
Di tempat yang jauh dari tempat Xi berada. Tepatnya di sebuah negara yang pernah Xi kunjungi sebelumnya. Negara Kerajaan Blue Sky Bird. Jumlah petualang di negara tersebut meningkat pesat, dan hasil panen mereka sangatlah melimpah. Serta jumlah pasukan yang di miliki negara Blue Sky Bird bertambah drastis. Itu merupakan sebuah perkembangan yang sangat besar untuk sebuah negara, dan Negara Blue Sky Bird di katakan sebagai salah satu negara maju dengan peningkatan besar melebihi tahun - tahun sebelumnya.
Di antara semua itu, yang paling menonjol adalah jumlah Gate yang muncul di negara ini cukup banyak. Mungkin jumlahnya lebih banyak dari negara - negara kecil lain yang ada di sekitarnya.
Gate A Class, Dungeon Rank A. Tim penyerang utama dari salah Guild Petualang besar di Blue Sky Bird. Melakukan Raid di Gate A Class. Jumlah anggota dalam tim penyerang itu sekisar 20 orang. Dengan satu orang Rank S, 13 orang Rank A, dan 6 orang Rank B kelas atas.
" Kapten, semua orang sudah siap. Apakah kita akan masuk sekarang? " Tanya salah satu anggota tim tersebut kepada kapten dari tim penyerang utama.
Seorang pria tampan, dengan janggut tipis pada wajahnya. Membawa sebuah longsword di punggungnya. Dengan penuh kepercayaan diri ia berdiri di sana sambil memperhatikan setiap petualang yang ada di sana.
Kapten tersenyum saat melihat semua anggotanya telah siap untuk menyerang. Dapat terlihat di mata setiap anggotanya, terdapat sebuah api semangat yang sangat membara.
" Karena kalian semua sudah siap... Maka kita mulai Raidnya! " Kata Kapten dengan tenang dan penuh karisma.
Semua orang pun bersorak saat Kapten mengatak Raid Gate A Class di mulai. Mereka dengan penuh semangat memegang senjata mereka, dan mengangkat senjata mereka ke atas sambil bersorak bersama - sama.
Raid di mulai. Setelah tim penyerang utama masuk ke dalam Gate. Mereka telah berada di dalam dungeon. Sesaat ketika mereka masuk ke dalam dungeon, sekelompok monster tipe serangga datang menyerang mereka semua.
" Bersiap! Atur formasi sekarang! " Perintah Kapten kepada seluruh anggotanya.
Semua anggota memgangguk mengerti dan segerah membentuk formasi seusai dengan apa yang mereka rencanakan sebelumnya, sebelum mereka masuk ke dalam dungeon. Petualang yang berperan sebagai Tank berdiri di garis depan untuk menahan para monster agar tidak menyerang para mage mau pun healer yang ada di belakang mereka. Dengan perisai mereka yang kuat, mereka berdiri dengan gagah di depan layaknya sebuah tembok yang kokoh.
Monster - monster serangga itu pun menyerang para Tank yang ada di garis depan. Sesuai dengan apa yang mereka rencanakan, para monster tidak mungkin akan menolak petualang yang ada di garis depan.
" Lakukan sekarang! Kami sudah menahannya! " Ucap salah satu Tank yang menahan serangan dari para monster. Sambil meminta kepada rekan - rekannya untuk membantu mereka.
" Akan aku lakukan! " Ucap salah satu orang sambil berlari dengan cepat ke arah monster serangga yang ada di barisan tengah.
Ia melompat melewati Tank ker yang menahan serangan dari monster - monster itu. Menggunakan pedangnya yang tajam untuk mengakhiri hidup monster yang mengerikan tersebut, dengan cara menusukkan pedangnya tepat di kepala sang monster.
" Aku sudah memberekan satu! " Kata orang itu.
Dua orang lainnya pun ikut maju untuk membantu. Dengan senjata mereka yang berbeda, keduanya mampu membunuh monster tipe serangga itu hanya dengan satu kali serangan.
Dua penyihir Rank A, melafalkan mantra mereka. Bersama, keduanya melepaskan serangan kuat pada monster yang ada di depan sana. Ledakan api dari dua orang penyihir itu pun mengenai monster - monster itu dengan telaknya, mengakibatkan monster - monster itu terbunuh.
Setelah semuanya selesai, para Healer pun bergerak untuk menyembuhkan para Tank yang sudah bekerja keras untuk melindungi mereka.
" Apa kau baik - baik saja? Aku akan menyembuhkan mu... " Kata seorang Healer dengan nada yang pelan. Heal pun ia lakukan kepada para Tank, dengan itu, para Tank ker dapat memulihkan tenaga mereka dengan sangat cepat.
" Terimakasih... " Ucap para Tankker serempak.
Sang Kapten yang melihat pertarungan anggotanya melawan para monster sangat kagum. Karena mereka dapat bergerak sesuai arahan yang di berikan, dan mampu menutupi setiap kekurangan dari masing - masing setiap pemeran.
