
Sesampainya mereka di puncak bukit yang tinggi, tampak di sana terdapat sebuah jamur yang amat indah memamcarkan sinar cahaya seperti pelangi tumbuh di ujung bukit. Semua orang yang melihat jamur yang indah itu tampak sangat senang, karena mereka akhirnya dapat menemukan apa yang mereka cari.
" I itu... Itu Jamur Aanokinn nya!! "
" Akhirnya kita menemukannya! "
Semua orang tampak sangat senang saat menemukan Jamur Aanokinn yang mereka cari selama ini. Usaha keras mereka pun di bayar dengan suatu yang manis setelah melewati begitu banyak percobaan untuk sampai ke puncak bukit.
Dengan Jamur Aanokinn ini, mereka dapat menyembuhkan Ratu mereka yang sudah lama terbaring di kasur.
Akan tetapi, kesenangan mereka berubah menjadi kecemasan saat melihat adanya banyak monster yang menjaga Jamur Aanokin tersebut. Monster - monster itu sangat menyeramkan, dan mengerang kepada mereka semua yang ada di sana.
" Benar apa yang di katakan oleh Sakaki, kalau Jamur Aanokinn berada di pucak bukit. Dan juga, Jamur ini adalah sebuah Herbal yang sangat berharga untuk manusia atau pun monster. Jamur Aanokinn, akan menarik perhatian banyak monster di sekitarnya untuk melindungi dirinya sendiri dari manusia yang akan memetik nya. " Kata Mirobu dalam hatinya sambil mengingat kembali apa yang di katakan oleh Sakaki selama perjalan mereka memuju ke puncak bukit. " Monster - monster ini hanya berada di Rank B, namun kalau mereka menyerang bersama, mereka tidak akan lebih lemah dari monster Rank A... Layak menjadi Herbal yang berharga, sampai menarik banyak perhatian monster. " Lanjut Mirobu sambil memerhatikan pergerakan yang di tunjukkan oleh para monster itu. Tampak dari tempatnya berada, para monster sedang bersiap untuk menyerang mereka semua.
GREEEERR! Suara para monster yang sedang mengerang dan bersiap untuk menyerang sekelompok manusia yang ada di hadapan mereka yanh sedang mencoba untuk mengambil apa yang menjadi milik mereka.
GREAAAR! Para monster pun mulai berlari dan menyerang sekelompok manusia itu. Dengan cepat mereka berlari sambil menunjukkan taring tajam mereka yang dapat mengoyak kulit dan danging mangsa mereka dengan mudah.
Sementara itu, mereka yang melihat para monster berdatangan ke arah mereka. " Bentuk Formasi dan kalahkan para monster itu! " Kata Mirobu memerintahkan para pasukan kekaisaran untuk membentuk Formasi yang telah mereka latih selama ini.
Para prajurit pun berdiri di depan para petualang, dan meletakkan tameng mereka di depan dengan memegang erat tombak mereka untuk menyerang para monster yang akan datang menyerang mereka.
BRAK! BRAK! BRAK! Para monster dengan ganas menambarakan diri mereka kepada para prajurit yang telah membentuk Formasi itu dengan sangat paksa. Namun, tidak satu pun dari doromgan mereka, membuat para prajurit itu goyah sedikit pun.
Para prajurit membalas serangan para monster itu dengan menusukan tombak mereka pada monster yang ada di dekat Formasi mereka. Sehingga membuat beberapa monster terbunuh, dan sebagian dari mereka menjaga jarak untuk mengambil ancang - acang menyerang kembali.
" Kerjasama para pasukan kekaisaran sangat hebat, bahkan mereka mampu menahan benturan dari serangan monster dengan peringkat C dan B... Sepertinya Jamur Aanokinn akan lebih mudah di dapatkan di bandingkan dengan apa yang kita rencanakan sebelumnya. " Kata Masasaki dalam hatinya dengan penuh percaya diri kalau para prajurit itu mampu mengalahkan semua monster yang menyerang mereka. Sehingga membuat Mamasaki dan yang lainnya tidak perlu repot - repot menghadapi monster - monster lemah tersebut.
