LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 60 Alas perpindahan terbuka


__ADS_3

" Itu bukan urusan mereka. Kami bisa masuk


Setelah mereka saling mengenal, mareka masuk ke dalam tempat di mana alas perpindahan berada. Terlihat di dekat sana terdapat banyak party, dan ada beberapa party yang memiliki anggota sangat banyak. Sebelum mereka masuk ke dalam alas perpindahan, mereka membayar biaya pendaftaran terlebih dahulu, serta jumlah anggota party yang di tentukan harus sesuai.


Setelah membayar biaya masuk, mereka bersiap untuk masuk ke dalam alas perpindahan bersama party lainnya. Alas perpindahan mulai bersinar, memancarkan cahaya biru yang terang dan membentuk sebuah gate.


Semua yang melihat itu, sangat takjub. Mereka sudah tidak sabar, untuk berpetualang di dalam sana. Sebelum semua party masuk ke dalam, seseorang berdiri di depan gate alas perpindahan, dan menjelaskan peraturan dari gate alas perpindahan.


" Semuanya mohon perhatian kalian! " Ucap seorang pria dengan suara yang keras dan tegas. Sontak hal itu, membuat semua orang langsung memperhatikan dan mendengarkan.


" Saya berdiri di depan sini untuk menjelaskan peraturan. 1. Semua item, atau pun apa itu kalian boleh membawa nya pulanh setelah keluar dari Alas perpindahan tanpa membayar pajak. 2. Pihak panitia tidak bertanggung jawab atas para petualang yang terluka parah, atau pun terbunuh di dalam. 3. Tidak ada larangan untuk kalian saling bertarung untuk memperebutkan apa yang kalian ingin kan. 4. Silahkan masuk ke dalam dan berpetualang sepuas kalian selama dua minggu lima hari. " Ucap pria tersebut menjelaskan peraturan yang biasa menjadi peraturan alas perpindahan di setiap tempat.


Setelah pria tersebut turun dan meninggalkan mereka semua. Ratusan party petualang bersemangat dan tidak sabar untuk masuk ke dalam sana. Dan saat suara seperti kaca pecah terdengar oleh mereka semua, segerah mereka masuk ke dalam sana dengan penuh semangat.


" Jadi kita harus bertarung dengan semua orang ini ketika kita ada di dalam sana? " Ucap Airis sambil bertanya kepada party nya.


Yu dengan senyum manis ia menjawabnya " Tidak semuanya. Kita mungkin akan bertarung dengan mereka apa bila ada sesuatu yang sama kita ingin dapatkan. " Ucap Yu menjawab pertanyaan yang Airis ajukan. Itu adalah pengalaman yang penah ia lalui sebelumnya, karena ia dan Tota sering sekali keluar masuk alas perpindahan setiap tahunnya.


" Syukurlah. Aku sangat malas berhadapan dengan semua orang ini. " Lanjut Airis sambil tersenyum dan menutup matanya.

__ADS_1


Saat mereka sibuk mendiskusikan strategi untuk bertahan hidup di dalam sana, sebuah suara jatuh memberikan sebuah peringatan kepada mereka semua. " Hei kalian. " Semua orang menoleh ke arahnya saat ia berbicara. " Ketika masuk ke dalam sana, langsung lari lah, tanpa melihat ke belakang. " Lanjutnya memperingati mereka semua dan memberikan arahan kepada mereka.


Sontak setelah perkataan itu jatuh, mereka diam melamun. Mereka bingung kenapa mereka harus lari saat masuk ke dalam sana.


Gate pun terbuka, dan semua orang dengan penuh semangat masuk ke dalam sana. Dan secara otomatis mereka langsung berpindah ke tempat yang lain.


Hutan Masgag di dalam alas perpindahan. Setelah banyak party masuk ke dalam sana, sebuah ledakan besar terjadi di dekat gerbang masuk, dan membuat mereka yang berada di dekat sana terluka. Teriakan kesakitan serta terkejut saat ledakan tersebut terjadi terdengar sangat jelas.


