LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 96


__ADS_3

Sementara itu di waktu yang berbeda. Di dalam dungeon Xi telah merangsak jauh dan sampai ke tempat Boss di lantai pertama. Di sana terdapat Goblin yang memakai sebuah topeng yanh terbuat dari kayu, di temani oleh Goblin lainnya. Goblin itu memancarkan energi sihir yang amat kuat pada Xi.


Goblin itu pun tersenyum dan mengarahkan tawa jahatnya itu kepada Xi. Di sana ia langsung memerintahkan semua pasukannya untuk menyerang Xi tanpa ampun.


" Bagus kalian maju bersama... Jadi aku tidak perlu menghampiri kalian. " Ucap Xi sambil berjalan dengan santai. Ia mengayunkan pedangnya dengan cepat tanpa adanya rasa takut kalau pedang itu akan mengenainya. Ia mengayunkan pedang itu seperti mengayunkan pedang kayu yang ringan.


Melihat Xi yang dapat mengalahkan semua pasukannya, Kepala suku Goblin sangat marah. Segerah ia mengangkat pedangnya lalu melompat ke arah Xi sembari menebaskan pedangnya.


Melihat kepala suku Goblin yang menyerangnya, ia balik menebaskan pedangnya. Dan bersama kedua pedang itu saling berhataman satu sama lain menyebabkan hembusan angin yang berbalut energi sihir yang kuat.


[ Kepala Suku Goblin Sangat Marah ]


Xi yang awalnya dengan mudah menahan serangan dari Kepala Suku Goblin. Tiba - tiba ia terdorong mundur perlahan - lahan karena Kepala Suku Goblin yang menjadi lebih kuat.


Xi terkejut karena ia tiba - tiba saja terdorong beberapa inci dari tempatnya. Ia juga dapat merasakan kekuatan dari Kepala Suku Goblin bertambah lebih kuat lagi. " Dia bertambah kuat? " Ucapnya dalam hati sambil menatap Kepala Suku Goblin itu. Lalu ia pun mendorong Kepala Suku Goblin dengan sangat kuat hingga membuatnya terhempas dan menabrak dinding batu.


Sebelum Kepala Suku Goblin berdiri kembali, Xi melemparkan beberapa tombak es kepada Kepala Suku Goblin yang berakhir menembus tubuhnya. Dan itu membuat kepala Suku Goblin pun terbunuh.


[ Anda telah mengalahkan kepala suku Goblin Killer ]


[ Item Drop telah di simpan ke dalam inventory ]


" Tidak sesulit yang aku pikirkan tapi... Di awal lantai musuhnya sudaj sebanyak ini... Bagaimana dengan lantai selanjutnya? " Gumamnya dalam hati sambil melihat jalan menuju lantai selanjutnya. " Entah kenapa aku merasa bersemangat untuk mengalahkan semua monster yang ada di dalam Dungeon ini... " Lanjutnya dalam hati. Di saat itu suara langkah kaki yang pelan terdengar olehnya. Ia pun melirik ke belakang, dan di sana terlihat ada Airis yang telah mengalahkan kumpulan Goblin Killer di bagiannya.


Melihat Xi yang sudah ada di ruangan boss dungeon lantai pertama. Airis sangat terkejut dengan kecepatan pergerakan yang di tunjukkan oleh Xi. Ia sangat ingat kalau mereka menghadapi musuh yang sama, dengan jumlah yang sama pula. Tapi, bagaimana bisa Xi sudah berada di dalam ruangan boss dan mengalahkannya?


Airis terus bertanya - tanya dalam pikirannya. Namun ia mengurungkan niatnya itu, dan berjalan mendekati Xi sambil berkata dalam hatinya " Xi - Sama terlalu kuat... Apa mungkin aku bisa mencapai selevel dirinya? " Katanya dalam hati. Sambil mempertanyakan pada dirinya sendiri bisakah dia mencapai level seperti itu. Ia merasa kurang percaya diri dengan kekuatannya, dan merasa kalau dirinya tidak layak untuk berdiri di samping Xi.


