LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 121


__ADS_3

Xi mengangkat kepada Katashi, ingin mengangkat status keluarga Katashi menjadi keluarga bangsawan. Saat mendengar itu, Katashi jelas sangat terkejut. Pernyataan yang tiba - tiba membuatnya benar - benar terkejut, sekaligus bingung. Berkali - kali Katashi menolak permintaan Xi untuk menjadikannya sebagai salah satu keluarga Bangsawan di kerajaan Hallnas.


Karena terus menolak, Xi pun tidak ingin kalah. Ia terus membujuk Katashi seharian penuh tanpa henti, terus menggoda Katashi dengan banyak manfaat ketika ia menjadi bangsawan. Dengan menjadi keluarga bangsawan, Katashi tidak perlu khawatir dengan kondisi keluarganya, secara alami keluarga kerajaan akan melindungi orang - orang yang ada di bawahnya.


Mendengar jika keselamatan keluarganya terjamin, Katashi diam sejenak. Merenungkan kembali apa yang di tawarkan oleh Xi kepada dirinya. Tentu menjadi keluarga bangsawan adalah hal yang paling di inginkan oleh banyak orang, namun untuk menjadi keluarga yang terpandang sangatlah sulit. Hanya sekedar status saja tidak akan cukup untuk membuat seorang bangsawan menjadi keluarga terpandang.


Beberapa dari bangsawan terkenal memiliki ciri khasnya tersendiri. Pertama bangsawan dengan status keuangan yang sangat banyak, di negara Hallnas terdapat beberapa keluarga yang menjadi keluarga bangsawan karena harta yang mereka miliki. Kedua adalah kekuatan tempur, bangsawan dengan kekuatan tempur yang besar dan hebat akan sangat di segani oleh orang, bahkan raja pun tidak bisa menganggap remeh kekuatan bangsawan tersebut. Dan yang terakhir tentu saja dengan pencapaian, dan prestasi - prestasi yang pernah di lakukan, namun cara ini sangat sulit karena hanya segelintir orang yang bisa mrlakukannya.


" Mungkin itu tidak buruk tapi... Aku tidak memiliki apa pun untuk menjadi keluarga bangsawan, jangankan harta, satu penjaga pun aku tidak punya... " Ucap Katashi kepada Xi dengan perasaan yang masih ragu untuk menerimanya.


" Kalau soal uang dan penjaga jangan di pikrikan, bisa memberikannya kepadamu. Namun, yang terpenting sekarang adalah bagaimana cara membuatmu menjadi keluarga bangsawan yang berbeda dari bangsawan lainnya... " Ucap Xi kepada Katashi.


Katashi mengangkat satu alisnya, menatap Xi dengan raut wajah yang bingung. Saat itu, beberapa monster datang menyerang mereka, namun semua monster itu berhenti sebelum mereka sampai di tempat Xi dan Katashi berdiri. Semua monster itu terlihat sangat ketakutan dengan aura mengerikan yang terpancar dari Xi.


Aura mengerikan itu seperti sedang menatap mereka dengan tatapan haus darah. Itu membuat mereka gemetar ketakutan, sampai - sampai membuat mereka berdiam diri di tempat sambil gemetaran.


Katashi yang melihat para monster itu gemetar ketakutan ketika melihat mereka berdua, dia merasa aneh sekaligus bingung. Bertanya - tanya pada dirinya sendiri " Apa yang terjadi pada mereka? " Tanya Katashi dalam hatinta kepada diri sendiri. Murujuk pada Steel Fang Raksasa yang terduduk diam di sana.


Menoleh ke belakang, melirik Steel Fang yang ketakutan dengan dingin. " Waktu yang tepat... Kita akan menangkap mereka, lalu menjinakan mereka dan menjadikan mereka menjadi tunggangan. " Kata Xi.


Katashi tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya ketika mendengar akan membuat Steel Fang Raksasa menjadi tunggangan. " Apa! Membuat mereka menjadi tunggangan kita? Bukankah itu akan beresiko jika mereka lepas kendali? " Ucap Katashi sambil bertanya kepada Xi. Ia sedikit khawatir bila Steel Fang lepas kendali saat di tunggangi. Steel Fang Raksasa itu adalah monster tipe Beast serigala raksasa, dan Ranknya adalah C. Jika lepas kendali, orang yang menungganginya sudah pasti akan terluka atau lebih buruknya mereka bisa mati kalau lebih lemah dari Steel Fang Raksasa.


Xi mengangguk mengerti dengan apa yang di khawatirkan oleh Katashi. Ia tahu kalau Steel Fang Raksasa itu monster yang berbahaya, bahkan untuk mengalahkan satu Steel Fang Raksasa, membutuhkan setidaknya tiga atau empat orang petualang Rank C karena kekuatannya yang hebat dan sulit untuk di jatuhkan.


Untuk menjadikan seekor monster beast yang kuat menjadi tunggangan, tentu saja memiliki resiko yang besar. Karena untuk memiliki sesuatu yang sangat kuat, pasti memiliki resikonya masing - masing yang akan terjadi. Namun, di balik resiko itu pasti punya manfaatnya masing - masing. Tidak ada di dunia ini yang tidak memiliki resiko, setiap apa puj langkah yang di ambil, pasti memiliki resikonya masing - masing.


Xi berkata kepada Katashi dengan tenang " Aku tahu apa yang kau khawatirkan, tapi jangan khawatir itu tidak akan terjadi. " Kata Xi sambil memberikan sebuah kertas hitam kepada Katashi.


Katashi mengambil kertas yang di berikan oleh Xi. Ketika memegangnya, Katashi langsung menutup hidungnya dengan tangan yang satunya lagi. Terdapat sebuah bau busuk yang sangat menyengat yang berasal dari kertas hitam yang Katashi pegang. Bau itu seperti bau dari sebuah bangkai yang telah lama membusuk.


" Ughh! Kertas apa ini? Ini sangat menjijikan! " Ucap Katashi sambil memegang kertas hitam itu dengan jijik.


" Oh itu... Hanya gulungan beast, sebuah kontrak yang dapat menjinakkan beast. " Kata Xi dengan santai.


Katashi mendengar itu, seakan ia tidak percaya. Sebuah kertas yang bau busuknya sangat mengerikan adalah sebuah kontrak yang dapat menjinakan seekor beast. " Steel Fang itu setidaknya ada 30, berarti hanya satu dari mereka saja yang bisa di jinakan! " Kata Katashi.


Xi pun membalasnya dengan cepat dan berkata " Tidak, kau bisa menjinakan semuanya! Cukup kau jinakan pemimpin mereka, dan semua Steel Fang akan mengikuti mu. " Balas Xi.


" Seperti itu kah... Baiklah akan aku lakukan! " Ucap Katashi yang sudah tidak terkejut lagi. Ini ia merasa sudah terbiasa bersama dengan Xi yang selalu bisa membuatnya terkejut. Tidak, bahkan setiap hal yang Xi lakukan, selalu membuat semua orang terkejut.


Katashi mengambil langkahnya untuk menjinakan pemimpin Steel Fang Raksasa. Menetaskan darahnya pada kertas hitam yang ia pegang, dan menyebutkan jenis monster beast yang akan di jadikan familiarnya.


Steel Fang Raksasa ketika Katashi ingin menjadikannya sebagai tunggangannya, tidak sedikit pun ia melawan. Saat itu, ia menurunkan kepalanya, terlinganya turun ke bawah seperti seekor anj*ng. Menunduk dengan patuh dan mengakui Katashi sebagai tuannya.


