
Di salah satu manara yang berada di dekat markas kastil Guardian Celestial. Di sana, ada pertarungan hebat antara dua orang pengguna pedang yang sangat handal. Pertarungan mereka sangat sengit saat itu, setiap ayunan pedang mereka sangat indah, dan mempesona. Saat itu mereka berdua seperti sedang menari - nari walau mereka senjatinya sedang bertarung.
Bing! Suara hantaman pedang yang saling menghantam satu sam lain, hingga membuat kedua orang tersebut terpukul mundur karena kuatnya gelombang kejut.
Seorang dengan pedang emas, serta enam sayap emas yang ada di punggungnya saat itu. Ia menatap wanita cantik dan mempesona di hadapannya dengan tatapan yang tajam. Sambil menatap wanita itu dengan tajam, ia bergumam. " Aku sudah menggunakan Chastity King uriel untuk membuat domain dan memperkuat Bariernya serta menguncinya dalam ruang dan waktu. Namun, dengan mudahnya dia dapat membatalkan semua itu hanya dalam sekali tebasan pedangnya. Siapa sebenarnya wanita ini? " Gumam Guardian Celestial tersebut, sambil bertanya - tanya tentang wanita hebat di hadapannya yang sedang ia hadapi saat ini.
Sementara itu, Shena yang bertarung melawan Guardian Celestial tersebut, ia tampak bosan, karena Guardian Celestial tersebut tidak dapat menggunakan Chastity King Uriel dengan benar. " Kau sangat mengecewakan... Aku pikir kau adalah lawan yang layak, namun aku salah besar. " Ucap Shena dengab tatapan yang sangat tajam dan sinis kepada Guardian tersebut. " Berbeda dengan orang yang pernah aku hadapi dulu, kau sangat bodoh dalam menggunakan kemampuan The Seven Heavenly Virtues, Chastity King Uriel. " Lanjut Shena sambil merendahkan Guardian tersebut dengan kesatria wanita yang pernah ia hadapi dulunya.
Mendengar perkataan itu keluar dari mulut Shena membuat Guardian tersebut menjadi kesal. Shena meremehkan dirinya yang memegang salah satu dari kemampuan tertinggi di antara yang tertinggi The Seven Heavenly Virtues, Chastity King Uriel.
Dulunya, Ada seorang kesatria wanita yang amat hebat dan tidak terkalahkan. Saat itu, Shena yang sangat tertantang dengan kesatria tersebut, ia mencari keberadaan kesatria tersebut hingga akhirnya mereka bertemu di sebuah lembah kematian. Di sana Shena menantang kesatria wanita tersebut yang memiliki kemampuan The Seven Heavenly Virtues, Chastity King Uriel.
Pertarungan mereka sangatlah sengit, dan berjalan selama tiga hari dan tiga malam. Kesatria wanita tersebut sangat terampil mengganggu kemampuan dari The Seven Heavenly Virtues, Chastity King Uriel. Setiap Serangan yang Shena lancarkan hampir semuanya di blokir oleh perisai tidak terlihat dari kemampuan tersebut, dan Chastity King Uriel, selain memberikan pertahanan yang luar biasa kuat dan tidak terlihat. Kemampuan ini juga dapat mengontrol ruang, serta dapat memindahkan ruang dan memanipulasinya sesuka hati. Tanpa ada efek samping sedikit pun, serta dapat memotong ruang dimensi dengan kemampuan tersebut.
Walau begitu, kesatria wanita yang memiliki Chastity King Uriel, akhirnya kalah karena kehabisan tenaga terlebih dahulu, dan membuat Shena menjadi pemenang dari Duel tersebut. Setelah duel tersebut, Shena pergi dan kabarnya mulai tersebar luas, namun tidak lama ia menghilang tanpa di ketahui oleh satu orang pun.
Kembali kepada Shena
__ADS_1
" Toh... Tapi aku sudah tidak pedulu lagi... Karena kalian, Xi - Sama jadi sangat marah. " Ujar Shena saat itu sambil mengarahkan pedangnya ke arah Guardian tersebut. " Kalian tidak akan lupakan apa yang telah kalian perbuat? " Lanjut Shena sambil bertanya perbuatan yang telah di lakukan oleh para Guardian tersebut.
Setelah kata - kata itu jatuh, Guardian Celestial itu berkeringat dingin mendengar perkataan dari Shena. Ia ingat apa yang telah mereka lakukan, tepatnya apa yang ia perintahkan kepada para bawahannya saat itu. " I itu... " Ucapnya dengan keringat dingin di wajahnya.
Sebelum penyerangan di markas Guardian Celestial terjadi. Saat itu di hutan kematian yang tenang dan tidak ada yang berani untuk mendekat ke hutan kematian pada saat itu.
Saat itu, Mizuki anak dari Xi dan Yumiko bermain di luar labirin bersama dengan roh - roh spirit kecil lainnya di luar. Mereka sangat senang saat itu. Tampak kesenangan di wajah mereka semua saat mereka bermain di luar sana.
