
Keberadaan misterius muncul di langit. Sosok itu melepaskan sebuah kekuatan putih dalam jumlah besar yang menutupi seluruj langit tanpa terkecuali. Energi yang begitu besar dan mengerikan yang terlihat seperti cahaya itu bukanlah kekuatan suci, melainkan itu adalah kekuatan kematian tertinggi.
Hal itu memberikan sebuah tekanan yang sangat gila kepada semua makhluk yang ada di sana. Selain mereka yang berada di peringkat SS - SSS ke atas, semua akan terbunuh di bawah tekanan sekuat itu. Untuk mereka yang sekelas dewa sekali pun akan merasakan sebuah tekanan yang luar biasa seperti di timpa oleh ribuan gulung di punggungnya.
Itu begitu luar biasa bahkan sampi membuat Dewa Jahat Bencana yang merupakan seorang dewa merasa tertekan dan tidak dapat bergerak sedikit pun.
Perbedaan level kekuatan di antara keduanya terlalu jauh, itu bagaikan langit dan bumi.
Dewa Jahat Bencana tidak dapat melakukan apa pun selain berdiam diri di tempatnya. Di gemetar ketakutan ketika sosok itu turun dari langit berjalan ke arahnya penuh dengan kengerian.
Selain para monster yang ada di pihak Dewa Jahat Bencana, semua orang yang berasal dari Asgar tidak menerima tekanan tersebut. Namun, mereka semua dapat mengetahui betapa kuatnya sosok itu. Bahkan jika mereka semua menggabungkan kekuatan mereka semua dan saling bekerja sama untuk menghadapi orang itu sendirian, mereka dapat menyakini kalau mereka tidak memiliki kesempatan menang sedikit pun.
" Benar - benar kuat... Bahkan kekuatannya sampai membuat Dewa Jahat Benacana terdiam seperti patung. " Ucap Zyx.
" Ini terlalu kuat dan berlebihan, kita juga tidak tahu dia musuh atau bukan tapi... Jika benar kalau dia musuh kita, aku rasa kita akan di musnahkan olehnya hanya dengan jentikan jarinya saja. " Ujar Ashura. Walau Ashura adalah pasukan kegelapan yang berbentuk spirit. Tapi dia dapat merasakan dengan pasti jika menghadapi orang itu akan membuatnya langsung mati tanpa bisa bangkit kembali.
Dari semua bawahan Xi yang menjadi pilar, Fai yang terkuat di antara mereka bahkan sampai gemetar ketakutan merasakan kekuatan yang begitu mengerikan dari sosok tersebut. Wajahnya penuh keringat dan bahkan sampai pucat. Ketika orang itu menampakkan dirinya, Fai merasa gelisah dan sangat takut.
" Kita benar - benar tidak punya kesempatan untuk menang melawannya! " Ucap Fai dengan putus asa.
Semua orang berada dalam posisi yang membingungkan. Di depan mereka terdapat Dewa Jahat Bencana yang bahkan dapat membunuh mereka semua, dan sekarang muncul satu lagi yang bahkan juah lebih kuat dari Dewa Jahat Bencana.
Mereka sudah tidak dapat berpikir dengan jernih lagi ketika menghadapi situasi tersebut.
Sementara itu, ketika semua orang merasakan rasa takut karena sosok tersebut. Hanya Melia seorang saja yang terlihat tidak takut dan sepertinya dia sangat mengenal kekuatan tersebut.
Dia mengenal dengan jelas sosok yang memiliki kekuatan besar dan gila itu. Kekuatan yang begitu luar biasa yang dapat membuat semua dewa gemetar ketakutan hanya dengan merasakannya. Sosok yang paling kuat di eranya dan berkuasa penuh atas seluruh jiwa jiwa kematian di setiap dunia yang ada di galaxy bahamut.
Sosok yang pernah menjadi pemimpin dari seluruh Klan Dragon di dunia Kardinal dan yang pertama dalam sejarah Klan Dragon yang menjadi Kaisar bagi para dragon lainnya yang sangat di takuti dan di segani.
Tiada satu pun di dunia ini yang menjadi lawan tandingnya.
" Itu... Itu benar - benar kau... " Ucap Melia sambil menangis. Melihat sosok itu membuatnya sangat senang dan bahagia. Air matanya yang berjatuhan bukanlah air mata kesedihan, tapi kebahagiaan. Sosok itu adalah orang yang paling dia cintai selama hidupnya, tidak ada pria yang paling di cintai olehnya selain orang itu.