Ketika sang pemimpin menundukkan kepalanya kepada seseorang. Itu berarti pengaukan dari seorang pemimpin kepada tuan barunya. Ketika itu, semua Steel Fang yang ada di belakang sana, menundukkan kepala mereka semua kepada Katashi, mengakui Katashi sebagai tuan mereka.


" Ini benar - benar bekerja... Apa yang di katakan oleh Kak Xi memang benar. Aku penasaran, darimana dia mendapatkan semua pengetahuan ini? Apa mungkin dia tuan nuda dari suatu keluarga kelas atas? " Ucap Katashi dalam hatinya. Dengan panasaran ia bertanya kepada dirinya sendiri sambil menebak - nebak.


Dia benar - benar sangat mengagumi Xi, bukan hanya sebagai orang yang kuat, tapi juga orang yang pintar dan cerdas. Dalam hatinya, Katashi selalu mengagumi Xi setiap harinya, dari awal mereka bertemu, Xi selalu menunjukkan Strategi yang begitu luar biasa. Bahkan untuk orang lemah jika masuk ke dalam rencananya, mereka bisa mengalahkan monster yang lebih kuat.


" Apakah kita akan kembali kerumah sekarang? Aku sangat lapar! " Ucap Katashi bertanya kepada Xi kapan mereka akan pulang. Terlihat dari wajahnya yang senang, namun perutnya selalu berbunyi.


" Baiklah... Kita pergi dari sini! " Balas Xi menggunakan sihir teleportasi untuk mengembalikan mereka berdua kepenginapan.


Di sisi lain, di dalam penginapan. Seekor anak naga putih sedang tiduran di lantai. Naga itu sangat pulas sekali tidurnya, bahkan ia tidak terganggu sedikit ketika ada beberapa orang yang sedang berbincang di dekatnya.


Dalam ruangan, ada beberapa orang yang duduk di sofah yang lembut. Salah satu orang berpakaian rapi dengan jas hitam yang terlihat sangat elegan. Di belakang Pria itu, terdapat dua orang pengawal yang berdiri di belakang. Mengenakan armor yang kuat di sertai lambang kerajaan Hallnas.


" Sebelumnya, tuan Light pernah datang kemari untuk mengundang makam malam di kerajaan. Dan kali ini, saya datang kemari untuk mengundang kalian semua untuk menghadiri perjamuan makan malam yang akan di selenggarakan nanti malam. Saya harap anda - anda sekalian bisa datang memenuhi undangan dari raja. " Ucap pria berpakaian rapi sambil memberikan sebuah gulungan yang cap kerajaan Hallnas.


Airis melihat hal tersebut ia menghelakan nafasnya, ini sudah sering terjadi selama Xi dan Katashi pergi meninggalkan penginapan. Sementara itu, Astia juga bingung harus melakukan apa karena tuannya tidak ada. Jika ia menerima begitu saja, takutnya persetujuannya untuk menerima undangan dari raja akan membuat masalah untuk tuannya. Karena hal itu, Astia tidak langsung menerima nya begitu saja.


Dalam situasi yang kebingungan itu, sebuah cahaya ungu muncul di tengah - tengah ruangan. Kemunculan cahaya tersebut membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut tersetak kaget. Dua penjaga yang ada di sana, menghunuskan tombaknya pada cahaya tersebut. Dari cahaya itu, terlihat dua bayangan makhluk yang tampak akan keluar dari sana. Semua orang pun bersiap ketika keduanya muncul.


Cahaya ungu mulai menghilang, menunjukkan wujud sebenarnya dari kedua sosok tersebut. Keduanya tidak lain adalah Xi dan Katashi yang baru saja kembali dari hutan Magus. Semua orang terlihat sangat senang ketika melihat kepulangan Xi, terutama adalah Airis dan Astia. Mereka berdua sangat bersemangat ketika melihat Xi kembali dengan selamat.


" Tuan, akhirnya anda pulang! " Ucap Astia dengan senang menyambut kedatangan Xi di rumah.


Ketika sampai Xi melihat sekelilingnya, terlihat naga putih miliknya aman - aman saja ketika ia meninggalkannya. Naga itu bahkan masih tertidur pulas ketika Xi kembali. Ketika itu, ia sadar kalau rumahnya lebih ramai dari biasanya, melihat ada seseorang berpakaian rapi dengan membawa dua orang pengawal bersamanya, Xi pun menyimpulkan kalau pria tersebut adalah utusan dari kerajaan.


" Oh... Aku tidak melihatmu maaf, apa kau berasal dari keluarga kerajaan? " Tanya Xi kepada pria berpakaian rapih itu.


Pria berpakaian rapih itu menjawab dengan sopan, memberikan salam ramah kepada Xi yang baru saja kembali. Mengingat dia adalah tamu, jadi dia tidak bisa bersikap seenaknya di rumah orang lain. Terlebih lagi, tempat yang dimana dia berada sekarang adalah tempat orang yang menyelesaikan Gate S Class.


" Iya, Saya utusan kerajaan tuan. Kedatangan saya kemari, untuk memberikan surat undangan kepada anda. " Ucap Pria berpakaian rabis. Memberikan sebuah gulungan yang memiliki cap resmi keluarga kerajaan kepada Xi. " Yang Mulia mengundang anda untuk jamuan pesta makan malam yang akan di selenggarakan malam ini. Yang Mulia berharap anda dapat hadir dalam pesta tersebut, karena Yang Mulia ingin mengucapkan terimakasih kepada tuan pahlawan yang telah bersedia menyelamatkan negara ini. " Lanjut Pria berpakaian rapih dengan nada yang ringan. Setiap perkataan nya sangat sempurna dan sopan, tidak sedikit pun pria berpakaian rapi itu menggunakan nada tinggi.


Mendengar itu langsung dari utusan keluarga kerajaan. Xi sudah dapat menebaknya, karena ia yakin kalau raja dari kerajaan Hallnas tidak mungkin akan diam begitu saja ketika mengetahui orang yang menyelamatkan negaranya masih menetap di negaranya. Walau begitu, Xi sudah mengetahui maksud dari pesta makan malam yang di selenggarakan oleh keluarga kerajaan.


" Aku tidak berharap mereka akan bergerak secepat ini... " Ucap Xi dalam hatinya. Menerima gulungan yang di berikan oleh pria berpakaian rapih itu. Gulungan yang di berikan oleh pria itu adalah surat undangan dari keluarga kerajaan, yang mana itu akan menjadi bukti kalau dia menerima undangan pesta makan malam. " Aku mengerti, aku akan datang nanti malam! " Ucap Xi kepada Pria berpakaian rapih.


Mendengar itu, ia sangat senang. Tugas yang di berikan oleh Raja telah selesai " Karena anda sudah menerima surat undangan tersebut, kalau begitu saya akan undur diri. Saya harap kita bisa bertemu lagi nanti. " Ucap Pria berpakaian rapi dengan sopan. Setelah berpamitan, ia dan dua pengawalnya pergi meninggalkan ruangan Xi.


Suasana menjadi hening ketika pria berpakaian rapi itu pergi. Melihat surat undangan ada di tangannya, jalan untuk membuat Katashi menjadi seorang bangsawan sudah di depan mata. Hanya perlu waktu dan nasib baik untuk membantu nya.


" Lihat, sekarang hanya tinggal menunggu waktu. " Ucap Xi kepada Katashi.


Ketika itu, Katashi mengangguk. Wajahnya terlihat serius ketika menanggapi hal tersebut. Terlebih lagi, ini adalah kesempatan yang sangat besar baginya. Kesempatan yang belum tentu datang dua kali dalam hidupnya. " Aku akan melakukan yang terbaik! " Kata Katashi dengan serius dan percaya diri.


