LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 125 Melakukan Raid S Rank


__ADS_3

Pada lantai 3 Kastil terkutuk, semua monster kini telah mati seutuhnya. Mau itu para undead dari Undead King Yuldoras, atau pun pasukan Kesatria Labu milik Jack O Lantren.


Saat ini hanya ada dua orang yang berada di sana. Dan sala satunya sedang berlutut di hadapan Xi. Sosok hitam yang mengerikan dan terlihat sangat kuat, jubahnya yang panjang layaknya jubah dari Raja membentang di lantai.


Sosok hitam itu berlutut sembari menundukkan kepalanya. Dengan nada yang rendah dan sopan berkata " Terimakasih Yang Mulia karena telah berkenan untuk menjadikan saya sebagai pelayan anda. Saya bersumpah akan dengan setia melayani anda. " Ujar sosok hitam itu. Yang merupakan Raja Malam Kengerian Jack O Lantren yang telah berubah menjadi pasukan kegelapan.


Sebelumnya Jack O Lantren di penuhi oleh aura terkutut yang sangat kuat dan bahkan bisa di katakan sebagai yang tertinggi di antara kekuatan terkutuk. Akan tetapi Jack yang sekarang tidak hanya memiliki kekuatan kutukan, tapi juga kekuatan kematian.


Membuat Jack menjadi satu - satunya pasukan kegelapan yang memiliki dua tipe kekuatan di antara yang lainnya.


Sekarang, Sabitnya yang tajam akan menjadi senjata untuk mengabulkan keinginan Rajanya.


" Tapi... Apa itu tidak apa - apa? Barusan aku dengan tanganku sendiri yang membunuhmu. Kau mendapatkan kematianmu karena aku. " Ucap Xi kepada Jack yang sedang berlutut.


Mendengar itu Jack menjawab. " Tidak... Tidak Yang Mulia... Aku tidak mati. Melainkan aku telah terlahir kembali kebentuk yang lebih sempurna. Yang Mulia, hamba akan melayani anda dengan segenap jiwa dan raga saya! " Balasnya dengan hormat.


Xi hanya bisa pasrah saja dan menerima pendapat dari Jack. Mau bagaimana pun sekarang Jack O Lantren telah menjadi sala satu yang terkuat dari ribuan di pasukannya. Entah Jack menerima atau tidak menjadi pasukannya, Jack tetap akan berada di bawah kendalinya.


Dengan kata lain, tidak ada satu pun pasukan kegelapan yang dapat menolak perintahnya. Perkataannya adalah perintah mutlak bagi pasukan kegelapan.


Xi masih merenungkan sesuatu di sana. Melihat Jack yang mengenal IGRIS dan Gideon membuatnya semakin penasaran.


" Sebelumnya kau pernah berkata kalau kau mengenal IGRIS dan Gideon... Sebenarnya mereka berdua itu siapa? " Tanya Xi kepada Jack. Walau ia sudah tahu IGRIS dan Gideon adalah sala satu dari Nine Blademaster. Tapi, Xi ingin mengetahui itu lebih jauh lagi karena masih ada banyak yang belum ia ketahui tentang mereka.


Mendengar pertanyaan itu Jack pun menjelaskan kepada Xi. " Yang Mulia, IGRIS dan Gideon adalah sala satu dari Nine Blademaster yang menjadi generasi pedang terbaik di dunia sekaligus menjadi yang terburuk. Di samping kekuatan mereka yang besar dan menciptakan banyak kedamaian, kekuatan mereka juga di gunakan untuk membuat kekacauan dan kehancuran. " Ucapnya menjelaskan.


" Dulu terdapat beberapa negara yang memiliki master pedang mereka masing - masing. Mulanya mereka saling berperang dan saling menjatuhkan satu sama lain, ingin merebut kekuasaan dan semacamnya. Namun semua itu seketika berubah ketika beberapa Raja Monster yang merupakan monster berakal saling bekerjasama dan menginvasi beberapa kota dan negara di sekitar. Membuat kekacauan yang amat besar dan mengguncang daratan. "


" Sadar kalau mereka tidak dapat mengalahkan semua Raja Monster jika terpisah, jadi mereka semua memutuskan untuk saling bekerjasama untuk mengalahkan monster - monster yang telah menginvasi. Dengan bakat dan kekuatan yang di miliki oleh Nine Blademaster, tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk menciptakan sebuah perdamaian. Mereka semua berhasil mengalahkan pasukan monster beserta rajanya, dan di antara mereka termasuk juga aku yang terbangun dari roh - roh pendendam. "


" Walau aku sudah di segel oleh mereka, tapi aku masih dapat mengetahui apa yang terjadi di dunia luar. Perdamaian yang mereka bawa hanya bertahan sementara setelah perang mereka dan monster usai. Setelah itu perang antar negara terjadi lagi, beberapa juga memiliki masalah internal yang membuat perpecahan. Dan akhirnya kesembilan memutuskan untuk berpisah dan menjalani hidup mereka masing - masing. Namun tidak dengan IGRIS dan Gideon yang dengan setia melayani Raja Mereka. "


" Setelah semua itu, kabar mengenai mereka menghilang secara misterius dan tidak ada yang mengetahui penyebabnya termasuk diriku. Ada yang mengatakan kalau para dewa murka dan menghukum mereka, ada yang mengatakan pula kalau kesembilannya telah tiada. Namun semua itu belum bisa di pastikan karena tidak adanya bukti yang kuat mengenai keberadaan mereka sekarang. "


Mendengar semua penjelasan itu dari Jack membuat Xi bingung. Era yang di katakan sebagai generasi terbaik sekaligus juga menjadi yang terburuk dari yang terburuk. Banyaknya konflik yang muncul tanpa adanya alasan yang jelas dan tidak masuk akal. Hingga terjadinya masalah internal yang tidal jelas penyebabnya yang membuat perpecahan dan menjadi akhir dari era sembilan pedang.


Xi memegang dagunya, berkata dalam hatinya. " Mereka punya masalah yang rumit dan sulit untuk di jelaskan. Yang dapat menjelaskan semua masalah ini sebenarnya hanya IGRIS dan Gideon... Tapi untuk sekarang mereka masih tidak dapat berbicara. Hmmm... Akan aku tanyakan kepada mereka lain kali saja... Jika aku masih ingat... " Ucapnya.


Ia pun menatap Jack lagi dan bertanya " Apa kau masih ingat siapa - siapa saja Nine Blademaster itu? "


Jack mengangguk mengartikan kalau dirinya masih ingat. Walau sudah lama sekali tersegel, tapi ingatannya tentang orang - orang yang menyegel dirinya masih teringat dengan jelas dan tidak akan pernah ia lupakan.


Lalu Jack pun menjelaskan siapa - siapa yang menjadi Nine Blademaster beserta gelar yang mereka sandang.