Di dalam kumpulan debu dan asap yang tebal itu, Tota dan yang lainnya, bingung dengan situasinya yang secara tiba - tiba terjadi sebuah ledakan yang cukup besar.


' A apa yang terjadi? ' Ucap Tota dalam hatinya sambil bertanya - tanya tentang kejadian tersebut. ' Ini kah... Ini kah alasannya Sakaki meminta kami untuk lari saat masuk ke dalam sini. ' Lanjut Tota dalam hatinya sambil mengingat perkataan dari Xi sebelum mereka masuk ke dalam.


Semuanya mengangguk dan mengikuti instruksi Tota saat itu, dan pergi meninggalkan lokasi terjadinya ledakan. Saat mereka berada cukuo jauh dari lokasi awal mereka, terjadi ledakan sekali lagi di depan gerbang masuk alas perpindahan. Dan itu mengejutkan mereka lagi.


' Benar - benar deh apa yang terjadi? ' Gumam Tota dalam hatinya sambil bertanya - tanya tentang ledakan yang terjadi.


Segerah setalah mereka berada cukup jauh dari lokasi ledakan. Mereka pun berhenti karena lelah berlari. Mereka mulai menenangkan diri mereka, dan memperbaikan pernapasan mereka saat itu, sambil menghitung jumlah anggota mereka saat ini.


Saat Tota menghitung anggita Party nya, ia merasa ada yang kurang dari. Dan satu orang yang kurang itu, adalah orang yang memberikan peringatan kepada mereka.

__ADS_1


" Tunggu! Dimana Sakaki? " Tanya Tota sambil bertanya kepada yang lainnya.


Mereka pun saling memandang saat kata - kata itu jatuh dari mulut Tota. Tidak satu pun dari mereka tahu di mana keberadaan Xi saat itu, bahkan Airis yang biasa ada di dekat Xi.


Namun, ia terkejut saat melihat sebuah kertas terikat pada pedangnya. Sebelum nya kertas tersebut tidak ada di sarung pedang nya. Ia pun menganbil kertas tersebut, dan membaca isi nya. Sambil memberitahukan kepada yang lainnya apa yang tertulis di kertas tersebut.


" Semuanya, ada sebuah pesan dari tuan ku. Kejadian ini sudah di prediksi olehnya, ia tahu kalau kita akan terpisa darinya. Jadi beliau memberikan pesan ini kepada ku. " Ucap Airis memberitahukan kepada mereka semua sebuah pesan yang di berikan oleh Xi.


" Lalu apa isi dari pesan tersebut? " Tanya Annya kepada Airis mengenai pesan yang di berikan oleh Xi.


" Tuan ku menuliskan di sini, kalau ia pergi ke sisi barat, untuk mencari sebuah pohon. " Ucap Airis sambil membaca pesan yang ada di sana.


Mendengar itu dari Airis, mereka mengerti kalau Xi sedang mencari apa yang ia inginkan, dan setelah itu, ia akan kembali lagi ke partynya. Namun setelah mereka memikirkan baik - baik pohon yang di maksud membuat mereka langsung berhenti dan saling memandang.


" Tidak mungkin! Dia pergi ke barat untuk mencari pohon Akkarta! " Ucap Katashi dengan keras.


" Ayo kita ke sana juga! Aku juga mau mendapatkan buahnya. " Ucap Aiko berniay untuk pergi ke sana.


" Dia mencari barang bagus tapi gak mau berbagi! Akan aku hajar dia! " Teriak Tota dengan keras sambil mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


Melihat tingkah mereka yang seperti anak - anak, membuat Airis, Yu, Annya merasah aneh dengan sikap mereka. Sebuah garis hitam jatuh di kepala mereka saat melihat ketiga orang tersebut.


__ADS_2