Xi senang ketika Katashi mengatakan hal tersebut. Dengan begini, hadia yang di berikan oleh Raja tidak akan sia - sia. Dari pada ia membuangnya begitu saja, ia lebih memilih untuk memberikannya kepada Katashi. " Bagus, sebaiknya jangan melakukan kesalahan, dan jangan terpancing dengan omongan para bangsawan lainnya ketika kau di lantik nanti. Untuk orang dari keluarga kelas bawah dan tiba - tiba di angkat menjadi bangsawan, tentu saja akan ada banyak orang yang iri dengan itu. " Ucap Xi, sambil memberikan sebuah saran kepada Katashi.


Katashi menyanggupi apa yang di sarankan oleh Xi. Dia akan berusaha keras untuk tidak terpancing ke dalam ocehan tidak berguna para bangsawan yang iri.


" Sepertinya ada banyak yang terjadi ketika kami pergi, apakah ada banyak utusan kerajaan yang datang kemari? " Tanya Xi kepada Astia dan Airis memgenai situasi ketika ia tidak ada di penginapan.


Airis mau pun Astia menghelakan nafasnya, mereka merasa sangat terganggu dengan orang - orang yang terus berdatangan kepada mereka ketika Xi pergi. Ada banyak orang yang datang, bahkan di malam hari pun orang - orang masih mencari mereka.


" Bukan hanya utusan kerajaan tapi... Para bangsawan juga datang. Ada juga beberapa Guild Master yang datang kemari untuk mengundang Tuan bergabung dengan mereka. Dan ada juga para pedagang yang datang untuk membeli Kazuki, bahkan mereka bersedia memberikan 10.000 koin emas untuk menukarnya dengan Kazuki. " Jawab Astia menjelaskan apa yang terjadi saat Xi tidak ada.


Para bangsawan penting dan berpengaruh di kerajaan Hallnas berdatangan untuk menemui Xi. Mereka semua ingin membuat Xi menjadi Knight pribadi mereka, dengan adanya Xi, sudah pasti keamanan mereka akan terjamin. Karena rumor tentang Xi yang mengalahkan Demon King, menyebar dengan sangat cepat ke telinga para bangsawan.


Sedangkan untuk para Guild Master yang berdatangan, ingin membuat Xi bergabung dengan Guild mereka sudah pasti untuk mendapatkan kekuatan yang lebih. Siapa pun yang dapat merekrut Xi ke dalam Guild, mereka pasti akan menjadi Guild teratas di Kerajaan Hallnas. Semua orang menginginkan Xi berada di pihak mereka untuk kepentingan mereka masing - masing.


" Ohw... Seperti itu kah? Pasti sulit untuk kalian menghadapi mereka. Tapi... Membeli Kazuki dengan harga 10.000 koin emas itu... Harga itu terlalu murah. " Ucap Xi. Ia juga sedikit menyesal karena pergi tanpa memberitahu kepada Airis dan Astia serta yang lainnya. Sehingga, itu membuat mereka menjadi di ganggu terus oleh orang - orang kerajaan. Namun, ia tidak terlalu menyesalinya juga. Karena kini Katashi sudah menjadi lebih kuat di luar ekspetasinya.


Sementara itu, Katashi yang mendengar harga 10.000 koin emas membuat dirinya terkejut. 1 koin emas itu setara dengan 100 koin perak. Jika itu 10.000 koin emas, seseorang bisa membeli rumah yang mewah dengan sangat mudah.


" Apa! 10.000 koin emas itu terlalu rendah? Bukan kah itu seharusnya sudah terlalu mahal? " Teriak Katashi dengan keras. Ia benar - benar terkejut bahkan dengan harga setinggi itu, di mata Xi itu masih harga yang sangat rendah.


Xi membenarkan dengan berkata " Ya, itu sangatlah rendah. Bahkan jika mereka memberikan 10 jt koin emas, atau 100 ribu koin platinum, itu masih tidak cukup untuk membeli Kazuki. " Balas Xi dengan tenang.


Seketika setelah mendengar kata - kata itu keluar dari mulut Xi, tubuh Katashi langsung lemas dan pucat. Bahkan jiwanya hampir malayang karena saking terkejutnya dengan harga yang di sebutkan oleh Xi masih tidak cukup.


" Aku tidak punya rencana untuk menjual Kazuki... Walau dia masih kecil, tapi dia ini keturunan dari Dragon Awakening. Sudah jelas ketika dewasa dia akan menjadi seekor naga yang sangat kuat. Mana mungkin aku memberikan itu kepada orang lain. " Ucap Xi dalam hatinya.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, matahari turun berganti dengan bulan. Siang hari menjadi malam hari yang sejuk penuh dengan hiasan bintang di langit malam yang indah.


Suara dari kereta kuda terdengar di malam hari. Terdapat banyak kereta kuda yang tersusun rapih di pinggir jalan. Banyak bangsawan yang datang dalam pesta yang di adakan oleh sang raja.


Dengan adanya pesta ini adalah sebuah kesempatan bagi para bangsawan untuk menjalin hubungan baik dengan bangsawan lainnya. Karena sangat jarak bagi mereka dapat berkumpul bersama seperti ini, mengingat para bangsawan sangat sibuk dengan urusan mereka masing - masing.


Dalam pesta itu, semua bangsawan di sambut dengan sangat baik oleh para pelayan yang ada di sana. Bukan hanya itu, makanan yang di sajikan oleh keluarga kerajaan juga adalah makanan yang sangat enak dan berkualitas. Itu benar - benar membuat semua orang tidak dapat menahan air liur mereka ketika melihat makanan enak dan berkualitas tinggi.


Di sana, Xi berdiri di pojokan sambil meminum anggur yang tersedia di sana. Sambil bersandar ia mengamati setiap bangsawan yang datang.


" Jadi ini semua bangsawan di negara Hallnas... Di antara mereka semua, yang memiliki kekuatan besar dapat di hitung dengan jari. Ya, itu tidak lah aneh, mengingat menaikkan level di dunia ini sangatlah sulit. " Ucap Xi dalam hatinya sambil meminum anggur yang di pegangnya.

__ADS_1


Di samping itu, terlihat Katashi yang ada di sampingnya sangat gugup ketika melihat ada banyak sekali bangsawan yang datang. Dan lagi, itu belum semuanya, masih ada banyak lagi yang belum datang untuk pesta yang di adakan oleh pihak keluarga kerajaan.


Ini merupakan pertanama kalinya bagi dia bisa hadir di pesta besar yang di hadiri oleh para bangsawan yang ada di negara Hallnas. Ia berpikir kalau ini hanyalah sebuah mimpi ketika ia sedang tidur, namun kenyataannya, ini adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa di hindari lagi.


" Astaga ada banyak sekali yang datang... Aku benar - benar sangat gugup. " Ucap Katashi dengan keringat dingin membasahi tubuhnya. Sejak datang Katashi sudah sangat gugup.


Melihat Xi yang ada di sampingnya, Katashi merasa sangat bingung bagaimana bisa Xi begitu santai dalam situasi ini. Ketika ada banyak sekali orang berpengaruh di kerajaan berkumpul, ia masih terlihat tenang seolah tidak terjadi apa pun dan tidak ada apa pun.


" Kakak benar - benar hebat... Bahkan para bangsawan ini hanyalah angin lewat di matanya. " Ucap Katashi dalam hatinya sambil melihat Xi yang sedang minun anggur.


" Tidak usah gugup seperti itu, tidak akan ada yang memakan mu di tempat ini. " Ucap Xi dengan pelan dan santai. Meminta Katashi untuk tenang, dan menghilangkan kegugupan nya itu. Kegugupannya itu terlihat tidak profesional di hadapan bangsawan lainnya.


