
Xi memanfaatkan serangan dari tikus tanah besar sebelumnya untuk membuat kedua monster itu lengah. Saat tikus tanah besar itu menembakkan jarum tanah, sebelum serangan itu mengenai dirinya. Xi membuat sebuah perisai dengan sihirnya untuk memblokir serangan tersebut, dan menghentakan kakinya ke lantai dengan keras untuk menciptakan sebuah ledakan seolah serangan dari tikus tanah itu mengenai dirinya.
Saat dirinya di selimuti oleh debu yang tebal itu, ia menggunakan kemampuan menghilang nya untuk menyembunyikan hawa keberadaannya, dengan menekan aura kehidupan sekaligus. Pada saat kedua monster itu sedang lengah, dan percaya kalau serangan tersebut berhasil melukainya. Ia mengambil kesempatan tersebut untuk membunuh salah satu dari mereka, yaitu tikus tanah besar dengan menebaskan dagger tajamnya.
" Sekarang gilirabmu! " Ucap Xi dengan tatapan tajamnya. Ia mengarahkan daggernya yang tajam itu kepada kelelawar hitam yang ada di sana.
Kelelawar hitam berkeringat dingin setelah melihat tikus tanah besar terbunuh. Melihat Xi yang mengarahkan senjata nya kepada dirinya, itu semakin membuatnya takut dan panik saat melihatnya. Ia mengendalikan rasa takut nya untuk saat itu, karena ia saat ini sedang berhadapan dengan musuh yang sulit untuj di kalahkan.
Ia membuka mulutnya dan melepaskan serangan gelombang suara sonicnya kepada Xi. Dengan telaknya serangan gelombang suara itu mengenai Xi dan menyebabkan ledakan yang cukup kuat. Melihat itu, ia memaafkan kesempatan tersebut untuk melarikan diri dan pergi dari tempat tersebut.
Belum ia pergi jauh dari tempat tersebut, ia tiba - tiba saja tidak dapat bergerak dan kesulitan untuk mengepakan sayapnya. Ia pun terkejut karena hal tersebut, karena saat ini ia terkena jeratan dari rantai yang terbuat dari kegelapan.
Kelelawar hitam itu berusaha keras untuk melepaskan dirinya dari jeratan tersebut. Namun usahanya sia - sia karena semakin ia bergerak, semakin kuat jeratannya. Dan akhirnya sebuah dagger melayang ke arahnya dan menancap tepat di tubuhnya, dan mengenai jantungnya.
" Kalian tidak sekuat serigala gua... Tapi, kalian cukup bagus karena punya Rune stone. " Ucap Xi sambil mengambil Rune stone yang kedua monster itu miliki. Sesambil itu, ia melahan kedua monster tersebut dengan skill Gluttony miliknya, dan mengubah kedua monster tersebut menjadi energi sihirnya.
" Kalian lumayan juga untuk memulihkan energi ku. " Ucapnya lalu meninggal tempat tersebut. Lalu pergi menuju ujung jalan dan masuk ke dalam ruangan yang ada du depannya. Dan di sana, ia melihat adanya banyak orang di sana.
Tampak semua orang sedang bingung di sana sesambil memerhatikan mereka, Xi juga mendengar apa yang mereka katakan tentang tidak adanya monster di ruangan ini. Akan tetapi, Xi merasakan hal yang berbeda dengan semua orang yang ada di sana. Ia melirik setiap pilar yang berdiri di pojok ruangan, yang di mana di atas pilar - pilar itu terdapat sosok yang berjubah hitan di atasnya.
" Itu... Penyihir? " Ucap Xi dalam hatinya. Walau samar, tapi ia dalam merasakan pancaran energi sihir dari para penyihir yang berdiri di atas pilar itu. Namun pandangan nya teralihkan pada dua patung knight yang berdiri di sebelah kiri dan kanan tahta yang ada di sana. Tampak di sana dua Knight itu sedang menjaga tahta tersebut, dengan seseorang yang telah jadi belulang di duduk di tahta tersebut.
" Mungkinkah... Mereka itu... " Ucap Xi dalam hatinya sambil melihat kedua Knight yang sedang berdiri di sana. " IGRIS DAN GIDEON! " Lanjutnya. Pada saat yang sama, semua orang masih bingung dengan tempat tersebut, dan lagi mereka tidak dapat keluar dari tempat tersebut.
Saat itu, ia juga melihat Tota Airis, dan yang lainnya ada di sana juga. Tampak dari kejauhan, mereka sedang meributkan sesuatu. Karena mereka ada di sana, ia pun menghampiri mereka sedang ribut itu.
__ADS_1
" Kak Xi ada di dalam sana apa kau tidak mau membantu nya? " Tanya Aiko kepada Airis.
" Kalau memang bisa keluar dari sini, aku sudah bergerak dari tadi! " Jawab Airis dengan kesal karena Aiko membentaknya.
" Kalau kau cuma diam aja, yang ada Kak Xi yang akan mati di sana!! " Ujar Aiko dengan keras. Mengingat monster yang ada di dalam gua ity banyak dan juga kuat. Mustahil untuk mengalahkan semua monster itu sendirian.