"Anda telah bekerja keras Xi - Sama. " Ucap Airis memuji kerja keras Xi dalam menghadapi semua musuhnya sampai tidak tersisa satu pun dari mereka yang hidup.


" Ya begitulah... Sekarang ayo lanjutkan ke lantai dua... Aku rasa monster nya akan semakin kuat. " Balas Xi. Dan keduanya pun lanjut ke lantai dua bersama - sama.


Sesampainya mereka di lantai dua, kedatangan mereka di sambut oleh para monster yang ada di sana. Monster dengan penciuman yang tajam, dengan taring serta cakarnya yang tajam dan tubuh di penuhi dengan rambit berwarna kelabu.

__ADS_1


[ Manusia serigala ] Rank : C - B. Level : 60 - 80. Exp : 6.000 - 10.000.


" Sudah aku duga... Monster - monster nya jauh lebih kuat dari di lantai satu. " Ucap Xi sambil menatap semua manusia serigala itu. Para monster itu pun langsung menyambut kedatangan mereka dengan serangan - serangan yang mematikan.


Waktu berlalu dengan sangat cepat. Pertarungan yang sangat mengerikan terjadi di dalam dungeon. Xi dan Airis merangsak sampai lantai ke lima dengan sangat cepat. Dengan andanya shadow army bersama mereka, dengan mudahnya mengalahkan semua monster di setiap lantai.


Kini mereka berada di lantai lima berhadapan dengan Troll yang memiliki ukuran tubuh yang besar. Walau Xi memiliki pasukan yang banyak, namun tidak mudah mengalahkan Troll tersebut karena ukuran nya yang besar dan regenerasi yang cepat. Serta Troll ini punya resistensi terhadap serangan sihir walau itu hanya resistensi tingkat menengah.


" Sungguh musuh yang merepotkan! Mati saja sana! " Teriak Airis dengan sangat kesal karena Monster itu tidak mati - mati walau sudah mengalami luka yang amat parah.


Airis menancapkan pedangnya pada kepala Troll itu. Akhirnya Troll itu berhasil di kalahkan setelah beberapa waktu mereka membuat Troll itu sekarat namun tidak mati - mati.


" Monster dengan tingkatan Rank A+ memang beda... Dia sulit untuk di kalahkan... " Kata Airis yang sudah kelelahan mengalahkan Troll itu walau dengan bantuan dari Xi. Di samping itu pun, mereka mendapatkan banyak barang - barang bagus yang dapat mereka gunakan untuk membuat Artefak.


Sementara itu di luar dungeon terjadi kehebohan. Kabar tentang Xi dan Airia telah menembus sampai ke lantai 5 telah tersebar luas ke seluruh kekaisaran saat itu. Semua orang berkumpul di luar dungeon untuk menunggu kembalinya kedua orang itu. Bukan hanya orang biasa yang menunggu di sana.


Bahkan para bangsawan serta putra dari kaisar pun juga menunggu mereka keluar dari Dungeon. Hal ini mereka lakukan karena ini akan menjadi sejarah baru untuk mereka. Hanya dengan dua orang mampu masuk sampai ke lantai lima dungeon.


Sementara itu, kedatangan pangeran kedua di sana menarik perhatian setiap orang yang ada di sana. Mereka semua tidak bisa habis pikir kalau pangeran kedua secara pribadi akan datang.


" Bagaimana bisa beliau datang ke tempat ini? Bukan kah beliau baru kembali dari luar kota? "


" Tidak aku sangka kalau ia akan datang secara pribadi untuk menemui kedua orang itu... "


Semua orang memandangi pangeran dengan ekspresi terkejut mereka. Mereka semua sangat iri kepada kedua orang yang telah sampai ke lantai lima itu. Namun, mereka pun sadar kalau mereka tidak memiliki kemampuan seperti kedua orang itu. Mereka berharap dapat satu party dengan kedua orang itu supaya bisa dapat perhatian dari keluarga kekaisaran.