Katashi membalas itu dengan canggung " Mudah untukmu Kak... Tapi ini sangat sulit untuk ku. " Ucap Katashi dengan pelan dan lemas.


" A... Dia benar - benar datang. " Ucap Xi mengabaikan Katashi saat itu.


Keluarga bangsawan dari seorang Duke yang menguasai sebuah kota yang menjadi perbatasan antara kerajaan Hallnas dan juga kerajaan Elf. Keluarga yang sangat berpengaruh besar di kota Singto. Keluarga bangsawan dari Klan Harimau Biru. Kurisina Souta kepala Keluarga dari Klan Harimau biru, sekaligus Duke yang sangat hebat dan sangat di segani oleh para bangsawan lainnya.


Kurisina Souta adalah seorang pria yang sangat kuat dan perkasa. Dengan Class Petarung tipe binatang buasnya yang merupakan Harimau Biru, mendominasi Kota Singto yang dulu di kuasai oleh para monster.


Seorang petarung tipe binatang buas terkuat dari kerajaan Hallnas. Tidak ada orang di peringkat S yang pernah mengalahkannya dalam pertarungan satu lawan satu. Di kenal sebagai Harimau berapi. Dia sangat agresif seperti api, temperamen nya yang keras, pemberani, tidak kenal takut dan tidak terkalahkan. Sangat di segani dan di hormati oleh bangsawan - bangsawan lainnya.


" Selamat datang Duke Souta, suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda. " Ucap Seorang bangsawan menyambut kedatangan Duke Souta dengan ramah.


Kedatangan Duke Souta dalam pesta kerajaan, membuat para bangsawan berbondong - bondong untuk menyanjungnya. Semua itu di lakukan untuk mendapatkan kesan yang baik di mata Duke Souta. Dapat menjalani hubungan baik dengan Duke Souta pasti akan membuat reputasi mereka meningkat.


Duke Souta, datang dengan keluarganya. Di sana terdapat Tota yang ikut bersama Duke Souta mengahadiri pesta. Melihat Tota juga datang, Katashi terlihat senang karena bisa bertemu dengan Tota lagi.


Ketika itu ia ingin menghampiri Tota, namun ia di hentikan oleh Xi. Katashi bingung kenapa Xi mengentikan dia untuk menyapa temannya Tota.


Saat itu Xi berkata " Jangan kesana, sebentar lagi raja akan datang. Jadilah bocah yang baik dan tunggu di sini sebentar. " Pinta Xi kepada Katashi. Xi melarang Katashi untuk bertemu dengan Tota karena Raja akan datang.


Ia dapat merasakan langkah kaki ringan yang di selimut dengan energi sihir. Itu terdengar sangat samar, seperti suara angin yang berhembus pelan.


" Yang Mulia telah tiba! " Ucap seorang kepala pelayan dengan keras. Memberikan kepada semua orang yang ada di ruangan kedatangan raja dari kerajaan Hallnas.


Ketika mendengar itu, segerah semua orang berlutut untuk menyambut kedatangan sang Raja. Ya itu semua orang berlutut termasuk Duke Souta yang baru saja tiba, bahkan katashi yang ada di samping Xi pun juga ikut berlutut menyambut kedatangan sang Raja. Dan hanya Xi saja yang tidak berlutut kala itu, dengan santai ia menggunakan skill Steahlt untuk menyembunyikan hawa keberadaannya.


Steahlt milik Xi sangat kuat dan luar biasa, bahkan untuk orang - orang yang berperingkat tinggi seperti Rank A dan Rank S tidak dapat merasakannya keberadaan walau hanya hembusan nafasnya. Itu benar - benar sangat tersembunyi dengan sangat baik, para Assassin terbaik bahkan tidak dapat melacaknya.


Bahkan untuk orang sehebat Duke Souta yang memiliki penciuman tajam layaknya harimau tidak bisa mencium aroma sihir dari Xi yang menggunakan skill Steahlt.


Alasan Xi tidak berlutut, dan menggunakan skill Steahlt untuk menyembunyikan hawa keberadaannya adalah karena ia tidak ingin menunduk untuk orang lain. Baginya orang - orang yang ada di ruangan ini bukanlah orang yang layak untuk membuatnya berlutut mau pun menundukkan kepalanya. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang akan membuatnya menundukkan kepalanya, bahkan para dewa sekali pun tidak akan sanggup untuk membuatnya berlutut untuk mereka.


Skill Steahlt yang Xi gunakan, agar tidak memancing keributan di dalam ruangan. Ia sangat malas untuk berurusan dengan para bangsawan bila beradu argumen. Jadi dia lebih memilih untuk menghindari nya dengan menyembunyikan hawa keberadaannya.


" Kami semua menyambut kedatangan Yang Mulia! "


" Hidup Raja! Hidup Raja! Hidup Raja! " Ucap semua orang dengan serempak saat itu memberikan sambutan kepada Raja tercinta mereka.


Raja sangat senang ketika semua orang memujanya. Terlebih lagi melihat semua orang yang di undangnya datang, ia tidak bisa menyembunyikan rasa senang sekaligus rasa syukurnya.


" Hahaha, berdirilah. " Ucap Raja meminta semua orang untuk berdiri.


Semua orang berdiri kembali, bersamaan dengan itu, Xi menon - aktifkan skillnya. Karena ia tidak perlu menyembunyikan dirinya lebih jauh lagi.


Raja berjalan menghampiri salah satu tamu yang ada di sana. Tepatnya adalah Duke Souta yang menjadi penguasa sekaligus pengurus kota Singto. Suasana menjadi hening tak bersuara sedikit pun kecuali suara langkah kaki dari Raja yang penuh dengan kegagahan dan karisma.


Semua orang sangat terkesima dengan kewibawaan yang di bawa oleh sang Raja. Berharap Sang Raja akan menghampiri mereka, namun mereka sadar kalau harapan itu tiada gunanya. Untuk bangsawan seperti mereka, tidak layak untuk di sanjung oleh Sang Raja.


Namun berbeda dengan Duke Souta yang telah melayani kerajaan sangat lama. Setiap hari selalu mempertaruhkan nyawanya di kota Singto, bukan hanya sekadar nyawanya saja, namun juga nyawa keluarganya. Segala masalah dari perselisihan antara negara Hallnas dan juga negara Elf, semua di tangani oleh Duke Souta. Tidak ada satu pun bangsawan yang dapat mengemban beban berat itu, hanya Duke Souta seorang saja. Ya, hanya dia seorang.


" Hahaha... " Tawa kecil Raja sambil berjalan. " Duke Souta. Kau sudah melakukan perjalan yang jauh, itu pasti sangat melelahkan untukmu. " Ucap Sang Raja kepada Duke Souta.


" Duke Souta, bagaimana situasi di kota Singto, apakah kau membutuhkan bantuan ku? " Tanya Raja kepada Duke Souta mengenai masalah yang datang kepada Kota Singto akhir - akhir ini.


Mendengar penjelasan tersebut, Sang Raja terdiam sesaat ketika mengetahui situasi di Kota Singto semakin sulit. Ia tahu kalau para Elf ingin merebut kota tersebut menjadi kota yang berada di bawah naungan mereka, ia merasa bersalah kepada Duke Souta karena memberikan beban yang begitu berat sendirian.


Ia pun sebelum - sebelumnya sempat berpikir untuk mengirimkan pasukan bala bantuan kepada Duke Souta untuk membantu menghadapi para Elf yang terus berdatangan tanpa henti. Namun, ia di buat terkejut ketika Duke Souta mengatakan kalau para Elf tiba - tiba saja mundur tanpa alasan dan tidak lagi melakukan serangan lagi.