Sang Dewa Kematian Krey kini ada di hadapannya, ada di hadapan mereka semua. Turun dengan seluruh kekuatannya yang tersebar dan menutupi seluruh dunia Kardinal dari dunia luar.
" Krey!! Itu benar - benar kamu?!! " Ucap Melia dengan keras. Berteriak memanggil nama orang yang paling di cintainya.
Dari atas, orang itu Krey mendengar suara Melia yang menanggil dirinya. Krey melirik ke arah Melia dengan sebuah senyuman yang manis. Senyuman itu hanya di tunjuk kannya kepada Melia, bukan ke orang lain.
Ketika itu Melia sangat senang karena itu benar - benar suaminya. Krey sang Dewa Kematian.
" Tunggulah aku disana, aku akan menemuimu setelah menghancurkan si bodoh ini. " Ucap Krey kepada Melia. Suaranya lembut dan merdu seperti kicauan burung di pagi hari, menenangkan hati Melia yang sangat sedih selama ini.
__ADS_1
Melia dengan patuh mengangguk dan menunggu Krey di tempatnya. Tidak sedikit pun Melia bergerak dari tempatnya sampai Krey datang menghampiri nya.
Krey memberikan sebuah senyuman yang manis kepada Melia. Kemudian setelah itu dirinya mengalihkan pandangannya dari Melia dan mulai menatap Dewa Jahat Bencana dengan tatapan tajam nan sinis.
Kedua matanya di penuhi dengan aura kematian dan niat membunuhan yang sangat besar. Itu bersinar seperti sebuah matahari yang apinya berwarna merah seperti darah.
Krey menggerakkan tangannya yang memegang sebuah sabit hitam. Mengacungkan sabit tersebut kepada Dewa Jahat Bencana dengan di penuhi niat membunuh.
" Ini adalah ampunan dariku untukmu. Yaitu... Kematian! " Sebelum Krey Selesai berbicara, ia menebaskan sabitnya sekali.
Dalam satu tebasan sabitnya itu, membuat sebuah goresan yang membentang luas di udara. Hal itu membuat Dewa Jahat Bencana terbelah menjadi dunia. Bukan hanya tubuhnya yang terpotong, tetapi jiwa, akal dan kekuatannya telah di lenyapkan sepenuhnya.
Dalam tebasan itu juga menyebabkan sebuah retakan dimensi yang sangat besar dan menyedot sisa - sisa tubuh kosong dari Dewa Jahat Bencana dan membuangnya ke dalam Void.
Setelah tubuh Dewa Jahat Bencana sepenuhnya tersedot ke dalam retakan dimensi dan di buang ke end Void. Krey menutup retakan Dimensi end Void yang dapat menyedot apa pun ke dalamnya dengan mudah hanya dengan menjentikan jarinya saja.
Retakan Dimensi itu sepenuhnya seketika langsung tertutup kembali dan dimensi di seluruh dunia pada Galaxy bahamut kembali seperti semula sepeti tidak terjadi apa pun.
Semua orang yang menyaksikan kekuatan yang begitu gila dan sangat luar biasa yang tidak masuk akal sehat hanya bisa terdiam tercengang. Rahang mereka semua jatuh ke tanah. Semuanya membeku seperti patung.
Wajah mereka penuh dengan keringat dan tidak percaya.
" Itu tidak masuk akal... Apakah ada kekuatan semacam itu di dunia ini? " Ucap Fai sambil bertanya.
Kematian dari Dewa Jahat Bencana menjadi bencana terakhir yang mengancam dunia. Kini semuanya telah di selesaikan oleh seorang Dewa Kematian Krey dengan menggunakan sabit hitamnya.
Setelah kematian dari Dewa Jahat Bencana, Krey menyimpan kembali sabit hitamnya ke dalam sebuah space. Setelah itu, ia berbalik kemudian turun dari langit. Tujuannya kala itu hanya satu, yaitu istrinya yang tercinta.
Di bawah sana Melia dengan sabar dan senang hati menunggu Krey yang turun sedang menuju ke arahnya. Ketika Krey menginjakkan kakinya ke tanah, semua orang yang ada di sana hanya terdiam mematung. Entah apa yang mereka pikirkan kala itu tapi yang pasti tidak satu pun dari mereka ada yang berani untuk bergerak.
