LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 152


__ADS_3

Pintu masuk dari menara misterius saat ini belum terbuka, selama kemunculannya belum ada satu orang pun yang masuk ke dalam. Karena saat kemunculan menara misterius, menara selalu di keliling oleh penghalanh sihir yang ganas dan tidak dapat di lewati. Apa bila mereka melewati penghalang sihir tersebut, maka akan terbakar hingga mati.


Saat ini penghalang sihir telah hilang dan hanya perlu menunggu untuk pintu masuk terbuka. Mereka sangat bersabar menunggu untuk masuk kedalam.


Di samping itu Airis sangat senang bermain dengan Snowball yang manis, dia selalu menpel dengan snowball setiap saat.


" Airis sungguh dekat sekali dengan snowball... " Ucap Yumiko sambil menatap mereka yang sedang asik.


" Ya, walau begitu Snowball bukanlah makhluk biasa. " Ucap Xi.


Yumiko bingung kenapa Xi menyebut snowball bukan makhluk biasa, dengan tampilannya yang manis itu, apakah ada sesuatu yang mengerikan tentang snowball.


Karena bingung Yumiko pun bertanya. " Memangnya ada apa? " Tanya Yumiko kepada Xi.


Xi menarik nafasnya dan menjawab. " Snowball bukanlah makhluk peringkat lemah. Dia itu seekor naga yang sedang menyamar. " Jawab Xi dengan pelan.


Alasan Xi mengatakan itu sambil berbisik karena tidak ingin orang lain mengetahuinya. Yumiko yang mendengar itu dari Xi terkejut. Bagaimana mungkin makhluk kecil dan manis itu adalah seekor naga.


" Ta... Tapi bagaimana itu bisa sekecil ini? " Tanya Yumiko dengan pelan.


" Alasannya mudah, itu karena dia sedang dalam masa tumbuh... Snowball sudah memakan banyak kristal sihir dan juga Beast Core. Sepertinya saat di dalam menara nanti dia akan berubah ke bentuk naganya. " Jawab Xi dengan pelan.


" Tapi kenapa bisa secepat itu? " Tanya Yumiko lagi.


" Hmmmm... Mungkin sudah bawaannya. Kau pasti tahu kalau Snowball lebih pintar dari pada monster yang setingkat dengannya sekarang iya kan? " Ucapnya sambil bertanya.


" Aku juga berpikir demikian... Apa snowball akan memusuhi kita nanti saat dia berevolusi menjadi naga? " Ucap Yumiko sambil bertanya.

__ADS_1


" Entahlah... Kita lihat saja itu nanti. " Jawab Xi dengan ringan. ' Aku mendapatkan info itu dari system saat mendapatkan snowball... Aku penasaran akan menjadi naga seperti apa dirinya. ' Gumam Xi yang menantikan Snowball berevolusi menjadi naga.


Setelah 5 Jam mereka menunggu, akhirnya gerbang masuk menara misterius terbuka. Mereka yang telah menunggu selama berhari - hari sangat senang karena hari ini gerbangnya terbuka.


Saat gerbang itu tebuka lebar, mereka mulai memasuki menara misterius bersama dengan partynya. Saat mereka melewati pintu gerbang, secara acak mereka terpisa dari party - party lainnya di lantai satu.


Xi dan yang lainnya mereka masuk bersama, dan saat mereka telah memasuki menara misterius. Mereka menempati lantai satu dengan kawasan tanah tandus, di sana hampir tidak memiliki pepohonan yanh hidup dengan subur.


" Terpat ini terasa familiar. " Ucap Airis.


" Oh... Apakah ini tempat dimana para high troll berada? Ini sangat mirip. " Ucap Astia.


" Mungkin memang mirip, tapi... Ada yang datang... " Ucap Xi dengan ringan dan merasakan ada sesuatu yang mendekati mereka dari bawah tanah.


Sesuatu bergerak dengan kecepatan tinggi dari bawah tanah ke arah mereka, sesutau yang seperti itu bukanlah monster yang berukuran kecil. Dari bawah tanah munculnya dia di bawah kaki mereka semua, dengan sigap mereka menghindarinya.