Pertama adalah IGRIS sang Black Knight. Blademaster of Skytime. IGRIS terkenal dengan kecepatan dan kelincahannya yang sangat tidak masuk akal. Pada masa kejayaan nya dulu, IGRIS menjadi seorang pengguna pedang tercepet dan terlincah pertama di daratan. Kecepatan dan kelincahan dari IGRIS seperti ia sedang melambatkan waktu musuh - musuhnya dan mempercepat waktu di sekitarnya. Sehingga tidak ada satu pun orang dapat bersaing dengan dirinya dal hal kecepatan.


Kedua adalah Gideon Sang Kesatria Pedang Gila. Blademaster of Destruction. Di kenal karena kekuatan penghancurnya yang begitu luar biasa. Gideon mampu menghancurkan sebuah gunung yang besar hanya dengan sekali tebasan pedangnya. Dirinya di kenal memiliki kekuatan penghancur terkuat di antara yang lainnya.


Ketiga adalah Shena Sang Dark Knight. Blademaster of Demonic. Shena adalah seorang wanita yang sangat hebat dalam ilmu berpedang. Bersama saudarinya, ia menjadi bangsawan Knight dengan cepat dan di juluki sebagai bintang kembar. Namun, terjadi konflik di antara keduanya yang menyebabkan mereka berdua harus berpisah. Karena Cahaya tidak menerimanya. Jadi kegelapan dengan senang hati menerima Shena menjadi Kesatrianya. Dan berjanji memberikan kekuatan besar kepada Shena untuk menghapuskan cahaya.


Ke empat adalah Uriel Sang Heavenly Knight. Blademaster of Holy. Adik perempuan dari sang Blademaster of Demonic. Tidak seperti kakaknya yang memilih kegelapan. Uriel di pilih oleh utusan Dewa yang membawa pedang suci yang dapat membunuh para iblis. Uriel membawa kejayaan pada Cahaya dan memukul mundur semua pasukan iblis yang menginvasi daratan dunia.


Ke lima adalah Kozo Sang Pedang Hijau. Blademaster of Snake. Sangat berbahaya, mulai dari gagang sampai ujung pedangnya di lapisi oleh racun yang sangat ganas dan mematikan. Setetes dari racunnya dapat membunuh 9 ekor gaja sekaligus dan membusukkan mayatnya dengan sangat cepat.


Ke enam Lukas Sang Sword of Light. Blademaster of Light. Di karuniai kekuatan yang murni dari Dewa Cahaya. Lukas menjadi seorang Knight di sebuah kekaisaran terhebat dulunya. Tidak hanya kekuatannya yang sangat hebat, namun jiwanya sebagai seorang pemimpin sangat di hormati oleh Blademaster lainnya. Ia di juluki oleh orang - orang sebagai Guardian of Light.


Ke tujuh Gold Sang Golden Knight. Blademaster of Gold. Penuh dengan kepercayaan diri dan kesombongan, rakus akan harta dan kuasaan. Gold seorang Knight yang seluruh peralatannya terbuat dari emas yang sangat murni. Mengikuti ke inginan tuannya, pedang emas berkepala naga miliknya terus menelan pertikel - pertikel sihir di sekelilingnya tanpa henti dan mengubah semua itu menjadi kekuatan penggunanya.


Ke delapan Seiya Sang Shedow King. Blademaster of Fangkiller. Seiya seorang Assasin terhebat sekaligus terkuat di dunia. Setiap kali Seiya bergerak akan ada selalu kematian yang mengikutinya. Langkahnya yang tak bersuara dengan nafas yang tersembunyi, membuat dirinya sulit untuk di temukan. Bergerak di bawah bayang - bayang dunia bersama Bladenya yang seperti gigi hiu, membuatnya dapat membunuh tergetnya dengan sangat cepat.


Ke sembilan Elizabet Sang Putri Kaisar. Blademaster of Emperor. Anak kedua dari seorang Kaisar yang hebat. Berasal dari negara super power yang sangat di segani. Hidup dengan damai dan sangat terkecukupan dan selalu di perhatikan oleh orang - orang di sekitarnya. Hal itu membuatnya sangat sombong dan selalu merendahkan orang lain. Namun semua itu menghilang dalam semalam. Malam berdarah di bawah bulan purnama yang indah. Seorang High Elf membantai seluruh keluarganya tanpa sisa di malam itu yang membuatnya sangat terpukul. Karena hal itu juga membuat semangatnya untuk balas dendam menjadi terbakar. Elizabet sangat berkeinginan untuk membunuh High Elf yang membantai keluarganya.


" Jadi semua Nine Blademaster adalah orang - orang yang berpengaruh di dunia ini... Jika di bandingkan ketika mereka berdua masih hidup di masa jayanya... Dengan mereka yang sekarang itu terdapat perbedaan yang jauh. " Ucap Xi. " Yah itu tidak masalah untuk sekarang... Karena di sini sudah selesai, sebaiknya aku kembali untuk sekarang. " Lanjut Xi. Ia pun berbalik dan melangkah pergi meninggalkan lantai tiga. Bersama dengan Jack yang menunjukkan jalannya, Xi dapat dengan cepat turun ke lantai dua.


Pada saat itu, di lantai dua Airis dan Astia telah menaklukkan bos lantai dua. Dimana Yanzams mengaku kalah dan mengajukan dirinya untuk menjadi bawahan Xi.


Airis dan Astia bersemangat menantikan kedatangan dari Xi. Namun, di antara mereka. Ada seseorang yang lebih bersemangat untuk bertemu dengan Xi. Ya, tidak lain itu adalah Yanzams yang mengagung - agungkan Xi layaknya seorang dewa.


Sebuah pintu rahasia terbuka di sebuah dinding yang di tutupi oleh lumut. Dari sana, Xi keluar bersama dengan Jack yang menemaninya. Kedatangan Xi di lantai dua di sambut dengan hangat oleh semua orang. Termasuk para Undead yang langsung berlutut ketika Xi tiba.


Xi terdiam sejenak melihat para undead yang berlutut untuknya. Wajahnya datar dan berekspresi aneh karena bingung. " Heee? Apa yang terjadi? " Ucapnya dalam hati terkejut menyaksikan pemandangan itu.


" Selamat datang Tuan, kami semua telah menunggu kedatangan anda. " Ujar Astia memberikan sambutan hangat kepada Xi.


Dengan canggung dan masih bingung Xi membalas. " A iya... Aku juga senang kalian baik - baik saja tapi... Kenapa mereka masih hidup? Aku pikir kalian sudah meratakan mereka. " Balas Xi.


Mendengar itu, Astia dan Airis bingung dan ragu untuk menjawabnya. Keduanya pun saling memandang satu sama lain dengan cemas.


Ketika itu, Yanzams selaku pemimpin dari para undead di lantai dua melangkah maju. Tidak, lebih tepatnya melayang maju mendekati Xi. Sesampainya di dekat Xi, ia langsung bertekuk lutut.


