
Kray marah di permainkan oleh Xi yang bertarung dengan cara pengecut. Ia kesal karena Xi dapat menghilang tanpa jejak ketika ada sebuah kesempatan untuknya menghilangkan keberadaan nya. Hal itu yang menjadi kelemahan bagi Kray karena tidak dapat mendeteksi keberadaan Xi bahakan dengan sensor panas.
Kray sangat heran dengan kemampuan Xi yang begitu aneh dalam pandangan nya.
Kray berdiri kembali sambil mengusap darah yang membercak di bibirnya. Bergumam dalam hatinya sambil memandangi Xi. " Orang ini... Dia bisa menghilang tanpa jejak dan bahkan tidak dapat di prediksi olehku. Bagaimana caranya bisa mengelabui semua skill deteksi yang aku miliki? " Kray semakin di di buat penasaran dengan opininya.
Xi yang merupakan seorang Dewa Kematian Hitam, yang pastinya memiliki aura kematian dan energi yang sangat besar. Di tambah lagi, ada dua kekuatan besar yang saling berbenturan yang tidak pernah aku di dalam dirinya.
Semua itu dapat tersamarkan oleh Xi dengan sempurna. Bahkan saat ini, Kray tidak dapat merasakan adanya aura kematian yang menyelimuti Xi. Menekan aura sebesar itu adalah hal yang paling mustahil bagi setiap Dewa. Biasanya aura mau pun energi sihir para Dewa terlihat seperti air yang kacau dan tidak tercontrol.
Tapi, berbeda dengan Xi. Walau di hadapkan dengan kekuatan yang besar, ia masih mampu untuk menekannya dengan tenang layaknya genangan air yang tenang. Dan akan kacau atau bergelombang ketika Xi menginginkannya.
" Seharusnya ada batasan dimana seorang Dewa dapat menakan auranya yang kacau... Tapi dia bisa menekan semuanya dengan mudah. Dia benar - benar sulit di mengerti. " Ujar Kray.
Melihat Kray yang telah sembuh dari luka - luka yang di deritanya. Xi angkat bicara dengan mengejek Kray.
" Bukankah tadinya kau bilang ingin membunuhku? Heh, dengan kemampuanmu yang segitu aku rasa masih perlu waktu 1.000 tahun untuk membunuhku. Menyerah saja dan kembali lah ke ketiadaan. " Ucap Xi. Berusaha untuk menas - manasi Kray yang terlihat tenang.
Amarah Kray langsung tersulut ketika mendengar itu. Ia pun melepaskan energi dalam jumlah besar yang memberikan sebuah tekanan yang sangat kuat sampai membuat permukaan tanah bergetar.
" Kau benar - benar ingin mati?! " Saut Kray kepada Xi dengan marah. Terlihat Kray termakan oleh provokasi yang di lemparkan oleh Xi.
" Ohw, apakah kau punya kemampuan untuk itu? " Balas Xi dengan sedikit bersikap sombong. Ia mengulurkan tangannya dan menantang Kray untuk maju dan menyerangnya.
Kray yang marah pun semakin marah dengan sikap sombong yang di tunjukkan oleh Xi. Dengan penuh kemarahan, ia melesat dengan kecepatan penuh untuk menyerang Xi.
Hanya dalam hitungan detik dari jarak mereka yang cukup jauh Kray telah sampai di hadapan Xi dengan posisi siap untuk menusuk Xi dengan trisulanya.
Hendak Kray ingin menusukkan trisula tersebut di kepala Xi. Namun, langka nya terhenti dan seluruh tubuhnya tidak dapat di gerakan. Tanpa sadar ia telah masuk ke dalam jebakan yang di pasang oleh Xi.
Rantai Kegelapan + Gravity Hold. Dimana tempat Kray berpijak saat ini telah di pasang kedua jebakan tersebut oleh Xi. Rantai kegelapan membuat pergerakan Kray menjadi terbatas dengan mengikat anggota tubuh Kray dengan sangat kuat, bahkan dengan paksa mampu meluapkan energi yang di miliki oleh Kray. Gravity Hold sebuah area yang di memiliki medan Gravitasi yang berbeda, dimana area yang terpasang Gravity Hold memiliki Gravitasi yang teramat kuat yang dapat memberikan tekanan pada tubuh, yang mengakibatkan tubuh tidak dapat di gerakan karena tekanan yang terlalu kuat.
