
Waktu berlalu dengan cepat dan malam pun berganti dengan pagi hari yang indah. Dengan angin sejuk menghembuskan embun, udara segar dapat mereka hirup dengan nikmatnya. Semua yang telah bangun, mencoba untuk meregangkan tubuh mereka dengan berolaraga di pagi hari sebelum mereka melanjutkan pertarungan mereka di dalam hutan.
Di saat itu, saat mereka hendak melakukan pemanasan. Mereka melihat Tota yang duduk diam di depan api unggun yang telah padam. Mereka mematapi Tota dengan bingung nya, kanapa dia ada di sana?
Sementara itu, Tota yang terduduk diam tampak mengingat percakapan nya dengan Xi tadi malam selesai mereka bertarung. Saat itu ia melontarkan pertanyaan kepada Xi " Saudara, kau sangat kuat... Aku penasaran apa tujuanmu yang ingin kau capai di masa depan? Bolehkah aku mengetahui nya? " Tanya Tota kepada Xi setelah mereka selesai bertarung. Saat itu, ia terbaring di tanah yang hancur akibat di banting oleh Xi dengan kuatnya.
Mendengar itu Xi hanya diam saja dan menatapi bulan yang indah pada malam itu. Ia bingung ingin menjawab apa. Karena sejatinya ia tidak memiliki tujuan apa pun di dunia ini. Ia bahkan bingung kenapa ia bisa ada di dunia ini, dan apa alasan ia bisa di pilih sebagai orang yang di reinkarnasi kan. Dari sekian banyaknya orang pada saat itu, kenapa hanya dia seorang yang terpilih.
Itu lah yang terus tersemayang di dalam pikirannya. Saat pertemuan pertamanya dengan dewa kematian pada saat itu, ia hanya bisa menjawab semua pertanyaan dewa kamtain dengan bingung tanpa memikirkan apa pun. Dan lagi saat ia bertanya kepada System tentanh siapa dirinya sebenarnya, system tidak menjawab pertanyaan itu sedikit pun. Hal itu membuatnya menjadi penasaran kenapa harus berada di dunia ini. Dunia yang di penuhi dengan orang - orang yang memiliki kekuatan dan sihir, serta banyaknya monster yang tersebar di seluruh dunia.
Sambil menghirup udara malam serta menutup matanya, ia perlahan menghembuskan nafas nya dan membuka mata nya perlahan. " Entahlah... Aku tidak tahu. " Jawabnya akan pertanya yang Tota tanyakan.
Hal itu membuat Tota sedikit terkejut dengan jawaban yang di berikan. Namun, ia tetap berpikir positif kalau Xi hanya tidak mau memberikan jawaban yang sebenarnya.
Kembali pada Tota yang sedang merenung, ia di kejutkan oleh Aiko dan Airis hingga membuatnya berteriak kencang.
__ADS_1
" HAAA! " Teriak Aiko dan Airis dengan kuat dari belakang Tota.
" HUWAAA! " Teriak Tota yang terkejut dan jatuh karena tersandung sebuah batu. " Hei apa maksud kalian itu? " Tanya Tota dengan ekspresi kesalnya.
Namun Airis dan Aiko hanya tertawa saja dan menghiraukan pertanyaan Tota. Melihat teman - temannya tertawa membuatnya menjadi sedikit malu dengan wajah yang merah.
Di samping itu, Airis yang melihat semuanya telah bangun, ia tidak melihat Xi di sekitar mereka. Karena bingung dengan keberadaan Xi yang tidak ada di sini, ia pun bertanya kepada Tota karena Tota yang pertama kali bangun pagi ini. " Hei, Kucing, apa kau tahu dimana Tuanku berada? " Tanya Airis kepada Tota dengan menyebut Tota sebagai kucing.
Dengan ekspresi wajah mengejeknya Tota pun membalasnya. " Ho, seekor rubah betina telah kehilangan majikannya... Kau ingin tahu aja atau mau tahu banget? " Tanya Tota sambil mengejek Airis saat itu.
Pada saat itu pun Airis langsung kesal dengan Tota, dan akhirnya mereka pun berantem di pagi hari yang cerah itu. Setelah pertengkaran kecil mereka selesai, Tota pun menjawab pertanyaan yang Airis tanyakan.
Sementara di tempat yang jauh dari tempat Tota berada. Tampak Xi sedang bertarung dengan sekumpulan beruang iblis yang mengejar dirinya saat ia menangkap seekor monster Rusa awan biru yang langkah.
Walau begitu, dengan ke ahliannya dalam memainkan pedangnya yang berupa katana, ia dapat mengalahkan sekumpulan beruang iblis itu dengan mudahnya. Dalam sati tebasannya, ia dapat mengalahkan satu atau dua beruang iblis sekaligus. Hingga dirinya dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang ia hadapi.