Akan tetapi fokus matanya tidak tertuju pada para anggotanya itu. Melainkan para monster tipe serangga yang mereka hadapi. Ia sedang merenungkan sesuatu di dalam pikirannya tentang monster - monster ini.
" Monster - monster ini sudah sangatlah kuat... Dan lagi mereka hanya monster penjaga... Aku jadi khawatir soal penyerangan ini, sejak tadi saat masuk ke dalam dungeon aku sangat gelisah. " Kata Kapten dalam hatinya dengan wajah berkeringat memikirkan itu serta memikirkan situasi terburuk yang bisa saja terjadi.
Tiba - tiba muncul hembusan angin yang sangat kencang di dalam dungeon. Kapten yang merasakan angin kencang itu, ia merasa sedikit aneh. Akan tetapi, ia sadar kalau angin itu berasal dari ruangan bos. Dan itu bukan angin biasa, melainkan energi sihir.
Suara langkah kaki yang berat terdengar di telinga mereka semua. Setiap langkah nya menghasilkan suara dentuman keras yang memekakan telinga mereka. Semua orang pun menjadi waspada karena hal tersebut.
" Semuanya bersiap! Ada sesuatu yang muncul! " Kata Kapten dengan keras sambil memerintahkan para anggotanya untuk bersiap. Demikian juga dia, Kapten langsung memegang pedangnya dan bersiap untuk menghadapi monster yang akan datang itu.
Sesosok makhluk humanoid pun perlahan muncul keluar dari kegelapan yang ada di dalam dungeon itu. Rupa dari makhluk tersebut seperti rupa pria dewasa, dengan armor hijau yang menutupi tubuhnya, ia sudah seperti seorang Knight.
Sosok itu tersenyum melihat ada petualang di teritorial nya. Sosok itu pun melepaskan auranya yang sangat kuat untuk mengintimidasi para petualang yang ada di sana.
Terjadi ledakan aura yang sangat kuat. Saking kuatnya sampai - sampai membuat para petualang tertekan. Seketika semua orang langsung di buat pucat oleh makhluk humanoid itu. Auranya yang kuat dan mengerikan, memberikan rasa takut dan rasa putus asa kepada mereka.
" Aura yang mengerikan... Aura yang seperti ini berasal dari monster?? " Ucap Kapten dalam hatinya dengan wajah pucat serta dengan perasaan yang cemas. Di saat ia baru selesai bergumam, makhluk itu telah berada di sampingnya. Berjalan santai melewati dirinya. Kapten pun sangat terkejut dengan adanya makhluk itu yang tiba - tiba saja sudah melewatinya. Ia sama sekali tidak dapat merasakan makhluk itu saat bergerak.
Karena saking terkejutnya Kapten, sampai - sampai membuat dirinya terdiam sesaat. Seketika setelah ia sadar kembali, ia memegang pedangnya dengan sangat erat dan berbalik untuk menyelamatkan rekan - rekannya. " Sialan... Monster ini sangat berbahaya! Jika di biarkan mereka bisa mati! " Kata Kapten dalam hatinya. Sambil berlari ke arah makhluk itu. " Berengsek! Berani kau menyakiti anggota ku! Rasakan ini, Giant Sword Strike! " Teraik Kapten dengan keras sambil menebaskan pedangnya dengan sangat kuat dan dengan di tambah dengan skill miliknya.
Ayunan pedangnya sangat cepat, hingga mengenai makhluk tersebut dengan telaknya. Dalam jarak yang sangat dekat itu, makhluk tersebut tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.
" Apakah berhasil? " Tanya Kapten pada dirinya sendiri. Debu menutupi pandangannya. Setelah debu menghilang, ia dapat melihat dengan jelas. Dan ia sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. " Se seranganku... Di tahan hanya dengan satu jari!! Tidak mungkin! " Kata Kapten dalam hatinya yang terkejut berteriak tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
" Bagaimana mungkin serangan terkuat ku yang dapat membunuh bos dungeon dalam satu serangan... Di tahan olehnya hanya dengan satu jari! Monster ini... Dia sangat berbahaya! " Ujar Kapten dalam hatinya. Seekor monster memanglah sebuah ancaman bagi manusia. Namun, monster yang ada di hadapannya saat ini memiliki kekuatan sangat tidak masuk akal. Monster ini adalah ancaman bagi seluruh manusia yang ada di dunia ini.
Makhluk itu, menghancurkan pedang Kapten dengan mudahnya. Hanya dengan menyentilkan jarinya, sudah membuat pedang Kapten hancur hingga tak bersisa. Makhluk itu pun melirik Kapten dengan matanya yang tajam. Matanya berwarna hijau gelap dengan pupil berwarna merah terang. Tatapan itu sangat mengerikan hingga membuat kapten merinding ketakutan.
" Di antara manusia - manusia rendahan ini, kau lah yang terkuat tapi... Kau tidak ada bedanya dengan sampah. " Kata Makhluk itu sambil tersenyum jahat. Ia memukul Kapten dengan kuat. Hingga membuat tubuh Kapten hancur tak berbentuk lagi.