" Ayo kejar aku... Hahaha... Huh?!! "
" Kena kau! " Ucap Mizuki dengan gembira sambil memegang salah satu roh di genggaman tangannya. Namun Mizuki bingung setelah itu kanapa roh yang ia pegang, menatap langit dengan bingung.
Roh tersebut dengan sedikit berkeringat ia menjawab. " Nona Mizuki... Sebaiknya kita kembali ke dalam labirin... Ada bahaya yang akan datang! " Jawab Roh tersebut sambil meminta kepada Mizuki untuk kembali ke dalam labirin.
Mizuki yang bungung, ia melihat sekelilingnya namun tidak ada apa pun di sana kecuali, ia dan yang lainnya telah berada cukup jauh dari labirin saat itu. Mendengar jawab dari roh yang ia pegang, Mizuki berpikir kalau ancaman yang berbahaya itu berasal dari monster. Dari pada kembali, Mizuki mengatakan. " Tenang saja, ayah Mizuki kan yang menguasai tempat ini, jadi mana mungkin ada monster di dekat sini. " Ucap Mizuki dengan wajah polosnya yang manis.
Namun, para roh yang berada di dekat Mizuki saat itu, memohon kepada Mizuki untuk kemabli saja ke dalam labirin, karena saat ini yang dalam bahaya itu adalah Mizuki.
__ADS_1
" Nona Mizuki... Ayo kita kembali... " Ucap salah satu roh. Namub saat ia selesai berbicara, sebuah sinar cahaya mengenai dirinya, hingga membuatnya terbunuh saat itu.
Mizuki yang melihat hal tersebut sangat terkejut. Karena roh yang di ajaknya bermain terbunuh di sampingnya. Walau roh masih dapat hidup kembali setelah mati, namun mereka akan kehilangan ingatan mereka karena masih roh muda.
Mizuki saat itu yang terkejut, ia melihat ke atas, tempat sinar cahaya itu jatuh. Saat ia melihat ke atas, ia sangat terkejut karena ada banyak Guardian di atas sana yang mengepung dirinya.
Sementara itu, di dalam labirin. Shena yang penasaran dengan Mizuki yang tidak ada di istana setelah ia mencarinya, ia bertanya kepada orang yang hari ini bertanggung jawab untuk menjaga Mizuki. Karena itu, ia bertanya kepada pelayan yang bertugas hari ini.
" Apa kau tahu di mana Nona muda Mizuki berada? " Tanya Shena kepada pelayan yang bertanggung jawab menjaga Mizuki saat itu.
Mendengar pertanyaan itu, Pelayan tersebut menjawab. " Ya, ia sedang bermain dengan beberapa roh muda di luar. " Jawabnya dengan polosnya saat itu.
Mendengar itu, jelas membuat Shena terkejut. Dengan sigap ia memegang kedua bahu dari pelayan tersebut sambil bertanya dengan khawatir. " Apa... Apa kau serius? " Tanya Shena dengan khawatir saat mendengar perkataan pelayan tersebut kalau Mizuki berada di luar labirin.
" Iya... Nona muda Mizuki sendiri yang mengatakan kalau ia akan bermain di luar hari ini... Memangnya ada apa nona Shena? " Ucap pelayan tersebut sambil balik bertanya.
Dengan suara yang keras Shena langsung berteriak. " Bodoh! Nona muda Mizuki ada di luar dan kau di dalam? Kenapa kau tidak ikut keluar dan menemani dia sambil membawa beberapa penjaga?! " Ucap Shena dengan keras, hingga membuat semua penjaga dan pelayan bingung. Pelayan yang di genggam oleh Shena itu bingung dengan pertanyaan dari Shena saat itu. Menurutnya tidak mungkin ada yang berani menginjakkan kaki ke hutan kematian karena ini teritorial Lord of Death and Darkness. Namun, Shena punya pemikiran yang berbeda dengan pelayan tersebut.
__ADS_1
" Kau berpikir kalau ini hutan kematian dan tidak ada yang berani menyakiti nya gitu? Apa kau bodoh?! Musuh juga kuat, mana mungkin mereka tidak berani untuk masuk ke kemari walau di sini sarang naga!! " Ucap Shena dengan keras, dan tiba - tiba ia merasakan adanya pancaran energi suci di luar labirin. " Sial... Guardian! " Ucap Shena dan langsung berlari dari lantai seratus menuju kepermukaan dengan sihir teleportasi.
Sesampainya ia di permukaan, ia melihat ada banyak Guardian di atas sana sedang mengarah ke satu tempat. Segerah ia berlari menuju tempat tersebut sambil berkata di dalam hatinya. " Nona Mizuki... Aku harap anda baik - baik saja! " Gumamnya dalam hati sambil mengharapkan kalau yang di incar para Guardian tersebut bukanlah Mizuki.