LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 22 Melawan Comandan Iblis sang ke sengsaraan


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, tepatnya tempat dimana para comandan iblis berkumpul. Di sana mereka berkumpul untuk membahas tentang kematian dari rekannya. Satu dari comandan iblis Feras.


" Feras telah terbunuh... Salah satu dari kursi comandan iblis telah menghilang! Aku rasa ini akan menjadi masalah. " Ucap sosok hitam 1 dengan suara yang sedikit berat.


" Tidak aku sangkat si kepala jenius itu malah mati duluan. Aku pikir renacananya sudah sempurna, kuahaha. " Ujar sosok hitam 2 dengan suara santai sambil tertawa.


" Orang itu terlalu percaya diri dengan rencana yang ia buat. Aku rasa dia telah mati dengan cara yang sangat memalukan. " Ujar sosok hitam dengan postur tubuh seperti tubuh wanita. Serta suara nya yang lembut sambil membayangkan kematian temannya tersebut. Dalam pikirannya saat itu, ia membayangkan Feras mati karena terjatuh akibat menginjak kulit pisang.


" Kuahaha. Tapi berkat itu, kita dapat mengetahui kalau musuhnya kali ini cukup pintar. Bahkan mereka sampai mampu mengalahkan satu dari 8 comandan iblis. " Ujar sosok hitam lagi dengan empat mata merah.


" Oi oi sedang bercanda kan? " Ujar wanita itu.


" Kuahahaha! " Suara tawa yang keras memenuhi seluruh ruangan. " Itu sudah pasti! "


" Kekeke... Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orang itu. " Ujar Sosok hitam 1.


Di tempat yang jauh di sebuah desa. Dua hari telah berlalu saat Xi dan Airis pergi meninggalkan kerajaan Blue Sky Bird. Ia berhenti di sebuah desa yang ia lewati. Namun di desa itu terlihat sangat sepi dan sunyi. Tidak ada satu orang pun yang ada di sana.


" Xi - Sama, di sini sangat sepi. Seperti tidak ada penduduk yang tinggal di sini. " Ujar Airis.


" Sepertinya begitu. " Ucap Xi dan turun dari kuda yang ia tunggangi.


Ia berjalan sambil memegang tali kudanya, dan saat masuk ke pusat desa. Ia mulai mendengar langkah kaki dan semakin lama langkah kaki itu semakin jelas serta semakin berisik.


Ia melihat sekelilingnya, dan betapa mengejutkannya ada sekelompok joblin telah mengepung dirinya dan Airis. Dan di antara para Goblin itu terdapat satu Goblin yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari Goblin lainnya.


Dengan senjata yang berupa sebuah tongkat kayu yang besar, goblin tersebut berjalan menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


" Kuahaha, apa itu kau... Orang yang telah membunuh Feras? " Tanya Goblin tersebut dengan bahasa monster.


Xi menatapnya dengan dingin dan berkata. " Kalau iya... Kenapa? " Balas Xi.


Goblin itu terseyum sambil memegang senjatanya dengan erat. Ia tampak senang karena dapat bertemu dengan orang yang telah membunuh rekannya.


" Aku Buttu salah satu dari 8 comandan Iblis. Hari ini dan di sini aku akan membunuh mu sebagai balas dendam atas kematian temanku. " Ujar Goblin tersebut yang mengakui dirinya sebagai salah satu dari 8 Comandan Iblis.


Buttu adalah Goblin yang berbakat dan memiliki kemampuan yang tinggi. Ia sering kali bertarung dengan para petualang dan berhasil mengalahkan banyak petualang serta melalui banyak pertempuran.


Hal itu menyebabkan dirinya memiliki banyak pengikut yang berupa Goblin dan monster - monster lainnya. Ia memimpin pasukan Goblin dan serigala. Membuatnya sangat di takuti oleh petualang lainnya. Dan hal itu lah yang membuay dirinya menjadi salah sati dari 8 komandan Iblis.


Salah satu dari 8 Komandan Iblis Buttu, sang ke sengsaraan.