Semua orang yang melihat itu, mereka sangat terkejut. Karena Kapten yang merupakan petualang terkuat di antara mereka, orang yang memiliki gelar Rank S resmi di negara Blue Sky Bird terbunuh hanya dengan satu pukulan.
Semua orang sangat ketakutan. Saking ketakutannya mereka, sampai - sampai membuat seluruh tubuh mereka gemetaran. Kaki pun sulit untuk di gerakan, bahkan beberapa dari mereka sampai mengompol karena takut.
__ADS_1
" Kekeke, kalian memang sampah... Tapi itu tidak akan mengubah apa pun walau kalian sampah. Aku Apocalyps King of Insects akan membuat tempat ini menjadi kuburan kalian. " Kata Makhluk itu sambil tersenyum seram dan jahat. Serta tanpa rasa ragu sedikit pun dan tanpa belas kasi sedikit pun. Makhluk itu membunuh mereka semua layaknya membunuh serangga.
Di tempat lain, Xi bersama dengan yang lainnya melakukan perjalanan. Mereka semua bertujuan untuk pergi ke negara Kerajaan Hallnas yang berdekatan dengan Kerajaan Elf. Dalam perjalan, Katashi dan Jago tampak sangat murung. Mereka berdua masih terkejut dengan Xi yang menaklukkan dungeon tingkat tinggi yang bahkan kaisar saja menyerah untuk menaklukkannya.
Dalam perjalan mereka, tidak ada hambatan sedikit pun yang menghalangi. Bersamaan pula, Xi meminta Sanzun untuk memerintahkan bawahannya untuk tidak ikut ke dalam Kerjaan. Dan meminta mereka semua menunggu di suatu tempat yang menurut mereka nyaman untuk di tempati. Xi akan memanggil mereka semua nanti ketika waktunya sudah tiba. Di samping itu, membawa banyak orang yang tidak di kenal masuk ke dalam sebuah negara, bisa saja di salah pahami oleh para penjaga yang ada di sana. Mereka bisa saja dapat mengira kalau ada sebuah penyerangan.
Sesampainya mereka di gerbang Kerajaan Hallnas. Dapat di lihat dari luar garbang, terdapat sebuah Gate berwarna hitam yang ukurannya sangat besar. Itu adalah sebuah Gate super besar yang terlihat sangat mengerikan. Bahkan dari kejauhan, Xi sudah dapat merasakan energi sihir yang mengerikan berasal dari Gate super besar itu.
" Energi yang mengerikan... Ini, Gate ini jauh lebih kuat dari pada Gate yang lainnya yang pernah aku temui, bahkan ini berada di level yang berbeda dengan dungeon sarang semut itu. " Kata Xi dalam hatinya. Ia dapat memperkirakan tingkatan dari Gate tersebut, hanya dengan merasakan energi sihir yang di pancarkan dari kejauhan. Gate itu mungkin sudah melebihi Gate S class.
" Apa yang terjadi? Kenapa ada Gate yang ukurannya sebesar itu? " Tanya Katashi kepada penjaga gerbang yang ada di sana. Tampak Katashi memiliki beberapa pertemanan dengan para penjaga.
Penjaga gerbang itu tampak bingung ingin menjawab apa. Ia bahkan tidak tahu bagaimana Gate sebesar itu tiba - tiba muncul. " Aku tidak tahu... Tapi yang jelas sekarang Kota sedang dalam situasi gawat darurat. Raja memberi perintah untuk mengefakuasi penduduk, dan menolak setiap pengunjung yang ingin masuk ke dalam negara demi keamanan. Saat ini, kota sedang di Landa oleh kepanikan dari semua warga. " Kata Penjaga itu dengan raut wajah bingung serta cemas. Ia sudah tidak mengerti harus melakukan apa lagi dalam situasi ini. Yang bisa ia lakukan hanya menunggu perintah dari raja.
Xi berjalan mendekat menghampiri penjaga gerbang yang terlihat bingung dan panik itu. Dengan tenang dan sopan ia bertanya kepada penjaga tersebut. " Sudah berapa lama Gate itu muncul? " Tanya Xi kepada penjaga tersebut.
Mendengar pertanyaan itu ia bingung. Terlebih lagi ia tidak mendengar apa yang di tanyakan oleh Xi. " Aa... Apa... Aku? " Tanya penjaga itu dengan ekspresi bingung.
" Ya, aku bertanya padamu... Suda Berapa lama Gate itu muncul? " Kata Xi membenarkan. Serta bertanya lagi kepada penjaga gerbang itu.
