
Perdebatan singkat yang cukup menegangkan di antaranya keduanya kini raut wajah setiap orang berubah serius. Karena tepat di atas mereka, ada sebuah serangan maha dahsyat yang dapat melenyapkan segalanya.
Kecuali Krey. Di antara mereka tidak ada satu pun orang yang dapat menahan atau menghentikan serangan tersebut. Terlebih lagi, ketegangan semakin meningkat setiap detiknya di karenakan Krey yang tidak melakukan tindakan apapun.
Menurut Krey, itu memang tidak di perlukan.
Di angkasa, melihat [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction] miliknya hampir menghantam planet. Dia tampak percaya diri dapat menghancurkan, serta memusnahkan segala jenis kehidupan yang ada di dalamnya.
"Berakhir sudah-"
Sedikit lagi saat [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction] miliknya menyentuh atmosfer. Tiba-tiba saja ada sesuatu yang sangat cepat menghantam nya terlebih dahulu sehingga membuat [Evil Absolut Dinamical Maximum Destruction] terbelah sebelum jatuh menghancurkan planet.
Sesuatu itu masih melayang dengan kecepatan tinggi, dan terlihat mengarahkan kepada dirinya. Sigap dia menghindari itu, karena terasa berbahaya jika menahannya.
"Apa-apaan itu?! Bagaimana bisa sabit hitam itu memotong serangan terkuat ku dan menghancurkannya?" Kray begitu terheran-heran. Menurut pemikirannya, sabit itu seharusnya bukanlah milik Dewa Kematian Hitam. Karena Kray ingat sabit milik Xi telah di hancurkan olehnya.
Terlebih lagi, Xi sudah mati karena ledakan super nova. Bagaimana mungkin itu bisa menjadi senjata miliknya? Yang bisa dia pikirkan saat ini adalah, adanya sebuah individu yang kuat, dan bahkan lebih kuat dari Dewa Kematian Hitam dan lebih kuat dari dirinya.
Merapatkan giginya, dan mengeseknya dengan kesal. "Sebenarnya ada entitas yang lebih kuat dari kami di dunia ini? Kenapa aku tidak mengetahuinya? Seharusnya sudah tidak ada orang yang sekuat ini kan?" Benar-benar membuatnya frustasi hingga sakit kepala.
Mengalihkan pandangannya, dan melihat ke arah mana sabit itu terbang. Tanpa di duga, saat dia melihatnya, sabit hitam tersebut terbang menuju lubang cacing yang ada disana.
Setelah melihat itu, Kray terkejut sekaligus mengerti.
'Ternyata bukan entitas kuat yang berasal dari dunia itu yang menghancurkan serangan terkuat ku. Ternyata aku telah salah sangka...' Memikirkan membuatnya berkeringat. Bagaimana mungkin ada makhluk yang dapat bertahan bahkan setelah terkena ledakan super nova secara langsung. Itu benar-benar berada di luar akal sehatnya bahkan dirinya sebagai seorang Dewa tidak dapat memahaminya.'Jadi... Ini alasannya kenapa... Dewa Cahaya begitu ingin menghabisi keturunan orang itu? Aku mengerti sekarang.'
Segala sesuatu yang ada sekarang telah berada di luar kendali nya lagi. Semuanya hancur berantakan. Masa depan yang dia impikan, dia bayangkan sekarang hanya menjadi khayalan nya semata.
'Aku mengerti... Jika aku tidak mengeluarkan segalanya sekarang, maka impian ku dan rencana besarku selama ini sia-sia! Orang ini-' mengangkat tinggi kedua tangannya, dan mulai mengumpulkan energinya. Memusatkan segala energi yang dia miliki saat ini untuk serangan terakhir. "Benar-benar harus di musnahkan!!!"
Energi primordial berkumpul di kedua tangannya membentuk sebuah bola cahaya berwarna Emas Hitam. Itu adalah energi primordial yang telah memadat, dan didalamnya terkandung kekuatan kehancuran yang sangat luar biasa.
"Aku pertaruhkan segalanya pada serangan ini!!! Matilah!! Dewa Kematian Hitam!!!! Dan biarkan aku mewujudkan mimpimu ini!!"
TAR!
"Huh?"
__ADS_1
Sebuah suara seperti pecahan kaca. Ketika Kray hendak menembakkan serangannya, Tiba-tiba energi yang telah dia kumpulan lenyap seketika.