Sementara itu pangeran kedua. " Bagaimana bisa... Hanya dua orang saja mampu sampai lantai ke lima? Bahkan setelah kita mengirim petualang Rank S, mereka tidak mampu untuk menaklukkan lantai tiga... Seberapa kuat kedua orang ini? " Kata pangeran sambil membayangkan kekuatan dari kedua orang itu. Ia menggambarkan kedua orang itu sebagai orang yang menyeramkan dengan kekuatan besar di dalam tubuh mereka.


Beberapa saat berlalu, suara langkah kaki dari dalam dungeon pun mulai terdengar oleh mereka. Tampak di wajah mereka semua, semua orang menantikan kedatangan kedua sosok itu.


Saat keduanya keluar dari dalam dungeon, mata mereka semua terbuka lebar melihat kedua orang itu masih sangat muda, namun mata mereka yang tajam serta bersinar di bawah cahaya bulan, membuat semua orang menjadi terdiam. Mata itu bukan lah sekedar tatapan mata biasa.


Mata yang penuh dengan pengalaman bertarung selama hidup mereka, dan mata yang menunjukkan sebuah ke agungan serta karisma layaknya seekor harimau yang berdiri di atas puncak gunung. Tatapan mata itu, adalah tatapan mata yang mustahil di temukan selama seribu tahun.

__ADS_1


Sementara itu Xi dan Airis di buat bingung dengan banyaknya orang yang berkumpul di jalan masuk pintu dungeon. Mereka bingung sebenarnya apa yang sedang di hebohkan oleh mereka semua.


Bersamaan dengan itu, Xi melirik sekitarnya dan melihat siapa saja yang ada di sana. System pun menampilkan setiap status milik semua orang yang ada di sana. Mulai dari rakyat biasa, petualang, bangsawan, bahkan keluarga kekaisaran.


Pangeran kedua melangkahkan kakinya dan berjalan mendekati Xi yang ada di sana. Dengan senyum percaya dirinya, ia berdiri di hadapan Xi lalu menyapanya. " Senang bertemu denganmu, aku Afardos Elnix. Putra kedua dari kaisar. " Ucap pangeran kedua menyapa Xi dengan ramah serta memperkenalkan dirinya kepada Xi. Ia memberitahukan identitas tanpa ragu, kalau ia benar - benar pangeran kedua.


Di saat itu, karena ada terlalu banyak mata di sana. Xi pun membalas sapaan Afardos dengan ramah, agar tidak menumbulkan pandangan buruk di mata orang lain. " Senang juga bertemu dengan mu pangeran kedua, nama saya Sakaki. " Balas Xi dengan ramah. Ia hanya tidak ingin menjadi musuh untuk semua orang saat ini. Mengingat adanya banyak bangsawan, serta ada beberapa Guild Master dari kekaisaran pun juga datang.


" Untuk para bangsawan, aku tidak akan terlalu memikirkannya... Tapi, untuk orang - orang itu... Aku harus berhati - hati saat ini. " Ucap Xi dalam hatinya sambil melirik tiga orang Guild Master secara diam - diam. Dalam layar status yang di tampilkan oleh system sebelumnya, ketiga oranh itu berada pada tingkat Rank S. Di mana kalau Xi berbuat suatu hal yang mencurigakan, bisa saja ia langsung di serang oleh ketiga orang itu. Terlebih lagi, orang yang mengawal Afardos tidaklah lemah.


Melihat Xi yang bersikap ramah kepadanya, Afardos tersenyum senang. Biasanya kebanyakan orang hebat yang pernah ia temui itu hanyalah orang sombong yang banyak omong kosong. Namun, saat ini ia menemukan seorang pria yang dapat dengan ramah dan berbicara dengan sopan kepada dirinya. Itu benar - benar membuatnya menjadi sangat senang.