Mendengar pertanyaan itu, penjaga tersebut menjawabnya dengan tergesa - gesa. Ia memberitahu apa yang ia tahu saja kepada pemuda itu. " A itu sudah dua hari... Dan besok akan terjadi dungeon break. Itu sebabnya kerajaan saat ini sedang dal kondisi kritis. " Jawab penjaga itu dengan wajah penuh keringat. Terlihat ia sangat kelelahan dalam menjaga gerbang ini selama dua hari tanpa henti. " Tuan, saya sarankan anda untuk tidak masuk ke dalam ini demi keselamatan anda! Raja meminta untuk menolak segala pengunjung sekarang! " Lanjut Penjaga itu sambil memberikan saran kepada Xi untuk pergi meninggalkan kerajaan ini dan tidak perlu terlibat dalam pertempuran yang terjadi besok. Ia khawatir jika pengunjung yang datang akan dalam bahaya.
" Kau ingin aku pergi? Yang benar saja besok akan terjadi dungeon break, aku bisa memanfaatkan itu untuk meningkatkan kekuatan ku. " Kata Xi dalam hatinya. Melihat tambanh exp ada di depan mata, ia tidak bisa untuk tidak menolak hal tersebut. Karena, ia butuh kekuatan yang lebih kuat lagi untuk menyelamatkan ibunya yang sedang di segel. Untuk saat ini, itu adalah tujuan dari hidupnya sekarang. Namun, tujuan utamanya adalah untuk membalas dendam dengan para dewa yang membuat keluarganya hancur.
" Jangan khawatir... Kami akan baik - baik saja. " Ucap Xi sambil memberikan sekantung emas kepada penjaga tersebut.
Setelah memberikan sekantung emas kepada penjaga itu sebagai biaya masuk mereka, Xi dan yang lainnya pun masok ke dalam ibu kota yang sedang kacau itu. Semua orang tanpa ada rasa ragu sedikit pun mereka tunjukkan, menginjakkan kaki mereka di tempat yang ramai.
Penjaga yang menerima sekantung emas itu berteriak " Tunggu... Tunggu dulu!! " Teriak penjaga itu dengan keras meminta mereka yang baru saja masuk untuk berhenti.
Namun, tidak satu pun dari mereka menanggapi hal tersebut. Dan terus berjalan masuk ke dalam ibu kota.
Semua orang yang tinggal di ibu kota, mempersiapkan diri mereka untuk mengungsi. Mereka pun membawa barang apa saja yang menurut mereka akan berguna saat mengungsi. Bahkan para keluarga bangsawan yang tidak dapat ikut bertarung dalam dungeon break yang terjadi besok, ikut mengungsi dengan membawa semua harta yang mereka miliki. Itu adalah bangsawan yang tidak memiliki keterampilan bertarung, dan menjadi orang yang berpengaruh di kerajaan dengan uang yang mereka miliki.
Sementara, di tempat Gate berada. Berkumpulnya semua petualang kelas atas negara Hallnas di sana untuk menangani terjadinya dungeon break besok. Semua berkumpul untuk membahas situasi rerburuk yang bisa saja terjadi.
" Dungeon break kali ini aku rasa tidak akan mudah untuk di atasi... Kemungkinan terbesarnya, bisa saja negara akan menerima banyak kerugian karena monster - monster yang keluar dari sana. " Seorang Guild Master dari salah satu Guild terbaik di kerajaan Hallnas. Guild Lightning. Light Rank S, Guild Master dari Guild Lightning.
" Benar apa yang Light katakan, bisa saja kita juga menerima kerugian besar dari dungeon break ini. Dan juga kita tidak tahu monster jenis apa yang akan keluar dari sana. " Kata seorang pria berbadan besar sambil menyilangkan tangannya. Pria itu memamcarkan energi sihir yang sangat kuat, energi sihirnya sangat ganas dan sangat mendominasi. Guild Master Tanaka Rank S, dari Guild Shield. Tanaka merupakan Tank terkuat yang ada di nagara Hallnas.
" Aku juga setuju, dengan bantuan dari Guild Holy Sword, aku rasa kerusakan yang akan terjadi di negara juga bisa di minimalisir. Mengingat mereka adalah Guild terkuat dari negara Elf. " Kata seorang wanita dengan ekspresi seriusnya. Tampak ia tidak meremehkan Gate Rank S yang satu ini. Salah satu Guild terbaik di negara Hallnas, Angel Guild. Heilena Rank S Guild Master Guild Angel.
Mendengar penyataan itu dari Guild Master Fame Hiraku, membuat mereka semua terdiam. Namun, apa yang di katakan oleh Hiraku juga tidak salah. Mengingat perselisihan mereka, membuat mereka tidak hanya harus mewaspadai monster yang keluar dari Gate. Akan tetapi, juga semua orang dari Guild Holy Sword yang datang membantu mereka.
" Yang di katakan Guild Master benar, kita harus tetap waspada. Kita semua tahu kalau negara elf memiliki kekuatan tempur lebih besar dari kita. Terlebih lagi, mereka memiliki dua Guild terkuat yang menjadi salah satu kekuatan utama negara. Salah satunya adalah Guild Holy Sword yang menjadi Guild terkuat kedua di negara Elf dengan 10 orang Rank S di dalamnya. Hanya dengan Guild Holy Sword saja, perbedaan kekuatan di antara kita sudah seperti langit dan bumi. Kita tidak boleh kehilangan ke waspadaan kita terhadap mereka. " Ucap seorang pria yang berdiri di belakang Hiraku. Ia adalah Wakil Guild Master dari Guild Fame. Seseorang yang di sebut sebagai master pedang terbaik. Dan sering di sebut sebagai pedang bintang kembar. Rank S, Kaito. Bersama dengan Hiraku, mereka di juluki sebagai pedang bintang kembar yang tak terkalahkan.
