
Pertarungan terus berlangsung dengan sangat sengit. Para Apocalyps di sibukan dengan Darkness Army yang memiliki kekuatan yang luar biasa kuat. Saat itu tidak ada yang bisa menenangkan keduanya. Daratan di penuhi teriakan para monster yang saling bertarung dengan Darkness Army. Mereka yang mati, bangkit kembali menjadi Darkness Army.
Di langit, terdapat banyak monster yang dapat terbang, hingga mereka mampu menutupi matahari saat itu. Para monster membuat keributan yang sangat besar, bahkan jika dewa saat itu turun tangan, mereka, tidak akan dapat menghentikan ratusan juta monster saat itu.
Di langit di penuhi dengan segala jenis naga besar mau pun kecil, Burung - burung monster terus berterbangan menyerang para Darkness Army, Griffin, dan yang lainnya.
Saat itu pertarungan yang sangat mengerikan terjadi antara Xi melawan Magna. Dua orang yang memimpi pasukan besar yang ada di sana, melakukan pertarungan habis - hanisan. Namun dalam pertarungan mereka, tampak Magna saat itu, terus di pojokan oleh Xi tanpa bisa memberikan perlawanan yang berarti.
Berkali - kali ia terseungkur di tanah karena pukulan keras dari Xi. Dan berkali - kali pula ia melepaskan serangannya kepada Xi, namun semuanya meleset. Daratan tempat mereka bertarung, telah berubah menjadi daratan yang di penuhi dengan api serta darah para monster. Di sana perang besar - besaran berlangsung.
" Kau tak kan ku biarkan hidup! " Ucap Magna dengan keras. Melepaskan serangannya kepada Xi. Nafas naga yang sangat kuat menghantam Xi dengan telaknya.
Namun, nafas naga yang kuat itu tidak mengoresnya sedikit pun. Saat dirinya sedang sibuk melawan Magna, raksasa dengan ukuran yang besar mengarahkan tinjunya kepada Xi.
Xi yang menyadari hal itu, segerah ia menghindari. Pukulan Raksasa tersebut meleset. Namun akibatnya tinju kuatnya menghantam ke tanah, hingga mengubah daratan tersebut menjadi kawa api yang panas.
" Kau bisa menghindari nya! Selanjutnya tidak akan meleset! " Ucap The Giant King mengarahkan tinju besarnya kepada Xi. Di waktu yang sama, Magna juga melepaskan nafas apinya. Dan dua kekuatan besar saling bertabrakan. Akibatnya menyebabkan ledakan yang besar dengan gelombang kejut yang kuat.
Kedua serangan itu mengenai Xi dengan telaknya. Namun, dari belakang, sebuah pedang yang terbentuk dari kepadatan sihir berwarna merah menghantam Magna dengan keras nya, hingga mmebuat Magna jatuh kebawah.
Magna terkejut dengan kekuatan besar tersebut. Bahkan sampai membuat kulit kuat, keras dan tebalnya sampai hancur. Ia menoleh untuk melihat siapa yang menyerangnya saat itu. Dan tampak di langit, terdapat sosok hitam dengan sinar merah menyelimuti nya. Sosok tersebut memberikan tatapan tajam kepada Magna..
__ADS_1
Rambut hitam kemerahan panjang, dengan ukuran tubuh layaknya manusia, serta wujudnya tampak seperti manusia. Saat itu sosok tersebut memegang sebuah pedang merah, yang mirip seperti Katana. Melihat sosok tersebut membuat Magna membuka matanya lebar - lebar.
Magna sangat familiar dengan sosok tersebut, dan berkata sambil menatap sosok nya " Bagaimana mungkin... Bagaimana mungkin dia bisa jadi Darkness Army? " Ucapnya dengan mata yang terbuka lebar serta keringat muncul di wajah naganya itu. " Sosok yang amat hebat dan tidak pernah melarikan diri dari pertempuran... Dan sosok yang sangat di takuti... Sang raja pembunuh Ashura! " Lanjutnya sambil menatap sosok yang ada di langit.
Saat kata - kata itu jatuh, sebuah suara muncul dan berbicara kepada dirinya. " Sudah aku duga kau pasti mengenalnya. " Ucap seseorang dari balik tebalnya asap akibat ledakan.
Magna pun menoleh, dan berkata " Bagaimana kau bisa mengalahkannya? " Tanya Magna kepada Xi saat itu yang muncul dari balik tebalnya asap.
Sebelum Xi menjawabnya, tepat di belakang nya The Giant King muncul dengan sebuah kepalan tangan yang berlapisan api yang panas. Ia mengarahkan tinju kuatnya kepada Xi yang sedang berbicara dengan Magna.