Yumiko dengan sihir esnya, dia memunculkan beberapa tombak es dan menjatuhkannya ke arah makhluk itu bergerak. Namun serangannya tidak mengenai makhluk tersebut dan dia bertambah menjadi gesit.


" Yumiko - sama... Monster ini sangat cepat dan punya kulit yang keras. " Ucap Astia sambil menyerang tubuh monster itu yang muncul di permukaan.


" Iya, bahkan serangan kita tidak bisa menembus kulitnya... " Ucap Yumiko yang setujuh jika monster itu memiliki kulit yang keras.


Dari atas Xi memukul ke arah monster itu bergerak, namun monster itu masuk kedalam tanah lebih dalam, dan pukulan Xi tidak mengenainya.


" Monster ini cukup pintar juga... Setidaknya monster ini berada pada tingkat A+ " Ucap Xi sambil memunculkan api hitam dan menyemburkannya ke dalam lubang yang di buat oleh monster itu.


Lubang yang di buat oleh monster itu di banjiri oleh api hitam yang sangat panas. Karena api hitam yang memenuhi tempat itu membuatnya kepanasan dan dengan paksa muncul di permukaan.

__ADS_1


Kemunculannya dengan cara yang memaksa membuatnya tidak dapat bergerak sementara. Saat dia muncul banyak rantai yang terbuat dari kegelapan mengikat dirinya dan membuatnya tidak dapat mesuk ke dalam tanah kembali.


Sesaat saat monster itu tidak dapat bergerak, serangan sihir es dan Holy menghantamnya dan membuat kepalanya terluka dan sebagian membeku.


" Hehe... Rasakan itu! " Ucap Astia dengan senang karena serangannya melukai monster tersebut.


Dengan gerakannya yang cepat Airis menebas monster itu dengan kuat dan ketajaman pedangnya meningkat saat dia menggunakan skill miliknya. " Haha... Monster sialan, pagi - pagi udah buat kamj repot saja... Mati lah. " Ucap Airis sambil tertawa dan mengarunkab pedangnya dengan cepat sehingga membuat kepala monster tersebut hancur.


Monster tersebut terbunuh dan beberapa item muncul. Itu mana kristal, kristal sihir dan juga taring tajam milik monster tersebut, dan juga kulit keras miliknya. Sebuah bahan - bahan yang sangat cocok untuk di jadikan sebuah armor yang kuat, dan juga senjata yang tajam.


Setelah item - item tersebut muncul, snowball turun dari bahu Airis dan mengambil kristal sihir / mana yang berasal dari monster itu lalu memakannya dengan lahap dan sangat senang.


" Ya ampun... Si kecil ini mulai lagi deh... " Ucap Airis yang melihat snowball memakan kristal yang berasal dari monster tersebut.


Yang lainnya berjalan mendekat dan melihat Snowball makan, melihat snowball makan dengan manis dan sangat lahap. Mereka melihatnya dengan sangat senang.


Setelah snowball memakan habis kristal sihir / mana, tiba - tiba tubuhnya bercahaya terang bewarna putih ke biruan. Energi sihir yang berasal dari snowball sangatlah murni, dan itu membuat mereka terkejut dengan apa yang terjadi pada snowball.


" Haa... Apa yang terjadi? " Tanya Airis dengan khawatir dengan kondisi snowball.


" Apakah dia terlalu banyak mengkonsumsi kristal mana / sihir! Hingga membuat tidak dapat menahan energi sihir tersebut. " Ucap Astia.


" I ini... "


" Sudah aku duga... Hmmm tapi tidak aku percaya kalau dia sudah naik tingkat saat di lantai satu. " Ucap Xi dengan ringan yang sejak awal sudah mengetahui situasi dari snowball.


Tak lama snowball berubah menjadi sedikit besar, cahaya putih mulai menutupinya. Setelah beberapa menit, cahaya itu memudar dan snowball berubah menjadi telur naga yanh sangat indah.

__ADS_1


__ADS_2