" Tapi, bukankah ini terlalu tenang? Ada yang salah di tempat ini, kenapa tidak ada monster kuat yang menjaga Herbal itu? " Kata Mamasaki dengan perasaan aneh di hatinya mengenai situasi yang mereka hadapi saat ini. Ia merasakan ada sebuah ke janggalan yang menganggu pikirannya.
Ia pun segerah melirik ke arah Xi yang sedang diam di tempat sambil mengamati para prajurit yang sedang berjuang untuk mengalahkan para monster tersebut. Mamasaki menatap Xi dengan keseriusannya, tampak di lihat dari tampilannya, Xi terlihat seperti seorang yang tidak memperdulikan sekitarnya.
Namun, matanya yang tajam serta menyalah itu memiliki arti tersembunyi di dalamnya. Mamasaki pun mencoba memikirkan apa yang sedang Xi pikirkam saat dalam situasi ini. Belum lama ia berpikir, ia pun menyadari sesuatu.
" Awas, di belakang kalian! " Teriak Mamasaki dengan keras sambil memperingati yang lainnya.
Semua orang pun terkejut dengan teriakan Mamasaki saat itu, kecuali para prajurit yang sedang fokus dalam pertarungan mereka.
Dengan sigap mereka mengikuti Mamasaki yang melompat menjauh dari tempatnya berada tadi. BOOM! Hantaman yang amat keras hingga menghancurkan tanah yang di hantamannya. Dari balik debu itu, terdapat sebuah suara yang cukup aneh dan terdengar seperti suara ular yang sedang mendesis.
__ADS_1
" Apa - apaan barusan itu? " Tanya Mamasaki. Terlihat dari balik debu terdapat bayang - bayang dari suatu makhluk.
Makhluk itu memancarkan aura yang amat menyeramkan. Bahkan sampai membuat monster - monster yang ada di sana merasakan rasa takut akan kehadiran monster tersebut.
Terlihat para monster mundur selangka demi selangka menjauhi makhluk tersebut, dengan wajah penuh keringat dan kaki gemetaran.
Melihat para monster ketakutan membuat para prajurit merasa bingung dengan apa yang terjadi pada para monster itu. Mereka pun saling bertanya satu sama lain mengenai monster - monster yang bertingkah menjadi aneh.
Sementara itu, para petualang yang di hadapankan dengan makhluk tersebut. Menaikkan kewaspadaan mereka agar tidak terkejut atau pun terkena serangan diam - diam dari makhluk tersebut.
" Berhati - hati... Monster ini sangat berbahaya. " Kata Kisisaki memperingati mereka semua untuk berhati - hati terhadap serangan makhluk itu. Energi yang di pancarkan oleh makhluk itu sangat kuat, bahkan tidak lebih lemah dari mereka yang berada pada Rank S.
Debu yang menutupi makhluk itu pun mulai memudar, dan terlihat wujud makhluk tersebut yang penuh dengan sisik yang berkilau layaknya emas. Taring panjang seperti sebuah pisau, dan mata hijau yang sangat mengerikan.
[ Ular Tanah Emas Beracun ] Rank : A Spesial. Level : 120. Exp : 1000000. Skill : Sisik Emas, Gigitan Fatal, Meludahkan Racun, Menyamar.
" Sialan! Ini... Ini monster kelas atas! Ular Tanah Emas Beracun! " Kata Mamasaki dengan keras dan terkejut saat melihat monster tersebut. Ia pun mengingat kenangan buruknya saat berhadapan dengan monster ini dulunya.
Di saat itu, ia dengan rekan satu party nya sedang menjalankan sebuah Quest, namun dalam perjalanan mereka bertemu dengan monster tersebut. Pertarungan pun tidak dapat di elakan. Pertarungan mereka sangat sengit dalam berhadapan dengan makhluk tersebut. Akan tetapi, karena kulit keresnya sampai - sampai membuat senjata mereka tidak dapat menembus sisik kuatnya itu. Sehingga membuat mereka pun kalah dalam pertarungan, dan berakhir dengan terbunuhnya rekan party nya. Setelah membantai party Mamasaki, monster itu pun pergi meninggalkan Mamasaki sendirian.