[ Nama : Buttu ]


[ Ras : Goblin ]


[ Level : 60 ]


[ Exp : 10000 ]


Buttu terseyum ke arah mereka berdua. Dan dengan cepat ia langsung melompat ke arah Xi dan langsung menyerangnya. " Matilah! Hahaha! " Ujar Buttu sambil mengayunkan senjatanya dengan kuat.


Xi dan Airis menghindari nya dengan mudah, sehingga serangan Buttu mengenai tanah dan tanah itu langsung berlubang. Pergerakan nya cepat bahkan dengan mudah ia langsung menutupi jaraknya dengan Xi.


" Kalian! Serang mereka! " Ujar Buttu dan memerintahkan semua pasukannya untuk menyerang.

__ADS_1


Para Goblin dan serigala berterak gembira. Tali panah mereka tarik, dan melepaskan banyak anak panah yang mengarah ke pada Xi. Namun dengan mudahnya Xi membuat serangan balasan dengan menyerang balik panah tersebut dengan serangan bola api.


Bola api yang cukup besar menghantam beberapa Archer Goblin saat itu dan membuat mereka terbunuh. Setelah serangan bola api tersebut. Para goblin dan serigala bergerak maju dan mulai menyerang Xi dan Airis.


" Kuahaha lihat kemana kau?! " Ujar Buttu dengan keras dan menyerang Xi dengan tongkat kayunya yang besar itu.


Xi langsung berpinda ke belakang buttu dan menyerang Buttu dengan dagger miliknya. Dan membuat luka tusuk kepada Buttu. Namun itu bukan apa - apa buat Buttu yang memiliki kemampuan fisik yang kuat. Namun kecepatan nya lebih lambat karena kuatan yang ia miliki.


" Kau boleh juga... Hebat juga kau bisa menghindari seranganku. " Ujar Buttu kepada Xi.


Tanah mulai bergetar dan dari bawah tanah muncul pasukan undead, dan mereka langsung menyerang para Goblin dan serigala. Dan membuat pertarungan menjadi satu lawan satu.


" Menarik. Ternyata kau punya pasukan juga. " Ujar Buttu memuji kemampuan Xi. " Namun itu gak lebih dari sekedar sampah! " Lanjutnya dan langsung menyerang Xi.


Ia menyerang Xi dengan membabi buta. Walau serangan nya kuat namun acak. Dengan mudah Xi dapat menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh buttu.


Saat buttu mengangkat senjatanya tinggi - tinggi. Xi menggunakan kesempatan itu untuk menyerang dengan sihirnya. " Burning Hand! " Ujar Xi. Dari telapak tangannya muncul kobaran api panas yang langsung membakar buttu.


Walau kepanasan, tapi itu bukan masalah untuk Buttu, ia lanjut menyerang Xi menggunakan tongkat bsarnya. Serangannya yang kuat menghantam tanah dengan kuat hingga membuat tanah menjadi hancur.


Petarungan berjalan dengan sangat sengit, dan pertarungan itu membuat banyak kerusakan. Dimana setiap serangan kuat yang di lancarkan oleh Buttu selalu meleset dan menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya.


Serangan Buttu yang kuat adalah keunggulan untuk dirinya. Namun serangan Buttu itu lambat dan itu menjadi kelemahan dirinya. Xi memanfaatkan setiap serangan Buttu yanh meleset, ia sempatkan untuk menyerang baik dengan kedua daggernya. Tak jarang ia menggunakan sihir api untuk menyerang.


Saat serangan Buttu hampir mengenai dirinya, tercipta sebuah perisai sihir yang melindungi dirinya dan memblokir sepenuhnya serangan Buttu.


" Shield. " Ujarnya membuat persai dari sihir untuk memblokir serangan Buttu yang hampir mengenai dirinya.

__ADS_1


Buttu terus menyerang Xi dengan ganas, dan perlahan ia mulai sadar kalau gerakannya semakin lama semakin melambat. Kini pun kakinya mulai gemetaran dan sulit untuk di gerakkan.


Tepat di depan Buttu Xi berdiri sambil berkata. " Orang payah sepertimu... Bagaimana bisa kau menjadi seorang Comandan Iblis? " Ujar Xi kepada Buttu sambil merendahkannya. Kalau Buttu sesungguhnya tidak layak untuk menjadi Comandan Iblis.


__ADS_2