Semua orang saling memandang satu sama lain, merenungkan perkataan dari Hiraku dan Kaito yang selalu mewaspadai Guild Holy Sword dari kerajaan Efl yang datang membantu mereka dalam mengatasi dungeon break dari Gate S class ini. Semua orang yang ada di tempat itu, menginginkan kemungkinan terbaik dalam mengatasi dungeon break yang akan terjadi besok. Namun, di sisi lain mereka juga harus mewaspadai Guild Holy Sword. Mereka di buat bingung dengan situasi tersebut.
Seseorang menghelakan nafasnya. Menatap mereka semua dengan tatapan serius. Di saat itu, semua orang diam dan tidak ada satu pun dari mereka yang berani angkat bicara.
" Situasi kita sekarang memang tidak mudah, kita harus menghadapi masalah besar di depan mata besok. Di sisi lain kita juga harus mewaspadai mereka... Jadi kita harus tetap berhati - hati besok, pihak kerajaan juga ikut ambil andil dalam masalah ini, jadi jangan khawatir hal yang tidak pasti untuk saat ini. Kita selesaikan dulu masalah kita, baru kita urus masalah yang lain yang datang. " Ucap Guild Master Lightning Light dengan serius.
Mendengar itu semua orang yang ada di sana menganggukkan setuju dengan perkataan dari Light. Untuk saat ini, mereka semua sepakat untuk mengatasi masalah besar yang akan menimpa mereka besok. Dan akan memikirkan masalah yang akan mendatang nanti. Saat ini, lebih baik memikirkan masalah yang sudah pasti akan terjadi di depan mata.
Di tempat lain. Terdapat sebuah tenda yang mewah berdiri. Tenda itu di jaga oleh banyak elf dengan persenjataan dan armor lengkap. Di sana juga ada banyak elf petualang dari Guild Holy Sword berkumpul di sana.
Di dalam tenda, terdapat 10 orang elf yang duduk di kursi mereka masing - masing. Para elf itu terlihat sedang membahas sesuatu. Semua elf di sana terlihat tenang - tenang saja di hadapan Gate S class
Di dalam tenda, terdapat 10 orang elf yang duduk di kursi mereka masing - masing. Para elf itu terlihat sedang membahas sesuatu. Semua elf di sana terlihat tenang - tenang saja ketika di hadapan Gate S class. Semuanya tampak santai seperti tidak menganggap serius dungeon break tersebut.
Salah satu orang duduk dengan santai dengan kaki di atas meja. Bertanya kepada Guild Master Holy Sword dengan sikapnya yang tidak sopan dan sangat kekanak - kanakan. " Sinji, apa kau yakin kita akan bekerjasama dengan mereka? " Tanya seorang pria dengan santai. Dia anggota Guild Holy Sword, Rank S Touya.
" Benar, apa kau yakib ingin bekerjasama dengan mereka? Para petualang itu petualang terbaik di negara Hallnas. Sepertinya tidak ada apa - apanya di banding kita. Mereka para sampah hanya akan menghalangi saja dan menjadi beban. " Ucap seorang elf cantik dengan kesal saat ia tahu kalau mereka akan bekerjasama dengan manusia yang mereka pandang rendah. Anggota Guild Holy Sword. Rank S Milia.
Para efl dari Guild Holy Sword sangatlah sombong. Mereka sangat memandang rendah manusia, serta makhluk lainnya. Menganggap diri mereka sendiri sebagai orang - orang yang di berkahi, dan yang seharusnya menjadi penguasa mutlak dari dunia cardinal ini sebagai makhluk tertinggi yang tidak tertandingi. Mereka semua, sangat jijik saat mendengar kalau mereka akan bekerjasama dengan manusia rendahan.
Sinji selaku Guild Master dari Guild Holy Sword, menatap Milia dengan tenang. Menanggapi perkataan Milia dengan bertanya " Seburuk itu kah? " Kata Sinji dengan tenang sambil bertanya kepada Milia.
Dengan keras Milia menjawabnya. " Iya, mereka semua sangat buruk dan hanya akan menjadi beban saja! Kita ini sudah lebih dari cukup untuk mengatasi Gate S class ini, petualang Rank S dari kerajaan manusia itu terlihat tidak ada apa - apanya bagi ku! " Jawab Milia.
" Hmmm, aku rasa itu tidak sepenuhnya benar. " Balas Sinji dengan tenang. Mendengar itu semua orang terkejut karena Sinji yang terkuat di antara mereka semua tidak mengakui kalau Rank S lain dari kerajaan manusia lemah. Ini baru pertama kalinya, mereka mendengar hal tersebut. " Entah kalian melihatnya dengan benar atau tidak tapi, setidaknya ada dua orang yang berguna serta memiliki cukup kemampuan. " Lanjut Sinji dengan tenang. Duduk di kursinya dengan tenang layaknya seorang pemimpin.