" Apa mereka mundur? " Tanya Raja kepada Duke Souta dengan ekspresi terkejutnya.


Duke Souta mengangguk membenarkan hal tersebut. Menjawab pertanyaan Raja dengan berkata " Benar, mereka mundur. Tapi aku tidak tahu apa alasannya. Tapi jika aku simpul kan, mungkin mereka mundur karena adanya Gate Break yang tidak masuk akal di kerajaan. Mungkin saja mereka takut terkena imbas dari Gate Break tersebut. " Kata Duke Souta kepada sang Raja.


Raja tertawa lepas, sangat senang mendengarnya karena para Elf mundur ketakutan karena adanya Gate S Class. Itu mungkin saja sebuah keberuntungan yang tidak akan datang dua kali dalam sejarah, namun itu tidak akan bertahan lama. Tentang Gate S Class yang telah di selesaikan pasti akan menyebar dengan sangat cepat.


" Hahahaha! Menarik, sangat menarik! Kerja Bagus Duke Souta. Membuat mereka mundur mungkin aku tidak bisa melakukannya. " Kata Raja sambil tertawa keras. Memuji kerja Duke Souta yang sangat luar biasa sampai - sampai membuat para Elf mundur.


" Anda terlalu memuji Yang Mulia. Ini semua saya lakukan demi kerajaan. " Kata Duke Souta dengan sopan.


" Baiklah, semuanya selamat menikmati pesta nya! " Ujar Raja dengan keras kepada semua orang.


Semua orang menanggapinya dengan senang hati dan penuh semangat. Kini pesta telah di mulai, mereka dapat melakukan aktivitas seperti biasa kebanyakan di pesta yang mereka lakukan. Mau itu makan, minum, bahkan membicarakan bisnis dan juga menyombongkan diri kepada yang lainnya.


Percakapan antara bangsawan tidak dapat di elakan pada pesta yang meria ini.


Pesta berlangsung dengan sangat damai tanpa adanya gangguan atau pun masalah yang muncul. Ketika itu, seseorang menghampiri Xi yang sedang bersandar sendirian sambil menikmati makanan yang sudah di hidangkan.


Seseorang berpakaian rapih dan juga rupa yang tampan menghampirinya dengan elegan.


" Sudah lama tidak bertemu Tuan Sakaki... " Ucap orang itu dengan sopan sambil menyapa Xi yang sedang sendirian. " Sebelumnya saya minta maaf telah mengganggu waktu anda. Perkenalkan saya Light, Guild Master dari Guild Lightning. Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda lagi. " Lanjut Light sambil memperkenalkan dirinya.


Di kala itu, sebelum nya ia belum pernah memperkenalkan dirinya kepada Xi sekali pun karena saat itu situasi dalam ke adaan yang sangat kacau balau. Sehingga tidak memungkinkan untuk dirinya dapat memperkenalkan dirinya kepada Xi.


Namun, kali ini berbeda karena kali ini sedang berada di pesta perayaan yang merayakan keselamatan negara Hallnas dari ancaman Gate Break yang terjadi sebelumnya. Kini ia dengan leluasa bisa berbincang dan berkenalan dengan Xi lebih lanjut.


" Kau yang waktu itu... Sepertinya aku sudah tidak perlu memperkenalkan diriku lagi, iya kan? " Balas Xi dengan ringan sambil menyantap makanannya.


Light menanggapi perkataan itu dengan senyuman lebar. Apa yang di katakan oleh Xi juga benar, kini namanya sudah terkenal di penjuru negara Hallnas, jadi tanpa perlu memperkenalkan dirinya saja semua orang sudah tahu siapa dirinya.


" Anda benar, tapi... Izinkan saya untuk mengucapkan terimakasih kepada anda. Berkat anda dan juga rekan - rekan anda, negara ini bisa selamat. Kebaikan ini tidak akan saya lupakan selamanya. " Ujar Light sambil membungkuk serta menundukkan kepalanya.


Namun, Xi menahannya dengan sigap. Membantu Light berdiri kembali, sikap yang Light tunjukkan kepada dirinya bisa saja memancing keributan di antara para bangsawan yang ada. Xi tidak ingin para bangsawan mengerumuni dirinya, karena munurutnya hal tersebut sangatlah merepotkan.


" Kau tidak perlu bersikap seperti itu... Sejatinya aku hanya sekedar lewat saja saat itu. Kau bisa menganggap saat itu adalah nasib baik datang memberkahi negara ini. " Kata Xi dengan pelan.


Light terdiam sesaat ketika mendengar hal tersebut. " Sungguh orang yang baik... Bahkan setelah melakukan hal - hal sehebat itu dia masih menyembunyikannya. Orang lain terkadang akan menyombongkan diri mereka ketika mendapatkan sebuah pujian dari orang lain, namun berbeda dengan orang ini... Sakaki sungguh berbeda. Aku penasaran ada berapa banyak orang seperti dia di dunia ini. " Ucap Light dalam hatinya yang kagum dengan kemuliaan Xi. Sambil menunjukkan senyum lebar nya kepada Xi.


Melihat Light yang bersikap aneh membuat Xi merasa aneh juga sekaligus jijik. Dia tidak ingin melihat atau pun membayangkan hal tersebut lebih lanjut lagi, bisa bisa dia tidak dapat tidur nyenyak malam ini.


Berbincang cukup lama dengan Xi, Light kemudian ingat kalau dirinya di minta oleh Sang Raja untuk mengantarkan Xi ke ruangan perjamuan.


" Ah, aku baru ingat... Tuan Sakaki bisakah anda ikut dengan saya sebentar. Yang Mulia ingin menjamu anda secara pribadi di ruangannya. " Kata Light. Menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan kepada Xi. Ia di mintai oleh Sang Raja untuk membawa Xi keruangannya.


Tanpa pikir panjang setelah mendengar pernyataan tersebut Xi pun menyetujui dengan mengangguk kepala. Light bersyukur karena Xi dapat menerima permintaan tanpa adanya keberatan dari nya sedikit pun.


" Tolong ikuti saya Tuan Sakaki... " Ucap Light menunjuk jalannya kepada Xi.


Keduanya pun pergi meninggalkan ruangan pesta menuju ke tempat perjamuan yang di adakan oleh Raja secara pribadi hanya khusus untuk Xi seorang saja. Ketika berjalan terdapat banyak sekali pelayan yang berdiri rapi di tepi jalan. Menundukkan kepala mereka semua menyambut kedatangan tamu kehormatan yang di nanti - nanti kan oleh sang Raja.


Sesampainya di depan pintu ruangan perjamuan, Light pun pergi meninggalkan Xi sendirian bersama dengan pelayan yang ada di sana. Itu karena tugas dari Light hanyalah mengantarkan Xi ke ruang perjamuan pribadi sang raja.


Dari luar, Xi dapat merasakan aura yang mendominasi dari sang raja.


" Padahal masih di luar tapi aku bisa merasakannya. Aura yang begitu luar biasa, ini hanya bisa di miliki oleh seorang pemimpin yang hebat. Ini... Orang ini punya aura superior. " Ujar nya dalam hati. Pelahan membuka pintu tersebut dan berjalan masuk ke dalam. Sebelum masuk ia melanjutkan " Aku kira aura seperti itu hanya di miliki oleh Dragon Awakening atau Legendary Beast... Tidak aku sangka ada manusia yang memiliki aura superior juga. " Lanjutnya sambil masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


Ketika ia masuk ke dalam ruangan tersebut, Xi di buat terkejut dengan penampilan ruangan yang begitu indah dan sangat mewah. Bunga - bunga tertata rapih di setiap sudutnya dengab pot yang terbuat dari emas murni yang memiliki sebuah lukisan hewan sejenis burung. Lantai yang begitu mengkilap dan berkilauan, serta ada banyaknya lukisan - lukisan indah dan mahal terpajang di dinding ruangan.