The Giant King menggunakan kemampuan tertinggi untuk menyerang Xi saat itu. clash fire giants of destruction, sebuah Skill Awaken miliknya, yang dapat menghancurkan serta membakar habis sebuah benua hanya dengan satu pukulannya. Saat itu ia tidak hanya menggunakan clash fire giants of destruction, namun ia juga menggunakan skill Seven Deadly Sins. Greed King Mammon.
Dimana Skill ini memiliki dua kemampuan utama. Yaitu, mencuri kemampuan serta energi sihir milik orang lain. Dan kedua mengubah kemampuan dan energi sihir yang di curi, menjadi sebuah serangan tunggal.
Saat Xi berbicara kepada Magna, ia berkata. " Untuk orang yang akan mati tidak perlu tahu! " Ucapnya saat itu. Dan tanpa semua orang sadari saat itu, The Giant King telah terbunuh dengan seluruj tubuhnya terpotong - potong.
Sebelum pukulan kuat dari The Giant King menghantam Xi. Xi menggerakan sabitnya dengan sangat cepat hingga tidak dapat di lihat oleh siapa pun, dan berakhir dengan The Giant King terbunuh.
" Aku panasaran bagaimana kalau kau menghadapi rekanmu sendiri. Bangkit. " Ucap Xi, sambil menatap tajam Magna saat itu. Ia membangkitkan kembali The Giant King. Dan saat itu The Giant King langsung melepaskan tinju kuatnya kepada Magna.
Magna yang di pukul oleh The Giant king pun menjadi marah. Ia melepaskan nafas apinya pada The Giant King, sambil berkata " Dasar penggangu! " Ucapnya dengan keras. Dan tiba - tiba waktu di seluruh dunia pun terhenti.
__ADS_1
Saat itu di waktu yang berbeda, Di tempat lainnya yang sangat jauh. Tempat di mana Xi sedang berhadapan dengan dewa laut.
Dalam domain dewa laut, ia terus melepaskan serangan berskala besar, serta serangan area nya kepada Xi saat itu. Namun setiap serangannya di blokir dengan mudahnya hanya dengan sebuah tebasan pedang. Saat itu domain dewa laut yang tenang menjadi kacau karena keberadaan Xi yang tidak kunjung dapat di kalahkan olehnya.
Dewa laut menciptakan sebuah klon dirinya yang sangat besar karena marah. Ukurannya lebih besar dari dunia di domain dewa laut. Jika di dunia nyata, klon tersebut bahkan lebih besar dari dunia itu sendiri.
" Akan aku akhiri kau! Penghancuran lautan semesta! " Ucap Dewa laut dengan sangat keras kepada Xi.
Xi yang di hadapkan dengan kekuatan dengan skala yang sangat besar itu, ia masih tampak tenang. Lalu ia memegang pedangnya dengan erat, sambil mengambil sebuah kuda - kuda untuk menyerang. Pedang nya, matanya, dan seluruh tubuhnya di selimut dengan niat membunuh, serta energi sihir yang sangat padat.
Ia menatap pada serangan tersebut, dan bersiap untuk melepaskan serangannya. Namun saat itu dewa laut hanya bisa tertawa melihat tindakan bodoh serta naif dari Xi yang mencoba memblokir serangannya hanya dengab tebasan pedang.
" Huahahaha! Apa otak mu sudah rusak! Kau mencoba untuk menghentikan nya? Dasar bodoh! " Ucap dewa laut dengan keras sambil menghina serta mengejak Xi saat itu.
" Ini lah Akibatnya jika kau berani untuk melawan salah satu dari 7 dewa utama! " Ucap dewa laut dengan keras sambil meninggikan dirinya sendiri yang merupakan salah satu dari 7 dewa utama.
Xi membuka kedua matanya. Mata merah menyalah dengan niat dan tidak aura membunuh melapis nya, dan ia menarik pedangnya perlahan dengan pedangnya memancarkan niat serta aura membunuh.
" Tiga Tebasan kematian! " Ucapnya dan mulai manrik pedangnya daru sarungnya. " Tebasan pertama, Tebasan kematian hitam! " Lanjutnya dan nemebaskan pedangnya dengan sangat cepat ke arah klon dewa laut saat itu.
Dalam tebasan itu, seolah waktu menjadi melambat, ruang dan waktu terpotong, langit dan lautan terbalah, domain dan dunia terpotong menjadi dua bagian. Tebasan yang amat kuat dan taham, memotong segala nya. Saat itu, Klon milik dewa laut, domain, daratan, lautan, langit, ruang dan waktu terpotong olehnya. Dan menyebabkan kekacauan waktu saat itu juga.
__ADS_1
Dan domain serta serangan kuat milik dewa laut hancur. Dewa laut yang melihat hal tersebut hanya bisa terkejut diam mambeku serta tercengang dengan apa yang ia lihat di hadapannya.