Sinji bergumam " Hmmm... Kalau tidak salah, mereka di sebut sebagai Bintang Pedang Kembar ya? Siapa ya namanya? Hmmm... Kalau tidak salah namanya Hiraku dan Kaito kan... Dua orang itu sebanding dengan anggota terbaik kita. Kalau mereka berdua masuk ke dalam Guild Kita, aku rasa itu menjadi hal yang mungkin untuk melewati kekuatan dari White Knight. " Kata Sinji dalam hatinya.
" Bagaimana kalau kita lupakan saja soal itu... Toh kita hanya akan menggunakan para sampah itu sebagai tameng garis depan kita. Setelah mereka semua mati, kita akan menyelesaikan Raidnya. Dan negara ini akan berhutang budi kepada kita, dan kita bisa menjadikan negars Hallnas ini sebagai negara bawahan negara Elf. Bukankah itu sesuatu yang bagus, hahaha. " Kata seorang pria berbadan besar dengan percaya diri sambil tertawa. Semua orang pun menunjukkan ekspresi yang senang dengan senyum jahat terlukis di wajah mereka semua.
Di sisi lain, Xi, Katashi dan yang lainnya dalam perjalan mereka menuju ke kediaman Katashi, mereka melihat banyak petualang yang sedang bersiap untuk menghadapi Raid besok. Tampak beberapa dari mereka sangat bersemangat untuk menghadapi Raid tersebut. Mengingat, Raid yang akan mereka hadapi adalah Raid dari Gate S class, pasti terdapat banyak sekali item serta kristal sihir kualitas tinggi. Namun, beberapa di antara mereka tampak sangat cemas dengan Raid besok. Dari mimik wajah cemas yang mereka tunjukkan, sudah dapat di pastikan apa yang sedang mereka pikirkan.
__ADS_1
Entah apa mereka bisa kembali hidup - hidup setelah Raid ini, bagaimana dengan keluarga mereka nanti ketika mereka gugur dalam peperangan ini. Banyak hadia yang di dapat, besar juga kemungkinan mereka tidak selamat.
Tak lama kemudian, dalam perjalan itu mereka bertemu seorang pria kekar membawa sebuah pedang di punggungnya. Pria berbadan kekar itu berlari kencang menghampiri mereka semua. Telihat wajah cemas pada pria itu ketika berlari ke arah mereka.
Namun, beberapa dari mereka salah paham dan menganggap itu sebagai sebuah ancaman. Beberapa dari mereka memasang kuda - kuda siap bertarung melawan pria berbadan kekar itu.
Semakin lama pria berbada kekar itu semakin mendekat. Bersamaan juga ia berteriak memanggil nama salah satu dari mereka.
" Katashi! " Teriak pria berbadan kekar itu sambil melambaikan tangannya. Pria itu terlihat cemas ketika melihat Katashi yang baru saja kembali setelah pergi beberapa hari tanpa kabar sedikit pun.
Katashi menanggapi itu dengan senyum senang sambil membalas. " Ayah! Aku di sini! " Balas Katashi yang senang.
Mendengar ucapan Katashi. Membuat semua orang terkejut, kecuali teman - teman Katashi, karena mereka sudah tahu. Saat Katashi menyebut pria berbada besar itu " Ayah " mereka yang mengangkat senjata dan waspada tadinya merasa malu. Dan pelan - pelan menyembunyikan senjata mereka untuk menyembunyikan rasa malu mereka.
" Katashi... Apa kau baik - baik saja? " Tanya pria kekar itu ketika sampai. Pria itu adalah ayah Katashi, dan merupakan petualang Rank A dari Guild Fame. Namanya adalah Katasuri.
" Jangan khawatir ayah, aku baik - baik saja! " Balas Katashi sambil tersenyum senang.
Mendengar jawaban itu keluar dari mulut anaknya sendiri, ia merasa legah, karena melihat anaknya benar - benar baik - baik saja. Ia pun juga senang ketika melihat teman - teman Katashi juga baik - baik saja. Tadinya ia khawatir karena Katashi mengambil Quest menjelajahi dungeon tingkat tinggi bersama teman - temannya.
Katasuri juga merasa sangat aneh kepada orang - orang dari serikat petualang. Memberikan petualang Rank rendah seperti mereka untuk menjelajahi dungeon tingkat tinggi. Walau henya sekedar menjelajahi, itu juga merupakan sesuatu yang sangat berbahaya, karena ada sebuah kemungkinan besar kalau mereka akan di serang oleh monster. Dan juga, monster yang berada di dungeon tingkat tinggi tidak akan pilih - pilih mangsa. Siapa pun yang mereka lihat di hadapannya, akan mereka serang selagi itu bukan satu ras dengan mereka.