" Nama Saya adalah Yanzams, saya berada di sini ingin meminta anda Yang Mulia untuk bersedia menerima pengabdian saya kepada anda. Yanzams bersama dengan seluruh pasukan Undead bersedia melayani anda. " Ucap Yanzams dengan sopan. Yanzams dapat merasakan aura yang sangat mendominasi yang terpancar dari Xi. Pada saat yang sama Yanzams juga menahan rasa emosional nya terhadap Xi. Ia hampir gila karena bertemu Dewa baru yang dapat dia sembah.


" Oh ah... Baik lah, tidak masalah. Tapi, bisa kah kau menyimpan semua undeadmu? Akan jadi masalah jika membawa semua undead ini keluar kastil. " Ucap Xi menerima Yanzams menjadi salah satu pelayannya. Dan Xi juga meminta dengan baik - baik kepada Yanzams untuk menyimpan pasukannya.


Yanzams menyanggupi permintaan Xi dengan senang hati. Ia menon aktifkan skillnya dan membuat semua undead yang ada di bawah kepemimpinannya kembali ke bawa tanah.


Xi mengambil sesuatu dari inventory. Sebuah juba berwarna hitam ia berikan kepada Yanzams. " Pakai juba ini, kau harus menyembunyikan identitas mu sebagai seorang undead di dunia luar. " Ujar Xi.


Dengan sangat senang Yanzams menerima itu tanpa adanya komplain sedikit pun. Ia langsung mengenakan juba tersebut, dan menganggap itu sebagai hadia dari Dewanya untuk perlindungan dirinya dari dunia luar yang kejam.


Yanzams sangat senang saat memakai juba tersebut, sementara Airis dan Astia cemburu melihat Yanzams yang di berikan hadia oleh tuan mereka.


Selain Yanzams, terdapat juga seorang wanita cantik berambut putih dengan sisik naga merah yang menutupi beberapa bagian tubuhnya terutama kaki dan lengan. Serta sepasang sayap dragon di punggungnya, membuat dirinya terlihat lebih mempesona lagi.


Xi melihat wanita itu, ia langsung tahu kalau wanita itu adalah ras campuran antara ras naga dan juga manusia. Atau di sebut dengan Dragonout.


Ras Dragonout adalah Ras langkah di antara para Ras Dragon. Dragonout biasanya hanya lahir dari hubungan antara Dragon dan manusia, atau Dragon dan juga Elf. Atau dari seorang Lizardman yang berevolusi. Lizardman ketika sampai di puncak kekuatannya, mereka dapat berevolusi menjadi Dragonout yang merupakan ras tertinggi yang dapat di jama oleh para Lizardman. Dan evolusi itu pun jarang jika terjadi secara alami, namun banyak terjadi karena campur tangan dari makhluk yang lebih kuat lainnya.


" Lalu... Siapa wanita itu? " Tanya Xi kepada mereka berdua ( Airis dan Astia ) sambil menunjuk ke arah wanita Dragonout yang berdiri sendirian di sana.


" Namanya Glammy... Dia seorang Dragonout berdarah campuran antara Dragon dan manusia. Kami menemukan dirinya terkurung di penjara yang ada di ruangan ini. Setelah kami membebaskannya, dia berkata " Ingin menjadi pelayan Xi - Sama. " " Jawab Airis. Memberitahukan kepada Xi. Mengenai bagaimana mereka dapat bertemu dengan Glammy.


Xi melirik Glammy dan bertanya " Apakah itu benar? "


Glammy terkejut mendengar pertanyaan itu, ia langsung membungkuk dengan gugup dan berkata " Be benar... Saya ingin mengikuti tuan! " Ujar Glammy. Ia membenarkan apa yang di sampaikan oleh Airis tadi. Glammy bersyukur karena di selamatkan oleh Airis dan Astia, ia ingin ikut dengan Xi sebagai balas budi dari bawahannya.


Xi diam sesaat memikirkan sesuatu. Walau Glammy seorang Dragonout yang tergolong Ras langkah. Tapi, saat ini ia tidak kekurangan bawahan. Di bawah perintahnya terdapat banyak orang - orang kuat yang dapat membantunya. Kekuatan serta kemampuan yang di miliki oleh seluruh bawahannya berada di atas rata - rata dari Glammy.


Memikirkan Glammy adalah Ras campuran yang pasti akan di buru oleh manusia rakus di luar sana. Sesama Ras Dragon, Xi merasa iba untuk membiarkan Glammy menjadi budak bagi para manusia. Seekor Dragon tidak boleh ada di bawah manusia, kasta seorang dragon berada di atas manusia.


" Ahh, baiklah terserah saja... Kalian yang membawanya kalian lah yang harus mengurusnya. " Ucap Xi. Xi menyerahkan segala urusan Glammy kepada Astia dan Airis. Apa yang di butuhkan oleh Glammy dan apa pun masalah yang di hadapi oleh Glammy, sebuah tanggung jawab itu di serahkan kepada mereka berdua.


" Serahkan kepada kami Xi - Sama! " Balas Airis.


" Humu, kalau begitu kita pergi ke lantai satu dan pulang. " Ucap Xi.


Dua hari berlalu setelah mereka selesai dengan kastil terkutuk. Xi dan kelompoknya pergi meninggalkan kerajaan menuju ke tempat selanjutnya yang telah di sarankan oleh system.


Area bersalju. Sebuah wilayah yang sangat dingin, daratannya di tutupi oleh salju putih yang tipis. Walau selalu di sinari oleh teriknya matahari, namun tidak sedikit pun kian salju dan es di sana mencair. Hukum alam di area bersalju hampir tidak berlaku sedikit pun.


Es dan salju yang seharusnya dapat mencair bila terkena paparan sinar matahari, namun semua pengetahuan ilmia itu tidak berlaku di sana. Itu seperti tempat itu memiliki sesuatu yang membuat salju dan es tidak pernah meleleh.


Dalam perjalan mereka, Xi menunggangi Yvelsky. Bersama dengan yang lainnya di belakang menunggangi White Dragon Kazuki yang telah tumbuh besar.


Jalur udara yang mereka lalui lebih cepat ketimbang dengan jalur darat yang penuh halangan. Saat terbang di udara, setiap monster - monster yang mereka temui akan membuka jalan untuk mereka semua. Itu dapat terjadi di karenakan adanya Yvelsky yang merupakan seekor Legendary Beast dan Kazuki sang White Dragon.


Untuk mengisi waktu senggangnya dalam perjalan menuju ke Area bersalju. Xi mengcrafting beberapa item yang di miliknya dengan bantuan system untuk mendapatkan sebuah item yang jauh lebih baik dari item - item yang akan di craftingnya.

__ADS_1


Mulai dari item - item yang ia dapatkan dari mengalahkan para iblis, Demon King, Dragon Fire King Drozan, Monster hutan Magus, dan item - item terkutuk dari Kastil terkutuk.


Semuanya Xi kombinasikan.


Beberapa benda di tunjukkan pada papan layarnya. Di sana terdapat item - item yang telah di pilih oleh Xi untuk di kombinasikan atau pun di Crafting.


