LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 81


__ADS_3

Di dalam gua terdapat sebuah dinding es penghalang. Saat itu Xi melelehkan sedikit dinding es nya untuk membuat jalan masuk, namun tidak di sangka dia menemukan seorang wanita yang amat cantik di dalam sana sampai - sampai membuatnya terdiam terkejut. Namun, di balik kecantikan itu, tampak wanita itu sedang memulihkan dirinya karena mengalami luka dalam yang parah.


Saat itu Xi hanya diam mengawasi wanita tersebut apakah ia akan berhasil memulihkan dirinya atau tidak. Jika tidak, mungkin ia akan membantu wanita itu untuk menyembuhkan dirinya dengan menggunakan sihir penyembuh.


Pada saat itu wanita berambut putih merasakan ada sesuatu di depannya. Ia pun membuka matanya perlahan untuk melihat apa yang ada di hadapannya. Dalam hatinya ia berkata. " Seharusnya tidak ada monster satu pun di dekat sini karena aku sudah membersihkan area sekitar... Tapi... " Ucapnya dalam hati dengan membuka matanya perlahan.


Saat ia membuka matanya, tampak seorang pria muda berambut yang tampan berdiri di hadapannya sedang melihat ke arahnya. Dia pun cukup terkejut dengan pemuda tersebut, namun anehnya, ia tidak bisa merasakan aliran sihir apa pun pada pemuda tersebut, bahkan aura kehidupan nya tidak dapat di rasakan dengan kamampuannya. Hal itu pun menimbulkan pertanyaan aneh di dalam pikirannya.


" Ha? Apa itu beneran manusia? Tapi... Kenapa tidak ada energi kehidupan sedikit pun terpancar dari tubuhnya? " Ujar wanita cantik itu sambil bertanya - tanya dalam pikirannya sendiri. Karena hal itu pula ia mencoba berpikir positif, mungkin yang ia lihat hanyalah sebuah ilusi yang di sebabkan karena luka dalam yang ia alami dari hasil pertarungan sebelumnya. " Mungkin saja ini hanya sekedar ilusi saja... Tapi, aku juga takut kalau aku bertelanjang di depan pria sungguhan dan bukannya ilusi... " Lanjutnya dalam hati yang sedikit ragu. Namun, ia menenangkan dirinya dan tetap berpikir positif.


" Tapi, untungnya yang aku lihat hanyalah sekedar ilusi karena tidak ada energi kehidupan sedikit yang terpancar darinya. Karena itu, akan aku lanjutkan untuk menyembuhkan luka dalam ku. " Ujar wanita itu dalam hatinya sambil melanjutkan menutup matanya, dan melanjutkan untuk memulihkan dirinya.


Saat ini wanita yang ada di hadapannya adalah seorang wanita paling cantik di wilayah utara. Tempat yang dimana di penuhi dengan es dan salju.


Putri pertama dan satu - satunya dari Raja Air dan Ratu es di wilayah utara. Wanita tercantik di kerjaan bersalju serta yang tercantik di antara bangsawan lainnya, serta di kekaisaran sekali pun. Eirlys Yumiko dari kerajaan lembah bersalju.


Saat wanita itu menutup matanya merahnya yang sangat indah, seindah ruby yang di terangi oleh cahaya bulan di malam hari. Xi cukup terkejut, dan berpikir di dalam pikirannya. " Eh? Dia menutup matanya kembali? Apa dia pikir aku ini sebuah ilusi yang di sebebkan oleh luka yang dia alami? " Ujarnya dalam pikirannya sambil bertanya - tanya tentang hal tersebut.


Namun, ia tidak mengganggu wanita tersebut dan lanjut mangamati proses penyembuhan yang di lakukan oleh wanita itu. Ia dapat merasakan aliran sihir yang di sebarkan di seluruh tubuhnya untuk membantu peredaran darahnya lebih lancar, serta memusatkan sebagian sihirnya pada luka yang ia derita.


Cara penyembuh luka dalam yang di lakukan oleh Yumiko sangatlah unik, namun juga rumit dan merepotkan. Untuk orang normal, mungkin mereka tidak mau mengikuti cara tersebut karena terlalu merepotkan untuk mereka. Namun, cara ini bisa saja di lakukan mungkin karena ini hanyalah cara satu - satu nya yang ia miliki.


Setelah beberapa waktu berlalu, selama Xi mengamati Yumiko. Tidak terjadi apa pun yang mengkhawatirkan. Tiba - tiba saat ia hendak selesai memulihkan dirinya, tiba - tiba saja Yumiko batuk darah.

__ADS_1


" Uhuk, uhuk... " Yumiko memuntahkan seteguk darah dari mulutnya beserta dengan cairan potion yang telah ia minum sebelumnya untuk menyembuhkan dirinya. Karena hal itu ia pun terbaring lemas karena ia gagal dalam menyembuhkan dirinya di saat - saat terakhir.


" Oh tidak... Luka ku... Semakin parah... " Ujarnya sambil menutup matanya serta terbaring lemas karena rasa sakit dari luka yang ia derita. " Bagaimana bisa aku gagal di saat - saat terakhir? " Ujar Yumiko dalam hatinya. Yang tidak dapat percaya kalau ia gagal di saat terakhir dalam proses penyembuhan nya.


Sementara itu, Xi yang melihat Yumiko terbaring lemas ia berkata dalam hatinya " Dia gagal... " Ucapnya dalam hati. Dan perlahan melangkahkan kakinya mendekati Yumiko yang terbaring lemas.