" Jadi Sakaki, Aku ucapkan selamat kepadamu dan juga rekanmu karena telah membuat sebuah sejarah baru untuk negara ini. Kau mau pun rekanmu itu pasti adalah orang yang berbakat... Aku secara pribadi ingin mengundang kalian untuk masuk ke keluarga gerbang kekaisaran. " Ucap Pangeran Afardos. Apa yang keluar dari mulut pangeran Afardos itu membuat semua orang tercengang dan sangat terkejut.


Seorang pangeran secara pribadi mengundang kedua orang itu untuk masuk ke dalam gebang kekaisaran. Itu adalah sesuatu kehormatan seumur hidup yang tidak mungkin untuk datang dua kali.


Semua orang merasa sangat iri dengan tawaran yang di berikan oleh pangran kepada kedua orang itu. Mereka berharap, kalau mereka dapat menggantikan posisi kedua orang itu agar mereka dapat masuk ke gerbang kekaisaran dan menjadi pengikut gerbang kekaisaran. Namun apa daya untuk mereka yang tidak memiliki banyak kemampuan, bahkan mereka saja takut terhadap monster yang lemah.


Mendengar itu Xi terkejut karena tiba - tiba saja Afardos mengundangnya untuk bergabung dengan kekaisaran. Ia pun menyipitkan matanya sambil berpikir untuk keluar dari situasi ini. Dalam pikirannya, ia berkata " Mungkin ini adalah sesuatu yang di impikan oleh orang - orang tapi, aku tidak tertarik dengan gerbang kekaisaran. " Ucapnya saat itu di dalam pikirannya.


" Maafkan aku tuan muda, aku tidak bisa dan harus menolak permintaan anda. " Ucap Xi dengan sopan menolak ajakan dari Afardos untuk masuk ke dalam gerbang kekaisaran. " Aku bukanlah orang yang suka di perintah oleh orang lain. " Ucap Xi dalam hatinya. Ia merasa kalau bergabung dengan kekaisaran, ia akan di jadikan sebuah alat perang yang akan selalu mendengarkan perintah kaisar. Itu bukanlah sesuatu yang ia inginkan atau pun ia harapkan.


Mendengar itu membuat semua orang sangat terkejut. Mereka tidak habis pikir ada seseorang yang berani untuk menolak ajakan dari Tuan Muda kedua secara langsung.


Di balik itu, Tuan muda pun di buat terkejut dengan jawaban yang di berikan oleh pria yang ada di hadapannya saat ini. Ia berpikir positif dan tidak mencoba untuk membujuk pria itu lagi. Karena ia yakin, kalau pria itu pasti memiliki sebuah alasan untuk menolaknya tawarannya. Ia tidak bisa memaksakan seseorang untuk bergabung dengan gerbang kekaisaran.


" Tidak masalah, aku yakin kau punya alasan tersendiri untuk menolak tawaranku tapi... Bolehkan aku mengajukan sebuah permintaan kepadamu? " Tanya Afardos kepada Xi.


Xi membalas dengan menganggukan kepalanya.


" Dalam beberapa hari ke depan, akan ada sebuah ekspresi ke hutan Beastial dimana hutan itu penuh dengan beast yang berbahaya. Aku punya permintaan kepadamu untuk pergi ke hutan Beastial dan mencarikan ku sebuah herbal bernama Jamur Aanokinn. Jamur itu akan aku gunakan untuk mengobati ibu ku yang telah berbaring di atas kasur cukup lama. Aku harap kau mau menerima permintaan ku. " Ucap Afardos kepada Xi.


Baru selesai Adardos berbicara. Sebuah layar system muncul di hadapannya memberitahukan sesuatu kepada dirinya.

__ADS_1


[ Quest ] [ Dapatkan jamur Aanokinn untuk menyembuhkan penyakit yang di derita oleh ratu Elnix ] [ Hadia : Semua Stat + 10 dan peningkatan jumlah pasukan +50 ]


__ADS_2