Item - item yang terdapat di layar, Kalung Malam, Orb Blood Essence Demon King, Dragon King Drozan Stone, Orb of Aigeset.


Empat item tersebut merupakan item - item kelas atas yang sangat mustahil untuk di dapatkan oleh orang - orang di dunia ini. Bisa di katakan kalau item - item itu limit atau hanya ada satu di dunia.


" Item - item ini berada di Rank A ke atas. Seharusnya setelah di gabungkan akan menjadi item Rank S ke atas... Lagi pula semuanya juga limit, aku hanya bisa bertaruh saja... " Ujar Xi dalam hatinya. Terdapat sedikit keraguan ketika ia ingin menggabungkan ke empat item tersebut.


Bukan hanya dari segi itemnya yang sangat langkah, tapi juga terdapatnya ketidak cocokan antar item karena di dapat dari makhluk - makhluk yang berbeda. Dengan esensi yang berbeda - beda, pasti akan terjadi suatu penolakan antara item satu dan item lainnya yang membuatnya akan gagal di gabungkan dan dapat berakhir dengan hancurnya semua item itu.


[ Apakah anda ingin menggabungkan item - item ini? ]


[ YES / NO ]


Xi ragu untuk menggabungkannya karena ia sadar kalau ke empatnya sama sekali tidak memiliki kecocokan. Akan tetapi, untuk mengaktifkan sinergi - sinergi dari ke empat item itu secara bergantian pasti akan merepotkan. Dan untuk menggunakan semua sinargi dari item - item itu secara bersamaan, hanya dengan menggabungkan ke empat item tersebut.


Dengan perasaan ragu dan cemas, serta wajah yang mengerut menghitam. Xi menekan " Yes " pada layar system, yang berarti ia ingin menggabungkan ke empat item tersebut.


[ Memulai Proses penggabungan! ]


[ Harap Tuan untuk tidak mengganggu proses ]


" Ternyata tidak seperti biasanya... Haaaa... " Ujar Xi. Berbaring sambil menghelakan nafasnya. Sembari menunggu system selesai melakukan prosesnya. Xi mengambil sesuatu di dalam inventory nya.


Sebuah batu sebesar telapak tangan dengan tato tengkorak. Itu adalah sebuah Rune Stone yang menyimpan sebuah skill dari Sang Undead King Yuldoras.


[ Rune Stone Necromancer King Yuldoras ]


Sebuah batu yang menyimpan salah satu dari kemampuan yang di miliki Necromancer King Yuldoras.


Melihat dari ukuran Rune Stone yang besar dan tidak seperti Rune Stone pada umumnya. Xi dapat menyimpulkan kalau kemampuan yang tersimpan di dalamnya pasti


Melihat dari ukuran Rune Stone yang besar dan tidak seperti Rune Stone pada umumnya. Xi dapat menyimpulkan kalau kemampuan yang tersimpan di dalamnya pasti berada di atas tingkat normal dan Ekstra skill.


Sambil berbaring dan memegangi batu itu Xi berkata dalam hatinya. " Rune Stone menyimpan kemampuan yang lebih tinggi di bandingkan Rune Stone lainnya. Mendapatkan skill Ekstra atau pun Skill Unique ku rasa mungkin... Tidak mungkin saja bisa lebih tinggi dari skill Unique! Mungkin kah Awakening Skill! " Ujar Xi. Berpendapat bahwa Rune Stone tersebut bisa saja menyimpan sebuah Awakening Skill, yang pastinya skill yang tingkatan nya berada di atas skill lainnya.


Bagi para petualang, mendapatkan sebuah Rune Stone normal saja sudah seperti sebuah anugerah dari Dewa. Sesuatu yang langkah dan sangat jarang untuk di dapatkan, bahkan tergolong sulit. Bahkan dari monster yang sangat kuat sekali pun tidak dapat di pastikan mereka akan menjatuhkan sebuah Rune Stone ketika mati. Oleh karena itu, mendapatkan satu Rune Stone normal saja sudah menjadi hadia terbaik dari usaha mereka.


" Rune Stone yang menyimpan kemampuan melebihi kemampuan normal pasti akan memancingnya beberapa masalah. Dengan Rune Stone ini, yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan skill di atas Unique. Jika terdengar oleh orang lain, niat jahat pasti akan selalu ada di sekitar. Bisa saja terjadi sebuah perang antara negara juga. Skill Awakening bukanlah skill yang mudah untuk di dapatkan di dunia ini. Bahkan jika kau seorang dari ras tertinggi sekali pun, belum tentu memiliki skill Awakening. " Ucap Xi.


" Rune Stone ini aku dapatkan dari Yuldoras. Isinya pasti skill yang berkaitan dengan undead. Jika aku yang dulu yang masih seorang Necromancer, pasti sangat membutuhkannya dan tidak mungkin akan aku berikan kepada orang lain. Aku berniat untuk memberikan Rune Stone ini kepada Yanzams. Pasti akan jauh lebih berguna untuknya ketimbang aku yang memilikinya. Aku yang sekarang sudah tidak membutuhkannya lagi. " Lanjut Xi.


Xi berniat memberikan Rune Stone tersebut kepada Yanzams ketika mereka sampai nanti di area bersalju. Menurutnya Yanzams itu bukanlah undead biasa dan tidak dapat di bandingkan dengan monster tipe undead lainnya. Pengetahuan Yanzams mengenai sihir Necro dan black magic sangat luas.


Yang pastinya hal - hal semacam itu jarang untuk di miliki oleh undead - undead lainnya. Bukan hanya undead bahkan para penyihir sekalipun belum tentu memiliki pengetahuan seluas itu.


Namun, hal yang merepotkan dari Yanzmas bagi Xi adalah dia seorang maniac pemuja dewa. Dengan mengimani dan berdoa kepada Dewa yang di percayainya, berkesempatan untuk dirinya mendapatkan kekuatan yang lebih dan lebih besar dari apa yang di miliknya.


Itu lah hal yang merepotkan. Yanzams selalu memuja - muja Xi setiap saat. Bahkan sampai sekarang mulutnya tidak bisa diam, itu bahkan sampai - sampai membuat Airis dan Astia yang ada bersamanya sampai menutupi telinga mereka.


Beberapa jam berlalu ketika mereka menempu perjalan menuju Area Bersalju melewati jalur udara. Mereka telah sampai di ujung perbatasan antara daratan tandus dan Area Bersalju.


Beberapa monster yang ada di daratan, semuanya bersembunyi ketika merasakan adanya keberatan makhluk yang jauh lebih kuat di bandingkan mereka. Insting mereka sebagai seekor monster mengatakan untuk tidak memprovokasi kedua makhluk yang sedang terbang di udara itu.


Perbedaan kekuatan dan Kasta mereka telah terlalu jauh. Kehadiran keduanya telah bagaikan sebuah tembak yang besar bagi monster - monster yang ada di bawah tingkatnya. Jika tidak bisa menjadi teman maka jangan di jadikan musuh. Atau akan menerima akibatnya bila membuat mereka marah.