Melia berlari dengan langkah kecilnya, dengan senang dirinya melompat dan memeluk Krey dengan eratnya. Rasa rindu akan seorang yang di cintainya sangatlah besar, itu tidak dapat terbayangkan oleh apa pun.
Selama 20.000 tahun mereka terpisah dan terakhir kali hanya bertemu sekilas dalam wujud spiritnya. Itu tidak dapat mengobati dan mengisi kekosongan hatinya saat itu. Namun sekarang semuanya telah terbayarkan. Kini dia benar - benar bertemu dengan Krey kembali.
Melia tidak sedikit pun mengendurkan pelukannya terhadap Krey, ia menangis sedih sekaligus bahagia di pelukan Krey sambil berkata " Kau dasar laki - laki sialan... Dengan kekuatan mu ini seharusnya tidak sulit untuk kita bertemu lebih awal. Kau benar - benar membuatku merasa kesepian selama ini. " Ucapnya sambil menangis.
Krey membalas pelukan Melia dengan sangat erat. Hatinya sangat sedih karena selama ini dia telah meninggalkan Melia sendirian dalam kesedihan dan penderitaan. Itu benar - benar membuatnya merasa bersalah selama 20.000 tahun ini.
Krey mengusap air mata yang membasahi Melia, dengan nada yang pelan di iringi dengan rasa bersalahnya dia berkata.
" Aku benar - benar lelaki yang buruk, menempatkanmu dalam penderitaan selama ini... Sungguh aku sangatlah hina. Aku benar - benar membuatmu menderita, maafkan aku Melia karena menjadi suami yang buruk dan tidak bejus. " Ucap Krey sembari mendekatkan keningnya kepada Melia. Krey mengakui kalau dirinya bersalah. Bahkan dengan kekuatan yang sangat sangat besar yang dia milikinya, Krey masih tidak dapat membuat Melia hidup aman dan bahagia. Sebaliknya dia malah menempatkan Melia dalam bahaya dan penderitaan yang hampir tidak berujung.
Krey benar - benar tidak dapat mentoleransi kesalahannya kepada Melia. Dia bahkan saat ini siap menermia hukuman dari Melia. Apa pun itu Krey akan melakukannya sebagai penebusan dosanya terhadap istrinya. Bahkan jika itu adalah kematian sekali pun... Krey tidak akan ragu untuk membunuh dirinya sendiri dengan kejam dan perlahan - lahan.
__ADS_1
Namun, Melia tidak sekejam itu hingga meminta Krey menggorok lehernya sendiri dan mati sebagai hukuman. Apa yang ada di pikiran Krey saat itu semuanya berbanding terbalik dengan Melia.
" Krey... Berjanjilah kau tidak akan meninggalkan aku sendirian lagi. Aku sangat kesepian tanpa dirimu di sisi ku. " Ucap Melia terseduh seduh dengan mata yang berkaca - kaca layaknya sebuah berlian.
Mendengar itu langsung dari Melia membuat Krey terkejut sekaligus senang. Namun, dia masih memikirkan kesalahan yang di buatnya selama ini sampai membuat Melia menderita.
Dengan pandangan yang murung Krey berkata " Tapi... Aku sudah membuat mu menderita, tidakkah... " Ucap Krey. Namun, sebelum Krey selesai berbicara. Melia menutup mulut Krey dengan kedua tangannya.
Melia mengerti rasa bersalah yang tersimpan di hati Krey selama ini. Itu akan terus teringat dalam pikirannya dan tidak akan pernah terlupakan oleh Krey. Melia juga tahu apa yang Krey pikirkan saat ini, membiarkan dirinya menentukan hukuman yang kejam kepada Krey karena telah meninggalkan nya dan mengabaikannya selama ini.
Namun, semua itu tidak dapat Melia lakukan. Dengan perasaan kasi sayangnya kepada Krey, Melia dengan tulus memaafkan segala kesalahan yang Krey lakukan. Ia melakukan itu, karena Melia sangat - sangat yakin akan perasaannya kalau di antara mereka berdua yang sebenarnya paling menderita adalah Krey.
Walau Melia tidak tahu jenis penderitaan apa yang di alami oleh Krey, namun dia yakin kalau rasa sakit dari penderitaan itu terlalu berat untuknya dan terlalu berlebihan untuk dia rasakan. Sehingga Krey menanggung semua rasa sakit semua itu sendirian.
