
Wanita cantik yang sangat mempesona itu adalah putri angkat pertama yang di angkat oleh Xi menjadi anaknya saat berada di dalam Abyss bersama dengan Rosse. Pada saat ini, Blu di hina oleh seseorang yang sangat buruk dan itu memicu kemarahan dari para penjaga gerbang yang ada di sana. Sehingga salah satu dari mereka mengambil tindakan untuk menghentikan orang itu menghina Blu.
" Pedagang dari luar seorang nona muda kediaman yang mulia. " Ucap penjaga itu dengan pancaran aura yang sangat mengerikan. Itu membuat pedagang Keer sangat terkejut saat melihat aura yang mengerikan itu.
" Berdasarkan hukum kerajaan yang ada di kerajaan Asgar! Hukum di tempat! " Ucap penjaga tersebut, dan menebaskan pedang yang ia pegang yang ia pegang di tangan kiri nya.
Penjaga itu menebaskan pedangnya dengan sangat cepat. Namun, sebelum pedang tersebut menebas leher dari pedagang Keer, sebuah suara yang keras membuat nya menghentikan langkahnya itu.
" Berhenti! " Ucap Blu dengan keras.
Pedang yang di tebaskan itu, berhenti tepat di sebelah leher dari pedagang Keer.
Pedagang Keer menangis dengan ekspresi yang sangat jelek dan memalukan. Memohon kepada penjaga tersebut untuk tidak membunuhnya. " To tolong maafkan saja kali ini...! " Ucapnya sambil memohon dan menangis.
Namun dengan ekspresi yang kesal penjaga tersebut menyudutkan pedangnya pada pedagang Keer sambil berkata dengan tatapan yang mengerikan. " Sebaiknya kau berhenti berbicara kalau kau mau hidup bahkan sedetik lebih lama! " ucap penjaga gerbang tersebut dengan ekspresi wajah yang marah dan serius.
Blu menatap penjaga tersebut dengan tatapan mata yang sangat tajam. Sambil memancarkan aura yang mengerikan, Blu berkata kepada penjaga tersebut. " Aku yakin sudah memintamy untuk berhenti. " Ucap Blu dengan pancaran aura yang mengerikan.
" Saya hanya memberikan hukuman langsung. Karena telah menghina Nona muda Blu. " Ujar penjaga gerbang tersebut dan masih belum menyarungkan pedangnya kembali.
__ADS_1
Sambil menatap penjaga tersebut, dalam hatinya Blu bergumam. " Dia adalah salah satu dari ketua penjaga gerbang yang di pilih oleh ayah untuk menjaga gerbang masuk. Ia merupakan bagian dari tiga penjaga gerbang negara Asgar yang di kenal sebagai ketua paling lemah. " Gumam Blu dalam hatinya. " Dan mungkin dia adalah yang termuda daru ketua penjaga gerbang. Aku yakin dia ini telah mencapai Rank A+, melihat bagaimana dia mendominasi pedagang ini hanya satu gerakan saja. " Lanjut Blu dalam hatinya.
" Ketua penjaga gerbang... San, Benarkan? " Ucap Blu yang berbicara kepada ketua penjaga gerbang itu. Hal itu membuat ketua penjaga gerbang itu seketika menoleh ke arah Blu saat Blu memanggil namanya. " Biarkan aku bertanya sesuatu kepada mu sebelum kau melakukannya. Siapa tuan mu? " Ucap Blu sambil bertanya kepada ketua penjaga gerbang.
Sambil menatap mata Blu, San pun menjawab dengan serius saat Blu bertanya siapa tuan yang di layani oleg San. Dengan tatapan dengan penuh keseriusan ia pun menjawab. " Yang Mulia Xi Arcadia, Sang Lord of Death and Darkness. " Jawabnya dengan serius pertanyaan yang di ajukan oleh Blu.
Mendengar itu keluar dari mulut San, membuat semua orang yang datang ke negara Asgar itu terkejut sekaligus tercengang dengan apa yang keluar dari mulut ketua penjaga gerbang San. Mereka tidak bisa habis pikir, mereka telah menghina nona muda dari keluarga kerjaan yang di pimpin oleh Lord of Death and Darkness.
Sosok yang mereka kenal sebagai sosok yang sangat kuat dan luar biasa. Tidak ada satu orang pun yang tidak tahu tentang dirinya, yang telah membunuh para Apocalyps dan menghabisi para Guardian. Sosok yang tidak dapat di singgung sekaligus sosok yang sangat amat berbahaya apa bila di jadikan sebagai seorang musuh. Bahkan bila mereka menyatukan seluruh kekuatan mereka untuk Menghadapi Lord of Death and Darkness seorang diri, mereka masih jauh dari kata layak untuk hal tersebut.
" Kalau begitu siapa aku? " Tanya Blu kepada ketua penjaga gerbang San dengan tatapan tajam, dan aura intimidasi yang sangat kuat.
" Sarungkan kembali pedangmu! " Perintah Blu kepada ketua penjaga San.
" Saya mengerti! " Balas Ketua penjaga gerbang San sambil menyarungkan pedangnya dengan cepat.