Bersamaan dengan sampainya mereka di Area Bersalju. Crafting system telah selesai. Sebuah item dengan Rank yang tidak di ketahui pun di tunjukkan pada sebuah layar.


[ Kalung Ageiset ] Rank : tidak di ketahui. INT : +45. STR : +45.


- Memberikan atribut iblis kepada pemilik, setiap serangan dapat mencuri energi ( +5% ). - Akan terjadi apa bila energi musuh habis, maka energi kehidupan akan di ambil sebagai gantinya.


- Semua stat akan aktif ketika berada dalam pertarungan. Dapat di non aktifkan sesuai ke inginan pengguna.


Melihat data dari item yang telah di selesaikan oleh system. Xi puas dengan hasilnya karena semua stat yang tadinya masing - masing di miliki setiap item yang berbeda, kini semuanya ada dalam satu item.


" Semua efek yang paling unggul di satukan di dalam item ini. Dengan item ini sekarang aku tidak perlu repot - repot mengaktifkan kemampuan dari masing - masing item seperti sebelumnya. Item ini sangat berguna. " Ucap Xi. Puas dengan hasil yang di berikan oleh system. Walau mendapatkan hasil yang buruk sekali pun, Xi sudah siap untuk menanggungnya. Mengingat apa yang di lakukannya tadi sangatlah memaksa system untuk memenuhi keinginan nya.


Namun, di balik itu. Apa pun hasil yang di dapatnya Xi tidak dapat menyalahkan system. chance mendapatkan barang yang bagus sangat lah kecil, hanya berkisar 3,14%. Mendapatkan sebuah item yang Ranknya tidak di ketahui, adalah sebuah keberuntungan yang bahkan bisa di katakan telah menggunakan keberuntungan seumur hidup.


Xi sangat puas dengan hasilnya. Tanpa ragu ia langsung memakainya. " Karena tidak ada efek samping, dan juga aku bisa menggunakan beberapa jenis sihir... Aku rasa tidak masalah jika aku yang menggunakannya. Iya kan? " Ucap Xi dengan perasaan senang memakai kalung tersebut.


Memasuki Area Bersalju. Xi memutuskan untuk berhenti melakukan perjalanan udara. Hal itu di lakukannya bukan karena tanpa sebab. Melihat Yvelsky yang sejak dari tadi bertingkah aneh dan terlihat gelisah ketika memasuki Area Bersalju. Xi menyimpulkan bila ada sesuatu yang sangat berbahaya sampai membuat seekor Legendary Beast ketakutan.


Sesampainya ia di daratan yang tertutup oleh salju - salju yang halus bagaikan kulit putih yang jernih. Mereka semua menginjakkan kaki mereka di atas salju putih itu, kecuali Yvelsky yang telihat takut.


Semua orang bingung melihat tingkah aneh Yvelsky, termasuk Xi yang pernah berhadapan dengannya dulu.


" Bagaimana mungkin ini terjadi? Dia ini seekor legendary Beast, eksistensi yang mengerikan dan sangat berbahaya. Tapi melihat tingkahnya saat ini, itu benar - benar tidak cocok menggambarkan dirinya sebagai seekor Legendary Beast serta Raja dari Hutan makam kematian naga. Ke agungannya sebagai seorang raja benar - benar menghilang... " Ucap Xi.


Semakin di buat bingung dengan Yvelsky yang menjadi pucat dan semakin gelisah. Xi segerah memasukkan Yvelsky kembali ke dalam kalungnya, yang kini terdapat dua bandul kalung dalam satu tali.


Setelah Yvelsky kembali kedalam kalung, Yvelsky perlahan mendapatkan ketenangannya kembali. Xi legah karena tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan pada Yvelsky. Namun ia masih memikirkan hal yang janggal tersebut.


Dalam keheningan yang penuh dengan salju yang berjatuhan. Airis angkat bicara.


" Entah ini hanya perasaanku saja atau bukan. Tapi, melihat Yvelsky yang ketakutan aku rasa ini bukanlah hal yang wajar. Yvelsky itu adalah Rajanya para Beast, dia sangat kuat dan lagi sangat berbahaya. Semua Beast yang lebih rendah peringkatnya pasti akan memundukkan kepalanya pada Yvelsky. Tidak mungkin Yvelsky akan ketakutan dengan kastanya yang tinggi, kecuali... " Kata Airis. Menyimpulkan segala sesuatu yang ia saksikan dan ia amati saat perjalanan.


Sepanjang perjalanan yang di pimpin oleh Yvelsky, tidak ada satu pun Beast atau pun monster yang berani mendekati mereka apa lagi macam - macam, dan cenderung mereka semua menghindari Yvelsky. Ya itu sangat alami. Karena bagi Beast atau pun monster lainnya, Yvelsky adalah makhluk yang menduduki salah satu dari puncak rantai makanan. Tak mungkin makhluk yang lebih rendah berani mengangkat kepala mereka di depan Yvelsky.


Mendengar perkataan Airis, dalam pikiran semua orang. Hanya dapat memikirkan satu hal yang pasti. Yang dapat membuat Yvelsky ketakutan.


" Ada makhluk yang lebih kuat dari Yvelsky?! " Ujar semua orang dalam hatinya. Memikirkan pemikiran mereka itu malam membuat tubuh mereka sendiri menjadi merinding dengan wajah yang kusam.


Entah makhluk apa itu yang dapat membuat Yvelsky ketakutan, tapi yang jelas dalam pikiran semua orang itu bukanlah makhluk yang dapat mereka atasi. Bahkan untuk Xi itu sendiri.


Xi pun teringat pada suatu hal yang pernah di katakan oleh seseorang kepadanya dulu saat di makam.


" Yvelsky itu sangat kuat dan perkasa, tapi dia akan tunduk kepada makhluk yang lebih kuat darinya dan menghormati makhluk yang lebih tua darinya. "


Kata - kata itu terlintas kembali dalam pikiran Xi.


" Benar juga... Saat di makam naga, Yvelsky sangat takut kepada Arisa Sang Dragon Awakening. Bahkan saat itu hanya sisa - sisa dari kesadaran jiwa Arisa saja sudah lebih dari cukup untuk menundukkan Yvelsky! " Wajahnya mengerut ketika merenungkan hal itu.


" Benar, benar juga... " Bibir Xi bergetar ketika berbicara.


Semua orang yang mendengarnya dan melihat itu terheran - heran. Terutama adalah Airis. Di antara yang lainnya, Airis lah yang paling mengenal Xi. Dari awal mereka bertemu, dengan sifat Xi yang masih sangat licik dan kejam tanpa adanya alasan yang jelas. Hingga kini perlahan berubah kerena menemukan sebuah alasan untuk menjadi lebih kuat.


