LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 287


__ADS_3

Seluruh benda bebatuan asteroid yang ada di seluruh Galaxy semuanya bergerak, berpindah dengan sangat cepat memasuki sebuah portal yang muncul serta tersebar dimana - mana. Setiap asteroid memiliki ukuran yang berbeda - beda, dan semua asteroid itu saat masuk ke dalam portal semuanya telah terlapisi dengan energi sihir. Semua energi sihir itu di gunakan untuk melindungi asteroid yang sedang berpindah tempat agar tidak hancur.


Sembilan portal tercipta, seluruhnya berukuran besar. Kesembilan portal itu memgarah ke arah Xi yang ada cukup jauh di depannya. Dari ke sembilan portal itu menembakkan bebatuan asteroid yang di kuatkan dengan sihir dengan sangat cepat ke arah Xi.


Melayang di angkasa, dengan mudah menghindari setiap asteroid yang mengerah kepada dirinya. Dengan pergerakan nya yang sangat cepat, membuat asteroid - asteroid yang mengerah kepadanya saling bertabrakan, itu menyebabkan ledakan berkali - kali hanya dalam beberapa detik.


Sembari menghindar Xi juga melepaskan beberapa serangan untuk menghancurkan asteroid yang menghadang dirinya. Menembakkan beberapa bola api hitam dari tangannya untuk menghancurkan asteroid yang ada di hadapannya.


Menyadari kalau apa yang ia lakukan sia - sia dan hanya membuang - buang tenaga dan waktunya saja. Kray mengubah arah serangannya, ia mengendalikan semua asteroid yang masih tersisa untuk mengepung Xi dari segala arah. Semua asteroid itu terbang dengan sangat cepat berputar mengelilingi Xi, dan itu benar - benar membuat pergerakan Xi berhenti.


" Selesai di sini, aku akan meremukanmu! " Kata Kray. Menabrakan semua asteroid yang telah mengelilingi Xi untuk menghancurkannya tanpa ampun.


Melihat semua itu akan menabrak dirinya, Xi memegang erat - erat sabit hitam miliknya. Melapisi sabit hitamnya dengan energi sihir miliknya, membuat sabit hitamnya bersinar memancarkan cahaya merah yang terang. Berputar sambil menebaskan sabitnya dengan kencang, membuat semua asteroid yang menuju ke arahnya hancur berkeping - keping. Menatap Kray dengan tatapan dingin dan tajam setelah menghancurkan semua asteroid yang di arakan kepadanya.


Kray cukup terkejut melihat Xi dengan mudahnya menghancurkan semua asteroid yang ia kerahkan dengan usaha penuh, padahal ia telah melapisi semua asteroid itu dengan energi sihirnya agar semakin kuat dan keras.


" Sungguh merepotkan! " Kata Kray dengan raut wajah kesalnya. Saat ini, Kray di buat bingung harus melakukan apa untuk mengalahkan Xi. Ia berpikir keras sampai membuatnya berkeringat untuk memikirkan bagaimana cara untuk mengalahkan Xi yang sangat kuat itu. Tiba - tiba sesuatu terlintas dalam pikirannya.


Kray tersenyum sambil tertawa memegangi kepalanya. Semakin lama, ia tertawa semakin keras. Melihat itu, Xi mengangkat satu alisnya menatapi Kray dengan tatapan bingung.


Kray berhenti tertawa, sebuah petir merah yang bergemuruh muncul di tangannya. Menatap Xi dengan sinis sambil tersenyum, berkata kepada Xi " Hei, Dewa Kematian Hitam... Aku penasaran apa yang akan terjadi jika aku mengirim sesuatu ke dunia mu, tempat dimana kau dan keluarga mu tinggal. Apakah mereka akan selamat atau malah mati... " Kata Kray kepada Xi.


Mendengar ancaman dari Kray membuat Xi menjadi bingung. Karena itu ia pun bertanya " Apa yang sedang kau rencanakan? " Tanya Xi kepada Kray.


" Haa... Kau saksikan saja sendiri! " Balas Kray sambil melepaskan petir merah yang ada di tangannya. Petir merah pun menyambar, suaranya sangat mengerikan ketika itu di lepaskan.

__ADS_1


Dua petir merah menyambar dan jatuh ke dunia Cardinal. Satu petir menyambar di lembah berapi yang beletak tidak jauh dengan kekaisaran Avalon dan Kerajaan Blue Sky Brid. Saat petir itu menyambar, menyebabkan sebuah ledakan yang amat dahsyat, asap hitam berterbangan dan mencemari udara yang bersih.