Mamasaki pun sangat sedih saat hal buruk itu terjadi pada party nya. Ia menangis di tempat dan menyalahkan dirinya sendiri yang karena terlalu lemah dan membebani party nya. Pada saat itu pun, sesosok makhluk humanoid dengan empat sayap muncul di hadapannya dan menjawab keinginan Mamasaki yang ingin menjadi kuat. Sosok itu pun memberikan Mamasaki sebuah kekuatan, sehingga ia bisa menjadi seorang petualang yang kuat dan dapat menyelamatkan banyak orang dengan kekuatan yang dia milliki.
" Bersiap! Monster itu akan menyerang! " Kata Kisisaki memperingati semua rekan rekannya.
Monster itu pun menyerang dengan mengibaskan ekornya yang sangat keras itu. Semua orang berusaha keras untuk menghindari ekor monster itu, namun Mamasaki dapat menahan serangan monster tersebut dengan perisainya sehingga membuat pergerakan dari monster itu berhenti sesaat.
" Kesempatan, serang monster itu! " Kata para petualang. Mereka langsung menyerang monster mengerikan itu dengan kekuatan penuh mereka.
Dengan telak semua serangan mengenai monster tersebut. Namun, tidak satu pun serangan mereka dapat menggores kulitnya.
" Kulitnya sangat keras, bahkan pedangku tidak mampu menembusnya! " Kata salah satu petualang sambil melompat mundur kebelakang setelah ia selesai menyerang Ular Tanah Emas Beracun. Walau pertarungan itu telah menyerangnya dengan kekuatan penuh, namun ia masih belum mampu untuk menembus kulit keras si monster.
Salah satu petualang melompat ke arah monster itu sambil berteriak dan menyerang " Aku akan menyerangnya! " Kata si petualang sembari menebaskan pedangnya.
TANG! Suara benturan pedang yang keras. Petualang itu terkejut melihat pedangnya yang hancur saat menebas si monster. Ia pun melirik si monster dengan penuh ketakutan, dan akhirnya ia di serang oleh monster tersebut dengan kibasa ekornya yang amat kuat. Dalam seketika, petualang itu pun terbunuh hanya dalam satu serangan si monster.
Ular Tanah Emas Beracun menunjukkan gerakannya yang amat ganas kepada para petualang. Dengan mudahnya, beberapa petualang ia hempaskan. Hingga membuat petualang - petualang itu menderita luka yang cukup parah. Monster itu pun bersiap memberikan serangan lanjutan dengan membuka mulutnya lebar - lebar.
Mirobu yang sadar monster itu akan menyerang lagi ia pun memberkan peringtan kepada yang lainnya. " Hati - hati! Monster itu akan menyerang lagi! " Kata Mirobu sambil berteriak keras.
__ADS_1
Si monster pun menyerang para petualang dengan ganas. Namun, karena mereka mendengarkan peringatan dari Mirobu. Mereka pun dapat selamat dari serangan si monster.
Serangan si monster amat kuat hingga membuat tanah menjadi hancur dan berlubang. Para petualang yang melihat daya hancur dari monster tersebut berkeringat katakutan.
" Ini... Ini ini pasti bercanda kan? Monster ini terlalu kuat kalau saja tidak berhasil menghindarinya, kau bisa remuk oleh monster itu. " Kata salah satu petualang dengan raut wajah yang ketakutan dan tidak percaya diri lagi untuk menghadapi monster tersebut.
Namun, sebuah suara yang keras pun terdengar oleh mereka semua. Hingga membuat sumber suara itu menjadi pusat perhatian. " Semuanya harus berhati - hati dan tidak jangan ceroboh menyerang monster itu! Ular Tanah Emas Beracun punya sisik setebal baja, dan Taring panjang yang sangat berbisa. Kalau terkena gigitannya, kemungkinan sangat kecil kalian bisa selamat! " Kata Mamasaki. Berdiri dengan gagah di barisan depan. Ia memberitahukan kepada mereka semua untuk tidak ceroboh dalam menyerang Ular Tanah Emas Beracun, karena monster ini sangat berbahaya. Dan kali ini, ia akan berdiri di barisan depan untuk menjadi perisai rekan - rekannya, dan bersumpah untuk tidak menjadikan hari ini seperti hari sebelumnya. Ia pun memegang tameng dan gadanya dengan sangat erat sambil menatap Ular Tanah Emas Beracun dengan tatapan tajamnya.