Dalam perjalan yang telah mereka tempu selama ini. Ini adalah kali pertamanya melihat sosok yang sangat kuat dan terlihat seperti raja kematian begetar ketakutan.


" Bahkan tuan sampai gemetar... " Ucap Astia memandangi Xi yang seluruh tubuhnya gemetar. " Makhluk macam apa yang sampai - sampai bisa membuat sosok kuat seperti tuan gemetar seperti ini? " Tanya Astia dalam hatinya.


" Makam naga tidak hanya memiliki Yvelsky sebagai Rajanya. Masih ada makhluk - makhluk kuat lainnya yang bersembunyi di sana. Ada makhluk yang lebih kuat darinya di hutan itu... " Ujar Xi. " Hanya Arisa yang mengetahui seperti apa isi di tengah - tengah hutan. Jelas Arisa adalah yang terkuat dan merupakan penguasa dari hutan itu, tapi itu sebelum kematian nya. Tapi, tak lama tepat setelah kematiannya ada sesosok makhluk yang menggantikan dirinya menjadi penguasa seluruh hutan. "


" Makhluk yang tinggal di dalam sebuah gua yang gelap. Ketika makhluk itu bangkit dan seluruh tubuhnya di tutupi oleh gelapnya malam. Tubuhnya berwarna biru keemasan, dan kepala naga senlong dengan panjang tubuh mencapai Delapan puluh sembilan meter dengan tubuh seperti ular. Aura yang mendominasi berasal dari makhluk itu, ketika ia keluar dari gua persembunyiannya, tubuhnya dapat menutupi seluruh bulan yang bersinar di puncaknya. " Lanjut Xi menjelaskan.


Semua orang terkejut dan tercengang mendengar cerita dari Xi yang menceritakan sesosok makhluk yang bahkan belum pernah mereka dengar apa lagi mereka lihat sebelumnya. Cerita yang di ceritakan oleh Xi terdapat seperti sebuah cerita anak - anak, namun dalam pandangan mereka itu terkesan serius dan nyata.


" Ada makhluk yang sepanjang itu? Dan lagi bentuknya seperti ular?!! " Tariak Astia dengan penuh keterkejutan, bertanya kepada Xi yang sedang menceritakan apa yang pernah di dengarnya dari Arisa Sang Dragon Awakening penguasa hutan sebelumnya.


Xi pun menjawab dengan menambahkan " Seperti yang kita tahu, monster atau pun beast yang telah menginjakkan kaki mereka di Rank A sudah dapat berpikir layaknya manusia. Dan mereka yang ada di Rank S bukan hanya sekadar bisa berpikir layaknya manusia, tapi juga dapat berbicara layaknya manusia / dalam bahasa monster. Dan jelas itu telah menjadi hal yang wajar di dunia ini. " Jawab Xi.


Astia tidak terkejut lagi mengenai itu. Untuk monster yang dapat berbicara dalam bahasa monster atau pun manusia itu adalah hal yang biasa. Bahkan monster yang berada di peringkat bawah pun juga dapat melakukannya jika mereka memenuhi syarat untuk mencapai sesuatu keadaan yang spesial.

__ADS_1


Contohnya seperti yang paling berbakat di antara Rasnya, atau pun yang paling kuat di antara Rasnya.


Dengan penasaran Airis bertanya mengenai makhluk kuat yang di ceritakan oleh Xi itu. " Monster apa itu... " dengan sedikit berkeringat walau ia berada di tempat yang sangat dingin.


Xi menyipitkan matanya, dahinya menggerut serius dengan wajah menghitam. " Mythical Beast, Ular Naga Biru... " Balas Xi.


Semuanya terdiam mendengar nama makhluk yang di sebutkan oleh Xi. Walau tidak pernah bertemu dan mendengarnya sebelumnya. Tapi, setelah mendengar nama itu entah kenapa tubuh mereka semua langsung merinding sendiri.


" Di tempat ini berarti ada sosok makhluk seperti Mythical Beast yang tinggal... Entah dia mengganggu atau tidak, yang jelas sekarang kita tidak boleh menjadikannya sebagai musuh. " Ucap Xi.


Semua orang mengangguk setuju mendengar saran dari Xi. Dengan level mereka sekarang, dapat di pastikan mereka akan di musnahkan bahkan bila makhluk itu hanya menghembuskan nafasnya.


Astia mewajarkan saran yang di berikan oleh Xi. Bagaimana pun, di lihat dari sisi mana pun juga Xi seperti tidak ingin berurusan dengan makhluk mengerikan itu. Entah itu terlihat seperti seorang pengecut atau pecundang. Yang jelas yang di saksikan oleh Astia saat ini... Bukalah Xi takut akan makhluk tersebut, melainkan khawatir dengan orang - orang yang ada di sekitarnya.


" Tuan hanya tidak menginginkan kami untuk terkena masalah dengan makhluk itu... Hal yang wajar bila ragu memprovokasi untuk sesuatu yang tidak kau ketahui. Hal yang konyol jika mati karena kebodohan nya sendiri. Keputusan untuk tidak memprovokasi makhluk itu dan menghindarinya adalah keputusan yang paling benar. Entah apa yang di pikirkan oleh yang lainnya, tapi aku sangat mendukut keputusan tuan yang selalu berhati - hati. " Gumam Astia dalam hatinya. Sesuatu semacam ini bukan hanya terjadi sekali atau pun dua kali dalam hidupnya. Tapi ini sudah sering terjadi sampai ia paham dengan situasi yang sedang mereka hadapi saat ini.


Xi pergi dengan mengajak yang lainnya untuk meninggalkan tempat ini dan melanjutkan perjalanan mereka. Perlahan mereka semua berjalan pergi meninggalkan tempat itu menuju ke suatu tempat yang jaraknya masih sangat jauh. Yaitu Negara Bersalju yang jaraknya berkisar seribu mil jauhnya.


Tanpa mereka sadari, ketika mereka sampai dan pergi. Langkah mereka telah di awasi oleh seorang wanita cantik yang berdiri di atas puncak gunung es yang sangat tinggi. Wanita dengan gaun putih kebiruan, dengan sepasang sayap naga putih yang indah di punggungnya. Mengawasi kelompok Xi dari kejauhan dengan matanya yang seindah berlian yang bersinar di malam bulan penuh.


" Hmmm... Entah ini cuma perasaanku saja atau... Sepertinya laki - laki itu sudah menyadari kehadiranku? " Ucap wanita cantik itu dengan suara sedingin es.


Xi dan kelompoknya telah pergi jauh dan akan menghilang dari pandangannya. Dengan itu ia berbalik dan membentangkan sayapnya. Sebelum pergi, wanita cantik itu menolah kebelakang sebentar untuk melirik Xi yang perlahan menghilang.


" Aku rasa... Aku bisa bertemu denganmu lagi nanti. Itu pun jika lau dirimu masih hidup... " Ujar wanita itu. Kemudian mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi ke langit biru yang tertutupi oleh awan salju yang lebat. " Aku harap kita bisa cepat bertemu! " Lanjut wanita cantik itu.