Suara erangan yang sangat keras terdengar sangat keras, bersamaan dengan itu sebuah getaran yang sangat kuat terjadi. Itu menyebabkan sebuah gempa yang sangat kuat sampai menimbulkan tanah longsong di perujung daratan. Dari balik asap yang tebal, sesuatu muncul sambil meraung keras. Membuat semua asap hitam yang menyelimuti dirinya menghilang saat ia berteriak, itu juga membuat makhluk - makhluk yang ada di sekitarnya sangat ketakutan dan pergi melarikan diri menjauh dari tempat tersebut.


Seekor kura - kura yang berukuran sangat besar, lebih besar dari sebuah gunung melangkahkan kakinya di daratan. Seluruh tubuhnya di tutupi dengan bebatuan vulkanik yang sangat keras, saat makhluk itu melangkahkan kakinya pada daratan. Seluruh daratan begetar hebat.


( Dewa Daratan, perwujudan dari kerusakan dunia. Blastoise ) Sosok dewa yang bentuknya tubuhnya terlihat seperti kura - kura, cangkangnya adalah gunung api yang masih aktif, serta magma yang panas menyelimuti tubuhnya.


Makhluk itu begerak maju menuju meninggal lembah berapi menuju ke negara asgar. Setiap langka dari makhluk itu menyebabkan getaran yang sangat hebat, dan setiap langkahnya menyebabkan area di sekitarnya juga ikut terbakar karena panasnya suhu tubuh pada dirinya.


Kekaisaran Fafnir, terjadinya gempa yang menimpa negara tersebut, membuat kepanikan bagi orang - orang yang tinggal di sana. Semua orang sangat cemas dengan gempa yang terjadi tidak hanya sekali atau dua kali. Gempa yang cukup kuat, membuat beberapa bangunan rubuh karena kuatnya getaran yang di hasilkan membuat keseimbangan bangunan menjadi tidak stabil.


Bersamaan dengan getaran itu, terdengar suara raungan yang sangat keras dan mengerikan. Itu membuat semua orang yang mendengarnya menjadi semakin cemas dan takut.


Salah satu warga yang ada di kekaisaran Fafnir sangat ketakutan. Dia benar - benar takut bahkan sampai menangis di jalanan. Ketika ia ingin pergi, ia berdiri dan berbalik, saat itu juga ia berhenti bergerak.


Semua orang terkejut saat pemuda tersebut berteriak. Mereka bingung dengan apa yanh di teriaki oleh pemuda tersebut. Namun, saat mereka melihat ke arah pemuda itu menunjuk, mereka sangat terkejut dan diam mematung saat melihatnya. Sesuatu yang sebesar gunung bergerak mendekati kekaisaran Fafnir, sang dewa kerusakan Blastoise.


" Ada serangan! Monster menyerang! Cepat bersiap! " Teriak seorang kapten prajurit memberikan perintah darurat kepada para bawahannya.


Semua orang segerah bersiap, mengambil persenjataan mereka masing - masing. Mereka yang akan memanah segerah berlari mengambil posisi mereka masing - masing. Ketika berada di posisi mereka langsung bersiap, menarik tali busur mereka dan menunggu aba - aba untuk menyerang.


Ketika semuanya sudah siap, sang kapten memberikan perintah kepada mereka semua. " Tembak sekarang! " Teriak kapten dengan keras.


Semua orang menembakkan anak panah mereka kepada monster yang tepat berada di hadapan mereka. Semua anak panah terbang dengan sangat cepat ke arah monster itu. Semua anak panah mengenai monster itu tanpa ada satu pun yang meleset. Namun, dari semua anak panah yang di tembakkan tidak satu pun memberikan kerusakan pada monster tersebut.

__ADS_1


Semua pemanah tidak menyerah begitu saja, mereka terus menembaki monster itu hingga anak panah yang mereka miliki habis. Kapten yang melihat monster itu tidak tergores sedikit pun, membuatnya menjadi cemas. Pasalnya monster itu tidak sedikit pun menghentikan langkahnya.


" Sial... Apa yang harus kami lakukan untuk menghentikan monster itu? " Kata Kapten, berbicara dalam hatinya sambil merenungkan tindakan apa yang akan ia ambil untuk menghentikan monster tersebut.


Di saat ia bingung dan putus asa, beberapa serangan sihir melayang di atas melewati dirinya menghantam Blastoise. Terjadi ledakan beberapa kali karena kuatnya sihir yang di tembakan pada Blastoise, itu membuat asap tebal di sekitar Blastoise.