" Karena Kau sudah mengerti, sekarang tangkap mereka semua dan bawa masuk dalam penjara untuk sekarang. Bebaskan para budak yang mereka bawa dan berikan perawatan medis kepada para budak yang terluka, serta lepaskan borgol yang mengikat pada tubuh mereka. Bawa mereka masuk ke dalam dan segera obati. " Perintah Blu kepada semua penjaga gerbang yang ada di sana. Semua orang sudah tidak dapat menghindar lagi, karena mereka telah di buat pingsan oleh Blu.
" Dan kalian bawa semua barang bawaan mereka. Hancurkan kereta mereka, dan bakar tenda - tenda itu dengan benar. Bawa masuk ke kandang ternak Kuda dan kerbau milik mereka. " Lanjut Blu memberikan perintah kepada yang lainnya juga.
__ADS_1
Mereka mengangguk mengerti dan segerah menjalankan perintah dari Blu. Beberapa penjaga bergerak dengan cepat melaporkan masalah ini kepada Knight Crimson, untuk membawa para tahanan ke dalam penjara.
Segerah Knight Crimson dengan jumlah banyak bergerak ke arah gerbang, dan membuat itu menjadi pusat perhatian warga yang ada di sekitarnya. Knight Crimson dengan seragan merah mereka memenuhi jalan pada saat itu, dan membawa para pedagang itu ke dalam penjara.
Di halaman belakang tempat yang indah untuk bersantai. Xi Yumiko, dan Asako bersantai di sebuah bangunan kecil yang berdiri di tengah - tengah danau yang besar yang indah yang ada di halaman belakang dari halaman istana.
Air yang sangat jerni dan tenang menenangkan hati mereka yang sedang beristirahat di sana. Sebuah pohon yang besar pun juga tumbuh tepat di belakang bangunan kecil yang ada di tengah danau itu. Air yang terlihat tenang itu, seolah tidak ada sesuatu yang berbahaya sedikit pun di sana.
Namun, kenyataan dari penampilan nya yang palsu itu sangatlah mengerikan. Di dalam sana, terdapat banyak monster - monster dengan berbagai ukuran, dan memiliki kekuatan yang hebat walau tidak semuanya. Namun, Ada dua mythical Beast yang tinggil di dalam sana.
Blu yang baru saja kembali dari perjalanan nya, ia segerah memberitahukan apa yang terjadi di depan gerbang saat ia baru saja tiba di gerbang kota. Ia mengatakan semua yang terjadi itu kepada Xi Yumiko, dan Asako. Tentang pedagang Keer yang memberikan uang sogokan kepada penjaga agar ia dapat masuk ke dalam kota, melakukan penghinaan kepada dirinya, dan mencoba untuk menjual budak di negara Asgar. Semua yang terjadi saat itu, di ceritakan semuanya oleh Blu.
" Pedagang Budak ya? Hmmm... Lalu berapa banyak yang mereka bawa? " Tanya Xi kepada Blu dengan tenang.
Mendengar pertanyaan tersebut, Blu pun menjawab dengan penuh semangat. " Itu, ada sekitar 120 kereta yang datang bersamanya. Dan sekitar ada 1.100 budak yang akan ia jual di negara Asgar ini. Dan beberapa di antaranya adalah Ras Beastman ( Ras Sapi, Ras Serigala, Ras Burung, Ras Kelinci, Ras Kucing Hutan, Dan Ras Kucing. ) serta ada banyak Elf juga yang akan mereka jual. " Jawab Blu dengan semangat. Ia sangat ingin sekali mendapatkan pujian dari Xi dengan kerja kerasnya itu. " Namun mereka tidak hanya menjual budak saja, ada beberapa roh spirit yang mereka jual, khususnya pada element Air dan tumbuhan. Serta mereka juga menjual banyak sekali telur dari monster - monster Beast. " Lanjut Blu.
" Aku sudah melakukan tindakan pengamanan terhadap telur - telur monster yang mereka jual, dengan mengirim telur - telur tersebut ke dalam ruang inkubasi untuk penetasan telurnya. Serta hewan - hewan biasa yang mereka bawa, seperti kuda dan kerbau, telah ku kirim ke peternakan kerajaan. " Lanjut Blu.
Xi pun menepuk kepala Blu dengan lembut ia mengusap kepala Blu dengan kasisayangnya. " Kerja bagus, sepertinya hal - hal seperti ini kedepannya bisa aku serahkan kepadamu Blu. " Ucap Xi. Ia memuji kerja keras dari Blu. Ia tahu Blu itu sangat ingin di perhatikan olehnya. Jadi, ia bersikao seperti seorang ayah yang memberikan perhatian nya kepada anak - anaknya.
__ADS_1
Wajah Blu memerah saat itu. Ia malu karena Xi melakukannya di depan Yumiko dan juga Asako. Terlebih lagi, ia sudah bukan anak kecil yang manja seperti sebelumnya. Namun, di balik rasa malu itu, ia juga sangat senang dan bahagia saat Xi mengelus kepalanya. Itu benar - benar membuatnya senang dan bahagia karena tidak ada orang lain yang melakukan itu sebelumnya kepada dirinya kecuali Xi. Pada saat itu, ia memutuskan untuk melindungi keluarga ini dengan seluruh kekuatannya, dan akan menghancurkan siapa saja yang bertujuan untuk menyakiti keluarganya mau pun menjatuhkan keluarganya.