Dalam perjalanan mereka, beberapa jam ketika mereka baru sampai di Area Bersalju. Hawa dingin menusuk - nusuk tubuh mereka semua, mengakibatkan mereka mengalami rasa kedinginan yang ekstrem. Suhu dingin yang menusuk tubuh itu, seakan telah menembus daging - daging mereka dan membekukan tulang dan darah yang ada di dalam tubuh.


Walau telah menggunakan setelan baju tebal yang dapat menghangatkan tubuh saat cuaca dingin dan bersalju. Itu tidak cukup ampuh untuk menetralisir hawa dingin yang menusuk mereka.


Di tambah dengan munculnya badai salju yang tiba - tiba muncul, membuat mereka semua semakin kedinginan. Perlahan - lahan tubuh mereka semua memucat karena rendahnya suhu panas di sana. Baju kulit tebak yang mereka pakai bahkan perlahan mulai sedikit kaku karena membeku.


" Badainya terlalu kuat... Membuat api ku sulit untuk menyala! " Gumam Xi. Badai Salju yang begitu kencang membuat perasaan aneh di dalam hatinya. Itu tidak normal dan muncul tiba - tiba seperti sengaja di buat oleh seseorang.


Tebalnya badai Salju yang menghantam mereka, membuat jarak pandang mereka berkurang drastis dan hanya dapat melihat sekitar dua meter dari jarak pandang normal mereka. Dan itu pun masih sulit karena kabut salju terus bertambah semakin tebal.


Xi yang menyadari situasi mereka semakin buruk jika terus berada di luar dan terpapar oleh badai terus menerus. Mencari jalan keluar untuk keluar dari masalah yang mereka hadapi. Menggunakan maps pada system untuk membantunya menunjukkan arah jalan agar mereka tidak tersesat.


Kala itu, Xi berusaha keras untuk mencari sebuah tempat terdekat yang dapat di gunakan sebagai perlindungan sementara sampai badai salju selesai.


Sebuah titik merah muncul di dalam maps, yang menunjukkan sebuah tempat yang dapat di gunakan sebagai tempat untuk berlindung.


Tidak ingin menyia - nyiakan waktunya, Xi berteriak dengan kuat untuk memberikan kepada mereka yang ada di belakangnya.


" Semuanya bertahanlah! Tidak jauh du depan kita terdapat sebuah gua! Kita akan pergi ke sana untuk berlindung dari badai salju yang tebal ini! " Teriak Xi.


" Ya! " Semua orang dengan serempak membalas.


Semua orang melapisi tubuh mereka dengan energi sihir untuk mengurangi rasa dingin yang menusuk tubuh mereka. Dengan sisa kekuatan yang mereka miliki, mereka menambahkan kecepatan berjalan mereka untuk cepat sampai ke tempat tujuan.


Dalam usaha keras mereka, badai salju semakin kuat dan terus menghalangi. Namun, itu tidak membuat mereka kehilangan semangat. Tanpa rasa gentar sedikit pun dalam hati, mereka terus melangkah maju. Sampai akhirnya mereka berhasil sampai di tempat yang ingin mereka tuju sebagai tempat berlindung sementara.


Sesampainya mereka di gua es yang cukup besar. Mereka semua lalu menyalakan api untuk menghangatkan tubuh mereka. Karena tidak adanya kayu bakar di tempat ini, Xi membeli beberapa pakaian dari shop system untuk di jadikan bahan bakar. Serta beberapa peralatan yang terbuat dari kayu yang ada di dalam inventory nya. Khususnya adalah senjata - senjata yang biasa sering di gunakan oleh monster - monster yang tinggal di dalam hutan.


Api unggun menyalah, mereka semua mendekatkan tangan mereka pada api itu merasakan kehangatan yang di hantarkan. Walau di luar sedang ada badai kuat yang menerjang, gua yang mereka tempati sangat kokoh. Sehingga mereka tidak perlu khawatir kalau tempat tersebut akan hancur karena badai.


" Aaaa, hangatnya... Aku pikir akan mati kedinginan tadi... " Ujar Glammy. Tubuhnya dapat merasakan kehangatan dari api kecil yang menyalah. Rasa dingin yang tadi bersarang di tubuhnya, semua telah terobati.


Semua orang tidak mengira sesuatu seperti ini dapat terjadi begitu saja tanpa adanya tanda - tanda sedikit pun. Mereka heran dengan badai salju yang menerjang mereka ketika berada di luar. Badai itu muncul seolah - olah di peruntukan untuk mereka.


Tapi, yang pasti dalam pikiran mereka semua. Untuk dapat mengendali sebuah cuaca tentu bukanlah ulah dari orang - orang biasa. Bahkan untuk seorang Rank S sskali pun hanya sedikit mem


Tapi, yang pasti dalam pikiran mereka semua. Untuk dapat mengendali sebuah cuaca tentu bukanlah ulah dari orang - orang biasa. Bahkan untuk seorang Rank S sskali pun hanya sedikit saja yang bisa melakukannya.


Sihir cuaca dengan area yang luas dan lagi berbahaya biasanya tidak dapat di lakukan oleh satu orang. Setidaknya perlu sekitar 10 - 20 penyihir kelas A atau 8 penyihir kelas S yang saling bekerja sama untuk menciptakan sebuah medan area sihir yang luas yang dapat memperangkap lawan - lawannya.


Ke efektifan dari medan sihir yang di ciptakan memungkinkan untuk penggunanya dapat mengontrol cuaca di dalam medan sesuka hati. Dan membuat target yang terjebak di dalamnya tidak dapat melakukan apa pun selain menunggu kematian mereka.


Namun, di balik ke efektifan nya yang sangat berguna, sihir cuaca juga mengkonsumsi banyak sekali energi sihir dari para penyihir yang merapalkan mantranya. Setidaknya, dalam satu penggunaan sihir cuaca akan menghabiskan sekitar 50% sampai 80% energi sihir. Sehingga sihir kuat semacam ini hanya dapat di gunakan satu kali dalam penggunaannya.


Hal itu menjadi kelemahan tersendiri bagi mereka yang mengandalkan taktik tersebut.


Di luar, di dekat pebukitan salju yang tidak jauh dari lokasi badai salju berada. Di sana terdapat sepuluh sosok makhluk humanoid yang mengendarai serigala salju. Perawakan mereka terlihat seperti seorang manusia, namun dengan telinga yang runcing dan kulit berwarna biru es. Mereka adalah Ice Elf, sala satu Ras Elf yang dominan hanya tinggal di wilayah bersalju. Dan merupakan Ras Elf yang kejam dan ganas. Mereka sangat suka memburu manusia - manusia yang melintasi wilayah mereka untuk di ambil semua barangnya.


Mereka semua sedang mengintai kelompak Xi yang tadinya terkena terjangan badai salju yang kuat itu.