Dan semua itu di rasakan oleh Kray yang terjebak di dalam sana. Dirinya sulit untuk melepaskan diri. Bahkan setelah Kray berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan dirinya, namun usahanya sia - sia. Rantai kegelapan yang mengikat dirinya telah melemahkan kekuatannya.
" Sialan... Ternyata tadi itu hanya umpan. Tidak aku sangka aku sebodoh itu sampai memakan umpan yang di lemparnya begitu saja. Orang ini benar - benar penuh dengan trik licik! " Gumam Kray dal hatinya. Setelah masuk ke dalam jebakan yang di buat oleh Xi, ia tersadar kalau sebelumnya, ejekan dan sikap sombong yang Xi tunjukkan kepadanya ternyata sebuah provokasi untuknya.
Kray mengakui " Dari sini sudah jelas pengalaman di antara kami berbeda sangat jauh. Walau dari segi kekuatan tidak ada banyak perbedaan, hanya saja dia mampu mengendalikan situasi. Dari yang awalnya dia sudah di tekan, kini telah berbalik dengan aku yang di tekan olehnya... " Ujar Kray. Dia tidak dapat menyangkal lagi akan hal itu. Mengakui dalam segi pengalaman, Xi jauh lebih baik ketimbang dirinya. Namun, ia masih percaya diri dengan kekuatan yang dimilikinya. Ia yakin dengan kekuatam besar yang berada di tangannya dapat mengalahkan Xi yang memiliki pengalaman yang luas.
Saat ingin mengaktifkan beberapa skill miliknya. Kray sadar kalau ada sesuatu yang menghalangi nya untuk menggunakan skill yang ingin ia gunakan. Itu seperti skillnya telah di silence.
" Tidak perlu sampai segitunya memikirkan itu... " Ucap Xi yang melihat kalau Kray sedang berpikir keras. " Alasan kenapa kau tidak dapat menggunakan skillmu itu karena aku telah mengunci nya. Dengan ini aku dapat memenggal kepalamu lebih mudah lagi. " Lanjut Xi bersiap dengan sabit hitam dan kuda - kudanya.
Dengan bantuan dari skill Envy Lord Leviathan. Salah satu Skill dari Seri Seven Deadly Sins yang mewakili dosa iri hati. Dengan kemampuan yang di oleh skill Envy Lord Leviathan, Xi mampu men silence beberapa skill yang di miliki lawannya. Dimana lawannya tidak akan dapat menggunakan skill yang telah di silence beberapa saat.
Xi menebaskan sabit hitamnya kepada Kray. Mata sabitnya yang terlihat bersinar dan tajam terus melaju dan mendekati Kray.
Menyaksikan itu, Kray menjadi panik. Karena tidak ingin mati dan tidak banyak cara untuknya melepaskan diri dari Gravity Hold. Kray tanpa pikir panjang memusatkan semua energi nya ke dalam satu titik penampungan energi yang berada di dalam tubuhnya.
Ketika telah terkumpul banyak, dan sabit hitam yang tajam berada satu inci di lehernya. Kray membuat sebuah ledakan energi yang sangat besar di tempat guna untuk menghindari kematian.
Ledakan yang sangat kuat membuat Xi mundur beberapa meter dari lokasi ledakan. Di sana terlihat Kray yang terengah - engah karena memaksakan dirinya untuk melepaskan diri dari perangkap yang mengurungnya.
Akibat dari tindakan yang tidak di pikirkan matang - matang olehnya. Membuay dirinya menerima efek samping dari tindakan ceroboh nya, dimana dari ledakan energi yang dia gunakan menyebabkan pertahan ultra bariernya menjadi melemah. Dimana sebuah serangan biasa pun kini dapat menembus barier tersebut.