Sambil berjalan dan mengambil sebuah potion dari inventorynya, ia berkata " Nona, pertahankan energi sihirmu sebentar untuk tidak membiarkan lukamu semakin membesar. " Ucap Xi dengan ringan sambil mendekati Yumiko.


Mendengar itu Yumiko langsung membuka matanya dengan terkejut. Ia tidak bisa percaya kalau pria yang ada di hadapannya saat itu bukanlah sebuah ilusi. " Apa?... Jadi... Jadi dia bukan ilusi? " Ujar Yumiko dalam hatinya yang terkejut.


Melihat Xi yang berjalan mendekati dia, pikiran aneh pun mulai muncul dalam pikirannya. " Apa yang akan dia lakukan? " Ucapnya sambil bertanya - tanya dengan dirinya sendiri.


Melihat botol yang di pegang oleh pria itu, ia semakin takut karena botol tersebut berisi sebuah carian berwarna merah yang sangat kental bahkan cahaya pun tidak dapat menembusnya. Saking kentalnya sampai terlihat seperti darah di mata Yumiko saat itu.


Ia menyentuh wajah Yumiko dengan lembut dan membantunya untuk membuka mulutnya perlahan. Dengan menyandarkan kepala Yumiko di tubuhnya, ia membantu membuka kan mulut Yumiko, lalu memberikannya potion tsrsebut.


Sementara itu Yumiko dalam pikirannya. " Ah... Sentuhan ini... Begitu hangat dan lemah lembut... " Ujarnya dalam hati dengan wajah memerah karena malu.


" Selanjutnya adalah minum potion ini. " Ujar Xi menyedukan potion tersebut ke mulut Yumiko.


Melihat carian berwarna merah darah itu membuat Yumiko berkeringat dingin dan hampir ingin muntah saat melihatnya akan di masukkan ke dalam mulutnya.


Akhirnya air dari pition tersebut pun masuk ke dalam mulutnya perlahan. Yumiko pun menelan air tersebut dan terkejut dengan rasa dari potion yang di berikan oleh pria yang menolongnya itu. Tampilan luar potion tersebut sangat mengerikan karena seperti darah. Namun, ketika masuk ke dalam mulut, rasanya sangat manis dan lebih enak dari sebuah madu yang di minum.

__ADS_1


Setelah selesai menghabisakan potion tersebut. Yumiko pun berkata di dalam hatinya. " Aku pikir aku akan minum darah hari ini... Heee aku tidak bisa membanyangkan hal itu. " Ujar Yumiko dalam hatinya. Dan dalam seketika saat ia selesai meminum potion tersebut, semua luka dalam yang ia derita seketika sembuh total dan bahkan ia merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.


" Ba bagaimana bisa... Bagaimana bisa kau memiliki sesuatu yang ajaib seperti ini? " Tanya Yumiko sambil mendungak menatap Xi sambil bersandar di tubuh Xi.


" Memangnya tidak bisa aku memilikinya? " Tanya Xi kepada Yumiko dengan bingung mengenai potion tersebut.


" Bu bukan itu maksudku... " Ujar Yumiko.


" Nona cilik, di dunia ini terlalu banyak hal yang mustahil. Hal yang tidak di miliki oleh mu, bukan berarti orang lain tidak memilikinya. Banyak hal di dunia ini yang begitu ajaib, walau aku tidak tahu apa itu. " Ujar Xi dengan tenang. Pada saat itu, entah kenapa di dalam dirinya ia merasa tenang. Sebuah ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


" Nona cilik? Apa kau tahu berapa usia ku? Bagaimana kau bisa memanggil ku cilik? " Tanya Yumiko sambil mengembungkan pipinya.


" Untuk hal Usia kita berada di usia yang sama, 17 tahun. Namun hanya anak kecil yang biasanya melakukan hal ini pada saat kondisi seperti ini. " Ucap Xi dengan tenang.


Yumiko pada awalnya bingung. Namun, setelah ia memerhatikan dengan jelas, ia baru ingat kalau dirinya tidak mengenaikan pakaian apa pun di tubuhnya. Itu langsung membuat wajahnya merah merona karena malu.


Segerah Xi memberikan jaketnya kepada Yumiko. Yumiko pun menerima itu dan menggunakannya untuk menutipi tubuhnya. Setelah itu, Xi memberikan beberapa pakaian untuk Yumiko gunakan. Tepatnya pakaian yang pernah ia gunakan selama ia masih tinggal di bumi. Itu adalah pakaian yang di belikan oleh Elsia kepada nya saat dirinya ulang tahun dulu.


" Lebih baik kau gunakan dulu pakaian ku, karena tidak akan pakaian lain di sekitar sini. " Ujar Xi menyarankan Yumiko untuk menerima pakaian pemberian nya.


Yumiko mengangguk menuruti perkataan Xi. Segerah ia memakai pakaian yang Xi berikan. Setelah ia pakai, Yumiko pun bertanya kepada Xi. " Bolehkah aku tahu bagaimana kau bisa menemukan tempat ini walau aku sudah memasang sebuah dinding es di sana? " Tanya Yumiko.


Xi berjalan mendekati Yumiko, mariknya dan memegang dagunya seperti posisi ingin mencium seseorang. Wajah Yumiko merona kembali karena malu saat Xi memeluknya seperti itu.

__ADS_1


" Bahkan jika itu ribuan pengahalang, tidak ada satu pun yang bisa menghalangi ku. " Ucap Xi dengan mata merahnya yang menyarah. Saat itu ia benar - benar sangat tampan tepat di depan mata Yumiko, mata merah menyalahnya sangat indah, dan membuat Yumiko terdiam terpesona dengan ketampanan Xi.


__ADS_2