Seorang ketua dari suku Ice Blade yang menyaksikan orang - orang itu di terjang badai hanya bisa melihat dan tidak dapat melakukan sesuatu untuk mereka.


Ia menyipitkan matanya, berkata dalam bahasa Elf. " Badainya begitu ganas dan tidak seperti biasanya. Akan bahaya jika kita turun ke sana. " Ujar Ketua Suku Ice Blade. " Sebaiknya kita pergi saja, dan lupakan tentang mereka. Hmmm, mereka pasti sudah mati membeku dan terkubur di kumpulan salju - salju itu. Tidak ada gunanya menunggu lebih lama lagi. " Lanjut Ketua Suku Ice Blade.


Ia bersama dengan anggotanya pergi meninggalkan lokasi terjadinya badai salju yang mereka biasanya jadikan tempat untuk berburu. Ketua Suku Ice Blade kehilangan niatan untuk merampas barang - barang mereka, dan memutuskan untuk kembali ke desa mereka. Di bawa kuatnya badai salju tersebut sudah di pastikan tidak satu pun dari orang - orang itu akan hidup.


Akan tetapi, tanpa mereka ketahui. Orang - orang yang mereka maksud saat ini dalam ke adaan baik - baik saja. Bahkan tidak satu pun dari mereka mengalamu cidera atau pun semacamnya karena badai. Malahan mereka semua sedang menikmati daging bakar di dalam gua yang tersembunyi di sana.


Waktu pun berlalu kian badai salju mulai mereda. Tanpa sadar mereka telah melewati malam hari begitu saja.


Ketika badai berhenti. Semua orang keluar dari gua dengan perasaan yang legah. Mereka dapat menghirup udara segar yang sejut di tempat ini. Tempat yang di penuhi oleh salju putih yang lembut memberikan rasa nyaman untuk mereka.


Seolah - olah apa yang mereka alami kemarin tidak lah pernah terjadi. Dalam sekejap mata mereka semua telah melupakan badai yang hampir membunuh mereka.


Pada pagi yang cerah dan di temani oleh angin yang menyejukkan tubuh. Mereka semua pergi melanjutkan perjalanan menuju sebuah tempat. Yakni Negara Bersalju. Yang menjadi tujuan utama mereka ketika mereka telah sampai di Area Bersalju.


Di tempat lainnya. Terdapat sekelompok orang yang sedang bertarung berhadapan dengan beberapa monster yang menjadi penghuni Area Bersalju.


Tampak kelompok yang terdiri dari beberapa anggota petualang dan prajurit di buat kewalahan dalam menghadapi musuh - musuhnya. Monster yang mereka hadapi memiliki kulit yang keras dan postur tubuh yang besar. Sehingga senjata biasa mereka tidak sanggup untuk menembus kulit monster yang kuat.


Dalam pertempuran tersebut, kelompok monster mendominasi pertempuran. Mereka tidak mendapatkan perlawanan yang berarti dari kubu manusia yang mereka serang. Kecuali satu orang.


Seorang wanita cantik dengan pakaian merah yang sedikit tipis namun tidak terlalu tebal. Wanita itu dengan mudahnya menumbangkan beberapa Ice Troll yang tergolong monster yang kuat dan merupakan Ras Troll terkuat di antara Ras Troll lainnya.


Dengan kemampuan nya dalam mengendalikan es dan air. Wanita itu dapat menumbangkan Ice Troll satu dari demi satu.


Permainan panah es nya yang begitu indah. Membuat persona nya sebagai seorang wanita bertambah. Tidak hanya pesona yang membuat pria tergoda dan tergila - gila, tapi pesona nya untuk mengalahkan semua musuh - musuhnya pun kian bertambah.


Banyak panah es ia tembakkan. Kecepatan dari anak panah yang di tembakkannya itu lebih cepat dari anak panah biasa. Sehingga dengan kecepatan seperti itu, tidak mudah bagi Ice Troll yang memiliki ukuran tubuh yang besar untuk menghindar.


Banyak anak panah menancap di tubuh mereka dengan tidak satu pun dari anak panah itu dapat di tangkit atau pun di hindari.


Wanita cantik itu membuat sebuah pilar es yang tinggi hingga membuatnya terlihat seperti sedang melayang di langit. Sebuah skill di rilisnya.


Sebuah cahaya biru yang terang muncul dengan kepadatan suhu dingin yang ekstrem. Energi yang terkandung dalam bola biru itu semakin bertambah dan bertambah banyak.


Setelah mencapai kepadatan yang sempurna. Wanita itu memegang bola biru yang terlihat seperti bola cristal itu dengan kedua tangannya indahnya. Kulit sehalus sutra menempel pada bola cristal tersebut.


Memegang bola cristal itu dengan erat dengan kedua tangannya. Kemudian ia melepaskan serangan yang mematikan yang telah ia persiapkan. Sinar biru menghantam permukaan salju dan merambat ke sekitarnya. Sinar itu terus bergerak lurus kedepan tanpa henti, dan membekukan apa pun yang di lewatinya dan yang ada di sekitarnya.


Banyak dari Ice Troll yang mati membeku ketika bersentuhan dengan cahaya biru yang di lepaskan oleh wanita itu. Dan itu menjadi akhir dari pertempuran yang sengit dan cukup memakan banyak korban di pihak mereka.


Setelah pertempuran berakhir, wanita cantik itu jatuh lemah. Skill yang tadi di rilisnya begitu kuat hingga menguras hampir seluruh tenaga yang ada di dalam tubuhnya. Ia pun terengah - engah dan berkeringat. Merasakan rasa lelah yang cukup untuk membuat kakinya gemetaran.


Melihat wanita cantik itu yang terlihat dalam kondisi yang tidak baik. Seorang prajurit dengan khawatir bertanya kepada dirinya.


" Tuan Putri, anda terlihat pucat. Apakah anda baik - baik saja? " Ujar prajurit itu sambil bertanya kepada wanita cantik yang di khawatirkan nya.


Wanita itu tersenyum. Senyuman nya sangat manis sampai membuat hati seseorang sangat sakit ketika melihat senyuman manis di wajahnya.


" Aku hanya kelelahan, dengan beberapa sedikit istirahat aku akan pulih lagi. Jadi jangan khawatir. Sebaiknya kau bersama yang lainnya mengemas mayat - mayat dari rekan - rekan kita yang gugur. Mereka akan di makamkan di makam prajurit ketika kita sampai di kota. " Jawab Wanita cantik itu. Rambut putihnya yang terurai bagaikan salju yang di tiup angin, matanya merah bagaikan ruby yang terang benderang. Wanita itu tampak memikirkan sesuatu, ia seperti merindukan seseorang yang telah lama tidak bertemu.

__ADS_1


" Aku harap aku bisa bertemu denganmu lagi... Entah kenapa... Walau hanya sekali kita pernah bertemu tapi, aku sangat merindukanmu. " Ucap wanita cantik itu sambil meletakkan kedua tangannya yang penuh harapan pada dadanya.


__ADS_2