Kapten cukup terkejut dengan serangan sihir tersebut, ia berbalik, melihat ada banyak kumpulan petualang dari berbagai Guild petualang yang ada di kekaisaran berkumpul. Semua petualang dari berbagai Rank berada di sana, mulai dari Rank E sampai S. Semua orang berkumpul di sana, merapalkan sihir mereka untuk menyerang Blastoise tanpa henti.


" Mereka... " Ucap kapten dengan pelan. Ia terkejut melihat banyak petualang yang berusaha keras untuk menghentikan monster besar tersebut. Kapten mengepalkan tangannya, merapatkan giginya dengan geram lalu berkata " Semua dengarkan aku, cepat ambil anak panah dengan jumlah banyak! Kerahkan semua regu penyihir untuk menyerang monster itu! " Perintah kapten kepada semua prajurit yang ada di sana. Dengan suaranya yang keras dan lantang, semua yang berada di sana dapat mendengar jelas apa yang di katakan oleh kapten.


" Baik pak! " Ucap mereka serempak.


Mereka semua pun kembali menyerang Blastoise yang terus berjalan mendekat mendekati dinding pembatas. Walau ribuan serangan sihir telah di kerahkan, tidak satu pun serangan itu melukai Blastoise. Bahkan tidak sedikit pun menghentikan langkah Blastoise yang terus bergerak maju.


Di sisi lain di luar kota kekaisaran, seorang pria paru baya mengenakan armor bangsawan. Melihat monster yang sangat besar itu menyerang kekaisaran Fafnir membuatnya sangat merinding, tidak bisa ia bayangkan kali ini kekaisaran Fafnir mengerahkan semua yang dimiliki untuk mengalahkan monster tersebut.


" Monster itu terlalu kuat... Bahkan setelah menerima semua serangan itu... Dia masih tidak terluka sedikit pun. Benar - benar monster yang mengerikan, aku harus segerah pergi dari sini... Aku harus memberitahukan ini kepada tuan Katashi! " Kata pria tersebut dengan wajah yang penuh keringat. Segerah setelah ia melihat semua usaha dari kekaisaran Fafnir untuk menghentikan monster tersebut tampak sia - sia, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan lokasinya sebelum terlembat. " Ini benar - benar situasi yang darurat... Aku harus cepat! " Lanjut pria paru baya itu dan pergi.


Sementara itu, Kekaisaran Fafnir sangat kesulitan untuk menghentikan pergerakan dari monster tersebut. Semua upaya pemerintah lakukan untuk menangani situasi darurat telah di lakukan. Evakuasi darurat telah di lakukan, semua penduduk di negara di pindahkan semuanya.


Blastoise membuka mulutnya, dari dalam mulutnya muncul api yang sangat panas dan membara. Blastoise menembakkan nafas api dari mulutnya, menyerang penghalang yang menghalangi jalannya.


Sebuah serangan api yang sangat hebat telah di lepaskan. Itu seperti sebuah pilar api yang sangat besar. Dalam satu tembakan semua yang ada di depannya hangus terbakar dan rata dengan tanah. Dinding yang kuat dan kokoh runtuh, bebangunan yang megah hilang, petualang yang berjuang terbunuh, penduduk yang di evakuasi di musnahkan dalam satu serangan itu... Semuanya telah di musnahkan.


Di tempat lain, sebuah petir merah jauh di tengah laut. Petir merah menyambar sangat kuat di lautan sampai ke bagian terdalam lautan. Guncangan yang sangat hebat terjadi di lautan, air laut yang tenang bergetar sangat hebat tanpa henti, gelombang laut sangat tinggi dan besar, itu adalah sunami yang sangat memgerikan.

__ADS_1


Sesuatu yang besar muncul dari dalam lautan menuju ke permukaan. Menampakkan dirinya sendiri pada dunia, laut terbelah menjadi dua bagian ketika makhluk itu bangun. Makhluk itu berdiri tegap di tengah lautan yang terbelah. Sosoknya sangat besar dengan setinggi 250 meter. Wujudnya humanoid berjalan layaknya manusia di lautan yang sangat dalam itu, ia berjalan terus maju menuju ke suatu tempat bersama dengan pasukan yang ia summon. Pasukan raksasa air yang sangat banyak, berjalan maju mengarungi lautan menuju ke Hutan Kematian Kerajaan Asgar.


( Dewa Lautan, Perwujudan kekacauan laut, Mariana )


__ADS_2