Katasuri menghelakan nafas legahnya. Dia benar - benar sangat bersyukur karena anaknya bisa kembali dengan selamat. Katasuri membuka matanya kembali, dan ia terkejut karena ada orang lain selain teman - teman Katashi yang belum pernah ia lihat. Itu membuatnya menjadi terkejut, dan secara tidak sengaja ia juga mengabaikan teman - teman Katashi yang baru.
" Aa maafkan aku, aku tidak melihat kalian di sana... Aku sungguh minta maaf... " Ucap Katasuri sambil meminta maaf dengan tawa yang canggung. Itu ia lakukan karena bingung harus mengatakan apa kepada mereka.
Mendengar permintaan maaf itu, Xi dengan tenang menanggapinya. " Tidak masalah... Itu sering terjadi, aku mengerti apa yang kau khawatirkan... " Balasnya dengan tenang.
Katasuri sedikit terkejut setelah mendengar itu. Ia tidak menyangka kalau temannya Katashi, walau terlihat usia mereka sama, namun tampak pemuda berambut putih ini bersikap lebih dewasa dari pada anaknya. Dari nada bicaranya yang tenang, serta tingka lakukanya yang sopan, membuat pemuda berambut putih itu terlihat sangat berkarisma di mata nya.
" Aku tidak percaya bisa bertemu pemuda hebat seperti dirimu, walau terlihat seumuran dengan putraku tapi kau lebih baik dan lebih dewasa darinya, ini benar - benar sesuatu. " Kata Katasuri.
Mendengar tuan mereka di puji oleh seseorang, membuat mereka semua sangat senang dan bangga. Terumata Airis, ia benar - benar terlihat sanggat senang ketika tuannya di puji oleh seseorang.
Melihat hal tersebut, Katashi berekspresi aneh sambil berkata dalam hatinya. " Yang di puji kan Kak Xi, lalu kenapa kau yang bangga? " Kata Katashi. Ia sedikit merasa aneh dengan sikap Airis yang seperti itu, berbeda dengan dulu ketika berada di kota Jisa. Saat petualang mereka di dalam alas perpindahan, ia dapat melihat kehebatan Airis dalam ilmu pedangnya yang luar biasa, serta tatapan tajam dan ganas yang selalu ia tunjukkan kepada setiap orang yang ia temui. Namun, dengan apa yang ia lihat sekarang, itu benar - benar berbeda dengan apa yang ia bayangkan.
" Kalian pasti lelah, ayo mampi ke rumahku, sebagai tanda terimakasih ku kepada kalian karena sudah mengantar Katashi jauh - jauh untuk pulang. " Ajak Katasuri kepada mereka semua.
Xi tanpa ragu membalasnya. " Baiklah aku tidak keberatan, lagi pula sedikit sulit mencari penginapan di tempat ini. " Balasnya menerima ajakan dari Katasuri.
" Bagaimana dengan kalian? Paman masih punya banyak daging sapi di rumah! " Tanya Katasuri pada teman - teman satu Party Katashi.
Mendengar pertanyaan serta ajakan Katasuri, dengan berat hati mereka menolaknya. Itu karena, mereka khawatir dengan kondisi keluarga mereka sekarang. Terlebih lagi, melihat Gate S class yang sangat besar ada di depan mereka membuat mereka menjadi tambah khawatir.
" Maaf paman, mungkin lain kali saja... Aku harua pulang untuk melihat keluargaku. " Kata Jago menolak dengan ramah ajakan dari ayah Katashi.
" Benar paman, aku juga telah keluar terlalu lama, aku yakin orang tua ku saat ini sedang khawatir. Jadi aku akan pulang. " Lanjut Hanaka yang juga tidak bisa menerima ajakan ayah Katashi karena memiliki alasannya tersendiri.
Mendengar semua jawaban dari teman - teman Katashi membuatnya menjadi sedikit sedih dan kecewa. Tapi apa yang mereka katakan juga tidak salah, jadi Katasuri tidak memiliki alasan untuk menahan mereka.
" Aist... Sayang sekali, padahal dagingnya masih banyak... Tapi tidak apa, pastikan lain kali kalian mampir ya... " Ujar Katasuri.
" Baik paman! Kalau begitu, kami akan pulang dulu. " Balas Jago, berpamitan kepada mereka semua sebelum ia dan Hanaka pergi.
Setelah Jago dan Hanaka pergi, Katasuri mengajak mereka semua untuk mampir ke rumahnya. Dalam perjalanan, mereka juga sempat berbincang - bincang mengenai Gate S class yang muncul sudaj dua hari itu. Katasuri juga menceritakan tentang Guild Holy Sword dari negara Elf yang datang untuk membantu.
Sesampainya mereka di rumah Katashi, terlihat rumah yang cukup besar namun juga sederhana. Katasuri mau pun Katashi menyambut mereka semua dengan hangat, dan menyedukan kepada mereka semua sebuah teh hangat untuk di minum.
" Maaf Kak hanya ini saja yang kami punya... Tapi, aku harap ini bisa memuaskan kak Xi. " Kata Katashi yang sedikit murung dan merasa tidak enak karena menyedukan sebuah teh kualitas rendah kepada mereka.