" Siapa yang kau bisa akan mati? "
Sebuah suara muncul dan bertanya kepada Aiko. Hal itu membuatnya terkejut, dan segerah mengalihkan pandangan kepada orang yang bertanya itu. Setelah ia melihat kr belakang, tampak seorang pria berambut putih dengan mata merahnya yang menyalah. Aiko pun senang karena orang tersebut baik - baik saja.
" Kak Xi kau baik - baik saja?! " Ucap Aiko dengan senang serta terkejut karena tidak ada luka sedikit pun di tubuh Xi.
" Ya bisa kau lihat sendiri tapi... Bagaimana kau bisa tahu kalau namaku Xi? " Balas Xi sambik bertanya kepada Aiko. Ia sebelumnya tidak pernah mengatakan kalau namanya adalah Xi. Melainkan ia mengenalkan dirinya dengan nama Sakaki.
" Haa, sudahlah... Yang penting sekarang semuanya udah kumpul. Kita harus hati - hati saat semua monster itu bergerak. " Ucap Xi sambil memberikan peringatan kepada mereka untuk berhati - hati. Monster di dalam ruangan ini lebih cerdas di bandingkan dengan monster - monster yang ada di dalam gua itu.
" Ha? Monster? Bukankah di sini tidak ada monster? " Tanya Annya kepada Xi dengan bingung saat Xi meminta mereka semua untuk tetap waspada.
Xi mengangkat alisnya dan berkata " Kata siapa? " Tanya Xi kepada mereka.
" Kami telah melihat sekitar ruangan ini namun, kami tidak melihat satu monster pun. Kecuali dua patung yang ada di sana. " Jawab Tota sambil menunjuk ke arag kedua Knight yang berdiri di sebalah kiri dan kanan di tahta itu.
Xi memandang mereka dengan tatapan yang aneh. Mengapa tidak ada seorang pun yang tahu kalau ada monster dengan jumlah yang banyak ada di tempat ini. Itu membuatnya bingung harus berkata apa kepada mereka.
Sementara party lainnya, yang melihat mereka sedang asik - asik berbicara dan membahas tentang monster. Salah satu dari mereka memerhatikan party Tota dari tadi.
__ADS_1
" Sepertinya mereka tahu sesuatu... " Ucap seorang wanita yang memerhatikan party Tota sejak tadi.
" Apa maksudmu ketua? " Tanya anggota nya kepada kepada dirinya.
" Aku akan ke sana dan menanyakan hal tersebut kepada mereka. " Balasnya sambil berjalan menghampiri Party Tota.
Sesampainya ia di dekat party Tota, mereka pun bertanya kepada party Tota yang tampak sedang ribut itu.
" Permisi... Apa aku boleh ikut dalam pembicaraan kalian? " Tanya wanita tersebut dengan nada yang lembut dan ramah. " Karena sepertinya kalian tahu sesuatu, aku mau bertanya. Apa benar kalau di tempat ini ada monster? Kami telah menelusuri semua ruangan ini namun kami tidak menemukan monster satu pun. " Lanjut Wanita tersebut sambil bertanya kepada mereka.
Mereka pun bingung mau menjawab apa. Karena kebenaran nya mereka pun tidak tahu apakah di dalam sini ada monster atau tidak. Mereka semua pun mentap Xi yang berdiri dengan tenang di belakang mereka.
Xi menepuk wajahnya karena ia tidak habis pikir daru sekian banyaknya petualang tidak ada satu pub dari mereka yang mengetahui nya. " Lihat ke atas. Jika kalian teriak akan kubunuh kalian! " Ucapnya sambil meminta mereka untuk melihat ke atas. Serta memberikan ancaman kepada mereka.
Mendengar itu mereka langsung memberikan pandangan yang aneh kepada Xi. Namun, setelah itu mereka semua segera melihat ke atas, dan melihat apa yang ada di atas sana.
Setelah mereka melihat itu, betapa terkejut nya mereka melihat apa yang ada di atas sana. Mata mereka terbuka sangat lebar, dengan keringat serta dengan wajah pucat mereka.
" Se sebanyak ini? " Ucap Tota dengan wajah yang berkeringat.
" Kau... Kau sudah tahu sebanyak ini dan kau hanya diam saja?! " Teriak wanita itu kepada Xi.
Mendengar wanita itu berteriak kepada Xi, membuat teman - teman Xi menjadi kesal. Ia telah bertanya kepada Xi, dan di berikan jawabannya, namun, ia bersikap tidak sopan kepada Xi.
" Hei! Kau tidak tahu apa - apa tentang nya dan kau berani berteriak di depannya!! " Ucap Katashi dengan kesal kepada wanita itu karena berteriak kepada Xi. " Kak Xi baru saja sampai di tempat ini... Dan kau berani bersikap kasar! Apa kau mau cari ribut?! " Lanjut Katashi kepada wanita tersebut.
__ADS_1