" Lihat, kau kurang pengalaman. Karena panik kau pun mengambil keputusan yang ceroboh. " Ujar Xi kepada Kray. Bersamaan kedua matanya bersinar. Di saat itu sebuah lingkaran sihir merah menyalah di bawah kaki Kray. Membuat sebuah getaran yang cukup berat.
Badai api muncul dan langsung membakar tubuh Kray. Sesuai dengan apa yang di prediksi oleh Xi, pertahanan Kray yang telah melemah dengan mudah di tembus oleh badai api yang semakin lama semakin memanas. Pemandangan itu seperti sebuah topan api yang berputar semakin besar setiap detiknya.
__ADS_1
Di dalam Kray sangat kesulitan untuk keluar dari dalam topan api itu. Walau sudah menebasnya beberapa kali dengan trisulanya, tidak sedikit pun membuat celah yang dapat di gunakan untuk melarikan diri.
Karena terpojok lagi oleh Xi, Kray tidak punya pilihan lain selain menggunakan skill tersembunyi nya. Ia pun dengan terpaksanya mengaktifkan skill tersebut untuk keluar dari situasinya sekarang.
" Sebenarnya aku ingin menggunakan skill ini nanti. Tapi karena sudah tidak punya pilihan lain aku akan menggunakan nya sekarang untuk menghacurkan topan api dari si sialan itu. " Ujar Kray. Dalam hatinya ia enggan untuk menggunakan skill tersebut. Sebenarnya ia hanya ingin mengganakan skill tersebut ketika berada di waktu yang tepat untuk membunuh Xi.
Skill di rilisnya. Semua kekuatan yang terpusat dalam sebuah core yang ada di dalam tubuhnya menyebar luas ke seluruh tubuh. Warna dari kulitnya pun kini berubah yang sebelumnya normal seperti manusia biasa, kini kulitnya berwarna merah darah dengan postur tubuh yang sedikit mengecil.
Sesuatu yang keras seperti baja keluar dari dalam tubuhnya menimbulkan sembila bila cahaya yang terang. Ke sembilan cahaya itu menempel di seluruh tubuhnya dan membentuk sebuah armor yang mengerikan.
Skill telah sukses di aktifkan tanpa adanya kendala. Kini kekuatannya telah meningkat berkali - kali lipat dari sebelumnya. Dengan Bone Armor yang melindungi dirinya, melipatgandakan segala karasteristiknya.
" Sekarang akan ku mulai! " Ujar Kray. Dia mengibaskan tangannya dengan cepat. Topas api yang menutupinya hilang seketika.
Xi di buat terkejut dengan peningkatan kekuatan yang begitu signifikan. Aura yang di pancarkan oleh Kray juga tak kalah mengerikannya dengan Bone Armor yang menutupinya. Auranya begitu besar sampai membuat langit bergetar.
" Sekarang... " Ucap Kray. Melesat ke arah Xi dengan kecepatan super cepat yang melampaui kecepatan cahaya. Jarak di antara mereka sangatlah berdekatan, dan Kray langsung melayangkan tinjunya di wajah Xi dengan sangat keras. Seketika itu langsung membuat Xi terhempas sangat jauh dan terseret - seret di tanah dengan sangat kasar. " Aku tidak akan segan lagi. " Lanjut Kray.
Kray mengangkat tangannya dan mensummon sebuah bolah cahaya merah di telapak tangannya. " Untuk membunuhmu aku akan ku lakukan segala cara! " Teriak Kray dengan keras. Petir merah menyambar dengan sangat gila. Jatuh dari tanah Dewa ke dunia Kardinal dengan sangat keras.
Dalam ledakan itu melenyapkan sebuah negara kecil yang berada tidak jauh dari hutan kematian tempat di mana negara Asgar berada.
Dari ledakan tersebut, muncul sesosok makhluk raksasa yang terlihat humanoid. Tingginya berkisar 139 meter. Tubuhnya yang besar bahkan sampai menutupi cahaya matahari yang sedang bersinar terang kala itu.