Sementara itu, Xi dengan entengnya meminum teh yang di sajikan oleh Katashi. Sambil meminum teh yang masih hangat itu, Xi berkata. " Aku bukanlah orang yang baik, dan juga tidak pandai berbicara... Tapi, ini enak. " Kata Xi dengan santai, ia tidak mempermasalahkan hal - hal kecil seperti itu.
" Apa kau serius kak? Tapi... Itu bukan teh yang bagus loh... " Balas Katashi.
Xi pun menanggapi hal itu dengan berkata " Tidak apa - apa, walau sederhana setidaknya harus di nikmati bukan? Bahkan sesuatu seperti ini sulit untuk ku dapatkan dulu... " Kata Xi sembari mengingat masa lalunya saat masih di bumi. Xi dulu di rawat oleh seorang pria tua yang sudah lanjut usia, mendapatkan makanan sederhana saja sudah suatu kenikmatan untuk mereka. Karena itu lah Xi tidak membeda - bedakan makanan yang dia dapat. Selagi itu layak untuk di konsumsi, Xi akan memakannya tanpa masalah.
Mendengar perkataan Xi membuat Katashi sedikit terkejut. Walau terdengar tenang, namun Katashi masih bisa merasakan kesedihan saat Xi mengatakan hal tersebut. Ia pun yakin pasti pernah terjadi sesuatu pada Xi dulu yang membuat dirinya tidak ingin mengingatnya lagi. Selain itu, Katashi bergumam dalam hatinya " Kak Xi memang sangat kuat, terkadang orang yang kuat sangat angkuh dan pilih - pilih dalam segala hal tapi, kak Xi berbeda dengan mereka... Walau sederhana, aku bisa melihat kalau ia benar - benar menikmatinya. Dia tidak hanya kuat, tapi juga dewasa. Dan yang paling penting, dia tidak sombong seperti kebanyakan orang kuat pada umumnya... Yah walau terkadang dia juga dingin dan sering mengabaikan orang lain sih. " Kata Katashi dalam hatinya. Melihat Xi seperti itu, benar - benar membuat dirinya sangat kagum. Dia sangat mengagumi Xi dari lubuk hatinya yang terdalam, dan selalu menganggapnya sebagai petualang terhebat dalam hatinya.
Selang beberapa waktu, Katashi baru ingat. " Oh iya Kak, besok akan terjadi dungeon break, apa yang akan kau lakukan? " Tanya Katashi kepada Xi. Mengingatkan Xi memaksa masuk ke dalam kota tanpa memperdulikan peringatan dari penjaga yang menjaga gerbang masuk tadi.
Mendengar pertanyaan itu, Xi hanya diam. Namun, Astia menjawab pertanyaan yang di tanyakan Katashi pada Xi. " Bukankah sudah jelas, Tuan ku akan mengatasi dungeon break ini. " Ucap Astia.
Katashi yang mendengar itu tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya. " Apa! Kalian ingin menghadapi Gate Break S class ini? Bukankah itu terlalu berbahaya? Setidaknya Guild besar di negara ini sudah turun tangan untuk mengatasinya, kalian tidak perlu ikut terseret ke dalam bahaya itu. " Balas Katashi yang terkejut. " Aku tahu niat kalian baik ingin membantu membereskan masalah ini tapi, Guild - Guild besar itu sangat sulit untuk di ajak kerjasama... Terlebih lagi, kata ayah kalau ada guild besar dari negara elf yang ikut membantu... " Lanjut Katashi. Namun sebelum ia selesai berbicara, Xi sudah memotongnya.
" Sudah aku katakan, aku ini bukan orang yang baik... Masalah Gate ini tidak ada hubungannya dengan aku membantu negara ini atau membantu Guild - Guild besar itu, tapi aku melakukannya hanya untuk bersenang - senang, dan tentu saja juga untuk ke untungan diriku sendiri. Toh, aku juga tidak punya niatan untuk bekerjasama dengan mereka. Mereka bukan hanya tidak berguna, tapi juga beban jika aku bekerjasama dengan mereka... Itu sungguh merepotkan. " Kata Xi dengan tenang.
Mendengar itu Katashi terdiam membeku dengan ekspresi wajah aneh. Sambil menunjuk ekspresi senyum canggungnya, ia bergumam " Haha... Beban? Guild besar dari negara ini setidaknya memiliki satu atau dua S rank di dalamnya... Dan ia mengatakan kalau mereka hanyalah beban. Terlebih lagi Guild Holy Sword itu memiliki 10 S rank di dalamnya. Entah ini kepercayaan diri atau kesombongan, tapi... Ini terlalu berlebihan mengatakan kalau S Rank itu hanya beban. " Kata Katashi dalam hatinya.
__ADS_1
Pada hari itu pun, mereka semua menikmati makanan daging sapi panggang yang di Makasakan oleh Katasuri, sebelum mereka menghadapi Gate Break yang terjadi besok siang.