sudah mati. " Ucap Viod Dragon sambil tertawa.
" Misi telah kita selesaikan. Waktunya pergi ke markas utama Guardian Celestial!. " Ucap Amelia memutar balik kapal terbang besama para naga lainnya menuju ke markas utama Guardian Celestial.
Di markas Guardian Celestial yang telah di serang olah para monster. Di dalam menara Noir yang melawan salah satu dari Guardian Celestial telah membuat musuhnya terjatuh dan terluka sangat parah.
Noir dengan seyum percaya dirinya dengan bangga ia mengatakan sesuatu kepada Celestial Guardian tersebut. " Kau pasti tidak bisa percaya kan kemampuan tertinggi mu, Charity King Raguel. Dapat aku blokir dengan kemampuan tertinggi ku. " Ucap Noir dengan percaya diri. " Sejujurnya sih memang tidak mungkin memblokir serangan dari Charity King Raguel, namun... Aku sudah terlalu sering menggunakan kemampuan tertinggi ku Evil Eye of Annihilation untuk bertarung melawan Fai. Dengan pertarungan yang hampir setiap hari aku lakukan, akhirnya aku dapat memperkuat Evil Eye of Annihilation milik ku hingga setingkat dengan Charity King Raguel. " Lanjutnya sambil mengingat pertarungannya melawan Fai saat di dalam labirin.
Celestial Guardian tersebut terkejut mendengar perkataan dari Noir. Sebuah kemampuan yang dia kembangkan hingga sampai ke tahap tertingginya, hingga sampai setara dengan the seven heavenly virtues, Charity King Raguel. Hal itu adalah hal yang paling mustahil di dunia ini karena tidak banyak orang yang dapat melakukan hal tersebut.
Satu - satunya orang yang pernah melakukan hal tersebut adalah raja pembunuh Ashura, yang menjadi musuh paling berat bagi para Guardian. Dan saat ini ada seseorang yang memiliki kemampuan yang sama seperti Ashura tersebut.
" Tidak mungkin... Itu tidak mungkin... " Ucap Guardian Celestial tersebut yang tidak percaya dengan perkataan dari Noir.
Noir pun terseyum, dan muncul lah mata iblis yang besar di belakang dirinya. " Percaya atau tidak itu bukan urusan ku... Yang pasti kau akan mati hari ini. " Ucap Noir sambil terseyum ringan. Dan memusnahkan Guardian Celestial tersebut dengan menggunakan Evil Eye of Annihilation.
__ADS_1
Di luar, pertempuran terjadi sangat sengit. Ledakan di sebuah kastil besar, memunculkan tiga naga Awaken. Dan salah satu dari naga tersebut adalah Yurika yang dulunya pernah membuat janji bersama Xi untuk menyelamatkan adiknya. Namun, kini ia bersama dengan dua saudara nya di kendalikan oleh Guardian Celestial dengan bantuan sebuah Artefak.
Seorang Guardian Celestial berada di kepala salah satu dari Dragon Awaken tersebut, sambil memegang sebuah Artefak yang berbentuk seerti sebuah Orb.
" Kalian makhluk rendahan berani merusak tempat kami. Kalian harus membayar mahal akan hal ini!! " Ucap Guardian Celestial tersebut dengan marah, serta memerintahkan ketiga dragon awaken tersebut untuk menembakkan nafas api, es, dan juga petir, menggunakan artefak yang ia pegang.
Darkness Army mau pun monster - monster biasa yang ada di sana, terbunuh karena tiga nafas naga yang berbeda elemen menghantam mereka. Di saat yang sama, seekor naga perak yang sangat indah menghantam salah satu dari mereka hingga membuatnya terjatuh, dan menimpa Guardian Lainnya.
" Berani nya kau menyebut kami rendahan! " Ucap Naga perak tersebut dengan marah. Menembakkan nafas api ungu kepada ketiga naga awaken tersebut.
Walau mereka terkena dengan telaknya, namun ketiga dragon awaken tersebut tampak baik - baik saja dan tidak menerima luka sedikit pun. Guardain Celestial yang berada di kepala salah satu dragon awaken itu tertawa keras sambil berkata. " Wuahaha mana mungkin kau bisa menembus pertahanan ku. " Ucapnya dengan percaya diri sambil memegang orb yang mengendalikan tiga dragon awaken di tangannya.
Asako yang merasakan energi dan aura suci tersebut. Ia tahu skill apa yang di gunakan Guardian tersebut untuk menahan serangan miliknya. " Tsk, Seven Heavenly Virtues... Humility King Rafael, skill yang berfokus pada system pertahanan dan kekerasan. Sungguh kemampuan yang merepotkan. " Ucap Asako saat itu, ia langsung paham kemampuan apa yang berhasil membuat serangannya di blokir.
Pada saat Asako lengah, naga petir yang terjatuh mengambil kesempatan untuk menyerang Asako. Ia melepaskan serangan badai petir dari mulutnya kepada Asako dengan skala besar.
Asako yang menyadari hal tersebut, sudah terlambat untuknya menghindari serangan tersebut. Karena, serangan itu sangat cepat, dan berhasil mengenai Asako dengan telaknya.
Guardian Celestial yang melihat serangan tersebut mengenai naga itu dengan telaknya, ia terseyum percaya diri kalau serangan tersebut, pasti akan melukai naga itu. Namun selang waktu yang cukup lama naga itu tidak kunjung muncul dan membuatnya merasa aneh.
Asap dari ledakan tersebut perlahan menghilang, dan terlihat naga perak yang indah itu tampak baik - baik saja tanpa luka sedikit pun, serta ada empat batu yang mengelilingi naga perak tersebut.
__ADS_1