__ADS_1
" Melawan beruang iblis sekarang tidak sesulit yang dulu. " Ucapnya sambil mengingat saat ia mengambil Quest untuk mengalahkan beruang iblis saat berada di kerjaan Blue Sky Bird.
Di samping itu, ia juga mengingat sesuatu yang ia lihat saat kesadarannya di ambil alih oleh kekuatannya sendiri saat naik ke Rank A sebelumnya. Pada saat itu di sebuah alam bawah sadar yang sangat gelap dan tidak ada cahaya sedikit pun, walau hanya seterang kunang - kunang. Saat itu, sangat terkejut saat melihat sebuah kilasan ingatan. Namun kilasan ingatan itu terhenti dan menghilang di telan oleh kegelapan yang ada di sana, serta pada saat yang sama sepasang mata merah yang berukuran sangat besar menatapnya dengan tajam layaknya seekor pemangsa paling kuat di seluruh alam.
Mata merah itu menatap dirinya dengan sangat tajam sambil berkata kepada dirinya. " KAU BELUM SIAP UNTUK INI. KAU MASIH TERLALU LEMAH. PERGILAH DAN KEMBALI LAGI SAAT KAU TELAH MENJADI LEBIH KUAT! " Ujar Sosok tersebut sambil menatapnya dengan tajam serta dengan aura yang haus akan darah. Dan secara paksa mendorong Xi keluar dari alam bawah sadarnya sendiri.
Pada saat ia merenungkan kembali perkataan dari sosok yang tidak ia ketahui itu. Sebuah suara langkah kaki terdengar olehnya yang tidak jauh dari tempatnya berada. Dan itu tepat di belakang dirinya.
" Siapa kau? " Tanya Xi dengan dingin tanpa membalikkan badannya.
TAP! TAP! TAP! Suara langkah kaki. Suara tawa yang keras pun terdengar saat dirinya telah ketahuan bersembunyi " Kuahahaha! Tidak aku sangka pemuda sepertimu dapat menyadari keberadaan ku. " Ucap sosok tersebut dan keluar dari tempat dimana ia bersembunyi.
Pada saat itu muncul seorang pria yang cukup tua dengan tampang nya yang sangat jelek. Ya sangat jelek. Dengan bertingkah dengan sok keren nya saat itu ia berkata kepada Xi. " Kau menarik sekali bocah, apa kau mau jadi bawahanku? " Tanya pria tua yang jelek itu kepada Xi. Menawarkan Xi untuk menjadi bawahannya. " Akan aku berikan kau sebuah keuntungan besar jika kau mengikuti ku. " Lanjut pria tua itu sambil menawarkan sebuah keuntungan yang besar apa bila Xi mau ikut bersamanya dan menjadi bawahannya.
" Dengan kemampuan yang kau miliki ini, kau tidak dapat di ragukan lagi akan menjadi seorang yang hebat di masa depan. " Lanjut pria tua itu. Ia mengakui kemampuan yang di miliki oleh Xi itu luar biasa dalam memainkan sebuah pedang. " Di bawah bimbingan master tua ini, kau akan menjadi sesosok pria yang hebat dan nama mu akan di kenal oleh seluruh dunia ini. Alangkah baiknya kau menerima tawaranku ini. Aku Hanbu seorang pria hebat dari sebuah negara besar. Dengan pengalamanku dalam hidupku ini sudah banyak hal aku lalui. Aku yakin dapat membuatmu menjadi pria hebat nantinya. " Lanjut Pria tua itu dengan percaya dirinya. Ia bernama Hanbu seorang yang memiliki posisi tinggi di sebuah kerajaan yang ada di wilayah barat. Di kenal sebagai seorang Magician Slayer karena ia memiliki kemampuan anti magic yang cukup tinggi.
__ADS_1
Dengan Skill Anti Magic yang ia miliki, membuatnya sangat sulit untuk di kalahkan oleh para Mage atau pun Magicswordman. Karena pada dasarnya serangan sihir akan sangat sulit untuk memberikannya sebuah luka. Dengan itu, membuatnya menjadi sangat mudah merangsak tinggi dan berdiri di antara yang terbaik.
Namun, dengan tatapan nya yang dingin. Xi menoleh dengan aura membunuh telah menyelimuti matanya. " Alangkah baiknya kalau kau mengatakan tujuanmu yang sebenarnya pak tua? Walau aku lebih muda dari mu, tapi aku tidak akan segan dengan mu! " Balas Xi dengan dingin dan ekspresi wajah yang datar.