Makhluk itu bangun dan mengerang dengan sangat keras yang membuat daratan, lautan, dan langit bergetar. Menunjukkan kepada dunia betapa kuatnya dirinya, dan tidak ada satu pun yang dapat menghentikan dirinya untuk menghancurkan asgar.
Bersama ia bergerak bersama dengan monster - monster kecil yang tersummon bersama dirinya. Semuanya berlarian dengan berutal menghancurkan apa pun yang ada di depan mereka. Semua makhluk itu berada pada tujuan yang sama dan hanya memiliki satu tujuan yang pasti. Yaitu menghancurkan negara Asgar, tempat keluarga dari Sang Dewa Kematian Hitam tinggal.
Di waktu yang sama, energi yang begitu besar dari keberadaan yang mengerikan dapat di rasakan oleh Yumiko dan yang lainnya. Keberadaan ini sudah bukan seperti monster - monster pada umumnya. Bukan Legendary Beast atau pun Mythical Beast. Tapi kekuatan ini sudah setara dengan Dewa, setara dengan salah satu pilar Dewa Cahaya.
" Energi yang sangat mengerikan! Dan itu bergerak menuju kemari?! " Ujar Yurika. Wajahnya berkeringat ketika merasakan besarnya energi yang di lepaskan oleh makhluk yang di summon oleh Kray.
Musuh yang sedang bergerak menuju negara Asgar bukanlah musuh sembarangan. Bahkan dengan kekuatan tempur yang di miliki oleh mereka sekarang, Asako pun masih ragu. Kalau mereka dapat menghentikan bencana berjalan itu.
Yumiko mengerti dan menerima saran Asako. Segerah ia memberikan perintah kepada semua Knight yang bertugas untuk melakukan evakuasi darurat.
" Laksanakan perintahku! Lakukan Evakuasi darurat. Pastikan lakukan dengan cepat! " Ucap Yumiko dengan lantang. Memerintahkan semua Knight yang ada di ruangan tahta untuk menyebarkan perintahnya kepada seluruh eksekutif dan Knight lain yang bertugas.
Evakuasi darurat benar - benar di lakukan dengan secepat mungkin. Semua orang berbondong - bondong berjalan menuju ruangan evakuasi yang telah di sediakan. Tepatnya di dalam labirin di bawah lantai setarus yang menjadi ruangan khusus untuk evakuasi. Di tempat itu semua nya telah di persiapkan, untuk makanan dan semacamnya sudah tidak perlu di khawatirkan lagi.
Para eksekutif membantu jalannya evakuasi agar tidak terjadi kesalahan yang membuat evakuasi darurat menjadi terhambat. Walau seluruh warga negara Asgar di landa oleh kepanikan, tapi jalannya evakuasi berjalan lancar.
Bencana besar yang tiba - tiba muncul dan langsung bergerak menuju negara Asgar jelas membuat para eksekutif heran. Menurut informasi yang mereka dapatkan dari pasukan intel, tidak ada makhluk semacam itu di daratan ini.
" Bisa - bisanya terjadi sesuatu seperti ini... " Ucap Rans yang masih tidak percaya kalau hal semacam ini bisa terjadi.
" Ya, aku juga tidak menyangka... Hal bencana sebesar ini bisa tiba - tiba muncul tanpa peringatan. " Balas Heilen. Ia juga tidak menyangka sesuatu yang sangat besar bisa tiba - tiba muncul seperti sebuah sulap.
Semua orang tidak mengetahui kalau makhluk raksasa itu muncul karena di summon oleh Kray. Sosok dewa yang yang sedang di hadapi oleh Xi habis - habisan.
Dari langit burung hitam yang besar terbang dengan cepat menuju Asgar. Dia pun turun dan ingin menyampaikan sesuatu kepada Yumiko.
" Yvelsky, kau sudah kembali. Apa yang terjadi di luar sana? " Tanya Yumiko kepada Yvelseky.