Sebuah meja yang kebar terbuat dari kayu terkuat di dunia, memiliki tampilan yang begitu megah. Aroma dari makanan yang ada di atas meja dapat tercium dengan jelas di hidungnya, itu terasa sangat enak ketika menghirup nya.


Di sana terdapat seorang pria paru baya yang duduk di kursi dengan tenang. Pancaran energi sihir yang terpancar darinya sangat mendominasi, bahkan itu melebihi dari para Rank S yang pernah dia temui sebelumnya.


" Hoho, kau sudah sampai Tuan Pahlawan. Silahkan duduk, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda empat mata. " Kata Sang Raja dengan ramah menyambut kedatangan Xi dan menyebutnya sebagai seorang pahlawan. Ia juga meminta Xi untuk duduk di meja yang sama dengannya, ketika mengatakan itu ia bersikap dengan sangat ramah.


" Terimakasih... " Balas Xi dengan tenang. Duduk di kursi yang telah di sediakan di sana sambil menatapi Sang Raja ketika ia hendak duduk. Ketika itu ia bergumam " Dia tidak lebih lemah dari Demon King, aku rasa dia memiliki peluang untuk menang jika berhadapan dengan Demon King satu lawan satu, tapi... Apa - apaan sebutan pahlawan itu. Terdengar menggelikan untukku yang suka berbuat jahat sampai sekarang. " Kata Xi dalam hatinya.


Duduk di kursi dengan tenang, berharap - hadapan langsung dengan sang Raja yang ada cukup jauj di depannya. Terlihat Sang Raja juga sangat tenang ketika dirinya masuk ke dalam ruangan ini, seolah ia yakin kalau tidak ada yang akan terjadi.


" Hohoho, aku tidak tahu harus berkata apa. Aku tidak menyangka orang yang berhasil menghentikan bencana yang datang di negara ini masihlah sangat muda... Aku sangat kagum dengan kehebata mu tuan pahlawan. Di generasi muda, aku rasa tidak akan ada orang yang seperti mu untuk saat ini. " Ucap Sang Raja sambil tertawa dan memuji bakat hebat yang di miliki oleh Xi. Walau terlihat sangat samar, namun Sang Raja dapat merasakan pancaran energi sihir yang sangat ganas dari tubuh Xi. Itu seperti sesuatu yang sangat mendominasi dan juga angkuh. Kekuatan yang begitu luar biasa bahkan sampai membuatnya menjadi iri ketika melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


Xi menanggapi itu dengan berkata " Terimakasih atas pujiannya Yang Mulia, dan anda katakan tadi kalau kita akan berbicara empat mata... Lalu kenapa anda menempatkan lima assassin di ruangan ini? Dengan adanya mereka apa yang kau katakan sebelumnya itu terdengar seperti omong kosong. " Ucap Xi.


Sang Raja serta kelima Assassin yang ada di dalam ruangan tersebut sangat terkejut karena Xi dapat menyadari keberadaan para Assassin di dalam ruangan ini. Itu membuat Sang Raja semakin terkagum - kagum kepada Xi, dengan pandangan yang kagum ia berkata dalam hatinya " Luar biasa, aku tidak tahu kalau dia bisa menyadari Assassin terbaik yang aku tempatkan di ruangan ini. " Kata Sang Raja dalam hatinya.


Sementara itu, Kelima Assassin terlihat kebingungan ketika Xi mengetahui keberadaan mereka. " Ba bagaimana bisa kau menyadari kami? Padahal kami sudah menyembunyikan hawa keberadaan kami dengan sangat baik. " Kata Salah satu Assassin dengan penasaran bertanya kepada Xi yang duduk diam di kursinya.


Dengan santai Xi menjawabnya " Kau benar, kalian sudah bersembunyi dengan sangat baik. Bahkan seorang Rank S pun tidak mungkin menyadari keberadaan kalian. Tapi berbeda dengan ku, aku ini sama seperti kalian tapi di satu sisi juga berbeda dengan kalian. " Ucapnya.


Jawaban yang di berikan oleh Xi tentu tidak memuaskan mereka. Terlebih bahkan jika itu sesama assassin tidak mungkin dapat menyadari keberadaan assassin lainnya begitu saja. " Apakah hanya itu? Kami sudah bersembunyi sangat baik, bahkan jika anda juga seorang Assassin seharusnya tidak semudah itu menemukan kami... Kami adalah para Elite dari kerajaan yang mengawal langsung sang Raja. " Kata salah satu Assassin itu.


Kelima Assassin yang ada di ruangan itu adalah para Assassin Elite yang di besarkan oleh Sang Raja itu sendiri untuk kepentingan pribadi atau pun hal lainnya. Kelompok Assassin yang di besarkan oleh Raja merupakan kumpulan dari para Assassin hebat di antara para Assassin lainnya.


Jelas kehebatan mereka berada jauh di atas rata - rata dari Assassin pada umumnya. Dengan kemampuan mereka, lebih dari cukup untuk memusnahkan sebuah kelompok besar tertentu dalam beberapa saat. Ini merupakan senjata terhebat yang di miliki oleh Negara Hallnas.


Ketika keberadaan mereka di ketahui oleh seseorang, itu membuat mereka bukan hanya sekedar terkejut. Namun, mereka juga malu karena ketahuan oleh seseorang tepat di hadapan Raja yang membesarkan mereka.


" Melihat dari penampilannya jelas dia masih sangatlah muda tapi, dapat mengungkapkan para Assassin Elite yang aku kembangkan dengan tanganku sendiri itu terlalu luar biasa. Pengalaman macam apa yang di miliki oleh seorang pemuda berusia kurang dari 20 tahun ini sehingga inderanya sampai setajam itu. Orang ini tidak bisa di nilai dari usianya yang muda, tapi lihatlah dari tindakan yang penuh kehebatan. Aku dapat katakan kalau dia... Adalah yang terkuat di generasi nya. " Kata Sang Raja dalam hatinya yang terus mengagumi kehebatan Xi tanpa henti. Sesuatu yang tidak akan pernah di dapatkan dari anak seusia nya, bahkan jika itu dari kalangan bangsawan sekali pun. Hanya ada segelintir orang yang bisa mencapai titik ini, tidak semua bisa mencapai hal yang sama dengan apa yang sudah Xi capai.


" Tentu saja dengan Dragon Eye's miliku sudah pasti dapat melihat kalian. Dengan Dragon Eye's aku bisa melihat apa yang tidak bisa aku lihat... Walau itu tidak semuanya. " Ucap Xi dalam hatinya dengan tenang.


Dragon Eye's adalah kemampuan dasar dari Ras Black Dragon. Kemampuan yang dapat melihat makhluk hidup dengan mendeteksi suhu panas tubuh dari suatu makhluk. Bukan hanya sekedar makhluk material, namun juga makhluk spiritual.


Seperti apa yang di katakan oleh Xi, walau bisa melihat yang tidak bisa di lihat, namun itu tidak semuanya bisa di lihat. Seuatu kondisi dimana seseorang memiliki skill penyamaran yang sangat baik, bisa saja itu lepas dari pandangan dan tidak menyadari keberadaan orang tersebut.