Mendengar itu dan melihat Mamasaki yang berdiri di depan mereka semua. Tampak perlahan mereka tercerahkan dan kepercayaan diri mereka mulai pulih kembali seperti sebelumnya.
" Sudah waktunya untuk beraksi! " Kata Kisisaki dengan tenang sambik tersenyum. Ia memegang kedua belatinya yang tampak kuat dan tajam itu dengan sangat erat.
Akan tetapi, baru saja mereka ingin berhadapan dengan Ular Tanah Emas Beracun. Terdengar suara yang hentakan kaki yang keras dari sisi sutan.
Dari dalam hutan, muncul seekor monster yang tidak kalah kuatnya dari Ular Tanah Emas Beracun. Monster itu punya tubuh yang besar dan di penuhi dengan otot - otot yang menonjol. Dua tanduk di kepalanya di selimuti oleh hawa panas yang dapat menguapkan air dengan mudah, dan ekornya tampak seperti ekor kuda.
MOOAAA! Monster itu berteriak sangat keras menunjukkan kegagahannya kepada semua monster dan orang - orang yang ada di sana.
[ Banteng Api Bumi ] Rank : A Spesial. Level : 120. Exp : 1000000. Skill : Serudukan maut, tapak api, Serangan api.
" Satu Monster yang merepotkan datang tapi... Kali ini biar aku yang melawannya. " Kata Mirobu sambik berjalan menghampiri Banteng Api Bumi. Ia berjalan dengan santai dan perlahan tubuhnya mulai berubah.
Mulai dari warna rambutnya, yang sebelumnya berwarna merah berubah mejadi pirang. Tangannya mulai berubah dan tumbuh cakar, serta taring yang tajam layaknya seekor binatang buas.
Semua orang yang melihat Mirobu merubah wujudnya menjadi manusia setengah binatang, sangat terkejut. Pasalnya, perubahan dari bentuk Mirobu itu hampir merubah seluruh tubuhnya, dan sedikit berbeda dengan orang - orang yang memiliki Class Petarung Hewan buas lainnya yang hanya dapat merubah beberapa bagian tubuhnya saja.
" Ja jadi... Ini kah kekuatan dari Guild Master Golden Lion?!! Sungguh perubahan yang hebat! "
" Benar! Rumor tentang dirinya yang bisa berubah menjadi monster itu bukanlah kebohongan, tapi fakta yang sebenarnya! "
" Aku tidak percaya aku bisa melihat ini dalam hidupku, aku sudah tidak punya penyesalan lagi walau pun mati hari ini. "
Semua petualang menjadi ribut mengagumi kemampuan dari Mirobu yang dapat berubah menjadi monster. Sementara itu, Mirobu hanya bisa diam dan murung mendengar pujian - pujian tersebut. Ekspresi nya sangat aneh dan sebuah garis hitam tampak jatuh menimpa kepalanya.
Banteng Api Bumi dengan ganas berlari ke arah Mirobu yang telah berubah menjadi bentuk monster manusia singa itu. Dengan ganasnya ia memberikan sebuah serudukan yang amat kuat.
BANG! Banteng Api Bumi menyeruduk Mirobu dengan sangat keras hingga membuat Mirobu terdorong mundur oleh dorongannya. Akan tetapi, Mirobu dapat menghentikan itu dan berhasil menahan tambarakan dari Banteng Api Bumi dengan kedua tangannya yang menggenggam tanduk monster itu hingga membuatnya menjadi berhenti.
Dengan tatapan yang amat mengerikan layaknya seekor singa yang berkuasa, ia berkata kepada Banteng Api Bumi " Kau mungkin kuat, tapi aku lebih kuat darimu karena aku adalah raja beast! " Kata Mirobu sambil menunjukkan senyuman mendominasinya kepada Banteng Api Bumi.
__ADS_1