Yvelsky menjawabnya dengan mengerang. Ia mengatakan kalau ada pasukan monster dengan jumlah yang sangat banyak telah melewati perbatasan lembah kematian. Beberapa pasukan intel yang sebelumnya di kirim untuk mengawasi area sekitar sana pun tidak dapat kembali dengan selamat. Mereka semua terbunuh oleh monster - monster yang mengamuk itu.
Yumiko tertegu mendengar penjelasan dari Yvelsky. Melihat Yumiko yang terdiam, keduanya pun bertanya.
__ADS_1
" Ada apa Yumiko... Kau terlihat pucat. Apa ada sesuatu yang terjadi? " Tanya Yurika kepada Yumiko.
Yumiko pun menjelaskan apa yang di sampaikan oleh Yvelsky kepada dirinya ke Yurika dan Asako. Ia menjelaskan pasukan monster beringas yang mengamuk telah sampai di perbatasan lembah kematian. Dan sembentar lagi, para monster itu akan sampai di hutan kematian.
Mendengar itu langsung dari Yumiko mereka berdua langsung tertegu mendengar jumlah monster yang datang. Jumlah dari monster yang datang sangat banyak dan itu lebih dari satu jutah monster dengan tingkat terendah dari para monster adalah peringkat B+.
Yumiko berpikir sejenak untuk mengatasi masalah ini. Di karenakan Xi tidak ada di rumah, kini situasi ini hanya bisa di serahkan kepada mereka saja. Tidak ada orang lain selain mereka yang dapat meredan bencana besar ini.
Yumiko pun membuat sebuah keputusan. " Ayo kita pergi ke garis depan. Kita akan menghadapi mereka bersama - sama. " Ujar Yumiko mengajak yang lainnya untuk berjuang bersama di garis depan.
Yurika mau pun Asako, mereka berdua saling memandang. Tentu saja usulan yang di berikan oleh Yumiko tidak dapat mereka tolak. Tempat yang di targetkan oleh para monster itu adalah Asgar. Tempat yang menjadi rumah dan tempat tinggal mereka bersama dengan suami tercinta.
" Tentu saja, ayo kalahkan mereka bersama! " Ucap Yurika.
" Mereka memcoba menghancurkan rumah kita, mana mungkin aku akan tinggal diam. Ayo pergi kesana dan hancurkan mereka. Kita persembahkan kemenangan kita untuk sumai kita! " Ujar Asako dengan penuh semangat. Sesuatu seperti kehancuran dari negara Asgar, tidak akan pernah di biarkan terjadi begitu saja oleh Asako. Bahkan jika harus mengorbankan nyawanya, Asako tidak akan ragu.
Asgar adalah rumahnya. Tempat ia tinggal bersama keluarga besarnya. Negara yang di bangun bersama - sama dengan Xi dari awal hingga sampai semaju dan sebesar ini. Asako tidak akan membiarkan kebahagiaan nya sirna begitu saja hanya karena ada makhluk kuat yang ingin menghancurkan nya.
Mereka bertiga hendak beranjak keluar dari istana bersama dengan seluruh eksekutif. Langkah mereka semua terhenti ketika sala satu dari Nine Wings of Death, IGRIS sang Black Knight muncul di hadapan mereka.
Igris muncul di hadapan mereka bertigak mudian berlutut. Di sambung dengan Nine Wings of Death lainnya yang juga ikut muncul dan berlutut untuk mereka bertiga.
IGRIS selaku pemimpin Nine Wings of Death angkat bicara. " Ratu, mohon bawa kami bersama kalian tuk menghadapi bencana besar ini. " Ucap IGRIS memohon kepada mereka bertiga.
Melihat IGRIS dan yang lainnya ada bersama mereka, membuat Yumiko bertanya - tanya. Seharusnya IGRIS dan yang lainnya ada bersama Xi menghadapi musuh kuat yang sedang Xi hadapi.
" IGRIS, kenapa kau dan yang lainnya ada di sini? Apakah Xi yang meminta kalian? " Tanya Yumiko kepada IGRIS.