"Sayang sekali... Mimpimu tidak akan pernah terwujud disini."
Lantunan suara terdengar samar dan bergema. Bukan satu suara, tetapi tiga suara dengan nada yang berbeda. Satu suara terdengar seperti suara anak kecil 7 tahun, satu suara lagi terdengar seperti suara anak remaja berkisar seperti suara anak sekolah menengah atas. Dan satu suara lainnya, terdengar seperti suara orang dewasa yang gagah.
Sesuatu keluar dari lubang cacing tersebut setelah suara itu terdengar. Pakaian serba hitam bercampur lis merah mulai terlihat. Bagaikan seorang dewa yang Agung, dia menampakkan dirinya sebagai raja.
"Karena dunia ini adalah milikku." Tiga suara terdengar kembali, dan perlahan kedua suara lainnya menghilang bagaikan di hembus oleh angin. Meski di luar angkasa tidak terdapat udara yang berhembus.
Dan sekarang, hanya ada satu suara yang terdengar, satu suara yang sebenarnya nyata di masa ini.
Itulah suara Xi yang terdengar seperti anak remaja, meski diri nya yang sekarang sudah dewasa.
Aura dingin dari kematian terpancar dengan sangat kuat. Memberikan tekanan yang sangat besar dan membebani tubuh Kray yang sangat kuat. Meski Kray mampu mengangkat sebuah bintang dengan tangan kosong, tetapi dia tidak akan sanggup menopan tekanan yang Xi berikan. Itu karena, tekanannya telah menekan segala sesuatu yang ada di seluruh Galaxy ini.
Meski begitu, Kray tidak terjatuh, mau pun berlutut. Alasannya, karena Xi tidak mengizinkan dirinya untuk berlutut. Dia di paksa oleh Xi untuk menahan semua ini sambil berdiri.
"Tekanan macam apa ini, dan... Dan auranya... Berbeda dari sebelumnya. Ini jauh berbeda... Ini beberapa ratu... Tidak ratusan ribu lebih kuat dari sebelumnya... Apakah ini kekuatan dari Dewa Kematian Hitam yang sebenarnya? Dia ini sebenarnya apa sih? Dewa atau monster?"
Xi yang di hadapi selama ini hanyalah Xi yang membangun fondasi kekuatannya dari awal yang baru. Meski dengan unsur yang sama, namun dengan tingkat yang berbeda. Apa yang Xi dapat selama perjalanan ini adalah hasil dari usaha kerasnya sebagai seekor naga hitam biasa, dan Xi yang sekarang, adalah Xi dengan kekuatan yang sebenarnya.
Kekuatan ini adalah kekuatan gabungan antara kekuatan dirinya dari masa sekarang, masa depan, dan masa lalu.
Kekuatan yang sama, namun dari masa waktu yang berbeda-beda.
"Sudah berapa lama ya... Aku tidak merasakan kekuatanku yang sebenarnya. Tetapi sekarang, jauh lebih kuat berkali-kali lipat dari sebelumnya. Mungkinkah ini hasil dari menggabungkan ketiga kekuatan dari waktu yang berbeda? Menarik sekali." Bahkan Xi sendiri yang sangat mengenali kekuatannya merasa adanya peningkatan yang sangat pesat. Dan mungkin, kekuatannya yang sekarang telah melampaui Bahamut sebagai seorang Penguasa Galaxy.
Sel-sel didalam tubuhnya terasa jelas di aliri oleh kekuatan kematian dan kegelapan yang teramat besar. Bahkan jantung nya sampai bedeguk kencang seperti orang yang panik, akan tetapi itu tidak menimbulkan rasa khawatir atau pun takut. Melainkan itu sesuatu yang normal bagi dirinya yang memiliki terlalu banyak kekuatan.
Matanya tajam seperti elang. Menatap Kray sang Dewa kehancuran dengan sinis. Ujung bibir tersenyum tipis, terlihat seperti merendahkan.
Hawa dingin terasa di punggung, dan Kray membeku diam. Sama sekali tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya.
Saat itu Xi membuka tangannya. Cakar naga mencekik leher Kray dengan erat, Kray sangat kesakitan, dan kesulitan bernafas. Walaupun dia seorang Dewa, dia benar-benar telah di rendahkan. Bahkan saat Xi mencekiknya, Kray tidak dapat melakukan perlawanan apapun.