" Simpelnya aku bisa mendengar suara detak jantung kalian. Walau keberadaan kalian tersembunyi dengan baik, namun suara dari detak jantung kalian dan juga nafas kalian masih terdengar jelas di telingaku. Jadi tidak perlu di pikirkan lagi. " Lanjutnya.


Dengan tenang Xi membuka matanya yang merah menyalah, menatap ke arah Raja dengan tajam. Dengan sedikit aura kematian yang menyelimuti matanya, membuat itu terlihat seperti iblis yang sedang menatap mangsanya.


Membuka mulutnya perlahan berkata kepada Raja " Jadi... Apakah kau akan membiarkan mereka di sini? Kalau iya, maka sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. " Ucap Xi menyatakan kalau kesepakatan mereka akan berakhir di tempat ini dan saat ini juga.


Mendengar itu sontak Membuat Raja menjadi terkejut karena Xi ingin menyelesaikan pertemuan nya bahkan sebelum mereka berbicara masalah utama yang akan di bicarakan. Namun, melihat dari sisi mana pun itu juga kesalahan Sang Raja karena menempatkan beberapa Assassin di ruangan.


Dengan cepat Raja beranjak dari kursinya dan berkata " Tunggu, aku mohon tunggu dulu! " Pinta Sang Raja kepada Xi untuk tidak pergi. " Aku tahu ini kesalahan ku, aku akan meminta mereka keluar. Dengan begitu, pembicaraan kita masih bisa di lanjutkan, iya kan? " Lanjut Sang Raja.


Sang Raja pun meminta para bawahannya untuk keluar meninggilkan mereka berdua di dalam ruangan. Sebenarnya dalam hati mereka enggan untuk pergi karena mereka merasa kalau Xi adalah orang yang berbahaya. Bisa saja Xi menyerang Sang Raja ketika mereka keluar dari ruangan walau itu hanya sedetik saja.


Mereka memiliki perasaan yang tidak nyaman ketika raja meminta mereka untuk pergi meninggalkan nya dengan orang itu sendiri.


" Jika terjadi sesuatu kepada Raja... Aku pastikan akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!! " Ucap sala satu Assassin dengan tegas dalam hatinya. Pergi keluar dari ruangan perjamuan dengan perasaan tidak nyaman.


Setelah para Assassin pergi meninggalkan ruangan, Xi menghelakan nafas legahnya. Kemudian ia menatap raja dan angkat bicara " Kau punya bawahan yang setia, itu akan membuat orang lain sangat iri. " Ucap Xi, memuji para Assassin yang dengan setia melayani Raja mereka seperti seorang ayah. Hal itu jelas akan membuat orang lain sangat iri, termasuk dirinya. Mendapatkan bawahan yang setia melayani seseorang dengan segenap jiwa dan raga itu tidaklah mudah.


" Walau aku memiliki bawahan seperti mereka ( Kelima Assassin ) yang setia kepadaku. Tapi itu jelas berbeda karena dulunya mereka adalah musuhku yang aku hidupkan kembali dalam bentuk khusus... Aku benar - benar iri. " Katanya dalam hati. Xi sangat iri dengan kesetiaan yang di miliki oleh para Assassin itu kepada Sang Raja. Pada dasarnya Xi juga menginginkan bawahan seperti itu.


Sang Raja kembali duduk di kursi nya dengan perasaan lega. Ia tidak bisa membayangkan jika Xi tadi pergi meninggalkan ruangan, bisa saja itu benar - benar menjadi percakapan terakhir mereka.


" Anak muda yang aneh... Sungguh membuat orang takut. " Kata Raja dalam hatinya.


Raja pun mempersilakan Xi untuk menyantap makanan yang telah di sajikan oleh para pelayan sebelum nya sebelum ia datang kemari. Tanpa ragu Xi mengambil beberapa makanan yang menurutnya enak, namun ketika ia mengambil makanan yang ada di atas meja, ia melakukan nya dengan sopan dan elegan.


Hal tersebut sempat membuat sang Raja takjub dengan tatakrama yang di tunjuk kan oleh Xi. Sangat jarang ada anak muda yang memiliki tatakrama seperti itu. Itu benar - benar di lakukan dengan sangat sempurna, bahkan tidak bisa di bandingkan dengan putranya yang telah lama belajar tatakrama di dalam lingkup bangsawan.


" Ehemm... Tuan pahlawan, aku tidak tahu bagaimana kau bisa sampai di negara ini tapi, aku mengucapkan banyak terimakasih kepada mu karena telah menyelamatkan negara ini. Aku sungguh berterimakasih kepadamu. " Ucap Raja dengan tulus mengucapkan rasa terimakasih itu kepada Xi. Itu di buktikan dengan dirinya yang menundukkan kepalanya saat itu.


Melihat seorang Raja menundukkan kepalanya, dengan spontan Xi berkata " Anda tidak perlu sampai seperti itu Yang Mulia, sungguh itu terlalu berlebihan. " Ucap Xi dari tempatnya duduk dan kemudian berdiri ketika ia berbicara.


" Hohoho, benar - benar pemuda yang dermawan. " Ucap Raja mengangkat kepalanya kembali sambil tersenyum. " Aku dengar Tuan Pahlawan tidak suka dengan basa basi, jadi aku akan langsung ke intinya saja... " Kata Sang Raja dengan serius dam tegas.


Mendengar itu Xi menyipitkan matanya, seolah ia sudah menunggu kata - kata itu keluar dari mulut sang Raja.


Raja pun melanjutkan " Setelah kejadian Gate S Class ini seluruh dunia di buat heboh. Dan menjadi berita yang masih hangat dan terus di bicarakan hingga saat ini. Karena kejadian itu banyak Kota serta negara - negara di berbagai wilayah menginginkan anda untuk pindah ke tempat mereka. "


" Dalam kejadian ini memang kami tidak kehilangan satu pun orang Rank S di pihak kami. Namun, tidak dengan pihak Holy Sword, mereka bahkan kehilangan kekuatan tempur utama mereka. Sudah pasti negara Elf tidak akan tinggal diam mendengar berita tentang pihak manusia mengalahkan iblis tingkat tinggi seperti Demon King yang seharusnya itu tidak dapat di atasi oleh sebuah negara. "


" Anda telah menjadi target banyak orang di luar sana, tentu itu sangat berbahaya mengingat orang akan melakukan segalanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan tapi... Semua itu dapat di hindari jika kau tetap tinggal di kerajaan Hallnas dan menjadi penduduk tetap negara ini. Aku dapat menjamin dengan kau tinggal di negara ini kau akan mendapatkan kehidupan yang sangat layak serta status yang tinggi. Biaya kehidupan mu akan kami tanggu oleh kami keluarga kerajaan. " Lanjut Sang Raja menjelaskan maksud dari tujuannya.


Xi mendengarkan penjelasan Raja dengan tenang menanggapi penjelasan tersebut dengan berkata " Berarti... Kau ingin aku menjadi bagian dari negara ini? " Tanya Xi kepada Sang Raja.


Sang Raja menganggukkan kepalanya dengan serius. Dalam pikirannya, seseorang seperti Xi tidak mungkin akan datang dua kali, jadi ia pasti akan melakukan apa pun untuk membuatnya tetap tinggal.


" Baiklah... Meri mulai dengan itu. Peratama kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan pahlawan. Sebutan semacam itu sangat tidak cocok untuk orang seperti diriku. Kedua, tentang permintaan mu untuk aku tetap tinggal di negara ini... Hmmm aku rasa aku harus menolaknya. Aku benar - benar tidak bisa tinggal di tempat ini. " Balas Xi kepada Raja.


" Ke kenapa tidak bisa? Apakah aku boleh tahu alasannya? " Ujar Raja sedikit terkejut dengan jawaban yang di berikan oleh Xi.