Semua orang mengangguk termasuk IGRIS. IGRIS pun menjelaskan. " Yang Mulia saat ini sedang berhadapan dengan musuh yang sangat kuat. Keberadaan kami di sana hanya akan mengganggunya. Jadi Yang Mulia pun memberikan kami perintah untuk membantu di sini. "
Tentu membuat Yumiko menjadi khawatir ketika mendengar Xi bertarung sendirian melawan musuh yang kuat. Seharusnya dengan bantuan dari pasukan kegelapan akan lebih mudah untuk mengalahkan lawannya. Namun, Xi malah mengirimkan semua pasukannya kepadanya.
" Bahkan di saat situasi nya tidak menguntungkan... Dia masih mengkhawatirkan kita... " Ucap Yumiko. Raut wajahnya menjadi sedih. Yumiko pun menyampingkan semua pikiram jelek yang mengganggu dirinya. Sebelum terjun lagi ke medan perang. Yumiko menyempatkan diri untuk bertanya kepada mereka " Menurut kalian... Apakah Xi akan kembali? " Tanya Yumiko kepada Nine Wings of Death.
Mereka semua terdiam ketika Yumiko bertanya seperti itu kepada mereka semua. Mereka bingung harus menjawab apa, karena mereka sendiri sudah melihat kekuatan yang di miliki musuh yang di hadapi tuan mereka. Itu bukanlah musuh yang mudah dan sulit untuk memprediksi siapa pemenang nya.
Di saat semua orang terdiam ketika Yumiko bertanya mengenai Xi. Sesosok pasukan kegelapan lainnya pun muncul untuk memberikan jawaban nya kepada Yumiko. Orang itu adalah Raja Pembunuh Asura, sosok terkuat yang di dalam pasukan kegelapan. Dengan kekuatan tempur no satu dari seluruh pasukan kegelapan yang ada.
Berjalan melewati Nine Wings of Death dan berlutut di hadapan Yumiko. Saat itu Yumiko berdiri di depannya dengan wajah yang menghitam serta matanya tajam.
" Ratu ku, dalam peperangan tidak ada yang namanya kemenangan mutlak. Tapi, selama kita yakin dan saling percaya, aku dapat yakin kita dapat meraih kemenangan seberapa kuat dan seberapa banyak pun musuh yang kita hadapi. " Jawab Asura.
" Ratu ku, percaya kepada Yang Mulia. Hamba yakin, Yang Mulia memiliki rencana tersendiri dan akan kembali dengan selamat. " Lanjut Asura.
Mendengar itu tak lekas membuat Yumiko menjadi tenang. " Seberapa yakin kau... Kalau Xi akan kembali dengan selamat? " Tanya Yumiko lagi namun kali ini dengan nada yang dingin.
Asura tanpa adanya keraguan sedikit pun menjawab. " Sebesar aku melanyani Yang Mulia. " Jawab Asura.
Semua itu pun di dukung dengan datangnya seluruh eksekutif. Semua orang yakin bahwa tuan mereka Xi akan kembali dengan selamat.
" Ratu ku, mari berjuang bersama lagi. Dan kali ini kita persembahkan kemenangan untuk Yang Mulia. " Ujar Noir mewakili seluruh eksekutif yang ada di ruangan.
Melihat keyakinan dari orang - orang yang setia mengikuti Xi membuat Yumiko mejadi senang. Sejujurnya ia yakin Xi akan kembali dengan selamat untuk keluarga nya. Pertanyaan yang di ajukan oleh Yumiko kepada mereka hanya untuk menghilangkan rasa ragu dan takut yang membendung di hatinya. Sebelumnya ia takut kalau negara yang di bangun bersama ini akan hancur dan membuat Xi menjadi sedih.
Yumiko menguatkan hatinya. Dengan anggun dan penuh kerisma sebagai seorang Ratu dari kerajaan Asgar. Memberi perintah " Ayo maju dan persembahkan kemenangan ini untuk Yang Mulia! " Ujar Yumiko. Menyebut Xi dengan nama kehormatan.
" YAAA! " Semua orang bersorak penuh semangat.
__ADS_1
Semuanya mulai meninggalkan ruangan tahta dan pergi ke garis depan menuju medan perang.