Mata berkaca-kaca seakan air mata akan keluar dari matanya. Dengan sangat kesulitan, dia menatap Xi dengan kedua matanya. Saat itu, yang dia lihat hanyalah mata merah menyalah yang menyeramkan.
__ADS_1
Meski sulit, Kray berusaha keras menggerakkan tangannya. Lalu menggenggam lengan Xi dengan kuat dan meremas nya.
Dengan ini dia berharap dapat membuat Xi melonggarkan cengkraman nya, sehingga dia dapat melepaskan diri.
Jika berhasil, dia akan pergi dan menjaga jarak, memikirkan rencana yang matang untuk mengalahkan Xi. Akan tetapi... Itu sama sekali tidak ada artinya. Jangankan membuat Xi merasakan rasa sakit, bahkan itu tidak meninggalkan sedikitpun bekas.
Lengannya seperti sebuah berlian. Material terkeras yang ada di bumi yang tidak dapat di hancurkan hanya dengan genggaman tangan.
"Usaha yang sia-sia" Ucap Xi dingin. Bersamaan, area di sekitar mereka berdua langsung berubah.
Mereka berdua telah berpindah ke suatu tempat yang di penuhi oleh bintang-bintang yang indah. Bersinar di angkasa luas dan menghiasi nya. Terdapat beberapa planet di sekitar mereka yang juga tidak kalah indahnya dengan bintang-bintang itu. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan nya adalah tidak adanya kehidupan disana.
Bahkan di sebuah planet yang terlihat seperti bumi, memiliki atmosfer dan oksigen didalamnya. Serta hutan rindang. Tidak ada makhluk hidup yang hidup di sana kecuali tumbuhan hijau.
Xi melepaskan Kray melemparnya. Terhempas cukup jauh, namun tidak membahayakan hidupnya.
"Di dimana ini?" Kray bertanya-tanya. Angkasa yang dia lihat saat ini jelas sangat berbeda. Bahkan langit-langitnya di penuhi oleh bintang-bintang, dan tatanan surya yang indah lainnya.
Xi tersenyum tipis, terlihat itu seperti merendahkan seorang junior yang amatir.
"Wajar jika kau tidak mengetahuinya, karena saat ini kita berada di Galaxy yang berbeda dari sebelumnya. Ini adalah Galaxy ke- 6, Galaxy yang telah mati. Tidak ada kehidupan di seluruh Galaxy ini, dan disinilah aku dulunya berkuasa."
Dia ingat jelas tentang dirinya dulu di masa depan sebelum terjadinya pemunduran waktu kembali yang di lakukan oleh Ayahnya, Krey Arcadia dan Sang Penguasa Galaxy ke-8 Raja Naga Kegelapan Void Bahamut.
Di tempat ini, dia berkuasa dan sendirian... Tidak ada satu pun orang yang menemani dirinya selain pasukan kegelapan yang datang dari kematian. Tentu, itu tidak membuatnya bahagia, melainkan membuatnya bertambah lebih sedih lagi karena tidak berada di dekat keluarganya.
Pada akhirnya, karena sudah muak dan tidak ingin di tinggal oleh keluarganya lagi. Xi secara dewasa membantu rencana ayahnya untuk mengulangi waktu sekali lagi. Dan berharap akan ada waktu dimana masa depan menjadi sedikit lebih baik.
Dan di waktu sekarang, dia telah mendapatkan apa yang dia inginkan. Meski percabangan waktu tidak dapat di hindari, tetapi semua itu bukan masalah untuknya. Karena, seribu kali dia mengulangi masa yang sama, kini semua ada di genggaman tangannya. Seribu waktu itu tergambar di sebuah bola kristal yang mengambang. Disana terdapat banyak sekali masa depan, dan masa lalu yang kacau.
Xi menggenggam kuat bola kristal tersebut di genggaman tangannya. Perlahan retakan terjadi dan suaranya dapat terdengar.
Hancur!
Bola kristal itu hancur, dan mengakhiri siklus waktu yang terus terulang ini.
Kini, sudah tidak ada lagi masa depan, dan sudah tidak ada lagi masa lalu. Semuanya percabangan waktu telah hancur sepenuhnya, dan hanya menyisakan masa kini.
__ADS_1