" Hmmmm, dunia ini sangatlah luas... Jadi aku tidak bisa tinggal di sini. Ada banyak tempat yang belum pernah aku kunjungi, jadi aku ingin melihatnya. Seberapa luas daratan ini, dan seberapa indah lautan itu... Aku ingin melihat semuanya. " Kata Xi. " Ada banyak hal yang ingin aku lakukan di luar sana, jadi aku tidak bisa tetap tinggal di sini. Sungguh maafkan aku. " Lanjut Xi menolak permintaan sang Raja untuk tinggal di negaranya dengan sopan dan halus.


Matanya bersinar melihat sebuah bintang di mata pemuda tersebut. Semangat yang besar dan membara, itu sesuatu yang sangat luar biasa. " Perasaan semacam ini... Sudah berapa lama aku tidak merasakannya... " Ucap Raja dalam hatinya sembari menyentuh dadanya dengan pelan. Mendengar kan suara dari detakan jantung yang terus berdetak kencang tanpa henti sembari mengingat masa lalunya ketika ia masih muda.


" Mendengar ini... Sejauh apa pun aku mencoba untuk membujuknya aku rasa akan sia - sia. Anak muda yang penuh semangat adalah batu yang tidak bisa di hancurkan. " Kata Raja dalam hatinya.


Raja tersenyum berkata kepada Xi " Sepertinya hasilnya akan sama walau aku mencoba lebih jauh lagi tapi... Tidak nyaman untuk ku bila tidak memberikanmu hadia atas bantuan besar yang telah kau berikan kepada kami. " Kata Raja. Meneput tangannya beberapa kali dengan keras.


Ketika itu, pintu terbuka dan beberapa pelayan masuk ke dalam ruangan membawakan banyak barang. Semua yang di bawa oleh para pelayan itu sangatlah indah dan berkilau, itu semua adalah harta yang sangat berharga.


" Masyarakat mengumpulkan semua ini dan memberikannya kepada kami. Mereka bilang jika Tuan Sakaki datang, mereka ingin anda menerima semua hadia ini sebagai rasa ucapan terimakasih mereka kepada jasamu. " Lanjut Raja sambil menjelaskan. " Tuan Sakaki, tolong terimalah hadia yang di berikan oleh rakyatku. Kami semua akan sangat bahagia jika kau dapat menerimanya. " Ujar Sang Raja mewakili Rakyatnya. Sebagai seorang pemimpin, ia harus bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah di berikan kepadanya.


Dengan senang hati Xi menerima semua hadia yang di berikan kepadanya. Melihat semua barang berharga itu Xi berkata dalam hatinya " Sekarang ini akam berguna untuk Katashi... Sepertinya aku hanya perlu menambahkan sedikit saja jadinya. " Katanya dalam hati sambil sedikit tersenyum kecil dalam hatinya.


Terlihat dalam tumpukan hadia itu terdapat banyak perhiasan, beberapa senjata, uang ( Koin Platinum, Emas, Perak, dan Perunggu ) ada juga beberapa herbal serta beberapa Healing potion kualitas menengah dan ada beberapa juga yang berkualitas tingkat atas.


" Healing Potion ya... Aku lihat - lihat itu tidaklah murah. Yang terendah saja harganya sekitar 20 perak... Mungkin beberapa Alkimia dari negara ini yang memberikannya. " Katanya dalam hati.


Raja senang karena Xi bersedia untuk menerima hadia yang di berikan oleh rakyatnya. Dengan Xi menerima semua hadia itu, apa yang di pesankan oleh rakyatnya kini sudah tersampaikan. Jadi semua itu tidak membebani pikirannya lagi mengenai bagaimana ia harus memberikan semua hadia itu kepada penyelamat Kerajaan.


Di samping itu, sebagai seorang Raja ia juga tidak mau kalah dari rakyatnya. Dia pun menawarkan sebuah hadia kepada Xi yang berupa sebuah permintaan. " Aku senang kau bisa menerimanya, rakyatku pasti sangat bersyukur. Dan juga, aku sebagai seorang Raja juga akan memberikanmu sebuah hadia. Tuan Sakaki, anda dapat meminta apa pun yang anda inginkan kepadaku, selama itu masih dalam batas wajar manusia aku akan melakukannya. " Ucap sang Raja dengan tegas. Ketika ia mengatakan itu, tatapannya tajam dan serius. Seolah ia tidak main - main dengan apa yang baru saja ia katakan.


Hadia yang di berikan oleh Sang Raja kepada Xi adalah sebuah permintaan. Jadi Xi dapat meminta apa pun kepada Raja sebagai sebuah hadia, selama itu tidak melewati batas Raja akan menyanggupinya.


Bersamaan dengan itu dalam hatinya Raja berharap " Anda kau meminta untuk bisa tinggal di sini pasti akan aku langsung kabulkan tanpa pikir panjang. " Kata Raja dalam hatinya. Berharap Xi akan mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya.


Ketika kata - kata itu jatuh, tanpa sadar sebuah senyuman lebar terlukis di wajahnya. Sang Raja sudah membuka mulutnya, hanya berharap kalau ia tidak akan menarik kata - katanya kembali setelah ia mengeluarkannya. Karena kata - kata itu lah yang sejak tadi di tungguh oleh Xi.


Dengan itu semua sudah berada dalam perhitungannya. " Baiklah jika itu mau mu... Aku pernah mengatakan sebelumnya kalau aku tidak bisa tinggal di negara ini, tapi bukan berarti saudaraku tidak bisa. " Ujarnya. " Permintaan ku adalah aku ingin Yang Mulia mengangkatnya menjadi salah satu bangsawan di kerajaan ini. Aku sadar ini mungkin berlebihan untuk orang yang masih seumuran denganku tapi, aku jamin dia tidak akan mengecewakan. Di masa depan, mungkin ia bisa menjadi salah satu dari pilar negara ini. " Lanjut Xi kepada Sang Raja.


Raja sontak terkejut mendengar kalau Xi memiliki seorang saudara yang tinggal di negaranya. Memikirkan perkataan Xi, dengan adanya saudara nya yang tinggal di kerajaan Hallnas, itu secara tidak langsung Kerajaan ini akan memiliki hubungan yang baik dengan seseorang yang kuat dan yang namanya mungkin tidak lama lagi akan terkenal sampai kepenjuru dunia.


" Bukankah itu berarti... Secara tidak langsung Negara ini mendapatkan dukungan dari orang yang sangat kuat? Aku dengar dari Guild Master Light, katanya Tuan Sakaki ini tidaklah kalah kuatnya dari lima pahlawan... Ini ini sungguh luar biasa!! " Ucap Raja dalam hatinya yang kegirangan.


Xi mengangkat sebelah alisnya, melihat Raja yang terdiam sambil gemetar ketika mendengar permintaannya itu membuatnya berpikir " Apakah permintaan itu berlebihan? " Pikirnya saat itu ketika berada dalam situasi yang sangat hening tanpa adanya suara sedikit pun.


BANGG! Suara pukulan yang sangat keras terdengar. Sang Raja bangun dari kursinya sambil memukul meja dengan keras. Hal itu sontak sempat membuat Xi terkejut karena pergerakannya yang tiba - tiba mengejutkan orang lain.

__ADS_1


" Akan aku lakukan! Tuan Sakaki, anda tenang saja, saya akan melakukan yang terbaik! " Ujar nya dengan penuh semangat. Raja sudah tidak sabar untuk melihat seberapa hebat bakat yang di miliki suadara dari orang hebat yang bisa mengalahkan semua monster dari Gate Break S Class.


__ADS_2