Dengan senyuman semanis buah dan ke indahan yang mempesona, Melia dengan lembut berkata " Ku tahu rasa bersalahmu Krey. Aku Melia, Istrimu yang telah mendampingi hidupmu dalam keseharian dalam waktu yang lama. Aku tahu semua sifatmu, aku tahu kebiasaanmu, dan aku tahu perasaanmu. Aku tahu semuanya tentang dirimu, dan ku yakin kau lah yang paling menderita di bandingkan diriku. Entah apa yang membuatmu merasa bersalah, tapi Krey, aku selalu yakin dan percaya kepada dirimu. Ku yakin semua yang kau lakukan ini bukan tanpa alasan. Kau tidak perlu meminta maaf kepada diriku, karena aku akan selalu memaafkanmu tapi... Aku senang karena kau meminta maaf kepada ku dengan tulus tanpa memperdulikan status mu sebagai seorang Dewa. Aku sangat senang. " Ucap Melia.
Mendengar semua itu dari Melia membuat hati Krey merasa tenang. Khawatirannya yang terdapat dalam hatinya kini semuanya telah menghilang setelah mendengar itu. Sungguh seorang wanita yang sangat mulia bahkan setelah mengalami hari yang berat tidak sedikit pun Melia menyalah Krey.
Setiap hari yang telah di laluinya bahkan ketika itu penuh penderitaan, tidak sedikit pun Melia mengeluhkan itu dan tidak sedikit pun ia membencinya. Melainkan rasa cintanya terhadap Krey semakin bertambah erat.
Dengan refleks nya yang sangat cepat, Krey segerah memeluk Melia dengan sangat eratnya. Seorang Dewa yang memiliki kekuatan besar dan mengerikan yang dapat memusnahkan seluruh kehidupan di alam semesta. Meneteskan air matanya di pundak istrinya dengan penuh penyesalan.
" Aku berjanji... Mulai saat ini aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian lagi. Setiap detiknya akan aku habiskan hidupku bersama denganmu sehingga kau tidak merasa kesepian lagi. " Ucap Krey sambil memeluk Melia dengan erat. Sebelum ia melepaskan pelukannya, Krey melanjutkan perkataannya. " Ini adalah kali terakhirnya... Dari pengulangan waktu yang telah aku lakukan selama ini. Ini akan menjadi yang terakhir, dan tidak akan pernah ada lagi. " Ujar Krey dalam hati. Dirinya telah enggan untuk meninggalkan Melia sendirian lagi, dia juga telah jenuh dengan semua ini.
Perlahan Krey melepaskan pelukannya dari Melia. Bersamaan dengan itu, Melia berkata.
" Krey, kau tidak perlu merasa bersalah lagi, kita telah berjanji di hadapan leluhur kita kalau kita akan terus bersama dan membagi suka duka bersama. " Ucap Melia.
Sambil tersenyum Krey membalas. " Baiklah, terimakasih untuk semuanya. "
Melia mengangguk pelan, dan menanyakan beberapa hal kepada Krey yang membuatnya penasaran. Bahkan sampai seseorang seperti Krey yang memiliki kekuatan besar sampai cemas.
" Krey, bolehkan aku menanyakan sesuatu kepadamu? " Pinta Melia dengan pelan.
Lalu, Krey membalas " Tentu, akan ku jawab semua pertanyaan apa pun yang kau ajukan kepadaku. Aku janji tidak akan menyembunyikan apa pun darimu. " Ucap Krey. Dengan senang hati dia menerima permintaan Melia, bahkan dia sampai berjanji akan menjawabnya dengan jujur.
" Seorang naga hitam akan selalu berbicara jujur dan memegang teguh harga diri mereka. Jadi aku yakin kau tidak akan menyembunyikan apa pun dariku. " Ucap Melia sambil tersenyum.
Senyuman Melia yang sangat menis membuat Krey terpesona. Sudah sangat lama dia tidak pernah melihat senyuman manis Melia.
" Baiklah ini pertanyaan ku... Bukan, ini bukan pertanyaan, malainkan sebuah permintaan. Bisakah kau menceritakan kepadaku, apa yang sebenarnya terjadi sampai membuatmu harus melakukan konspirasi ini? Ku yakin kau meninggalkan diriku bukan tanpa alasan yang jelas. " Ucap Melia.
Mendengar permintaannya Melia, Krey terdiam sesaat. Ia menarik nafasnya dalam - dalam dan bingung harus menceritakan nya dari mana.
__ADS_1
Dengan tatapan yang seriua dirinya menatap Melia. Berkata " Baiklah, akan ku ceritakan semuanya kepadamu. "